cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,398 Documents
Analisis Kesetimbangan Air pada Waduk Tugu Kabupaten Trenggalek untuk Menyuplai Kebutuhan Air Irigasi dan Air Baku Radjasa, Deva; Agus Suharyanto; Alwafi Pujiraharjo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesetimbangan air pada Waduk Tugu, yang berfungsi sebagai sumber penyedia air baku dan air irigasi untuk daerah aliran Bendung Baru di Kabupaten Trenggalek. Pembangunan Bendung Baru memerlukan kajian kesetimbangan air untuk memastikan pemanfaatan aliran air dari Waduk Tugu secara optimal. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini meliputi layout bendungan, data klimatologi, curah hujan, debit aliran, volume tampungan bendung, dan jumlah penduduk yang membutuhkan air. Analisis kesetimbangan air mencakup perhitungan debit air untuk irigasi dan kebutuhan air baku masyarakat, serta evaluasi debit evaporasi dan infiltrasi pada waduk. Hasil analisis menunjukkan estimasi kebutuhan air irigasi di daerah Bendung Baru, kebutuhan air baku untuk Kabupaten Trenggalek, serta kesetimbangan antara suplai air dari Waduk Tugu dan kapasitas tampungnya. Temuan ini memberikan gambaran penting mengenai manajemen sumber daya air di wilayah tersebut, guna mendukung kebutuhan irigasi dan pemenuhan air baku yang berkelanjutan. Kata Kunci: analisis, kebutuhan air, Waduk Tugu, kesetimbangan air, irigasi.
Efektivitas Kolom Granular Berintikan Spesi dengan Variasi Jarak dan Diameter untuk Mempercepat Konsolidasi pada Tanah Lunak Martha Jessica Michiko Nugroho; Prof. Dr. Eng. Ir. Yulvi Zaika, MT., IPU.; Ir. Eko Andi Suryo, ST., MT., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lunak memiliki daya dukung rendah, kompresibilitas tinggi, dan permeabilitas kecil sehingga membutuhkan waktu lama untuk mencapai kondisi stabil. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pemasangan kolom granular berintikan spesi dalam mempercepat proses konsolidasi tanah lunak melalui variasi jarak dan diameter kolom. Analisis dilakukan menggunakan metode analitik dan numerik berbasis Finite Element Method (FEM) 2D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah lunak tanpa perbaikan mengalami penurunan besar dengan waktu konsolidasi yang sangat lama, yaitu 1455 hari pada metode numerik dan 1158 hari pada metode analitik. Penerapan kolom granular berintikan spesi terbukti mempercepat konsolidasi dan mengurangi penurunan. Variasi jarak antar kolom berpengaruh nyata terhadap efisiensi sistem, di mana jarak 2D memberikan hasil optimal dengan waktu konsolidasi 67,2 hari tanpa smear zone dan 93,58 hari dengan smear zone. Sementara itu, variasi diameter menunjukkan bahwa kolom berdiameter 1,2 m memberikan kinerja terbaik dengan waktu konsolidasi 80,65 hari tanpa smear zone dan 93,84 hari dengan smear zone. Adanya smear zone menurunkan permeabilitas radial sehingga sedikit memperlambat proses konsolidasi. Penelitian ini membuktikan bahwa kolom granular berintikan spesi tidak hanya berfungsi sebagai vertical drain, tetapi juga sebagai elemen struktural berupa kolom granular yang menambah kekakuan tanah. Dengan demikian, metode ini efektif dalam mempercepat konsolidasi dan mengurangi penurunan pada tanah lunak. Kata kunci: tanah lunak, kolom granular, spesi, konsolidasi, FEM 2D.
Analisis Daktilitas Kurvatur Balok Beton Bertulang pada Gedung X akibat Variasi Mutu dan Konfigurasi Tulangan Rafarel Nawaf Dzaki Basofie; Retno Anggraini; Siti Nurlina
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan analisis pengaruh variasi mutu dan konfigurasi tulangan terhadap momen-kurvatur serta daktilitas kurvatur balok beton bertulang. Variasi mutu dan konfigurasi tulangan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari mutu 420 MPa dan 500 MPa serta konfigurasi 1 layer dan 2 layer. Analisis momen-kurvatur balok dilakukan untuk mengetahui perubahan sudut regangan balok terhadap momen pada tiga kondisi, yaitu sebelum retak, saat leleh, dan pada kondisi ultimit. Hubungan momen-kurvatur dapat digunakan untuk menentukan nilai daktilitas kurvatur balok beton bertulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi mutu dan konfigurasi tulangan berpengaruh terhadap nilai momen–kurvatur serta daktilitas kurvatur balok beton bertulang. Peningkatan mutu baja tulangan dari fy 420 MPa menjadi 500 MPa menyebabkan kenaikan kapasitas momen akibat meningkatnya kuat leleh baja, namun diikuti oleh penurunan nilai kurvatur karena baja bermutu tinggi cenderung memiliki kemampuan deformasi plastis yang lebih terbatas. Sebaliknya, perubahan konfigurasi tulangan tarik dari 1 layer menjadi 2 layer cenderung menurunkan nilai momen tetapi meningkatkan nilai kurvatur karena perbedaan distribusi gaya serta posisi garis netral. Berdasarkan hasil perhitungan daktilitas, peningkatan mutu maupun konfigurasi tulangan tarik mengakibatkan penurunan nilai daktilitas kurvatur, meskipun pengaruh konfigurasi tulangan terhadap daktilitas tidak dianggap memengaruhi perilaku lentur balok karena penurunannya kurang dari 5%.Kata Kunci: balok beton bertulang, momen-kurvatur, daktilitas kurvatur
Hubungan antara Jumlah Kurvatur terhadap Keruntuhan Bangunan Halawane, Francisius Marcelleon; Wisnumurti; Devi Nuralinah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia berada pada zona Cincin Api Pasifik sehingga sering mengalami gempa bumi yang dapat menyebabkan deformasi signifikan pada elemen struktur. Penelitian ini menganalisis keruntuhan struktur berdasarkan jumlah kurvatur pada tiap elemen serta menilai pengaruh variasi kombinasi tumpuan terhadap pembentukan kurvatur. Struktur dua lantai dimodelkan dengan beberapa jenis tumpuan dan dianalisis gaya dalamnya menggunakan SAP2000. Hasil perhitungan kurvatur dan kurvatur leleh digunakan untuk menentukan kondisi keruntuhan elemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumpuan yang lebih kaku menghasilkan jumlah kurvatur yang lebih besar. Secara umum, semakin banyak kurvatur yang terbentuk, struktur memiliki kapasitas yang lebih baik dan mengalami keruntuhan pada tahap lebih akhir. Sebaliknya, struktur dengan kurvatur lebih sedikit cenderung runtuh lebih cepat. Namun, pemodelan dengan tumpuan sendi-sendi menunjukkan ketidaksesuaian sehingga memerlukan analisis lebih lanjut.
PERENCANAAN PONDASI TIANG PANCANG DENGAN KOMBINASI BATTERED PILE DAN VERTICAL PILE PADA STRUKTUR VERTICAL VESSEL (Studi Kasus : PT Kilang Pertamina Internasional) Gilang Fathir Ahwadzi; As'ad Munawir; Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan pondasi untuk Vertical Vessel (Reaktor DHT) di Kilang Pertamina RU II Dumai menghadapi tantangan berupa struktur ramping dengan beban besar serta kondisi tanah lunak dengan nilai SPT < 10 yang membatasi kapasitas lateral tiang. Penelitian ini menganalisis efektivitas battered pile sebagai alternatif desain untuk meningkatkan kinerja lateral dan mengurangi jumlah tiang dibandingkan konfigurasi vertikal penuh. Metode yang digunakan meliputi analisis aksial dan lateral tiang tunggal menggunakan perhitungan analitis dan LPILE, pemodelan grup tiang dengan GROUP, serta evaluasi penurunan menggunakan PLAXIS 3D. Hasil menunjukkan desain awal 64 tiang (8×8) menghasilkan defleksi 11.46 mm, sedangkan penerapan battered pile 10° mampu mereduksi defleksi hingga 53.66% menjadi 5.31 mm dan memungkinkan optimasi menjadi 49 tiang (7×7) dengan efisiensi 23.44%. Namun, konfigurasi optimasi menyebabkan peningkatan gaya tekan hingga 81.02% dan gaya tarik hingga 206.77% pada tiang tunggal, sehingga risiko kegagalan bergeser dari defleksi menuju kegagalan tekan atau tarik. Kata kunci: Pondasi Tiang Pancang, Tiang Miring, Battered Pile, Vertical Vessel, Pondasi Peralatan Kilang, Pondasi Vertical Vessel
Studi Kinerja Penggunaan Lead Rubber Bearing Terhadap Respon Seismik pada Jembatan Achmad Nafis; Ari Wibowo; Sugeng Prayitno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Posisi geografis Indonesia berada di daerah rawan gempa, khususnya Jembatan Pandansimo di Kabupaten Bantul, DIY, yang berada dekat dengan Sesar Opak. penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis efektivitas teknologi seismic isolation secara kuantitatif Lead Rubber Bearing (LRB) dalam mengurangi dampak gempa terhadap struktur jembatan, dibandingkan dengan tumpuan konvensional. Metode yang digunakan adalah analisis spektrum respons (spectrum response analysis) pada model tiga dimensi struktur bentang P12-P17 Jembatan Pandansimo. Analisis ini membandingkan kinerja tiga konfigurasi tumpuan (6, 8, dan 10 tumpuan) dengan parameter periode alami dan perpindahan (Displacement) struktur jembatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Lead Rubber Bearing (LRB) sangat efektif dalam meningkatkan ketahanan gempa. Hasil analisis dan identifikasi, LRB mampu mengubah sifat struktur dari kaku menjadi lebih fleksibel dengan memperpanjang periode alami secara signifikan. Peningkatan periode alami ini mencapai antara 1212% hingga 1551% dibandingkan model tumpuan konvensional. Meskipun perpanjangan periode ini menyebabkan Displacement (perpindahan) pada struktur menjadi lebih besar, perpindahan maksimum yang terjadi (berkisar antara 0,159 m hingga 0,234 m) masih jauh di bawah batas aman tumpuan LRB (0,7 m) dan mengubah respon seismik struktur yaitu Displacement yang sebelumnya terjadi di struktur atas menjadi Displacement di tumpuan. Selain itu, studi ini menemukan bahwa jumlah tumpuan memengaruhi kinerja, yaitu semakin sedikit jumlah tumpuan, semakin besar periode alami struktur jembatan. Sehingga LRB terbukti mampu melindungi struktur atas jembatan secara signifikan dengan mendisipasi energi gempa. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan LRB sebagai solusi yang layak dan efektif dalam perencanaan jembatan di wilayah dengan aktivitas seismik tinggi. Kata Kunci: Lead Rubber Bearing, jembatan pelengkung, spectrum response analysis, seismic isolation, Displacement, periode alami
Evaluasi Fasilitas Sisi Udara Bandara Sisingamangaraja XII terhadap Pesawat Rencana A350 – 900 Ali Husin; Akiyas Afifullah; Hendi Bowoputro; Achmad Wicaksono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandara Sisingamangaraja XII merupakan fasilitas strategis untuk memaksimalkan potensi kawasan wisata Danau Toba. Untuk memudahkan jangkauan wisatawan internasional ke kawasan wisata Danau Toba, maka diperlukan aksesibilitas kawasan internasional yang lebih mumpuni, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah menggunakan pesawat yang lebih besar, dalam hal ini direncanakan A350-900. Pada penelitian ini, dilakukan perhitungan kebutuhan dimensi geometri serta tebal perkerasan terhadap pesawat rencana A350-900, kemudian hasil perencanaan dibandingkan dengan kondisi eksisting. Perencanaan geometri menggunakan metode ICAO dan perencanaan perkerasan menggunakan metode FAA .Hasil perencanaan untuk pesawat rencana A350-900 adalah sebagai berikut. Panjang eksisting runway 2650 meter perlu penambahan 3050 meter menjadi 5700 meter, panjang taxiway eksisting 123 meter perlu penambahan panjang 114 meter menjadi 237 meter, serta lebar apron eksisting 250 meter perlu pelebaran 48 meter menjadi 298 meter. Nilai ACR > PCR menunjukkan bahwa perkerasan tidak cukup kuat menerima beban pesawat serta CDF > 1 yang berarti umur perkerasan sudah habis. Perbaikan metode overlay dibutuhkan tambahan overlay 566 mm. Dengan metode rekonstruksi, runway dan taxiway memiliki lapisan permukaan 120 mm, lean concrete 150 mm, cement treated base 150 mm, serta Uncrushed Aggregate  844 mm. Pada apron direncanakan perkerasan kaku, lapisan permukaan 563 mm, lean concrete 150 mm, cement treated base 300 mm, serta Uncrushed Aggregate 300 mm. Karena dimensi geometri dan tebal perkerasan yang terlalu besar sehingga sulit diimplementasikan, maka direncanakan alternatif pesawat rencana A320 family. Dengan pesawat rencana A320 family diperoleh penambahan panjang runway 850 meter dari panjang eksisting 2650 meter, sehingga panjang runway menjadi 3500 meter. Dibutuhkan overlay  195 mm dengan perkerasan lentur di runway dan taxiway serta overlay 434 mm di apron dengan perkerasan kaku.. Dengan  demikian, Bandara Sisingamangaraja XII lebih ideal untuk melayani pesawat A320. Kata kunci: Bandara Sisingamangaraja XII, evaluasi fasilitas sisi udara bandara, pesawat A350-900, overlay perkerasan, pesawat A320
Analisis Risiko K3 Pekerjaan Overhaul PT. Semen Indonesia Pabrik Tuban dengan Metode Monte Carlo Ali, Faisal; El Unas, Saifoe; Murti, Wisnu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses rekonstruksi menyeluruh pada mesin krusial, seperti coal mill, di PT SemenIndonesia Pabrik Tuban merupakan aktivitas esensial untuk memastikankesinambungan operasional, namun menimbulkan berbagai potensi risikoKeselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang cukup signifikan. Penelitian inidiarahkan untuk mengenali, menganalisis, serta mengelompokkan risiko K3 yangmuncul selama aktivitas rekonstruksi menggunakan Metode Monte Carlo. Metodesimulasi probabilistik tersebut diterapkan untuk memetakan ketidakpastian darisembilan kategori bahaya utama yang teridentifikasi, termasuk Ketinggian, PartikelDebu,danMaterial BersuhuTinggi, berdasarkan data dari laporan K3 dan dokumenproyek terkait. Analisis ini menghasilkan skor peringkat risiko untuk setiap jenispekerjaan, yang kemudianmenjadidasardalammerumuskanrekomendasimitigasi.Hasil studi mengungkap bahwa sebagian besar dari 34 jenis pekerjaan rekonstruksimemiliki risiko rendah (nilai 1-4). Namun demikian, penelitian ini menemukanbahaya yang paling signifikan dan kritis, yakni Ketinggian, dengan skor risikotertinggi (nilai 12) yang berpotensi menimbulkan cedera fatal. Tiga pekerjaanspesifik Rekondisi Back Filter Atox Mill Tuban 2, Perbaikan Dupting Outlet EV,dan Service Coal Mill 472RM1 Tuban 2 teridentifikasi memiliki risiko sedang(nilai 5) dalam analisis gabungan, menandakan perlunya pengendalian tambahan.Kesimpulannya, Metode Monte Carlo terbukti efektif dalam mengkuantifikasi danmemprioritaskan risiko K3. Mitigasi sebaiknya difokuskan pada bahayaKetinggian, melalui pengetatan Izin/Permit Ketinggian, penggunaan scaffoldingstandar, serta penerapan wajib Full Body Harness sebagai Alat Pelindung Diri(APD). Implementasi rekomendasi ini diharapkan memperkuat manajemen risikodan memastikan keselamatan kerja selama rekonstruksi.
PEMODELAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DENGAN MENGGUNAKAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK (ANN) UNTUK MEMPREDIKSI KUAT TEKAN BETON Ananta Widagdo Adipranowo; Ari Wibowo; Saifoe El Unas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuat tekan beton (f’c) merupakan salah satu parameter utama yang digunakan dalam desain struktur beton. Nilai f’c diperoleh dari hasil uji kuat tekan beton. Pengujian ini membutuhkan tenaga kerja terampil dan memerlukan waktu yang cukup lama, karena hasil akhir biasanya diambil setelah beton mencapai umur 7, 14, 28 hari. Oleh karena itu, penelitian ini mengembangkan model Artificial Intelligence (AI) yang dapat memprediksi nilai kuat tekan beton sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada pengujian laboratorium. Model AI dikembangkan dengan menggunakan Artificial Neural Network (ANN). Penelitian dilakukan dengan melakukan persiapan dataset uji kuat tekan beton terlebih dahulu, yang terdiri dari data pelatihan (training data), data validasi (validation data), dan data uji (testing data). Lalu, menentukan ANN stucture hyperparameters dan training hyperparameters. Kemudian, model dilatih (training), divalidasi (validation), dan diuji (testing). Selanjutnya, model dievaluasi dengan menggunakan parametrik Root Mean Square Error (RMSE). Nilai RMSE yang diizinkan mengacu pada dua pedoman, yaitu SNI 2847-2002 dan klasifikasi dari Lewis (1982). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai RMSE% yang dihasilkan oleh model ANN pada tahap training, validation, dan testing masing-masing sebesar 6,61%, 7,56%, dan 26,22%. Berdasarkan hasil tersebut, mengindikasikan bahwa bahwa model ANN mampu memprediksi kuat tekan beton pada data pelatihan (training data) dan data validasi (validation data) dengan kualitas ‘sangat akurat’ menurut klasifikasi lewis, dan tidak melebihi batas toleransi berdasarkan standar teknis nasional (SNI 2847-2002). Sementara itu, saat melakukan prediksi pada data uji (testing data) model ANN menghasilkan prediksi dengan kualitas ‘sedang’ menurut klasifikasi lewis dan melebihi batas toleransi berdasarkan standar teknis nasional (SNI 2847-2002). Kata kunci: Artificial Intelligence (AI), Artificial Neural Network (ANN), Kuat Tekan Beton, Root Mean Square Error (RMSE).
Pengaruh Penambahan Limbah Carrageenan terhadap Ketahanan Retak Campuran Laston Lapis Aus Asbuton (AC-WC Asb) Yuniarti, Shela Putri; Prof. Ir. Ludfi Djakfar, MSCE., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.; Rahayu Kusumaningrum, ST., MT., M.Sc.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keretakan dini pada Laston Lapis Aus Asbuton (AC-WC Asb) sering terjadi akibat stabilitas Asbuton yang rendah. Penelitian ini mengevaluasi komprehensif ketahanan retak campuran AC-WC Asb yang dimodifikasi dengan 7,25% limbah carrageenan. Pengujian Indirect Tensile Stiffness Modulus (ITSM) dan Indirect Tensile Fatigue Test (ITFT) dilakukan pada suhu 25°C dan 40°C. Hasil menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap suhu, dengan modulus kekakuan tertinggi 8520,00 MPa tercapai pada 25°C dan turun drastis menjadi 1253,83 MPa pada 40°C. Namun, pada pengujian kelelahan, modifikasi ini secara signifikan meningkatkan umur kelelahan hingga 8.806 siklus pada tegangan tarik 500 kPa. Maka, penambahan limbah carrageenan efektif meningkatkan performa AC-WC Asb terhadap ketahanan retak menjadikannya optimal untuk jalan dengan beban lalu lintas tinggi. Kata kunci: AC-WC, Asbuton, Limbah Carrageenan, Modulus Kekakuan, Kelelahan