cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
PERENCANAAN KOLAM RETENSI GUNA PENANGGULANGAN BANJIR DI KOTA BALIKPAPAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Adiputra, Dhimas Satibi; Sisinggih, Dian; Limantara, Lily Montarcih
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1331.033 KB)

Abstract

ABSTRAK: Kota Balikpapan terletak di bagian selatan Propinsi Kalimantan Timur, dengan luas sekitar 503,30 Km2. Kondisi saat ini menunjukkan kota Balikpapan terus berkembang, bergerak dari daerah hilir menuju ke hulu. Namun disayangkan kondisi infrastruktur yang ada belum memadai, sehingga pada beberapa tahun terakhir ini Kota Balikpapan sering kali banjir. Dibutuhkan upaya pengendalian banjir, kolam retensi dirasa sebagai pemecahan masalah terbaik guna mereduksi banjir yang terjadi. Pada studi ini, dilakukan analisa hidrologi untuk mendapatkan debit banjir rancangan pada lokasi studi. Selanjutnya dilakukan analisa hidrolika guna mengetahui kondisi eksisting untuk mengetahui seberapa besar dampak banjir dengan menggunakan bantuan program HEC-RAS 5.0.3. Perencanaan bangunan inlet direncanakan pelimpah samping dan outlet berupa pintu pengeluaran dan instalasi pompa. Tahap terakhir adalah melakukan perhitungan efektifitas untuk mengetahui besar efektifitas peredaman berdasarkan hasil kolam retensi yang di rencanakan dengan membandingkan ketinggian hasil sebelum dan sesudah adanya kolam retensi. Hasil dari perencanaan berdasarkan perbandingan analisa kondisi sebelum adanya kolam tinggi nuka air pada hilir sungai memiliki ketinggian 3.76 meter dan hasil dari peredaman setelah adanya ketinggian di hilir menjadi 2.97 m. Meninjau hasil analisa tersebut maka peredaman yang yang terjadi sebesar 21%. Kata Kunci: Banjir, HEC-RAS, Kolam Retensi, Pelimpah Samping ABSTRACT: The city of Balikpapan is located on the southern of East Kalimantan Province, with an area of ​​about 503.30 Km2. Current conditions indicate that the city of Balikpapan continues to grow and these developments move from downstream to upstream. But unfortunately the rapid development of this city has not been matched by infrastructure conditions, so that in recent years the city of Balikpapan is often hit by flooding. It takes an effort to control the flood and retention pond is considered as the best problem solving to reduce the flood that occurred. In this study, a hydrological analysis was conducted to obtain the design flood discharge at the study site. Further hydraulics analysis was conducted to determine the condition of existing with flooding when 5 years to find out how big the impact of flooding by using the program assistance HEC-RAS 5.0.3. Planning of inlet buildings are planned side and outlet outlets in the form of pump discharge and installation doors. The last calculate the effectiveness to find out the effectiveness of the damping based on the result of retention pool that is planned by comparing the height of the result before and after the retention pond. The result of the planning based on the comparison of condition analysis prior to the existence of a high water pond in the river downstream has a height of 3.76 meters and the result of damping after the altitude downstream to 2.97 m. Reviewing the results of the analysis then the damping that occurred by 21%.Keywords: Flood, HEC-RAS, Retention pond, Side Weir
APLIKASI HEC RAS UNTUK ANALISA DAN PENANGANAN BANJIR DI SUNGAI MUJUR KECAMATAN TEMPEH LOR KABUPATEN LUMAJANG alif, chalid jul; andawayanti, Ussy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.76 KB)

Abstract

Sungai Mujur merupakan salah satu sungai di Lumajang, yang berada di lereng gunung Semeru. Adanya aktifitas letusan-letusan kecil gunung semeru menyebabkan sungai mengalami perubahan penampang akibat endapan material yang terbawa oleh hujan maupun aliran air. Akibatnya pada beberapa titik sungai terjadi luapan akibat penampang yang berubah. Oleh sebab itu kajian ini bertujuan melihat bagaiamana kondisi eksisting Sungai Mujur pada debit banjir kala ulang 25 tahun, menggunakan metode Nakayasu. Sedangkan untuk melihat titik yang terjadi luapan dilakukan analisa pada program Hec-RAS. Untuk penanganan banjir/luapan yang terjadi dilakukan normalisai dan pembuatan tanggul. Metode irisan Fellenius digunakan untuk menghasilkan angka keamanan pada tanggul. Dari hasil analisa dapat disimpulkan bahwa normalisai dan pembuatan tanggul pada sungai mujur sudah berhasil mengatasi debit banjir pada kala ulang 25 tahun sebesar 463,561m3/dtk.Peace River is one of the rivers in Malang, located on the of Mount Semeru downstream. Due to the activities of a small eruption on Mount Semeru, cause a river cross section changes due on deposition of material washed by rain or water flow. As a result at some point river overflow occurs due to a changing cross section. Therefore, this study aims to look at how the existing condition of the Mujur River in 25 years flood discharge, using Nakayasu methods. As for the view point that happens overflow done the analysis in Hec-RAS programs. For handling flood/overflow that occurred was done normalization of river and manufacture of the embankment. The method of slices Fellenius used to generate the numbers of security on the embankment. From the results of the analysis it can be concluded that normalization and the making of embankment, mujur rivers was successfully on handling overcoming the 25 years flood discharge as 463,561 m3/sec.
STUDI MANAJEMEN PROYEK BENDUNGAN BETON DI KUALU KABUPATEN TOBASAMOSIR, DENGAN MENGGUNAKAN MICROSOFT PROJECT 2013 alfredo, moch; Juwono, Pitojo Tri; Marsudi, Suwanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.586 KB)

Abstract

ABSTRAK: Dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi diperlukan perencanaan yang matang, pengendalian yang baik, pelaksanaan yang teliti dan Efisien. Program Microsoft Project 2013 menjadi suatu solusi Penjadwalan dalam dunia manajemen konstruksi yang semakin berkembang dan penuh kompleksitas dalam membangun sebuah proyek konstruksi. Dengan kaitan studi ini yang dipengaruhi oleh waktu, kuantitas sumber daya tenaga serta alat berat, kebutuhan material, dan faktor utama biaya yang sangat berpengaruh dalam kemajuan atau keterlambatan sebuah proyek melalui beberapa analisa alternatif. Dari data kontrak proyek Bendungan Beton Kualu, yang ditinjau dari beberapa item pekerjaan dengan durasi 36 bulan, nilai kontrak sebesar Rp. 179.237.127.969. Dari hasil perhitungan waktu dan biaya untuk percepatan durasi proyek Ketiga alternatif memberikan perbedaan analisa dan hasil yang tentunya berbeda dari segi waktu dan biaya dengan alternatif 1 sebagai acuan perhitungan (36 bulan, biaya total proyek Rp. 179.153.391.310,04), alternatif 2 penambahan alat berat (33 bulan, biaya total proyek Rp. 178.289.045.790,93), dan alternatif 3 penambahan jumlah jam kerja (33 bulan, biaya total proyek Rp. 190.263.813.647,76).ABSTRACT: In the implementation of a construction project requires careful planning, good control, careful implementation and Efficient. Microsoft Project 2013 program becomes a Scheduling solution in the world of construction management is growing and full of complexity in building a construction project. With regard to this study influenced by time, quantity of energy resources as well as heavy equipment, material needs, and key cost factors that are highly influential in the progress or delays of a project through some alternative analysis. From the contract data of the Kueton Concrete Dam project, which is reviewed from several work items with a duration of 36 months, the contract value of Rp. 179.237.127.969. From the calculation of time and cost to accelerate the duration of the project The three alternatives provide different analysis and results that are different in terms of time and cost with alternative 1 as a reference calculation (36 months, total project cost Rp 179.153.391.310,04), alternative 2 additions (33 months, total project cost Rp 178,289,045,790.93), and alternative 3 additional hours worked (33 months, total project cost Rp 190,263,813,647,76).
STUDI PERENCANAAN PEDOMAN OPERASI JARINGAN IRIGASI UNTUK DI. PEKATINGAN KECAMATAN BUTUH KABUPATEN PURWOREJO JAWA TENGAH Murizwa, Tonigar; Priyantoro, Dwi; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.726 KB)

Abstract

DI Pekatingan yang berlokasi di Kabupaten Purworejo memiliki area layanan seluas 1161 Ha dan terbagi menjadi dua wilayah, yaitu Pekatingan Kulon dengan luas 805 Ha dan Pekatingan Wetan dengan luas 356 Ha. Kondisi pengoperasian jaringan irigasi di daerah irigasi Pekatingan belum efektif, dibuktikan dari pencapaian hasil tanam yang kurang optimal dalam satu tahun tanam dan kondisi eksisting saluran irigasi yang kurang baik. Dari kajian ini diketahui bahwa dalam satu tahun tanam, kondisi eksisting daerah irigasi Pekatingan menerapkan sistem tanam dua musim dengan intensitas tanam rerata sebesar 172,72% untuk Pekatingan Kulon dan 169,60% untuk Pekatingan Wetan. Dari kondisi tersebut, direncanakan pola tata tanam baru menggunakan sistem tanam 3 musim dengan meningkatan intensitas tanam menjadi 250% untuk tiap wilayah menggunakan metode SCH (Stagntant Constant Head) dengan mempertimbangkan kebutuhan air di DI Sudagaran Siwatu yang berada di daerah hilir bendung. Pola tanam yang digunakan adalah 100% padi, 100% padi dan 50% palawija. Sistem gilir diterapkan pada DI Pekatingan sehingga kebutuhan air DI Sudagaran Siwatu di hilir bendung terpenuhi. Dengan rencana tanam yang baru, didapat kebutuhan maksimal sebesar 1022,72 lt/dt untuk Pekatingan Kulon pada bulan April II dan 475,89 lt/dt untuk Pekatingan Wetan pada bulan April I. Dengan menerapkan pola bukaan pintu setinggi 0,01 - 0,2 m untuk Pekatingan Kulon dan 0,01 - 0,11 m untuk Pekatingan Wetan, jumlah air yang dilepas di intake sesuai dengan kebutuhan yang direncanakan tiap bulan. Pekatingan Irrigation Area located in Purworejo Regency has a service area of ​​  1161 Ha and divided into two zone, Pekatingan Kulon with 805 Ha and Pekatingan Wetan with 356 Ha. The condition of irrigation network operation in the Pekatingan irrigation area has not been very effective, as shown by the nonoptimal annual crop yield and the poor condition of the existing irrigation channel. From this study it is known that in one year of planting, the existing condition of the Pekatingan irrigation area applies the two season cropping system with an average cropping intensity of 172,72% for Pekatingan Kulon and 169,60% for Pekatingan Wetan. From these conditions, a new planting system is planned using the three-season cropping system with an increase of cropping intensity of 250% for each region using the SCH (Stagntant Constant Head) method by considering the crop water requirement of Sudagaran Siwatu Irrigation Area in the downstream area of ​​the weir.The choosen cropping pattern are 100% of rice, 100% of rice and 50% of secondary crop. By applying the rotation system in the Pekatingan irrigation area, the crop water requirement of the Sudagaran Siwatu irrigation area can be fulfilled. With the new planting system, the annual maximum water requirement for Pekatingan Kulon is 1022,72 lt/s on April II and for Pekatingan Wetan is 475,89 lt/s on April I. Using the water gate opening pattern of 0,01 – 0,2 m for Pekatingan Kulon and 0,01 – 0,11 m for Pekatingan Wetan, the amount of water discharge that released in the intake cannal equal with the planned monthly requirement.
PEMETAAN POLA ALIRAN DAN INDEKS KUALITAS AIR TANAH DI KECAMATAN TANGGULANGIN KABUPATEN SIDOARJO SEBAGAI DAMPAK KEBERADAAN LUMPUR SIDOARJO Rifki, Dien; Siswoyo, Hari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.535 KB)

Abstract

ABSTRAK: Lumpur Sidoarjo yang telah ada selama 12 tahun memberi dampak bagi daerah di sekitar genangan lumpur tersebut, terutama di wilayah Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo. Kondisi tersebut sangat berpengaruh pada lingkungan sekitarnya terutama terhadap kualitas air pada sumur penduduk yang biasa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penelitian ini dilakukan atas dasar bahwa sumur gali milik penduduk telah mengalami pencemaran, baik dari aspek warna, rasa, ataupun bau. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk memetakan pola aliran dan indeks kualitas air tanah yang ada di wilayah Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo. Dalam penelitian ini dilakukan survei pada 3 sampai dengan 4 sumur setiap desa untuk mendapatkan elevasi muka air tanah yang digunakan sebagai dasar penggambaran pola aliran air tanah. Pengambilan contoh air tanah dari sumur penduduk dilakukan terhadap sumur-sumur penduduk yang melewati jalur aliran air tanah dengan parameter kualitas air yang diamati yaitu TDS, Kekeruhan, pH, Fe, Cl-, F-, NO3-, CaCO3. Nilai-nilai parameter yang sudah diukur dan diuji di laboraorium digunakan untuk menentukan kualitas air tanah dengan menggunakan metode Weighted Arithmetic Water Quality Index (WAWQI). Dari hasil penelitian ini didapatkan 9 jalur aliran air tanah yang secara umum mengalir menjauhi genangan Lumpur Sidoarjo. Berdasarkan perhitungan WAWQI dapat diinterpretasikan bahwa Desa Kedensari, Boro, dan Banjarpanji memiliki tingkat kualitas air tanah yang Sangat Baik. Desa Ganggangpanjang memiliki tingkat kualitas air tanah yang Buruk, Desa Gempolsari memiliki kualitas air tanah yang Sangat Buruk, dan 12 desa lainnya yaitu Desa Kalisampurno, Desa Ketegan, Desa Randegan, Desa Kludan, Desa Kalitengah, Desa Kalidawir, Desa Ngaban, Desa Putat, Desa Sentul, Desa Penatarsewu, Desa Banjarasri, dan Desa Kedunbanteng memiliki tingkat kualitas air tanah yang Tidak Layak untuk Air Minum. Kata Kunci: air tanah, pola aliran, kualitas air, Lumpur SidoarjoABSTRACT: The occurrence of mud in Sidoarjo 12 years ago has created strong impact toward its surrounding areas, particularly in Sub-district Tanggulangin, Sidoarjo Regency. This condition also affects the surrounding areas, particularly the groundwater quality of people’s wells that commonly used for daily needs. This study was done based on the information that public’s wells has been polluted in its color, taste or smell. Objectives of this study were to map groundwater flow pattern and quality index in the territory of sub-district Tanggulangin, Sidoarjo Regency. In this study sampling survey was taken from 3 to 4 wells in each village in order to obtain location coordinates and land surface elevation of each well to be used as the basis to produce groundwater contour map. Groundwater sampling from wells would be taken from wells which pass through groundwater flow path along with its observed water quality parameters such as TDS, turbidity, pH, Fe, Cl-, F-, NO3-, CaCO3. Measured and tested values in these laboratories would be used to determine the groundwater quality by using Weighted Arithmetic Water Quality Index (WAWQI) method. Based on the results of this study, it can be said that groundwater flow pattern in sub-district Tanggulangin was flowing away from Sidoarjo Mud. Based on the analysis result using Weighted Arithmetic Water Quality Index (WAWQI), Kedensari village, Boro village and Banjarpanji village were villages with ‘very good’ groundwater quality. Ganggangpanjang village has ‘poor’ groundwater quality and Gempolsari village has ‘very poor’ groundwater quality. Meanwhile, other 12 villages in sub-district Tanggulangin has ‘inappropriate drinking water’ quality, such as Kalisampurno village, Ketegan village, Randegan village, Kludan village, Kalitengah village, Kalidawir village, Ngaban village, Putat village, Sentul village, Penatarsewu village, Banjarasri village and Kedunbanteng village. Keywords: groundwater, flow pattern, water quality, Sidoarjo Mud
STUDI EVALUASI TAMPUNGAN SABO DAM TERHADAP LAJU EROSI DI DAS KONTO HULU KABUPATEN MALANG budiman, feri putra; Dermawan, Very Dermawan; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1290.516 KB)

Abstract

Besarnya kemungkinan erosi membuat tampungan Sabo Dam yang ada di DAS     Konto hulu harus di perhatikan, karena Bangunan Sabo Dam ini bertujuan untuk menampung endapan erosi di Sungai Konto agar Waduk Selorejo tidak bertambah sedimentasinya, terlebih dengan adanya bencana alam Gunung Kelud meletus yang berpotensi meningkat kan terjadinya erosi di DAS Konto. Untuk itu perlu adanya kajian tentang tampungan Sabo Dam agar dapat menampung sedimen dengan optimal. Denganimenggunakan metodeiUSLE (Universal Soil Loss Equation) dilakukan perhitungan sedimen diperoleh hasil 144.858,45 m³, Berdasarkan pengukuran dan pengamatan dilapangan. Sabo Dam dalam kondisi penuh oleh sedimen, Hasil analisis perhitungan tampungan Sabo sebesar 650.760 m³,  dengan membuat simulasi tampungan, dapat disimpulkan Sabo Dam Tokol berada pada kondisi dead storage pada masa operasi 5 tahun, maka Sabo Dam tokol harus dilakukan pengerukan dan rehabilitasi setiap 5 tahun.
STUDI PENENTUAN STATUS TROFIK DAN DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMARAN AIR WADUK SELOREJO Pratiwi, Erike Oktaviyanti; Sayekti, Rini Wahyu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.593 KB)

Abstract

ABSTRAK: Kualitas air Waduk Selorejo semakin menurun akibat penerimaan suplai air yang mengandung masukan limbah dari daerah pertanian, peternakan, dan rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status trofik dan daya tampung beban pencemaran air yang terjadi pada Waduk Selorejo. Penelitian ini dilakukan di Waduk Selorejo dengan menggunakan data primer dan sekunder. Lokasi pengambilan sampel dilakukan di bagian hulu kedalaman 0,3m dan 5m, serta bagian tengan dan hilir kedalaman 0,3m, 5m, dan 10m. Variabel yang diteliti meliputi Fosfor, kecerahan air, Klorofil-a, Nitrat, Amonia, BOD (Biochemical Oxygen Demand), dan DO (Dissolved Oxygen). Data diperoleh dari Perum Jasa Tirta I dari bulan Februari 2017 sampai Januari 2018. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Total-P, NO3N, dan DO memenuhi baku mutu air kelas II, sedangkan NH­3N dan BOD tidak memenuhi. Kondisi perairan telah memasuki tingkat Eutrofik pada setiap titik. Dampak yang ditimbulkan adalah terjadinya Blooming Algae. Daya tampung beban pencemaran air adalah 20042,859 Kg P/Tahun pada musim basah dan 24840,196 Kg P/Tahun pada musim kering. Upaya penurunan alga pada waduk adalah dengan pengendalian Total-P dan Total-N dengan metode penaburan ikan. Jenis ikan yang ditaburkan adalah ikan nila, ikan karper, dan ikan lele. Metode tersebut mampu mengendalikan residu N sebesar 8,17% dan P sebesar 5,64%. Kata kunci: Waduk Selorejo, pencemaran, status trofik, klorofil-a, blooming algae   ABSTRACT: The Water quality of Selorejo Dam is decreasing due to the acceptance of water supply containing the input of waste from agriculture, livestock, and domestic waste. The Purpose of this study was to determine trophic status and the load capacity of pollution loads that occur in Selorejo Dam. The study was conducted in the reservoir Selorejo using primary and secondary data. Sampling locations in the upstream at depth of 0,3m and 5m, also the central part of reservoir and downstream at depth of 0,3m, 5m, and 10m. Observed variables Phosporus, water brightness, Chlorophyll-a, Nitrate, Ammonia, BOD (Biochemical Oxygen Demand), and DO (Dissolved Oxygen). The data was obtained from Perum Jasa Tirta I from February 2017 until January 2018.The result showed the condition of water quality that P-Total, NO3N, and DO is corresponding with standard of class II water quality, while NH3N and BOD indicated that is not in accordance. Reservoir is Eutrofik level at any point. Impacts arising from pollution levels that occur in Selorejo reservoir is potential for Algae Bloom. Load carrying capacity of the reservoit pollution Selorejo for Phosporus-total at the is 20042,859 Kg P/year in dry season and 24840,196 Kg P/year in wet season. Efforts to decrease the algae in the reservoir is by controlling P-Total and N-Total with sowing fish metode. The kind of fish that shown are Nile Tilapila, Cyprinus carpio, and Clarias fish. That metode can control Nitrate residue 8,17% and Phosporus residue 5,64% Keyword: Selorejo dam, pollution, thropic status, chlorofyll-a, blooming algae
STUDI PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MINI HIDRO BATU BALAI KECAMATAN AIR NIPIS KABUPATEN BENGKULU SELATAN Ghafara, Abdan Izzan; Juwono, Pitojo Tri
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1408.148 KB)

Abstract

ABSTRAK : Desa Batu Balai yang terletak di Kecamatan Air Nipis, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu yang dilewati Sungai Bengkenang mampu mengalirkan debit yang dapat diandalkan sepanjang tahunnya. Pemanfaatan sungai tersebut belum begitu maksimal meskipun ada beberapa pemanfaatan air sebagai sumber air irigasi dan kebutuhan air baku, namun sejatinya tetap tidak maksimal mengingat debitnya yang ideal untuk sumber pembangkit listrik. Pemanfaatan Sungai Bengkenang sebagai sumber Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) dapat dilakukan, dengan melakukan studi untuk mengetahui kelayakan dari aspek teknis dan ekonomi. Hasil kajian yang dilakukan menunjukkan bahwa debit andalah yang digunakan yaitu Q40% = 6,234 m3/dt dan debit rancangan yang digunakan Q100th = 343,504 m3/dt. Bangunan pendukung yang digunakan yaitu bendung mercu bulat, kolam olak bak tenggelam, intake, saluran transisi, sandtrap, waterway , surge tank, penstock, tailrace. Pada waterway dan penstock digunakan pipa bertekanan, dengan jenis pipa Glass Fiber Reinforced Plastic (GRP), diameter waterway sebesar 1,80 m dengan ketebalan sebesar 20,85 mm dan diameter penstock utama sebesar 1,6 m dengan ketebalan sebesar 18,00 mm. Dengan tinggi jatuh efektif sebesar 42,877m didapat kapasitas terpasang yaitu 2  1,10 MW menggunakan turbin francis sumbu horisontal. Energi yang mampu dihasilkan yaitu sebesar 12,18 GWh dengan faktor kapasitas sebesar 63,19%. Dari analisa kelayakan ekonomi yang dilakukan dengan menggunakan beberapa parameter kelayakan yaitu BCR = 1,599 , NPV = Rp 76.725.259.450,03, IRR = 11,53%, dan Payback Periode = 5 tahun 8 bulan 12 hari.Kata kunci : PLTM, daya dan energi, debit andalan, GRP, kelayakan ekonomiABSTRACT : Batu Balai Village which is located in Air Nipis district, South Bengkulu Regency, Bengkulu Province which is passed by Bengkenang River is able to drain reliable discharge throughout the year. The utilization of the river is not yet maximal although there are several uses of water as an irrigation and raw water needs, but in fact it is still not optimal considering the ideal discharge for the source of power plant. Utilization of Bengkenang River as a source of Minihydro Power Plant can be done, by doing studies to determine the feasibility of technical and economic aspects. The results of the study showed that dependable discharge was Q40% = 6,234 m3/s and the designed flood discharge used by Q100th = 343,504 m3/s. Supporting buildings used are rounded crest dams, submerged bucket type, intakes, feeder canal, sandtrap, waterway, surge tanks, penstock, and tailrace. Pressurized pipes are used in the waterway and penstock, with Glass Fiber Reinforced Plastic (GRP) pipe type, diameter of waterway is 1,80 m with 20,85 mm of thickness and main penstock diameter is 1,6 m with 18,00 mm of thickness. With an effective head of 42,877 m, the installed capacity is 2  1,10 MW using a Francis turbine with horizontal axis. The energy that can be produced is 12,18 GWh with a capacity factor of 63.19%. From the economic feasibility analysis by using several economical parameters that is BCR = 1,599, NPV = Rp 76.725.259.450,03, IRR = 11.53%, and Payback Period = 5 years 8 months and 12 days.Keyword : Minihydro Power Plant, power and energy, dependable discharge, GRP, economicfeasability
STUDI PERENCANAAN PENJADWALAN KONSTRUKSI PLTM MA'DONG DI KABUPATEN TORAJA UTARA PROVINSI SULAWESI SELATAN DENGAN MENGGUNAKAN MICROSOFT PROJECT MANAGER 2013 Trisari, Annisa Rahma; Marsudi, Suwanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.14 KB)

Abstract

ABSTRAK: Sebuah proyek memiliki batas waktu yang harus diselesaikan tepat waktu atau bahkan sebelum batas waktu yang ada sehingga tujuan dari sebuah kontraktor dapat tercapai dengan maksimal. Penentuan batas waktu yang ada membuat suatu proyek terhindar dari pemborosan biaya. Dalam pengerjaan skripsi ini penulis menggunakan Microsoft Project Manager 2013 dalam pengerjaannya. Durasi normal proyek yang didapat dari analisis penulis yaitu 28 bulan dengan biaya proyek sebesar Rp149.165.111.606.01 dan sumber daya yang digunakan sebesar 117 orang. Alternatif yang digunakan pada studi kali ini yaitu penambahan jam kerja selama 2 jam dan 3 jam. Pada penambahan 2 jam didapat durasi proyek menjadi 27 bulan dengan total biaya proyek sebesar Rp152,078,069,076.37 dan sumber daya yang digunakan sebesar 122 orang sedangkan pada penambahan 3 jam kerja durasi proyek menjadi 26 bulan dengan total biaya proyek sebesar Rp157,711,059,753.84 dan sumber daya yang digunakan sebesar 124 orang. . Kata Kunci: Alternatif, Durasi Microsoft Project Manager 2013, Penjadwalan, Proyek ABSTRACT: A project has a time limit that must be completed on time or even before the existing deadline so that the goal of a contractor can be achieved maximally. Determining the time limits makes a project avoid the waste of costs. In this minor thesis work, the author uses Microsoft Project Manager 2013 in the process. The normal duration of the project obtained from the author's analysis is 28 months with project cost of Rp149,165,111,606.01 and resources used for 117 people. Alternative used in this study is the addition of 2 working hours and 3 working hours. In addition to 2 hours the project duration is reached to 27 months with total project cost of Rp152,078,069,076.37 and resource used is 122 people while in addition of 3 working hours of project duration to 26 months with total project cost of Rp157,711,059,753.84 and resources used for 124 people. Keywords: Alternative, Duration, Microsoft Project Manager 2013, project, scheduling
STUDI PERENCANAAN TEROWONGAN PENGELAK BENDUNGAN LUBUK AMBACANG KECAMATAN HULU KUANTAN KABUPATEN KUANTAN SINGINGI PROVINSI RIAU Wicaksana, Chandra Yoga; Suprijanto, Heri; Cahya, Evi Nur
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.059 KB)

Abstract

ABSTRAK: Bangunan pengelak dibangun pada awal konstruksi bendungan. Bangunan ini berfungsi untuk mengalihkan aliran sungai selama periode pelaksanaan konstruksi. Pada saat akhir konstruksi terowongan pengelak ini akan dijadikan sebagai pelimpah darurat. Dalam studi perencanaan bangunan pengelak ini menggunakan dua terowongan pengelak dengan bentuk lingkaran. Dari studi perencanaan terowongan pengelak ini didapatkan diameter terowongan 9m menggunakan perhitungan penelusuran banjir dengan debit lima tahun. Didapatkan juga momen maksimum menggunakan software STAADPRO yang dibagi dalam tiga area yaitu Momen Maksimum bagian atas sebesar 2.16 KNm, Momen Maksimum bagian bawah sebesar 3.56 KNm, dan Momen Maksimum bagian samping sebesar 3.56 KNm. Dari momen maksimum tersebut pada studi perencanaan terowongan pengelak ini menggunakan tulangan utama D25-100 dan tulangan bagi sebesar D19-100. Pada proses pengerjaan terowongan juga perlu dilaksanakannya backfill grouting agar dapat menutup overbreak dan grouting konsolidasi untuk menutup retakan memanjang di area luar dari terowongan akibat ledakan. Kata Kunci: Terowongan Pengelak,Penelusuran Banjir, Momen Maksimum, Penulangan, Sementasi.   ABSTRACT: Diversion Tunnel built in the early construction of the dam. The building serves to divert the river flow during the period of construction. At the end of construction,this tunnels will serve as an emergency spillway. In this study it plans using two diversion tunnels with circle shape. The results of this study diversion tunnel that is obtained using a 9m diameter with five years flood routing discharge. The maximum bending moment is obtained also using software STAADPRO divided into three areas: Maximum moment at 2.16 KNm on top, Maximum moment of 3.56 KNm in bottom and Maximum moment at 3.56 KNm in side. Of the maximum bending momemt at study of Diversion tunnel uses main reinforcement for the reinforcement of D25-100 and D19-100. Backfill grouting is important to cover overbreak and consolidation grouting to seal cracks extending beyond the area of ​​the tunnel from the explosion. Keyword: Diversion Tunnel, Flood Routing, Maximum Moment,Reinforcement,Grouting

Page 6 of 33 | Total Record : 322