cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,398 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN GLASS FIBER DAN POLYPROPYLENE FIBER TERHADAP KUAT LENTUR BETON POROUS DENGAN MENGGUNAKAN RCA (RECYCLED COARSE AGGREGATE) Coritsa, Agatha Leonie; Arifi, Eva; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya jumlah pencemaran limbah terutama pada permasalahan drainase untuk perkerasan jalan telah menjadi permasalahan yang umum di Indonesia.Mengaplikasikan beton porous dengan penggunaan agregat kasar daur ulang (RCA) dapat menjadi salah satu solusi permasalahan karena memiliki bahan yang dapat mengalirkan air maka tidak terjadi genangan yang dapat merusak perkerasan jalan serta dapat mengurangi jumlah pencemaran limbah. Penambahan glass fiber danpolypropylene fibersebesar 0.75% dan 1,5% terhadap berat semen diharapkan mampu meningkatkan nilai kuat lentur beton porous dan mengurangi sifat getas yang menjadi kelemahan dari beton porous. Pada penelitian ini dilaksanakan pengujian kuat lentur porous dengan menggunakan alat uji Universal Testing Machine (UTM) dan sebelumnya dilakukan pengujian bahan dasar terlebih dahulu yang terdiri dari berat isi, berat jenis, penyerapan, void ratio, dan permeabilitas. Proporsi volume campuran semen dengan agregat kasar adalah 1:4 dengan FAS sebesar 0,27. Hasil penelitian tertinggi didapatkan pada komposisi polypropylene fiber sebesar 1,5% pada bahan dasar agregat kasar alami (NCA) 100% yaitu sebesar 1,898 Mpa.
PENGARUH EKSENTRISITAS PADA STRUKTUR PORTAL AKIBAT DENGAN BRACING TIPE V AKIBAT BEBAN LATERAL TERHADAP POLA RETAK DAN DAKTILITAS STRUKTUR Faisal, Muhammad Rifky; Wijaya, Ming Narto; B.K, Bhondana Bayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negara Indonesia merupakan negaradyang wilayahnya diapit oleh beberapa lepeng raksasa serta dikelilingi oleh gunung berapi yang masih aktif, oleh karena itu Negara Indonesia merupakan negara yang cukup sering mengalami bencana alam terutama gempa bumi. Akibatnya terdapat banyak bangunan diaIndonesiaSterutama gedung bertingkat runtuh akibat gempa yang disebabkan oleh tidak sesuainya perencanaan bangunan tersebut. Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meminimalisir kejadiangtersebut. Salah satu cara untuk mendapatkan kekakuan pada bangunan dengan tujuan mengurangi simpangan maksimum arah horizontalvadalah dengan memasangcpengaku (bracing) pada gedung tinggi (JayafM, 2011). Terdapat dua tipe sistem bracing yaitu bracing tanpa eksentrisitas (CBF) dan bracing dengandeksentrisitas (EBF). Oleh karena itu, perlu adanya penelitian lebihllanjut untuk mengetahuijefektifitas penggunaan dari kedua sistem bracingtersebut. Dalam penelitian ini,dibuat tigagbenda ujikportal. Benda uji portal berupa portal beton sederhana yang terdiri dari balok,dkolom, danobracingtipe V. Benda uji portal memiliki tinggi 70icm dan panjang 110icm. Bracing pada benda ujiportal pertama merupakan portal dengan bracing konsentrik. Sedangkan, benda uji lainnya diberikan eksentrisitas yang berada padabawah benda uji masing-masingy15icm dan 25icm. Benda uji portal dibuat dengan tulangan utama Ø6hdan sengkanghØ4-150 mm. Pengujian dilakukan dengan menggunakantalat loadscell untuk memberikan beban lateral yang ditambahkan secara konstan, penggambarankpola retak untuk mengetahui jenisyretakan yang terjadipada struktur tersebut dan LVDT untuk memperoleh nilaikldeformasi. Hasilwpenelitian ini diketahui adanya penambahan jarak eksentrisitas bracing dengan jarak eksentrisitas tertentupada struktur portal dapat mempengaruhi tingkatudaktilitas dan polapretak yang dialami oleh struktur portal dan mengurangi retakigeser lentur. Jarak eksentrisitas bracing dengan jarakkeksentrisitas yang semakin lebarpada struktur portal dapat meningkatkanotingkatjdaktilitas yang dihasilkan oleh strukturjportal tersebut. Padaupengujianuini didapat hasil benda uji portal e = 25 cm (∆u/∆y = 1.811) > benda uji portal e = 15 cm (∆u/∆y = 1.728)) > benda uji portal e = 0 cm (∆u/∆y = 1,506). Kata Kunci : Portal, BebangLateral,uDaktilitas, PolaiRetak, Bracing
PENGARUH KOMPOSISI SEMEN SLAG DAN RASIO SEMEN AGREGAT TERHADAP KUAT TARIK BELAH PADA PENGECORAN NORMAL Kurniawan, Fajri; Dewi, Sri Murni; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan infrastruktur merupakan kebutuhan dasar dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara.Berkembangnya infrastruktur pembangunan di Indonesia pasti akan memiliki dampak yang kurang baik bagi lingkungan. Salah satu dampaknyayaitu produksi material baja. Upaya untuk mengurangi dampak yang kurang baik tersebut dengan memanfaat limbah baja yang dijadikan bahan substitusi semen. Pada penelitian ini, benda uji yang digunakan yaitu silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Variasi yang digunakan yaitu, komposisi semen slag 0%, 10%, 40%, dan 70%, umur 7 hari, 28 hari, dan 56 hari, mutu Beton K-350 dan K-275, dan FAS 0,3 dan 0,4.Pada pengujian kuat tarik belah alat yang yang digunakan yaitu Compression Test Machine.Dari hasil penelitian ini yang didapatkan adalah semua variasi yang digunakan berpengaruh terhadap nilai kuat tarik belah beton. pengaruh dari semua variasi tersebut terdapat peningkatan nilai kuat tarik belah beton. Nilai kuat tarik belah beton yang meningkat dari variasi semen slag yaitu pada kadar semen slag 10% dan 40%, pada variasi umur beton yaitu umur 28 hari dan 56 hari, pada variasi mutu beton yaitu mutu beton K-350, pada variasi yaitu FAS 0,3. Nilai kuat tarik belah beton tertinggi yaitu sebesar 2,72 MPa. Kata kunci: Semen Slag, Kuat tarik belah.
PENGARUH PENAMBAHAN FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS MORTAR DENGAN CAMPURAN SEMEN SLAG Bestari, Afif Zuhair; Dewi, Sri Murni; W., Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semen slag adalah kerak (slag) hasil residu pembakaran tanur tinggi, produk non-metal yang merupakan material berbentuk butiran/granular. Semen slag menunjukkan kualitas perekatan yang sama dengan semen portland, maka dari itu semen slag dapat menggantikan fungsi semen portland dengan rasio perbandingan massa tertentu. Saat ini di Indonesia pemakaian bahan ini belum tersosialisasi dengan baik. Dikarenakan semen slag masih dikategorikan sebagai Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) dimana penghasil, penampung.Setelah dilakukan penelitian, data dirangkum berdasarkan perbedaan variasi penambahan fly ash, dari mortar dengan 0% fly ash, 10% fly ash dan 20% fly ash. Pada umur 7 hari mortar dengan 0% fly ash memiliki rata-rata nilai kuat tekan sebesar 10,82 MPa dan rata-rata nilai modulus elastisitas sebesar 1184,89 MPa, mortar dengan 10% fly ash sebesar 18,63 MPa dan 1482,48 MPa, dan mortar dengan 20% fly ash sebesar 14,81 MPa dan 1314,1 MPa. Kemudian pada umur 28 hari mortar dengan 0% fly ash memiliki rata-rata nilai kuat tekan sebesar 19,23 Mpa mortar dengan 10% fly ash sebesar 23,5 MPa dan 1803,85 MPa, dan mortar dengan 20% fly ash sebesar 22,65 MPa dan 2071,55 MPa. Sedangkan pada umur 56 hari mortar dengan 0% fly ash memiliki rata-rata nilai kuat tekan sebesar 23,35 MPa dan rata-rata nilai modulus elastisitas sebesar 2230,68 MPa, mortar dengan 10% fly ash sebesar 31,69 MPa dan 3943,15 MPa, dan mortar dengan 20% fly ash sebesar 32,13 MPa dan 4157,34 MPa. Setelah menggunakan aplikasi analisa dua arah maka dapat simpulkan, dengan variasi penambahan 10% dan 20% fly ash terhadap mortar campuran semen slag, fly ash memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai kuat tekan dan modulus elastisitas mortar. Kata Kunci : Mortar, Semen Slag, Fly ash, Kuat Tekan, Modulus Elastisitas
PENGARUH KOMPOSISI SEMEN SLAG DAN RASIO SEMEN AGREGAT TERHADAP KUAT TEKAN PADA PENGECORAN NORMAL Pangestu, Rizki Ayu; Dewi, Sri Murni; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dunia dalam bidang konstruksi saat ini menjadi suatu topik yang sedang disorot banyak pihak, terutama di Indonesia sendiri mengalami perkembangan yang cukup signifikan dari tahun ke tahunnya. Hal ini dibuktikan dari banyaknya bangunan-bangunan yang didirikan dan ditemukannya inovasi baru.Salah satu inovasi yaitu memanfaatkan limbah industri untuk pembuatanbahan baku semen yaitu Slag. Pada penelitian ini, benda uji yang digunakan yaitu silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Variasi yang digunakan yaitu, komposisi semen slag 0%, 10%, 40%, dan 70%, umur 7 hari, 28 hari, dan 56 hari, mutu Beton K-350 dan K-275, dan FAS 0,3 dan 0,4.Pada pengujian kuat tekan alat yang yang digunakan yaitu Compression Test Machine.Dari hasil penelitian ini yang didapatkan adalah semuavariasi yang digunakanberpengaruh terhadap nilai kuat tekan beton. pengaruh dari semua variasi tersebut terdapat peningkatan nilai kuat tekan. Nilai kuat tekan beton yang meningkat dari variasi semen slag yaitu pada kadar semen slag 10% dan 40%, pada variasi umur beton yaitu umur 56 hari, pada variasi mutu beton yaitu mutu beton K-350, pada variasi yaitu FAS 0,3. Nilai kuat tarik belah beton tertinggiyaitusebesar35,266 MPa. Kata kunci: Semen Slag, Kuat tekan.
PENGARUH FAS DAN RASIO SEMEN AGREGAT TERHADAP SLUMP BETON DENGAN VARIASI SUBSTITUSI SEMEN SLAG Iqbal, Faishal; Dewi, Sri Murni; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalamsuatupekerjaaanpengecoranbeton, diperlukansebuahpengujiansebagaipenunjangapakahbeton yang dibuatakansesuaidengankenyataannya. Pengujian yang dilakukan salah satunyaadalahpengujianslumpbeton. Uji slumpbetonadalahpengujianuntukmengetahuiworkabilitybetondalam proses pengerjaannya. Keadaan di Indonesia saatinibanyaksisa – sisalimbah yang dapatdimanfaatkankembaliuntukkeperluanbahankonstruksi. Salah satuinovasi yang dikembangkanyaitu Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) atau semen slag. Pengunaan semen slag dalampencampuranbetondinilaiakanmenambahhasil yang maksimaldaribeton. Selainitu, diharapkan juga mempengaruhinilaislumpbetonpengadukan normal dan pengadukanselama 2 jam dengan semen slag menjadikanworkability-nyasemakintinggi. Pada penelitianiniterdapat 16 campuranbeton yang menggunakan semen slag sebagaisubstitusisebesar 0%, 10%, 40% dan 70%. Untukvariasi FAS dibuatduajenisvariasiyaitu 0,3 dan 0,4. Terdapatduajenismutu yang direncanakanyaitu K-350 dan K-275. Umur yang dibuatdalampengujiankuattekanterdapattigavariasiyaitu 7 hari, 28 hari dan 56 hari. benda uji dalambentukbetonsilinderdengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Untukmasing-masingcampuranbeton yang menggunakankomposisi semen slag 0%, umur 7 hari, mutu K-350 dan FAS 0,3 terdapat lima buahsampel. Sehingga total benda uji sebanyak 240 buahuntukpengadukan normal dan 240 buahuntukpengadukan 2 jam.  Pada pengujianslumpbetondilakukandengankerucutAbram sebagaiwadahadukanbetondiuji. Tiapcampurandiujislumpsebanyaksatukali.Untuk uji kuattekanbetonmenggunakanmesin uji tekansebagaipembacaanbesarankuattekan. Data yang diperolehantara lain nilaislump dan kuattekanbeton.Kata Kunci : Semen Slag, Rasio Semen Slag, Faktor Air Semen, Slump, Workability.
PENGARUH PENAMBAHAN FLY ASH TERHADAP KUAT TARIK BELAH DAN BERAT VOLUME BETON DENGAN CAMPURAN SEMEN SLAG Kamilah, Fauziyah; Dewi, Sri Murni; Arifi, Eva
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagaiinfrastrukturmembutuhkanbetonsebagaikomponenutamapemabngunan. Pemanfaatanlimbahsebagai material betonbisaberdampaksifnifikanbagilingkunganpemanfaatan semen slag atau yang seringdisebutGround Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS)merupakanlimbahpembuatanbaja yang mempunyaikemiripankomposisikimiadenganbahan- bahankimiadarisemen Portland. Sehingga, semen slag dapatmengurangipemakaian semen Portland.flyash jugamerupakanlimbahbatu bara yang dijadikanadmixture pada penelitianyangdilakukan kali ini. Benda uji merupakansilinder yang meiliki diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. denganvariasifly ash 10 % dan 20% di usia 7, 28, dan 56 hari. untukmutu yang digunakanyaitumutu K 275 dan K 350.  Terdapat 4 kodebenda uji denganvariasi fly ash dan mutubetondengansetiapkodebenda uji diberi 5 sampelsehingga total sampel yang diujisebanyak 60 sampel. Pengujiankuat Tarik belahdilakukandengancaramenggunakanmesin compression test. Benda uji diletakandalamposisi horizontal dan diberibatangbesidiatasnya. Pengujianakandihentikanketikabenda uji tersebutsudahterbelah dan di dapatbebanmaksimum yang nantinyaakandiolahmenjadinilaikuat Tarik belah.sedangkanberatbenda uji akan di kalkulasikanmenjadinilaiberat volume beton Hasil uji yang didapatkanyaitu di usia 56 haribetondengan fly ash sebesar 10 % di mutu K 275 menghasilkannilaikuat Tarik belahsebesar1,9929 Mpasedangkanpenggunaan fly ash sebesar 20 % menghasilkan Nilai kuat Tarik belah1,9476Mpa. Jikakeduanyadibandingkandenganbenda uji tanpa fly ash yang menghasilkannilaikuat Tarik belahsebesar1,7325 Mpamakapenggunaan fly ash meningkatkannilaikuat Tarik belahbeton. Sedangkan di mutubeton K 350 di usia 56 haripenambahanfly ashsebesar 10 % mengahasilkannilaikuat Tarik belahsebesar 2,2194 Mpasedangkanpenambahanfly ash sebesar 20 % menghasilkannilaikuat Tarik belahsebesar 2,0637 Mpa. Untukberat volume sendiritidakadaperbedaansignifikanantarabenda uji tanpafly ash dan denganvariasifly ash. Kata kunci: Semen Slag, Kuat Tarik Belah, fly ash, berat volume
STUDY ALTERNATIF ANALISIS SAMBUNGAN BALOK – KOLOM DENGAN SISTEM PRACETAK PADA GEDUNG JAMBOO HOTEL KABUPATEN TULUNGAGUNG Satriopratomo, Dhimas F.; Hidayat, Mohammad Taufik; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton bertulang merupakan bagian dari komponen struktur utama dalam pembangunan konstruksi yang fungsinya sebagai penerima beban transversal. Pada dasarnya bahan utama dalam penggunaan beton adalah air, semen, agregat kasar dan agregat halus dengan perbandingan tertentu, sedangkan beton pracetak adalah teknologi konstruksi struktur beton dengan elemen-elemen penyusun yang dicetak terlebih dahulu disuatu tempat khusus (off site fabrication), terkadang komponen-komponen tersebut disusun dan disatukan terlebih dahulu (pre-assembly), dan selanjutnya dipasang di lokasi (installation). Perencanaan alternatif ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan menggunakan metode pracetak dapat lebih efisien dalam pembangunan gedung kedepannya. Hasil perhitungan SAP2000 menunjukkan balok induk pracetak yang berukuran 30/60 cm dengan tulangan lentur yang mengalami tarik sebesar 10-D16 dan tulangan tambahanpada daerah tekan tulangan transfersalsebesar 4-D16, sengkang dengan diameter 8 mm menghasilkan momen nominal 229988685,3 Nmm dan momen ultimateyang terjadi sebesar 99072000 Nmm, sedangkan hasil dari analisis hubungan balokkolom setelah terjadi cor penuhmomen lapangan sebesar 26325,59  kgm  lebih besar dari momen ultimate yang terjadi sebesar 21781,08 kgm dan pada daerah ujung menghasilkan momen tumpuansebesar 26325,59 kgm dan momen ultimatenya sebesar 23481,44  kgm.            Kata kunci: Pracetak, Beton Bertulang, Tulangan
PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN LAPIS PERKUATAN GEOGRID DAN PENAMBAHAN PANJANG PONDASI TERHADAP PENINGKATAN DAYA DUKUNG TANAH PASIR PADA PONDASI PERSEGI PANJANG DENGAN BEBAN EKSENTRIS Widyanatha, KadekDwi Kusuma; Zaika, Yulvi; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondasimerupakanbagian yang amatpentingdalamsuatukonstruksi.Pondasiharusdidesainmampumenahanbebanaksial dan momen yang terjadi pada kolom. Momen yang sangatbesardapatmenyebabkanpondasitersebutmenerimabebaneksentris. Pondasi yang menerimabebaneksentrisini, apabilatidakdirencanakan dan didesaindenganseksamadapatmenyebabkanpondasitersebutmenyebabkantarik. Pada penelitianini, digunakan model pondasidenganukuran 10 × 12 cm, 10 × 14 cm, dan 10 × 16 cm denganketebalan 20 mm yang terbuatdaribahanbaja. Kedalamanpondasi pada penelitianiniadalah 10 cm atau Df/B = 1dengansampeltanah yang digunakanadalahtanahpasir SP (poorly graded sand) dengankepadatanrelatif 80%.Variasi jumlah geogrid yang digunakandalampenlitianiniadalah 1, 2 dan 3 lapisanperkuatandenganukuran yang samayaitu50 × 60 cm. Pada penelitianinididapatkanhasilbahwadarianalisis BCR, pondasi L/B 1.2 dengan 3 lapisanperkuatanmenghasilkanpeningkatandayadukung yang maksimum. Dimanadayadukungakanbertambahseiringdenganbertambahnyajumlahlapisanperkuatan geogrid dan panjangpondasi. Kata kunci: pondasipersegipanjang, eksentrisitas, dayadukung, BCR
PENGARUH JARAK EKSENTRISITAS BEBAN DAN JUMLAH LAPISAN PERKUATAN GEOGRID TERHADAP PENINGKATAN DAYA DUKUNG TANAH PASIR PADA PONDASI PERSEGI PANJANG Oka Wibawa, Gede Arya; Munawir, As’ad; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnyadayadukungtanahakibatjenistanah yang kurangbaik dan potensiterjadinyaeksentrisitasbeban pada pondasidapatmembuatpeluangkeruntuhantanah yang terjadisemakinbesar. Salah satusolusi yang dapatdilakukanadalahdenganmelakukanperkuatantanahmenggunakan geogrid.Penelitianinidimaksudkanuntukmengetahuiperbandingannilaidayadukungtanahpasirdalammenerimabebaneksentrissaatdiberiperkuatan geogrid dibandingkandengantidakdiberiperkuatan..Kepadatanrelatiftanahpasir (Rc) 80%, pengujiandilakukandidalamsebuah box berukuran 150 cm x 100 cm x 100 cm.Variabel yang ditelitiadalahpengaruhrasiojarakeksentrisitasbebanterhadaplebarpondasi (e/B) denganrasio 0,05B, 0,1B dan 0,15B dan jumlahlapisanperkuatan geogrid (n) yang digunakanadalah n=1, n=2 dan n=3 lapis perkuatan.Hasil daripenelitianmenunjukkanseiringpenambahanvariasirasiojarakeksentrisitasbebanterhadaplebarpondasi (e/B) nilaidayadukungtanahpasirmengalamipenurunan. Penambahanjumlahlapisanperkuatan (n) berpengaruhdalammeningkatkannilaidayadukungtanahuntukmasingmasingvariasi e/B, dimananilaidayadukungterbesarterdapat pada 3 lapisanperkuatan geogrid pada rasio e/B=0,05.   Kata kunci: dayadukung, bebaneksentris, geogrid, variasirasiojarakeksentrisitasterhadaplebarpondasi, variasijumlahlapisanperkuatan

Page 66 of 140 | Total Record : 1398