cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,398 Documents
PENENTU KAPASITAS KETAHANAN GEMPA RUMAH TINGGAL SATU LANTAI DI KOTA MALANG DENGAN BATA LOKAL MENGGUNAKAN METODE WALL DENSITY INDEX R. M. Pantow, Michael Bharlly; Soehardjono, Agoes; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melihat banyaknya aktifitas gempa di kota Malang serta banyaknya penduduk yang membutuhan rumah tinggal sehingga diperlukan penelitian terhadap ketahanan gempa pada rumah tinggal satu lantai dengan batalokal untuk mengetahui seberapa besar kapasitas bangunan rumah tinggal tersebut terhadap gaya gempa di kota Malang.Hasil penelitian kapasitas ketahanan gempa pada rumah tinggal tipe 54, tipe 60, dan tipe 70menunjukanbahwasecaradesainbangunansemuatiperumahmemilikinilai eksentrisitas antara pusat massa dengan pusat kekakuan bangunan yang masih berhimpit,kemudian rasio panjang dengan lebar bangunan tiap tipe rumah telah memenuhi faktor keamanan yang disyaratkan, namundalamsyaratketeraturanbentuktidakterpenuhi dan denahtiaptiperumahberbentukasimetrissehinggaakantimbulefek torsi.Untukkapasitasdindingnya, Wall Density Index, kuatgeserseismik per lantaibangunan, kuattekan pada dinding-dindingakibatbebangravitasi, dan dayadukungtiapdinding, sudahmelebihifaktorkeamanan yang disyaratkan. Kata Kunci: kapasitasgempa, Wall Density Index, kapasitasbentuk, kapasitasdinding, Confined Masonry
RASIO BEBAN GEMPA TERHADAP KAPASITAS DINDING RUMAH SATU LANTAI DENGAN SISTEM CONFINED MASONRY WALL DI KOTA MALANG Ilhamy, Ahmad Haidar; ., Wisnumurti; Nuralinah, Devi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar bangunan di Indonesia yang berupa bangunan bertingkat rendah seperti rumah sederhana 1 tingkat dan 2 tingkat masih menggunakan dinding konvensional atau pasangan batu bata sebagai dinding bangunan. Alasan pada umumnya karena selain mudah didapat dan murah, batu bata mempunyai sifat yang tahan terhadap suhu yang tinggi. confined masonry wall yang mana dinding dari batu bata di posisikan sebagai struktur utama dari sebuah bangunan, dan merupakan salah satu sistem struktur yang sangat sering dan umum digunakan untuk membangun rumah satu tingkat di indonesia yakni Sumatra dan Jawa, Melihat banyaknya aktifitas gempa di kota Malang serta banyaknya penduduk yang membutuhan rumah tinggal sehingga diperlukan penelitian terhadap ketahanan gempa pada rumah tinggal satu lantai dengan batalokal untuk mengetahui seberapa besar kapasitas bangunan rumah tinggal tersebut terhadap gaya gempa di kota Malang,Dari analisis denah bangunan hanya tipe 36 yang memiliki bentuk regular, Semua denah memenuhi persyaratan bangunan tidak terlalu panjang dengan nilai tipe 36 sebesar 1,25, untuk tipe 48 sebesar 1,07 dan untuk tipe 72 sebesar 1,09. Semua tipe rumah memenuhi persyaratan nilai Wall Density Index untuk daerah Malang harus lebih besar dari 2,5% untuk bangunan 1 lantai dengan nilai terkecil tipe 36 dy 7,16%. tipe 48 dx = 6,6%. tipe 72 dx = 5,36% Semua tipe rumah dapat menahan beban gravitasi dengan nilai terkecil pada tipe 36 sebesar 16,27. tipe 48 sebesar 24,01. Untuk denah tipe 72 sebesar 24,81 Dalam tinjauan Dari rasio yang didapatkan jika ditinjau terhadap kekuatan setiap dinding terhadap beban gempa, semua tipe rumah sanggup menahan dengan karena memiliki rasio < 1 dengan nilai untuk tipe 36 sebesar 0.3031, untuk tipe 48 sebesar 0.5364  dan untuk tipe 72 sebesar 0.3167 Kata kunci: bangunan tahan gempa, confined masonry wall, kapasitas dinding, rasio beban gempa
PENGARUH PENGGUNAAN GLASS FIBER DAN POLYPROPYLENE FIBER TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON POROUS DENGAN MENGGUNAKAN RECYCLED COARSE AGGREGATE (RCA) Dobonsolo, Angga Januar; Arifi, Eva; Bayu, Bondhana
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang sering terjadi hingga saat ini yatu terkait dengan perkerasan jalan menyebabkan berkurangnya ruang terbuka hijau, eksploitasi sumber daya alam ikut menyumbang  semakin mendorongnya pemanasan global di dunia. Perkerasan yang ada juga berdampak pada berkurangnya daerah resapan air hal ini akibat dari perkerasan umumnya merupakan lapisan yang kedap terhadap air. Perkerasan yang menggunakan bahan yang ramah terhadap lingkungan bisa menjadi solusi sekaligus inovasi yang dapat mengurangi dampak negatif dari pembangunan perkerasan pada masa yang akan datang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penggunaan Glass Fiber dan Polypropylene Fiber Terhadap Kuat Tarik Belah Beton Porous Dengan Menggunakan Recycled Coarse Agregate (RCA). Pada penelitian ini digunakan benda uji tarik belah berupa silinder beton porous dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi silinder 20 cm. Data yang dicari antara lain karakteristik RCA dan NCA, berat isi dan kuat tarik belah beton porous dengan variasi komposisi RCA 0% dan 100%. Untuk pembuatan beton porous campuran yang digunakan antara semen : agregat kasar adalah 1 : 4 dengan FAS 0,27. Dan digunakan variasi glass fiber dan polypropylene fiber sebesar 0,75% dan 1,5%.Dari hasil penelitian, penggunaan agregat kasar daur ulang (RCA) pada  uji kuat tarik belah menunjukkan hasil yang lebih rendah dibandingkan dengan menggunakan agregat kasar alami (NCA). Dikarenakan berat isi pada NCA lebih besar dibandingkan dengan RCA, faktor lain yaitu dikarenakan RCA memiliki daya serap air yang tinggi dan berjenis yang lebih rendah dibandingkan dengan NCA, hal ini dikarenakan terdapat kandungan mortar dalam agregat. NCA dengan penambahan polypropylene dengan kadar 1,5% menghasilkan kuat tarik belah tertinggi sebesar 1%.. Dan penambahan kadar glass fiber sebesar 0,75% menghasilkan peningkatan kuat tarik belah tertinggi sebesar 1%. Kata kunci : beton porous, agregat kasar daur ulang, polypropylene fiber, glass fiber
PENGARUH RASIO TULANGAN LONGITUDINAL DENGAN VARIASI JUMLAH TULANGAN LONGITUDINAL TERHADAP KUAT TEKAN, DAKTILITAS, DAN KEKAKUAN KOLOM DENGAN TULANGAN BAMBU Rahadyan, Harits Hanif; Remayanti, Christin; Wibowo, Ari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan konstruksi bangunan telah mengalami perkembangan seiring dengan berjalannya waktu.Penelitian pada komponen utama struktur bangunan masih terus dilakukan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Tulangan bambu adalah bahan telah dicanangkan dapat menggantikan tulangan baja pada beton bertulang.Pemilihan bambu sebagai tulangan alternatif untuk menggantikan tulangan baja dikarenakan bambu merupakan produk alam yang terbarukan dan memiliki kuat tarik yang tinggi yang dapat bersaing dengan kekuatan tarik baja. Jenis bambu yang digunakan pada penelitian ini adalah bambu petung untuk tulangan longitudinal dan bambu apus untuk tulangan transversal. Pada penelitian ini parameter yang dijadikan menjadi acuan adalah kuat tekan maksimum, kekakuan, dan daktilitas. Variabel yang dibandingkan adalah rasio tulangan longitudinal dari kolom. Dipakai 2 variasi rasio tulangan longitudinal yaitu ρ = 1,23 dengan 8 tulangan bambu petung 10 x 5 mm dan ρ = 2,47 dengan 4 tulangan bambu petung 10 x 20 mm. Pengujian kolom dilakukan dengan menggunakan mesin uji tekan untuk memperoleh nilai gaya tekan dan LVDT untuk memperoleh nilai deformasi. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa kolom dengan rasio yang lebih besar memiliki efektivitas yang lebih baik. Kata Kunci : Kolom pendek, tulangan bambu, gaya tekan, kekakuan, modulus elastisitas, daktilitas.
PENGARUH JARAK SENGKANG TERHADAP KUAT TEKAN, DAKTILITAS, DAN KEKAKUAN KOLOM DENGAN TULANGAN BAMBU Putra, Geraldy Widianto; Wibowo, Ari; Remayanti, Christin
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolom merupakan komponen struktur yang sangat penting dalam suatu bangunan. Saat ini banyak sekali penggunaan baja dalam dunia konstruksi, tetapi bahan tersebut tidak dapat diperharui. Oleh karena itu pada penelitian ini tulangan pada beton menggunakan bambu sebagai bahan alternatif karena bambu relatif lebih murah dan ramah lingkungan jika dibandingkan dengan menggunakan baja. Jenis bambu yang dipakai didalam penelitian ini ada 2, untuk bambu petung digunakan sebagai tulangan longitudinal dan bambu apus digunakan untuk tulangan transversal. Didalam penelitian ini ada 2 tipe, kolom bambu dan kolom baja. Untuk kolom bambu A1 dan A2 menggunakan 4 buah tulangan utama berdimensi 10 x 10 mm dan sengkang berimensi 10 x 5 mm. Namun untuk kolom bambu A1 memiliki jarak sengkang 9,33 cm dan kolom bambu A2 memiliki jarak sengkang 14 cm. untuk kolom bambu B1 dan B2 menggunakan 8 buah tulangan utama berdimensi 10 x 5 mm dan sengkang berdimensi 10 x 5 mm. namun untuk kolom bambu B1 memiliki jarak sengkang 9, 33 cm dan kolom bambu B2 memiliki jarak sengkang 14 cm. Untuk kolom baja A1 dan A2 menggunakan 4D-10 mm dengan sengkang Ø6 mm, tetapi untuk kolom baja A1 memiliki jarak sengkang 9,33 cm dan kolom baja A2 memiliki jarak sengkang 14 cm. Untuk kolom baja B1 dan B2 menggunakan tulangan 8D-8 mm dan sengkang Ø6 mm, dan untuk kolom baja B1 memiliki jarak sengkang 9,33 cm dan kolom baja B2 memiliki jarak sengkang 14 cm. Dalam penelitian ini hasil yang didapatkan adalah kolom yang memiliki jarak sengkang yang lebih rapat yaitu 9,33 cm lebih efektif jika dibandingkan dengan kolom yang memiliki jarak sengkang yang lebih renggang yaitu 14 cm. Kata Kunci : Kolom pendek, tulangan bambu, gaya tekan, kekakuan, daktilitas.
PENGARUH KONFIGURASI TULANGAN LONGITUDINAL TERHADAP KUAT TEKAN, DAKTILITAS, DAN KEKAKUAN KOLOM DENGAN TULANGAN BAMBU Bagaskoro, Yogi Tio; Wijatmiko, Indradi; Nainggolan, Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolom adalah suatu struktur penting dalam sebuah bangunan baik itu gedung ataupun bangunan sederhana. Kolom adalah suatu struktur vertikal yang menopang struktur – struktur horizontal seperti balok, pelat, kuda – kuda dan struktur horizontal lainnya. Oleh karena itu, kebutuhan akan material tulangan baja semakin meningkat seiring pesatnya pembangunan di Indonesia. Hal ini membuat banyak masyarakat mencari alternatif pengganti tulangan baja, dikarenakan harga tulangan baja semakin tinggi. Salah satu alternatif pengganti tulangan baja adalah tulangan bambu.Jenis bambu yang digunakan pada penelitian ini adalah bambu petung untuk tulangan longitudinal dan bambu apus untuk sengkang. Pada penelitian ini parameter yang dijadikan menjadi acuan adalah kuat tekan maksimum, kekakuan, dan daktilitas. Variabel yang dibandingkan adalah konfigurasi tulangan longitudinal dari kolom. Dipakai 2 variasi konfigurasi tulangan longitudinal yaitu dengan 4 tulangan longitudinal bambu petung 10 x 10 mm dan 8 tulangan longitudinal bambu petung 10 x 5 mm. Pengujian kolom dilakukan dengan menggunakan mesin uji tekan untuk memperoleh nilai gaya tekan dan LVDT untuk memperoleh nilai deformasi. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa kolom dengan konfigurasi tulangan longitudinal yang lebih banyak memiliki efektivitas yang lebih baik. Kata Kunci : Kolom pendek, tulangan bambu, gaya tekan, kekakuan, daktilitas.
PENGARUH EKSENTRISITAS PADA STRUKTUR PORTAL DENGAN BRACING TIPE INVERTEDV AKIBAT BEBAN LATERAL TERHADAP MOMEN KAPASITAS STRUKTUR c Fauzan, Mohammad; Wijaya, Ming Narto; Firdausy, Ananda Insan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu cara agar suatu struktur dapat menahan beban gempa adalah dengan menambahkan pengaku (bracing) tipeInverted V untuk memberikan kekakuan struktur sehingga dapat meminimalisir deformasi (goyangan) pada struktur yang diakibatkan oleh gempa. Portal dengan bracing yang digunakan pada penelitian ini terbuat dari beton bertulang dengan dimensi 110 cm x 80 cm dengan ukuran penampang 10 cm x 10 cm untuk seluruh komponen struktur. Tulangan yang digunakan terdiri dari tulangan utama dan tulangan geser. Untuk tulangan utama digunakan tulangan baja polos dengan diameter 6 mm sebanyak 4 buah dengan jarak selimut beton 20 mm. Untuk tulangan geser digunakan tulangan baja polos dengan diameter 4 mm dengan jarak antar sengkang sebesar 150 mm. Variasi eksentrisitas bracing yang digunakan pada struktur portal ini adalah portal kode I bereksentrisitas 0 cm, portal kode J bereksentrisitas 15 cm, dan portal kode K bereksentrisitas 25 cm. Hasil pengujian pada laboratorium didapatkan momen kapasitas pada portal kode I sebesar 4760 Kg.m,  portal kode J sebesar 2940 Kg.m, dan portal kode K sebesar 1890 Kg.m.Oleh karena itu, pada penelitian kali ini, eksentrisitras bracing pada struktur portal memberikan pengaruh pada besarnya momen kapasitas struktur.   Kata Kunci: Portal, bracing, eksentrisitas, beton bertulang, beban lateral, kuat tekan, Momen kapasitas
PENGARUH PENGGUNAAN GLASS FIBER DAN POLYPROPYLENE FIBER TERHADAP ABRASI BETON POROUS DENGAN MENGGUNAKAN RECYCLED COARSE AGGREGATE (RCA) Hasymi A.Q, Muhammad Ali; Arifi, Eva; Bayu, Bondhana
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang sering terjadi hingga saat ini yatu terkait dengan perkerasan jalan menyebabkan berkurangnya ruang terbuka hijau, eksploitasi sumber daya alam ikut menyumbang  semakin mendorongnya pemanasan global di dunia. Perkerasan yang ada juga berdampak pada berkurangnya daerah resapan air hal ini akibat dari perkerasan umumnya merupakan lapisan yang kedap terhadap air. Perkerasan yang menggunakan bahan yang ramah terhadap lingkungan bisa menjadi solusi sekaligus inovasi yang dapat mengurangi dampak negatif dari pembangunan perkerasan pada masa yang akan datang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penggunaan Glass Fiber dan Polypropylene Fiber Terhadap Abrasi Beton Porous Dengan Menggunakan Recycled Coarse Agregate (RCA). Pada penelitian ini digunakan benda uji tarik belah berupa silinder beton porous dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi silinder 10 cm. Data yang dicari antara lain karakteristik RCA dan NCA, berat isi dan abrasi beton porous dengan variasi komposisi RCA 0% dan 100%. Untuk pembuatan beton porous campuran yang digunakan antara semen : agregat kasar adalah 1 : 4 dengan FAS 0,27. Dan digunakan variasi glass fiber dan polypropylene fiber sebesar 0,75% dan 1,5%.Dari hasil penelitian, penggunaan agregat kasar daur ulang (RCA) padaabrasi menunjukkan hasil yang lebih rendah dibandingkan dengan menggunakan agregat kasar alami (NCA). Dikarenakan berat isi pada NCA lebih besar dibandingkan dengan RCA, faktor lain yaitu dikarenakan RCA memiliki daya serap air yang tinggi dan berjenis yang lebih rendah dibandingkan dengan NCA, hal ini dikarenakan terdapat kandungan mortar dalam agregat. NCA dengan penambahan polypropylene dengan kadar 1,5% menghasilkan abrasi tertinggi sebesar 1%.. Dan penambahan kadar glass fiber sebesar 0,75% menghasilkan peningkatan abrasi tertinggi sebesar 1%. Kata kunci : beton porous, agregat kasar daur ulang, polypropylene fiber, glass fiber
STUDI ALTERNATIF ANALISIS SAMBUNGAN BALOK-KOLOM DENGAN SISTEM PRACETAK PADA GEDUNG FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG Aprilliza, Hani; Hidayat, M. Taufik; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan di Indonesia berkembang sangat pesat di segala aspek seiring dengan kemajuan jaman, contohnya adalah Kota Malang dengan segala potensinya menjadikan daerah ini sebagai daya Tarik setiap orang untuk memenuhi kebutuhan. Dengan adanya hal tersebut maka solusinya adalah dengan membangun gedung- gedung bertingkat demi tercapainya efisiensi dalam membangun gedung tersebut, maka digunakan metode beton pracetak. Konsep pembangunan mengacu ke dalam SNI 03- 1726-2012 tentang tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung serta SNI 03-2847-2002 tentang tata cara perhitungan struktur beton sehingga acuan kedua peraturan tersebut akan didapatkan struktur yang tahan gempa, efektif, dan efisien. Dalam studi ini merupakan analisis Gedung Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang dengan zona gempa 4 yang di rencanakan kembali dengan menggunakan metode pracetak.   Kata Kunci : Pracetak, Cor penuh, Beban gempa, Volendam
PERENCANAAN ALTERNATIF STRUKTUR NONKOMPOSIT GEDUNG FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG SembiringMaha, Syella Audina; Hidayat, M. Taufik; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep.perhitungan.bangunan tinggi dengan asumsi.model strukturnya menjadi portalruang atau 3D dengan pembebanan arah vertikal.akibat berat sendiiri dan arah horizontal akibatgempa dengan mengacu pada SNI 03-1726-2012 tentang tata cara perencanaan.Ketahanangempa untuk struktur bangunan gedung dan non.gedung serta SNI 03-1729-2002 tentang tatacara perencanaan.struktur baja untuk bangunan gedung. Berdasarkan  perhitungan  analisis  dan  desain  menggunakan  SAP  2000  v19  makadidapatkan  dimensi  balok dan kolom.  Balok menggunakan  profil  WF200.200.5,5.8 , dan kolom menggunakanprofil WF 400.400.13.21, WF 350.350.12.19, WF 300.300.10.15, dengan melalui kontrol profil secara keseluruhan dengan syarat Mu ≤ Φb . Mn dan Vu ≤ Φb .Vn sedangkan kontrol profil secara per bagian yaitu dengan kontrol bagian.sayap dan badan dengan syarat penampang kompak yaitu sayap  ≤ dan bagian badan ≤  serta  =   Kata Kunci : bangunan.tinggi, gaya gempa, LRFD

Page 71 of 140 | Total Record : 1398