cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
Studi Prencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro Di Danau Andeman, Desa Sanankerto Kecamatan Turen, Kabupaten Malang Augustiman, Yoggie Azhary; Dermawan, Very -
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.605 KB)

Abstract

 Danau Andeman merupakan tempat wisata yang terletak di Desa Sanankerto Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Desa Sanankerto memiliki tujuan menjadi desa wisata. Namun, saat ini tempat wisata masih kurang dikenal oleh banyak orang, penerangan pada malam hari di tempat wisata tersebut seadanya karena memperhitungan biaya ekonomi. Danau Andeman yang menjadi aset penting Desa Sanankerto, dengan pemanfaatan hanya untuk kebutuhan air bersih rumah tangga, dan irigasi di Desa Sanankerto. Wisata pada desa tersebut akan beroperasi di malam hari. Dengan dibangunnya PLTMH, maka diharapkan listrik yang dihasilkan oleh PLTMH dapat menambah pemenuhan kebutuhan listrik di tempat wisata tersebut, sehingga menjadi lebih baik penerangannya dan semakin menarik minat wisatawan. Debit yang diketahui di danau andeman yaitu sebesar 0.37 m3/det yang diperoleh dari pengukuran di lapangan selama 7 hari dengan pengukuran tiap jam dari jam 09.00 – 16.00 dengan 3 lokasi pengukuran. Pemilihan turbin melihat dengan kondisi di lapangan dan mana yang lebih efisien dari segi bangunan sipil yang digunakan maka dipilih turbin whirlpool. Pada perencanaan PLTMH Desa Sanankerto mempunyai dua alternatif yang membedakan hanya jumlah turbin yang direncanakan, daya listrik pertahunnya yang dihasilkan pada alternatif satu sebesar 88072.47 kWH dengan anggaran biaya sebesar Rp. 1.096.833.252 dengan nilai BCR = 0.40; NPV = -Rp. 1.116.242.437,28; dan IRR = -0.0754% pada alternatif dua daya listrik pertahunnya yang dihasilkan sebesar 78146.90 kWH dengan anggaran biaya sebesar Rp. 797.853.083 dengan nilai BCR = 0.49; NPV = -Rp.692.771.953,14; dan IRR =      -0.0519%. Kata Kunci: PLTMH, Pengukuran Debit, Turbin Whirlpool, Daya Listrik, Kelayakan EkonomiAndeman Lake is a tourism object that is located in Sanankerto Village, Turen District, Malang Regency. Being a tourism object is a goal of the village. However, it still don't get enough attention from the tourist since the lighting at night  at the tourism object is inadequate and it needs additional cost to improve the lighting. Andeman Lake is an important asset of Sanankerto Village, with utilization only for households clean water needs, and irrigation in Sanankerto Village. Tourism in the village will operate at night. With the construction of MHPP, it is expected that the electricity generated by MHPP can increase the fulfillment of electricity needs in the tourist attractions, so that the better lighting and increasingly attract tourists. Known discharge in lake andeman is 0.37 m3/ s obtained from field measurements for 7 days with hourly measurements from 09.00 - 16.00 hours with 3 measurement locations. The turbine selection to see with the conditions in the field and which is more efficient in terms of civil structure used then selected  whirlpool turbine. In the MHPP planning of Sanankerto Village has two alternatives which distinguished from the number of planned turbines, annual electric power generated in the first alternative amounted  88072.47 kWH with a budget cost of Rp. 1.096.833.252 with the value of BCR = 0.40; NPV = -Rp. 1.116.242.437,28; and IRR = -0.0754%  in the annual electric power generated amounted 78146.90 kWH with a budget cost of Rp. 797.853.083 with the value of BCR = 0.49; NPV = -Rp. 692.771.953,14; and IRR = -0.0519%.Andeman Lake is a tourism object that is located in Sanankerto Village, Turen District, Malang Regency. Being a tourism object is a goal of the village. However, it still don't get enough attention from the tourist since the lighting at night  at the tourism object is inadequate and it needs additional cost to improve the lighting. Andeman Lake is an important asset of Sanankerto Village, with utilization only for households clean water needs, and irrigation in Sanankerto Village. Tourism in the village will operate at night. With the construction of MHPP, it is expected that the electricity generated by MHPP can increase the fulfillment of electricity needs in the tourist attractions, so that the better lighting and increasingly attract tourists. Known discharge in lake andeman is 0.37 m3/ s obtained from field measurements for 7 days with hourly measurements from 09.00 - 16.00 hours with 3 measurement locations. The turbine selection to see with the conditions in the field and which is more efficient in terms of civil structure used then selected  whirlpool turbine. In the MHPP planning of Sanankerto Village has two alternatives which distinguished from the number of planned turbines, annual electric power generated in the first alternative amounted  88072.47 kWH with a budget cost of Rp. 1.096.833.252 with the value of BCR = 0.40; NPV = -Rp. 1.116.242.437,28; and IRR = -0.0754%  in the annual electric power generated amounted 78146.90 kWH with a budget cost of Rp. 797.853.083 with the value of BCR = 0.49; NPV = -Rp. 692.771.953,14; and IRR = -0.0519%.  Keywords: MHPP, discharge Measurement, Whirlpool Turbine, Electric Power, Economic Feasibility 
PERBANDINGAN HASIL KEKERINGAN METODE THEORY OF RUN DENGAN DECILE INDEX DI DAS GENDING KABUPATEN PROBOLINGGO Nastiti, Nadia Sari; Harisuseno, Donny
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.091 KB)

Abstract

ABSTRAK: Kekeringan sering terjadi di Kabupaten Probolinggo. Sejak bulan Mei hingga Juni 2017 terdapat 6 desa yang berada pada 4 kecamatan di Kabupaten Probolinggo dikategorikan beresiko kekeringan tinggi. Oleh  sebab itu, Perlu adanya peta sebaran kekeringan yang dapat digunakan sebagai masukan untuk menangani permasalahan kepada instansi terkait. Perhitungan analisis kekeringan menggunakan dua metode yaitu metode Theory of Run dan Decile Index. Hasil perhitungan kemudian dibandingan dengan pola data SOI. Hasil perhitungan kekeringan yang paling sesuai dengan pola data SOI kemudian dibuat peta sebaran kekeringannya. Hasil analisis menggunakan metode Theory of Run, durasi kekeringan terpanjang terjadi selama 14 bulan dan jumlah kekeringan terbesar adalah 2180,82 mm. Hasil kekeringan menggunakan metode Decile Index meunjukkan persentase terbesar untuk kategori amat sangat kering yaitu sebesar 75%. Metode Decile Index lebih sesuai dengan status El Nino dari pada metode Theory of Run dengan nilai kesesuaian sebesar 51,5%. Hasil penelitian menunjukkan bulan Agustus dan September merupakan bulan yang paling sering mengalami kekeringan. 24 desa di DAS Gending mengalami kekeringan dengan kategori amat sangat kering. Kata kunci: kekeringan, Theory of Run, Decile Index, SOI, sebaran kekeringan.   ABSTRACT: Drought is a condition that is common in Probolinggo regency. From May to June 2017 there are 6 villages located in 4 sub-districts in Probolinggo regency categorized as high risk of drought. Therefore, there should have been map of drought that can be used as recommendation to handle problems for the related institutions. The calculation of drought analysis used two methods that are Theory of Run and Decile Index. The drought result then will be compared with SOI (Southern Oscillation Index) data. The drought index that has been calculated then created on drought partial map. The result of the analysis using Theory of Run method, the longest duration of drought occurred for 14 months and the biggest number of drought was 2180.82 mm. Meanwhile, the result of the drought using the Decile Index method showed the greatest percentage for the very dry category that is equal to 75%. Decile Index method were more better suited to the status of El Nino than Theory of Run method with the value of conformity of 51.5%. The result of partial map showed that August and September are the mounth that often find worst drought. At least, there are 24 villages that had been around drouht with the very dry category in every year.
PERBANDINGAN HASIL KEKERINGAN METODE THEORY OF RUN DENGAN RAINFALL ANOMALY INDEX DI DAS PEKALEN KABUPATEN PROBOLINGO Aprilansi, Ledib; Harisuseno, Donny
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.916 KB)

Abstract

ABSTRAK : Kabupaten Probolinggo merupakan daerah yang mengalami kekeringan dalam 3 tahun terakhir. Analisis kekeringan dilakukan guna mengetahui tingkat kekeringan serta sebarannya.  Metode yang digunakan adalah Theory of Run dan Rainfall Anomaly Index (RAI).  Analisis kesesuaian metode dilakukan dengan perbandingan klasifikasi dan perbandingan pola.  Data yang dibutuhkan adalah data curah hujan, data debit, peta batas DAS Pekalen, peta stasiun hujan, dan peta administrasi. Hasil analisis kekeringan dipetakan menggunakan ArcGIS 10.2.2.  Metode Theory of Run menunjukkan durasi kekeringan terpanjang 18 bulan dan jumlah kekeringan terbesar 1747,86 mm.  RAI menunjukkan indeks maksimum 8,18 dan indeks minimum -3,20.  Analisis kesesuaian menunjukkan RAI lebih sesuai digunakan di DAS Pekalen karena memiliki persentase kesesuaian 52,08% untuk perbandingan klasifikasi serta 63,02% untuk perbandingan pola kekeringan. Selama 20 tahun (1998-2017), rata-rata kekeringan terjadi pada 41 desa pada bulan Juli, Agustus, dan September.   Kata kunci: kekeringan, theory of run, rainfall anomaly index, debit, sebaran kekeringan   ABSTRACT : Probolinggo Regency is a region experienced drought during the last 3 years.  Drought analysis is performed in order to have information about level of drought and its distribution.  Drought analysis method will be used are Theory of Run and Rainfall Anomaly Index (RAI).  Analysis of conformity is conducted by comparing drought classification and comparing the index fluctuation.  Rainfall data, discharge data, river basin map, rain gauge map, and Probolinggo Regency map are needed.  The result of drought analysis will be mapped using ArcGIS 10.2.2.  Theory of Run shows the longest duration of drought was 18 months and the greatest quantity of drought was 1747,86 mm.  RAI shows the maximum index was 8,18 and -3,20 as the minimum index.  Analysis of conformity indicates that RAI is more suitable for drought analysis in the Pekalen River Basin with 52,08% of conformity  for comparison of drought classification and 63,02% of conformity for comparison of drought index fluctuation.  During 20 years (1998-2017), severe drought came about at 41 villages in average in July, August, and September.   Keywords: drought, theory of run, rainfall anomaly index, discharge, drought distribution
ANALISIS KADAR OKSIGEN TERLARUT DALAM ALIRAN PADA SISTEM BANGUNAN PELIMPAH BENDUNGAN RIAM KIWA Rosamike, Mega Okvita Karinda; Dermawan, Very; Cahya, Evi Nur
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.324 KB)

Abstract

ABSTRAK :Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perubahan nilai oksigen terlatut dalam aliran sebagai efek dari baffled chute pelimpah bendungan Riam Kiwa. Metode perhitungan kadar udara dalam aliran teoritis didasarkan penelitian terdahulu. Konsentrasi udara dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: (a) faktor kedalaman, kecepatan,  Froude dan kekasaran saluran. (b)  sudut kemiringan dan debit. (c) sudut kemiringan. Untuk kondisi (a) nilai terbesar sebelum peluncur 14,371 dan nilai terkecil 0,000041, untuk nilai terbesar di peluncur 0,051083 pada Q2 di seri III dan IV dan nilai terkecil 0,000035 pada Q100 di seri III. (b) nilai konsentrasi udara teoritis  terbesar 0,5305 menurut ASCE pada debit Q2 dan niali terkecil 0,2752 menurut Straub-Anderson pada debit Q1000. (c) konsentrasi udara teoritis terbesar adalah 0,4124 oleh Hager.  Hasil pengukuran dilapangan Q2 mengalami peningkatan terbesar pada seri I 1,0258%, dan yang mengalami penurunan pada Q100 untuk original design -0,0516%. Untuk nilai rasio defisit r15 yang terbesar pada Q1000 dengan nilai sebesar 3,4615 dan yang terkecil pada Q2 sebesar 2,3676. Dan untuk nilai efisiensi transfer Jika nilai r20 > 10 maka nilai E20 sebesar 1. Jika nilai r20 < 10 maka nilai E20 0,9.   Kata kunci: Kadar Oksigen (DO), Buffled Chute, Aerasi     ABSTRACK: The aim of this study is to determine the change of dissolved oxygen in the flow as the effect of baffled chute in the chuteway of Riam Kiwa Dam. The calculation method of the air concentration in flow is based on formulation of previous research. Air concentration is influenced by some factors, in term (a) factor, velocity, Froude and channel roughness. (b) slope and discharge. (c) slope. For condition in term (a) the largest value before the chuteway is 14,371 and the smallest value is 0.000041, for the largest value in chuteway is 0.051083 in Q2 in series III and IV, the smallest value is 000035 in Q100 in series III. (b) the largest theoretical air concentration value is 0.5305 according to ASCE at the discharge of Q2 and the smallest is 0.2752 according to Straub-Anderson at discharge Q1000. (c) the largest theoretical air concentration is 0.4124 by Hager. The results of field measurements Q2 experienced the largest increase in serial I 1.0258%, and that decreased in Q100 for the original design -0.0516%. For the largest r15 deficit ratio rate at Q1000 with a value of 3.4615 and the smallest in Q2 at  2.3676. And for the value of the transfer efficiency If the value of r20 < 10 then the rate of E20 is 1. If the rate of r20 < 10 then the rate is E20 0.9. Keywords: Dissolved Oxygen, Baffled Chute, Aeration
Studi Evaluasi Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik Margasari Kecamatan Balikpapan Barat Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur Azzhura, Fahrunnisa; Prayogo, Tri Budi; Yuliani, Emma
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.421 KB)

Abstract

  ABSTRAK : Studi ini membahas mengenai effisiensi, efektifitas, dan evaluasi IPAL Margasari pada kondisi 10 tahun yang akan datang tepatnya pada tahun 2026.  Effisiensi parameter uji IPAL Margasari ini di mulai dengan metode pengambilan sampel langsung pada titik inlet, bak equaliasi, bak aerasi, bak sedimentasi dan outlet. Parameter yang dikaji antara lain COD, BOD, NH3, TSS, dan pH. Kapasitas tampungan pada evaluasi IPAL Margasari ini direncanakan berdasarkan proyeksi debit air limbah 10 tahun kedepan. Efektivitas IPAL Margasari didasarkan pada kapasitas tampungan dari Bak R.S.P.S., Bak Equalisasi, Bak Aerasi, Bak Sedimentasi, dan Bak Klorin. Kondisi eksisting IPAL Margasari adalah lama waktu pengoperasian pompa aerator untuk bak equaliasasi dan bak aerasi hanya 6 jam dalam sehari dengan jeda selama 3 jam. Namun, seharusnya lebih dari 12 jam sehari dan dilakukan tanpa jeda waktu pengoperasian. Akibat dari pengoperasian aerator yang tidak sesuai dengan waktu tinggal air limbah seharusnya. Dengan demikian, terjadi kenaikan kadar parameter seperti COD dan BOD pada outlet IPAL Margasari. Hasil perhitungan proyeksi debit air limbah menyatakan bahwa IPAL Margasari tidak mampu untuk menampung debit 10 tahun kedepan.  Untuk itu perlu dilakukan evaluasi pada bangunan pengolah air limbah IPAL Margasari. Hasil evaluasi dari penelitian ini adalah adanya penambahan panjang untuk dimensi bak equaliasi dari 7 m menjadi 11 m. Kemudian waktu tinggal pada bak equalisasi  ditambah dari 3 jam menjadi 5 jam dalam satu kali suplai oksigen. Lama operasi aerator di tambah dari 12 jam per hari menjadi 14 jam per hari.   Kata Kunci : IPAL, kualitas air, effisiensi, efektivitas, evaluasi   ABSTRACT : This study discusses the efficiency, effectiveness and evaluation Waste Water Treatment Plant (WWTP) of Margasari on condition of 10 years to come precisely in 2026. The efficiency of this Margasari WWTP test parameters at the start with grab sampling method in inlet, equalization basin, aeration basin, sedimentation basin and outlets. Parameters studied include COD, BOD, NH3, TSS, and pH. Storage capacity on the evaluation Margasari WWTP is planned based on projections of wastewater discharge 10 years. Margasari WWTP effectiveness based on the storage capacity of R.S.P.S basin, equalization basin, sedimentation basin, and chlorine basin. Margasari WWTP existing condition is an aerator pump operating time for aeration basin and equalization basin only 6 hours a day with breaks for 3 hours. However, should more than 12 hours a day and is done without time lag of operation. As a result of the operation of the aerator that does not comply with the residence time of wastewater should be. Thus, an increase in the levels of parameters such as COD and BOD Margasari WWTP outlet. The result of wastewater discharge projection calculations state that Margasari WWTP discharge was unable to accommodate the next 10 years. It is necessary for the evaluation of the building Margasari WWTP. The evaluation result of this research is the increase in length to the dimensions equalization basin of 7 m to 11 m. Then when staying at equalization basin increased from 3 hours to 5 hours in a time of oxygen supply.. The duration operating aerator is added from 12 hours to 14 hours in a day. Keywords : WWTP, Water Quality , efficiency, effectifity, evaluation.
Perencanaan Jaringan Pipa di Perumahan THE OZ Kelurahan Karang Widoro Kecamatan Dau Kabupaten Malang Menggunakan Aplikasi Software WaterCAD V8i Sihombing, Arion Frederick; Haribowo, Riyanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.139 KB)

Abstract

The OZ Residence located in Karang Widoro urban village, Dau  sub-district, Malang district with a total construction of 250 housing unit.  Now, there is no water distribution network planning yet in The OZ Residence. The purpose of this study is findout the discharges needed to meet the needs of water in residence, knowing the planning of water distribution network, and make the budget plan, and determine the benchmark water price through the process of economic analysis. Simulation of water distribution network are using WaterCAD Program. Based on the calculation of the total discharge needed in the planning of water distribution network in the residence, the average discharge needed was 3.4 l/s. The simulation result using WaterCAD program has been fulfilled the standard. The budget plan of this plan is Rp. 359.856.800,00, So, the price of water price for Rp. 1.300,00/
Studi Perencanaan Jaringan Air Bersih Desa Ba'engas Kecamatan Labang Kabupaten Bangkalan Menggunakan Software WaterCAD Firmandika, Arif; Ismoyo, M. Janu; Chandrasasi, Dian
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.8 KB)

Abstract

ABSTRAK : Sistem penyediaan air bersih belum sepenuhnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, khususnya yang terletak didaerah pedalaman. Desa Ba’engas merupakan desa yang terletak di Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan yang belum memiliki sarana penyediaan air bersih untuk mencukupi kebutuhan warga. Beda elevasi dan jarak sekitar 9 km antara sumber air dengan lokasi penduduk menyebabkan kesulitan untuk mengalirkan air. Studi ini membahas tentang perencanaan jaringan air bersih di Desa Ba’engas yang memanfaatkan debit aliran Sungai Pocong dengan debit sebesar 3.236 L/detik. Tujuan dari studi ini untuk mengetahui kebutuhan air bersih sampai tahun 2035, mengetahui hasil simulasi jaringan air bersih, dan menghitung besarnya Rencana Anggaran Biaya. Pemodelan dan simulasi jaringan air bersih menggunakan aplikasi Software WaterCAD V.8.i. Pada studi ini menggunakan 3 alternatif, yang membedakan dari 3 alternatif ini adalah jumlah pompa dan tandon. Hasil proyeksi kebutuhan air bersih penduduk yaitu sebesar 4,936 l/det. Dari hasil simulasi yang dipilih adalah alternatif 1 dengan menggunakan 1 pompa dan 1 tandon, karena sesuai dengan kriteria perencanaan yang diijinkan seperti kecepatan antara 0,1 – 2,5 m/detik, headloss gradient antara 0 – 15 m/km, dan tekanan antara 0,5 – 8 atm. Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk perencanaan jaringan air bersih alternatif 1 sebesar Rp 8.021.618.000,00.   Kata kunci : Air Bersih, Jaringan, Simulasi, WaterCAD V.8.i, Rencana Anggaran Biaya   ABSTRACT : Clean Water supply system has not be perceived yet by all citizen, especially in the rural side. Ba’engas Village, located in Labang sub district, Bangkalan Regency, has  not possessed clean water support to fulfill its citizen’s needs.  The elevation and distance differences are about 9 km between water resources and citizens location causing trouble for water to stream. This research discussed about clean water network planning at Ba’engas Village by utilizing Pocong River, in the amount of 3.236 L/sec. This research have to finded out water consumption in year 2035, then knowing about the clean water network simulation and calculating the amount of Budget Plant as a result. Modelling and simulation of clean water network are using Software WaterCAD V.8.i application. This research was using 3 alternatives, with different number of pump and tank. The result from clean water projection is 4,936L/sec. Based on the simulation result, the chosen one is alternative 1, using 1 pump and 1 tandon, cause both of them are allowed with the plant of speed parameters around 0,1-2,5 m/sec, headloss gradient around 0-15 m/km, and pressure around 0,5-8 atm. The Estimation cost’s plant for alternative 1 Clean Water Netwok Plant is Rp. 9.021.618.000,00.- Keywords : Clean Water, Network, Simulation, WaterCAD V.8.i, Cost Estimation
STUDI PERENCANAAN RETAINING WALL DI PANTAI BOOM KABUPATEN BANYUWANGI mas'udi, oldvika nurma; Dermawan, Very; Asmaranto, Runi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.96 KB)

Abstract

ABSTRAK: Pantai Boom merupakan salah satu pantai yang berada di Kabupaten Banyuwangi yang memiliki posisi sangat strategis sehingga berpotensi besar dibidang pariwisata. Oleh karena itu, dibangun pelabuhan marina yang berguna untuk tempat berlabuhnya kapal penyeberangan antar pulau (Bali), kapal pariwisata dan kapal-kapal milik pribadi. Sehubungan dengan kondisi tersebut, diperlukan suatu bangunan pengaman pantai yang mampu menahan gelombang air laut serta melindungi tanah yang ada dibelakangnya. Perencanaan retainingwall mula-mula dilakukan dengan membangkitkan data angin menjadi gelombang (H33%). Kemudian gelombang dianalisis dengan kala ulang 25 tahun yang bertujuan untuk memperoleh dimensi retainingwall. Setelah itu menghitung stabilitas bangunan terhadap kelongsoran rotasi dan daya dukung tanah. Pondasi tiang pancang yang direncanakan mengunakan bahan bambu. Dari hasil perencanaan diperoleh gelombang dominan dari arah Timur dengan tinggi gelombang setelah analisa deformasi sebesar 1,4 m. Retainingwall terletak pada elevasi +2,01 m dengan tinggi puncak bangunan pada elevasi +6,54 m. Panjang bangunan 1 km dengan berat batu terluar 1,04 ton dan berdiameter 0,97 m. Analisis stabilitas lereng terhadap kelongsoran rotasi mengunakan bantuan software Geostudio Geoslope. Pondasi tiang pancang direncanakan sedalam 12 m dengan diameter tiang pancang sebesar 0.2 m. Total rencana angaran biaya (RAB) sebesar Rp 24.734.000.000,00. Kata kunci: retaining wall, analisa deformasi, geostudio geoslope, pondasi tiang   ABSTRACT: Boom Beach is one of the beaches located in Banyuwangi Regency which has a very strategic position so that it has great potential in the field of tourism. Therefore, a marina port is built which is useful for the inter-island ferry boat (Bali), tourist boats and private ships. In connection with these conditions, it is necessary a coastal safety building that can withstand the waves of sea water and protect the existing land behind it. Retainingwall planning was first performed by generating wind data into waves (H33%). Then the waves are analyzed with a 25-year re-period that aims to obtain the retainingwall dimension. After that calculate the stability of the building against the avalanche rotation and the carrying capacity of the soil. Foundation pile planned to use bamboo materials. From the planning results obtained the dominant wave from the East with the wave height after the deformation analysis of 1.4 m. Retainingwall is located at an elevation of +2.01 m with the height of the building at an elevation of +6.54 m. The length of the building is 1 km with the outer rock weight of 1.04 tons and 0.97 m diameter. Analysis of slope stability against avalanche rotation using Geostudio Geoslope software help. The pile foundation is planned as deep as 12 m with pile diameter of 0.2 m. Total cost plan (RAB) is Rp 24,734,000,000.00. Keyword: retaining wall, deformation analysis, geostudio geoslope, pile foundation 
STUDI PERENCANAAN TANGGUL BANJIR DI SUNGAI BENGAWAN SOLO PADA RUAS KOTA SURAKARTA, JAWA TENGAH Dwiprayogo, Bayu; Priyantoro, Dwi; Sisinggih, Dian
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1261.591 KB)

Abstract

ABSTRAK : Dengan sering terjadinya banjir pada sungai Bengawan Solo di Surakarta, dengan rata-rata ketinggian 0,3-1 m yang dikarenakan semakin memburuknya hulu sungai Bengawan Solo dan cepatnya pertumbuhna penduduk yang terjadi pada daerah bantaran sungai yang mengakibatkan tidak mampunya sungai untuk mengalirkan debit yang lewat. Maka harus dilakukan pengendalian banjir. Dalam kajian ini menggunakan dinding penahan tanah yang direncanakan untuk debit kala ulang Q25th, dengan menggunakan Hidrograf Satuan Sintetis Nakayasu. Yang ditambah dengan adanya pengaruh outflow dari waduk Wonogiri yang berada di hulu dari kota Surakarta lalu menggunakan  bantuan program HEC-RAS untuk mengetahui analisis hidrolika pada kondisi eksisting dengan Q25th yang telah dihitung. Dari hasil perhitungan didaptkan debit sebesar 2435,327 m3/dt yang mengakibatkan terjadinya limpasan yang paling besar adalah setinggi 8,586 m.   Kata Kunci: Dinding Penahan, Banjir, Tanggul Banjir, HEC-RAS. ABSTRACT : Bengawan Solo river in Surakarta has a frequent flooding  with an average height of 0.3-1 m. This happened  by reason of  the deteriorating of upstream condition and the rapid growth of the population occurring in the river banks which resulted in the inability of the river to flow passing discharge . Therefore, it is necessary to do flood control such as a retaining wall. This study uses a retaining wall planned for 25 years return period by Nakayasu Synthetic Unit Hydrograph. In addition, this study also anyalyzes the influence of outflow from Wonogiri reservoir where is in the upstream of  Surakarta city, then using HEC-RAS program to know hydraulics analysis on existing condition with 25 years return period which has been calculated. The calculation  obtained the discharge of 2435,327 m3 / s, and it resulted the largest runoff is as high as 8.586 m.   Keywords: Retaining Wall, Flood, Flood levee, HEC-RAS.  
STUDI PERENCANAAN JARINGAN PIPA AIR BAKU MENGGUNAKAN APLIKASI WATERCAD DI DESA SUKORAHARJO KABUPATEN MALANG Ivan, Hans; Haribowo, Riyanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.402 KB)

Abstract

Desa Sukoraharjo terletak di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang memiliki jumlah penduduk 6.867 pada tahun 2017. Pada saat ini, Desa Sukoraharjo belum memiliki instalasi air baku sehingga masih menggunakan sumur galian untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat. Desa Sukoraharjo juga memiliki permasalahan dimana sumber air  yang terdekat dari desa memiliki elevasi yang lebih rendah dibandingkan elevasi desa.. Tujuan dilakukannya studi ini adalah untuk mengetahui debit yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di desa, mengetahui perencanaan jaringan pipa, membuat rencana anggaran biaya, serta membuat analisa ekonomi dan harga air . Simulasi jaringan pipa distribusi air bersih dilakukan menggunakan bantuan program WaterCAD. Pemenuhan kebutuhan air bersih pada perumahan tersebut mendapatkan suplai air dari sumber air Dieng lalu Tandon Dieng dengan debit inflow maksimum tandon sebesar 50 l/dt. Berdasarkan perhitungan total debit yang dibutuhkan pada perencanaan jaringan distribusi air bersih di desa, debit rata-rata yang dibutuhkan adalah sebesar 8,86 l/dt. Hasil simulasi dengan bantuan program WaterCAD sudah memenuhi standar yaitu kecepatan 0,1 – 1,1 m/dt, headloss gradient 0,11 – 14,6 m/km, dan tekanan 1 – 6,1 atm. Rencana anggaran biaya pada perencanaan ini sebesar Rp. 1.393.037.543  Sukoraharjo village located in, Kepanjen sub-district, Malang has total 6.867 citiezen in 2017.  Now, Sukoraharjo village doesn’t has water distribution installation and use conventional well to fullfill water demand. Sukoraharjo village has a problem which elevation of the watersource is lower than village elevation. The purpose of this study are to determine the discharge needed to fulfill the water demands in residence, determine the planning of water distribution network, make the budget plan and economic analysis . Simulation of water distribution network are using WaterCAD Program. The fulfillment of water demands in that residence gets the water supply from Dieng watersource and Dieng reservoir with maximum discharge 50 l/s. Based on the calculation of the total discharge needed in the planning of water distribution network in the residence, the average discharge needed was 8.86 l/s. The simulation result using WaterCAD program has been fulfilled the standard, which is the velocity 0.1 – 1.1 m/s, headloss gradient 0.11 – 14.59 m/km, and pressure 1 – 6.1 atm. The budget plan of this plan is Rp. 2,857,505,000.00.

Page 8 of 33 | Total Record : 322