cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,398 Documents
EVALUASI KINERJA OPERASIONAL DAN PELAYANAN TERMINAL BUS ARJOSARI DI KOTA MALANG ; Wicaksono, Achmad; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.639 KB)

Abstract

Seiring dengan perkembangan kota Malang yang semakin pesat, maka aktifitas manusia semakin beragam dan meningkat terutama di terminal. Namun di terminal Arjosari ini justru merupakan permasalahan utama, seperti ketidakjelasan arah menyebabkan para calon penumpang merasa kebingungan untuk menuju tempat yang akan dituju, penumpang yang naik dan turun di dalam terminal lebih memilih naik dan turun di luar terminal karena waktu tunggu di dalam terminal yang cukup lama. Penelitian ini menggunakan metode survai lapangan, dengan melakukan pengamatan secara langsung di Terminal Arjosari pada hari Jum’at, Sabtu, Minggu, Senin pada jam (06:00-11:00) sesi pagi dan untuk siang jam (12:00-18:00) serta dengan jumlah responden 390 untuk penyebaran kuisioner. Pengamatan langsung dilakukan dengan pencatatan data waktu kedatangan bus, plat nomor, jurusan, waktu parkir, waktu keberangkatan dan kuisioner serta dilakukan wawancara. Metode analisisa penelitian ini menggunakan : (a) Analisis Antrian, (b) Analisis Kapasitas Parkir, (c) Analisis Waktu Layan, (d) Analisis IPA, (e) Analisis SWOT. Dari hasilanalisis antrian di Terminal Arjosari, jumlah kedatangan bus terbesar terjadi pada hari Jum’at pagi (06:00-11:00) dimana nilai λ = 0,3996 bus/menit, lebih tinggi dari waktu lainnya dan belum terjadi tingkat antrian yang jenuh karena nilai ρ < 1. Konfigurasi parkir yang digunakan pada areal parkir tersebut adalah parkir sejajar. Dari hasil perhitungan kapasitas kedua areal parkir tersebut menghasilkan kapasitas sebesar 43 bus. Dari hasil perhitungan fluktuasi dan akumulasi parkir dengan interval 1 jam didapat fluktuasi maksimum di keempat hari survei terjadi pada hari Jum’at pagi (10:00-11:00) dengan volume 31 bus. Pada layanan keberangkatan, waktu layan rata-rata bus sangat bervariasi. Nilai waktu layan rata-rata terlama terjadi pada hari Senin siang antara 5 menit sampai dengan 30 menit. Dari 12 atribut pada analisis IPA terdapat 2 atribut yang masuk dalam kuadran I, dimana kedua atribut tersebut adalah (1) Lajur pejalan kaki, (2) Jalur kedatangan dan keberangkatan. Untuk menentukan strategi yang digunakan terkait permasalahan di Terminal Arjosari dilakukan analisis SWOT   Kata Kunci : Terminal, Antrian, Areal Kedatangan, Areal Parkir, Areal Keberangkatan, Importance Performance Analysis (IPA), Analisis SWOT.  
KAJIAN DAMPAK LALU LINTAS TERHADAP BANDARA SAMARINDA BARU Nugraha, Aviantara Wahyu; Wicaksono, Ahmad; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.398 KB)

Abstract

Pembangunan Bandara Samarinda Baru menimbulkan dampak diberbagai elemen yang terkait dalam sistem transportasi baik sarana maupun prasarana beserta yang terkait di dalamnya seperti daya manusia, geografi, demografi dan lain-lain. Dari Skripsi ini dapat diketahui bahwa kinerja lalu lintas pada persimpangan eksisting, mengetahui perbedaan kinerja lalu lintas pada persimpangan eksisting dan saat beroperasi Bandara Samarinda Baru, menentukan bentuk peningkatan/perbaikan yang diperlukan untuk mengakomodasikan perubahan yang terjadi akibat beroperasinya Bandara Samarinda Baru. Pengambilan data primer didapatkan melalui survei geometrik di Simpang Empat Desa Budaya Pampang, Simpang Tiga Bandara Samarinda Baru, dan Simpang Empat Muara Badak dengan menggunakan roll meter. Survei Pencacahan Lalu Lintas Persimpangan dilakukan untuk mendapatkan data volume gerakan membelok, distribusi gerakan lalu lintas, dan volume jam perencanaan. Survei dilakukan 7 hari 24 jam untuk ketiga simpang, data diambil per 10 menit, dalam perhitungan nanti akan dipilih satu kondisi lalu lintas yaitu pada saat kondisi puncak. Dari satu jam perhitungan akan didapat data volume lalu lintas 10 menitan dan jumlah volume lalu lintas selama satu jam. Dalam perhitungan di skripsi ini menggunakan metode MKJI. Tundaan simpang eksisting di Simpang Empat Desa Budaya adalah 0,81; Simpang Tiga Bandara Samarinda Baru adalah 0,36; dan Simpang Empat Muara Badak adalah 0,35. Keadaan ini belum terpengaruh akibat pertambahan penumpang dari Bandara Samarinda Baru karena masih proses pembangunan. Akibat pertumbuhan penumpang dan penduduk untuk mendukung kenyamanan direkomendasikan perbaikan dengan simpang bersinyal. Pada masa operasional Simpang Tiga Bandara Samarinda Baru menghasilkan derajat kejenuhan 1,2 dan 0,72 setelah penggantian tipe simpang bersinyal. Di Simpang Empat Desa Budaya Pampang dari 1,70 menjadi 0,64. Dan Simpang Empat Muara Badak tidak mengalami perubahan karena tingkat pelayanan masih 0,73 (tidak lebih dari D).   Kata kunci : MKJIs, LHRT, ANDALALIN, Kapasitas, Bandara Samarinda Baru
KAJIAN KINERJA OPERASIONAL DAN TARIF KERETA API DHOHO (SURABAYA – BLITAR) ; Wicaksono, Ahmad; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1313.196 KB)

Abstract

Besarnya kebutuhan dan kegiatan perekonomian masyarakat dari Kota Surabaya menuju Kota Blitar membutuhkan moda transportasi yang murah, aman dan nyaman. PT. Kereta Api Indonesia meyediakan rangkaian kereta api Dhoho yang melayani rute Surabaya-Blitar dibawah pengawasan DAOP XIII Surabaya. Tujuan dari kajian ini adalah untuk (1)Mengetahui kesesuaian kinerja operasional kereta api Dhoho secara aktual dan terjadwal. (2) Mengetahui tingkat kesesuaian pelayanan kereta api Dhoho dengan kepuasan penumpang. (3) Mengetahui tingkat kesesuain tarif kereta api Dhoho yang berlaku dengan tingkat kemampuan membayar penumpang. Oleh kerena itu diperlukan kajian terhadap kereta Api Dhoho dalam penyelenggarannya demi memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna setianya. Pada kajian kinerja operasional yang meninjau analisis waktu (waktu tempuh antar stasiun, waktu henti antar stasiun, waktu tempuh total perjalanan, waktu tunda kedatangan dan keberangkatan) mengunakan metode statistik dengan uji 1 tail T-test dari stasiun Surabaya-Blitar menggunakan perhitungan rumus matematis. Data untuk kinerja operasional (waktu) didapatkan dari pengamatan secara langsung di lapangan maupun dari instansi terkait penelitian ini. Untuk analisis kinerja pelayanan dan analisis kesesuaian tarif dari kereta api Dhoho dilakukan terhadap 400 responden dewasa yang semuanya merupakan penumpang kereta api Dhoho. Data diperoleh dengan teknik survei dan wawancara secara langsung terhadap responden. Metode yang digunakan untuk kinerja pelayanan adalah ImportancePerformance Analysis sedangkan kajian tingkat kesesuaian tarif menggunakan metode Abillity To Pay (ATP) untuk tingkat kemampuan membayar dari responden dan Willingness To Pay (WTP)untuk tingkat kemauan membayar responden. Penelitian yang dilakukan dari bulan Mei – Juni 2018 didapatkan hasil yang menjawab tujuan dari adanya penelitian ini. (1)Hasil analisis kinerja operasional yang meninjau waktu tempuh antar stasiun, waktu henti antar stasiun dan waktu tempuh total perjalanan menggunakan uji hipotesis 1 tail T-test dengan hipotesis awal (Ho) yang menyatakan “Waktu aktual perjalanan kereta api Dhoho lebih kecil atau sama dengan waktu perjalanan terjadwal”dan didapatkan hasil Ho diterima karena nilai thitung< ttabel. Untuk analisis waktu tunda kedatangan dan keberangkatan hanya menjelaskan selisih waktu tunda kedatangan dan keberangkatan dari masing-masing stasiun dengan analisis deskriptif. (2) Dari hasil analisis kinerja pelayanan dengan metode Importance Performance Analysis (IPA) didapatkan nilai tingkat kesesuaian antara tingkat kinerja dengan tingkat kepentingan sebesar 91,7% dan didapatkan 4 atribut yang masuk dalam kuadran I yang menjadi prioritas utama untuk mendapatkan perbaikan dan peningkatan. Keempat atribut yang masuk kuadran I yaitu ketersediaan CCTV di setiap gerbong, perbaikan pada AC/ventilasi/kipas angin, informasi terkait stasiun yang akan disinggahi/dilewati secara beruntun, dan informasi gangguan perjalanan Kereta Api. (3)Hasil analisis kesesuaian tarif dengan menggunakan metode Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP) didapatkan rata-rata ATP sebesar Rp.7.000,00 dan rata-rata WTP didapatkan Rp.12.340.00 sedangkan tarif yang berlaku adalah Rp.15.000,00. Dari evaluasi tarif didapatkan persamaan regresi berdasarkan penghasilan keluarga dan rata-rata ATP yaitu Y=0.0197X + 41676 dengan nilai R2 = 0,707. Jika variabel X dimasukkan dengan nilai rata-rata penghasilan keluarga sebesar Rp.5.110733,00, maka didapat nilai ATP sebesar Rp.12.770,00. Selanjutnya dilakukan analisis tarif ideal berdasarkan ATP dan WTP pada kelas ekonomi dan didapatkan hasil sebesar Rp.13.380. Kata kunci : kinerja operasional, kinerja pelayanan, tarif, IPA, ATP, WTP, kereta api Dhoho
OPTIMALISASI PEMILIHAN ALAT ANGKUT (HAULER) PENAMBANGAN BATUBARA PADA DAERAH KALIMANTAN Wijaya, Theo Mahendra; Hasyim, M. Hamzah; Suryo, Eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.017 KB)

Abstract

Di industri batubara ada beberapa kegiatan utama yang menyumbang biaya overburden penambangan terbesar, karena itu perlu untuk evaluasi pekerjaan. Pekerjaan galian tanah yang menggunakan excavator, dan untuk pekerjaan pengangkutan tanah menggunakan dumptruck. Alat berat pada proyek ini digunakan untuk memudahkan dan mempercepat pekerjaan. Namun jika pemilihan kombinasi alat berat yang tidak sesuai dengan kondisi lapangan akan sangat mempengaruhi hasil pekerjaan. Kombinasi alat berat yang sesuai dengan kondisi lapangan adalah kunci dalam mendapatkan produktivitas yang optimum. Pelaksanaan overburden penambangan, PT. KPP menggunakan peralatan excavator Komatsu PC 1250, hauler HD 785 dan HD 465. Tetapi umur pemakaian dari HD465 sudah hampir habis. Kemampuan produksi rata-rata per jam PC 1250, HD 785 dan HD 465 belum optimal sehingga perlu dilakukan perbaikan perencanaan optimalisasi skenario penambangan dan optimalisasi nilai pencocokan armada. Kemampuan produksi optimal dipengaruhi oleh beberapa hal seperti keterampilan operator, alat seleksi dan pemeliharaan, desain alat dan pengaturan tata letak, topografi dan metode penerapan alat. Untuk mengoptimalkan kemampuan produksi peralatan dilakukan dengan menggunakan simulasi software overburden produksi Talpac. Kata kunci: overburden, alat berat, kemampuan produksi, optimalisasi, simulasi.
OPTIMALISASI PENGGUNAAN ALAT BERAT PADA PEKERJAAN GALIAN DAN PENGANGKUTAN STUDI KASUS PROYEK HIGH SPEED RAILWAY (HSR) WALINI SECTION IV Ulhaq, M. Luthfi Dhiya’; Unas, Saifoe El; Hasyim, M. Hamzah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.011 KB)

Abstract

Optimasi adalah mencapai hasil yang paling optimal dengan sumber daya yang sudah ada atau merencanakan sesuatu dengan optimal. Penelitian ini adalah penelitian pada pekerjaan galian dan pengangkutan yang menggunakan alat berat. Optimalisasi alat berat dipengaruhi oleh produktivitas alat berat. Sedangkan produktivitas alat berat dipengaruhi oleh kapasitas bucket, kondisi kerja dan waktu siklus alat. Penelitian ini dilaksanakan di Proyek High Speed Railway Walini Section IV. Jenis penelitian menggunakan metode deskripsi analisis dengan metode optimasi menggunakan metode Simpleks. Alat berat yang digunakan adalah excavator pada pekerjaan galian dan Dumptruck pada pekerjaan pengangkutan. Waktu pekerjaan dalam kontrak adalah 90 hari, dengan 8 jam kerja/hari. Untuk memudahkan pekerjaan maka area dibagi menjadi 2 zona, jarak disposal yang direncanakan 850 m dari zona A dan 750 m dari zona B. Kombinasi yang direncanakan yaitu excavator dengan jenis PC-100, PC-200, dan PC-300 dan dumptruck dengan volume 10 m3, 20 m3, dan 30 m3. Hasil dari optimasi penggunaan alat didapatkan 6 excavator (2 PC-200 dan 4 PC-300) dan dumptruck yang digunakan jenis 20 m3 dengan jumlah 21 pada zona A dan 19 pada zona B. Optimasi waktu kerja didapatkan 51 hari (zona A 13 hari dan pada zona B 38 hari).   Kata kunci : produktivitas, excavator, cumptruck, harga sewa, optimalisasi
PENGARUH WAKTU PERAWATAN (CURING) PADA TANAH CAMPURAN SEMEN PORTLAND TIPE ITERHADAP KARAKTERISTIK TANAHgLUNAK DI PROYEKgJALAN TOLgGEMPOL – PASURUAN Shafira, Nisa; Zaika, Yulvi; Suryo, Eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (951.211 KB)

Abstract

Salah satu proyek pemerintah yang tengah digarap saat ini adalah proyek pembangunan jalan tol sepanjang Gempol-Pasuruan. Tanah di Desa Kedawung Kulon yang merupakan salah satu desa yang nantinya dilewati oleh jalan tol ini adalah tanah lunak. Tanah lunakgadalah tanahgyang jika tidak dikenali dangdiselidiki secara berhati-hati dapat menyebabkan masalahgketidakstabilan dan penurunan jangka panjang yang tidak dapat ditolerir, tanah tersebut mempunyai kuat geser yanggrendah dan kompresibilitas yang tinggi. Mencampur tanah dengan semen portland tipe I sebanyak 10% dari berat keseluruhan tanah kemudian diperam (curing) diharapkan bisa meningkatkan mutu tanah. Padagpenelitian ini dilakukan pengujianglaboratorium terhadapgtanah campuran 10% semen portland tipe I yang diperam (curing) dengan waktu yang divariasikan. Waktu pemeraman yang diterapkan pada sampel adalah 0 hari, 4 hari,7 hari,g14 hari, dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama sampel diperam (curing), maka nilai CBR (California Bearing Ratio), sudut geser (ϕ), dan qu semakin naik,sedangkan nilai kohesi (c) semakin turun. Kata kunci : Waktu Pemeraman, Semen, CBR, Konsolidasi, Kuat Geser Tanah.
PENGARUH PENAMBAHAN KADAR KAPUR TERHADAP KARAKTERISTIK DAN DAYA DUKUNG TANAH LUNAK DI KECAMATAN GRATI KABUPATEN PASURUAN, JAWA TIMUR Firdaus, Reza Novianda; Suryo, Eko Andi; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.197 KB)

Abstract

Tanah sebagai komponen utama dari kontruksi sipil harus memiliki daya dukung yang mampu menahan beban dengan baik.Daya dukung tanah yang kurang baik dapat menyebabkan kerusakan bagi bangunan diatasnya.Tanah lunak merupakan salah satu jenis tanah yang memiliki daya dukung tanah kurang baik, sehingga perlu dilakukan pekerjaan perbaikan tanah.Dalam penelitian ini perbaikan tanah dilakukan dengan metode kimiawi menggunakan bahan aditif kapur. Pengujian laboratorium dilakukan terhadap sifat fisik dan mekanik tanah yang dicampurkan dengan bahan aditif kapur dengan variasi kadar 3%,o6%,o9%,o12% dano15% darioberat kering tanah.Hasil pengujian specific gravity menunjukkan nilai GS tanah campuran yang lebih rendah dibandingkan tanah asli.Hasil pengujian batas-batas atterberg menunjukkan penurunan nilai indeks plastisitas seiring dengan penambahan kapur. Hasil pengujian pemadatan standard menunjukkan peningkatan berat isi maksimum dan penurunan kadar air optimum (OMC) dibandingkan tanah asli. Sedangkan hasil pengujian CBR menunjukkan adanya peningkatan nilai CBR tanah campuran baik dalam keadaan takoterendamo(unsoaked)odan terendamo(soaked). Berdasarkan hasilopengujian yang telah dilakukan menunjukkan bahan aditif kapur dapat memperbaiki sifat fisik dan mekanik tanah lunak. Kata kunci: Tanah Lunak, Stabilisasi Tanah, Kapur, Karakteristik, Daya Dukung.
STUDI POTENSI PENUMPANG DAN RUTEPADA RENCANA PEMBANGUNANMONORELDI KOTA MALANG Robby Fredyanto, MuhammadIqbal Zuhdi; Djakfar, Ludfi; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1300.874 KB)

Abstract

Kota Malang adalah kota terbesar kedua di provinsi Jawa Timur, Indonesia, dengan jumlah penduduk mencapai 908.395 jiwa.  Kemacetan merupakan permasalahan yang tidak dapat dihindari di Kota Malang.  Masalah tersebut menyebabkan masyarakat mencari alternatif moda transportasi lain yang berkualitas, aman, nyaman dan efisien, yaitu berupa Sistem Angkutan Umum Massal (SAUM).  Untuk menciptakan Sistem Angkutan Umum Massal (SAUM) yang berkualitas maka akan dibangun Monorel di Kota Malang.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik umum dan karakteristik perjalanan pengguna kendaraan pribadi (mobil dan sepeda motor) di Kota Malang saat ini, untuk mengetahuirutepotensialmodatransportasiMonoreldiKotaMalang,danuntukmengetahui potensipenumpang pada moda transportasi Monorel di Kota Malang. Pada penelitian ini dilakukan pengumpulan data primer berupa karakteristik umum, karakteristik perjalanan, pemilihan moda, dan rute Monorel dengan menggunakan kuesioner Stated Preference dan wawancara kepada responden.  Jumlah kebutuhan sampel pada penelitian ini dihitung dengan rumus Slovin dan didapatkan jumlah kebutuhan sampel sebanyak 400 responden pengguna kendaraan pribadi.  Survei dilakukan pada pusat keramaian di Kota Malang pada hari kerja dan akhir pekan, yaitu disekitar Jl. Veteran, Jl. Soekarno Hatta, Stasiun Malang, Terminal Arjosari, dan daerah Pasar Besar Kota Malang.  Setelah mendapatkandata yang dibutuhkan, kemudian data diolah dengan analisis statistik deskriptifuntuk   karakteristikperjalanan,modelLogitBinomialuntukprobabilitaspemilihan moda, dan garis keinginan perjalanan (Desire Line) untuk rute potensial Monorel. Dari hasil analisis statistik deskriptif diketahui bahwa mayoritas pengguna mobil dan sepeda motor pribadi adalah laki-laki, dengan pendidikan terakhir SMA dan pekerjaan sebagai pelajar / mahasiswa, dengan rata-rata pendapatan perbulan ≤ Rp. 1.000.000,-.Maksud perjalanan mayoritas untuk pendidikan, dan mayoritas responden setuju akan pembangunan Monorel di Kota Malang.  Dari hasil analisis MAT dan Desire Line didapatkan rute yang paling potensial serta realistis untuk dibangun Monorel di Kota Malang, yaitu rute Jl. Soekarno Hatta – Terminal Arjosari – Stasiun Malang – Alun-Alun Merdeka Malang – MOG – Jl. Veteran – Jl. Soekarno Hatta.  Prediksi jumlah penumpang Monorel yang berpindah dari mobil pribadi pada rute potensial Jl. Soekarno Hatta – Terminal Arjosari sebanyak 1.633 penumpang (6,85%), Terminal Arjosari – Stasiun Malang sebanyak 1.427 penumpang (5,48%), Stasiun Malang – Alun-Alun Merdeka Malang sebanyak 2.225 penumpang (9,59%), Alun-Alun Merdeka Malang – MOG sebanyak 1.267 penumpang (5,48%), MOG – Jl. Veteran sebanyak 1.607 penumpang (6,85%), dan rute Jl. Veteran – Jl. Soekarno Hatta sebanyak 1.307 penumpang (5,48%).  Prediksi jumlah penumpang Monorel yang berpindah dari sepeda motor pribadi pada rute potensial Jl. Soekarno Hatta – Terminal Arjosari sebanyak 4.429 penumpang (2,45%), Terminal Arjosari – Stasiun Malang sebanyak 6.467 penumpang (3,36%), Stasiun Malang – Alun-Alun Merdeka Malang sebanyak 6.458 penumpang (3,67%), Alun-Alun Merdeka Malang – MOG sebanyak 3.739 penumpang (2,14%), MOG – Jl. Veteran sebanyak 2.703 penumpang (1,53%), dan rute Jl. Veteran – Jl. Soekarno Hatta sebanyak 10.954 penumpang (6,12%). Kata kunci : Kota Malang, Monorel, Stated Preference, Logit Binomial, Desire Line
PENGARUH VARIASI AGREGAT KASAR DAUR ULANG (RCA) TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BETON SELF COMPACTING CONCRETE (SCC) BERTULANGAN BAJA Kristopher, Fredo; Nuralinah, Devi; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.165 KB)

Abstract

Self Compating Concrete (SCC) atau beton memadat sendiri adalah sebuah inovasi dalam teknologi pembuatan beton yang tidak memerlukan proses pemadatan untuk menempati bekistingnya. Pada penelitian ini pembuatan SCC digunakan untuk memanfaatkan potensi material agregat kasar daur ulang atau biasa disebut RCA (Recylcled Coarse Aggregate). Variasi yang digunakan adalah variasi balok SCC 100% agregat kasar daur ulang dan balok SCC 0% agregat kasar daur ulang atau bisa disebut balok SCC normal. Balok memiliki tulangan utama 2-Ø12. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian filling ability, kuat tekan beton, dan kuat lentur beton. Filling ability SCC diukur menggunakan metode pengujian slump flow test. Pengujian kuat tekan beton dilakukan untuk mendapatkan kuat tekan aktual dari balok. Dari pengujian kuat lentur didapatkan beban ultimit dan lendutan aktual balok. Hasil penelitian yang didapatkan adalah substitusi agregat kasar daur ulang pada balok SCC tidak berpengaruh terhadap kuat lentur balok. Jika dibandingkan dengan balok SCC normal, kuat lentur balok SCC agregat daur ulang yang sebesar 1470 Kgm memiliki prosentase  penurunan sebesar 4,8%. Dilihat dari lendutannya, substitusi agrgeat kasar daur ulang pada balok SCC tidak berpengaruh. Jika dibandingan dengan balok SCC normal, lendutan yang terjadi pada balok SCC agregat daur ulang sebesar 7,085 mm memiliki prosontase penurunan sebesar 42,14%. Ini dikarenakan balok SCC normal memiliki fase plastis lebih besar seiring dengan kemampuan balok mengalami deformasi. Kata kunci : Balok, kuat lentur, lendutan, SCC, dan agregat daur ulang.
PENGARUH VARIASI RECYCLED COARSE AGGREGATE (RCA) TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BETON NORMAL BERTULANGAN BAMBU PILIN Prasetyo, Faishal Dwi; Eva Arifi, Devi Nuralinah ,; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.923 KB)

Abstract

Beton dikenal sebagai material bangunan yang paling populer, tersusun dari beberapa material yaitu semen, air, dan batuan (agregat). Beton umumnya digabungkan dengan material yang lain, seperti baja tulanganyang memiliki kekuatan tarik yang besar. Penggunaan beton yang berlebihan menyebabkan bahan-bahan penyusun beton dan tulangan baja menjadi mahal dan langka. Pemanfaatan dari agregat daur ulangdan tulangan bambu diharapkan dapat dijadikan suatu alternatif untuk mengurangi penggunaan bahan-bahan penyusun beton yang berasal dari alam serta menurunkan biaya konstruksi sebuah bangunan menjadi lebih murah namun  tetap kuat dan aman untuk digunakan Pada penelitian ini terdapat  dua jenis agregat kasar yang dipakai yaituagregat kasar normal dan agregat kasar daur ulang. Penelitian yang dilakukan dengan pembuatan benda uji silinder dengan dimensi 15 x 30 cm dan balok beton bertulang dengan dimensi 0,15 x 0,25 x 1,6 meter.Semua benda uji dilakukan perawatan selama 14 hari dan dilakukan pengujian pada saat umur 28 hari. Bambu dengan perlakuan khusus digunakan sebagai tulangan balok beton. Pengujian yang akan dilakukan yaitu uji kuat lentur, lendutan. Untuk silinder beton dilakukan pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas. Hasil dari pengujian balok beton menunjukkan bahwa beton dengan agregat kasar daur ulang memiliki nilai kuat lentur yang lebih tinggi dibandingkan dengan beton agregat kasar normal yaitu 630 kgm dibandingkan dengan510 kgm. Nilai lendutan yang terjadi saat beban maksimum pada balok beton agregat kasar daur ulang yaitu 7,813 mm dan nilai lendutan pada balok beton agregat kasar normal yaitu 3,987 mm. Hasil dari pengujian kuat tekan silinder beton menunjukkan nilai kuat tekan beton agregat kasar normal lebih tinggi dibandingkan beton agregat kasar daur ulang yaitu 29,337 MPa dan 28,969MPa. Dengan nilai modulus elastisitas pada beton agregat kasar daur ulang sebesar 39868,1667 MPa dan beton agregat kasar normal sebesar 42431,6667 MPa. Kata Kunci : agregat kasar daur ulang, kuat lentur, lendutan, bambu pilin, lendutan, kuat tekan,modulus elastisitas.

Page 59 of 140 | Total Record : 1398