cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,483 Documents
Analisis Kinerja Seismik Bangunan X Menggunakan Metode Pushover Dengan Penambahan Shear Wall Raihan Baihaqi; Ari Wibowo; Retno Anggraini
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia yang berada di kawasan tektonik aktif menuntut struktur gedung tinggi, seperti Gedung X (12 lantai), untuk memiliki sistem penahan gaya lateral yang andal guna mengontrol kerusakan bangunan. Analisis struktur linear-elastis konvensional memiliki keterbatasan karena tidak mampu memprediksi urutan terjadinya pelelehan elemen secara akurat saat gempa kuat terjadi. Penggunaan Sistem Rangka Pemikul Momen (SRPM) secara tunggal (Bare Model) sangat rentan terhadap simpangan antar tingkat yang ekstrem dan ketidakstabilan global akibat efek P-Delta. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kinerja seismik Bare Model dengan membandingkan enam variasi penempatan dinding geser (shear wall), serta menentukan efektivitasnya terhadap kapasitas geser dasar, kekakuan lateral, dan mekanisme sendi plastis berdasarkan kriteria ATC-40. Pemodelan dan analisis dilakukan menggunakan metode Pushover berbantuan perangkat lunak ETABS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur eksisting (Bare Model) tertahan pada level kinerja Damage Control (DC) dengan target perpindahan 599,09 mm pada arah Y. Dari keenam modifikasi, Variasi 2 (kombinasi sisi luar dan interior sumbu Y) ditetapkan sebagai konfigurasi paling optimal. Variasi 2 mampu meningkatkan level kinerja bangunan menjadi Immediate Occupancy (IO), meningkatkan gaya geser dasar hingga 32.980,93 kN (arah Y), dan mereduksi simpangan maksimal menjadi 68,86 mm. Rasio torsinya stabil pada angka 1,132 (memenuhi batas aman < 1,2). Distribusi sendi plastis pada model ini menunjukkan tercapainya mekanisme daktail Strong Column-Weak Beam, tanpa mengganggu fungsionalitas ruang arsitektural gedung. Kata kunci: kinerja seismik, pushover, shear wall, ATC-40, sendi plastis, performance level.
Kajian Perbandingan Kinerja Seismik Bangunan L2 Lantai Dengan Dan Tanpa Bracing Tipe X Menggunakan Analisis Pushover Farrand, Arvino; Ari Wibowo; Retno Anggraini
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Indonesia berada pada jalur cincin api Pasifik sehingga memiliki risiko seismik tinggi, sehingga bangunan bertingkat di wilayah rawan gempa seperti Jakarta Selatan perlu dirancang dan dievaluasi secara cermat terhadap beban lateral gempa. Salah satu strategi peningkatan kinerja seismik bangunan beton bertulang adalah penambahan elemen bracing baja untuk meningkatkan kekakuan lateral dan mereduksi deformasi struktur. Penelitian ini membandingkan kinerja seismik bangunan beton bertulang 12 lantai tanpa bracing dan dengan penambahan bracing tipe X dalam enam variasi perletakan (V1–V6), menggunakan metode pushover berbasis ATC-40 (Capacity Spectrum Method) mengacu pada SNI 1726:2019, dengan pemodelan pada perangkat lunak ETABS. Parameter kinerja yang dievaluasi meliputi kurva kapasitas, pembentukan sendi plastis, kurva ADRS, performance point, tingkat kinerja struktur, eksentrisitas massa, rasio ketidakberaturan torsi, dan simpangan antar lantai. Hasil menunjukkan penambahan bracing tipe X secara umum meningkatkan kinerja seismik bangunan: rasio ketidakberaturan torsi arah Y menurun dari 1,124 menjadi 1,043 (Variasi 1), simpangan antar lantai maksimum arah Y menurun dari 51,53 mm menjadi 32,88 mm, gaya geser dasar pada performance point meningkat ±58,95% (13.952,63 kN menjadi 22.178,81 kN), dan periode efektif berkurang dari 3,33 detik menjadi 2,017 detik — mengindikasikan struktur yang lebih kaku dan responsif terhadap gempa. Variasi 3 dieliminasi karena rasio ketidakberaturan torsinya melebihi batas 1,2 sesuai SNI 1726:2019 Kata kunci: bracing, bracing tipe X, analisis pushover, kinerja seismik, ATC-40, SNI 1726:2019, ETABS, performance point  
Analisa Penentuan Skala Prioritas Perbaikan Jalan Lokal di Kecamatan Sambikerep Kota Surabaya Eka Putra, Mohammad Hamdani; Arief Rachmansyah; Lasmini Ambarwati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Surabaya, merupakan ibu kota Provinsi Jawa Timur, memiliki jumlah penduduk sekitar 3 juta jiwa. Kota Surabaya khususnya di Kecamatan Sambikerep, memerlukan peningkatan fungsi kawasan perkotaan untuk mendukung pertumbuhan sosial, budaya, dan ekonomi melalui pengembangan aksesibilitas dan konektivitas jalan. Analisis terhadap konektivitas wilayah menunjukkan pentingnya preservasi jalan untuk meningkatkan keselamatan pengguna dan mendukung mobilitas regional. Penelitian ini mengevaluasi kondisi kerusakan pada empat ruas jalan, yaitu Jalan Raya Ngemplak (4,00%), Jalan Raya Bungkal (3,87%), Jalan Raya Sawo (5,22%), dan Jalan Bumi Indah (4,53%) berdasarkan nilai Road Condition Index (RCI) dengan delapan parameter kerusakan, meliputi retak memanjang, retak kulit buaya, pelepasan butir, tambalan, sungkur, lubang, retak bahu jalan, dan amblas. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk menentukan prioritas perbaikan berdasarkan delapan kriteria: pendidikan (0,1369), kondisi jalan mantap (0,2302), perdagangan (0,1017), arus stabil (0,2606), pariwisata (0.,1039), kemacetan (0,0581), arus tidak stabil (0,0638), dan kondisi jalan tidak mantap (0,0448). Hasil analisis menunjukkan prioritas perbaikan ruas jalan adalah Jalan Raya Ngemplak (0,5176), Jalan Raya Bungkal (0,5385), Jalan Raya Sawo (0,3294), dan Jalan Bumi Indah (0,4444), mengacu pada kebutuhan masyarakat untuk mendukung aktivitas sehari-hari.