cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 117 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 3 (2023)" : 117 Documents clear
Pengaruh Penambahan Carrageenan terhadap Kinerja Marshall pada Laston Lapis Aus Asbuton (AC-WC Asb) Felicia Larasati; Ludfi Djakfar; Rahayu Kusumaningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena fluktuasi harga minyak bumi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir berpengaruh terhadap peningkatan kebutuhan aspal minyak di Indonesia seiring dengan kerusakan jalan yang juga terjadi. Asbuton berpotensi besar menjadi subtitusi maupun komplementer dari aspal minyak. Pengaplikasian dan pemeliharaan Asbuton harus sesuai agar tidak menyebabkan Asbuton sulit tercampur secara homogen jika terjadi penggumpalan saat penyimpanan dan mempengaruhi sifat campuran. Eucheuma sebagai salah satu jenis rumput laut penghasil Iota Carrageenan yang memiliki sifat viskositas tinggi dan ketahanan suhu dapat mengatasi kelemahan dari penggunaan Asbuton dalam campuran perkerasan jalan dengan mengikat campuran beraspal dan menstabilkan ketahanan suhu campuran sehingga dapat melengkapi serta memperbaiki campuran perkerasan jalan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hasil dari subtitusi penggunaan Asbuton dalam campuran Laston Lapis Aus (AC-WC) serta penambahan serbuk Carrageenan. Penelitian dilakukan dengan menguji karakteristik material yang digunakan, melakukan uji Marshall, lalu dilanjut dengan pengolahan data dan analisis statistik data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh material yang digunakan dan karakteristik Marshall yang dihasilkan memenuhi standar. Penambahan variasi kadar Carrageenan terhadap KAO campuran yakni 6.5% mampu meningkatkan nilai VMA dan VFB, nilai stabilitas dan flow mengalami fluktuasi, sementara nilai VIM dan MQ menurun. Adapun kadar Carrageenan optimum sebesar 8.5% dalam campuran menghasilkan karakteristik marshall dengan nilai VMA sebesar 20.88%, nilai VIM sebesar 3.27%, nilai VFB sebesar 84.33%, nilai kelelehan sebesar 3.7 mm, nilai MQ sebesar 364.5 kg/mm dan nilai stabilitas sebesar 1255.53 kg.
Pengaruh Penambahan Carrageenan terhadap Kinerja Marshall pada Laston Lapis Aus Asbuton (AC-WC Asb) Jossie Mutiara Putri; Ludfi Djakfar; Rahayu Kusumaningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena fluktuasi harga minyak bumi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir berpengaruh terhadap peningkatan kebutuhan aspal minyak di Indonesia seiring dengan kerusakan jalan yang juga terjadi. Asbuton berpotensi besar menjadi subtitusi maupun komplementer dari aspal minyak. Pengaplikasian dan pemeliharaan Asbuton harus sesuai agar tidak menyebabkan Asbuton sulit tercampur secara homogen jika terjadi penggumpalan saat penyimpanan dan mempengaruhi sifat campuran. Eucheuma sebagai salah satu jenis rumput laut penghasil Iota Carrageenan yang memiliki sifat viskositas tinggi dan ketahanan suhu dapat mengatasi kelemahan dari penggunaan Asbuton dalam campuran perkerasan jalan dengan mengikat campuran beraspal dan menstabilkan ketahanan suhu campuran sehingga dapat melengkapi serta memperbaiki campuran perkerasan jalan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hasil dari subtitusi penggunaan Asbuton dalam campuran Laston Lapis Aus (AC-WC) serta penambahan serbuk Carrageenan. Penelitian dilakukan dengan menguji karakteristik material yang digunakan, melakukan uji Marshall, lalu dilanjut dengan pengolahan data dan analisis statistik data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh material yang digunakan dan karakteristik Marshall yang dihasilkan memenuhi standar. Penambahan variasi kadar Carrageenan terhadap KAO campuran yakni 6.5% mampu meningkatkan nilai VMA dan VFB, nilai stabilitas dan flow mengalami fluktuasi, sementara nilai VIM dan MQ menurun. Adapun kadar Carrageenan optimum sebesar 8.5% dalam campuran menghasilkan karakteristik marshall dengan nilai VMA sebesar 20,88%, nilai VIM sebesar 3,27%, nilai VFB sebesar 84,33%, nilai kelelehan sebesar 3,7 mm, nilai MQ sebesar 364,5 kg/mm dan nilai stabilitas sebesar 1255,53 kg. Kata kunci: AC-WC Asb, Carrageenan, Karakteristik Marshall
Peningkatan Efisiensi Pemotongan Besi Beton di Proyek Konstruksi Gedung Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya melalui Pendekatan Integer Linear Programming Mohammad Raihan Hamzah; Saifoe El Unas; Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan berkelanjutan adalah penerapan pembangunan untuk mencapai kebutuhan terpenuhnya generasi saat ini, tanpa memberikan dampak negatif kepada generasi mendatang hanya demi memenuhi kebutuhan sendiri. Konstruksi berkelanjutan menggunakan metode konstruksi ramping untuk mengurangi pemborosan material dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek. Besi beton adalah material yang menghasilkan waste terbanyak dari semua material. Pada setiap proyek, ada perlunya penanggulangan untuk mengurangi jumlah waste besi beton. Penelitian dilaksanakan pada proyek pembangunan Gedung Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya dengan melakukan optimalisasi pemotongan besi beton menggunakan aplikasi QM for Windows dengan metode integer linear programming. Kebutuhan data Bar Bending Schedule dibuat dengan melihat Detail Engineering Design, di mana hanya struktur utama (pondasi, pilecap, tied beam, kolom, balok) dengan diameter D10, D13, D16, D19, dan D22 yang dijadikan objek penelitian. Dibuat alternatif-alternatif pemotongan besi beton dengan variasi kebutuhan panjang besi beton yang berpatok pada panjang satu lonjor besi beton. Alternatif-alternatif tersebut dapat digunakan untuk mencari persamaan yang nantinya akan dioptimalisasi menggunakan QM for Windows untuk mendapatkan hasil pemotongan besi beton yang paling efisien. Dari hasil optimalisasi tersebut, efisiensi hasil dari pemotongan besi beton dengan menggunakan metode integer linear programming menghasilkan berat volume besi beton 91099,83 kg lebih besar dibandingkan dengan berat volume besi beton RAB proyek pembangunan Gedung Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya. Kata Kunci: Konstruksi Berkelanjutan, Optimalisasi, Besi Beton, QM for Windows.
Pengaruh Bunker Oil dan Lateks pada Aspal Minyak dengan Substitusi Asbuton B 50/30 terhadap Karakteristik AC-WC Kevin Narendra Akbar; Alifi Khoiri Abdullah; Muhammad Zainul Arifin; Hendi Bowoputro
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan bahan alam dan limbah yang dihasilkan dari dalam negeri sebagai pengganti perkerasan minyak dapat dipergunakan untuk menyelesaikan permasalahan pada perbaikan jalan. Penggunaan aspal minyak diimpor dari luar negeri. Pada tahun 2022 impor aspal Indonesia mencapai 733.125 ton, sedangkan penggunaan aspal alam hanya 54.131 ton. Oleh sebab itu, menggunakan aspal minyak dengan substitusi asbuton B 50/30 dengan bunker oil dan lateks. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh komposisi bunker oil dan lateks terhadap karakteristik Marshall perkerasan dengan campuran aspal minyak dan juga mengetahui jumlah kadar optimum aspal minyak dengan asbuton B 50/30 menggunakan bunker oil dan lateks terhadap karakteristik Marshall. Pada penelitian ini terlebih dahulu dilakukan pencarian KAO untuk aspal minyak substitusi dengan asbuton B 50/30 dengan kadar 8% terhadap campuran. Didapat KAO sebesar 6,375 %, kemudian ditambahkan bunker oil dengan rentang kadar 1 % - 4 % dan lateks dengan rentang kadar 0,75 % - 1,5 %. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui karakteristik daripada campuran AC-WC yang ditinjau dari pengujian Marshall. Analisa data dilakukan dengan pengujian statistik uji t , analisa varian, regresi, korelasi. Hasil analisis dengan metode RSM menunjukkan bahwa didapatkan nilai kadar optimum bunker oil dan lateks pada campuran Laston (AC-WC Asb), yaitu kadar bunker oil 1,254 % dan kadar lateks 1,096 %, lalu dari kadar optimum ini diperoleh stabilitas sebesar 1051,707 kg meningkat 10 %, Marshall Quotient (MQ) 362,873 kg / mm meningkat 30,28 %, flow 3,062 mm menurun 10,84 %. VMA 15,30 % menurun 5,15 %. VFB 74,414 % meningkat 6,56%. VIM 3,927 % meningkat 19,32%. Dapat disimpulkan bahwa penambahan bunker oil terhadap karakteristik Marshall memiliki pengaruh yang signifikan namun pada nilai stabilitas tidak berpengaruh signifikan. Kata kunci: AC-WC Asb, Asbuton, Aspal Minyak, Bunker Oil, Lateks
Pengaruh Penambahan Sabut Kelapa pada Asbuton Murni terhadap Karakteristik Laston (AC-WC) Muhammad Yusuf Abdurrahman; Raden Rayhan Ghufran; Muhammad Zainul Arifin; Hendi Bowoputro
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, pemerintah berupaya untuk memanfaatkan sumber daya alam di dalam negeri. Salah satu produk unggulan yang menjadi target pengembangan pemerintah yaitu produk asbuton murni yang berasal dari Pulau Buton. Muncul gagasan untuk memodifikasi asbuton murni menggunakan sabut kelapa untuk meningkatkan nilai stabilitas Marshall dan stabilitas dinamis agar campuran beraspal dapat menjadi lebih kuat terhadap beban kendaraan dan deformasi alur. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian Marshall dengan Marshall Test Machine dan pengujian stabilitas dinamis dengan Wheel Tracking Machine. Pada penelitian ini yang dianalisis adalah karakteristik Marshall dan karakteristik stabilitas dinamis dengan variasi kadar sabut kelapa 0,5%, 0,75%, 1% dari berat aspal dan variasi panjang sabut kelapa 0,5 cm, 1 cm, 1,5 cm. Berdasarkan hasil pra-penelitian, kadar aspal optimum pada penelitian ini adalah 6,76% dimana asbuton murni modifikasi dengan sabut kelapa mengalami peningkatan pada nilai stabilitas marshall dan nilai stabilitas dinamis jika dibandingkan dengan asbuton murni tanpa tambahan sabut kelapa.
Pengaruh Solar dan Lateks pada Asbuton B 50/30 terhadap Karakteristik AC-WC Risqullah Ramadhan; Muhammad Raihan Hetarizqi; Muhammad Zainul Arifin; Hendi Bowoputro
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap tahun, Indonesia memerlukan 1,2 juta ton aspal untuk perawatan dan pembangunan jalan. Namun, sebagai produsen utama aspal minyak, Pertamina hanya dapat memenuhi sebagian dari kebutuhan tersebut, sehingga defisit aspal harus diatasi dengan optimalisasi pemanfaatan aspal alam, khususnya asbuton (aspal Buton). Indonesia memiliki potensi asbuton yang signifikan dengan deposit mencapai 650 juta ton, setara dengan 170 juta ton aspal minyak. Ini cukup untuk memenuhi kebutuhan aspal selama 170 tahun ke depan. Dua produk utama dari asbuton adalah Asbuton Murni dan Asbuton B 50/30. Asbuton murni memiliki kualitas yang unggul dibandingkan aspal minyak biasa, sedangkan Asbuton B 50/30 membutuhkan bahan peremaja untuk memaksimalkan potensinya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dan kadar optimum penambahan solar dan lateks terhadap karakteristik marshall pada asbuton murni dengan substitusi asbuton B 50/30. Metode eksperimental skala laboratorium digunakan dengan variasi kadar asbuton murni (5,5%, 6%, 6,5%, dan 7%) dan substitusi asbuton B 50/30 sebesar 8%. Solar ditambahkan dengan variasi kadar 2%, 2,5%, 3%, dan 3,5%, serta lateks dengan variasi kadar 0,75%, 1%, 1,25%, dan 1,5%. Analisis menggunakan Respons Surface Methodology (RSM) dan Grafik Pita menghasilkan nilai optimum kombinasi solar dan lateks. Hasil analisis menunjukkan kadar optimum solar sebesar 2% dan lateks sebesar 1,412%. Kombinasi ini menghasilkan stabilitas sebesar 848,886 kg, yang menurun 29,7% dibandingkan tanpa penambahan solar dan lateks. Nilai Marshall Quotient (MQ) sebesar 301,219 mm menurun 24,6%, flow sebesar 2,909 mm menurun 4,1%, VMA sebesar 15,737% menurun 4,18%, VFB sebesar 74,448% meningkat 4,69%, dan VIM sebesar 3,987% menurun 16,43% dibandingkan tanpa penambahan solar dan lateks. Secara keseluruhan, penambahan solar dan lateks memiliki pengaruh dalam menurunkan nilai stabilitas, MQ, flow, VIM, VMA, serta meningkatkan nilai VFB. Kata Kunci : Asbuton Murni, AC-WC Asb, Asbuton, Solar, Lateks
Reinforced Concrete Beam with Openings Strengthened Using CFRP Sheet Win Win Stevanus; Noorwirdawati binti Ali
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reinforced concrete is widely used in numerous parts of buildings, like columns, beams, and slabs. The material contains concrete that provides great compression strength, while steel reinforcement embedded in concrete has great tension strength. The failure of reinforced concrete beams with openings mainly located around the openings. Therefore, strengthening around the opening is required to increase the strength of the beam. In this study, Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) sheets are chosen. CFRP are composite materials that consist of carbon fiber with a resin to create material that has higher performance properties compared to each material separated. CFRP sheet provides superiority compared to steel-reinforced concrete that is still used, such as durability and reliability of the materials. This research objected to acknowledging the pattern of failure of reinforced concrete beams using ABAQUS, finite element modeling software in some cases. Finite Element Method (FEM) are used in this study by ABAQUS software and validate with experimental results. ABAQUS are used to simulate the model using Finite Element Method (FEM). From this study, beam with circular opening strengthened using CFRP have increase of 16.00% and the beam with 2 openings is increasing by 35.00%. The crack pattern of the beam without an opening is concentrated in the mid-span of the beam with a flexural failure, while the other specimen has a shear failure within circular openings. Significant improvements in ultimate load conclude that using CFRP sheet to strengthen beam with circular openings are suitable. The results of load-deflection profile calculated by Finite Element Modeling much higher than experimental results. The differences ultimate load results of Finite Element Method and Experimental are ranged from 2.94% until 9.87%. Keywords: RC Beam, Openings, CFRP sheet, CFRP composite, Finite Element Analysis (FEA), Finite Element Modelling (FEM), ABAQUS

Page 12 of 12 | Total Record : 117