cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,398 Documents
Pengaruh Perbedaan Panjang PVD dengan Pemasangan Pola Segitiga pada Daya Dukung Tanak Lunak pada Pembangunan Jalan Tol Gempol – Pasuruan Septiningrum, Pritha Audina; Zaika, Yulvi; ., Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanak lempung lunak merupakan partikel mineral yang terbentuk dari proses pelapukan batuan silika yang menghasilkan leburan dengan diameter kurang dari 4 mikrometer. Tanah jenis ini memiliki sifat, yaitu kadar air yang tinggi, kuat geser yang rendah, dan kompresibilitas tinggi, sehingga dapat mengganggu kualitas infrastuktur yang akan di bangun di atas tanah tersebut. Untuk meningkatkan kualitas tanah maka diperlukan perbaikan, saat ini penelitian untuk perbaikan tanah sudah banyak dilakukan. Salah satunya dengan uji konsolidasi yang dikombinasikan dengan PVD pemasangan pola segitiga. Pada penelitian ini, penulis ingin mengetahui pengaruh dari panjang PVD terhadap besar penurunan dan kuat geser. Variasi panjang yang digunakan adalah 10cm, 15cm, 18cm, dan 20cm pada tiap masing-masing sampel. Pengujian yang dilakukan adalah uji konsolidasi dengan penambahan beban yang sama secara bertahap selama 5 hari dan kuat geser menggunakan vane shear. Hasil pengujian konsolidasi dengan penambahan variasi panjang didapatkan bahwa kenaikan penurunan terbesar terjadi pada saat panjang PVD 20cm yaitu 87,049% terhadap sampel tanpa PVD dalam waktu peninjauan 5 hari. Begitu pula dengan hasil uji vane shear yang menunjukkan bahwa kenaikan kuat geser terbesar yaitu 260,217% dengan panjang PVD 20cm terhadap sampel tanpa pembebanan. Kata Kunci : tanah lempung lunak, panjang PVD, besar penurunan, kuat geser.  
PERUBAHAN KECEPATAN KONSOLIDASI AKIBAT PERBEDAAN JARAK, PANJANG DAN BESARNYA BEBAN PRELOADING PADA TANAH LUNAK DENGAN PERBAIKAN PVD POLA SEGIEMPAT Ratriwarajiwa, Wiratama; Zaika, Yulvi; ., Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalamvpekerjaan konstruksi,vtanah merupakan bagian yang terpenting. Salah satu pekerjaan konstruksi yang berhubunganddengan tanah ialah pembangunan jalan tol. Sampel yang.diuji dalam penelitian.ini.adalah tanah lempung lunak yang berasal dari lokasi pembangunan jalan tol yaituvKecamatan Grati Kabupaten Pasuruan , Jawa Timur. Tanah lempung lunak merupakan tanah yang memiliki sifat,vyaitu kadar air yang tinggi, kuatvgeser yang rendah, dan kompresibilitas tinggi,vsehinggavdapat mengganggu kualitas infrastuktur yang akanvdi bangun di atas tanah tersebut. Untuk meningkatkan kualitas tanah maka diperlukanvperbaikan, saat inivpenelitian untuk perbaikan tanah sudah banyak dilakukan. Salah satunya dengan uji konsolidasi yang dikombinasikan dengan PVD pemasangan pola segiempat. Padavpenelitian ini, penulis inginvmengetahui waktu penurunan denganvmenggunakan berbagai macam variasi PVD. Variasi PVD yang ditinjau adalah panjang, beban, dan jarak. Untuk panjang yang digunakan adalahv10cm; 15cm; 18cm; dan 20cm pada tiapvmasing-masing sampel, sedangkan untukvbeban yaitu 30kg; 40kg; 50kg; dan 60kg,vadapun variasi jarak 12cm; 14cm; 16cm; danv18cm. Hasil yang didapatkan dari pengolahan data tersebut adalah Faktor yang paling efektif dan berpengaruhvdalam penurunan adalahvfaktor panjang karena waktu palingvsingkat diperoleh dalamvwaktu 2,5 hari lebih cepatvdibandingkan faktor jarak dan beban untuk menghasilkan t 90% dalam kondisi lapanganv, sedangkan waktu terlamavyaitu penurunanvkonsolidasi tanpa pvd yangvmembutuhkanvwaktu 17 tahun untuk mencapai t 90%.. KatavKunci : tanah lempung lunak, variasi PVD, pola segiempat, konsolidasi,vwaktu penurunan.
PENGARUH SUHU PEMADATAN TERHADAP KINERJA MARSHALL PADA CAMPURAN CPHMA MENGGUNAKAN LGA DAN ASPAL MINYAK PENETRASI 60/70 Firstyan, Frigi; Bagus, Gabriel; Djakfar, Ludfi; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspal buton merupakan salah satu aspal alam yang hanya terdapat di Indonesia dan akhir akhir ini banyak dimanfaatkan. Jumlahnya yang banyak dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk mengisi kekurangan produksi aspal minyak di Indonesia. Salah satu produk dari asbuton yang dapat dimafaatkan sebagai alternatif pengganti aspal minyak adalah LGA (Lawelle Granular Asphalt). Kajian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penambahan aspal minyak pada campuran CPHMA (Cold Paving Hot Mix Asbuton) dan suhu pemadatan terhadap karakteristik Marshall dari campuran CPHMA.Pembuatan benda uji menggunakan Lawelle Granular Asphalt (LGA) dan aspal minyak sesuai dengan proporsi yang telah ditentukan serta ditambah agregat lokal dari Purwosari dan modifier. Digunakan dua macam perlakuan yaitu suhu pemadatan 25oC, 37,5oC, 50oC, 67,5oC dan penambahan aspal minyak sebesar 5%, 10%, 15%, 20%. Dari hasil analisis didapatkan suhu pemadatan optimum sebesar 900C dan penambahan aspal minyak sebesar 7,653% yang didapatkan dari hasil iterasi persamaan VIM(z = 25.0323-0,13041x-0,45944y+0,000225x2+0,047268y2-0,005576xy-0,00000111x2y2). Berdasarkan nilai suhu optimum dan penambahan aspal minyak optimum diatas didapatkan nilai stabilitas, flow, marshall quotient, VIM, Void in Mineral Agregat (VMA),danVoid Filled with Bitumen(VFB) berturut turut sebesar 1468,770 kg; 3,875mm; 419,273; 15,834%; 26,399%; dan 41,610%. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan suhu pemadatan yang divariasi hingga suhu 900C sesuai dengan hasil iterasi yang sudah didapatkan. Dan perlu diperhatikan dalam pembuatan rancangan percobaan. Diharapkan penelitian selanjutnya melakukan pengujian terhadap berat jenis campuran dari aspal minyak dan LGA sesuai dengan proporsi tiap rancangan percobaan. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai penentuan suhu pemadatan optimum dikarenakan suhu pemadatan optimum yang diperoleh dari proses iterasi melebihi batas suhu pemadatan yang diteliti.   Kata Kunci: Aspal Minyak Penetrasi 60/70, Karakteristik Marshall,  Aspal Buton, Lawelle Granular Asphalt, CPHMA.
PENGGUNAAN MATERIAL LOKAL MADURA TERHADAP KINERJA CAMPURAN CPHMA (COLD PAVING HOT MIX ASBUTON) Akbariawan, Ricky; Fadiansyah, Rendi; Djakfar, Ludfi; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madura merupakan salah satu pulau yang memiliki potensi material yang sangat besar. Namun dalam pembangunan infrastruktur jalan dibeberapa wilayah di Pulau Madura masih menggunakan material dari Pulau Jawa. Sedangkan untuk bahan aspal sendiri masih menggunakan aspal minyak. Namun penggunaan aspal minyak dirasa kurang memperhatikan potensi aspal alam Asbuton. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan material lokal Madura dan suhu pemadatan terhadap kinerja CPHMA. Pembuatan benda uji menggunakan Lawelle Granular Asphalt (LGA) yang ditambah agregat dan modifier. Dengan perlakuan suhu pemadatan 25oC, 37,5oC, 50oC, 67,5oC dan prosentase agregat Madura terhadap agregat lokal yaitu 0%, 25%, 50%, 75%, 100%. Dari hasil analisis didapatkan suhu pemadatan optimum sebesar 81,748oC dan proporsi agregat Madura optimum sebesar 82.927% yang diperoleh dari hasil iterasi persamaan Void In Mix (VIM). Persamaan VIM (z = 21,86049-0,172988x+0,106850y +0,001388x2-0,000323y2-0,000653xy), Berdasarkan suhu pemadatan dan proporsi agregat Madura optimum tersebut didapatkan nilai dari stabilitas, flow, marshall quotient, VIM, Void in Mineral Agregat (VMA), dan Void Filled with Bitumen (VFB) berturu-turut adalah sebesar 1038,19Kg; 3,943mm; 269,317; 19,22%; 29,031%; 33,311%. Nilai VIM dan VFB tidak memenuhi standar spesifikasi. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai penentuan suhu pemadatan optimum dikarenakan suhu pemadatan optimum yang diperoleh dari proses iterasi melebihi batas suhu pemadatan yang diteliti.   Kata Kunci: Penggunaan Material Madura, Karakteristik Marshall,  Aspal Buton, Lawelle Granular Asphalt, CPHMA.
KAJIAN KINERJA PELAYANAN DAN OPERASIONAL BUS SEKOLAH GRATIS KOTA MALANG MENGGUNAKAN METODE IPA DAN ANALISIS BOK Zubizaretta, Zaid Dzulkarnain; Saputra, Dicky Andrianto; Sulistio, Harnen; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masih banyaknya siswa di Kota Malang yang berkendara sendiri maupun diantarkan oleh orang tuanya menggunakan kendaraan pribadi menyebabkan terjadinya kemacetan dibeberapa titik pada jam sibuk seperti jam berangkat sekolah dan jam pulang sekolah. Hal ini membuat Pemerintah Kota Malang memiliki inovasi baru yaitu pengadaan bus sekolah gratis yang beroperasi dua kali setiap hari. Namun dalam pengoperasiannya saat ini bus tersebut masih belum beroperasi secara sehingga penumpang bus sekolah ini masih sepi pada rute-rute tertentu. Oleh karena itu, kajian ini dilakukan bertujuan untuk:(1) mengetahui tingkat kepuasan kinerja operasional dan pelayanan serta kepentingan dari variabel yang mengacu pada Peraturan Menteri No.29 Th. 2015 tentang Standar Pelayanan Umum Penumpang di Daerah Perkotaan, (2) mengetahui apa saja yang harus dilakukan untuk meningkatkan kinerja dari moda tersebut serta (3) mengetahui besarnya subsidi per penumpang yang harus dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Malang untuk pengoperasian bus sekolah gratis di kota Malang. Kajian ini menggunakan metode survei wawancara terhadap siswa pengguna bus sekolah gratis. Populasi dari kajian ini berjumlah 235 responden dengan jumlah sampel minimal 149 responden dengan tingkat keandalan diasumsikan  95% (galat 5%) dan survei BOK dilakukan dengan cara survei wawancara kepada supir bus angkutan sekolah dan Dinas Pendidikan serta Dinas Perhubungan. Penyebaran kuisioner dan wawancara dilakukan di dalam bus sekolah ini dengan responden pengguna bus sekolah yaitu siswa dari sekolah di kota Malang. Dalam kajian ini digunakan dua metode yaitu Importance-Performance Analysis(IPA)dan Biaya Operasional Kendaraan (BOK). Untuk Travel Time sendiri dapat dikatakan baik karena untuk perjalanan angkutan perkotaan masih diantara 30-60 menit (menurut SK Dirjen Perhubungan Darat No. 687, 2002), selain itu juga selama ini tidak pernah terjadi keterlambatan penjemputan maupun waktu tiba di sekolah masing-masing.UntukLoad Factor pada jam masuk sekolah hanya Poll A yang dapat dikatakan baik karena hasil rata-rata dari Load Factor melebihi dari 70% yaitu 77%. Sedangkan pada saat pulang sekolah pada semua Poll masih belum dapat dikatakan baik karena terjadi penurunan hingga rata-rata Load Factor menunjukkan dibawah 70%(menurut SK Dirjen Perhubungan Darat No. 687, 2002).Dari hasil analisis IPA didapat 2 variabel atau atribut yang dianggap penting namun kinerjanya kurang sehingga menjadi prioritas utama yang mempengaruhi kepuasan pengguna yaitu berfungsinya dan penggunaan produk SNI untuk visual audio secara maksimal pada setiap fasilitas bus serta adanya tanda larangan merokok bagi pengguna bus sekolah. Dari analisis Biaya Operasional Kendaraan didapatkan hasil subsidi per penumpang yang berbeda-beda sesuai dengan rute bus sekolah. Untuk Poll A sebesar Rp23.297,-; Poll B sebesar Rp29.832,-; Poll C sebesar Rp27.888,-; Poll D sebesar Rp9.519,-; Poll E sebesar Rp29.051,-; Poll F sebesar Rp25.461,-. Kata kunci: Kajian, Bus, Sekolah, Malang, IPA, BOK
PEMILIHAN MODA ANTARA TRAVEL DENGAN BUS EKSEKUTIF CITRA TRANS RUTE KOTA MADIUN - MALANG R.A.A.G.S, Syafalia; Ghifari, Reza Iqbal; Bowoputro, Hendi; K, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pergerakan penumpang dengan menggunakan angkutan travel dari Kota Madiun menuju Kota Malang semakin meningkat sehingga pertambahan jumlah kendaraan pribadi di jalan ikut meningkat dan menimbulkan kepadatan di jalan raya. Alternatif angkutan yang bisa digunakan calon penumpang dari Kota Madiun menuju Kota Malang melalui Kota Batu tanpa perlu berpindah bus di terminal Kota Jombang yaitu bus  eksekutif citra trans yang melayani penumpang dari Kota Magetan sampai ke Kota Malang melalui Pujon, Kota Batu. Bus citra trans memiliki fasilitas seperti televisi, Air Conditioner (AC), Wireless Fidelity (Wi-Fi), dan CCTV di dalam bus yang menjaga keamanan para penumpang. Sayangnya, dengan fasilitas yang cukup lengkap dan harga yang lebih terjangkau dari angkutan travel jumlah peminat bus citra trans belum maksimal. Objek yang diteliti adalah penumpang travel dengan jumlah sampel sebanyak 271 responden yang diperoleh menggunakan rumus Slovin, dan pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuisioner karakteristik sosial ekonomi dan perjalanan serta kuisioner dengan teknik penyusunan Stated Preference yang memiliki atribut biaya perjalanan, waktu tempuh dan frekuensi keberangkatan per hari dari angkutan travel dan bus citra trans. Nilai Ability to Pay (ATP), dan Willingness to Pay (WTP) yang diperoleh dari kuisioner yang telah disebarkan dibandingkan dengan tarif yang berlaku sekarang. Hasil studi dapat diketahui karakteristik sosial ekonomi dan perjalanan dari penumpang travel Madiun-Malang. Nilai ATP rata-rata responden sebesar Rp79.864,71 dan WTP rata-rata responden untuk angkutan travel Rp75.627,54 serta WTP rata-rata untuk bus citra trans Rp53.376,38 dalam satu kali perjalanan. Dengan demikian nilai ATP dan WTP penumpang lebih rendah dari tarif yang berlaku saat ini. Hasil dari pemodelan pemilihan angkutan travel dan bus citra trans adalah sebagai berikut: Selisih biaya perjalanan 2. Selisih waktu tempuh3. Selisih frekuensi keberangkatan per hariKata Kunci: angkutan travel, bus citra trans, ATP, WTP, Stated Preference
KAJIAN PENENTUAN TARIF ANGKUTAN KOTA DI KOTA MALANG (STUDI KASUS ANGKUTAN KOTA TRAYEK AG DAN TST) Agung Wijaya, Marga Rista; Rizqian, Mufidz Akbar; Sulistio, Harnen; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenaikan harga bahan bakar minyak mempengaruhi kenaikan tarif angkutan kota yang berlaku di Kota Malang. Perlu dilakukan kajian mengenai kesesuaian kenaikan tarif yang berlaku dengan kebutuhan sopir, pemilik kendaraan dan kemampuan penumpang angkutan kota Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan survei statis dan dinamis, analisis biaya operasional kendaraan sopir dan pemilik kendaraan juga kemampuan (ATP) dan kemauan (WTP) penumpang angkutan kota Malang trayek AG dan TST. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah penumpang yang dapat ditampung dalam satu hari. Teknik sampling menggunakan rumus metode random sampling. Jumlah sampel untuk penumpang trayek AG dan TST masing – masing berjumlah 100 orang. Jumlah armada angkutan yang diteliti sebesar 10% dari jumlah armada yang beroperasi yaitu diambil 30 armada pada trayek AG dan 12 armada pada trayek TST. Hasil penelitian menunjukkan biaya operasional kendaraan (BOK) harian dari sopir angkutan kota trayek AG sebesar Rp.225.580 per hari dan untuk trayek TST yaitu sebesar Rp.230.483,33per hari. Dengan tarif yang berlaku sebesar Rp. 4000, pendapatan sopir untuk trayek AG sebesar Rp.2.016.6560 per bulan untuk trayek TST sebesar Rp. 2.035.911 per bulan. Sedangkan pemilik kendaraan mendapatkan penghasilan sebesar Rp 158.703 per bulan untuk trayek AG dan sebesar Rp.541.133,417 per bulan untuk trayek TST. Besar tarif angkutan kota berdasarkan grafik hubungan kemampuan (ATP) dan kemauan (WTP) penumpang angkutan kota adalah sebesar Rp. 3.400 untuk trayek AG dan Rp. 3.200 untuk trayek TST. Dengan tarif baru tersebut sopir angkutan kota trayek AG mendapatkan penghasilan Rp. 1.340.379,26 per bulan dan Rp. 637.311,69 untuk trayek TST. Pendapatan sopir dengan tarif berlaku sebesar Rp. 4.000 berada diatas nilai upah minimum regional kota malang, yang berada pada besaran Rp. 1.882.250, sehingga masih relevan untuk diberlakukan. Sedangkan tarif dari grafik ATP dan WTP tidak bisa diberlakukan karena pendapatan sopir setiap bulannya berada dibawah nilai upah minimum regional Kota Malang. Kata Kunci :   tarif, angkutan kota malang, Biaya Operasional Kendaraan (BOK), ability to pay (ATP), willingness to pay (WTP)
EVALUASI KINERJA DAN PENENTUAN TARIF ANGKUTAN UMUM KOTA BATU (Studi Kasus Angkutan Trayek Batu – Bumiaji, Batu – Selecta – Sumberbrantas, dan Batu – Gunungsari) Panji Saputra, Cita Ahmat; Wiguna, Raynaldy Arya; Sulistio, Harnen; Suharyanto, Agus
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Batu adalah sebuah kota yang berada di Provinsi Jawa Timur yang sebagian besar mata pencaharian penduduk Kota Batu adalah petani dan dikenal oleh masyarakat sebagai kota wisata. Berbagai fasilitas dan sarana umum yang ada di Kecamatan Batu seperti, perkantoran, pasar, terminal, dan berbagai sarana pendidikan, maka Pemerintah Kota Batu menyediakan angkutan umum sebagai salah satu sarana transportasi yang dapat digunakan menjadi salah satu moda transportasi selain kendaraan pribadi. Kajian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui karakteristik kinerja angkutan berdasarkan headway, load factor, dan waktu perjalanan, mengetahui tarif angkutan yang sesuai berdasarkan Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP), dan mengetahui kinerja angkutan menggunakan metode IPA dan memberikan solusi perbaikan kinerja angkutan umum Kota Batu dengan trayek yang dikaji meliputi trayek BB (Batu-Bumiaji), BG (Batu-Gunung Sari), dan BSS (Batu-Sumber Brantas). Survei dilakukan pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu yang dibagi atas jam pagi pada pukul 06.00-08.00, jam siang pukul 11.00-13.00, dan jam sore pukul 15.00-17.00. Kajian yang dilakukan menggunakan metode survei statis, survei dinamis, dan survei wawancara. Survei statis dilakukan dengan mencatat selisih waktu antar angkutan(headway) pada masing-masing trayek. Sedangkan survei dinamis dilakukan dengan cara mengikuti satu perjalanan penuh angkutan sebanyak 3 angkutan pada setiap segmen waktu untuk masing-masing trayek untuk mendapatkan load factor dan waktu perjalanan. Survei wawancara dilakukan di terminal Kota Batu, di dalam angkutan, dan beberapa titik naiknya penumpang. Jumlah responden untuk trayek angkutan BB dan BG sebanyak 180 responden dan untuk trayek BSS sebanyak 300 responden. Hasil dari survei wawancara diolah menggunakan metode IPA untuk mengetahui tingkat kinerja angkutan dan metode ATP dan WTP untuk mengetahui tarif berdasarkan kemampuan dan kemauan penumpang. Dari hasil pengolahan data yang telah dilakuan didapatkan karakteristik kinerja berdasar menunjukan bahwa headway tidak memenuhi standar pada ketiga trayek tersebut yang melebihi 10 menit untuk menunggu calon penumpang.Hasil load factor pada ketiga trayek tersebut menunjukan bahwa masih dibawah standar kurang dari 70% dan untuk waktu perjalanan rata-rata yang memenuhi standar antara 1 – 1,5 jam untuk ketiga trayek tersebut. Dari kemampuan dan kemauan masyarakat, diketahui bahwa tarif yang berlaku lebih tinggi dibanding tarif yang sesuai dengan kemampuan dan kemauan masyarakat. Sehingga perlu adanya perbaikan dan peningkatan kinerja dari sisi operator. Dari analisa hasil metode IPA diperoleh bahwa perbaikan kinerja angkutan yang perlu diperbaiki untuk trayek BB yaitu kesesuaian rute angkutan yang beroperasi berdasarakan rute yang telah ditentukan agar penumpang dapat mengakses sesuai rute trayek. Untukketiga trayek BB, BSS, dan BG memiliki perbaikan kinerja yang harus diperbaiki yang sama yaitu lamanya kedatangan angkutan atau jarak antar kendaraan. Kata kunci : karakteristik angkutan, load factor, headway, waktu perjalanan, ATP, WTP, IPA, persepsi penumpang
KAJIAN KINERJA OPERASIONAL ANGKUTAN UMUM PADA TRAYEK MALANG – LUMAJANG Fahmi, Ahmad; Pradhana, Bintang; Arifin, M. Zainul; K, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi  menjadi kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari pada zaman ini, tranportasi digunakan untuk menunjang segala aspek kehidupan sehari-hari manusia mulai dari kegiatan ekonomi, sosial budaya, dan kegiatan-kegiatan lainnya.  Kondisi dari angkutan yang beroperasi saat ini masih kurang layak untuk melayani para pengguna jasa angkutan umum, karena angkutan yang beroperasi saat ini termasuk angkutan lama yang masih beroperasi hingga saat ini.Penumpang angkutan umum juga mulai beralih menggunakan kendaraan pribadi untuk melakukan aktifitas sehari-hari, karena angkutan pribadi dinilai lebih cepat dan efisien dalam menunjang aktifitas sehari-hari.Dari hal tersebut perlu dilakukan kajian mengenai kinerja operasional dari angkutan umum untuk mengetahui kinerja operasional pada saat ini agar kinerja operasional angkutan umum bisa ditingkatkan. Pada kajian ini akan dibahas mengenai kinerja operasional angkutan umum yang beroperasi pada bus Malang – Dampit, bus Malang – Lumajang dan MPU Malang – Dampit.  Untuk survei asal tujuan pada kajian ini ada 278 responden untuk bus Malang-Dampit,  182 responden untukbus Maang-Lumajang, dan 78 responden untuk MPU Malang-Dampit yang didapat dari rumus slovin, dan dalam pengambilan sampel menggunakan metode Random Sampling.Dalam kajian yang akan dilakukan digunakan dua metode survei, yaitu survei statis dan survei dinamis untuk mendapatkan data kinerja operasional kendaraan dimana dilakukan pada hari kerja (weekday) dan pada hari libur (weekend).  Untuk survei biaya operasional kendaraan (BOK) pengkaji melakukan dua cara, yaitu dengan wawancara pengemudi angkutan umum  dan mendatangi kantor setiap penyedia jasa angkutan umum, agar mendapatkan besar biaya yang dikeluarkan penyedia jasa untuk memberikan pelayanan yang maksimal pada pengguna jasa angkutan umum. Kinerja operasional yang ada dari segi faktor muat, waktu antara, dan waktu perjalanan.Dimana untuk faktor muat yang terjadi dibawah standar ideal 70%, sedangkan untuk waktu antara dan waktu perjalanan sesuai dengan standar.Dari hasil faktor muat yang kurang dari standar hal ini berkaitan dengan kebutuhan armada, sehingga kebutuhan armada yang didapat dari hasil analisa berkurang dari armada yang semula.Dan direncanakannya jadwal keberangkatan dari kebutuhan armada yang didapat, agar angkutan umum yang beroperasi bisa berangkat sesuai dengan jadwal.Dari segi biaya operasional kendaraan didapatkan biaya operasional kendaraan berbeda – beda sesuai dengan km tempuh angkutan yang beroperasi untuk Bus Malang-Dampit BOK / bus adalah Rp. 2.816,34 / km , Bus Malang – Lumajang BOK / bus adalah Rp. 2.642,58 /km, dan untuk MPU Malang – Dampit BOK / MPU adalah Rp. 1.670,22 /km. Kata kunci : kinerja operasional, angkutan umum, trayek Malang – Lumajang, BOK, kebutuhan armada, jadwal keberangkatan.
KAJIAN LAIK FUNGSI JALAN (Studi Kasus pada Jalan Provinsi Nomor Ruas 171 Pare - Kediri Km 8 - Km 22) M, Jundina Syifa’ul; F, Bestananda; Bowoputro, Hendi; Djakfar, Ludfi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas jalan di Kabupaten Kediri sebagian besar belum teruji laik fungsi salah satunya yaitu ruas jalan Pare - Kediri Km 8 - Km 22. Menurut data Polres Kabupaten Kediri bahwa pada tahun 2013 jumlah peristiwa kecelakaan tiap bulannya dirata - rata yaitu 18 kejadian. Demi mengurangi jumlah kecelakaan, tidak mungkin dilakukan dengan cara mengurangi keinginan untuk melakukan perjalanan. Sesuatu yang memungkinkan adalah dengan cara melaksanakan uji dan evaluasi serta penetapan laik fungsi jalan agar tercipta jalan yang memenuhi ketentuan keselamatan, kelancaran, ekonomis, dan ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengetahui kategori kelaikan fungsi teknis Ruas Jalan Pare - Kediri Km 8 - Km 22 berdasarkan parameter perencanaan laik fungsi jalan, dan (2) Mengetahui tindak lanjut yang perlu dilakukan apabila Ruas Jalan Pare -Kediri Km 8 - Km 22 belum memenuhi kategori kelaikan jalan secara teknis. Pengambilan data di lapangan menggunakan Metode Uji dengan cara pengamatan dan pengukuran kondisi ruas jalan Pare - Kediri Km 8 - Km 22 terhadap standar teknis, meliputi: (1) teknis geometrik jalan; (2) teknis struktur perkerasan jalan; (3) teknis struktur bangunan pelengkap jalan; (4) teknis pemanfaatan bagian - bagian jalan; (5) teknis penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas; (6) teknis perlengkapan yang terkait langsung dengan pengguna jalan maupun yang tidak terkait langsung dengan pengguna jalan. Dari hasil uji lapangan dilakukan analisis laik fungsi jalan secara teknis menggunakan  Metode Evaluasi yaitu membandingkan dengan parameter perencanaan laik fungsi jalan (Peraturan Menteri Nomor: 11/PRT/M/2010 dan Panduan Teknis Pelaksanaan Laik Fungsi Jalan Tahun 2012). Hasil analisis kelaikan fungsi jalan pada ruas jalan Pare - Kediri Km 8 - Km 22 yaitu laik fungsi bersyarat dengan rekomendasi (LS). Tindak lanjut yang dilakukan pada ruas jalan Pare - Kediri Km 8 – Km 22 yaitu dengan memberikan rekomendasi sesuai dengan kondisi fisik lingkungan jalan yang dapat memenuhi ketentuan keselamatan, kelancaran, ekonomis, dan ramah lingkungan. Kata kunci: Ruas Jalan Kediri, Laik Fungsi Jalan, Standar Teknis

Page 72 of 140 | Total Record : 1398