cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,355 Documents
OPTIMALISASI BIAYA DAN WAKTU PADA PELAKSANAAN PEKERJAAN PASANGAN DINDING BATA MERAH DENGAN METODE TIME STUDY Pramudiyanto, Andi; Hasyim, M. Hamzah; Suryo, Eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.655 KB)

Abstract

Kegiatan pengoptimalan atau peningkatan produktivitas adalah merupakan suatu upaya untuk memperbaiki nilai produktivitas yang telah direncanakan, dimana dalam kegiatan ini diperlukan data lapangan. Tenaga kerja dan volume pekerjaan yang tinggi tentunya akan memerlukan biaya yang tinggi pula sehingga dengan tingkat produktivitas yang baik akan meminimalkan biaya proyek dan waktu pekerjaan yang optimal. Objek penelitian adalah rumah tipe 45 dengan luas dinding bata rata–rata 150 m2. Penelitian ini menggunakan metode time study dengan membandingkan hasil pekerjaan pada umumnya dengan pekerjaan yang sudah di sesuaikan dengan pengaruh relaksasi. Tahap-tahap pengamatan dengan cara time study adalah setiap pekerjaan di breakdown, kemudian dilakukan pencatatan waktukemudian menentukan nilai rating, basic time dan Standart time. Kelompok kerja yang ditentukan sebanyak 4 kelompok dengan masing-masing kombinasi adalah kelompok 1 dengan 1 tukang 1 pekerja, kelompok 2 dengan 2 tukang 1 pekerja, dan kelompok 3 dengan 2 tukang 2 pekerja dan kelompok 4 dengan 3 tukang 2 pekerja. Pengamatan penelitian dilaksanakan dengan total 6 hari pengamatan. Analisis penelitian dilakukan terhadap produktivitas dan efisiensi masing-masing kelompok kerja. kelompok kerja yang paling optimal dari segi biaya, produktivitas, dan efisien adalah kelompok kerja 2 dengan kombinasi 2 tukang dan 1 pekerja. Kelompok kerja ini mempunyai produktivitas sebesar 13,8 m2 per hari. Dari segi biaya pun lebih murah dibanding dengan kelompok kerja lainnya, untuk setiap pengerjaan 1 m2 pasangan bata merah kelompok ini membutuhkan biaya Rp. 2.200.000. Selain itu untuk kelompok kerja 2, masing-masing pekerja mempunyai kesempatan kerja yang tinggi sehingga bisa dikatakan efisien. Kata kunci : Pasangan bata, Optimalisasi, produktivitas,time study
OPTIMALISASI BIAYA DAN WAKTU PADA PELAKSANAAN PASANGAN GRANIT DENGAN METODE TIME STUDY Hadiatma, Agvin; Suryo, Eko Andi; Hasyim, Muhammad Hamzah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.088 KB)

Abstract

Latar Belakang kajian ini adalah adanya beberapa hal dapat menjadi keterlambatan penyelesaian keterlambatan proyek. Penyebabnya diantara lain perubahan desain, cuaca, dan kurang suplai material atau peralatan, dan kesalahan lainnya. Keterlambatan pengerjaan proyek dapat diantisipasi dengan melakukan percepatan dalam pelaksanaannya. Objek penelitian adalah rumah tipe 45 dengan luas 32 m2.Penelitian ini menggunakan metodetime study dengan  membandingkan hasil pekerjaan eksisting dengan pekerjaan optimalisasi yang menambah jumlah tukang yaitu: 2 tukang 1 pekerja, 2 tukang 2 pekerja, 3 tukang 2 pekerja.  Dengan pengamatan langsung dilapangan.Tahap-tahap meliputi: breakdownsetiap pekerjaan, pencatatan waktu, menghitung  Standard Time,  Produktivitas,  waktu  dan   biaya total. Hasil dari ke empat metode tersebut: Pekerjaan Produktivitas Waktu (hari) Biaya 1 tukang 1 pekerja 3,53 ubin/manhour 3 Rp 620.000 2 tukang 1 pekerja 5,32 ubin/manhour 5 Rp 600.000 2 Tukang 2 pekerja 5,42 ubin/manhour 5 Rp 755.000 3 tukang 2 pekerja 5,53 ubin/manhour 5 Rp 980.000 Kata kunci: Granit, Optimalisasi, Produktivitas, Time study
UPAYA PENANGGULANGAN BANJIR DENGAN PERBAIKAN ALUR SUNGAI KALI LAMONG DI KABUPATEN GRESIK Gustianto, Garindra; Suharyanto, Agus; ,, Pudyono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1137.857 KB)

Abstract

Kabupaten Gresik merupakan kabupaten yang terletak di provinsi Jawa Timur.   Luas dari Kabupaten gresik adalah 1.191,25 km2, yang terdiri dari 18 kecamatan.  Secara administratif, terdapat 26 kelurahan dan 330 desa. Kabupaten Gresik merupakan wilayah dataran rendah dengan ketinggian antara 2-12 meter di atas permukaan laut. Sungai Kali Lamong adalah salah satu sungai yang mengalir melewati Kabupaten Gresik.  Sungai Kali Lamong memiliki luas Daerah Aliran Sungai (DAS) ± 720 km2 dengan panjang alur sungai ± 103 km serta memiliki 7 anak sungai. Pada musim penghujan, sungai Kali Lamong tidak bisa menampung semua debit yang masuk, akibatnya terjadi banjir di daerah DAS Kali Lamong.  Penyebab banjir yang utama adalah curah hujan yang tinggi, namun kapasitas sungai tidak mampu menampung debit yang terjadi.  Kapasitas sungai menjadi berkurang dikarenakan erosi yang terjadi di hulu dan gerusan di tebing kanan dan kiri sungai Kali Lamong. Akibat erosi yang terjadi, maka partikel tanah jatuh ke dasar sungai, dan menimbulkan sedimentasi pada dasar sungai Kali Lamong.  Apabila sedimentasi terus-menerus terjadi, akibatnya akan terjadi pendangkalan pada dasar sungai. Pendangkalan dasar sungai akan mempengaruhi kapasitas aliran sungai.  Berkurangnya kapasitas aliran sungai inilah merupakan salah satu penyebab banjir pada DAS Kali Lamong. Agar kapasitas sungai mampu menampung debit yang terjadi, diperlukan normalisasi sungai Kali Lamong. Dalam penelitian ini dilakukan analisis besarnya dimensi sungai Kali Lamong agar mampu menampung debit yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit banjir kala ulang 10 tahun, yaitu 804,227 m3/dt terjadi banjir. Dari data tersebut direncanakan dimensi sungai yang mampu menunjang debit tersebut. Nilai erosi yang terjadi adalah 2,943 ton/ha/tahun dan nilai nisbah pelepasan sedimen adalah 17,991%, kali ini menjadi pertimbangan dalam pemeliharaan sungai.     Kata Kunci : banjir, Gresik, Kali Lamong, erosi, sedimentasi, normalisasi  
PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH MENGGUNAKAN POMPA HIDRAM DI DESA RANDUGADING, KECAMATAN TAJINAN, KABUPATEN MALANG Pamungkas, Harya; Suharyanto, Agus; Anwar, M. Ruslin
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.938 KB)

Abstract

Air merupakan salah satu komponen yang sangat penting bagi kehidupan di bumi.  Keberadaan air dapat dijumpai di berbagai tempat seperti laut, sungai, di dalam tanah, bahkan di langit dalam bentuk uap (awan). Seluruh makhluk hidup yang tinggal di bumi sangat bergantung pada air. Dan Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, termasuk salah satunya adalah air.Banyak gunung yang menghasilkan sumber mata air. Banyak sungai mengalir yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber air. Banyak waduk yang menyimpan air dalam jumlah yang sangat besar. Musim hujan pun terjadi kurang lebih selama enam bulan tiap tahunnya. Namun sering kali dijumpai pada beberapa daerah masih kesulitan mendapat air, utamanya air bersih. Salah satu penyebab sulitnya mendapat air bersih adalah pendistribusian air yang tidak merata, utamanya pada daerah yang jauh atau tidak memiliki sumber air. Di Desa Randugading, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang terdapat sumber air yang belum terkelola dengan baik.  Dikarenakan lokasi sumber air yang berada pada elevasi yang lebih rendah dibanding pemukiman, maka dibutuhkan pompa untuk mendistribusikan air dari sumber air ke tandon milik warga. Namun warga Desa Randugading masih mengalami keterbatasan dalam menyediakan dana untuk operasional pompa dengan motor listrik atau bahan bakar lain. Maka dibutuhkan teknologi tepat guna pompa yang hemat biaya operasional, yaitu pompa hidram.Hasil penelitian diperoleh data debit sumber sebesar 7,31 liter/detik dan debit kebutuhan sebesar 1,4 liter/detik pada kondisi normal dan 3 liter/detik pada kondisi puncak. Dari data tersebut direncanakan head pemasukan 3 meter dan head pemompaan 25 meter menggunakan pompa PHD 3 dengan diameter pipa pemasukan sebesar 3 inch dan diameter pipa pengantar 1 inch. Pada hilir saluran terdapat head tekanan sebesar 3,639 meter. Perencanaan ini menjadi pertimbangan dalam pembangunan sistem penyediaan air bersih. Kata Kunci: Air, Distribusi, Malang, Tajinan, Randugading, Pompa Hidram.
ANALISIS AREA BANJIR SERTA KERUGIAN DI KABUPATEN GRESIK AKIBAT LUAPAN SUNGAI KALI LAMONG Anandia, Reza; Suharyanto, Agus; Pudjiraharjo, Alwafi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.223 KB)

Abstract

Kabupaten Gresik merupakan kabupaten yang terletak di provinsi Jawa Timur. Terletak di sebelah barat laut Kota Surabaya yang merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Timur. Luas dari Kabupaten gresik adalah 1.191,25 km2, yang terdiri dari 18 kecamatan.  Di dalamnya, terdapat 26 kelurahan dan 330 desa. Kabupaten Gresik merupakan wilayah dataran rendah dengan ketinggian antara 2-12 meter di atas permukaan laut. Sungai Kali Lamong merupakan Sungai utama yang mengalir melewati Kabupaten Gresik. Sungai Kali Lamong merupakan anak dari Sungai Bengawan Solo.  Sungai Kali Lamong memiliki luas Daerah Aliran Sungai (DAS) ± 720 km2 dengan panjang alur sungai ± 103 km serta memiliki 7 anak sungai. Pada musim penghujan, sungai Kali Lamong tidak bisa menampung semua debit yang masuk, akibatnya terjadi banjir di sekitar sungai Kali Lamong.  Penyebab banjir yang utama adalah curah hujan yang tinggi namun tidak diimbangi oleh kapasitas sungai. Oleh karena itu, banyak pemukiman yang terkena luapan dari Sungai Kali Lamong sehingga mengalami kebanjiran. Selain dari pemukiman, banyak dari persawahan yang terendam banjir. Karena banyaknya pemukiman dan persawahan yang terendam banjir, Kabupaten Gresik mengalami kerugian yang cukup besar. Dengan kondisi dari sungai Kali Lamong yang hampir setiap musim penghujan selalu meluap, maka dibutuhkan prediksi yang akurat untuk mengetahui Lokasi mana saja yang terkena banjir akibat luapan sungai Kali Lamong. Sehingga, bisa dilakukan pencegahan sebelum banjir datang. Dan kerugian yang akan terjadi selanjutnya, dapat terminimalisir. Hasil debit banjir rencana yang digunakan untuk menentukan lokasi banjir dan kerugian yang diterima, yaitu  335,512 m3/dt. Luapan dari sungai Kali Lamong mengakibatkan terendamnya 3,259 km2 persawahan dan terendamnya 201 unit rumah. Kerugian yang didapatkan akibat meluapnya sungai Kali Lamong yaitu sebesar Rp. 17.503.256.500. Kata Kunci : Banjir, Gresik, Kali Lamong, Debit, Lokasi, Kerugian
STUDI PENGENDALIAN BANJIR DI KELURAHAN PENANGGUNGAN DENGAN SALURAN BANJIR (FLOODWAY) Zarkasi, Hamim; Anwar, M. Ruslin; ., Pudyono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.054 KB)

Abstract

Kelurahan Penanggungan merupakan kelurahan yang terletak di kota Malang. Kelurahan ini terletak pada sebelah utara kelurahan Sumbersari, yang memiliki luas daerah sebesar 782 km2 dan terdiri dari 8 RW dengan total jumlah penduduk 10.699 jiwa. Kelurahan Penanggungan memiliki kontur yang lebih tinggi dibandingkan jalan disekitarnya yaitu jalan Mayjend Panjaitan. Pada kelurahan ini tepatnya pada desa Betek, dilalui oleh saluran drainase yang dulunya merupakan saluran irigasi. Saluran ini memiliki panjang +2,8 km dan memiliki luas aliran sebesar +0,5897 km2 yang melintas dari kelurahan Penanggungan sampai kelurahan Ketawanggede. Saluran ini sering mengalami peluapan saat musim penghujan, diakibatkan kondisi saluran yang berubah fungsi dari irigasi menjadi saluran drainase, tidak mampu menahan debit yang masuk kedalamnya. Selain itu intensitas hujan yang tinggi dan kondisi saluran yang terdapat banyak sampah menjadi penyebab banjir pada desa Betek. Meluapnya air pada saluran ini juga menyebabkan beberapa ruas jalan Mayjend Panjaitan juga tergenang dan mengganggu mobilitas para pengguna jalan. Selain itu desa Betek memiliki pemukiman yang padat, sehingga sulit untuk mengatasi masalah tersebut. Untuk itu perlu adanya alternatif penanggulangan banjir yang tepat guna menyelesaikan permasalahan pada daerah ini. Alternatif penanggulangan banjir yang akan direncanakan adalah normalisasi saluran dan floodway sehingga harapannya dapat mengatasi permasalahan banjir yang ada pada daerah tersebut. Sebagai acuan perencanaan alternatif penanggulangan banjir maka digunakan debit rencana dengan kala ulang 25 tahun sebesar 11,8779 m3/dt. Kemudian dilakukan perencanaan normalisasi dan floodway dengan menggunakan debit berdasarkan pembagian luas daerah tangkapan masing-masing. Untuk kapasitas debit yang dapat dialirkan floodway, yaitu untuk floodway pertama dan floodway kedua sebesar 7,1289 m3/dt dan 2,4878 m3/dt. Kata Kunci : Banjir, Kelurahan Penanggungan, Saluran, Debit, Normalisasi, Floodway.
PERENCANAAN BANGUNAN RESERVOIR dan JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH di DESA RANDUGADING KECAMATAN TAJINAN MALANG Wiharsa, Ida Aditya; Anwar, M. Ruslin; ., Pudyono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.468 KB)

Abstract

Air merupakan zat paling penting dalam kehidupan manusia. Dengan adanya air maka manusia dapat melakukan berbagai aktifitas penting seperti mencuci dan memasak. Selain itu air juga diperlukan untuk memenuhi kebutuhan industri, pertanian dan fasilitas umum lainnya. Tanpa adanya air maka manusia akan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Dalam bidang teknik sipil, air juga merupakan salah satu zat penting yang dibutuhkan, salah satu contohnya yaitu air untuk campuran beton. Desa Randugading, merupakan salah satu desa yang terletak di kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Pada daerah tersebut terdapat mata air Ngembul yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan domestik dan non-domestik penduduk setempat. Akan tetapi, elevasi pada desa Randugading lebih tinggi bila dibandingkan dengan elevasi mata air Ngembul. Sehingga digunakan pompa hydrum untuk dapat mendistribusikan air bersih dari mata air menuju rumah penduduk.Sebelum air bersih dapat terdistribusikan dengan baik menuju rumah penduduk diperlukan proyeksi kebutuhan domestik dan non-domestik untuk mengetahui seberapa besar debit yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Selain itu juga direncanakan berapa besarnya dimensi bangunan reservoir yang berguna untuk menampung air bersih sebelum disalurkan menuju rumah penduduk dan agar dapat memenuhi besarnya debit kebutuhan air bersih pada jam puncak. Selain itu direncanakan pula pipa induk distribusi air bersih agar air bersih yang telah ditampung oleh reservoir dapat dimanfaatkan oleh penduduk sekitar. Desa Randugading terdiri dari dua pemukiman penduduk, sehingga dalam perencanaannya bangunan reservoir dibangun pada dua tempat yang berbeda, masing-masing dari pemukiman direncanakan memiliki bangunan reservoir sesuai dengan besarnya kebutuhan air bersih pada jam puncak pada masing-masing daerah, yaitu sebesar 0,00153 m3/detik atau sebesar 5,508 m3/ jam dan 0,00076 m3/detik atau sebesar 2,736 m3/jam. Sedangkan untuk pipa distribusi direncanakan memiliki head tekan pipa terjauh sebesar 19,597 meter dan 52,598 meter untuk masing-masing daerah. Kata Kunci : Air Bersih, Randugading, Reservoir, Pipa.
MANFAAT SUMUR RESAPAN DALAM PENANGGULANGAN BANJIR DI WILAYAH KELURAHAN PENANGGUNGAN BAGIAN SELATAN KOTA MALANG Wijaya, Hendra Tri; Anwar, M. Ruslin; Suhariyanto, Agus
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.712 KB)

Abstract

Salah satu masalah yang sering terjadi di kota besar seperti kota Malang saat musim hujan yaitu banjir. Genangan terjadi di ruas-ruas jalan terutama pada ruas Veteran kota Malang. Hal ini terjadi karena berkurangnya lahan terbuka hijau (RTH) sebagai penyerapan air permukaan yang hanya tersisa 14% dan menurunnya kondisi saluran dreinase. Salah satu langkah jangka panjang untuk mengelola luapan saluran dreinase yaitu dibangunnya sumur resapan, tujuannya menampung air permukaan mengalir ke tanah dan meningkatkan tinggi muka air tanah. Metode yang digunakan yaitu analisis hidrologi dan berdasar peraturan      SNI No.03-2459-2002. Sebagai acuan perencanaan sumur resapan pada wilayah studi digunakan debit rencana kala ulang 10 tahun dengan  menggunakan tiga tipe sumur resapan. Dengan adanya 37 buah sumur resapan pada wilayah studi debit yang dapat direduksi sebesar 6,780 m3/detik, dengan total biaya pembuatan Rp.204,020.564,00. Kata Kunci : Debit, Kelurahan Penanggungan, Genangan, Sumur Resapan.
STABILITAS STRUKTUR BAWAH BANGUNAN LEPAS PANTAI UNTUK FLOATING WIND TURBINE DENGAN SISTEM TENSION LEG-SPAR PLATFORM Sabila, Ahmad Ariq Fihris; Pujiharjo, Alwafi; Wijatmiko, Indradi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.3 KB)

Abstract

Floating Wind Turbine with Tension Leg – Spar Platform adalah pembangkit listrik tenaga angin yang dibangun terapung di daerah laut dengan platform gabungan Tension Leg Platform dan Spar Bouy. Diameter pangkal tiang akan relatif lebih kecil dibandingkan spar untuk mengurangi gaya akibat gelombang yang bekerja pada floater. Bagian terpenting dari floater adalah silinder spar. Untuk menambahkan stabilitas pada derajat kebebasan pitch dan roll maka ditambahkan leg yang terikat dengan pondasi tiang pada seabed menggunakan tendon atau tethers.Dalam penelitian ini akan dilakukan analisis stabilitas floater pada enam derajat kebebasan pada benda terapung menggunakan metode Frekuensi Domain. Turbin angin yang dipasang memiliki kapasitas produksi sebesar 5MW dengan diameter rotor sebesar 126 meter. Material yang digunakan untuk spar adalah pelat baja yang dibentuk silinder dengan penutup ditiap ujungnya, sehingga didapatkan spar dengan rongga didalamnya untuk menggurangi berat sendiri. Diameter spar sebesar 14 meter dengan panjang spar 100 meter. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan bantuan software Matlab R2010a dan Microsoft Office Excel. Dalam analisisnya menggunakan pendekatan 2 dimensi serta memasukkan beban-beban yang bekerja pada struktur yang diantaranya adalah beban gelombang dan beban angin.Hasil analisis didapatkan beban gelombang memiliki kontribusi paling besar pada sistem struktur. Besar perpindahan rotasi pada derajat kebebasan pitch untuk sea state 4 adalah sebesar 0.0025o dan untuk sea state 8 (ekstrim) sebesar 0.0135o. Sehingga pada sea state 4 dan sea state 8 berada pada status operating karena besaran pitch yang kurang dari 0.7o. Kata kunci:floating offshore wind turbine, tension leg – spar platform, frekuensi domain
STUDI ALTERNATIF PEMANFAATAN SUMBER MATA AIR UMBULAN UNTUK SISTEM IRIGASI PADA KECAMATAN WINONGAN Priambudi, Adhitya; Pujiharjo, Alwafi; Wijatmiko, Indradi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1317.266 KB)

Abstract

Pertanian merupakan faktor penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Namun masih banyak sawah di Indonesia yang belum dimaksimalkan dikarenakan berbagai hal, salah satunya ketidakmampuan masyarakat memenuhi kebutuhan air irigasi. Ketidakmampuan ini disebabkan sawah yang pemenuhan kebutuhan air dari turunnya hujan (sawah tadah hujan) dan keterbatasan teknologi (pompa).Kekeringan yang terjadi di Indonesia salah satunya terjadi padaDesa Umbulan dan Desa Kedungrejo Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan. Lokasi sawah tadah hujan berada pada elevasi +120 m di atas permukaan laut, sedangkan elevasi sumber air umbulan berada pada +30 m di atas permukaan laut. Luas sawah tadah hujan 95,48 Ha berada 1,4 km dari sumber air umbulan. Sumber air umbulan memiliki debit sekitar 3068,72 liter/detik hanya 10 % yang digunakan untuk keperluan keperluan tertentu selebihnya terbuang percuma ke laut. Dari kenyataan ini sangat ironi apabila ada daerah yang berada didekatnya mengalami kekeringan. Kebutuhan air irigasi sawah tadah hujan pada kedua desa tersebut hanya sebesar 171,38 liter/detik dengan dirancang sistem pendistribusian air menggunakan pompa yang diatur penyalaan pompa serta tandon sebesar 400 m3 Kata kunci:sawah tadah hujan, pompa, irigasi,Umbulan,Winongan,Pasuruan, kekeringan.

Page 52 of 136 | Total Record : 1355