cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,483 Documents
Studi Karakteristik Marshall Campuran Lapis Aus Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) dengan Penambahan Serat Batang Pisang Abaka (Musa textilis) Immanuel, Timothy; Pramarta, Ananta; Bowoputro, Hendi; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkerasan jalan memerlukan campuran Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) dengan karakteristik Marshall yang baik. Penelitian ini memanfaatkan serat batang pisang abaka (Musa textilis) sebagai bahan tambah alami (additive) karena memiliki kekuatan tarik tinggi dan stabilitas termal yang baik pada suhu pencampuran Hot Mix Asphalt. Penelitian  bertujuan menganalisis pengaruh kadar serat dan kadar aspal terhadap karakteristik Marshall AC-WC serta menentukan kadar optimum sesuai Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2025. Variasi kadar serat yang digunakan yaitu 0,15%, 0,30%, 0,45%, dan 0,60% terhadap  berat total campuran, sedangkan variasi kadar aspal sebesar 5,5%, 6,5%, dan 7,5% terhadap  berat total campuran. Data dianalisis menggunakan Two-Way ANOVA, sedangkan kadar optimum ditentukan dengan Metode Grafik Pita dan Grafik 3D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar serat dan kadar aspal memengaruhi karakteristik Marshall, dengan kadar optimum serat sebesar 0,24-0,31% dan kadar aspal sebesar 6,53-6,71%  terhadap berat total campuran. Kombinasi tersebut memenuhi persyaratan Spesifikasi  Umum Bina Marga Tahun 2025. 
Analisis Laik Fungsi Jalan Gubukklakah KM 38 - KM 39 (Bromo - Malang) Fitria, Dewi; Wisnu Eka Satriya; Hendi Bowoputro; Achmad Wicaksono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Gubukklakah KM 38–KM 39 merupakan ruas jalan kolektor primer yang menghubungkan Kabupaten Malang dengan kawasan wisata Gunung Bromo serta memiliki karakteristik geometrik berupa tikungan dan kelandaian pada medan pegunungan. Kondisi tersebut menyebabkan ruas jalan ini berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan lalu lintas sehingga diperlukan evaluasi terhadap aspek laik fungsi jalan dan geometriknya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi laik fungsi Jalan Gubukklakah KM 38–KM 39 berdasarkan Pedoman Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) Tahun 2024, menganalisis kondisi geometrik berdasarkan Pedoman Desain Geometrik Jalan (PDGJ) Tahun 2021 serta hubungannya dengan data kecelakaan lalu lintas, dan menyusun rekomendasi teknis untuk meningkatkan keselamatan jalan. Penelitian dilakukan melalui survei inventarisasi jalan, pengukuran geometrik, pengumpulan data lalu lintas, serta analisis data kecelakaan dari Satlantas Polres Kabupaten Malang. Evaluasi laik fungsi dilakukan menggunakan metode Star Rating Score (SRS) sesuai ULFJ 2024, sedangkan evaluasi geometrik mengacu pada ketentuan PDGJ 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruas Jalan Gubukklakah KM 38–KM 39 memperoleh nilai Star Rating Score sebesar 6,67 atau termasuk kategori Bintang 3, yang menunjukkan ruas jalan telah memenuhi persyaratan laik fungsi berdasarkan ULFJ 2024. Berdasarkan analisis geometrik, seluruh tikungan memenuhi persyaratan PDGJ 2021, namun masih ditemukan beberapa kekurangan pada perlengkapan jalan berupa rambu, marka tepi, guardrail, dan fasilitas pendukung keselamatan lainnya. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan dan penambahan perlengkapan jalan untuk meningkatkan tingkat keselamatan pengguna jalan serta mendukung fungsi Jalan Gubukklakah sebagai jalur utama menuju kawasan wisata Gunung Bromo. Kata kunci : Uji Laik Fungsi Jalan, ULFJ 2024, PDGJ 2021, Star Rating Score, geometrik jalan, keselamatan jalan.
Analisis Kinerja Lalu Lintas pada Kawasan Proyek Transportasi Massal (Glodok – Jakarta Kota) Anasriananto, Bahtiar; Sutanti, Amelia Aisyah; Bowoputro, Hendi; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan kepemilikan kendaraan di DKI Jakarta mendorong pembangunan transportasi massal di wilayah Glodok–Kota yang menimbulkan adanya rekayasa berupa penyempitan jalan dan pengalihan arus perlu dikaji akibatnya terhadap kinerja lalu lintas. Olehkarena itu, penelitian menganalisis kinerja lalu lintas pada ruas Jalan Hayam Wuruk dan Jalan Gajah Mada, Simpang APILL Asemka-Kota, Simpang tanpa APILL Glodok, Jalinan Stasiun Jakarta Kota – Mangga Dua, dan Jalinan Mangga Dua – Pangeran Jayakarta di kawasan terdampak sebelum dan sesudah penerapan manajemen rekayasa lalu lintas berdasarkan PKJI 2023, serta merumuskan alternatif perbaikannya. Hasil analisis menunjukkan kenaikan derajat kejenuhan (??) pada Ruas Gajah Mada (semula 0,36 menjadi 0,63) dan Hayam Wuruk (semula 0,30 menjadi 0,42) tanpa lajur khusus Transjakarta. Pada simpang APILL Asemka-Kota lonjakan ?? pendekat Selatan simpang APILL hingga 540% akibat pembukaan arus masuk ke simpang pada saat proyek. Sebaliknya, penutupan akses Simpang Glodok berhasil menurunkan ?? sebesar 64,21% menjadi 0,34. Pada jalinan, derajat kejenuhan berkisar 0,40 (Stasiun JakartaKota–Mangga Dua) hingga 0,72 (Mangga Dua–Pangeran Jayakarta). Sebagai solusi, penerapan kanalisasi pada simpang tanpa APILL Glodok menurunkan ?? menjadi 0,31 dan penyederhanaan fase APILL dari 4 menjadi 3 fase terbukti paling efektif menekan ?? seluruh pendekat simpang ke angka optimal (0,30–0,38) serta memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi manajemen lalu lintas kawasan. Kata Kunci: Analisis Kinerja, Jalan, Simpang, Jalinan, APILL, Kapasitas, PKJI 2023
Kajian Infrastruktur Pejalan Kaki dalam Mendukung Rencana Pembangunan Gedung Parkir Universitas Brawijaya Malang Indiany, Aulia Eka Novinda; Kaeksi, Ellen Dyah Kusuma Daru; Ludfi Djakfar; Achmad Wicaksono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rencana pembangunan gedung parkir terpusat di Universitas Brawijaya diperkirakan akan meningkatkan mobilitas pejalan kaki sehingga diperlukan kesiapan infrastruktur pejalan kaki. Penelitian ini bertujuan menilai kelayakan infrastruktur pejalan kaki, mengidentifikasi persepsi pengguna, dan menyusun rekomendasi pengembangannya. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif melalui observasi pada 55 segmen jalur pejalan kaki dan survei terhadap 503 responden, khususnya di kawasan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Analisis dilakukan menggunakan Indeks Kelayakan Berjalan (IKB), Importance Performance Analysis (IPA), dan Model Kano. Hasil penelitian menunjukkan kualitas infrastruktur pejalan kaki masih bervariasi. Aspek keamanan memperoleh kategori sangat baik, sedangkan fasilitas pendukung dan penyeberangan kurang baik. Hasil IPA menunjukkan tingkat kinerja (3,70) lebih rendah dibandingkan tingkat kepentingan (4,59), sementara Model Kano mengklasifikasikan kondisi jalur pejalan kaki sebagai kebutuhan Attractive, serta keamanan dan konflik dengan moda transportasi lain sebagai One-dimensional. Berdasarkan hasil tersebut, rekomendasi difokuskan pada peningkatan fasilitas penyeberangan, aksesibilitas, fasilitas pendukung, serta kualitas dan konektivitas jalur pejalan kaki. Kata Kunci : Infrastruktur Pejalan Kaki, Walkability Index, Importance Performance Analysis, Model Kano.
Analisis Potensi Pengguna dan Tarif Jalan Tol Malang-Kepanjen Berdasarkan Metode Stated Preference, ATP, dan WTP Rafi, Helmi; Ludfi Djakfar; Rahayu Kusumaningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan volume kendaraan pada koridor Malang-Kepanjen menurunkan kinerja lalu lintas jalan eksisting sehingga mengganggu konektivitas antarwilayah. Penelitian ini bertujuan memprediksi potensi pengguna dan tarif ideal Jalan Tol Malang-Kepanjen menggunakan metode Stated Preference, ATP, dan WTP. Survei traffic counting 24 jam dilakukan pada ruas Pakisaji-Kepanjen dan Bululawang-Kepanjen, dilanjutkan Road Side Interview di lima lokasi dengan 400 responden Golongan I. Potensi peralihan dianalisis dengan model logit binomial yang menghubungkan VCR dengan skenario tarif. Pergerakan dominan terjadi pada rute Malang-Kepanjen sebesar 30,8% dari total pergerakan, mengindikasikan tingginya potensi peralihan ke tol. Tarif ideal Golongan I adalah Rp850,00/km, titik keseimbangan ATP-WTP, karena hasil Stated Preference Rp1.250,00/km melampaui kemampuan masyarakat. Pada jam puncak, probabilitas peralihan lebih dari 71%, setara 13.604 kendaraan/hari (Pakisaji-Kepanjen) dan 13.041 kendaraan/hari (Bululawang-Kepanjen). Tarif golongan lain: Rp1.275,00/km (II & III) dan Rp1.700,00/km (IV & V), sehingga struktur tarif ini dinilai paling realistis dan berkelanjutan.   Kata Kunci: Jalan Tol Malang-Kepanjen, potensi pengguna, stated preference, tarif tol, ability to pay, willingness to pay.
Pengaruh Aktivator dan Prekursor dengan Fly Ash 40% pada Kinerja Timbunan Lapisan Pondasi Jalan Menggunakan RCA melalui Proses Geopolimerisasi Ramadhani, Fadhilah; Yulvi Zaika; As’ad Munawir
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan di Indonesia dihadapkan pada dua tantangan yang saling berkaitan, yaitu terbatasnya ketersediaan agregat alam serta meningkatnya volume limbah bongkaran beton (Recycled Concrete Aggregate/RCA) dan limbah fly ash dari industri pembangkit listrik. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh variasi rasio aktivator (NaOH:Na₂SiO₃ = 1:1; 1:2; 2:3; 3:7) dan rasio aktivator terhadap prekursor (AC/FA = 0,4; 0,6; 0,8; 1,0) pada campuran RCA dengan fly ash tipe C sebesar 40% yang distabilisasi melalui proses geopolimerisasi, untuk digunakan sebagai material lapis pondasi jalan. Pengujian laboratorium meliputi workability, setting time, densitas, kuat tekan bebas (UCS), kuat lentur, kuat tarik belah, serta ketahanan abrasi Los Angeles, dilanjutkan dengan analisis numerik metode elemen hingga pada tiga skenario struktur perkerasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan rasio AC/FA memperpanjang setting time dan menurunkan densitas akibat bertambahnya cairan bebas dalam campuran. Komposisi optimum diperoleh pada rasio NaOH:Na₂SiO₃ = 1:2 dan AC/FA = 0,6 (kode RF40.1/2.0,6) dengan kuat tekan 6,534 MPa, kuat lentur 1,607 MPa, kuat tarik belah 0,53 MPa, dan modulus elastisitas 778.349,88 kN/m² pada umur curing 3 hari, seluruhnya memenuhi persyaratan Cement Treated Base. Analisis elemen hingga menunjukkan bahwa substitusi lapis pondasi dengan material geopolimer RCA–fly ash mampu menurunkan defleksi vertikal hingga 24,78% dan meningkatkan kapasitas dukung struktur sebesar 42,9% dibandingkan struktur acuan Manual Desain Perkerasan Jalan 2024, serta memungkinkan reduksi ketebalan lapis pondasi hingga 58% tanpa penurunan kinerja struktural yang berarti. Kata kunci: geopolimerisasi, Recycled Concrete Aggregate, fly ash, lapis pondasi jalan, metode elemen hingga    
Evaluasi Kinerja Lapisan Pondasi Jalan Menggunakan Limbah Konstruksi RCA melalui Proses Geopolimerisasi: Pengaruh Aktivator dan Prekursor dengan FA 30% Ramadhan, Firdaus Dloifullah; Ramadhan, Yulvi Zaika; Ramadhan, Eko Andi Suryo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pembangunan infrastruktur jalan di Indonesia menuntut material timbunan pondasi dalam jumlah besar, sementara eksploitasi agregat alam menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan dan metode stabilisasi berbasis semen Portland Ordinary menyumbang 7-8% emisi CO2 antropogenik global. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja fisik, mekanis, dan struktural lapisan pondasi jalan berbahan dasar limbah bongkaran beton (Recycled Concrete Aggregate/RCA) yang distabilisasi melalui proses geopolimerisasi berbasis Fly Ash (FA) tipe C dengan kadar substitusi tetap 30%. Variabel bebas penelitian meliputi rasio aktivator terhadap prekursor (AC/FA) sebesar 0,4; 0,6; 0,8; dan 1,0, serta rasio molar NaOH terhadap Na2SiO3 sebesar 1; 1/2; 2/3; dan 3/7. RCA terlebih dahulu dikondisikan pada kondisi Saturated Surface Dry (SSD) melalui metode pre-moistening untuk menetralkan daya serap air yang tinggi. Pengujian fisik dan mekanis dilakukan mengacu pada standar SNI dan ASTM, sedangkan respons struktural dianalisis melalui pemodelan Metode Elemen Hingga (FEM) kondisi plane strain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi optimal dicapai pada kode RF30-AC1/2-AF0,8 dengan nilai Kuat Tekan Bebas (UCS) sebesar 7,85 MPa, Modulus Elastisitas 8801,02 kN/m2, Kuat Tarik Belah 0,726 MPa, Kuat Lentur 1,683 MPa, dan ketahanan abrasi Los Angeles sebesar 41,60%, seluruhnya memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 dan Manual Desain Perkerasan Jalan 2024. Hasil pemodelan FEM menunjukkan penurunan deformasi vertikal maksimum hingga 36% serta kapasitas dukung 1,6 kali beban rencana, yang memungkinkan reduksi ketebalan lapisan pondasi dari 60 cm menjadi 20 cm atau efisiensi material sebesar 66,7%. Temuan ini membuktikan bahwa RCA-Geopolimer berpotensi menjadi alternatif material timbunan pondasi jalan yang ramah lingkungan dan efisien secara struktural. Kata kunci: geopolimer; recycled concrete aggregate; fly ash; kuat tekan bebas; metode elemen hingga
Perencanaan Struktur Atas Jembatan Manaruwi Bangil Bentang 60 Meter Menggunakan Modular Steel Box Girder (Unibridge) Xavier Mathias, Muhammad Arvin; Wisnumurti; Achfas Zacoeb
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan Manaruwi (Jembatan 3) pada Jalan Lingkar Kabupaten Pasuruan semula direncanakan bentang 73,5 m menggunakan Prestressed Concrete I-Girder. Risiko gerusan (scouring) akibat pilar tengah di alur sungai mendorong reduksi bentang menjadi 60 m tanpa pilar tengah, menggunakan struktur baja modular prefabrikasi Modular Steel Box Girder (Unibridge) dengan sambungan mekanis Ear and Pin. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kapasitas struktur atas terhadap beban rencana SNI 1725:2016, lendutan aktual terhadap batas izin, serta kapasitas sambungan Ear and Pin terhadap beban ultimit sesuai RSNI T-03-2005. Metode bersifat deskriptif-kuantitatif, menggabungkan analisis global menggunakan Midas Civil dan perhitungan analitik manual mengacu SNI 1725:2016, RSNI T-03-2005, dan Eurocode 3. Kombinasi Kuat I TD menghasilkan momen dan geser ultimit rencana sebesar 76.455,64 kNm dan 4.799,80 kN, yang seluruhnya terpenuhi oleh kapasitas penampang komposit penuh (ØMnc = 113.572,08 kNm; ØVn aksi medan tarik = 14.643 kN). Lendutan aktual hasil Midas Civil sebesar 67,47 mm masih di bawah batas izin L/800 = 75,00 mm. Evaluasi sambungan Ear and Pin menunjukkan margin keamanan luas terhadap keruntuhan geser ganda, tumpu, dan lentur pin. Disimpulkan bahwa sistem Modular Steel Box Girder (Unibridge) aman dan layak diterapkan sebagai alternatif struktur atas Jembatan Manaruwi Bangil bentang 60 m. Kata kunci: Modular Steel Box Girder, Unibridge, Ear and Pin Connection, jembatan baja bentang panjang, RSNI T-03-2005.
Pengaruh Waktu Curing terhadap Sifat Fisik dan Mekanis Campuran RCA Geopolimer Fly Ash (30% dan 40%) untuk Aplikasi Timbunan Jalan Ekatama, Muhammad Ihsan; Yulvi Zaika; Eko Andi Suryo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan di Indonesia menghadapi tantangan berupa tingginya kebutuhan agregat lapis fondasi di satu sisi, serta meningkatnya volume limbah bongkaran beton (Recycled Concrete Aggregate/RCA) dan fly ash dari industri pembangkit listrik yang belum dimanfaatkan secara optimal di sisi lain. Stabilisasi RCA melalui geopolimer berbasis fly ash dinilai sebagai solusi berkelanjutan tanpa semen, namun pengaruh durasi waktu curing terhadap perkembangan sifat fisik dan mekanis campuran tersebut pada kadar fly ash 30% dan 40% masih belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi waktu curing (3, 7, 14, dan 28 hari) terhadap sifat fisik dan mekanis campuran RCA-geopolimer dengan fly ash 30% (RF30) dan 40% (RF40), menentukan waktu curing terbaik, serta mengevaluasi kelayakannya sebagai material timbunan lapis fondasi jalan melalui pengujian laboratorium dan analisis metode elemen hingga (Finite Element Method/FEM). Pengujian laboratorium meliputi abrasi Los Angeles, kuat tekan bebas (UCS), kuat tarik belah, dan kuat lentur pada komposisi tetap RF30 (NaOH:Na₂SiO₃ = 1:2; AC/FA = 0,8) dan RF40 (NaOH:Na₂SiO₃ = 1:2; AC/FA = 0,6). Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu curing berpengaruh signifikan terhadap seluruh sifat fisik dan mekanis kedua campuran, dengan kuat tekan puncak dicapai pada rentang hari ke-7 hingga ke-14 sebesar 18,081 MPa (RF30) dan 18,882 MPa (RF40), keduanya telah memenuhi persyaratan Cement Treated Base menurut Spesifikasi Umum Bina Marga, MDP 2024, maupun FHWA-HIF-16-005 sejak hari ke-3. Nilai keausan Los Angeles kedua campuran konsisten di bawah batas maksimum 50% sepanjang waktu curing, mencapai 37,2% (RF30) dan 34,4% (RF40) pada hari ke-28, sedangkan kuat lentur mencapai 2,814 MPa (RF30) dan 2,599 MPa (RF40) pada hari ke-28. Analisis elemen hingga menunjukkan bahwa substitusi lapis pondasi konvensional MDP 2024 setebal 60 cm dengan lapisan geopolimer tunggal mampu menurunkan defleksi hingga 42,00% (RF30) dan 27,15% (RF40) pada beban 700 kPa, sementara optimasi ketebalan berbasis prinsip layer equivalency menghasilkan lapisan RF30 setebal 20 cm dan RF40 setebal 25 cm dengan defleksi yang hampir identik terhadap struktur acuan (deviasi 3,46% dan 0,43%). Hasil ini membuktikan bahwa material RCA-geopolimer berbasis fly ash layak digunakan sebagai alternatif material timbunan lapis fondasi jalan yang lebih tipis, efisien, dan berkelanjutan. Kata kunci: Recycled Concrete Aggregate, fly ash, geopolimer, waktu curing, kuat tekan, metode elemen hingga
Analisis Pengaruh Bukaan terhadap Performa Pencahayaan Alami dan Konsumsi Energi Tahunan Berbasis Building Information Modelling Fajar, Mochammad Fajar Efendi; Indradi Wijatmiko; Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor bangunan menyumbang sekitar 32% konsumsi energi global dan di Indonesia berkontribusi hingga 50% dari total penggunaan energi nasional, sementara rasio bukaan jendela terhadap dinding (Window-to-Wall Ratio/WWR) berperan ganda dalam memasukkan cahaya alami sekaligus menambah beban panas matahari pada bangunan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh variasi desain bukaan terhadap performa pencahayaan alami, kondisi termal, dan konsumsi energi tahunan pada Gedung B Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya melalui pendekatan Building Information Modelling (BIM) yang mengintegrasikan simulasi pencahayaan pada Autodesk Revit dan simulasi energi pada Autodesk Insight, mengacu pada SNI 6197:2020 tentang Konservasi Energi pada Sistem Pencahayaan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa desain eksisting hanya memenuhi ambang minimum pencahayaan alami pada 15% dari total luas bangunan. Desain alternatif berupa penambahan bukaan jendela pada sisi timur, selatan, dan utara serta pemasangan Solar Tube pada aula lantai 6 meningkatkan capaian tersebut menjadi 20%. Pengukuran suhu pada kondisi eksisting menunjukkan bahwa sebagian ruang operasional telah melampaui ambang kenyamanan termal 27,1°C (SNI 03-6572-2001) sejak pagi hari. Konsumsi energi tahunan desain alternatif tercatat sebesar 498,96 kWh/m²/tahun, lebih rendah dibandingkan desain eksisting sebesar 508,02 kWh/m²/tahun, dengan penghematan 9,06 kWh/m²/tahun pada komponen pencahayaan meskipun beban pendinginan meningkat 4,843 kWh/m²/tahun. Analisis kelayakan ekonomi menunjukkan bahwa skenario modifikasi bukaan jendela membutuhkan investasi Rp138.307.709,12 dengan penghematan Rp5.184.429,71 per tahun dan payback period 26 tahun 8 bulan 5 hari, dengan Lantai 1 (BCR 1,30) dan Lantai 6 (BCR 1,10) dinyatakan layak. Skenario tambahan Solar Tube membutuhkan investasi Rp197.260.590,91 dengan payback period 27 tahun 3 bulan 11 hari, namun hanya Lantai 1 yang tetap layak secara ekonomi.   Kata Kunci: Window-to-Wall Ratio (WWR), pencahayaan alami, konsumsi energi, Building Information Modelling (BIM), Autodesk Revit, Autodesk Insight, kelayakan ekonomi