cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,398 Documents
PENGARUH VARIASI RASIO TULANGAN LONGITUDINAL BAMBU DARI METODE CONCRETE JACKETING PADA KOLOM BETON MENGGUNAKAN SENGKANG BAMBU Pramudito, Faishal; Wijatmiko, Indradi; N., Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.001 KB)

Abstract

Indonesia kerap kali terjadi kegagalan struktur pada bangunan. Karena latar belakangtersebut para civil engineer di Indonesia melakukan riset dan berbagai macam penelitian. Sehingga berkembanglah inovasi perkuatan maupun perbaikan pada struktur-struktur bangunan seperti concrete jacketing, steel bonding plat, carbon fibre reinforced polymer, self healing concrete, melakukan eksternal prestressing dan lain sebagainya. Ada 4  jenis kolom yang akan diteliti kali ini, yaitu kolom retrofit dengan kode A2 yang dipasangi tulangan bambu sebanyak 4 buah dengan ukuran 10 x 10 mm dengan rasio tulangan sebesar 1,23, kolom retrofit B2 yang dipasangi tulangan bambu sebanyak 8 buah dengan ukuran 10 x 0,5 mm dengan rasio tulangan sebesar 1,23, kolom retrofit C2 yang dipasangi tulangan bambu sebanyak 4 buah dengan ukuran 10 x 20 mm dengan rasio tulangan sebesar 2,47 dan kolom retrofit D2 yang dipasangi tulangan bambu sebanyak 8 buah dengan ukuran 10 x 10 mm dengan rasio tulangan sebesar 2,47.   Hasil penelitian ini didapatkan bahwa kolom retrofit C2 dengan rasio tulangan 2,47 memiliki nilai kuat tekan 11,59% lebih besar dibandingkan dengan kolom retrofit A2 dengan rasio tulangan 1,23. Untuk nilai kekakuan dan modulus elastisitas, kolom retrofit C2 memiliki nilai 30,39% lebih besar dibandingkan kolom retrofit A2. Pada perbaikan kolom asli, kolom retrofit A2 memiliki nilai peningkatan daktilitas yang lebih besar yakni 264,07% dibandingkan dengan kolom retrofit C2 yang mengalamai penurunan sebesar 46,64%. H, kolom retrofit D2 memiliki nilai peningktan daktilitas yang lebih besar yakni 75,47% dibandingkan dengan kolom retrofit B2 yang mengalami peningkatan daktilitas sebesar 6,75% dari kolom asli. Hasil kedua tipe kolom diatas menunjukkan bahwa kolom retrofit D2 yang memiliki rasio tulangan yang lebih besar tidak memberikan efek yang signifikan untuk menambah nilai kekakuan, modulus elastisitas dan peningkatan daktilitas .           Kata Kunci : Jaket beton, efektifitas, kuat tekam , kekakuan, modulus elastisitas, daktilitas.
PENGARUH VARIASIJUMLAH DAN DIMENSI TULANGAN LONGITUDINAL MATERIAL BAMBU PADA PERBAIKAN KOLOM DENGAN METODE CONCRETE JACKETING Rahmasari, Novita; Wijatmiko, Indradi; Wibowo, Ari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1226.053 KB)

Abstract

Kolom merupakan elemen utama dari suatu struktur bangunan karena, kolom memiliki peran utama yaitu sebagai elemen yang menyangga beban aksial dari gaya tekan vertikal. Lokasi kritis keruntuhan struktur (collapse) berada pada kolom sehingga, perlu diperhatikan apabila kolom mengalami kerusakan.Keruntuhan pada kolom dapat berupa kerusakan akibat gempa bumi, overloading, tulangan kolom yang sudah luluh, dan beton keropos.Untuk mencegah keruntuhan dan memperbaiki kolom yang rusak maka diperlukan perkuatan dan perbaikan kolom. Pada penelitian ini kolom diretrofit menggunakan metode Concrete Jacketing dan akan dipasangi sengkang dan tulangan longitudinal bermaterial bambu.Berdasarkan hasil penelitian, kolom retrofit dengan  penggunaan tulangan bambu lebih mampu meningkatkan daktilitas, gaya tekan, modulus elastisitas serta kekakuan. Kata Kunci: Jaket beton, gaya tekan, kekakuan, modulus elastisitas, daktilitas.
PENGARUH KADAR AIR TERHADAP DAYA DUKUNG PADA TANAH LUNAK DI JALAN TOL GEMPOL - PASURUAN Dianing Putri, Arinda Rahma; Zaika, Yulvi; ., Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.341 KB)

Abstract

Jalan tol Gempol – Pasuruan merupakan jalan yang menghubungkan daerah Gempol, Sidoarjo dengan Kota Pasuruan. Seperti yang telah diketahui bahwa tanah di daerah tersebut besifat kohesif, sehingga apabila terjadi anomali iklim yang dapat menyebabkan adanya variasi kadar air yang diterima oleh tanah, kondisi tanah menjadi tidak stabil. Perlu dilakukan pengujian sifat fisik dan sifat mekanik tanah untuk mengetahui karakteristik tanah. Dilakukan pengujian Califonia Bearing Ratio (CBR), uji kuat tekan bebas (Unconfied Compression Test), dan uji triaksial (Triaxial Test) untuk mengetahui nilai daya dukung tanah (DDT) dengan variasi kadar air yaitu 20 %, 25 %, 31,25 %, 32 %, 33%, dan 38 %. Hasil dari pengujian CBR adalah semakin besar nilai CBR maka nilai daya dukung tanah bertambah besar. Dari hasil penelitian uji kuat tekan bebas (unconfined compression test) didapatkan semakin besar kadar air nilai qu, dan Cu semakin kecil. Untuk sudut geser (ф) yang diuji dengan uji triaksial (triaxial test) didapatkan semakin besar kadar air sudut geser (ф) semakin kecil. Sedangkan untuk nilai kohesi (c) didapatkan bahwa nilai kohesi (c) terbesar berada pada sekitar daerah OMC. Kata kunci : tanah lunak, variasi kadar air, karakteristik tanah, kuat tekan bebas, triaksial, California Bearing Ratio (CBR), daya dukung tanah.
PERUBAHAN STABILITAS TANAH AKIBAT PENAMBAHAN KAPUR, SEMEN, DAN FLY ASH PADA TANAH LUNAK PROYEK TOL GEMPOL-PASURUAN Darmawan, Wahid; Rachmansyah, Arief; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.513 KB)

Abstract

Jalan tol Gempol - Pasuruan merupakan jalan tol yang menghubungkan daerah Gempol, Sidoarjo dengan Kota Pasuruan. Seperti yang telah diketahui bahwa tanah di daerah tersebut besifat kohesif, sehingga dapat menyebabkan kondisi tanah menjadi tidak stabil. Perlu dilakukan pengujian sifat fisik dan sifat mekanik tanah untuk mengetahui karakteristik tanah. Dilakukan pengujiankuat tekan bebas (Unconfied Compression Test),uji triaksial (Triaxial Test), dan ujiKonsolidasi (Consolidation Test) untuk mengetahui nilai stabilitas kadar zat additif yang bervariasi, untuk kapur yaitu sebesar 3%; 6%; 9%; 12%; dan 15%, untuk semen sebesar 5%, 8%, 10%, 12%, dan 15%, dan untuk fly ash sebesar 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%. Hasildari penelitian uji kuat tekan bebas (unconfined compression test) didapatkan semakin besar kadar additif nilai qu, dan Cu semakin besar. Untuk sudut geser (ф) yang diuji dengan uji triaksial (triaxial test) didapatkan semakin besar kadar additif maka sudut geser (ф) semakin besar dan grafik nilai kohesi (c) berbanding terbalik terhadap nilai sudut geser (ф). Dari hasil pengujian konsolidasi (consolidation test) adalah semakin besar nilai koefisien konsolidasi maka semakin besar pula nilai penurunan tanah.   Kata kunci: tanah lunak, fly ash, kapur, semen, kuat geser, konsolidasi.
ANALISA KINERJA BIAYA DAN WAKTU DENGAN METODE EARNED VALUE PADA PROYEK GEDUNG BALAI NIKAH DAN MANASIK HAJI KECAMATAN SIJUNJUNG, KABUPATEN SIJUNJUNG, SUMATERA BARAT Miftha, M. Faridhol; Hasyim, M. Hamzah; Unas, Saifoe El
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.84 KB)

Abstract

Earned Value adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisis kinerja proyek.Kinerja yang dianalisis adalah kinerja waktu dan kinerja biaya proyek.Selain itu dengan Earned Valuejuga dapat digunakan untuk melakukan prediksi biaya proyek keseluruhan, biaya untuk pekerjaan sisa, prediksi waktu keseluruhan, prediksi waktu tersisa, dan pedoman pengerjaan proyek kedepannya.Kinerja biaya dan waktu tersebut diperoleh dengan menganalisis data-data yang dijadikan indikator dalam perhitungan seperti pengeluaran aktual, laporan mingguan dan sebagainya.Proyek pembangunan gedung balai nikah dan manasik haji adalah proyek pembangunan yang ditujukan untuk memnuhi kebutuhan masyarakat. Proyek ini bernilai Rp 777.995.000,- . Dalam pelaksanaannya proyek mengalami perbedaan dari perencanaan ditinjau dari segi biaya dan waktu.Oleh karena itu, untuk mengetahui kinerja biaya dan waktu, sehingga dilakukan analisis dengan menggunakan metode Earne Value pada proyek ini. Kata-kata Kunci: earned value, eavaluasi proyek, kinerja biaya, kinerja waktu, forecasting proyek
ANALISIS PERBANDINGAN PONDASI RAKIT DENGAN PONDASI TIANG BOR PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT UNIVERSITAS BRAWIJAYA Ratri, Lola Kumala; Munawir, As’ad; Rachmansyah, Arief
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.605 KB)

Abstract

Pondasi merupakan bagian terbawah dari suatu bangunan yang berfungsi meneruskan beban-beban diatasnya, beban-beban yang diterima maupun di dekat permukaan tanah ke tanah di bawahnya. Gedung Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Brawijaya (RSGM UB) merupakan salah satu infrastruktur yang akan dibangun di Universitas Brawijaya, Malang. RSGM UB direncanakan menggunakan pondasi dalam berupa pondasi tiang bor. Pada studi ini dilakukan perencanaan ulang pondasi pada RSGM UB menggunakan pondasi dangkal berupa pondasi rakit. Hasil studi dan analisis menunjukkan bahwa pondasi rakit tidak ada permasalahan pada daya dukung, daya dukung ijin netto yang didapat berdasarkan uji lapangan dengan metode Hansen menghasilkan nilai daya dukung ijin 14012.54 kg/m². Tegangan netto pondasi rakit akibat beban gravitasi adalah sebesar 5611.79 kg/m², sehingga masih di bawah nilai kapasitas dukung ijin tanah. Dengan demikian tanah aman terhadap keruntuhan kapasitas dukung. Namun pada analisis penurunan hasil yang ditunjukkan lumayan besar, yaitu mencapai 14 cm. Nilai penurunan tersebut tergolong besar namun normal terjadi karena beban struktur gedung dan pondasi rakit yang besar. Analisis biaya konstruksi menunjukkan bahwa pondasi tiang bor lebih ekonomis sejumlah Rp. 5.77.2.733.207,27 dibandingkan pondasi rakit yang memerlukan sejumlah Rp. 6.819.519.605,14. Analisis ini dapat disimpulkan bila memperhatikan aspek fungsional maka pemakaian pondasi tiang bor pada RSGM UB lebih dianjurkan karena biayanya yang lebih murah.   Kata Kunci: Pondasi rakit, pondasi tiang bor, daya dukung, penurunan, biaya konstruksi
ANALISIS PERBANDINGAN PONDASI TIANG PANCANG DENGAN PONDASI TIANG BOR PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT UNIVERSITAS BRAWIJAYA ., Mayangsari; Munawir, As’ad; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.616 KB)

Abstract

Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Brawijaya (RSGM UB) merupakan salah satu gedung infrastruktur penunjang pendidikan yang berada di Universitas Brawijaya, kota Malang. Konstruksi RSGM UB ini direncanakan menggunakan, pondasi tiang bor. Pada studi ini direncanakan ulang menggunakan pondasi tiang pancang.Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui perencanaan tiang pancang, mendapatkan pondasi yang lebih efisien dan ekonomis diantara pondasi tiang pancang dan tiang bor, dengan cara membandingkan biaya yang dibutuhkan, serta pondasi manakah yang lebih cepat proses penyelesaiannya. Dari hasil perhitungan perencanaan pondasi tiang pancang menggunakan data yang di dapat dari test laboratorium dengan parameter tanah: f, c, dan g pada kondisi tak terdrainase, didapatkan daya dukung ijin sebesar 742.28 kN. Daya dukung ijin dari hasil data lapangan menggunakan pengujian SPT didapatkan sebesar 609.816 kN.Biaya yang dibutuhkan dalam pembangunan pondasi tiang pancang adalah Rp 4.750.140.000 dengan jumlah tiang pancang 330 buah.Sedangkan pada tiang bor biaya yang dibutuhkan sebesar Rp 6.350.000.000 dengan jumlah tiang bor 157 buah.Selisih harga antara kedua pondasi tersebut adalah Rp 1.599.860.000. Hasil tersebut menunjukkan dari segi biaya tiang pancang lebih efisien dan ekonomis dibandingkan tiang bor. Akan tetapi, jika ditinjau pada aspek pelaksanaan tiang bor lebih cepat penyelesaiaanya dibanding tiang pancang yang proses pekerjaannya hanya dapat dilakukan pada malam hari. Katakunci : Pondasi tiang pancang, daya dukung, biaya konstruksi
DAMPAK RENCANA AKSES JALAN TOL PANDAAN-MALANG TERHADAP JALAN ASRIKATON, AMPELDENTO, SEKARPURO DAN KI AGENG GRIBIG Maulana Rizky Akbar, Moch. Ilham Dwiyulianto; Bowoputro, Hendi; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.86 KB)

Abstract

Kota Malang merupakan kota terpadat kedua di Provinsi Jawa Timur setelah Kota Surabaya. Padatnya jumlah penduduk di Kota Malang tidak diiringi dengan sarana prasarana yang memadai.Sarana dan prasarana sendiri memiliki peran penting dalam meningkatkan aspek ekonomi, sosial, budaya dan menghubungkan antar wilayah. Selain itu, sarana  prasarana juga berperan meningkatkan jaringan transportasi, komunikasi, dan informatika. Pemerintah Indonesia hingga saat ini terus melaksanakan Pembangunan Nasional. Salah satu fokus pada saat ini adalah pembangunan Jalan Tol.Diantaranya adalah pembangunan Jalan Tol untuk menghubungkan Kota Malang dengan Kota Surabaya yaitu Jalan Tol Pandaan-Malang. Dengan adanya akses Jalan Tol Pandaan-Malang akan merubah status beberapa ruas jalan yang berada di Kota Malang yang bermula berstatus jalan kota akan berubah menjadi jalan Provinsi atau jalan Nasional.Pengumpulan data dilakukan dengan dua metode yaitu dengan metode traffic counting di ruas jalan Asrikaton, Ampeldento, Sekarpuro dan Ki Ageng Gribig selain pada ruas traffic counting juga dilakukan pada simpang Abdul Rachman Saleh, Ampeldento, Wisnuwardhana dan Madyopuro. Metode ke dua yang dilakukan adalah metode wawancara langsung pada pada pengguna jalan khususnya kendaraan berat. Survai traffic counting dilakukan pada hari sabtu sore pukul 14.30-16.30 dan senin pagi pukul 06.00-09.00.Dari hasil analisis didapat bahwa kinerja ruas dan simpang eksisting di daerah studi buruk dan memiliki waktu tunda yang berlebihan sehingga disarankan dilakukan perbaikan geometri dan manajemen lalu lintas kembali. Seperti pada simpang Madyopuro memiliki LOS F yang memiliki DS sebesar 1.842 dan tundaa >45 detik/smp Untuk itu direkomendasikan melakukan perbaikan berupa pelebaran jalan dan merubah fase lalu lintas sehingga merubah nilai LOS menjadi C, DS menjadi 0.79 dan tundaan menjadi 24.21 detik/smp Kata kunci : Derajat Kejenuhan, Tundaan, Jalan Tol Pandaan-Malang, kota Malang
DAMPAK PERUBAHAN STATUS JALAN L.A SUCIPTO-JALAN RAYA BUGIS DARI JALAN KOTA MENJADI JALAN NASIONAL Cibro, Lolo Karina; Bowoputro, Hendi; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.656 KB)

Abstract

Perkembangan infrastruktur di Indonesia saat ini berkembang sangat pesat. Dapat kita lihat dengan banyaknya proyek pembangunan infrastruktur di segala bidang termasuk bidang transportasi dibangun oleh pemerintah, swasta dan lain-lainPemerintah Indonesia hingga saat ini terus melaksanakan Pembangunan Nasional dengan salah satu fokus adalah pada penyediaan jaringan transportasi, yaitu pembangunan Jalan Tol. Jalan Tol Pandaan-Malang merupakan kelanjutan dari Jalan Tol Gempol–Pandaan yang direncanakan memiliki panjang 37,6 km dan melintasi tiga wilayah, yakni Pasuruan, Kota Malang dan Kabupaten Malang Pembangunan Jalan Tol Pandaan-Malang mengakibatkan perubahan jalur yang dilalui truk. Perubahan jalur ini yang akan mengaibatkan perubahan beban lalu lintas terhadap ruas jalan L.A Sucipto- Jalan Raya Wendit Barat- Jalan Raya Bugis dan memberikan dampak pada tingkat pelayanan lalu lintas. Bertambahnya volume lalu lintas dapat menyebabkan kemacetan, tundaan dan lain sebagainya, sehingga mengganggu aktivitas warga sekitar dan khususnya pengguna jalan. Untuk itu, diperlukan Analisis Dampak perubahan status jalan dalam rangka meninjau pengaruh pergerakan lalu lintas baru terhadap sistem jaringan jalan yang sudah ada dan setelah adanya pergerakan baru akibat pembangunan Jalan Tol Pandaan-Malang. Kinerja jaringan jalan yang ditinjau setelah beroperasinya jalan tol Pandaan-Malang memiliki nilai derajat kejenuhan diatas 0.75 dan memiliki tingkat pelayanan ≥ C. untuk Ruas Jalan L.A Sucipto memiliki nilai DS= 0.9474, LoS= D dan Ruas Jalan Raya Bugis  memiliki nilai DS sebesar 1.0997, LoS=E. Simpang tidak bersinyal yang ditinjau mengalami perubahan kinerja. Nilai derajat kejenuhan  pertigaan jalan Simpang L.A Sucipto meningkat menjadi 0.966 dengan tundaan sebesar 17.64 det/smp , Simpang Industri Wendit Barat mmiliki nilai DS=0.86 dengan tundaan sebesar 14.63 det/smp, serta Simpang Saptorenggo memiliki nilai DS =2.258 dengan tundaan sebesar -3.20 det/smp sehingga tingkat pelayanan uang dimiliki oleh masing-masing simpang tidak bersinyal adalah C,C dan F Tindakan perbaikan yang dapat dilakukan antara lain mengubah simpang tidak bersinyal menjadi besinyal dengan tiga fase pergerakan , melakukan perbaikan geometri pada badan jalan dan masing masing kaki simpang yang ditinjau, serta melakukan pengaturan ulang waktu siklus pada simpang bersinyal. Perhitungan kinerja jaringan jalan yang ditinjau serta perbaikan berdasarkan Pendoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI).   Kata kunci: Lalu lintas, Tol Pandaan-Malang, Derajat kejenuhan, Tingkat Pelayanan
APLIKASI METODE TIME COST TRADE OFF UNTUK MENGOPTIMALKAN WAKTU DAN BIAYA PEKERJAAN PROYEK PADA PEMBANGUNAN GEDUNG PENGAIRAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA Laksana, Bayu Indra; Wijatmiko, Indradi; Hasyim, M Hamzah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.236 KB)

Abstract

Pada=mas= pelaksanoan=proyek=konstruksi9seringterjadi ketidak sesuaien=antara jadwal rencana dan realisasi di lapangan yang dapat mengakibatkan.pertambahan waktu pelaksanaan dan.pembengkakan3biaya pelaksanaaan. Keterlambatanodapat diatasi=dengan=melakuka” percepatan=dapat ditarik kesimpulan sebagai Pada bab iki akan dijelasken mengenai studi kasus pada proyek pembangunen gedung Pengairan Universitas Brawijaya=faktor=pembiayaan=sehingga=hasi= yang diharapkan=yaitu biaya]minimum tanpa mengabaikanmutusesuai standar yang+diinginkan. Alternatif yang dapat digunakanadalah penambahan=jamkerja dan=penambahan\”tenagakerja. Penulis akan dilakukan analisis skenario percepatan penyelesaian proyek dengan membandingkan penambahan jamkerja}sebanyak}(cara pertama) dan penambahan”:tenaga kerja (cara kedua). Metode analisis yang akan digunakan ialah metodu pertukeran waktu=dan.biaya (time cost trade off). Tujuan[dari metodef.ini adalah mempercepat=wakto pelaksanean+proyekl;dan=menganalisisdvepengaruh=waktu=dapat=dipersingka=dengan=penambahan=biaya=sehinggajndapat=diketahu=juhpercepatanan=Lpaling=maksimumKdan+biaya yangfgpaling:minimum. Perhitunganddimulai3dengan mencarilintasan kritis dad kemudias dilakukon crashing+untuk.mendapatkan=cost=slope. Selanjutnyaoipenekanksjhdurasidcshdimulaisdcdaridcsdaktivitas yangmemilikidcwcostscdsslopesdcterendah. Darishasilsdcanalisis didapatdbahwasdcpercepatan=yang menghasilkanrtotalmcosL minimum (belum termasuk tidak langsung) untukgf proyekf Pembangunab Gedungt Pengairang adalaho dengano menggunakann penambahen tenaga kerjo, dengane totaol costa dan totalu durasio menjade Rp. 17.790.067.877 menjade 224 hr didapate efisiensi waktu proyek dari keterlambatann sebonyak 19 hary (9,07%). Kata kunci :percepatan proyeg, time cost trade off, lintason kritis, cost slop, penambahen jam kerjo, penambahen tenago kerjahs. Kata Kunci: Time cost trade off percepatan pembangunan proyek, efisiensi.

Page 58 of 140 | Total Record : 1398