cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,355 Documents
DESAIN REKAYASA GEMPA BERBASIS KINERJA DENGAN METODE DIRECT DISPLACEMENT BASED DESIGN (DDBD) Prakosa, Arga Yudhistira; Wibowo, Ari; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.284 KB)

Abstract

Direct Displacement Based Design (DDBD) merupakan salah satu metode terbaru dalam perencanaan bangunan gedung tahan gempa, dimananilai displacement atau perpindahan lebih ditekankan sebagai acuan untuk menentukan kekuatan yang diperlukan bangunan terhadap gempa desain (displacement controled). Pada kajian ini digunakan gedung Laboratorium Kebencanaan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya untuk direncanakan ulang pada target kinerja Life Safety (ATC-40).Analisis dilaksanakan dengan bantuan software ETABS untuk mengetahui perilaku struktur dengan menggunakan analisis non-linear pushover. Sedangkan untuk pengaplikasian gempa dilakukan dengan metode DDBD dan SNI 1726-2012 sebagai pedoman peraturan.Didapatkan nilai daktilitas perpindahan aktual hasil analisis non-linear pushover adalah 2,126 untuk arah X dan 2,402 untuk arah Y. Nilai perioda efektif struktur adalah 0,898 detik untuk arah X dan 1,32 detik untuk arah Y. Nilai simpangan aktual hasil analisis non-linear pushover adalah 0,015 untuk arah X dan 0,016 arah Y.Dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan setelah mengalami gempa, struktur akan memiliki perilaku sesuai dengan target kinerjayang direncanakan di awal yaitu  life safety (nilai simpangan 0,02). Kata Kunci: performance based seismic design, direct-displacement based design, performance point, performance level
PENGARUH.VARIASI.PILIN SERAT.KALENG.MINUMAN TERHADAP.KUAT TEKAN, KUAT.TARIK BELAH, DAN MODULUS ELASTISITAS.BETON NORMAL Saha Prakasa, Ida Bagus; Wibowo, Ari; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.312 KB)

Abstract

Betonnmerupakannmaterialnyang lemah menahan gaya tarik dan kuat menahan gaya tekan sehingga mengakibatkan beton mudah retak saat menerima gaya tarik. Salah satu cara untuk memperbaiki sifat beton yang lemah terhadap tarik adalah dengan menambahkan serat kaleng dimana dengan memberikan tambahan serat tersebut kedalam campuran beton dapat meningkatkan kuat tekan, kuat tarik belah dan modulus elastisitas dari beton tersebut. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh serat kaleng yang di pilin terhadap peningkatan kuat tekan, kuat tariknbelah dan modulus elastisitas beton tersebut. Persentase serat kaleng yang ditambahkan kedalam campuran beton pada penelitian ini  adalah 10% dari volume beton yang direncanakan.Variasi yang digunakan adalah beton normal tanpa fiber, fiber polos dan fiber dengan pilin A dan pilin B. Pengujian yang dilakukan antara lain kuat tekan, kuat tarik belah dan modulus elastisitas beton. Pengujian dilakukan pada beton yang telah berumur 28 hari. Alat yang digunakan dalam pengujian kuat tarik belah dan kuat tekan adalah compression machine atau mesin kuat tekan, sedangkan uji modulus elastisitas menggunakan extensometer. Hasil pengujian kuat tarik belah menunjukkan bahwa nilai kuat tarik rata-rata maksimum diperoleh pada beton fiber pilin B  dengan nilai sebesar 2,046 MPa. Hasil pengujian kuat tekan juga menunjukkan bahwa nilai kuat tekan rata-rata maksimum diperoleh pada beton dengan penambahan serat fiber pilin B dengan nilai sebesar 22,890 MPa. Untuk pengujian nilai modulus elastisitas dilakukan dengan 3 cara yaitu menggunakan modulus elastisitas secan, modulus elastisitas tangen awal dan berdasarkan SK SNI T-15-1991 dimana diperoleh nilai modulus elastisitas maksimum pada variasi beton fiber pilin B dengan nilai modulus elastisitan secan sebesar 18870,9 MPa, modulus elastisitas tangen awal sebesar 19320,0 MPa dan untuk nilai modulus elastisitas yang mengacu pada SK SNI T-15-1991 diperoleh nilai sebesar 23733,512MPa. Kata kunci :  serat kaleng, kuat tarik belah, kuat tekan, modulus  elastisitas
PENGARUH VARIASI PILIN SERAT KALENG KEMASAN MINUMAN TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TERIK BELAH DAN MODULUS ELASTISITAS BETON RINGAN Utami, Annisa Fitria; N., Christin Remayanti; Firdausy, Ananda Insan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.826 KB)

Abstract

Beton merupakan material yang sering digunakan dalam dunia teknik sipil. Dalam perencanaannya beton memiliki kelebihan dalam memikul beban tekan. Namum salah satu kelemahannya yaitu beton sangat lemah dalam menerima gaya tarik. Salah satu cara mengatasi kekurangan tersebut dengan menambahkan serat kaleng (fiber) kedalam campuran beton. Variasi yang digunakan yaitu serat (fiber) pilin tipe A, tipe B, tanpa pilin (normal) dan beton tanpa fiber. Fraksi yang digunakan 10% dari volume beton. Karena penambahan serat (fiber) akan menambah berat isi beton, maka pda penelitian ini agregat kasar akan dicampur dengan batu apung (pumice) sebanyak 25% dari volume agregat kasar. Nilai FAS yang digunakan pada penelitian ini adalah 0.6-0.65. Pengujian yang dilakukan adalah uji kuat tarik belah dan kuat tekan menggunakan compression testing machine dan uji modulus elastisitas menggunakan extensometer. Pengujian dilakukan pada beton berumur 28 hari. Hasil pengujian uji kuat tekan didapatkan bahwa yang memiliki kuat tekan maksimum adalah beton pumice dengan fiber pilin tipe B dengan nilai sebesar 12.668 MPa (meningkat terhadap beton pumice tanpa fiber, dengan fiber tanpa pilin dan tipe A masing-masing sebesar 9.48%,4.49% dan 0.27%). Hasil pengujian kuat tarik belah menunjukkan bahwa nilai kuat tarik maksimum diperoleh pada variasi pilin tipe B dengan nilai sebesar 1.617 MPa (meningkat terhadap beton pumice tanpa fiber, dengan fiber tanpa pilin dan tipe A masing-masing sebesar 14.76%, 37.73% dan 16.08%). Begitu pula dengan hasil uji modulus elastisitas dengan metode Eurocode 2 dan ASTMC469 yang menunjukkan bahwa nilai modulus elastisitas dengan maksimum diperoleh pada variasi fiber pilin tipe B (meningkat terhadap beton tanpa fiber, dengan fiber tanpa pilin dan tipe A masing-masing sebesar 87.66%, 31.37% dan 0.58. Namun, hasil tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh penambahan fiber namun, dipengaruhi oleh nilai FAS yang berbeda. Kata Kunci: serat kaleng, pilin serat kaleng, batu apung, kuat tekan, kuat tarik, modulus elastisitas.
PENGARUH LIMBAH BATU ONYX SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR BETON TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANG Suprayitno, Eka Fajar; S, Edhi Wahyuni; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.559 KB)

Abstract

Agregat kasar merupakan salah satu material beton yang memiliki volume 60% sampai dengan 80% campuran beton. Salah satu alternatif pilihanpengganti agregat kasar beton adalah limbah batu onyx. Dalam desain beton bertulang struktural kuat lentur merupakan salah satu parameter kekuatan beton. Bila limbah batu onyx digunakan sebagai agregat kasar balok beton bertulang maka perlu diteliti perbedaan kuat lentur balok beton bertulang agregat kerikil dengan limbah batu onyx.Dalam penelitian ini dibuat dua jenis benda uji yaitu balok beton bertulang normal dan balok beton bertulang limbah onyx. Penelitian yang dilakukan dengan pembuatan benda uji silinder dan balok beton bertulang dengan dimensi 0,15 x 0,25 x 2 meter. Pengujian lentur dengan dibebani bertahap hingga mencapai beban maskimum.Hasil pengujian yang dilakukan kuat tekan rata – rata beton normal lebih besar dari kuat tekan rata – rata beton limbah onyx yaitu sebesar 7,858 %. Kuat lentur rata-rata balok beton bertulang agregat limbah batu onyx 1725,63 kgm dan kuat lentur rata-rata balok beton bertulang agregat kerikil 1728,38 kgm. Dari hasil analisis statistik dengan signifikansi 5% menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kuat lentur balok beton bertulang agregat limbah batu onyx dengan balok beton bertulang agregat kerikil. Dapat disimpulkan bahwa limbah batu onyx layak digunakan sebagai agregat kasar beton struktural. Kata Kunci: balokbetonbertulang, agregatlimbah batu onyx, kuat lentur.
PENGARUH PENGGUNAAN BETON PLASTIK UNTUK BATAKO RINGAN BERLUBANG DIUJI TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR DENGAN VARIASI JUMLAH SERAT BENANG Mufika, Neyla Rohmah; Dewi, Sri Murni; Arifi, Eva
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.31 KB)

Abstract

Batako plastik adalah salah satu contoh inovasi dari bahan bangunan. Pada penelitian ini akan mengganti agregat yaitu agregat kasar dengan batu bata dan agregat halus dengan plastik bertujuan agar batako menjadi batako ringan. Batako pada penelitian ini menggunakan batako berlubang yang berukuran 10x20x40 cm. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah serat benang terhadap kuat tekan dan kuat lentur batako. Komposisi yang dipakai adalah 2;0.66;1.3 dalam satuan kilogram yang didapatkan dari penelitian pendahuluan (trial & error). Variasi yang dipakai adalah jumlah serat benang masing-masing berjumlah 2, 4, 6 serat benang pada batako berlubang. Pada masing-masing benda uji diberi bahan tambah berupa abu sekam padi sebanyak 20% dari jumlah semen. Semen yang dipakai adalah Portland pozzolan cement (PPC) dan FAS sebesar 0,7. Uji kuat tekan dan lentur dilakukan pada umur 28 hari. Hasil dari pengujian kuat tekan dan kuat lentur menunjukan bahwa batako berlubang beton plastik yang menggunakan 6 serat benang memiliki nilai rata-rata yang lebih besar dibandingkan  batako berlubang beton plastik yang menggunakan 2 dan 4 serat benang. Nilai kuat tekan dengan menggunakan 2 serat benang, 4 serat benang, dan 6 serat benang secara berturut-turut sebesar  3,255 MPa; 4,385MPa; dan 4,463 MPa. Untuk nilai kuat lentur dengan menggunakan 2 serat benang, 4 serat benang, dan 6 serat benang secara berturut-turut sebesar 0,566 MPa; 0,707 MPa; dan 0,785 MPa. Kata kunci: Batako berlubang, serat benang, kuat tekan, kuat lentur
PENGARUH KOMPOSISI AGREGAT KASAR LIMBAH BATU BATA DAN AGREGAT HALUS LIMBAH PLASTIK TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANG BAMBU Wresniwira, Sastria; Dewi, Sri Murni; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.103 KB)

Abstract

Perkembangan ilmu dalam bidang kontruksi pada masa sekarang di indonesia  begitu pesat dalam hal  perkembangan teknologi bahan dalam kontruksi untuk mendapatkan solusi baru yang efektif dan ekonomis dalam pembangunan. Mengingat bahwa Sumber daya Alam yang sudah mulai susah di daur ulang, pada penelitian ini material yang akan digunakan adalah  bambu  sebagai pengganti  tulangan baja dan campuran beton ringan plastik sebagai agregat halus yang dipotong menjadi bagian-bagian kecil dan agregat kasar batu bata pecah. Kedua material tersebut merupakan material yang ringan, sehingga dapat menghasilkan beton ringan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh komposisi agregat kasar limbah batu bata dan agregat halus limbah plastik terhadap kuat lentur balok beton bertulang bambu serta berat jenis beton. Variasi komposisi pada penelitian ini adalah 1,8:0,66:1,3; 2:0,66:1,3; dan 2:0,7:1,1 dengan perbandingan semen : plastik : batu bata dalam satuan berat. . Pada masing-masing variasi diberi bahan tambahan berupa abu sekam padi diambil sebanyak 20% dari jumlah semen. Semen yang digunakan adalah portland pozzolan cement (PPC) dengan FAS sebesar 0,7. Pengujian kuat lentur pada sampel dilakukan pada umur 28 hari. Sampel yang digunakan untuk pengujian kuat lentur adalah balok berukuran 15 x 15 x 60 cm.Berdasarkan Hasil pengujian kuat lentur dan berat jenis volume balok pada variasi komposisi 1,8:0,66:1,3 memiliki kuat lentur sebesar 1516,67 kg dan berat volume  1639,51 kg/m3, komposisi 2:0,66:1,3 sebesar 1750 kg dan berat volume 1619,75 kg/m3, dan komposisi 2:0,7:1,1 sebesar 1783,33 kg dan berat volume 1629,63 kg/m3. Sesuai dengan syarat beton ringan berat volume balok tersebut memenuhi salah satu persyaratan beton ringan, walaupun kekuatan yang dihasilkan tidak sebesar beton normal dan tidak termasuk dalam kriteria beton ringan. Melalui uji statistik anova satu arah hubungan antara variasi komposisi terhadap kuat lentur dan berat volume tidak menunjukan keterkaitan yang kuat. Kata Kunci :Beton ringan, balok, agregat ringan, limbah plastik, kuat lentur
PENGARUH KOMPOSISI SEMEN, AGREGAT KASAR BATU BATA PECAH DAN AGREGAT HALUS LIMBAH PLASTIK TERHADAP KUAT TARIK BELAH DAN KUAT LENTUR BETON Shoufika, Alifinia; Dewi, Sri Murni; Budio, Sugeng P.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.616 KB)

Abstract

Inovasi-inovasi baru pada material kerap dilakukan untuk mendapatkan beton yang ringan. Beton ringan terdiri dari agregat kasar dan agregat halus yang mempunyai berat volume lebih ringan dari material beton pada umumnya. Bahan penyusun beton ringan pada penelitian ini adalah semen portland pozzolan, agregat kasar berupa batu bata pecah dan agregat halus berupa limbah plastik serta diberikan bahan tambah berupa abu sekam padi sebanyak 20% dari jumlah total semen. Variasi komposisi yang digunakan adalah 1.8:0.66:1.3; 2:0.66:1.3; dan 2:0.7:1.1 dengan perbandingan semen:plastik:batu bata dalam satuan kilogram dengan FAS sebesar 0.7. Pengujian yang dilakukan adalah uji kuat tarik belah pada benda uji silinder diameter 15 cm dan tinggi 30 cm dan uji kuat lentur pada balok sederhana tanpa tulangan dengan dimensi 15 cm x 15 cm x 60 cm. Pengujian dilakukan pada beton berumur 28 hari. Hasil pengujian kuat tarik belah rata-rata maksimum terdapat pada komposisi 2:0.66:1.3 menghasilkan kekuatan sebesar 0.639 MPa. Sedangkan hasil pengujian kuat lentur rata-rata maksimum menghasilkan pada komposisi 1.8:0.66:1.3 dengan kekuatan sebesar 1.233 MPa. Hubungan antara tiap variasi komposisi dan kuat tarik belah serta kuat lentur tidak menunjukkan hubungan yang kuat. Berat volume rata-rata benda uji silinder dan balok didapatkan berkisar antara 1610-1650 kg/m3. Jika ditinjau hanya dari berat volume, benda uji sudah memenuhi syarat beton ringan, meskipun hasil kekuatan yang dihasilkan belum optimum. Kata Kunci:komposisi, semen, agregat, kuat tarik belah, kuat lentur
PENGARUH KOMPOSISI AGREGAT KASAR LIMBAH BATU BATA DAN AGREGAT HALUS LIMBAH PLASTIK TERHADAP KUAT GESER BALOK BETON BERTULANG BAMBU S, Rinaldi; Dewi, Sri Murni; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1307.071 KB)

Abstract

Dalam dunia konstruksi beton adalah sebuah bahan bangunan komposit yang terbuat dari kombinasi agregat dan pengikat semen. Beton terbentuk dari campuran semen, pasir, kerikil, dan air. Salah satu teknologi yang sedang berkembang dalam konstruksi bangunan adalah beton ringan. Pada penelitian material yang akan digunakan untuk campuran beton ringan adalah plastik sebagai agregat halus dan batu bata pecah sebagai agregat kasar dengan menggunakan tulangan bambu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi semen, agregat kasar batu bata dan agregat halus limbah plastik terhadap kuat geser balok bertulang bambu. Variasi komposisi pada penelitian ini yaitu 1,8:0,66:1,3 ; 2:0,66:1,3 dan 2:0,7:1,1 dengan perbandingan semen: batu bata : plastik dalam satuan berat dengan FAS sebesar 0,7. Pada penelitian ini juga digunakan bahan tambah abu sekam padi sebanyak 20% dari jumah semen. Sampel yang digunakan adalah balok berukuran 15 x 20 x 60 cm sebanyak 9 buah. Hasil pengujian kuat geser paling besar pada penelitian ini terdapat pada variasi komposisi 1,8:0,66:1,3 dengan rata-rata sebesar 2582,33 kg, berat volume rata yang didapatkan dari penelitian ini pada komposisi 1 sebesar 1632,41 kg/m3, komposisi 2 sebesar 1688,89 kg/m3, dan komposisi 3 sebesar 1674,07 kg/m3. Sehingga, bisa dikatakan bahwa jenis beton pada penelitian ini masuk dalam kriteria beton ringan. jika ditinjau dari dari berat volume benda uji sudah memenuhi syarat beton ringan, namun hasil kekuatan yang dihasilkan belum optimum. Pada penelitian ini juga menganalisis pola retak yang terjadi pada balok, ratak awal pada balok rata-rata terjadi pada beban 1000 kg yang diawali dengan retak lentur. Dengan meggunakan metode perhitungan statistik uji anova satu arah diketahui bahwa pengaruh komposisi rasio semen dan agregat terhadap kekuatan balok yang diakibatkan karena rasio semen yang digunakan antar variasi masih sangat kecil, sehingga tidak terlihat perbedaan yang signifikan. Kata kunci : komposisi, ratio,semen, agregat, kuat geser, pola retak.
PENGARUH KOMPOSISI SEMEN, AGREGAT KASAR BATU BATA PECAH DAN AGREGAT HALUS LIMBAH PLASTIK TERHADAP KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS SILINDER BETON RINGAN Anderson, Jordi; Dewi, Sri Murni; Budio, Sugeng P.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.717 KB)

Abstract

Perkembangan dan kemajuan teknologi di bidang konstruksi sangat pesat di Indonesia. Inovasi-inovasi baru pada material kerap dilakukan untuk salah satunya untuk mendapatkan beton yang lebih kuat, awet, ekonomis serta ringan. Salah satu cara untuk membuat beton ringan adalah dengan mengganti agregat kasar atau agregat halus yang mempunyai berat jenis lebih ringan. Pada penelitian ini, material yang akan digunakan untuk campuran beton ringan adalah plastik sebagai agregat halus yang dipotong menjadi bagian-bagian kecil dan agregat kasar batu bata pecah. Kedua material tersebut merupakan material yang ringan, sehingga dapat menghasilkan beton ringan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komposisi semen, agregat kasar batu bata pecah dan agregat halus limbah plastik terhadap kuat tekan, modulus elastisias serta pada berat jenis beton.Penelitian ini memiliki 3 variasi yaitu 1,8:0,66:1,3; 2:0,66:1,3; dan 2:0,7:1,1 dengan perbandingan semen : batu bata : plastik dalam satuan kilogram.Semen yang digunakan adalah portland pozzolan cement (PPC) dengan FAS sebesar 0,7. Pada masing-masing variasi diberi bahan tambah berupa abu sekam padi diambil sebanyak 20% dari jumlah semen.Berdasarkan hasil pengujian, kuat  tekanpaling besar terdapat pada komposisi 2:0,66:1,3 menghasilkan kekuatan sebesar 6,219 MPa. Modulus Elastisitas paling besar terdapat pada komposisi 2:0,66:1,3 menghasilkan kekuatan 2237,460 MPa untuk secant modulus elastisitas, 2402.155 MPa untuk initial-tangen modulus elastisitas dan 7144,928 MPa untuk modulus elastisitas berdasarkan rumus SNI. Seiring dengan bertambahnya rasio semen, kekuatan  tekan dan modulus elastisitas bertambah tapi tidak secara signifikan. Hubungan antara tiap variasi komposisi dan kuat tekan serta modulus elastisitas tidak menjukkan hubungan yang kuat. Berat jenis yang didapatkan berkisar antara 1610 – 1650 kg/m3. Jika ditinjau hanya dari berat jenis, benda uji sudah memenuhi syarat beton ringan, meskipun hasil kekuatan yang dihasilkan belum optimum. Kata kunci : beton ringan, komposisi, rasio, semen, agregat, kuat tekan, modulus elastisitas.
PERENCANAAN ALTERNATIF STRUKTUR KOMPOSIT GEDUNG LABORATORIUM KEBENCANAAN JURUSAN TEKNIK FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA Dharma, Besar Wira; Hidayat, M. Taufik; N., Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1207.626 KB)

Abstract

Dalam menunjang kebutuhan sarana dan prasarana mahasiswa di Universitas Brawijaya, bangunan tinggi dibangun karena adanya keterbatasan lahan. Namun bangunan bertingkat tinggi harus mampu menahan beban vertikal dan gaya gempa yang ada. Berat sendiri bangunan sangat mempengaruhi besarnya gaya geser yang diakibatkan oleh gempa. Oleh karena itu, untuk memperkecil berat sendiri bangunanperlu dicobaperencanaan lain pada Gedung Laboratorium Kebencanaan Teknik Sipil Universitas Brawijaya. Perencanaan struktur alternatif yang digunakan adalah struktur komposityang mendasar pada metode LRFD. Sebelum merencanakan, harus didapat data berupa denah balok dan kolom terlebih dahulu. Setelah itu, dihitung pembebanan yang ada kemudian dilakukan analisis statika pada SAP2000 v19 untuk mendapatkan gaya-gaya dalam. Kontrol profil yang dilakukan adalah momen, geser,askial, dan lendutan. Hasil analisis menunjukkan balok dan kolom memenuhi persyaratan. Profil balok induk didapat 14’ WF 14x12 dan profil balok anak 10’WF 10x8. Sedangkan kolom digunakan profil WF 400x400x13x21. Agar tidak terjadi selip antar balok dan beton, digunakan penghubung geserdengan Ø=19,5mmdan fu stud = 400 MPa. Sambungan balok-kolom menggunakan las elektroda  E80 dengan fuw = 560 Mpa.Untuk sambungan antar balok dan sambungan antar kolom digunakan baut tipe A325. Struktur komposit memiliki keunggulan diantaranya kekakuan pelat lantai meningkat, lendutan lebih kecil, dimensi balok dan kolom lebih kecil sehingga berat sendiri bangunan berkurang.   Kata Kunci : struktur komposit, LRFD, bangunan tinggi

Page 55 of 136 | Total Record : 1355