cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,398 Documents
EVALUASI KINERJA OPERASIONAL PESAWAT UDARA RUTE SUMENEP - SURABAYA S, Efriyanda Rahim; Darmawan, Deny; Sulistio, Harnen; K, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Madura merupakan salah satu pulau berkembang yang terletak di sebelah  timur Laut Jawa. Sebagai wilayah yang sedang berkembang, aktivitas warganya pun  juga ikut meningkat. Kabupaten Sumenep memiliki Bandar Udara Trunojoyo, tetapi  pengoperasiannya masih belum optimal. Sehingga perlu diadakan evaluasi terhadap  potensi penumpang dan kinerja dari bandara tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui karakteristik penumpang moda bus patas, travel dan mobil pribadi rute  Sumenep-Surabaya; mengetahui kinerja operasional pesawat terbang rute Sumenep-  Surabaya; mengetahui bentuk model pemilihan pengguna moda bus patas, travel dan  mobil pribadi dibanding dengan pesawat terbang rute Sumenep-Surabaya. Evaluasi yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode Importance– Performance Analysis untuk analisis kinerja dan juga digunakan metode Stated Preference untuk mengetahui perbandingan dengan moda lain, yang juga bertujuan  untuk mengevaluasi kekurangan dan keunggulan moda pesawat terbang. Penelitian ini  dilakukan pada bulan Oktober hingga November 2015 yang berlokasi di Kabupaten  Sumenep. Survei ini dilakukan terhadap penumpang bus patas, travel, mobil pribadi dan  pesawat terbang dengan rute Sumenep-Surabaya dengan jumlah responden 100 orang  untuk masing-masing moda bus patas, travel dan  mobil pribadi sedangkan untuk moda  pesawat terbang menggunakan jumlah responden sebanyak 50 orang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka diketahui karakteristik  responden bus patas didominasi oleh penumpang dengan pendidikan terakhir SMA  (58%), pekerjaan swasta (37%) dan penghasilan keluarga sebesar 1-3 juta rupiah  perbulan. Untuk responden travel didominasi oleh penumpang dengan pendidikan  terakhir SMA (60%), pekerjaan swasta (49%) dan penghasilan keluarga sebesar 1-3 juta  rupiah perbulan. Sedangkan untuk pengguna mobil pribadi didominasi oleh penumpang  dengan pendidikan terakhir SMA (49%), pekerjaan swasta (39%), dan penghasilan  keluarga sebesar 3-5 juta rupiah perbulan. Maksud tujuan dari perjalanan yang  dilakukan umumnya dengan maksud tujuan non-bisnis dengan menggunakan biaya  sendiri serta alasan penggunaan moda tersebut adalah karena alasan biaya perjalanan.  Dari analisis metode Importance–Performance Analysis, diperoleh hasil ada tujuh belas  poin yang dirasa penting oleh penumpang dan perlu diadakan pembenahan, tujuh belas  poin ini meliputi fasilitas keamanan, keselamatan, ruangan ibadah, pusat informasi,  pengkondisian cahaya ruangan bandara dan fasilitas parkir, serta dua belas poin yang  dianggap kurang penting oleh penumpang namun kinerjanya masih belum memuaskan  yang terdiri dari pelayanan petugas, pengkondisian suhu pesawat, rambu, fasilitas  trolley dan fasilitas ruang tunggu serta satu poin yang kinerjanya dianggap terlalu  berlebih yaitu toilet bandara. Sedangkan dari metode Stated Preference, diperoleh  model untuk bus patas (UPT–UBP)= 0,906-0.00001072(ΔX1) & (UPT–UBP)=-  1,101+0,869(ΔX2); travel (UPT–UTR)= 1,054-0.00001262(ΔX1) & (UPT–UTR)= 0,312+1,080(ΔX2); mobil pribadi (UPT–UMP)= 1,562-0.00001636(ΔX1) dimana ΔX1 =  selisih biaya perjalanan dan ΔX2 = selisih frekuensi keberangkatan. Kata Kunci : Evaluasi  Kinerja,  Bus  Patas,  Travel,  Mobil  Pribadi,  Pesawat  Terbang,  Sumenep  –  Surabaya,  Importance–Performance Analysis, Stated Preference.
EVALUASI KINERJA ANGKUTAN KAPAL LAUT TUJUAN SURABAYA-MAKASSAR Ridlo, Miftahur; Prabowo, Bimantoro Beny; Wicaksono, Achmad; K, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang sebagian besar areanya terdiri dari  lautan.  Dengan begitu,  salah satu moda transportasi yang dapat diandalkan adalah kapal laut.  Kapal laut merupakan moda transportasi murah yang dapat menjangkau  sebagian besar pulau-pulau yang ada di Indonesia dengan daya angkut yang besar.  Namun,  telah terjadi penurunan jumlah penumpang dari waktu ke waktu.  Maka dari itu  perlu dilakukan evaluasi kinerja kapal. Penelitian ini bertujuan untuk;  mengetahui  karakteristik penumpang kapal laut rute Surabaya – Makassar,  mengetahui kinerja  operasional kapal laut rute pelayanan Surabaya – Makassar, dan mengetahui bentuk  model pemilihan pengguna layanan antara kapal laut dan pesawat terbang dengan tujuan  Surabaya – Makassar. Survei ini dilakukan terhadap penumpang kapal laut dengan rute Surabaya –  Makassar dengan jumlah responden 150 orang penumpang untuk metode Importance – Performance Analysis dan Stated Preference.  Evaluasi yang dilakukan dalam penelitian  ini menggunkan metode Importance – Performance Analysis untuk analisis kinerja  pelayanan kapal laut dan juga digunakan metode Stated Preference untuk mengetahui  perbandingan dengan moda pesawat terbang,  yang juga bertujuan untuk mengevaluasi  kekurangan dan keunggulan moda kapal laut. Penelitaian ini dilakukan pada bulan  September 2015 yang berlokasi di atas kapal laut rute Surabaya – Makassar dan juga di  pelabuhan. Berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan, maka diketahui karakteristik  responden yang didominasi oleh penumpang dengan usia 25 – 40 tahun (58%) dengan  pendidikan terakhir SMA (44%) dan penghasilan keluarga sebesar 3 – 4 juta rupiah  perbulan.  Maksud tujuan dari perjalanan yang dilkukan umumnya dengan maksud  tujuan non-bisnis dan menggunakan biaya sendiri serta alasan penggunaan kapal laut  adalah karena alasan biaya perjalanan. Dari analisis metode Importance – Performance Analysis, fasilitas yang perlu dibenahi diantaranya adalah naik turun penumpang dari  dan  ke kapal, toilet, fasilitas pengatur suhu, ruang pelayanan kesehatan, fasilitas  kemudahan naik turun penumpang, fasilitas penyandang difable, dan ruang ibu  menyusui. Sedangkan dari metode Stated Pereference, diperoleh model (UP– UK) = 1,823-0,688(ΔX₂) dimana ΔX₂ = selisih ketepatan jadwal. (UP– UK) = 7,838+0,778(ΔX3) dimana ΔX3 = selisih frekuensi keberangkatan. Kata Kunci :   Evaluasi Kinerja,  Kapal,  Laut, Surabaya-Makassar, Metode Stated Preference, Metode Importance Performance Analisis.
STUDI EKSPERIMENTAL PERILAKU ABUTMENT TERHADAP POLA RETAK DAN DAKTILITAS PADA JEMBATAN DALAM MENAHAN BEBAN TUMBUKAN (COLLISION) AKIBAT GEMPA Andhareshi, Farly; Setyowulan, Desy; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abutment merupakan bagian dari struktur bangunan bawah jembatan yang mempengaruhi struktur dari jembatan, dari segi kemampuan penyaluran beban vertikal dan horizontal dari struktur bangunan atas maupun kekuatan jembatan. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan perencanaan abutment yang baik karena kegagalan pada abutment akan mempengaruhi kegagalan pada semua sistem struktur di atasnya. Penelitian ini dibuat benda uji abutment tanpa wing wall sebanyak 3 benda uji, dengan perencanaan mutu beton K-225 (19,3 Mpa) dengan menggunakan tulangan baja polos ukuran Ø8 untuk tulangan utama dan ukuran Ø6 untuk tulangan sengkang. Dimensi benda uji abutment mempunyai ukuran parapet wall 600 x 700 x 540 mm. Benda uji abutment diuji dengan pembebanan secara horizontal dengan beban merata pada parapet wall dengan menggunakan hydraulic jack, load cell 10 ton, dan LVDT untuk memperoleh deformasi yang terjadi dan melihat pola retak pada benda uji abutment Hasil penelitian menunjukkan bahwa benda uji abutment dengan jarak tulangan yang lebih rapatmempunyai nilai daktilitas lebih kecil dibandingkan dengan benda uji abutment yang  memiliki jarak tulangan yang lebih renggang, dan kedua benda uji termasuk ke dalam daktilitas parsial. Kata Kunci: Abutment, Beban Lateral, Daktilitas, Pola Retak, Jarak Tulangan.
PENGARUH PEMASANGAN BATU ALAM PADA STRUKTUR BATA RINGAN TERHADAP PERILAKU UJI TEKAN Rivaldo, Wahyu; N., Christin Remayanti; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era modern,1kemajuan infrastruktur terus berkembang, dengan semakin bertambahnya kebutuhan manusia akan infrastruktur maka banyak infrakstruktur baru yang dibangun. Dalam pembangunan infrasturktur selain merencanakan perhitungan, pemilihan alternatif bahan material juga sangat berpengaruh.Seorang perencana tidak hanya fokus kepada kekuatan struktur, akan tetapi juga mempertimbangkan estitika dari bangunan yang akan di bangun, salah satunya dengan memasang batu alam pada dinding pasangan bata ringan. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengidentiifikasi penyebab dari lepasnya batu alam pada dinding pasangan bata ringan,1mengevaluasi hasil uji tekan bata ringan yang dipasang batu alam dan mengevaluasi perilaku uji tekan pada bata ringan, dengan bata ringan yang dipasang batu alam. Penelitian ini menggunakan metode uji tekan pada bata ringan yang kemudian dilakukan pengumpulan dan pengolahan data. Adapun sumber data-data primer dan sekunder dari hasil uji lab. Data akan diolah dengan metode analisis. Landasan teori yang digunakan adalah teori tentang bata ringan, mortar, dan batu alam. Berdasarkan analisa yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa Kuat tekan bata ringan tanpa mortar adalah 1,4910 MPa.Sedangkan kuat tekan bata ringan + mortar (1,5mm), bata ringan + mortar (3mm) dan bata ringan + mortar (6mm)  hasilnya adalah 1.5337 MPa; 1.8808 MPa; dan 2,0102 MPa. Dari ketiga variasi tersebut  dapat dilihat bahwa  kuat tekan bata ringan + mortar (6mm) menghasilkan kuat tekan paling tinggi dari yang lainnya .Sedangkan kuat tekan bata ringan + mortar (1.5mm) + batu alam , bata ringan + mortar (3mm) + batu alam, dan bata ringan + mortar (6mm) + batu alam adalah 1,5535 MPa; 1,7332 MPa; dan 1,9832 MPa. Dari1ketiga variasi dapat dilihat bahwa variasi yang terbesar  adalah bata ringan + mortar (6mm) + batu alam  sehingga dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemasangan mortar dan batu alam pada1bata ringan berpengaruh pada peningkattan kuat tekan pada bata ringan. Kata kunci : bata ringan, mortar, batu alam, kuat tekan.
PENGARUH VARIASI KAIT SERAT PLASTIK TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH, DAN MODULUS ELASTISITAS BETON NORMAL Rozaq, Rizal Fatchul; Wijatmiko, Indradi; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangan teknologi beton, saat ini banyak innovasi terhadap pembuatan beton baik dalam penambahan suatu bahan penyusun beton, maupun penggantian bahan dari penyusun beton. Salah satu penambahan material beton yang dapat dilakukan untuk menambah kekuatan beton khususnya kekuatan tarik adalah dengan penambahan serat. Bahan dari serat tambahan beton diupayakan adalah bahan yang murah dan kuat sehingga dengan penambahan tersebuat akan dicapai biaya dan kekuatan yang optimal. Sementara itu penggunaan produk plastik secara tidak ramah lingkungan menyebabkan berbagai masalah yang serius. Dampak negatif sampah berbahan plastik tidak hanya merusak kesehatan manusia tetapi juga merusak lingukangan secara sistematis. Maka dari itu pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan tambahan beton merupakan hal yang tepat untuk mengurangi dampak dari limbah tersebut serta sebagai penambah kekuatan beton. Limbah yang dipakai pada penelitian kali ini adalah limbah botol plastik untuk dijadikan serat tambahan pada beton . Hasil pengujian kuat tekan rata-rata terbesar diperoleh beton normal dengan variasi serat C dengan nilai 19,32 MPa dengan peningkatan sebesar 31,11% dari beton normal tanpa serat. Pada pengujian kuat tarik belah beton normal kait C tersebut memiliki nilai rata-rata 1,160 MPa dengan peningkatan 7,906% terhadap rata-rata beton normal tanpa serat. Sedangkan nilai kuat tarik rata-rata terkecil terjadi pada beton normal kait Z dengan nilai rata-rata 1,039 dengan penurunan sebesar 3,34% terhadap beton normal tanpa serat. Pada pengujian modulus elastisitas nilai modulus elastisitas yang paling tinggi antar benda uji dengan serat plastik diperoleh benda uji variasi tanpa serat dengan nilai sebesar 49117,845 MPa dan untuk beton dengan serat plastik yang memiliki modulus elastisitas yang paling besar adalah beton normal dengan kait C sebesar 31931,313 dengan penurunan 0,25% .   Kata kunci :  serat plastik, plastik minuman bekas, kuat tarik, kuat tekan, modulus elastisi
PENGARUH EKSENTRISITAS BRACING TIPE V PADA STRUKTUR PORTAL AKIBAT BEBAN SIKLIK TERHADAP DAKTILITAS DAN KEKAKUAN Hidayat, Muhammad Farras; Wijaya, Ming Narto; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang sering terjadi gempa. Salah satu solusi untuk meminimalisir simpangan horizontal yang terjadi adalah dengan menggunakan bracing. Selain fakor kekuatan struktur, estetika dan kegunaan pada bangunan gedung juga perlu diperhatikan, maka seringkali dibuat link beam pada bracing yang nantinya akan digunakan untuk meletakkan pintu, jendela, atau semacamnya. Pada penelitian ini menggunakan bracing tipe V pada portal beton bertulang yang memiliki dimensi 110 cm x 10 cm x 80 cm. Tulangan yang digunakan yaitu tulagan Ø6 mm sebagai tulangan utama, dan tulangan Ø4 mm sebagai tulangan sengkang dengan jarak antar sengkang 15 cm. Penelitian ini membuat satu portal tanpa eksentrisitas bracing (CBF) dan dua portal dengan eksentrisitas pada bracing (EBF). Variasi jarak eksentrisitas yang digunakan adalah 15 cm dan 25 cm. Untuk memudahkan penelitian maka setiap portal diberi kode yaitu Portal D untuk jarak eksentrisitas 0 cm, Portal E untuk jarak eksentrisitas 15 cm, dan Portal F untuk jarak eksentrisitas 25 cm. Mutu beton rencana yang digunakan pada portal ini adalah K-175 (f’c= 14,5 Mpa). Pengujian siklik pada portal dilakukan sebanyak 4 fase, dan masing – masing fase terdapat 5 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benda uji Portal F (Eksentrisitas = 25 cm) memiliki tingkat daktilitas struktur lebih besar yaitu sebesar 2,31 dibandingkan dengan benda uji Portal E ( Eksentrisitas = 15 cm) sebesar 1,96, dan benda uji Portal D (Eksentrisitas = 0 cm) sebesar 1,37. Sedangkan untuk nilai kekakuan menunjukkan bahwa semakin kecil jarak eksentrisitas membuat nilai kekakuan semakin besar dibuktikan dengan nilai kekakuan pada Portal D (Eksentrisitas = 0 cm) sebesar 219,76 kg/mm, Portal E (Eksentrisitas = 15 cm) sebesar 176,95 kg/mm, dan Portal F (Eksentrisitas = 25 cm) sebesar 112,68 kg/mm. Kata Kunci: Portal, Bracing, Eksentrisitas, Daktilitas, Kekakuan, Beban Siklik
PENGARUH VARIASI PANJANG SERAT PLASTIK TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH, DAN MODULUS ELASTISITAS BETON RINGAN Pratama, Rachmaniar Rizki; Wijatmiko, Indradi; B.K., Bhondana Bayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era yang modern ini, kebutuhanakaninfrastrukturnegarasemakinmeningkat, samahalnyadalaminovasipadaduniakonstruksi. Saatinibetontelahmemilikiberbagaimacaminovasiterhadappembuatannya, baikdalamhalpenambahanbahanpenyusunnyamaupunpergantiandaribahanpenyusunnyaitusendiri.Salah satu yang dapatdilakukanuntukmenciptakaninovasinyaadalahpenambahanseratplastik.Sedangkanuntukpergantianbahanpenyusunyaitusendiribisadilakukandengancaramenggantibeberapapersenagregatkasarnyamenjadibatuapung(pumice). Kehidupanmanusiasulitdipisahkandenganlimbah yang merekakeluarkan.Salah satuhasillimbahmanusia, baikdarirumahtanggamaupunindustri yang dinilaidapatmencemarilingkunganadalahplastik.Plastiktersebutjugamerupakanlimbah yang tidakdapatdiuraikanolehtanah.Olehsebabitualangkahlebihbaikjikakitamengolahlimbahplastiktersebutmenjadibahancampuranbeton, gunameningkatkankuattekan, kuattarikdan modulus elastisitasnya. Setelahdilakukanpercobaanpenambahanseratplastikdanpergantianagregatkasarsebesar 25% menjadipumice, diperolehhasilpengujiankuattekan rata-rata terbesaradalahbetonringanserat 6 cm dengannilai 11,415 Mpadenganpeningkatan 20,406% darinilaikuattekan rata-rata betonringantanpaserat. PadahasilpengujiankuatTarikbelah, betonringanserat 6 cm jugamemperolehhasil paling besar, dengannilaikuattarikbelah rata-ratanyaadalah 1,136 Mpadenganpeningkatansebesar 5.702% darinilaikuattarikbelah rata-rata betonringantanpaserat. Dan padahasilpengujian modulus elastisitassecan, betonringanserat 6 cm memiliki rata-rata nilai modulus elastisitassebesar29543,086 Mpadenganpeningkatansebesar29,8% darinilai modulus elastisitasbetonringantanpaserat. Kata kunci :seratplastik, plastikbotolbekas, kuattarik, kuattekan, modulus elastisitas
PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK UNTUK ANALISIS KAPASITAS LENTUR PADA BALOK BETON PRATEGANG MENGGUNAKAN BAHASA PYTHON Munir, Muhammad Syahrul; Zacoeb, Achfas; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perhitungan struktur beton prategang membutuhkan banyak pengulangan dalam proses perhi-tungannya. Hal tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan efisiensi kekuatan dan bahan yang akan digunakan. Bantuan yang dibutuhkan dalam perhitungannya adalah penggunaan perangkat lunak yang dapat memberikan metode yang berulang. Dengan bantuan perangkat lunak, Perhitungan akan menjadi lebih cepat dan lebih efisien. Perancangan perangkat lunak akan dibuat dalam bahasa python dan.program database MySQL. Penggunaan rumus batas tegangan yang disesuaikan dengan ACI. Setelah itu, Proses pengujian menggunakan sistem perhitungan SUS (System Usability Score). Dari hasil pengujian validasi, aplikasi ini memperoleh presentase sebesar 100% yang berarti sistem sudah berfungsi sebagai mana diinginkan. Pengujian kemudahan penggunaan mendapatkan nilai 73,5 yang mendapatkan penilaian bagus dan kategori yang diterima. Kata Kunci :Prategang, kapasitas, lentur, python, SUS
PENGARUH KOMPOSISI SEMEN SLAG TERHADAP KUAT LENTUR BALOK DENGAN FLYASH Wicaksono, Ananta Dzaky; Dewi, Sri Murni; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanggulangan limbah merupakan hal yang penting yang harus di lakukan, salah satunya adalah pemanfaatan limbah besi(granulated ground blasted furnace slag) sebagai subtitusi semen portland dan  limbah batu bara (flyash) sebagai bahan admixture dari total campuran semen. Pada penelitian ini, bahan-bahan subtitusi ini diharapkan akan meningkatkan kekuatan pada beton dan lebih ekonomis dibandingkan tanpa menggunakan campuran semen slag. Hasil penelitian kuat lentur didapatkan bahwa, pada balok mutu K-350 rasio tulangan minimum terjadi penurunan kekuatan sebesar 2,564% dari subtitusi 0% ke 10% dan tidak terjadi perubahan pada subtitusi lainya.Rasio tulangan ½ maksimum mengalami penurunan disetiap subtitusi semen slag berturut-turut sebesar 9.858%, 7,8125%, dan 42,372%.Pada rasio tulangan maksimum terjadi peningkatan sebesar 13,793% dari subtitusi 0% ke 10%, dan turun sebesar 123,07% dari subtitusi 10% ke 40%, kemudian naik sebesar 100% dari subtitusi 40% ke 70%. Pada balok mutu K-275 rasio tulangan minimum tidak terjadi perubahan pada subtitusi 0% ke 10%, pada subtitusi 10% ke 40% penurunan sebesar 4% dan tidak terjadi perubahan pada subtitusi 40% ke 70%.Rasio tulangan ½ maksimum tejadi kenaikan pada subtitusi 0% ke 10% dan 10% ke 40% berturut-turut sebesar 8,62% dan 7,93%, dan terjadi penurunan sebesar 23,,8% pada semen slag 40% ke 70%. Rasio tulangan maksimum terjadi penurunan kekuatan sebesar 20,833% dari subtitusi 0% ke 10% kemudian terjadi kenaikan kekuatan sebesar 9,523%, dari subtitusi 10% ke 40% dan tidak terjadi perubahan pada subtitusi 40% ke 70%. Kata kunci: Semen Slag, Rasio Tulangan, Kekuatan, Kuat Lentur, Lendutan.
PENGARUH JUMLAH TULANGAN TRANSVERSAL DAN JARAK TULANGAN TRANSVERSAL TERHADAP KUAT TEKAN, DAKTILITAS, DAN KEKAKUAN KOLOM DENGAN TULANGAN BAMBU Siburian, Jonathan Hasian; Remayanti, Christin; Wijatmiko, Indradi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolom merupakan komponen struktur yang penting dalam suatu bangunan. Dalam merencanakan bangunan kolom menjadi hal yang perlu diperhatikan karena apabila kolom mengalami kerusakan sangat berbahaya terhadap bangunan tersebut. Saat ini, banyak sekali penggunaan baja dalam dunia konstruksi, tetapi bahan tersebut tidak dapat diperbaharui. Dalam penelitian ini terdapat 2 jenis tipe kolom, kolom bambu dan kolom baja.Digunakan kode pada kolom bambu dan baja yaitu, A3 – A4 dan B3 – B4. Pada kolom bambu B3 dan B4 menggunakan 8 buah tulangan utama berdimensi 10 x 5 mm dengan sengkang berukuran 10 x 10 mm, namun untuk kolom B3 memiliki jarak sengkang 7 cm dan B4 berjarak 14 cm. Pada kolom baja A3 dan A4 meggunakan tulangan 4D-10 mm dengan sengkang Ø6 mm, tetapi A3 memiliki jarak sengkang 7 cm dan A4 berjarak 14 cm. Untuk kolom baja B3 dan B4 menggunakan tulangan 8D-8 mm dan sengkang Ø6 mm, yang membedakan B3 memiliki jarak sengkang 7 cm dan B4 berjarak 14 cm. Pengujian yang dilakukan pada kolom menggunakan mesin uji tekan untuk mendapatkan nilai gaya tekan dan LVDT untuk memperoleh nilai defleksi. Pada hasil penelitian ini, didapatkan bahwa kolom bambu maupun baja  A dan B dengan jarak sengkang 7 cm dan jumlah tulangan sengkang tunggal memiliki kuat tekan maksimum yang lebih besar dibanding dengan kolom berjarak 14 cm yang memakai jumlah sengkang rangkap. Tetapi untuk hasil nilai kekakuan, daktilitas dan modulus elastisitas kolom bambu maupun baja A dan B, kolom dengan jumlah tulangan sengkang rangkap dan jarak tulangan sengkang yang lebih besar memiliki hasil nilai kekakuan, daktilitas dan modulus elastisitas yang lebih besar dari kolom dengan jumlah tulangan sengkang tunggal dan jarak yang lebih renggang. Kata Kunci : Kolom pendek, tulangan bambu, efektivitas, gaya tekan, kekakuan, modulus elastisitas, daktilitas.

Page 73 of 140 | Total Record : 1398