cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,483 Documents
Pengaruh Penambahan Styrene Butadiene Rubber (SBR) terhadap Karakteristik Marshall Perkerasan AC-WC Asbuton Lisa Pepi Arumi W; Diska Pricilia Ayuka Putri; Ludfi Djakfar; Rahayu Kusumaningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspal Buton (Asbuton) merupakan salah satu material yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan perkerasan jalan. Namun, sifatnya yang relatif kaku dan getas dapat menurunkan fleksibilitas campuran beraspal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penambahan Styrene Butadiene Rubber (SBR) terhadap karakteristik Marshall campuran AC-WC berbasis Asbuton serta menentukan kadar SBR yang paling optimum. Campuran menggunakan Asbuton tipe B 50/30 sebesar 15% dari berat total campuran dengan variasi kadar SBR 4%, 5%, 6%, dan 7% terhadap berat aspal, serta kadar aspal 6%, 7%, dan 8%. Parameter yang dievaluasi meliputi stabilitas, flow, Marshall Quotient (MQ), Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), dan Void Filled with Bitumen (VFB). Analisis data dilakukan menggunakan uji Shapiro–Wilk, Two-Way ANOVA, dan Robust Test pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan SBR memberikan pengaruh terhadap karakteristik Marshall campuran AC-WC berbasis Asbuton. Berdasarkan hasil optimasi menggunakan metode grafik 3D, kadar SBR optimum diperoleh sebesar 5% dengan kadar aspal optimum (KAO) 6,72%, yang memenuhi seluruh persyaratan Spesifikasi Teknis Bina Marga 2025. Penerapan SBR mampu meningkatkan keseimbangan antara stabilitas dan fleksibilitas campuran, sehingga berpotensi meningkatkan kinerja perkerasan jalan.   Kata kunci: Aspal, Styrene Butadiene Rubber, Marshall, AC-WC, Asbuton.
Pengaruh Penambahan Nano Silika (SiO₂) dan Crumb Rubber terhadap Karakteristik Marshall AC-WC Asbuton Shabrina Faza Zakiyya; Kayla Farah Salsabila; Ludfi Djakfar; Rahayu Kusumaningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan aspal di Indonesia yang masih bergantung pada aspal minyak impor mendorong pemanfaatan material lokal, salah satunya Aspal Buton (Asbuton), pada campuran perkerasan jalan. Penelitian ini mengkaji penggunaan Asbuton sebesar 15% pada campuran AC-WC, melebihi kadar standar Bina Marga (7–10%), yang dimodifikasi dengan Nano Silika (SiO₂) dan Crumb rubber untuk mengatasi peningkatan kekakuan sekaligus menjaga fleksibilitas campuran. Nano Silika digunakan sebesar 2% terhadap berat aspal, sedangkan Crumb rubber divariasikan sebesar 7%, 10%, 13%, dan 16% terhadap berat aspal, dengan variasi kadar aspal 6%, 7%, dan 8%. Karakteristik Marshall dianalisis menggunakan metode grafik pita dan grafik 3D, sedangkan pengaruh masing-masing faktor dianalisis secara statistik menggunakan Robust Tests of Model Effects. Hasil menunjukkan kadar aspal berpengaruh signifikan terhadap seluruh parameter Marshall dengan memengaruhi kepadatan dan pengisian rongga campuran, variasi aditif berpengaruh signifikan terhadap stabilitas, MQ, VIM, VMA, dan VFB melalui peningkatan daya rekat dan kepadatan namun tidak cukup mengubah kemampuan deformasi (flow), sedangkan interaksi keduanya berpengaruh signifikan terhadap seluruh parameter, menunjukkan pengaruh kadar aspal yang berbeda pada tiap variasi campuran. Rentang kadar aspal optimum diperoleh sebesar 6,95–7,46% (grafik pita) dan 6,94–7,50% (grafik 3D) dengan kombinasi Nano Silika 2% dan Crumb rubber 7–16%, di mana seluruh parameter memenuhi spesifikasi Marshall. Penggunaan Asbuton 15% terbukti mampu mengurangi kebutuhan aspal minyak tanpa menurunkan kinerja campuran. Kata kunci : AC-WC Asb, Asbuton, Nano Silika, Crumb rubber, Marshall
PENGARUH VARIASI KADAR NANO ZEOLIT TERHADAP KINERJA MARSHALL PADA CAMPURAN AC-WC ASBUTON PENGARUH VARIASI KADAR NANO ZEOLIT TERHADAP KINERJA MARSHALL PADA CAMPURAN AC-WC ASBUTON Rahmadhani, Anidhea; Cantika Mutiara Mulyadi; Ludfi Djakfar; Rahayu Kusumaningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan jalan di Indonesia mendorong pemanfaatan material lokal berupa Aspal Buton (Asbuton) sebagai substitusi aspal minyak impor. Peningkatan proporsi Asbuton dalam campuran beraspal berpotensi menekan ketergantungan terhadap aspal minyak, namun sifatnya yang relatif kaku meningkatkan risiko keretakan sehingga diperlukan bahan aditif berupa nano zeolit yang mengandung silika (SiO2), alumina (Al2O3), serta kation alkali dan alkali tanah (Na+, K+, Ca2+, Mg2+) untuk memperbaiki kinerja campuran. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi kadar nano zeolit terhadap karakteristik Marshall campuran Laston Lapis Aus Asbuton (AC-WC Asb) dengan kadar Asbuton 15%, serta menentukan kadar nano zeolit optimum yang memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2025. Benda uji dibuat dengan aspal penetrasi 60/70, Asbuton B 50/30 sebesar 15%, dan nano zeolit pada kadar 0%; 0,6%; 0,8%; 1%; dan 1,2% terhadap berat campuran, pada variasi kadar aspal 6%, 7%, dan 8%. Parameter Marshall yang diuji meliputi stabilitas, flow, Marshall Quotient (MQ), Void in the Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), dan Void Filled with Bitumen (VFB), yang selanjutnya dianalisis melalui uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, dan Generalized Linear Model (GLM) Robust, serta ditentukan kadar optimumnya melalui metode grafik pita dan pemodelan permukaan respon tiga dimensi (3D) menggunakan MATLAB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar aspal, kadar nano zeolit, dan interaksi keduanya berpengaruh sangat signifikan (p < 0,05) terhadap seluruh parameter Marshall kecuali terhadap Flow secara mandiri. Metode grafik pita menghasilkan Kadar Aspal Optimum (KAO) pada rentang 6,89-7,69% untuk kadar nano zeolit 0,6-1,2%, sedangkan pemodelan permukaan respon 3D menetapkan titik komposisi paling optimum pada kadar aspal 6,91% dengan kadar nano zeolit 0,91%, yang menghasilkan karakteristik Marshall terbaik dan memenuhi seluruh persyaratan Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2025. Kata Kunci: Asbuton, AC-WC Asbuton, nano zeolit, karakteristik Marshall, kadar optimum
Kinerja Mekanis dan Fisik Campuran RCA Geobead-Fly Ash (30%) Berbasis Geopolimer terhadap Potensi Aplikasi pada Timbunan Jalan Ramah Lingkungan Ikromullah; Zaika, Yulvi; Munawir, As'ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Timbunan jalan konvensional yang bermassa berat di atas tanah lunak sering memicu penurunan permukaan yang berlebihan. Penelitian ini mengevaluasi kinerja material komposit ringan ramah lingkungan berbahan agregat beton daur ulang (RCA) dan geobead dengan stabilisator geopolimer fly ash 30% sebagai alternatif timbunan. Substitusi geobead divariasikan sebesar 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40% dari volume cetakan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan geobead berhasil menurunkan berat isi campuran dari 27,5 menjadi 21,5 kN/m³. Variasi geobead 20% ditetapkan sebagai formula optimum dengan kuat tekan sebesar 5,5 MPa dan ketahanan abrasi 47,9%, yang terbukti memenuhi spesifikasi lapis fondasi jalan. Simulasi Finite Element Method (FEM) membuktikan material komposit optimum ini mampu mereduksi deformasi vertikal hingga 15,6% dibandingkan timbunan konvensional dan sangat aman karena berada di bawah batas izin penurunan 4 mm. Kata kunci: RCA, Geobead, Geopolimer, Timbunan Jalan, Kuat Tekan, Finite Element Method.
Analisa Pengaruh Variasi Jarak Rusuk serta Penambahan Balok Interior terhadap Perilaku Struktur Waffle Slab Bentang Lebar Rante, Yusril; Simatupang, Roland Martin; Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung dengan konsep desain arsitektur modern berupa ruang bebas kolom (column-free space) bertujuan untuk memaksimalkan penggunaan ruang, namun berakibat pada penggunaan sistem pelat bentang lebar. Sistem pelat bentang lebar harus memiliki kekuatan penampang serta kemampuan layan yang memadai untuk menahan beban yang diterima. Dalam hal ini, waffle slab dapat menjadi solusi, karena memiliki sistem struktur berupa konfigurasi rusuk yang menyediakan kekuatan serta kekakuannya. Dalam penelitian ini dilakukan analisis kekuatan dan lendutan waffle slab bentang lebar dengan variasi jarak rusuk dalam arah-x dan y, serta adanya penambahan balok interior. Tinjauan kekuatan pelat dilakukan berdasarkan perbandingan persentase reduksi berat sendiri pelat, rasio kekuatan lentur dan geser, serta rasio efisiensi pelat. Hasil menunjukkan bahwa konfigurasi dengan lx = ly , merupakan yang paling optimal dalam aspek kekuatan dan efisiensi berat serta lendutan. Sementara itu, konfigurasi dengan lx < ly dominan menghasilkan rasio kekuatan tertinggi pada arah-, sedangkan konfigurasi pelat A dengan lx > ly dominan menghasilkan rasio kekuatan tertinggi pada arah-y. Penambahan balok interior memberikan pengaruh yang cukup bervariasi terhadap kekuatan pelat baik dalam arah-x maupun arah-y. Namun, penambahan balok interior mampu mereduksi nilai lendutan pelat. Selain itu konfigurasi pelat dengan  lx = ly mampu menghasilkan nilai lendutan yang paling optimal.
STUDI EKSPERIMENTAL KARAKTERISTIK CAMPURAN RCA-GEOBEAD BERBASIS GEOPOLIMER DENGAN LAMA PERAWATAN UNTUK FA 40% Ikhsan Aiman Hakim; Yulvi Zaika; As’ad Munawir
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan material konstruksi yang ramah lingkungan terus meningkat seiring bertambahnya limbah beton dan tingginya konsumsi agregat alam pada pembangunan infrastruktur jalan. Recycled Concrete Aggregate (RCA) berpotensi digunakan kembali sebagai material konstruksi, namun keberadaan mortar lama dan porositas yang relatif tinggi masih memengaruhi berat isi serta sifat mekanisnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik campuran RCA-Geobead berbasis geopolimer dengan fly ash tetap sebesar 40% melalui variasi geobead 20% dan 30% serta lama perawatan 3, 7, dan 14 hari. Pengujian yang dilakukan meliputi karakteristik bahan dasar, berat isi kering, kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur, Los Angeles Abrasion, dan analisis deformasi timbunan menggunakan Finite Element Method (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan geobead dari 20% menjadi 30% menurunkan berat isi kering campuran hingga sekitar 10%, sedangkan bertambahnya lama perawatan meningkatkan kuat tekan hingga 80%, kuat tarik belah hingga 116%, dan kuat lentur hingga 138%. Pada pembebanan 700 kPa, campuran geobead 20% dan 30% dengan lama perawatan 14 hari menghasilkan defleksi masing-masing sebesar 2,23 mm dan 2,58 mm, sehingga lebih kecil daripada struktur acuan sebesar 3,525 mm. Berdasarkan hasil tersebut, lama perawatan 14 hari menghasilkan karakteristik campuran paling optimal dalam rentang pengujian dan menunjukkan potensi RCA-Geobead berbasis geopolimer sebagai  material ringan lapis fondasi bawah dengan tetap mempertimbangkan keseimbangan antara penurunan berat isi dan kebutuhan kekuatan mekanis.
Pengaruh Penambahan Biochar sebagai Subtitusi Semen Terhadap Bioreseptivitas dan Mutu Mortar Musyaffa', Alif; Eva Arifi; Ananda Insan Firdausy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pembangunan perkotaan menyebabkan berkurangnya ruang hijau sehingga diperlukan material konstruksi yang mampu mendukung pertumbuhan vegetasi. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah mortar bioreseptif, yaitu mortar yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan kolonisasi organisme seperti lumut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan biochar tempurung kelapa sebagai substitusi sebagian semen terhadap kuat tekan, pH permukaan, daya serap air, dan bioreseptivitas mortar yang ditinjau dari pertumbuhan lumut. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan variasi kadar biochar sebesar 0%, 2,5%, 5%, dan 7,5% dari berat semen. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 28, 56, dan 90 hari menggunakan benda uji kubus berukuran 5 × 5 × 5 cm. Pengujian pH dilakukan secara berkala hingga umur 90 hari, sedangkan evaluasi bioreseptivitas dilakukan menggunakan benda uji panel berukuran 10 × 10 × 2 cm melalui analisis luas penyebaran lumut menggunakan perangkat lunak ImageJ dan pengamatan mikroskopis menggunakan Dino-Lite. Pengujian penyerapan air dilakukan pada umur 90 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan biochar memengaruhi sifat mekanis dan bioreseptivitas mortar. Variasi biochar 2,5% menghasilkan kuat tekan optimum pada umur 56 hari tanpa lumut sebesar 37,60 MPa, sedangkan mortar dengan lumut menunjukkan kecenderungan penurunan kuat tekan pada umur 90 hari. Nilai pH seluruh variasi menurun dari pH 12 menjadi pH 10–11 seiring bertambahnya umur mortar, dengan penurunan lebih cepat pada variasi yang mengandung biochar. Penambahan biochar juga menurunkan daya serap air dibandingkan mortar kontrol. Berdasarkan analisis ImageJ dan pengamatan mikroskopis, variasi biochar 5% menunjukkan bioreseptivitas paling baik dengan luas penyebaran lumut sebesar 68,04% pada umur 90 hari serta perkembangan rizoid yang lebih optimal dibandingkan variasi lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biochar tempurung kelapa berpotensi meningkatkan bioreseptivitas mortar dengan tetap mempertahankan mutu mekanis pada kadar substitusi tertentu. Kata kunci: biochar tempurung kelapa, mortar bioreseptif, lumut, kuat tekan, pH, ImageJ.
Analisis Hambatan Material Passport pada Modular Construction Studi Kasus Manufaktur X di Jawa Barat Zian Tika Fiddini Putri; Ir. Kartika Puspa Negara, ST., MT., Ph.D., CDS.; Ir. Eko Andi Suryo, ST., MT., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri konstruksi yang tinggi emisi dan limbah membutuhkan paspor material untuk mendukung ekonomi sirkular pada konstruksi modular. Penelitian ini mengidentifikasi faktor hambatan implementasi material passport di Jakarta dan Jawa Barat menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) berbasis kuesioner tenaga ahli. Hasil penelitian menunjukkan hambatan terbesarnya yaitu ketidakjelasan manfaat ekonomi jangka pendek (0,136). Strategi yang direkomendasikan mencakup asset information management yang jelas, adanya regulasi dari pemerintah, serta sinkronisasi material dan pergantian vendor. Kata Kunci : Ekonomi sirkular, paspor material, konstruksi modular, Analytical Hierarchy Process (AHP).
Analisis Perbaikan Tanah Sistem Matras Cerucuk Bambu Kombinasi Geotextile dan PVD Menggunakan Finite Element Method pada Konstruksi Jalan Tol Terintegrasi Tanggul Laut Rahmawati, Rani; As’ad Munawir; Eko Andi Suryo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Perbaikan tanah system matras cerucuk bambu, geotextile, dan PVD pada konstruksi timbunan badan jalan tol. Kawasan pesisir utara Kota Semarang tergolong wilayah bertanah lunak dengan daya dukung rendah dan tingkat kompresibilitas tinggi, sehingga pembangunan konstruksi timbunan jalan tol pada area tersebut rentan mengalami penurunan besar serta membutuhkan waktu konsolidasi yang panjang. Kajian ini disusun untuk mengkaji perilaku timbunan pada ruas Jalan Tol Semarang–Demak dengan membandingkan tiga skenario, yaitu tanpa perbaikan tanah, perbaikan menggunakan matras cerucuk bambu yang dipadukan dengan geotextile, serta skenario tambahan berupa pemasangan prefabricated vertical drain (PVD). Simulasi numerik dilakukan dengan metode elemen hingga (finite element method) melalui software PLAXIS 2D pada penampang melintang timbunan Zona N STA 4+325. Hasil analisis numerik menunjukkan bahwa konfigurasi timbunan tanpa sistem perbaikan tanah tidak mampu memenuhi kriteria stabilitas terhadap beban rencana.Kondisi tersebut ditunjukkan oleh terjadinya kegagalan mekanis pada tanah dasar. Penerapan matras cerucuk bambu bersama geotextile terbukti mampu menaikkan kestabilan sehingga timbunan dapat dibangun hingga mencapai elevasi rencana dengan kondisi yang memenuhi aspek keamanan. Penambahan PVD tidak banyak mengubah besaran penurunan akhir, yakni 6,584 m tanpa PVD berbanding 6,270 m dengan PVD, namun berkontribusi besar dalam mempercepat waktu pencapaian derajat konsolidasi 90% (t90) dari 5.039 hari menjadi 1.640 hari, atau menghasilkan percepatan waktu konsolidasi sebesar 67,45%. Proses disipasi tekanan air pori berlebih (excess pore water pressure) pada tanah juga berlangsung lebih efektif dengan adanya sistem drainase vertikal, sehingga peningkatan kuat geser tanah (soil strength gain) akibat proses konsolidasi dapat tercapai dalam periode yang lebih singkat. Validasi hasil pemodelan terhadap data pengamatan lapangan menggunakan settlement plate menunjukkan tingkat korelasi yang baik antara hasil analisis numerik dan perilaku aktual di lapangan, dengan diperoleh nilai rata-rata error sebesar  3,68%. Berdasarkan hasil tersebut, sistem kombinasi matras cerucuk bambu, geotekstil, dan Prefabricated Vertical Drain (PVD) dapat dipertimbangkan sebagai alternatif metode perbaikan tanah lunak yang efektif untuk meningkatkan stabilitas timbunan serta mempercepat proses konsolidasi pada pembangunan infrastruktur jalan di wilayah pesisir.  Kata Kunci: Tanah Lunak, Matras Cerucuk Bambu, Geotextile, Prefabricated Vertical Drain, Konsolidasi, PLAXIS 2D, Metode Elemen Hingga. 
Analisis Pushover terhadap Kinerja Seismik Gedung Beton Bertulang dengan Variasi Konfigurasi Dinding Geser Pradnya Paramitha Pinasthika; Dr. Ir. Retno Anggraini, ST., MT.; Dr. Eng. Achfas Zacoeb, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is a region with high seismic activity due to its location on the Pacific Ring of Fire, making earthquake-resistant building design a highly crucial aspect. This study aims to evaluate the effect of adding shear walls on the seismic performance of Building X at University Y in Malang City. The case study building is a 7-story reinforced concrete structure with a height of 30.1 meters, which initially utilized a moment-resisting frame system. The methodology involves a nonlinear static pushover analysis utilizing ETABS software. The analysis was conducted on four structural variations: Type 1 (without shear walls), alongside Types 2, 3, and 4 (incorporating various shear wall configurations). Structural performance levels were evaluated based on SNI 1726:2019 and ATC-40 standards using the capacity spectrum method. The findings reveal that the integration of shear walls significantly enhances both the stiffness and lateral capacity of the building. In the original state (Type 1), the structure remained at the Damage Control (DC) performance level, recording a peak displacement of 240.216 mm in the X-direction and 218.834 mm in the Y-direction. Conversely, Type 3 and Type 4 successfully elevated the structural performance to the Immediate Occupancy (IO) level. Type 3 emerged as the most optimal configuration, yielding the smallest displacement in the X-direction (33.454 mm) and demonstrating a substantial increase in base shear compared to the unbraced structure. Consequently, the shear wall configuration in Type 3 is highly recommended, as it effectively meets the target safety performance while offering greater material efficiency. Keywords: Pushover Analysis, Shear Wall, Seismic Performance, ATC-40, ETABS