cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,398 Documents
PERUBAHAN KEKUATAN TANAH LUNAK AKIBAT PEMASANGANPREFABRICATED VERTICAL DRAIN (PVD)POLA SEGIEMPAT DENGAN VARIASI JARAK Alif, Faisal Abda; Zaika, Yulvi; Suryo, Eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu aspek penting dari pembangunan nasional.  Infrastruktur memegang peranan yang penting sebagai salah satu penggerak ekonomi di Indonesia. Infrastruktur jalan yang ada sekarang nampaknya mulai tak dapat menampung volume kendaraan yang kian meningkat, termasuk beberapa titik di Jawa Timur. Salah satunya yaitu ruas tol Surabaya-Batu yang saat ini tengah dilakukan pembangunan jalan tol yang menghubungkan antara daerah gempol dengan kota Pasuruan tepatnya di desa Kedawung Kulon, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa timur.  Pembangunan ini dilakukan dengan kondisi tanah di daerah tersebut yaitu tanah lempung lunak, sehingga berpotensi mengalami penurunan akibat konsolidasi. Untuk penanganan permasalahan tersebut, diperlukan pengetahuan tentang perbaikan tanah lunak.  Salah satu metode yang digunakan adalah perencanaan perbaikan tanah lunak dengan menggunakan Prefabricated Vertical Drain (PVD) pola segi empat dengan variasi jarak yang telah ditentukan untuk mengetahui besar penurunan dan kekuatan tanah pada jalan tol gempol-pasuruan.  Dalam penelitian ini dapat dilakukan beberapa pengujian antara lain uji konsolidasi, uji kadar air, uji density dan uji vane shear dengan tujuan mempercepat konsolidasi tanah dan mampu meningkatkan daya dukung tanah di daerah gempol-pasuruan. Hasil penelitian yang telah dilakukan ini adalah tanah di daerah tersebut dapat diklasifikasikan sebagai tanah lunak dengan tebal lapisan 15,5 m. Penambahan beban secara bertahap (setiap beban sama), dengan semakin dekat jarak antar PVD maka akan menaikkan harga koefisien kompresi yang akan menyebabkan kenaikan penurunan.   Dengan melakukan pengujian konsolidasi penambahan beban secara bertahap (dengan penambahan beban sama) dari variasi jarak antar PVD didapatkan semakin dekat jarak antar PVD maka indeks kompresi yang didapat dan penurunan yang terjadi semakin besar. Dimana penurunan terbesar terjadi pada PVD jarak 12 cm sebesar 159,375 % dan untuk uji vane shear didapatkan semakin dekat jarak antar PVD maka semakin besar nilai kuat geser yang dihasilkan. Dimana perubahan kenaikan kuat geser terbesar terjadi pada PVD jarak 12 cm sebesar 343,210 %. Kata kunci: Tanah Lunak,Prefabricated Vertical Drain (PVD), Konsolidasi, Vane Shear, Kuat Geser
PERUBAHAN KEKUATAN TANAH LUNAK AKIBAT PEMASANGAN PREFABRICATED VERTICAL DRAIN (PVD) POLA SEGIEMPAT DENGAN VARIASI PANJANG Maharani, Ragilya; Zaika, Yulvi; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pembangunan insfrastruktur di Indonesia saat ini berkembang sangat pesat. Dapat dilihat dari pembangan Tol Gempol-Pasuruan, yang memiliki sifat konsistensi tanah yang tidak stabil, disebabkan kandungan air yang berlebih sehingga berpotensi mengalami penurunan akibat konsolidasi. Dari data tersebut perlu dilakukan perbaikan tanah dengan mtode preloading yang dikombinasikan dengan Prefabricated Vertical Drain (PVD) pola persegi dengan timbunan secara bertahap skala laboratorium. Pada penelitian ini dilakukan dengan tiga tahapan pelaksanaan, yaitu persiapan, kegiatan lapangan dan pekerjaan laboratorium.  Pengambilan sampel tanah di daerah Grati dengan metode undisturbed soil dan disturted soil. Sampel tanah kemudian dilakukan uji konsolidasi, kadar air, density dan vane shear. Setelah mengetahui perilaku tanah lunak terhadap daya dukung tanah dengan metode preloading dikombinasikan dengan PVD variasi panjang preloading yang ditentukan. Hasil penelitian yang telah dilakukan ini adalah tanah didaerah tersebut merupakan jenis tanah lunak dengan tebal lapisan 15,5 m. Penambahan beban secara bertahap (setiap tahap sama) dari variasi panjang sampel yang berbeda dapat menaikkan harga koefisien kompre,si yang akan menyebabkan besarnya kenaikan penurunan. Dimana terdapat kenaikan terbesar 148,9583% dengan panjang PVD 20 cm, dan terdapat kenaikan kuat geser terbesar 314,5679% dengan panjang PVD 20 cm. Kata Kunci: Tanah Lunak, Prefabricated Vertical Drain (PVD), Konsolidasi, Vane Shear, Kuat Geser.
PENGARUH VARIASI JARAK LAPIS GEOGRID TERATAS DAN PENAMBAHAN PANJANG PONDASI TERHADAP PENINGKATAN DAYA DUKUNG TANAH PASIR PADA PONDASI PERSEGI PANJANG DENGAN PEMBEBANAN EKSENTRIS Sjaputra, Rakha; Munawir, As’ad; Rachmansyah, Arief
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondasi merupakan struktur bangunan yang berfungsi menyalurkan beban yang diterima dari bangunan yang berada diatasnya ke tanah. Selain menahan beban aksial, pondasi juga harus mampu menahan beban eksentris. Dengan banyaknya pembangunan saat ini, sering kali kondisi lapangan memaksa untuk membangun sebuah bangunan diatas tanah yang daya dukung nya rendah seperti tanah pasir. Untuk itu digunakan lapis geogrid sebagai perkuatan untuk meningkatkan daya dukung tanah pasir. Pengujian ini dilakukan pada tanah pasir dengan RC 80%. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah jarak lapis geogrid teratas (u) dan panjang pondasi (L). Pengujian yang dilakukan di laboratorium menggunakan 3 lapis geogrid dengan jarak antar lapis geogrid yaitu 2 cm.Variasi jarak lapis geogrid teratas yang digunakan sebesar 2 cm, 3 cm, dan 4 cm sertavariasi panjang pondasi sebesar 12 cm, 14cm, dan 16 cm dengan lebar masing-masing 10 cm. Uji pembebanan dilakukan dengan eksentrisitas sebesar 1 cm, dan luas ukuran geogrid yaitu 50x60 cm2. Hasil daya dukung dari pondasi persegi panjang dengan perkuatan akan dibandingkan dengan daya dukung pondasi tanpa perkuatan. Dari hasil penelitian ini berdasarkan analisis Bearing Capacity Ratio (BCR), model pondasi yang menghasilkan daya dukung tanah maksimum yaitu pondasi dengan u = 2cm dan L = 12 cm.   Kata kunci: daya dukung, tanah pasir, bearing capacity ratio, pondasi persegi panjang, beban eksentris, geogrid, variasi jarak lapis geogrid, variasi panjang pondasi.
PENGARUH VARIASI JARAK ANTAR GEOGRID DAN PANJANG PONDASI TERHADAP PENINGKATAN DAYA DUKUNG TANAH PADA PONDASI PERSEGI PANJANG Pratama Yohanes, Raphael Eldy; Suryo, Eko Andi; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan dapat disebut baik dan kokoh apabila memiliki struktur penopang yang baik, tidak terkecuali pondasi. Dengan fungsinya yang sangat penting, perencanaan suatu pondasi perlu dilakukan dengan teliti, termasuk juga dengan kondisi tanah sekitar. Tanah sebagai objek penerima beban konstruksi harus mampu menahan beban yang dibebankan. Pesatnya pembangunan saat ini memunculkan banyak pembangunan yang dilakukan di daerah dengan tanah yang daya dukungnya kurang mencukupi. Oleh karena itu, perlu adanya metode perbaikan pada tanah dengan menambahkan material sintetik seperti geogrid.Penelitian ini menggunakantanah pasir dengan kepadatan relatif sebesar 80%. Parameter yang diamati adalah pengaruh dari variasilpanjang pondasi (L) dan jarak antar lapis geogrid (h). Pengujian dilakukan di laboratorium menggunakan pondasi dengan dimensi10×12 cm, 10×14 cm, 10×16 cm dan jarak antar lapis geogridsebesar 1 cm, 2 cm, 3 cm. Uji pembebanan dilakukan dengan eksentrisitas (e) sebesar 1 cm danjumlah perkuatan geogrid(n) sebanyak 3 lapis. Hasil daya dukung dari pondasiyang diperkuatlakan dibandingkan dengan daya dukung pondasi tanpa perkuatan. Pada penelitian ini, berdasarkan analisis Bearing Capacity Ratio (BCR), model uji menghasilkan daya dukung tanah maksimum pada saatdimensi pondasisebesar 10×12 cm dan jarak antar lapis geogrid sebesar 3 cm.   Kata kunci: bearing capacity ratio, daya dukung, geogrid, penurunan, pondasi persegi panjang, tanah pasir, variasi jarak antar lapis geogrid, variasi panjang pondasi..
PERUBAHAN DAYA DUKUNG TANAH LEMPUNG LUNAK YANG DIPERBAIKI DENGAN METODE PVD (PREFABRICATED VERTICAL DRAIN) KARENA PERBEDAAN JARAK PEMASANGAN DENGAN POLA SEGITIGA Biasmahendra, Bima; Zaika, Yulvi; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DesaKedawungWetan, KecamatanGrati, KabupatenPasuruanadalah salah satulokasiproyekpembangunanjalantolruasGempol – Pasuruan pada lokasiinikondisitanahnyamerupakantanahlempunglunak yang pada umumnyamemilikidayadukung yang rendah. Kondisitanahdasar yang cukuplunakmenyebabkanterjadinyapenurunantanah.halinimengharuskandilakukannyaupayaperbaikantanahlunak agar bisadijadikanlahanbangunannantinya. Oleh sebabitu, studiinibertujuanuntukmengidentifikasipengaruhbesarpenurunandenganmetodepemasanganPrefabricated Vertical Drain (PVD) denganvariasijarak pemasangan pada PVD. Perbaikantanahlunakdilakukandengandesain PVD menggunakanpolasegitiga dan jarak antar PVD 12 cm, 14 cm, 16 cm dan 18 cm. Dari hasilperhitungantanpamenggunakan PVD dan menggunakan PVD memilikidampak yang sangatbesarterhadapnilaipenurunantanahsertakuatgesertanah (Su). Kata Kunci : Tanah Lunak, Penurunan, Prefabricated Vertical Drain (PVD)
PENGARUH PENAMBAHAN CAT PADA AGREGAT KASAR BATU PUMICE TERHADAP KEKAKUAN BALOK BETON BERTULANG TIGA TUMPUAN Fauzi, Ahmad; Widjatmiko, Indradi; Zacoeb, Achfas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan suatu material pokok dalam bidang konstruksi. Salah satu jenis beton yang digunakan dalam konstruksi adalah beton ringan. Agregat pada beton ringan biasanya berasal dari batuan vulkanik seperti batu pumice. Batu pumice adalah batuan asam yang terbentuk dari lava cair yang melewati proses pendinginan dari meletusnya gunung berapi. Karena karakteristik batu pumice yang berongga mengakibatkan penyerapan air terhadap agregat menjadi besar, yang berhubungan pada pengurangan kekuatan agregat. Oleh karena itu, pada penelitian  ini agregat batu pumice dilapisi cat yang bertujuan untuk mengurangi penyerapan air. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh agregat batu pumice yang dilapisi cat terhadap kekakuan balok beton bertulang. Dalam penelitian ini balok beton bertulang digunakan sebagai benda uji untuk agregat pumice dan pumice cat masing-masing tiga buah benda uji, serta tiga buah benda uji untuk agregat normal sebagai pembanding. Balok benda uji diletakkan diatas tiga tumpuan sendi-sendi-rol yang dengan bentang masing-masing batang sama panjang. Beban terpusat diberikan di tengah masing-masing bentang yang juga akan dianalisa lendutan dibawah beban. Hasil dari penelitian menunjukkan penyerapan air agregat pumice yang dilapisi cat lebih kecil yaitu 10,1% dibandingkan dengan pumice tanpa cat 14%. Sehingga mempengaruhi berat balok benda uji pumice yang dilapisi cat lebih ringan 42,12 kg dibandingkan dengan agregat pumice biasa 42,28 kg. Kekakuan balok beton bertulang pumice tanpa cat lebih besar bila dibanding balok yang menggunakan agregat pumice dilapisi cat. Hal ini dikarenakan cat jenis polimer yang melapisi permukaan agregat mengakibatkan berkurangnya daya lekat antara semen dan agregat. Nilai kekakuan balok beragregat pumice pada bentang 1 sebesar 900,45 kg/mm dan pada bentang 2 sebesar 653,38 kg/mm. Nilai kekakuan balok untuk pumice cat pada bentang 1 sebesar 493,82 kg/mm dan pada bentang 2 sebesar 413,05 kg/mm. Kata kunci: beton, pumice, penyerapan air, kekakuan
PENGARUH PENAMBAHAN LAPISAN CAT PADA AGREGAT KASAR (BATU PUMICE) TERHADAP KEKUATAN LENTUR BALOK TIGA TUMPUAN Saputra, Bagus Arista; Dewi, Sri Murni; N, Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan bahan bangunan komposit yang terdiri dari agregat dan campuran semen. Agregat tersebut terdiri dari agregat kasar dan agregat ringan. Kualitas dan karakteristik beton akan sangat dipengaruhi oleh material penyusunnya tersebut. Untuk mengetahui karakteristik dari pengaruh agregat terhadap kekuatan yang dimiliki oleh beton maka perlu dilakukan penelitian.Salah satunya dengan penggunaan batu apung (pumice) sebagai agregat kasar menggantikan batu kerikil dalam campuran beton.Batu apung merupakan batuan vulkanik yang memiliki banyak rongga sehingga lebih ringan jika dibandingkan dengan batu kerikil.Serta penggunaan cat sebagai bahan pelapis permukaan batu apung (pumice) yang bertujuan untuk mengurangi penyerapan air pada agregat tersebut.Pada penelitian ini objek yang diamati yaitu: 1.) Balok beton tulang dengan agregat kasar batu kerikil, 2.)Balok beton bertulang dengan agregat kasar batu pumice tanpa pelapisan cat, 3.) balok beton bertulang dengan agregat kasar batu pumice dengan pelapisan cat. Masing - masing balok uji menggunakan 3 benda uji dengan dimensi balok 120x15x10 cm. Pembebananstatic vertical dilakukan pada seperempat dan tigaperempat bentang setelah balok beton berumur 28 hari. Balok diletakan diatas tiga tumpuan (sendi-sendi-rol).Benda uji diberi beban hingga mencapai runtuh lentur.Hasil pengujian agregat menunjukan penambahan lapisan cat pada agregat kasar batu pumice mampu mengurangi penyerapan air sebesar 3,9%. Balok beton bertulang menggunakan agregat kasar batu pumice berlapis cat memiliki nilai berat volume yang lebih kecil daripada balok  beton bertulang menggunakan agregat kasar batu pumice tanpa pelapisan cat. Proses pembebanan static verticalmenunjukan bahwa balok beton bertulang beragregat kasar batu pumiceyang berlapiskan cat mampu menahan beban yang lebih besar dibandingkan dengan balok beton bertulang beragregat kasar batu pumice tanpa lapisan cat. Dengan penambahan lapisan cat juga meningkatkan kekuatan lentur dari balok beton beragregat kasar batu pumice sebesar 6,76%. Kata kunci: beton, pumice, cat, berat volume,kuat lentur
KAJIAN ABU VULKANIK GUNUNG KELUD SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN PENYUSUN BATAKO BERLUBANG Khalis, Adli; Dewi, Sri Murni; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abu vulkanik Gunung Kelud adalah abu yang dihasilkan oleh letusan Gunung Kelud yang kemudian terbang ke segala arah sesuai dengan arah hembusan angin. Keberadaan abu vulkanik ini dianggap sebagai limbah yang dapat mencemari lingkungan dan mengganggu masyarakat sekitar. Untuk mengatasi hal itu maka dilakukan pengkajian untuk memanfaatkan material abu vulkanik. Abu vulkanik dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengganti pasir karena bersifat pozzolan dan dilihat dari ukuran butir yang memiliki kandungan silika yang relatif tinggi. Abu vulkanik pada penelitian ini akan digunakan sebagai pengganti sebagian pasir dalam pembuatan batako berlubang. Batako merupakan salah satu alternatif bahan dinding yang murah dan relatif kuat yang terbuat dari campuran pasir, semen dan air. Pengujian dilakukan dengan membuat benda uji batako dengan campuran pasir, semen dan abu vulkanik dengan variasi prosentasi pasir dan abu vulkanik. Kemudian dilakukan uji penyerapan air dan kuat tekan untuk mengetahui penyerapan air dan kuat tekan batako serta pengaruh dari penggunaan abu vulkanik. Penelitian ini menggunakan 15 buah benda uji dengan persentase abu vulkanik didalamnya sebesar 0%, 25% dan 50%, untuk masing-masing perlakuan dibuat 5 benda uji. Dari hasil pengujian penyerapan air dan kuat tekan didapatkan hasil bahwa abu vulkanik gunung kelud dapat dimanfaatkan sebagai pengganti sebagian pasir. Berdasarkan syarat dari SNI 03-0349, secara keseluruhan penyerapan air pada batako memenuhi standar penyerapan maksimal yaitu 25%. Untuk pengujian kuat tekan semua benda uji memenuhi SNI, komposisi abu vulkanik Gunung Kelud sebesar 0% dan 25%  tergolong dalam mutu I, sedangkan komposisi abu vulkanik Gunung Kelud sebesar 50% tergolong dalam mutu III, sehingga dari penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa abu vulkanik Gunung Kelud dapat digunakan sebagai alternatif bahan pengganti sebagian pasir pada pembuatan batako.   Kata Kunci : batako, abu vulkanik Gunung Kelud, penyerapan air, kuat tekan.
PERENCANAAN ALTERNATIF GEDUNG MIPA CENTER TAHAP 1 FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS BRAWIJAYA DENGAN MENGGUNAKAN PROFIL CASTELLATED BEAM NON KOMPOSIT Niago, Alex; Hidayat, M. Taufik; Nurlina, Siti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan pertambahan dan perkembangan jumlah penduduk di indonesia, khususnya di kota Malang. Maka diperlukan infrastruktur yang memadai, seperti tersediannya pemukiman, perkantoran, gedung sekolah, gedung kuliah, gedung olahraga untuk menunjang aktifitas masyarakat di indonesia. Sehingga dari pesatnya perkembangan ini mengakibatkan suatu permasalahan baru yaitu terbatasnya lahan yang tersedia. Bangunan tinggi yang ada di wilayah Kota Malang hampir seluruhnya, termasuk Gedung MIPA CENTER tahap 1 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya Malang dibangun menggunakan struktur beton bertulang, karena struktur beton bertulang lebih mudah di kerjakan dalam pelaksanaanya. Sedangkan untuk struktur baja belum banyak digunakan untuk bangunan tinggi, adapun yang belum banyak digunakan untuk bangunan tinggi ialah struktur baja dengan profil Wide Flange dengan berat yang sama. Dalam analisis dan evaluasi ini akan dilihat perhitungan struktur dari profil Castellated Beam. Kata kunci: Castellated Beam, Struktur Baja, LRFD
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH BATU ONYX SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT LENTUR BETON Raya, Beta Taufiq; Setyowati, Edhy Wahyuni; Anggraini, Retno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan Bahan yang didapat dengan mencampurkan semen portland atau semen hidrolik yang lain, agregat halus, agregat kasar dan air, dengan atau tanpa bahan tambahan yang membentuk masa padat. Penggunaan beton yang masih mendominasi dewasa ini, membuat kebutuhan bahan material kerikil semakin meningkat. Di sisi lain  terdapat beberapa lingkungan yang menghasilkan limbah padat. Sehingga menuntut adanya inovasi dalam pembuatan bahan material beton. Salah satunya dilakukan penelitianmemanfaatkan limbah batu onyx yang memiliki porositas kecil sehingga dapat  mengurangi penyerapan air pada agregat yang diharapkan dapat digunakan sebagai bahan alternatif pengganti agregat kasar kerikil pada beton. Salah satu sifat mekanik beton yang perlu diperhatikan adalah kuat lentur beton, yaitu kuat tarik beton tak langsung dalam keadaan lentur akibat momen dari beton. Metode pengujian yang digunakan dengan balok uji sederhana yang dibebani terpusat di tengah bentang di atas dua perletakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggantian kerikil dengan batu onyx terhadap kuat lentur beton dan mengetahui faktor air semen yang paling optimal. Balok uji yang dipakai yaitu berukuran 60 cm x 15 cm x 15 cm dengan mutu K 200 dan menggunakan macam variasi faktor air semen 0,4, 0,5, dan 0,6.Hasil Penelitian menunjukkan beton dengan menggunakan agregat kasar batu onyx FAS 0,4 memiliki kuat lentur rata-rata 5,351 Mpa dan 5,092 untuk agregat kerikil dengan selisih 4,840%. FAS 0,5agregat kasar batu onyx memiliki kuat lentur rata-rata 4,157 Mpa dan 4,551 untuk agregat kerikil dan 4,551 Mpa dengan selisih 8,657%. FAS 0,6 agregat kasar batu onyx memiliki kuat lentur rata-rata 3,128 Mpa dan 3,278 Mpa untuk agregat kerikil dengan selisih 4,795%. Dan FAS yang paling optimum pada penelitian ini adalah FAS 0,4 dan penggunaan limbah batu onyx dapat digunakan sebagai alternatif bahan pengganti agregat batu kerikil untuk beton struktural. Kata Kunci : beton, kuat lentur, faktor air semen (FAS), batu onyx

Page 67 of 140 | Total Record : 1398