cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,355 Documents
Analisis Kesetimbangan Air pada Waduk Tugu Kabupaten Trenggalek untuk Menyuplai Kebutuhan Air Irigasi dan Air Baku Radjasa, Deva; Agus Suharyanto; Alwafi Pujiraharjo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesetimbangan air pada Waduk Tugu, yang berfungsi sebagai sumber penyedia air baku dan air irigasi untuk daerah aliran Bendung Baru di Kabupaten Trenggalek. Pembangunan Bendung Baru memerlukan kajian kesetimbangan air untuk memastikan pemanfaatan aliran air dari Waduk Tugu secara optimal. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini meliputi layout bendungan, data klimatologi, curah hujan, debit aliran, volume tampungan bendung, dan jumlah penduduk yang membutuhkan air. Analisis kesetimbangan air mencakup perhitungan debit air untuk irigasi dan kebutuhan air baku masyarakat, serta evaluasi debit evaporasi dan infiltrasi pada waduk. Hasil analisis menunjukkan estimasi kebutuhan air irigasi di daerah Bendung Baru, kebutuhan air baku untuk Kabupaten Trenggalek, serta kesetimbangan antara suplai air dari Waduk Tugu dan kapasitas tampungnya. Temuan ini memberikan gambaran penting mengenai manajemen sumber daya air di wilayah tersebut, guna mendukung kebutuhan irigasi dan pemenuhan air baku yang berkelanjutan. Kata Kunci: analisis, kebutuhan air, Waduk Tugu, kesetimbangan air, irigasi.
Efektivitas Kolom Granular Berintikan Spesi dengan Variasi Jarak dan Diameter untuk Mempercepat Konsolidasi pada Tanah Lunak Martha Jessica Michiko Nugroho; Prof. Dr. Eng. Ir. Yulvi Zaika, MT., IPU.; Ir. Eko Andi Suryo, ST., MT., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lunak memiliki daya dukung rendah, kompresibilitas tinggi, dan permeabilitas kecil sehingga membutuhkan waktu lama untuk mencapai kondisi stabil. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pemasangan kolom granular berintikan spesi dalam mempercepat proses konsolidasi tanah lunak melalui variasi jarak dan diameter kolom. Analisis dilakukan menggunakan metode analitik dan numerik berbasis Finite Element Method (FEM) 2D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah lunak tanpa perbaikan mengalami penurunan besar dengan waktu konsolidasi yang sangat lama, yaitu 1455 hari pada metode numerik dan 1158 hari pada metode analitik. Penerapan kolom granular berintikan spesi terbukti mempercepat konsolidasi dan mengurangi penurunan. Variasi jarak antar kolom berpengaruh nyata terhadap efisiensi sistem, di mana jarak 2D memberikan hasil optimal dengan waktu konsolidasi 67,2 hari tanpa smear zone dan 93,58 hari dengan smear zone. Sementara itu, variasi diameter menunjukkan bahwa kolom berdiameter 1,2 m memberikan kinerja terbaik dengan waktu konsolidasi 80,65 hari tanpa smear zone dan 93,84 hari dengan smear zone. Adanya smear zone menurunkan permeabilitas radial sehingga sedikit memperlambat proses konsolidasi. Penelitian ini membuktikan bahwa kolom granular berintikan spesi tidak hanya berfungsi sebagai vertical drain, tetapi juga sebagai elemen struktural berupa kolom granular yang menambah kekakuan tanah. Dengan demikian, metode ini efektif dalam mempercepat konsolidasi dan mengurangi penurunan pada tanah lunak. Kata kunci: tanah lunak, kolom granular, spesi, konsolidasi, FEM 2D.
Analisis Daktilitas Kurvatur Balok Beton Bertulang pada Gedung X akibat Variasi Mutu dan Konfigurasi Tulangan Rafarel Nawaf Dzaki Basofie; Retno Anggraini; Siti Nurlina
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan analisis pengaruh variasi mutu dan konfigurasi tulangan terhadap momen-kurvatur serta daktilitas kurvatur balok beton bertulang. Variasi mutu dan konfigurasi tulangan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari mutu 420 MPa dan 500 MPa serta konfigurasi 1 layer dan 2 layer. Analisis momen-kurvatur balok dilakukan untuk mengetahui perubahan sudut regangan balok terhadap momen pada tiga kondisi, yaitu sebelum retak, saat leleh, dan pada kondisi ultimit. Hubungan momen-kurvatur dapat digunakan untuk menentukan nilai daktilitas kurvatur balok beton bertulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi mutu dan konfigurasi tulangan berpengaruh terhadap nilai momen–kurvatur serta daktilitas kurvatur balok beton bertulang. Peningkatan mutu baja tulangan dari fy 420 MPa menjadi 500 MPa menyebabkan kenaikan kapasitas momen akibat meningkatnya kuat leleh baja, namun diikuti oleh penurunan nilai kurvatur karena baja bermutu tinggi cenderung memiliki kemampuan deformasi plastis yang lebih terbatas. Sebaliknya, perubahan konfigurasi tulangan tarik dari 1 layer menjadi 2 layer cenderung menurunkan nilai momen tetapi meningkatkan nilai kurvatur karena perbedaan distribusi gaya serta posisi garis netral. Berdasarkan hasil perhitungan daktilitas, peningkatan mutu maupun konfigurasi tulangan tarik mengakibatkan penurunan nilai daktilitas kurvatur, meskipun pengaruh konfigurasi tulangan terhadap daktilitas tidak dianggap memengaruhi perilaku lentur balok karena penurunannya kurang dari 5%.Kata Kunci: balok beton bertulang, momen-kurvatur, daktilitas kurvatur
Hubungan antara Jumlah Kurvatur terhadap Keruntuhan Bangunan Halawane, Francisius Marcelleon; Wisnumurti; Devi Nuralinah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia berada pada zona Cincin Api Pasifik sehingga sering mengalami gempa bumi yang dapat menyebabkan deformasi signifikan pada elemen struktur. Penelitian ini menganalisis keruntuhan struktur berdasarkan jumlah kurvatur pada tiap elemen serta menilai pengaruh variasi kombinasi tumpuan terhadap pembentukan kurvatur. Struktur dua lantai dimodelkan dengan beberapa jenis tumpuan dan dianalisis gaya dalamnya menggunakan SAP2000. Hasil perhitungan kurvatur dan kurvatur leleh digunakan untuk menentukan kondisi keruntuhan elemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumpuan yang lebih kaku menghasilkan jumlah kurvatur yang lebih besar. Secara umum, semakin banyak kurvatur yang terbentuk, struktur memiliki kapasitas yang lebih baik dan mengalami keruntuhan pada tahap lebih akhir. Sebaliknya, struktur dengan kurvatur lebih sedikit cenderung runtuh lebih cepat. Namun, pemodelan dengan tumpuan sendi-sendi menunjukkan ketidaksesuaian sehingga memerlukan analisis lebih lanjut.
PERENCANAAN PONDASI TIANG PANCANG DENGAN KOMBINASI BATTERED PILE DAN VERTICAL PILE PADA STRUKTUR VERTICAL VESSEL (Studi Kasus : PT Kilang Pertamina Internasional) Gilang Fathir Ahwadzi; As'ad Munawir; Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan pondasi untuk Vertical Vessel (Reaktor DHT) di Kilang Pertamina RU II Dumai menghadapi tantangan berupa struktur ramping dengan beban besar serta kondisi tanah lunak dengan nilai SPT < 10 yang membatasi kapasitas lateral tiang. Penelitian ini menganalisis efektivitas battered pile sebagai alternatif desain untuk meningkatkan kinerja lateral dan mengurangi jumlah tiang dibandingkan konfigurasi vertikal penuh. Metode yang digunakan meliputi analisis aksial dan lateral tiang tunggal menggunakan perhitungan analitis dan LPILE, pemodelan grup tiang dengan GROUP, serta evaluasi penurunan menggunakan PLAXIS 3D. Hasil menunjukkan desain awal 64 tiang (8×8) menghasilkan defleksi 11.46 mm, sedangkan penerapan battered pile 10° mampu mereduksi defleksi hingga 53.66% menjadi 5.31 mm dan memungkinkan optimasi menjadi 49 tiang (7×7) dengan efisiensi 23.44%. Namun, konfigurasi optimasi menyebabkan peningkatan gaya tekan hingga 81.02% dan gaya tarik hingga 206.77% pada tiang tunggal, sehingga risiko kegagalan bergeser dari defleksi menuju kegagalan tekan atau tarik. Kata kunci: Pondasi Tiang Pancang, Tiang Miring, Battered Pile, Vertical Vessel, Pondasi Peralatan Kilang, Pondasi Vertical Vessel