cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
Studi Perencanaan Konsolidasi Dam di Sungai Mujur Desa Pasrujambe Kecamatan Pasrujambe Kabupaten Lumajang Pambudi, Yan Ahmad Christy; Dermawan, Very
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.648 KB)

Abstract

Gunung Semeru adalah salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Letusan GunungSemeru pada umumnya berlangsung singkat dan relatif kecil, akan tetapi berlangsung 10-20 menitsekali sepanjang tahun. Sungai Mujur merupakan salah satu sungai yang berada di DAS Mujur yangmembawa aliran material hasil letusan Gunung Semeru. DAS Mujur mempunyai luas DAS 44,904km2 dengan panjang sungai utama 16,95 km2. Pada musim hujan dengan intensitas tinggi dan durasiyang lama, terjadi  mass movement yang membawa material seperti batu-batuan, kerikil, dan pasirkarena slope sungai yang cukup curam. Kondisi alur dan dasar sungai yang membawa material hasilletusan harus dilakukan pengaturan, terutama pada bagian tikungan sungai agar proses agradasi dandegradasi di sungai terkendali. Analisa debit banjir rancangan kala ulang 25 tahun menggunakanmetode Hidrograf Satuan Sintetis Nakayasu sebesar 155,367 m3/dt, sedangkan debit desain untukbangunan konsolidasi dam dengan mempertimbangkan konsentrasi aliran sedimen sebesar 204,424m3/dt. Volume sedimen sekali banjir dengan kala ulang 25 tahun sebesar 199.918,30 m. Bangunankonsolidasi dam akan direncanakan dengan jarak ±215 m sebelah hilir tikungan sungai. Detail dimensibangunan konsolidasi dam yaitu tinggi main dam 3 m, lebar pelimpah 100 m, tebal mercu main dam2,5 m, kedalaman pondasi 2 m, tinggi sub dam 0,75 m dan tebal mercu sub dam 2,5 m.Mount Semeru is one of the most active volcanoes in Indonesia. The eruption of MountSemeru generally takes a short time and is relatively in a small scale, but lasts for 10-20 minutes athroughout the year. Mujur River is one of rivers located in the Mujur watershed that brings the flowof materials from the eruption of the Mount Semeru. In addition, the Mujur watershed has a total DASarea of 44,904 km2 with the main river length of 16.95 km2. During the rainy season with highintensity and long duration, a mass movement occurs and carries materials such as rocks, gravel, andsand due to the quite steep river slope. Therefore, the condition of the river channel and riverbedcarrying the eruption materials should be arranged, especially in the bend section of the river so thatthe process of agradation and degradation in the river may be controlled. Also, the flood dischargeanalysis of 25-year return period design using the Nakayasu Synthetic Unit Hydrograph method is155.367 m3/dt, while the design debit for consolidation of dam by considering the effect of sedimentconcentration is amounted to 204,424 m3/dt. The one-time flooded sediment volume with a 25-yearreturn period is 199,918.30 m3. Futhermore, the consolidation dam building will be planned in distanceof±215mdownstreamoftheriverbend.Moreover,thedetaileddimensionoftheconsolidationdambuilding are the height of the main dam is 3 m, the width of the main dam weir is 100 m, thethickness of the main dam is 2,5 m, footing depth is 2 m, the height of the sub dam is 0,75 m and thethickness of the sub dam is 2.5 m.
KAJIAN PERBANDINGAN METODE PERHITUNGAN INTENSITAS HUJAN YANG SESUAI DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA, MALANG Puspasari, Ria; Harisuseno, Donny; Chandrasasi, Dian
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1236.008 KB)

Abstract

ABSTRAK : Intensitas hujan yang terjadi di wilayah Kota Malang cukup tinggi dan sering kali menyebabkan genangan termasuk di Area Universitas Brawijaya. Studi ini dilakukan untuk memperoleh metode perhitungan intensitas hujan yang sesuai di Wilayah Universitas Brawijaya Malang dengan membandingkan data intensitas hujan pengamatan yang diperoleh dari penakar hujan otomatis atau ARR (Automatic Rainfall Recorder) yang berada di Laboratorium Hidrologi Teknik Pengairan dengan metode Talbot, Sherman, Ishiguro dan Mononobe. Menurut hasil analisa perbandingan yang dilakukan antara Metode Talbot, Sherman, Ishiguro dan Mononobe didapatkan hasil yang paling baik dan sesuai dengan karakteristik wilayah Universitas Brawijaya adalah Metode Sherman. Dengan nilai deviasi rata-rata terkecil yaitu 0,335, kemudian Kesalahan Relatif (%) rata-rata 12,449%, dan juga Koefisien Efisiensi Nash-Sutcliffe rata-rata sebesar 0,928. Kurva IDF (Intensitas-Durasi-Frekuensi) Metode Sherman menunjukkan kecocokan untuk memprediksi Intensitas hujan yang sesuai dengan karakteristik wilayah Universitas Brawijaya yang digunakan untuk perhitungan limpasan (Run-Off) dengan rumus rasional dan perhitungan debit puncak yang berfungsi dalam perencanaan bangunan air.   Kata kunci: Intensitas hujan, Talbot, Sherman, Ishiguro, Mononobe, Kurva IDF   ABSTRACT : The Rainfall intensity in Malang Area is quite high and it usually causing run-off including at University of Brawijaya Area. This comparation study was conducted to obtain the appropriate rainfall intensity calculation method at University of Brawijaya Area by comparing Talbot, Sherman, Ishiguro and Mononobe method with the observation rainfall intensity data from ARR (Automatic Rainfall Recorder) that located in the Water Resources Engineering Hydrology Laboratory. According to the results of the analysis between the Talbot, Sherman, Ishiguro and Mononobe methods, the best results that appropriate with the University of Brawijaya area characteristics are Sherman Method. With the smallest average deviation value 0.335, Relative Error (%) averaged 12.449%, and Nash-Sutcliffe Efficiency Coefficient average 0.928. The IDF Curve (Intensity-Duration-Frequency) of Sherman Method shows the suitability to predict the rainfall that appropriate with the University of Brawijaya area characteristics which is used to calculate the run-off with rational formula and for calculating the peak discharge that functioned for water structure planning. Keywords: Rainfall Intensity, Talbot, Sherman, Ishiguro, Mononobe, IDF curve.
EVALUASI KARAKTERISTIK PERMEABILITAS DAN KETAHANAN TERHADAP PIPING MATERIAL PIROKLASTIK HASIL ERUPSI GUNUNG KELUD TAHUN 2014 DAN APLIKASINYA SEBAGAI ALTERNATIF MATERIAL TIMBUNAN Nuari, Fianda Hifqi Sandar; Hendrawan, Andre Primantyo; Suprijanto, Heri
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.577 KB)

Abstract

ABSTRAK: Di Indonesia , batu apung dan material piroklastik ditemukan dalam deposit besar di Sungai Kali Sambong, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, namun aplikasinya sebagai material timbunan masih terbatas. Dengan demikian, menjadi sangat penting untuk mempelajari karakteristik mekanik dan ketahanan terhadap bahaya piping untuk alternatif material timbunan. Untuk mengevaluasi karakteristik mekanik dilakukan uji pemadatan Standard Proctor untuk menentukan nilai kepadatan kering maksimum dan kadar air optimum sebagai material timbunan. Uji permeabilitas dengan Constant Head dilakukan untuk menentukan nilai koefisien permeabilitas. Uji ketahanan terhadap piping dilakukan berdasarkan Furumoto et al (2002) dengan kombinasi pada alat dari Fujisawa et al (2013). Dari hasil uji pemadatan Standart Proctor didapatkan nilai MDD dan OMC batu apung, material piroklastik dan material pasir masing – masing adalah 1,48 gram/cm3 dengan OMC 15%, 1,95 gram/cm3 dengan OMC 15% dan 1,95 gram/cm3 dengan OMC 15%. Untuk nilai koefisien permeabilitas (k) masing – masing 0,111 cm/dt, 0,0087 cm/dt dan 0,0091 cm/dt. Sedangkan untuk nilai (k) pada uji ketahanan terhadap piping masing – masing adalah 0,117 cm/dt, 0,023 cm/dt dan 0,018 cm/dt. Dapat disimpulkan bahwa batu apung memiliki kepadatan yang rendah dengan nilai (k) yang lebih besar dikarenakan batu apung memiliki rongga yang lebih besar untuk dapat meloloskan air.   Kata kunci : Batu Apung, Piroklastik, Permeabilitas, Piping, Timbunan ABSTRACT : In Indonesia, pumice and pyroclastic materials are found in large deposits in the Kali Sambong River, Ngantang District, Malang Regency, East Java, but their application as a backfill material is still limited. Thus, it becomes very important to study the mechanical characteristics and resistance to piping hazards for alternative backfill material. To evaluate the mechanical characteristics, Standard Proctor compaction test was performed to determine the maximum dry density value and optimum moisture content as the backfill material. The permeability test with Constant Head is performed to determine the permeability coefficient value. The piping resistance test was performed based on Furumoto et al (2002) with a combination of tools from Fujisawa et al (2013). From the result of Standard Proctor compaction test, the value of MDD and OMC of pumice stone, pyroclastic material and sand material are 1.48 gram / cm3 with OMC 15%, 1.95 gram / cm3 with OMC 15% and 1.95 gram / cm3 with OMC 15%., respectively. For permeability coefficient values ​​(k) of 0.111 cm / s, 0.0087 cm / s and 0.0091 cm / s, respectively. As for the value of (k) on the resistance test against piping 0.117 cm / s, 0.023 cm / s and 0.018 cm / s, respectively. It can be concluded that pumice stone has a low density with a larger (k) value based on the fact that the pumice stone has a larger cavity to drain the water. Keywords : Pumice, Pyroclastic, Permeability, Piping, Backfill
STUDI PENANGGULANGAN BANJIR SUNGAI SERANG WELAHAN DRAINASE (SWD) 2 DI KABUPATEN KUDUS DAN JEPARA PROVINSI JAWA TENGAH Munfarid, Munfarid; Sisinggih, Dian; Priyantoro, Dwi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.242 KB)

Abstract

Sungai SWD 2 merupakan sungai dengan panjang sekitar kurang lebih 23 km, yang termasuk dalam sistem sungai Serang Lusi Juana (Seluna) dan dalam lingkup Wilayah Sungai Jratuseluna. Sungai SWD 2 berkaitan erat dengan terjadinya banjir akibat kapasitas pengaliran yang tidak mampu untuk menampung debit banjir yang terjadi sehingga adanya ketidakseimbangan antara inflow yang masuk ke sistem Sungai SWD 2 dengan outflow yang keluar menuju Sungai SWD 2. Dalam studi ini tahap awal dilakukan dengan analisis hidrologi untuk menghitung besarnya debit banjir rancangan pada masing-masing anak sungai sebagai input debit ke Sungai SWD 2. Selanjutnya dilakukan analisis hidraulika untuk mengetahui kondisi eksisting ruas-ruas daerah yang terdampak akibat banjir dengan debit banjir kala ulang 50 tahun sebesar 1336.06 m3/dt menggunakan progam aplikasi HEC-RAS 4.1. Tahap berikutnya dilakukan usaha penanggulangan banjir dengan perbaikan alur sungai atau normalisasi dan perencanaan tanggul. Dalam perencanaan tanggul dibagi menjadi 2 tipe yaitu tanggul urugan tanah dan tanggul dinding penahan. Untuk analisis stabilitas lereng tanggul urugan tanah, menggunakan metode Bishop dengan kemiringan lereng 1:2. Sedangkan untuk analisis tanggul dinding penahan, menggunakan kontrol stabilitas terhadap guling, geser dan daya dukung tanah.
Studi Penentuan Status Trofik dan Daya Tampung Beban Pencemaran Guna Menentukan Upaya Konservatif Pengelolaan Waduk Lahor Wahyuni, Indah Tri; Sayekti, Rini Wahyu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.223 KB)

Abstract

ABSTRAK Waduk Lahor merupakan waduk yang berpotensi untuk terjadinya pencemaran air karena salah satu fungsinya sebagai kegiatan perikanan dan pada DTA waduk Lahor didominasi oleh kegiatan pertanian. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kualitas air dari segi mutu air, status trofik, kelimpahan dan jenis fitoplankton, dan daya tampung beban pencemaran air serta merumuskan upaya konservatif pengelolaan waduk berdasarkan kondisi kualitas air waduk Lahor pada tahun 2017. Data yang diperlukan untuk analisa kualitas air waduk Lahor berupa parameter kualitas air seperti total-P, NO3-N, NO2-N, NH3-N, BOD, DO, TSS, dan pH, data hidrologi dan morfologi waduk seperti data hujan, volum tampungan waduk, luas perairan waduk dan Q outflow waduk Lahor serta data kelimpahan dan jenis fitoplankton. Hasil analisa mutu air waduk Lahor cenderung tidak memenuhi baku mutu air kelas II dan status trofiknya yaitu Eutrof menuju ke Hipereutrof yang berarti waduk lahor telah tercemar. Kelimpahan fitoplankton yang terjadi pada waduk Lahor melebihi batas kelimpahan fitoplankton yang ditetapkan serta didominasi oleh alga hijau biru jenis microsystis yang dapat merusak perairan waduk. Maka dari itu, upaya yang direkomendasikan adalah teknik bioremediasi, pengaturan pola operasi waduk, penerapan sistem TLBA pada budidaya perikanan dan introduksi zooplankton jenis rotifera.   Kata Kunci: Status trofik, fitoplankton, daya tampung beban pencemaran, blooming algae, upaya konservatif   ABSTRACT Lahor reservoir is a reservoir that has the potential for water pollution, because one of its functions as a fishery activity and on water cathchment area Lahor reservoir is dominated by agricultural activitier. Therefore, the purpose of this study to determine the conditions of water quality in Lahor reservoir like terms of water quality, trophic status, abundance and type of phytoplankton, and water pollution load capacity and conservative management efforts of reservoirs. The data required are water quality parameters like total-P, NO3-N, NO2-N, NH3-N, BOD, DO, TSS, and pH , hydrological data, and morphology data, abundance and thype of phytoplankton. The result of the water quality analysis on Lahor reservoir has tendention to over on class II water quality standard and the trophic status is eutrof to hipereutrof which means that the reservoir is polluted. The abundance of phytoplankton occurring in Lahor reservoir exceeds the specified limits of phytoplankton abundance and it is dominated by blue green algae microsytsis which can damage of water reservoir.Therefore, recommended efforts are bioremediation technique, reservoir operation arrangement, application of TLBA system and instroduction of rotifera.. Keyword: trophic status, phytoplankton, pollution load capacity, blooming algae, conservative effort  
Studi Evaluasi dan Penanganan Genangan Berwawasan Lingkungan Di Sub Sistem Drainase Kemambang Kabupaten Sidoarjo Sariyanti, Ni Komang Yuli; Harisuseno, Donny; Andawayanti, Ussy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.36 KB)

Abstract

ABSTRAK: Genangan di Kabupaten Sidoarjo sudah menjadi permasalahan tahunan yang serius. Genangan yang sering terjadi di Sub Sistem Drainase Kemambang mengakibatkan kerugian bagi masyarakat dan lingkungan. Pada studi ini akan membahas mengenai evaluasi dan penanganan genangan pada Sub Sistem Drainase Kemambang. Pada studi ini dilakukan perhitungan debit rancangan dengan menggunakan metode Rasional Modifikasi. Intensitas hujan yang digunakan adalah rumus Mononobe untuk mendapatkan intensitas dengan beberapa kala ulang. Curah hujan rancangan dihitung dengan metode Log Pearson Tipe III. Pada analisa backwater menggunakan metode Tahapan Langsung. Dari hasil analisis genangan historis disebabkan oleh curah hujan ulang 5 tahun dengan intensitas hujan 10,701 mm/jam. Dari hasil analisa terdapat 21 saluran drainase eksisting yang tidak mampu mengalirkan debit banjir rancangan dengan kala ulang 5 tahun. Pengaruh backwater terjadi sepanjang 1291,7 m dari hilir, dimana saluran drainase eksisting masih mampu mengalirkan debit backwater. Penanganan genangan dianalisa dengan metode kombinasi yang terdiri dari 3 saluran tersier baru, 15 rehabilitasi saluran dan 3 sumur tampungan. Kata kunci: Drainase, Genangan, Evaluasi saluran, Backwater, penanganan genangan ABSTRACT: Inundation in Sidoarjo regency had become an annual serious problem. Inundation occurs in Sub Drainage system of Kemambang impacts environmental  and society damages. This study will discuss about evaluation and management to controlling inundation at Sub Drainage system of Kemambang . In this study, design discharge was analyzed with Modification Rational method. Rainfall intensity was analyzed using Mononobe formula during historical floods with several return periods. Design rainfall was analyzed using Log Pearson Type III method. Backwater in this study was analyzed using Direct Step Method. From the analysis, the historical floods in Sub Drainage of Kemambang that’s is caused by rainfall with return period of 5 years, showed  the rainfall intensity of 10,701 mm/hour. The result of this evaluation there are 21 existing drainage channels which are not capable to drain the load flow design for 5 years return period. The backwater effect 1291,7 m away from downstream, existing drainage channels capacities are capable drain discharge from backwater effect. Inundation management for sub drainage system of Kemambang was analyzed using combination method divided by 3 new tertiary channels, 15 rehabilitation of drainage channels, and 3 detention wells.  Keywords: drainage, inundation, channel evaluation, backwater, inundation management
Analisis Genangan di Sub Sistem Drainase Sidokare Kabupaten Sidoarjo Maharani, Yasinta Surya; Andawayanti, Ussy; Harisuseno, Donny
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.351 KB)

Abstract

ABSTRAK: Permasalahan genangan di Kabupaten Sidoarjo cukup serius, terutama pada Sub Sistem Drainase Sidokare dikarenakan daerah tersebut merupakan pusat pemerintahan dan kegiatan masyarakat. Untuk itu dilakukan analisis genangan dan metode yang tepat untuk menanggulanginya. Adapun alternatif penanganan genangan yang digunakan pada daerah studi, yaitu pembuatan saluran tersier baru, rehabilitasi, dan sumur tampungan, ataupun kombinasi dari ketiga alternatif tersebut. Berdasarkan hasil analisis, genangan historis pada Sub Sistem Drainase Sidokare setara dengan kala ulang 5 tahun dengan intensitas hujan 9,519 mm/jam, dimana dari hasil evaluasi terdapat 32 saluran yang tidak dapat menampung debit banjir rancangan dengan kala ulang 5 tahun tersebut. Selain itu, berdasarkan hasil analisis kapasitas pada 5 long storage dan pompa banjir eksisting, dengan spesifikasi kapasitas long storage dan pompa banjir yang ada, 4 long storage dapat menampung debit sementara apabila dilakukan pengoperasian pompa banjir dan 1 long storage dapat menampung debit sementara tanpa dilakukan pengoperasian pompa banjir. Adapun upaya penanganan genangan pada Sub Sistem Drainase Sidokare, yaitu pembuatan saluran tersier baru sejumlah 17 saluran, rehabilitasi pada 25 saluran, dan pembuatan sumur tampungan pada 1 titik saluran.Kata Kunci: drainase, genangan, long storage, pompa banjir eksisting, penanganan genanganABSTRACT: The problem of inundation in the Sidoarjo Regency is quite serious, especially in the drainage sub system of Sidokare because the area is the center of government and community activities. Therefore it is necessary to analyze the inundation and appropriate methods to overcome them. As for the alternative treatment of inundation used in the study area, namely design of new tertiary channels, rehabilitation, and wells, or a combination of the three alternatives. Based on the results of the analysis, the historical inundation drainage sub system of Sidokare is equivalent to a 5-year re-period with an intensity of rain of 9,519 mm / h, of which there are 32 channels that cannot accommodate the design flood discharge with the 5-year re-period. In addition, based on the capacity analysis of 5 long storage and existing flood pumps, with the specification of long storage capacity and existing flood pumps, 4 long storage can accommodate temporary discharge when flood pump operation and 1 long storage can accommodate temporary discharge without being operated flood pump. As for the inundation management in drainage sub system of Sidokare, that is the creation of new tertiary channels of 17 channels, rehabilitation on 25 channels, and making wells at 1 point channel.Keywords: drainage, inundation, long storage, existing flood pumps, inundation management
ANALISA NILAI ERODIBILITAS TANAH DAN PERBANDINGAN PERSENTASE KEMIRINGAN LERENG TERHADAP LAJU KEHILANGAN TANAH DENGAN RAINFALL SIMULATOR ramdhani, fitroh; Andawayanti, Ussy; Limantara, Lily Montarcih
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.826 KB)

Abstract

ABSTRAK : Penyebab terjadinya erosi sangat banyak diantaranya adalah faktor tingginya curah hujan pada suatu daerah, kemiringan lahan, dan jenis tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui besaran laju kehilangan tanah dengan menggunakan alat rainfall simulator. Dengan perlakuan perbedaan jenis tanah yang memungkinkan akan mempunyai nilai erodibilitas yang berbeda yaitu sampel tanah aluvial.Menggunakan debit 1 liter/menit, ketinggian sampel tanah 10 cm dan kemiringan lereng sebesar 2 %  dan 5% selama 30 menit. Hasil yang didapat dari alat rainfall simulator berupa sediment yield. Dimana untuk mendapatkan besaran erosi di bagi terlebih dahulu dengan nilai sediment delivery ratio (SDR), dengan menggunakan metode SDR dari Boyce.Nilai erodibilitas tanah yang didapat dari nomograph Wischmeier adalah 0,461 untuk sampel tanah aluvial dan. Besaran rerata sediment yield yang didapat pada sampel tanah aluvial ls 2% sebesar 197,47 gram dan 236,06 gram pada sampel tanah alluvial ls 5%. Untuk hasil erosi pada sampel tanah aluvial ls 2% sebesar 14,882 gram/m2/menit dan 16,885 gram/m2/menit pada sampel tanah Aluvial ls 5%. Sedangkan rerata nilai erodibilitas yang didapat dari rainfall simulator adalah 0,463 untuk sampel tanah aluvial ls2% dan 0,526 pada sampel tanah alluvial 5%. Kata kunci: erodibilitas, distribusi butiran, erosi, rainfall simulator, sediment yield   ABSTRACT : There is many cause of erosion case, including the high rainfall rate in some regions, slope rate of the land, and the soil type. The purpose of this research is to measure the soil loss rate using the rainfall simulator tool. With different treatment of the soil types will enable have the different erodibility values that is alluvial soil sample and grumosol soil sample. Using 1 liter / min discharge, the height of the soil sample is 10 cm and the slope rate is 2% and 5% for 30 minutes. The results obtained from rainfall simulator tool is the sediment yield. Which is to obtain the amount of erosion should be multiplied by the SDR value, using the SDR method from Boyce.The soil erodibility values obtained from Wischmeier nomographs was 0.461 for alluvial soil samples. The average sediment yield obtained from alluvial soil samples was 197,47 gram and 236,06 gram from alluvial 5% soil samples. For erosion results from alluvial ls 2% soil samples was 14,882 grams/m2/minute and 16,865 gram/m2/minute from alluvial 5% soil samples. Meanwhile the soil erodibility value obtained from rainfall simulator was 0,463 for alluvial 2% soil samples and 0,526from alluvial 5% soil samples. Key words: erodibility, grain distribution, erosion, rainfall simulator, sediment yield
Aplikasi Metode Potensial Diri Untuk Menduga Potensi Air Tanah Di Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung Harganto, Satrio; Siswoyo, Hari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.311 KB)

Abstract

Petani di wilayah Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, dalam menentukan titik pemboran untuk pembuatan sumur bor, kerap mengalami kegagalan terkait keberadaan potensi air tanah. Untuk itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan menduga keberadaan potensi air tanah dengan menggunakan metode potensial diri. Dalam penelitian ini, untuk keperluan penyelidikan di lapangan dirancang 4 buah lintasan dengan jarak antara titik penyelidikan adalah 8 meter pada semua lintasan dan menggunakan konfigurasi basis tetap dalam proses pengambilan data. Dari hasil penelitian ini didapatkan nilai beda potensial terkoreksi maksimum 10,26 mV, nilai minimum -6,36 mV, dan nilai rata-ratanya 2,14 mV. Berdasarkan peta kontur isopotensial dapat diinterpretasikan bahwa zona anomali potensial negatif ditemukan di kawasan Utara dan Timur pada lokasi penelitian. Hasil perhitungan kedalaman benda anomali yang diduga sebagai potensi air tanah yaitu, profil I [metode bola (h = 9,70 m), metode lempeng miring (h = 21,99 m, H = 26,22)], profil II [metode bola (h = 19,42 m), metode lempeng miring (h = 20,16 m, H = 25,21)], profil III [metode bola (h = - ), metode lempeng miring (h = 20,77 m, H = 25,06)], dan profil IV [metode bola (h = - ), metode lempeng miring (h = 21,05 m, H = 22,68)]. Berdasarkan metode yang dipilih, maka direncankan 4 alternatif konstruksi sumur bor.
Perencanaan Sistem Jaringan Pipa Distribusi Air Bersih Di Desa Kemiri Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang Nurdiansyah, Irfan; Haribowo, Riyanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.369 KB)

Abstract

Sumber Dieng merupakan sumber yang dikelola oleh PDAM Kabupaten Malang yang mempunyai debit sebsar 150 lt/dt dan akan direncakan ke 3 desa yaitu Desa Kemiri, Desa Sukorejo dan Desa Sukoraharjo melalui Tandon Dieng. Total kebutuhan air rata-rat yang dibutuhkan sebesar 17,905 lt/dt. Hasil simulasi dengan bantuan program WaterCAD V8i menunjukan bahwa distribusi air bersih untuk 3 desa tersebut dapat terlayani 100% untuk kebutuhan rata-rata maupun pada jam puncak. Rencana anggaran biaya total untuk 3 desa yaitu sebesar Rp. 2.970.769.637. Analisa Ekonomi pada tingkat suku bunga 9,75% didapatkan peiode pengembalian selama 6 tahun dengan harga air Rp. 1500,-/m3. Dengan subsidi biaya konstruksi pemerintah 100% didapatkan harga air sebesar Rp. 200,-/m3 dan jika subsidi biaya konstruksi pemerintah 50% harga air sebesar 700,-/m3.   Kata Kunci: Jaringan pipa, air bersih, simulasi, rencana anggaran biaya, analisa ekonomi ABSTRACT: Sumber Dieng is a source managed by PDAM Malang Regency which has a discharge of 150 lt/dt and will be planned to 3 villages namely Kemiri Village, Sukorejo Village and Sukoraharjo Village through Tandon Dieng. The required total water requirement of 17,905 lt/sec. The simulation results with WaterCAD V8i program show that the distribution of clean water for the 3 villages can be served 100% for the average requirement or at peak hour. The total budget plan for 3 villages is Rp. 2.970.769.637. Economic analysis at interest rate of 9.75% obtained period of return for 6 years with water price Rp. 1500,-/m3. With a subsidized 100% government construction cost, a water price of Rp. 200,-/m3 and if the subsidized government construction cost 50% water price of 700,-/m3. Keywords: Pipeline network, water, simulation, budget plan, enomic analysis

Page 7 of 33 | Total Record : 322