cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,398 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH BATU ONYX SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT TEKAN BETON Rahmawati P, Dhita Rizki; Setyowati, Edhi Wahyuni; Anggraini, Retno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah merupakan hasil buangan sebuah industri besar maupun kecil yang tidak dipakai lagi. Limbah yang tidak dipakai dapat diolah kembali untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dari pada ditelantarkan atau dibuang dan kemudian dibakar. Proses pembakaran malah memunculkan masalah baru yaitu polusi udara dimana-mana. Di Desa Gamping, kecamatan Campur Darat, kabupaten Tulungagung terdapat limbah batu onyx sisa dari hasil industri kerajinan batu yang melimpah. Limbah ini mempunyai beberapa sifat yang dimiliki oleh agregat kasar. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan limbah batu onyx sebagai pengganti agregat kasar pada campuran beton dengan meninjau kuat tekannya yang nantinya dibandingkan dengan beton normal. Setelah mendapatkan hasil dari kuat tekan dengan variasi FAS (Faktor Air Semen) yaitu 0.4, 0.5 dan 0.6 serta variasi umur beton yang beragam yaitu 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari. Diketahui bahwa perbandingan nilai kuat tekan tidak terlalu jauh, berkisar antara 2% hingga 21%. Dengan hasil rata-rata kuat tekan tertinggi berada padaFAS 0,4 dan terendah berada pada FAS 0,6. Dari hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa penggunaan batu onyx sebagai bahan pengganti batu pecah dapat digunakan sebagai beton struktural. Kata-kata kunci: limbah batu onyx, faktor air semen, umur beton, kuat tekan
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH BATU ONYX SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON Annisa, Aulia Nurul; Setyowati, Edhi Wahjuni; MD, Agoes Soehardjono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan bahan baku untuk beton itu melimpah di negara kita namun kita juga tetap harus menjaga kelangsungan dan kestabilan sumber daya alam. Salah satu inovasi yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan bahan baku dari limbah merupakan alternatif yang cukup potensial untuk diteliti. Pada penelitian ini, limbah yang dipilih yaitu batu onyx. Limbah onyx berasal dari Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Di sekitar Desa Gamping. Bentuk fisik dari batu onyx ini yaitu berwarna putih bening, tembus cahaya, memiliki permukaan yang tajam dan memiliki pori-pori yang sangat rapat. Dari hasil penelitian ini kuat tarik belah antara beton dengan agregat kasar batu onyx dan batu pecah memiliki perbedaan yang tidak terlalu jauh. Dengan nilai kuat tarik belah rata-rata pada FAS 0.4 sebesar 2.66 Mpa untuk beton onyx dan 3.13 Mpa untuk beton normal,kuat tarik belah rata-rata pada FAS 0.5 sebesar 1.96 Mpa untuk beton onyx dan 2.30 Mpa untuk beton normal dan untuk kuat tarik belah rata-rata pada FAS 0.6 1.83 Mpa untuk beton onyx dan 1.59 Mpa untuk beton normal. FAS optimum terletak pada FAS 0.553, pada FAS dengan nilai lebih kecil dari 0.553 beton normal lebih baik daripada beton normal namun pada FAS dengan nilai lebih besar dari 0.553 beton onyx lebih baik daripada beton normal. Kata – kata kunci : limbah batu onyx, faktor air semen, kuat tarik belah beton.
PENGARUH PENAMBAHAN CAT PADA AGREGAT KASAR BATU PUMICE TERHADAP KEKAKUAN BALOK BETON BERTULANG DUA TUMPUAN Kurniawan, Ari Tri; Dewi, Sri Murni; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton adalah suatu bahan bangunan dan konstruksi yang sifat-sifatnya dapat ditentukan lebih dahulu dengan mengadakan perencanaan dan pengawasan yang teliti terhadap bahan yang dipilih.Hasil penelitian didapatkan  bahwa balok beton bertulang menggunakan agregat kasar normal dapat menahan beban 1620,677 kg, balok beton bertulang menggunakan agregat kasar batu pumice tanpa pelapisan cat dapat menahan beban 1487,343 kg, Balok beton bertulang menggunakan agregat kasar normal  memiliki nilai berat volume sebesar 2519,444 kg/mm3, balok  beton bertulang menggunakan agregat kasar batu pumice tanpa pelapisan cat memiliki berat volume sebesar 2134 kg/mm3, balok  beton bertulang menggunakan agregat kasar batu pumice dengan pelapisan cat memiliki berat volume sebesar 2080,556 kg/mm3. Balok beton bertulang menggunakan agregat kasar normal  memiliki nilai kekakuan sebesar 213,9202 kg/mm, balok  beton bertulang menggunakan agregat kasar batu pumice tanpa pelapisan cat memiliki nilai kekakuan sebesar 187,287 kg/mm, balok  beton bertulang menggunakan agregat kasar batu pumice dengan pelapisan cat memiliki nilai kekakuan sebesar 179,406 kg/mm3. Dari hasil kekakuan yang diperoleh nilai perbandingan selisih antara kekakuan balok beton bertulang menggunakan agregat kasar normal dengan balok beton bertulang menggunakan agregat kasar batu pumice tanpa pelapisan cat sebesar 14,22%, nilai perbandingan selisih antara kekakuan balok beton bertulang menggunakan agregat kasar normal dengan balok beton bertulang menggunakan agregat kasar batu pumice dengan pelapisan cat sebesar 19,238%, nilai perbandingan selisih antara kekakuan balok beton bertulang menggunakan agregat kasar batu pumice tanpa pelapisan cat dengan balok beton bertulang menggunakan agregat kasar batu pumice dengan pelapisan cat sebesar 4,393%. Kata kunci: balok beton, agregat kasar batu pumice berlapis cat, kekakuan, berat volume
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH BATU ONYX SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN BETON TERHADAP POROSITAS BETON Khosemde, Aisah Nurandilah; Setyowati, Edhi Wahjuni; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu industri penghasil limbah onyx adalah industri pembuatan kerajinan yang terbuat dari batu onyx dan marmer.  Hingga saat ini limbah batu onyx berupa bongkahan belum menemukan penggunaan yang tepat, sedangkan produksi limbah ini terus bertambah tiap tahunnya.Material ini memiliki potensi untuk digunakan sebagai bahan bangunan dikarenakan batu onyx memiliki pori - pori batuan yang relatif kecil sehingga diharapkan memiliki permeabilitas terhadap air yang lebih kecil.    Pada penelitian ini dilakukan pengujian porositas beton normal dengan batu onyx sebagai subtitusi agregat kasar yang akan dibandingkan hasilnya dengan beton normal yang menggunakan batu pecah. Di dalam penelitian ini dilakukan pembuatan benda uji dengan nilai Faktor air semen (FAS) yang berbeda yaitu 0,4; 0,5 dan 0,6.           Nilai porositas benda uji dengan variasi Faktor Air Semen (FAS) yaitu 0,4; 0,5; dan 0,6 memberikan nilai porositas rata - rata sebagai berikut 14,872%, 15,878% dan 13,846% untuk benda uji yang menggunakan agregat kasar limbah batu onyx dan 17,064%, 16,372% dan 18,257% untuk benda uji yang menggunakan agregat batu pecah.  Akibat penggantian aggregat kasar menggunakan limbah batu onyx pada campuran beton menunjukkan adanya penurunan pada nilai rata - rata porositas beton. Sehingga limbah batu onyx yang berupa bongkahan batu dapat digunakan sebagai alternatif agregat penyusun beton. Kata kunci: limbah onyx, Faktor Air Semen, porositas beton dengan agregat kasar onyx
ANALISIS KUAT LENTRUK STRUKTUR BALOK BETON BERTULANG DENGAN LUBANG HOLLOW CORE PADA TENGAH PENAMPANG BALOK Permana, Muhamad Hilman; Dewi, Sri Murni; Arifi, Eva
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton adalah material penyusun suatu struktur. Penggunaan beton di Indonesia pertama kali pada abad ke-7. Benteng Indrapatra milik kerajaan Lamuri adalah infrastruktur pertama yang menggunakan beton. Dalam penggunaannya, beton digabung dengan baja tulangan untuk menahan gaya tarik yang terjad. Beton bertulang dapat digunakan untuk segala macam struktur bangunan, seperti balok, kolom, pelat, dan pondasi. Dalam penggunaannya dilapangan, berat beton yang telah mengeras dapat mencapai 2400 kg/m3. Dalam penelitian ini, akan diuji penggunaan struktur beton ringan dengan membuat lubang hollow core di dalam balok. Pengujian difokuskan pada struktur balok. Dalam pengujian ini, digunakan benda uji balok beton penampang persegi dengan tiga buah lubang persegi dengan arah memanjang balok di tengah struktur balok beton. Lubang ini diisi oleh styrofoam, diletakkan dibawah garis netral penampang, tepatnya pada bagian tarik. Dengan asumsi, penggunaan beton pada bagian tarik kurang efisien dan penggunaan bahan beton pada bagian tarik hanya untuk mendistribusikan gaya yang diterima oleh struktur balok tersebut. Hasil dari penelitian menunjukkan berat volume beton dengan lubang ukuran 5 x 10 x 60 cm mengalami pengurangan sebesar 13.9%, sedangkan balok dengan lubang ukuran 7 x 10  60 cm dan 9 x 10 x 60 cm berturut – turut mengalami penurunan sebesar 15% dan 18.9%. Kuat lentur balok beton bertulang dengan lubang hollow core tidak mengalami penurunan dikarenakan lubang hollow core ditempakan pada daerah tarik balok. Daerah tarik balok ditahan oleh baja tulangan, sehingga jika lubang hollow core ditempatkan pada daerah ini, tidak berpengaruh terhadap kuat lentur balok. Nilai kuat lentur balok beton bertulang dengan lubang hollow core sebesar 2287.5 kgm, 2100 kgm dan 2167.5 kgm, berturut – turut untuk balok dengan lubang hollow core ukuran 5 x 10 x 60 cm, 7 x 10 x 60 cm dan 9 x 10 x 60 cm. Kata kunci: balok beton, lubanghollow core, kuat lentur, berat volume
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH BATU ONYX SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN BETON TERHADAP MODULUS ELASTISITAS BETON Dhiya Ulhaq, Abdullah Ghiyats; Soehardjono, Agoes; Setyowati, Edhi Wahjuni
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur beton sendiri mengalami berbagai perkembangan, dimana pada dasarnya berawal dari inovasi-inovasi para creator bangunan dalam memecahkan berbagai masalah yang muncul pada bangunan-bangunan sebelumnya. Pada umumnya  beton dipakai secara luas sebagai bahan konstruksi bangunan, dengan keutamaan nilai ekonomisnya yang baik serta mudah dalam pembuatannya. Onyx merupakan batuan metamorf yang memiliki klasifikasi hampir menyerupai marmer dari hasil penggalian pegunungan kapur di Panggungrejo, Blitar yang sampai saat ini pemanfaatannya umumnya digunakan sebagai bahan dasar kerajinan furniture. Salah satu pihak pengerajin batu onyx ini berpusat di daerah Campurdarat, Tulungagung. Dari hasil pembuatan furniture tersebut, tentunya tersisa limbah hasil pemotongan maupun kerajinan batu onyx ini. Pada penelitian ini, limbah onyx dicoba dimanfaatkan sebagai pengganti pada agregat kasar untuk campuran beton dengan variasi faktor air semen (FAS) 0,4; 0,5; dan 0,6 untuk mencari nilai modulus elastisitas beton tersebut. Nilai modulus elastisitas untuk beton onyx dengan variasi FAS 0,4; 0,5; dan 0,6; beton berumur 28 hari adalah 24496, 20876, dan 17919 MPa. Sedangkan  hasil penelitian mengenai modulus elastisitas untuk beton normal dengan variasi FAS 0,4; 0,5; dan 0,6; beton berumur 28 hari adalah 17675, 15978, dan 14592 MPa. Terjadi peningkatan modulus elastisitas pada beton onyx. Pada FAS 0,4 terjadi peningkatan nilai modulus elastisitas sebesar 38,59%. Pada FAS 0,5 terjadi peningkatan nilai modulus elastisitas sebesar 30,65%. Pada FAS 0,6 terjadi peningkatan nilai modulus elastisitas sebesar 22,80%. Kata kunci: beton, limbah onyx, FAS, modulus elastisitas
PENGARUH KOMPOSISI SEMEN SLAG DAN RASIO SEMEN AGREGAT TERHADAP MODULUS ELASTISITAS DAN BERAT VOLUME MORTAR Aprillinda, Sylvia; Dewi, Sri Murni; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi-teknologi baru di bidang konstruksi cenderung berkembang dengan pesat. Salah satunya adalah pada material konstruksi dimana bermunculan inovasi-inovasi baru yang diharapkan dapat memberikan hasil yang efektif dan efisien di dunia teknik sipil. Bahan-bahan material konstruksi yang merupakan hasil dari inovasi-inovasi diharapkan dapat memberikan nilai yang ekonomis, ramah lingkungan,  dan memiliki kekuatan yang tinggi. Pada penelitian ini bahan yang digunakan pada campuran mortar adalah semen slag yaitu ground granulated blast furnace slag (GGBFS) yang dimana merupakan hasil dari limbah pabrik baja yang diolah kembali menjadi semen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  pengaruh komposisi semen slag dan rasio semen agregat terhadap modulus elastisitas dan berat volume mortar. Penelitian ini memiliki 3 variasi rasio semen agregat yaitu 1:3:0,3; 1:4:033 dan 1:5:0,35. Semen yang digunakan adalah ordinary portland cement (OPC) dan ground granulated blast furnace slag (GGBFS) dengan variasi komposisi semen slag 0%; 10%; 40% dan 70%. Sampel yang digunakan adalah kubus dengan ukuran tiap sisinya sepanjang 10 cm. Uji berat volume dan modulus elastistisitas dilakukan ketika mortar berumur 7 hari, 28 hari dan 56 hari.Berdasarkan hasil pengujian berat volume variasi komposisi semen slag dan rasio semen agregat memiliki pengaruh terhadap berat volume kubus mortar. Hasil analisis statistik dengan uji analisis ragam dua arah menghasilkan bahwa variasi komposisi semen slag dan rasio semen agregat memiliki pengaruh terhadap berat volume mortar. Hasil analisis statistik dengan uji analisis ragam dua arah menghasilkan bahwa variasi komposisi semen slag dan rasio semen agregat memiliki pengaruh terhadap modulus elastisitas mortar. Kata Kunci: mortar, berat volume, modulus elastisitas, semen slag
PENGARUH EKSENTRISITAS DUA SISI BRACING PADA STRUKTUR PORTAL AKIBAT BEBAN LATERAL TERHADAP MOMEN KAPASITAS STRUKTUR Rahmawati, Dian; Susanti, Lilya; Brahmana K, Bhondana Bayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia yang berada di zona rawan gempa berdampak pada perencanaan suatu struktur bangunan. Untuk mencegah keruntuhan yang mungkin terjadi ini diperlukan suatu sistem perkuatan dengan prinsip menambah kekakuan struktur bangunan menggunakan pengaku (bracing) yang dipasang diagonal pada struktur portal. Penelitian ini menggunakan dua jenis benda uji yaitu benda uji silinder dan benda uji portal. Benda uji portal memiliki tinggi 70 cm dan panjang 100 cm dengan dimensi penampang sebesar 10 cm x 10 cm dengan tulangan utama Ø6 mm dan tulangan geser Ø4 mm. Pada benda uji portal A menggunakan bracing tanpa eksentrisitas sedangkan portal B dan C menggunakan eksentrisitas atas dan bawah dengan jarak yang bervariasi. Pengujian pada benda uji portal dilakukan dengan uji beban lateral menggunakan alat load cell untuk mengetahui nilai beban maksimum yang mampu ditahan oleh struktur portal untuk kemudian dikalkulasikan yaitu mengalikan nilai beban maksimum dengan tinggi benda uji portal. Dari pengujian beban lateral yang dilakukan terhadap benda uji portal didapatkan nilai beban maksimum yang mampu ditahan oleh struktur portal kode A sebesar 4410 Kg, portal kode B sebesar 3600 Kg, dan portal kode C sebesar 2330 Kg. Nilai beban maksimum yang didapat pada masing-masing benda uji portal digunakan untuk perhitungan nilai momen kapasitas struktur. Dari perhitungan yang dilakukan dengan mengalikan beban maksimum masing-masing benda uji portal dengan tinggi benda uji portal maka didapatkan nilai momen kapasitas struktur portal A sebesar 3087 Kgm, portal B sebesar 2520 Kgm, dan portal C sebesar 1631 Kgm. Berdasarkan nilai momen kapasitas yang diperoleh pada masing-masing benda uji portal, struktur portal A (non eksentrisitas) memiliki nilai momen kapasitas paling besar dibandingkan struktur portal B dan C yang memiliki eksentrisitas. Kata Kunci :Portal, Beban Lateral, Bracing, Eksentrisitas, Kuat Tekan, Momen Kapasitas
PENGUJIAN PASANGAN DINDING BATAKO INTERLOCK AKIBAT GAYA IN-PLANE Dini, Hanita Nurilina; Dewi, Sri Murni; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia sangat diperlukan bangunan rumah tinggal yang aman terhadap gempa. Salah satu cara menciptakan rumah tinggal yang aman dengan meningkatkan kinerja dinding agar tidak runtuh saat terjadi gempa. Untuk itu dibuat batako interlock yang memiliki lips pengunci pada sisi-sisinya untuk digunakan sebagai bahan penyusun dinding rumah tinggal. Pada penelitian ini dibuat dinding dengan tulangan dan tanpa tulangan menggunakan batako interlock yang memiliki tinggi 80 cm, panjang 75 cm dan tebal 12,5 cm.Pada dua lubang tepi dinding yang terisi tulangan ditutup dengan mortar.Sedangkan pada lubang yang tidak diisi tulangan ditutup menggunakan gabus.Selain itu juga dibuat benda uji batako interlock satuan dan batako interlock susun. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui mutu batako interlock, kuat tekan batako interlock susun, kuat tekan, kuat geser horizontal dan kuat geser diagonal pasangan dinding batako interlock. Hasil yang diperoleh nantinya akan dibandingkan dengan bahan penyusun dinding lain yang biasa digunakan.Pengujian dinding dilakukan dengan memberi beban dari arah vertikal, horizontal dan diagonal. Hasil pengujian yang dilakukan adalah kuat tekan rata-rata pasangan dinding batako interlock sebesar 0,796 Mpa,kuat geser horizontal rata-rata pasangan dinding batako interlock sebesar 0,118 MPa dan kuat geser diagonal rata-rata pasangan dinding batako interlock sebesar 0,226 Mpa. Kata Kunci :batako interlock, pasangan dinding, kuat tekan, kuat geser horizontal, kuat geser diagonal
PENGUJIAN PASANGAN DINDING BATAKO INTERLOCK AKIBAT GAYA LATERAL OUT-PLANE Novriadi, Ilham; Dewi, Sri Murni; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan Negara yang permasalahan infrastrukturnya semakin kompleksSelain permasalahan kurangnya bangunan yang tahan gempa. Permasalahan ini disertadengan kebutuhan semen yang melonjak tinggi. Untuk itu dibuat material batako interlockyang dapat meminimalisir penggunaan semen dan memiliki lips pengunci pada sisi-sisinyauntuk digunakan sebagai bahan penyusun dinding rumah tinggal. Pada penelitian ini dibuadinding dengan tulangan menggunakan batako interlock yang memiliki tinggi 150 cmpanjang 75 cm dan tebal 12,5 cm. Pada dua lubang tepi dinding yang terisi tulangan ditutup dengan mortar. Sedangkan pada lubang yang tidak diisi tulangan ditutup menggunakan gabus. Selain itu juga dibuat benda uji batako interlock satuan dan batakointerlock susun. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui mutu batako interlock,  dankuat lentur pasangan dinding batako interlock. Hasil yang diperoleh nantinya akandibandingkan dengan bahan penyusun dinding lain yang biasa digunakan. Pengujiandinding dilakukan dengan memberi beban dari arah lateral diluar bidang dinding. Hasilpengujian yang dilakukan pada batako interlock individu didapatkan mutu batako singleinterlock adalah 4,983 Mpa dan batako double interlock adalah 9,872 Mpa. Hasipengujian kuat lentur rata- rata untuk ketiga benda uji pasangan dinding batako interlockadalah 0,845 Mpa, dan hasil perthitungan kuat lentur teoritis sebesar 2,128 Mpa. Kata Kunci : Batako Interlock, Dinding, Kuat Lentur.

Page 68 of 140 | Total Record : 1398