cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,355 Documents
PENGARUH JARAK SENGKANG DARI METODE JAKET BETON BERTULANG BAMBU PADA KOLOM BETON BERTULANG SEDANG Yulianto, Rudi; N., Christin Remayanti; Wibowo, Ari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.002 KB)

Abstract

Kolom merupakan lokasi kritis yang dapat menyebabkan keruntuhan, oleh karena itu struktur kolom harus direncanakan lebih kuat dari pada struktur balok. Ketika kolom mengalami keruntuhan, perlu dilakukan perbaikan untuk mencegah terjadinya kegagalan total pada struktur bangunan. Pada penelitian ini akan diamati efektifitas pemasangan sengkang bambu pada kolom retrofit dengan variasi jarak sengkang yang berbeda. Kolom akan diuji tekan dengan menggunakan compression test machine dan dipasang dial gauge sebagai pembantu bacaaan defleksi yang terjadi pada saat kolom diuji tekan. Hasil penelitian didapatkan bahwa, kolom retrofit C2 lebih efektif dibandingkan dengan kolom retrofit C1. Hal ini dikarenakan dari hasil pengujan menunjukkan bahwa kolom retrofit C2 mengalami penurunan gaya tekan sebesar 10.6 %, sedangkan gaya tekan maksimum kolom retrofit C1 mengalami penurunan sebesar 28.59 %. Kolom retrofit C2 mengalami penurunan kekakuan sebesar 3.56 %, sedangkan kolom retrofit C1 mengalami penurunan kekakuan sebesar 20.17 %. Kolom retrofit C2 mengalami penurunan modulus elastisitas sebesar 57.14 %, sedangkan kolom retrofit C1 mengalami penurunan modulus elastisitas sebesar 64.52 %. Kolom retrofit C2 mengalami peningkatan daktilitas sebesar 109.71 %, sedangkan kolom retrofit C1 mengalami peningkatan daktilitas sebesar 187.2 %. Kemudian untuk hasil penelitiasn kolom retrofit D2 lebih efektif dibandingkan dengan kolom retrofit D1. Hal ini dikarenakan dari hasil pengujan menunjukkan bahwa kolom retrofit D2 mengalami peningkatan gaya tekan sebesar 13 %, sedangkan gaya tekan maksimum kolom retrofit D1 mengalami penurunan sebesar 2.2 %. Kolom retrofit D2 mengalami peningkatan kekakuan sebesar 11.38 %, sedangkan kolom retrofit D1 mengalami peningkatan kekakuan sebesar 4.73 %. Kolom retrofit D2 mengalami penurunan modulus elastisitas sebesar 50.5 %, sedangkan kolom retrofit D1 mengalami penurunan modulus elastisitas sebesar 53.45 %. Kolom retrofit D2 mengalami peningkatan daktilitas sebesar 128.45 %, sedangkan kolom retrofit D1 mengalami peningkatan daktilitas sebesar 97.19 %.   Kata Kunci: Jaket beton, efektivitas, gaya tekan, kekakuan, modulus elastisitas, daktilitas.
PENGARUH PENGGUNAAN BETON POROUS SEBAGAI PENGGANTI BATAKO RINGAN BERLUBANG TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR DENGAN VARIASI SERAT BENANG Dessanda, Ryan Radya; Dewi, Sri Murni; Arifi, Eva
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.663 KB)

Abstract

Recycled Coarse Agregate merupakan agregat daur ulang yang berasal dari limbah kontruksi beton. RCA akan digunakan sebagai pengganti kerikil alam dalam proporsi beton porous, dan pori – pori terbentuk dari agregat kasar dengan sedikit atau tanpa agregat halus sebagai penyusun batako betonporous. Batako beton porous fungsinya dapat sebagai dinding pada bangunan, struktur kolom dan digunakan sebagai dinding penahan tanah. Batako beton porous dapat digunakan sebagai dinding penahan tanah karena beton porous memiliki pori-pori yang bisa sebagai tempat keluarnya air, jadi tidak membutuhkan pipa pada dinding penahan tanah dan untuk memperkuat struktur pada lubang batako beton porous diisi tulangan lalu dicor dengan fresh concrete. Untuk mencegah keruntuhan secara horizontal pada batako beton porous akan ditambahkan serat benang yang kedalam beton porous secara horizontal mengisi pada sisi-sisi dari batako tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kuat tekan dan kuat lentur yang terdapat pada batako beton porous dengan variasi serat benang. Variasi serat benang yang digunakan adalah 2 serat benang, 4 serat benang, dan 6 serat benang Hasil dari pengujian kuat tekan dan kuat lentur menunjukan bahwa batako beton porous yang menggunakan 6 serat benang memiliki nilai rata-rata kuat tekan maupun kuat lentur yang lebih besar dibandingkan  batako beton porous yang menggunakan 2 dan 4 serat benang. Nilai kuat tekan dengan menggunakan 2 serat benang, 4 serat benang, dan 6 serat benang secara berturut-turut sebesar  1,387025 MPa; 2,946309 MPa; dan 3,210291 MPa. Untuk nilai kuat lentur dengan menggunakan 2 serat benang, 4 serat benang, dan 6 serat benang secara berturut-turut sebesar 0,25125 MPa; 0,322875 MPa; dan 0,37875 MPa. Kata kunci : Batako beton porous, serat benang, kuat tekan, kuat lentur.
PENGARUH PENGGUNAAN SUPERPLASTICIZER TERHADAP KUAT TEKAN BETON POROUS YANG MENGGUNAKAN RCA (RECYCLE COARSE AGGREGATE) Iswoyo Jong, Edwin Putra; Arifi, Eva; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.387 KB)

Abstract

Beton berpori merupakan beton yang mampu meneruskan air sehingga tidak menimbulkan genangan air. Perkembangan konstruksi juga tidak lepas dari masalah lingkungan berupa limbah konstruksi. Namun limbah konstruksi dapat untuk didaur ulang.contohnya limbah beton yang dapat digunakan menjadi Recycled Coarse Aggregate (RCA). RCA merupakan limbah beton yang didaur ulang menjadi agregat yang dapat digunakan kembali untuk membuat beton. Perkembangan teknologi juga ditunjukan dengan beberapa bahan tambahan pada beton salah satunya yaitu superplasticizer. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui pengaruh superplasticizer terhadap kuat tekan beton porous tanpa superplasticizer. Tujuan selanjutnya yaitu mengetahui pengaruh penggunaan RCA dibandingkan beton porous dengan NCA. Variasi ukuran agregat yang digunakan yaitu 100 – 200 mm dengan  kadar RCA 0%, 50%, dan 100% terhadap NCA.Pada penelitian kali ini akan dilakukan pengujian kuat tekan. Pengujian tersebut untuk mengetahui nilai kuat tekan pada beton porous dengan variasi campuran yang menggunakan 1,5% superplasticizer,25% fly ash, 7% silica fume,dan proporsi antara semen, agregat, dan air yang digunakan yaitu 1 : 4 : 0,3 untuk beton porous tanpa bahan tambahan, 1 : 4 : 0,25, dan 1 : 4 :0,2 untuk beton porous dengan tambahan superplasticizer Hasil dari penelitian kuat tekan menunjukan penambahan superplasticizer pada umumnya menunjukan nilai kuat tekan beton porous yang lebih lemah dibandingkan dengan beton porous tanpa penambahan superplasticizer. Kata Kunci : Beton Porous, Kuat Tekan , Superplasticizer, Recycle Coarse Aggregate.
PENGARUH PENGGUNAAN SILICA FUME DAN FLY ASH SEBAGAI PENGGANTI SEMEN TERHADAP KEAUSAN BETON POROUS YANG MENGGUNAKAN RCA (RECYCLED COARSE AGGREGATE) Budiawati, Desi; Arifi, Eva; Nainggolan, Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1119.882 KB)

Abstract

Penggunaan agregat daur ulang beton telah banyak dikembangkan, salah satunya untuk aplikasi perkerasan beton. Perkerasan jalan yang mudah rusak banyak disebabkan oleh limpasan air pada permukaan yang tidak dapat meresap ke dalam tanah, maka penggunaan beton porous diharapkan dapat menjadi solusi mengatasi masalah tersebut. Beton non pasir atau beton porous merupakan beton yang memiliki porositas tinggi sehingga dapat mengalirkan air ke dalam tanah. Pori-pori tersebut tersusun oleh agregat kasar dengan sedikit atau tanpa agregat halus sebagai bahan penyusun beton. Hal ini menyebabkan kekuatan pada beton porus sangat tergantung pada kualitas agregat dan ikatan antar agregat yang berupa pasta. Penelitian ini menggunakan campuran semen dengan substitusi variasi fly ash 0%, 10%, 25% dan silica fume 0%, 7% terhadap semen. Penggunaan fly ash dan silica fume diharapkan dapat memperbaiki ikatan antar agregat terutama jika menggunakan RCA. Variasi RCA yang digunakan yaitu 0%, 50% dan 100%. Agregat yang digunakan seragam yaitu 1-2cm dan w/c sebesar 0,3. Uji daya tahan aus dilakukan pada umur 28 hari menggunakan mesin loss angeles abrasion test dengan metode cantabro test yaitu tanpa menggunakan bola-bola baja. Sampel yang digunakan silider berukuran diameter 15 cm dan tinggi 10 cm. Berdasarkan hasil pengujian, daya tahan aus optimum didapatkan dari campuran 25% FA dengan komposisi RCA 0%, 50%, dan 100% berturut-turut secara signifikan dapat mengurangipersentase nilai Cantabro Loss sebesar 47,24%; 54,37%; dan 51,37%.Serta secara keseluruhan penambahan fly ash dan silica fume dapat meningkatkan daya tahan aus. Sedangkan penambahan RCA menghasilkan daya tahan abrasi yang beragam pada setiap variasi substitusi semen. Kata kunci: Beton porous, RCA, fly ash, silica fume, keausan.
PENGARUH PENGGUNAAN SILICA FUME DAN FLY ASH SEBAGAI PENGGANTI SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN BETON POROUS YANG MENGGUNAKAN RCA (RECYCLE COARSE AGGREGATE) Gde Agung Oka Widyastana, Anak Agung; Arifi, Eva; N, Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.638 KB)

Abstract

Untuk mengurangi potensi limbah kontruksi kita dapat mendaur ulang atau memanfaatkan lagi limbah beton sebagai agregat yang berbentuk RCA (Recycled Coarse Aggregate). RCA akan digunakan sebagai pengganti kerikil alam dalam proporsi beton porous, dan dengan sedikit atau tanpa menggunakan agregat halus dalam pembuatan beton porous. Inovasi pengunaan Recycled Coarse Aggregates (RCA) sebagai bahan campuran beton ditawarkan, namun nilai kuat tekan dari beton porous dengan adanya material pengganti semen yaitu silica fume dan fly ash perlu dikaji lebih banyak dimaksudkan untuk menjadi acuan dalam perencanaan dan pelaksanaan pengunaan bahan perkerasan jalan. Pada pelakasanaan pengujian pendahuluan agregat meliputi, berat isi, berat jenis dan penyerapan agregat kasar. Untuk pengujian pada beton porous ada 1 yaitu pengujian kuat tekan. Pengujian tersebut untuk mengetahui nilai kuat tekan pada beton porous dengan variasi campuran yang menggunakan fly ash, silica fume, dan RCA dengan harapan dapat meningkatkan nilai kuat tekan dari beton porous. Proporsi antara semen, agregat, dan air yang digunakan yaitu 1 : 4 : 0,3. Metode pelakasanaan pembuatan beton porous dilakukan sama dengan beton biasa, namun untuk pemadatan menggunakan proctor hammer standart dan curing (perawatan) benda selama 7 hari, sesuai dengan pelaksanaan curing pada ACI 522-I-13. Hasil dari pengujian kuat tekan menunjukan bahwa beton porous yang menggunakan silica fume, dan fly ash dapat meningkatkan bonding antar agregat dengan perbandingan penggunaan RCA 0%, 50%, dan 100% dengan perbandingan umur pengujian 28 hari dan 56 hari. Pada umur pengujian 28 hari mencapai nilai maksimumnya pada persentase penggunaan campuran RCA 0%, FA 25%, dan SF 0% yaitu dengan nilai sebesar 8,179 MPa, sedangkan pada umur pengujian 56 hari mencapai nilai maksimumnya pada persentase penggunaan campuran RCA 50%, FA 25%, dan SF 7% yaitu dengan nilai sebesar 10,631 MPa.   Kata kunci : Beton porous, RCA,  fly ash, silica fume, kuat tekan.
PENGARUH PENGGUNAAN SUPERPLASTICIZER TERHADAP KEAUSAN BETON POROUS YANG MENGGUNAKAN RCA (RECYCLED COARSE AGGREGATE) Redianto, Mukhamad; Arifi, Eva; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.77 KB)

Abstract

Beton porous merupakan bentuk sederhana dari beton ringan yang dibuat dengan cara mengurangipenggunaan agregat halus. Beton porous terdiri dari agregat kasar, air, semen, dan sedikit agregat halus atau tanpa agregat halus. Beton porous memiliki rongga berkisar antara 15% sampai 35%. Nilai rongga atau void ratio yang besar ini menjadikan beton porous mudah dilewati oleh air atau bersifat permeabel, namun memiliki kekuatan yang lebih rendah dibanding beton normal. Beton porous dapat digunakan sebagai bahan perkerasan jalan pada trotoar, lahan parkir, dan jalan berkapasitas rendah lainnya. Pada penelitian ini sampel yang digunakan memiliki diameter 1505 mm dan tinggi 100 5 mm. Pengujian abrasi beton porous menggunakan metode cantabro loss yaitu dengan diputar 300 kali dalam mesin los angeles (LA machine) tanpa bola baja. Metode cantabro loss dapat mengidentifikasi kualitas dan kuantitas kekuatan dari ikatan pasta semen ataupun ikatan antar agregat. Beton porous dibuat tanpa menggunakan agregat halus dan menggunakan agregat kasar 10 mm - 20 mm. Perbandingan agregat dan semen yang digunakan adalah 1:4 dengan fas 0,3. Pada penambahan superplasticizer variasi fas yang digunakan adalah0,2 dan 0,25. Pemanfaatan recycled coarse aggregate (RCA) diharapkan dapat menjadi alternatif untuk mengurangi pengunaan agregat kasar alam. Variasi RCA yang digunakan adalah 0%, 50%, dan 100%. Semen yang digunakan adalah portland pozzoland cemen (PPC). Beron porous dengan penambhan superplasticizer bersifat  SCC (Self Compacting Concrete) dan perwatan beton dilakukan selama 7 hari berdasarkan ACI 522 1-3. Pengujian beton porous dilaksanakan saat beton berumus 28 hari. Hasil cantabro loss menunjukan ketahanan abrasi  pada beton porous dengan tambahan superplasticizer pada putaran ke 300 tidak ada yang memenuhi persyaratan sebagai bahan perkerasan jalan. Syarat batas maksimum abrasi yang digunakan adalah 50%. Hal ini menunjukkan superplasticizer tidak cocok untuk beton porous. Kata Kunci : Beton Porous, Superplasticizer, Abrasi, Recycled Coarse Aggregate.
PENGARUH KEKANGAN JARAK SENGKANG PADA PERILAKU AKSIAL KOLOM BETON BERTULANG YANG DIPERKUAT MENGGUNAKAN METODE JAKET BETON BERTULANG BAMBU Rachman, Nur; Wibowo, Ari; Wijatmiko, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.858 KB)

Abstract

Kolom adalah bagian dari struktur bangunan yang sangat penting. Apabila ada kerusakan dari kolom maka akan terjadi kehancuran dari sebuah struktur bangunan. Pada penelitian ini kolom asli memiliki ukuran 12x12x30 cm dengan tulangan utama dan sengkang dari tulangan baja, sedangkan kolom retrofit memiliki ukuran 18x18x30 cm dengan tulangan utama bambu petung dan sengkang bambu apus. Untuk kode kolom yang dibandingkan adalah C.1 – C.2 dan D.1 – D.2. Kolom retrofit kode C.1 adalah kolom retrofit yang menggunakan tulangan longitudinal bambu sebanyak 4 buah dengan ukuran 10 x 20 mm dengan jarak antar tulangan transversal 5 cm, memiliki nilai gaya tekan maksimum yang sedikit lebih kecil sebesar 5.4% namun nilai peningkatan daktilitas memiliki nilai lebih besar yaitu 214.6 % dibandingkan dengan kolom retrofit kode C.2. Kolom retrofit kode C.2adalah kolom retrofit yang menggunakan tulangan longitudinal bambu sebanyak 4 buah dengan ukuran 10 x 20 mm dengan jarak antar tulangan transversal 7.5 cm. Kolom retrofit kode D.1 adalah kolom retrofit yang menggunakan tulangan longitudinal bambu sebanyak 8 buah dengan ukuran 10 x 10 mm dengan jarak antar tulangan transversal 5 cm, memiliki nilai gaya tekan maksimum yang lebih besar sebesar 11.8% namun nilai peningkatan daktilitas memiliki nilai lebih kecil yaitu 33.8 % dibandingkan dengan kolom retrofit kode D.2. Kolom retrofit kode D.2adalah kolom retrofit yang menggunakan tulangan longitudinal bambu sebanyak 8 buah dengan ukuran 10 x 10 mm dengan jarak antar tulangan transversal 7.5 cm. Pada perbandingan kolom D.1 – D.2 hal ini bisa terjadi karena adanya rongga-rongga pada kolom retrofit D.1, karena kolom retrofit D.1 yang memiliki variasi jarak sengkang yang lebih rapat (5 cm) sehingga pada saat pengecoran agregat tidak seluruhnya mengisi bagian kolom retrofit yang dikarenakan jarak sengkang yang lebih rapat dibandingkan dengan ruang yang akan dicor. Kata kunci :Jaket beton, efektivitas, gaya tekan, kekakuan, modulus elastisitas, daktilitas.
PENGARUH KONFIGURASI JUMLAH TULANGAN LONGITUDINAL PADA KOLOM RETROFIT BETON BERTULANG DENGAN METODE JAKET BETON Permana, Arya Bagas; N., Christin Remayanti; Wijatmiko, Indradi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.543 KB)

Abstract

Suatu kolom berperan penting dalam kekokohan suatu bangunan. Apabila suatu kolom mengalami kerusakan dan masih memungkinkan untuk diperbaiki, Tulangan yang digunakan adalah tulangan dengan material bambu dikarenakan material bambu memiliki kuat tarik sejajar serat berkisar antara 100-400 Mpa yang lebih besar dibandingkan dengan kuat tarik baja dengan mutu sedang. S Kolom akan diuji dengan menggunakan compression test machine. Pada hasil penelitian didapatkan bahwa, kolom retrofit B1 yang dipasang 8 buah tulangan longitudinal bambu dimensi 10 x 5 mm dengan jarak antar sengkang sebesar 5 cm lebih efektif dibandingkan dengan kolom retrofit A1 yang dipasang 4 buah tulangan longitudinal bambu dimensi 10 x 10 mm dengan jarak antar sengkang sebesar 5 cm. Meskipun pada saat pengujian didapatkan bahwa kolom retrofit B1 memiliki gaya tekan maksimum 2,72 % lebih kecil dibanding dengan gaya tekan maksimum kolom retrofit A1. Pada perbaikan kolom asli B1, kolom retrofit B.1 mengalami peningkatan daktilitas sebesar 195,65 % dibanding dengan kolom retrofit A.1 yang mengalami peningkatan daktilitas sebesar 57,13 %. Dan kolom retrofit D1 yang dipasang 8 buah tulangan longitudinal bambu dimensi 10 x 10 mm dengan jarak antar sengkang sebesar 5 cm lebih efektif dibandingkan dengan kolom retrofit C1 yang dipasang 4 buah tulangan longitudinal bambu dimensi 10 x 20 mm dengan jarak antar sengkang sebesar 5 cm. Meskipun pada saat pengujian didapatkan bahwa kolom retrofit D1 memiliki gaya tekan maksimum 2,53 % lebih kecil dibanding dengan gaya tekan maksimum kolom retrofit C1. Namun, kekakuan dan modulus elastisitas kolom retrofit D1 lebih tinggi 30,57 % dibanding kekakuan dan modulus elastisitas kolom retrofit C1. Pada perbaikan kolom asli D1, kolom retrofit D.1 mengalami peningkatan daktilitas sebesar 99,84 % dibanding dengan kolom retrofit C.1 yang mengalami peningkatan daktilitas sebesar 40,79  %. Kata Kunci: Retrofit, jaket beton, efektivitas, gaya tekan, kekakuan, modulus elastisitas, daktilitas.
PENGARUH VARIASI JARAK SENGKANG TERHADAP PERBAIKAN KOLOM DENGAN METODE CONCRETE JACKETING MENGGUNAKAN TULANGAN BAMBU Farrasi, Muhammad Alif; N., Christin Remayanti; Wibowo, Ari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.697 KB)

Abstract

Kolom merupakan suatu elemen terpenting didalam suatu konstuksi bangunan sehingga perlu diperhatikan ketika kolom mengalami suatu kegagalan. Hal ini dikarenakan biasanya terdapat kerusakan pada struktur bangunan terutama pada kolom akibat kebakaran, gempa bumi, dan pembebanan berlebih. Dengan semakin berkembangnya pembangunan konstruksi di Indonesia, berkembang pula inovasi – inovasi dalam perkuatan ataupun perbaikan struktur konstruksi. Terdapat 4 jenis kolom retrofit yang akan diteliti, yakni kolom retrofit kode A1 yang dipasang tulangan bambu sebanyak 4 buah dengan ukuran 10 x 10 mm dan dengan jarak antar sengkang5 cm, kolom retrofit kode A2 yang dipasang tulangan bambu sebanyak 4 buah dengan ukuran 10 x 10 mm dan dengan jarak antar sengkang7,5 cm, kolom retrofit kode B1 yang dipasang tulangan bambu sebanyak 8 buah ukuran 10 x 5 mm dan dengan jarak antar sengkang5 cm dan kolom retrofit kode B2 yang dipasang tulangan bambu sebanyak 8 buah ukuran 10 x 5 mm dan dengan jarak antar sengkang7,5 cm.  Kolom retrofit A.1 dibandingkan dengan kolom retrofit A.2 menunjukkan bahwa kolom retrofit A1 memiliki gaya tekan maksimum 3,89%  lebih besar dibanding dengan gaya tekan maksimum kolom retrofit A.2. Nilai kekakuan danmodulus elastisitas kolom retrofit B.1 lebih besar 21% dibanding nilai kekakuan dan modulus elastisitas kolom retrofit B.2. Selain itu juga, pada perbaikan kolom asli B, kolom retrofit B.1 mengalami penurunan daktilitas sebesar 5,89 % dibanding dengan kolom retrofit B.2 yang hanya mengalami peningkatan daktilitas sebesar 71,98%. Pada perbandingan antara kolom A.1 dengan A2 dan B.1 dengan B.2 gaya tekan maksimum bukan merupakan tolak ukur utama dalam efektifitas melainkan daktilitas, dikarenakan pada penelitian kali ini jarak sengkang yang menjadi variasi dalam sampel. Kata Kunci :Jaket beton, efektivitas, gaya tekan, kekakuan, modulus elastisitas, daktilitas.
PENGARUH.VARIASI.KAIT SERAT.KALENG.MINUMAN TERHADAP.KUAT TEKAN, KUAT.TARIK BELAH, DAN MODULUS ELASTISITAS.BETON T, Imawan Muhamad; N., Christin Remayanti; Firdausy, Ananda
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.342 KB)

Abstract

Penambahan serat kaleng pada  beton merupakan salah satu cara untuk mengurangi kelemahannyang dimiliki beton yang dimana beton lemah dalam menahan gayaatarik, serta meningkatkan kekakuan dan modulus elastisitaspada beton tersebut. Variasi yang digunakan adalah beton normal tanpa fiber, fiber polos dan fiber dengan kait A dan B dimana fraksi yang digunkan 10% dari volume beton. Pengujian yang dilakukan antara lain kuat tekan, kuat tarik belah dan modulus elastisitas beton. Pengujianndilakukan padaabetonnyang telahhberumur 288hari. Hasil pengujian kuat tarik belahhmenunjukkan bahwaanilai kuat tarik rata-rata maksimummdiperolehhpada beton fiber.polos  dengan nilai sebesar ft = 2,022 MPa. Hasil pengujian kuat tekan jugaamenunjukkan bahwa nilai kuatttekan rata-rata maksimum diperoleh padaabetonndengan fiberrpolossdengan nilai sebesar f’c = 18,995 MPa. Sedangkan hasil uji modulus elastisitas maksimummmenggunakan acuan nilai tegangan dan regangan terjadi pada kait B menghasilkannnilaimmoduluseelastisitas yang maksimum yaitu dengannmetodeeEurocode 2 sebesar 17183,012 MPa , padaametode ASTMC469 didapat hasil 17687,223 Mpa. Untuk modulus elastisitasmmenggunakan acuan kuat tekan maksimummdiperoleh nilai rata-rata  terbesar pada beton fiberrdengan serat polos yaitu dengan  metoderSKSNI T-15-1991 yaitu sebesar 21594,655Mpa dan pada metode TS 500 (Turkey) memiliki nilai 28123,364 MPa. Kata kunci :  serattkaleng,beton berserat, kuatttarik belah, kuatttekan, moduluseelastisitas

Page 54 of 136 | Total Record : 1355