cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,398 Documents
PENGARUH VARIASI FRAKSI SERAT PLASTIK TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH, DAN MODULUS ELASTISITAS BETON RINGAN Sitompul, Even Peacestar; Wibowo, Ari; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampahmerupakanlimbahpadat yang memilikipotensiuntukdapatdiolahkembalisehinggamemilikinilaiekonomis.Sampahdengankonsentrasidankuantitas yang tinggitentunyaakanmembawadampaknegatifbagilingkunganterutamapadakesehatanmanusiasehinggaperludilakukanpenanganterhadaplimbahpadatini. Daurulangseringmenjadialternatifsolusibagipenangananlimbahpadat.Dibandingkandenganbahanlain, plastikmempunyakelebihanyaitubisadidaurulangkapansajaatautidakterbataswaktukarena proses initidakmengubahstrukturplastikinisendiri. Salah satualternatifdaurulangpadaplastikbekasminumaniniadalahmenjadikannyaserat, dengancaramembuatlimbahplastiktersebutmenjadilempengandatar yang nantinyaakandipotongkecil-kecildenganukurantertentudanmenjadikannyasepertiserat-serat. Hal inimembuatpenelitiinginmencaridanmemberikansolusidaripermasalahanlimbahplastikbekasminumanyaitudengancaramembuatbetondengancampuranseratplastikminumanbekasdenganvariasifraksisebesar 10%, 15% dan 20% dari volume betonsilinder. Selain untuk mengetahui pengaruh serat plastik pada campuran beton terhadap kuat tarik, peneliti juga menganalisa pengaruh serat plastik terhadap kuat tekan dan modulus elastisitas beton. Pengujian dilakukan pada beton yang telah berumur 28 hari. Pengujian kuat tarik belah dan kuat tekan menggunakan compression machine, sedangkan uji modulus elastisitas menggunakan extensometer. Hasil pengujian kuat tarik belah tidakmenunjukkanadanyahasil yang optimum padasetiapfraksiseratplastik.Demikian pula denganpengujiankuattekandan uji modulus elastisitas yang menunjukkan bahwa nilai modulus elastisitas tidakmemberikanpertambahanhasil yang signifikan Kata kunci :  serat plastik, botol minuman bekas, kuat tarik, kuat tekan, modulus              elastisitas
PERENCANAAN ULANG STRUKTUR ATAS JEMBATAN GANTUNG TIPE SIDE Rahardjo, Masaji Renhad; Soehardjono, Agoes; Zacoeb, Achfas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan adalah struktur yangmenghubungkan dua titik daerah terpisah melalui suatu hambatan seperti sungai, lembah, jurang, dan laut. Dengan adanya jembatan dapat memudahkan aktifitas manusia, dan melancarkan arus pengiriman barang. Salah satu tipe jembatan yang digunakan untuk bentang panjang adalah jembatan gantung karena dapat menjangkau bentang yang panjang tanpa pilar ditengahnya. Penelitian ini membahas tentang perencanaan ulang jembatan gantung Oro – Oro Dowo Gg.13 yang semula menggunakan pelat lantai kayu, diubah menjadi pelat lantai beton bertulang. Agar kendaraan bermotor bisa menggunakannya tanpa menuntun kendaraannya. Lebar lantai kendaraan diperlebar agar jalur dari arah berlawanan dapat menggunakan bersamaan.Hasil perancangan diperoleh pelat beton setebal 20 cm dengan tulangan utama D13 – 200 mm dan untuk tulangan bagi ∅10-200 mm. Gelagar memanjang menggunakan profil WF 150 x 75 x 5 x 7. Gelagar melintang menggunakan profil tipe C 300 x 90 x 10 x 15,5. Rangka ikatan angin menggunakan profil suku 90 x 90 x 10. Kabel utama menggunakan kabel ϕ25 dengan kuat putus 37000 kg. Kabel penggantung menggunakan P.22 dengan diameter 22 mm dan berat nominal 2,98 kg/m. Untuk menara menggunakan Baja dengan mutu BJ 37, dimensi menara dengan baja WF 200 x 100 x 6 x 9 dengan tinggi 4 meter. Kata kunci : Jembatan gantung, side span free, kabel.
ANALISIS TIME COST TRADE OFF UNTUK MENGEJAR KETERLAMBATAN PELAKSANAAN PROYEK Laksana, Fandy Setia; Hasyim, M. Hamzah Hasyim; Zacoeb, Achfas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biaya memegang peranan penting dalam penyelenggaraan suatu proyek disamping aspek waktu dan aspek sumber daya, dimana biaya yang mungkin timbul harus dikendalikan seminimum mungkin. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah Durasi dan biaya optimum proyek didapatkan dengan cara percepatan menggunakan penambahan jam kerja (lembur) didapat pada umur proyek 145 hari kerja dari waktu keterlambatan 150 hari maka didapat efisiensi waktu proyek sebanyak 5 hari (3,33%). Dan biaya optimum diperoleh dari penambahan jam kerja (lembur) dengan biaya Rp. 4.612.689.172. Durasi pekerjaan proyek dengan cara percepatan menggunakan penambahan tenaga kerja didapat pada umur proyek 150 hari kerja dari waktu keterlambatan 144 hari maka didapat efisiensi waktu proyek sebanyak 6 hari (4,00%). Dan biaya optimum diperoleh dari penambahan tenaga kerja dengan biaya Rp. 4.615.626.566. Hasil penelitian yang telah dilakukan dengan cara percepatan penambahan jam kerja (lembur) diperoleh hasil biaya optimal sebesar Rp 4.612.689.172, dibandingkan dengan menggunakan percepatan penambahan tenaga kerja diperoleh hasil biaya optimal sebesar Rp 4.615.626.566, maka diperoleh kesimpulan penggunaan metode penambahan tenaga kerja lebih efisien dengan selisih biaya sebesar Rp. 2.937.394 dengan selisih efisiensi waktu proyek 1 hari (0,33%). Kata kunci: Time Cost Trade Off, konstruksi, proyek, biaya proyek, analisis biaya proyek
PERENCANAANa ULANGa STRUKTURa ATASa JEMBATANa GANTUNGa TIPEa SIDE SPANa SUSPENDED Faradi, Dodi; Zacoeb, Achfas; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan adalah struktur yang menghubungkan dua titik daerah terpisah melalui suatu hambatan seperti sungai, lembah, jurang, dan laut. Dengan adanya jembatan dapat memudahkan aktifitas manusia, dan melancarkan arus pengiriman barang. Salah satu tipe jembatan yang digunakan untuk bentang panjang adalah jembatan gantung karena dapat menjangkau bentang yang panjang tanpa pilar ditengahnya. Penelitian ini membahas tentang perencanaan ulang jembatan gantung Bumiayu yang semula menggunakan pelat bordes, diubah menjadi pelat lantai beton bertulang.  Jembatan direncanakan dengan tipe side span suspended. Bentang total jembatan 56 m dengan bentang tepi 14 m dan bentang utama 28 m. Lebar dek 4,5 m dengan lantai kendaraan 4 m. Jembatan diklasifikasian sebagai kelas jalan I dengan muatan sumbu terberat 500 kg/m. Dek jembatan tersusun atas pelat lantai beton bertulang, gelagar memanjang, gelagar melintang, ikatan angin, kabel penggantung, dan kabel utama.Hasil perancangan diperoleh pelat beton setebal 20 cm dengan tulangan utama D13 – 200 mm dan untuk tulangan bagi ∅10-200 mm. Gelagar memanjang menggunakan profil WF 150 x 75 x 5 x 7. Gelagar melintang menggunakan profil tipe C 300 x 90 x 10 x 15,5. Rangka ikatan angin menggunakan profil suku 90 x 90 x 10. Kabel utama menggunakan kabel ϕ25 dengan kuat putus 37000 kg. Kabel penggantung menggunakan P.22 dengan diameter 22 mm dan berat nominal 2,98 kg/m. Untuk menara menggunakan Baja dengan mutu BJ 37, dimensi menara dengan baja WF 200 x 100 x 6 x 9 dengan tinggi 4 meter. Kata kunci : Jembatan gantung, side span suspended, kabel.
PENGARUH PEMASANGAN KERAMIK DUA SISI PADA BATA RINGAN TERHADAP UJI LENTUR Permana Komardi, Riyan Ilmi; ., Wisnumurti; Zacoeb, Achfas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan kreatifitas manusia, maka berkembang pula teknologi dalam berbagai bidang, salah satunya adalah bidang konstruksi. Bidang konstruksi dewasa ini banyak memperkenalkan teknologi baru yang efisien dari segi waktu dan pelaksanaan yang tentunya dapat menekan biaya pelaksanaan. Teknologi- teknologi tersebut diantaranya mulai dari metode perhitungan dan metode pelaksanaan sampai material yang digunakan.Seorang engineer tidak hanya fokus kepada kekuatan struktur suatu bangunan, melainkan juga mempertimbangkan nilai keindahan suatu bangunan, dengan memasang keramik pada pasangan bata ringan tersebut. Penelitian dengan judul “Pengaruh Pemasangan Keramik Dua Sisi Pada Bata Ringan Terhadap Perilaku Uji Lentur”, memiliki rumusan bagaimana hasil uji lentur terhadap bata ringan yang dipasang keramik pada dua sisi dan apa penyebab dari lepasnya keramik dua sisi pada dingding pasangan bata ringan. Tujuan penelitian ini ada mengidentifikasi penyebab dari lepasnya keramik dua sisi pada dinding pasangan bata ringan dan mengetahui hasil uji lentur bata ringan yang dipasang keramik pada dua sisi. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan dan pengolahan data. Adapun sumber data data primer dan sekunder dari hasil uji lab. Data akan diolah dengan metode analisis. Landasan teori yang digunakan adalah teori tentang bata ringan, mortar, dan keramik. Berdasarkan analisa yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa kuat lentur rata-rata bata ringan yang dipasang keramik dengan ketebalan 1,5mm, 3mm, dan 6mm sebesar 0,6327 MPa, 0,7609 MPa, dan 0,8314 MPa, sedangkankuat lentur bata ringan sebesar 0,5982 MPa. Kekuatan lentur pada bata ringan yang dipasang keramik lebih besar 0,5%, 2,1%, dan 2,8%   dari kekuatan bata ringan saja. Kata Kunci : Bata ringan, mortar, keramik, dan Hasil uji lentur  
PENGARUH KOMPOSISI SEMEN SLAG TERHADAP KEKAKUAN BALOK DENGAN VARIASI RASIO TULANGAN Maulana, Farhana Irvan; Dewi, Sri Murni; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu pengembangan dalam penggunaan dan pemanfaatan limbah industri. Contohnya adalah pemanfaatan limbah kerak hasil pembuatan Baja yaitu Granulated Blast Furnace Slag (GBFS) sebagai pengganti semen dengan cara digiling halus.  Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh komposisi semen slag dan rasio tulangan terhadap kekakuan balok beton bertulang. Benda uji yang digunakan berupa balok dengan dimensi 15 x 15 x 100 cm. Komposisi semen slag yang dibandingkan dalam penelitian kali ini adalah 0%, 10%, 40%, dan 70%. Sedangkan variasi rasio tulangan yang dibandingkan adalah rasio tulangan minimum, setengah maksimum, dan maksimum. Terdapat dua mutu beton yang diteliti  yaitu K-350 dan K-275. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, secara umum pada rasio tulangan setengah maksimum () untuk kedua mutu dan rasio tulangan maksimum () untuk mutu beton K-275 (22,83 MPa), semakin besar komposisi semen Slag, maka semakin besar kekakuannya. Sedangkan pada rasio tulangan minimum () untuk kedua mutu dan rasio tulangan maksimum () untuk mutu beton K-350 (29,05 MPa), semakin besar komposisi semen Slag, maka semakin kecil kekakuannya. Berdasarkan analisis varian dua arah (Anova), pada mutu beton K-275 (22,83 MPa) hanya terdapat pengaruh dari variasi rasio tulangan terhadap kekakuan balok. Sedangkan pada mutu K-350 (29,05 MPa), belum terdapat pengaruh dari komposisi semen Slag, variasi rasio tulangan, maupun interaksi antara keduanya terhadap kekakuan balok. Kata Kunci: Semen Slag, Rasio Tulangan, Balok Bertulang, Kekakuan.
Pengaruh Penambahan Fly Ash terhadap Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas Beton dengan Campuran Semen Slag Anggara, Rizal Tri; Dewi, Sri Murni; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infrastuktur merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan suatu negara. Dunia konstruksi bangunan di Indonesia modern ini mengalami perkembangan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun. Hal tersebut dibuktikan dengan bertambah banyaknya bangunan yang didirikan, berbagai bentuk dan jenis bangunan dan berbagai teknologi baru yang telah ditemukan. Pada penelitian ini akan dianalisis pengaruh penambahan fly ash terhadap kuat tekan dan modulus elastisitas beton yang telah menggunakan campuran semen slag dan semen portland. Komposisi semen slag yang akan digunakanan adalah 40% dan semen portland 60%, sedangkan komposisi penambahan fly ash yang akan digunakan adalah 10% dan 20% dari berat jumlah semen portland dan semen slag. Serta memvariasikan umur beton yaitu 7 hari, 28 hari, dan 56 hari, dengan perlakuan curing yang sama. Dalam penelitian ini dibuat satu jenis benda uji yaitu benda uji silinder untuk diuji modulus elastisitas dan kuat tekan. Benda uji silinder memiliki ukuran diameter 15 cm tinggi 30 cm. Masing-masing benda uji diberikan variasi komposisi semen portland, semen slag, fly ash, dan agregat. Jumlah benda uji kubus adalah 60 buah dengan jumlah tiap variasi adalah 5 buah Pengaruh Fly Ash terhadap kuat tekan beton dengan campuran semen portlan 60% dan semen slag 40%, penambahan Fly Ash 20% lebih tinggi kuat tekanya daripada penambahan Fly Ash 10%. Pada pengujian kuat tekan  dihasilkan kuat tekan yang paling besar terdapat pada mutu benton K-350 dengan penambahan Fly Ash 20% pada umur 56 hari dengan nilai 42,14 Mpa. Sedangkan pengaruh penambahan Fly Ash terhadap modulus elastisitas beton dengan campuran semen portland 60% dan semen slag 40% adalah penambahan Fly Ash memberikan pengarh yang berbeda-beda pada setiap umur yang di rencanakan terhadap nilai modulus elastisitas beton. Kata Kunci : modulus elastisitas, kuat tekan, semen slag.
PENGARUH PEMASANGAN KERAMIK DUA SISI PADA BATA RINGAN TERHADAP PERILAKU HASIL UJI TEKAN O.K.A.N., Paradita Bagus; Zacoeb, Achfas; N., Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di zaman modern ini, banyak infrastruktur yang baru dibangun seperti apartemen, hotel, mall, gedung perusahaan dan gedung bertingkat lainnya. Sehingga, dalam pembangunannya infrastruktur perlu perhitungan dan perencanaan yang tepat. Selain merencanakan perhitungan struktur dari gedung tersebut, pemilihan alternatif bahan material juga sangat berpengaruh dalam pembangunan infrastruktur ini. Oleh karena itu, seorang perencanaharus pandai dalam melaksanakan perhitungan struktur maupun pemilihan material sesuai dalam peraturan perencanaan dan peraturan hukum yang berlaku di Indonesia. Penelitian dengan judul “Pengaruh Pemasangan Keramik Dua Sisi Pada Bata Ringan Terhadap Perilaku Uji Tekan”, memiliki rumusan apa penyebab dari lepasnya keramik dua sisi pada dinding pasangan bata ringan, bagaimana hasil uji tekan terhadap bata ringan yang dipasang keramik pada dua sisi dan bagaimana perbedaan hasil uji tekan pada bata ringan dan bata ringan yang dipasang keramik pada dua sisi. Tujuan penelitian ini ada mengidentiifikasi penyebab dari lepasnya keramik dua sisi pada dinding pasangan bata ringan, mengevaluasi hasil uji tekan bata ringan yang dipasang keramik pada dua sisi dan mengevaluasi perilaku uji tekan pada bata ringan dengan bata ringan yang dipasang keramik pada dua sisi.. Penelitian ini menggunakan metode uji tekan pada bata ringan yang kemudian dilakukan pengumpulan dan pengolahan data. Adapun sumber data data primer dan sekunder dari hasil uji lab. Data akan diolah dengan metode analisis. Landasan teori yang digunakan adalah teori tentang bata ringan, mortar, dan keramik. Berdasarkan analisa yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa kuat tekan bata ringan yang dipasang keramik dengan ketebalan 1,5mm, 3mm, dan 6mm sebesar 1.9035 MPa, 1.9065 MPa, dan 1.778 MPa, sedangkankuat tekan bata ringan sebesar 1.5075 MPa. Kata Kunci : Bata ringan, mortar, keramik, dan Hasil uji tekan.
PENGARUH EKSENTRISITAS PADA STRUKTUR PORTAL DENGAN BRACING TIPE V AKIBAT BEBAN LATERAL TERHADAP TEGANGAN DAN REGANGAN STRUKTUR Dinatra, Iqbal Rizky; Susanti, Lilya; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan akan terjadinya gempa bumi. Hal ini disebabkan karena Indonesia dilewati oleh cincin api pasifik. Gempa bumi tentu dapat merusak struktur bangunan mulai dari retaknya struktur hingga kegagalan struktur yang mengakibatkan bangunan roboh. Oleh karena itu, diperlukan usaha untuk memenuhi kebutuhan berupa bangunan bertingkat tinggi yang tahan terhadap gempa. Salah satu caranya adalah dengan menambahkan pengaku (bracing) pada struktur bangunan. Pada umumnya, bracing  ditempatkan menyilang dengan konfigurasi bervariatif pada bagian dalam portal struktur tersebut. Pada penilitian ini dibuat tiga buah benda uji portal. Benda uji portal tersebut dibuat menggunakan beton bertulang yang terdiri dari balok dengan panjang 100 cm, kolom dengan tinggi 70 cm serta bracing yang membentuk huruf V. Portal F tanpa jarak eksentristias, portal G memiliki eksentrisitas 15 cm dan portal H memiliki eksentrisitas 25 cm. Mutu beton yang digunakan adalah K-175. Tulangan utama yang digunakan adalah 4-Ø6 mm dan tulangan geser Ø4-150 mm. Pengujian dilakukan dengan menggunakan alat load cell untuk memberikan beban lateral, LVDT untuk memperoleh nilai defleksi, dan strain gauge untuk memperoleh nilai regangan.Benda uji portal G menghasilkan tegangan maksimum 82,54% dari benda uji F untuk baja dan 74,29% dari benda uji F untuk beton. Sedangkan untuk benda uji H menghasilkan tegangan maksimum 69,84% dari benda uji F untuk baja dan 62,86% dari benda uji F untuk beton. Sedangkan untuk nilai regangan, Benda uji portal G memiliki regangan maksimum 212,29% dari benda uji F untuk baja dan 177,39% dari benda uji F untuk beton. Sedangkan untuk benda uji H memiliki regangan maksimum 133,45% dari benda uji F untuk baja dan 617,68% dari benda uji F untuk beton. Kata Kunci : Portal, Bracing, Tegangan-Regangan, Beban Lateral
PENGARUH KOMPOSISI SEMEN SLAG DAN RASIO SEMEN AGREGAT TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR Taffareld, Muhammad Firhand; Dewi, Sri Murni; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infrastruktur merupkan salah satu aspek penting dalam perkembangan suatu negara. Dunia konstruksi bangunan di Indonesia modern ini mengalami perkembangan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun dalam aspek teknologi, software dan bahan material. Dalam pembuatan beton dan mortar kita memperlukan beberapa bahan seperti agregat, semen portland dan air. Namun dalam produksi pasti ada dampak buruk terhadap lingkungan. Pada penelitian ini yang akan dibahas adalah semen portland. Bahan baku utama semen portland adalah kapur dan tanah liat yang merupakan bahan alam yang tidak dapat diperbaharui, Maka dari itu perlu penelitian lebih lanjut terhadap semen limbah ramah lingkungan yang disebut dengan semen slag. Semen slag adalah limbah yang dihasilkan dari hasil samping proses peleburan bijih logam. Kandungan komposisi kimia dominan dalam slag mengandung oksida besi dan kalsium silikat (CSH). Secara fisik dan komposisi kimia slag mirip dengan terak/clinker, sehingga slag dapat ditambahkan dalam penggilingan akhir semen di finish mill sebagai bahan subtitusi tambahan. Penambahan Blast Furnace Slag (BFS) memiliki sifat seperti terak yang mengandung oksida besi dan kalsium silikat (CSH) maka akan memberikan pengaruh terhadap kuat tekan suatu campuran dari semen portland dan bahan pembentuk mortar.Pada penelitian ini akan dianalisis pengaruh kombinasi komposisi  semen slag dan semen portland terhadap kuat tekan mortar. Tidak menutup kemungkinan nantinya semen slag dapat dijadikan alternatif subsitusi terhadap semen portland. Komposisi semen slag yang akan digunakanan adalah 0%, 10%, 40%, dan 70%. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa komposisi semen slag dan rasio agregat yang baik dalam menahan kuat tekan adalah benda uji dengan komposisi semen slag 40% dengan rata-rata kenaikan 74,81% (umur 28 hari) dan 30,62% (umur 56hari) yang dapat menahan kuat tekan compression test paling tinggi sebesar 39,94 Mpa menggunakan rasio semen agregat 1:3. Kata kunci: Semen Slag, Rasio Agregat, Beban, Kuat Tekan.

Page 69 of 140 | Total Record : 1398