cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 44 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 4 (2015)" : 44 Documents clear
Teritori Ruang Ritual pada Pura Luhur Dwijawarsa Malang Komang Ayu Laksmi Harshinta Sari; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pura Luhur Dwijawarsa merupakan pura Khayangan Jagad yang tertua dan terbesar di Malang. Letaknya di gunung yang dipercayai sebagai tempat tersakral menjadikan pura ini memiliki kedudukan yang cukup tinggi. Terdapat jenis aktivitas ritual jenis kebudayaan dan keagamaan yang dilaksanakan di Pura Luhur Dwijawarsa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis pola aktivitas ritual serta teritori ruang ritual yang terbentuk pada Pura Luhur Dwijawarsa. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif guna mendeskripsikan proses terjadinya aktivitas ritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada setiap ritual terdiri dari runtutan aktivitas yang cenderung bergerak dari ruang satu menuju ruang lainnya, sehingga hirarki aktivitas pada setiap prosesi ritual tidak selamanya berbanding lurus dengan konsep hirarki pada Pura Luhur Dwijawarsa. Teritori yang terbentuk yaitu jenis teritori primer, sekunder dan tersier. Perubahan terhadap teritori ruang dapat terlihat dari pergeseran sifat suatu ruang, hal tersebut dikarenakan faktor jenis pelaku yang terlibat serta sifat ritual tersebut.Kata kunci: aktivitas ritual, ruang ritual, teritori
Pengaruh Bukaan Jendela Terhadap Kinerja Termal Rumah Tinggal Tipe 40 di Kota Malang, Studi Kasus Rumah Tinggal Tipe 40 di Perumahan Griya Saxophone Sofyan Surya Atmaja; Agung Murti Nugroho; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenyamanan termal dalam rumah tinggal perlu diperhatikan, kepekaan terhadaplingkungan dan ketanggapan terhadap iklim merupakan upaya untukmengoptimalkan suhu yang ada di alam dan menangapi alam tersebut sehinggaterbentuk sebuah kenyamanan yang optimal karena memanfaatkan penghawaanalami. Bukaan pada bangunan terutama rumah tinggal di perumahan biasanyamemiliki bentuk yang sama pada unit-unit rumahnya, padahal peletakan rumahterhadap posisi matahari dan keadaan tiap bukaan berbeda, sehingga dibutuhkankekhususan dalam menetapkan besaran jendela, letak jendela dan besaran sudutjendela. Besaran sudut jendela merupakan faktor terpenting dalam mempengaruhisuhu ruang dalam terhadap perubahan suhu pada ruang luar. Untuk mengetahuipergerakan angin dan perubahan suhu pada rumah tinggal maka perlu dilakukanpenelitian, objek yang diteliti pada penelitian ini adalah salah satu sampel rumahtinggal di perumahan di Kota malang yang memiliki suhu dan iklim mewakili rumahrumahtinggal di Kota Malang. Hasil penelitian ini berupa rekomendasi bukaanjendela dengan sudut dan rekomendasi-modifikasi elemen rumah tinggal.Kata kunci: sudut bukaan, suhu, jendela, rumah tinggal
Evaluasi Fungsional pada Stasiun Kereta Api Kotalama Malang Redisya Gilang Permana; Chairil Budiarto Amiuza; Tito Haripradianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stasiun Kereta Api Kotalama Malang adalah stasiun tertua di Kota Malang yang pada awalnya dibangun untuk mengangkut hasil bumi dan perdagangan dari Kota Malang ke Surabaya dan sekitarnya.Stasiun ini mengalami perkembangan yang dahulu diperuntukkan bagi pengiriman barang kini menjadi stasiun yang diperuntukkan juga bagi penumpang manusia. Evaluasi yang dititikberatkan pada aspek fungsional menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan wawancara dan pengamatan sebagai alat riset. Dalam penjelasannya akan digunakan variabel kefungsian berupa akses, sirkulasi, parkir, ruang terbuka tata hijau serta urutan ruang. Variabel-variabel tersebut memiliki sejumlah kriteria performa yang telah ditetapkan dalam standar desain, yang jumlahnya tergantung persyaratan optimal yang harus dipenuhi untuk mengetahui sejauh mana kondisi variabel kefungsian tersebut sempurna, baik, cukup, kurang dan tidak memenuhi persyaratan. Studi ini menghasilkan pemaparan kondisi fungsional tapak dan bangunan yang terpaparkan dalam beberapa elemen kefungsian yang terdeskripsikan secara kualitatif dan kuantitatif. Dari segi akses, sirkulasi, parkir dan ruang terbuka tata hijau pada skala tapak ditemukan beberapa hal yang tidak sesuai dengan standar yang ada. Begitu pula dalam skala bangunan baik dari aspek akses, sirkulasi dan urutan ruang terdapat ketidaksesuaian. Dari hasil evaluasi tersebut dapat dijadikan pedoman untuk menindaklanjuti permasalahan-permasalahan yang ada berupa rekomendasi desain.Kata kunci: stasiun, fungsional, evaluas
Kawasan Wisata Waduk Selorejo (Penataan Berdasarkan Evaluasi Masyarakat) Aisyah Ridha Rahmawati; Jenny Ernawati; Haru Agus Razziati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan wisata Waduk Selorejo merupakan kawasan wisata yang memiliki daya tarik panorama alam yang unik, karena terdiri dari alam darat dan perairan. Tetapi, saat ini grafik jumlah pengunjung yang datang ke kawasan wisata Waduk Selorejo semakin menurun. Selain itu. terdapat banyak permasalahan pada penataan lingkungan fisik di kawasan wisata Waduk Selorejo. Penurunan jumlah pengunjung dapat disebabkan oleh penataan kawasan wisata Waduk Selorejo yang tidak tertata dengan baik dan menarik. Persepsi masyarakat terhadap lingkungannya memiliki peranan penting dalam pengembangan kawasan wisata. Sehingga diperlukan kajian evaluasi masyarakat terhadap penataan kawasan wisata Waduk Selorejo. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana evaluasi masyarakat terhadap penataan kawasan wisata Waduk Selorejo saat ini dan bagaimana rekomendasi penataan untuk meningkatkan kualitas kawasan wisata Waduk Selorejo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran dengan pendekatan deskriptif. Metode kulitatif dengan menggambarkan kondisi eksisting kawasan, sedangkan kuantitatif dengan teknik kuesioner yang dianalisis menggunakan mean score. Pemilihan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan perhitungan rumus Slovin. Hasil studi yang diperoleh menunjukkan bahwa secara garis besar evaluasi masyarakat terhadap penataan kawasan wisata Waduk Selorejo bernilai negatif sehingga diberikan rekomendasi penataan untuk meningkatkan kualitas kawasan.Kata kunci: penataan, kawasan wisata, evaluasi
Penggunaan Material Serat Alam pada Interior Ruang Pamer Galeri Seni Kerajinan di Salamrejo-Yogyakarta Ayu Pandansari; Rinawati P Handajani; Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri kreatif kerajinan serat alam di Desa Salamrejo-Yogyakarta mengalami penurunan omset penjualan. Untuk mempromosikan produk kerajinan agar kembali diminati maka diperlukan tempat untuk memamerkan hasil kerajinan yaitu galeri. Saat ini Desa Salamrejo belum memiliki wadah yang representatif untuk memamerkan hasil kerajinan. Perancangan ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan interior galeri di sentra kerajinan Desa Salamrejo-Yogyakarta yang menggunakan material serat alam, sehingga potensi serat alam sebagai elemen interior dapat digali. Metode yang digunakan dalam perancangan adalah metode pragmatik, yaitu dengan mengeksplorasi setiap kemungkinan pengembangan dari konsep perancangan untuk memenuhi tujuan yang ingin dicapai. Dari hasil perancangan dapat disimpulkan bahwa sebagai elemen interior, serat alam dapat diaplikasikan pada lantai, dinding, dan plafon. Penggunaan serat alam pada lantai lebih terbatas dibandingkan dengan penggunaan di dinding dan plafon, karena serat alam memiliki keterbatasan dari segi kekuatan.Kata kunci: kerajinan, penggunaan material, serat alam, elemen interior
Transformasi Tata Ruang dan Elemen Linear Vertikal Masjid Jawa pada Perancangan Museum Islam Nusantara Bayu Arga Dewantara; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Museum Islam Nusantara dilatar belakangi oleh tidak adanya sarana untuk melestarikan dan mempelajari sejarah dan budaya Islam Nusantara di Indonesia. Diperlukan sebuah sarana edukasi-pariwisata yang dapat memberitahu masyarakat tentang bagaimana Islam masuk dan berkembang hingga sekarang menjadi agama terbesar di Indonesia. Dalam perancangan sebuah bangunan simbolik tentu diperlukan suatu ciri khas yang dapat menginterpretasikan tentang tema arsitektural tersebut dimana Masjid Jawa merupakan salah satu peninggalan masa kejayaan Islam di Nusantara pada segi arsitektur. Tata spasial Masjid Jawa memiliki susunan yang khas hal tersebut ditunjang pula dengan keberadaan sokoguru sebagai salah satu karakteristik utama Masjid Jawa. Dengan demikian perlu adanya sebuah proses transformasi dari tata ruang dan elemen linear vertikal untuk diterapkan pada Museum Islam Nusantara. Metode transformasi yang digunakan adalah transformasi borrowing yang dapat meminjam dari bentuk atau aspek spasial objek tertentu untuk diterapkan pada objek baru. Hasil yang diperoleh dari perancangan ini adalah tata spasial yang dipengaruhi oleh dua sumbu (kiblat dan makam KH Abdurrahman Wahid) menyebabkan tata spasial yang menyudut dan berbelok pada titik perpotongan sumbu tersebut. Elemen linear vertikal yang ditransformasikan pada Hall Kerajaan Islam Nusantara menghasilkan tatanan bentuk segi delapan akibat dari perpotongan kedua sumbu tersebut.Kata Kunci: masjid Jawa, museum, transformasi, tata ruang, elemen linear vertikal
Malang Convention Center dengan Menggunakan Atap Space Frame Ghozali Ghozali; Beta Suryokusumo; Bambang Yatnawijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rencana pemerintah Kota Malang untuk membangun gedung Convention Center diikuti dengan banyaknya event kegiatan yang membutuhkan bangunan Convention center di Kota Malang, sehingga dapat mewadahi kegiatan-kegiatan yang akan diselenggarakan di Kota Malang. Gedung Convention center membutuhkan ruang yang luas dan bebas kolom, sehingga memerlukan struktur atap yang bisa mewadahi yaitu menggunakan struktur atap space frame. Tujuan kajian perancangan ini adalah menghasilkan rancangan gedung Convention Center dengan menerapkan struktur atap space fame untuk mewadahi fungsi ruang yang membutuhkan ruang yang luas dan bebas kolom. Metode yang digunakan dalam perancangan bangunan ini adalah deskriptif analitik, yaitu metode penulisan dengan memberikan gambaran berbagai hal, termasuk isu-isu dan permasalahan dalam perancangan struktur atap pada Convention Center. Dari hasil perancangan dapat disimpulkan bahwa convention center membutuhkan ruang luas yang bebas kolom, sehingga menggunakan struktur space frame sebagai atap bangunan. Selain itu juga sebagai wujud perencanaan Kota Malang untuk membangun Gedung Convention Center.Kata kunci: convention center, struktur atap, space frame
Museum Seni dan Budaya Kota Batu (Dengan Pendekatan Transformasi Konsep Arsitektural Candi Songgoriti) Dyah Ayu Novianti; Noviani Suryasari; Chairil Budiarto Amiuza
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Candi Songgoriti merupakan salah satu bangunan peninggalan sejarah berupa hasil kesenian dan kebudayaan lokal tertua yang ada di Kota Batu. Untuk mendukung perkembangan Kota Batu sebagai Kota Pariwisata diperlukan fasilitas yang dapat mengemas hasil karya kesenian dan kebudayaan lokal yang ada. Dengan pemilihan Candi Songgoriti sebagai dasar konsep perancangan Museum Seni dan Budaya Kota Batu diharapkan dapat memperkuat kesan objek wisata dengan tema bangunan peninggalan sejarah yang harus dilestarikan dengan konten kesenian dan kebudayaan lokal yang ada di Kota Batu. Perancangan ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan bangunan museum seni dan budaya dengan menggunakan pendekatan transformasi dari konsep arsitekural Candi Songgoriti. Metode yang digunakan adalah dengan pemilihan variabel konsep arsitektural dari Candi Songgoriti yang diterapkan pada aspek bangunan museum berupa konsep ruang, bentuk, tampilan, dan hirarki. Dari hasil perancangan dapat disimpulkan bahwa transformasi yang dilakukan pada konsep arsitektural dan sejarah candi menjadi rancangan aspek bangunan museum dapat memperkuat kesan bangunan museum dengan tampilan dan penataan organisasi ruang Museum Seni dan Budaya.Kata kunci: Candi Songgoriti, transformasi, konsep arsitektural, aspek bangunan
Transformasi Ornamen Rumah Betawi dalam Unsur-Unsur Ruang Nurisma Kurniati; Chairil Budiarto Amiuza; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arus globalisasi telah memberikan dampak yang signifikan terhadap punahnya arsitektur lokal Rumah Betawi sebagai identitas Kota Jakarta. Seiring dengan hal tersebut adanya isu arsitektur post-modern mengedepankan pentingnya identitas dalam sebuah karya arsitektural. Identitas Rumah Betawi lebih ditunjukkan oleh ornamen pada bangunan. Penerapan kembali identitas arsitektur lokal dapat dicapai denganmengembalikan ornamen dariarsitektur lokal ke dalam bangunan baru. Dalam proses desain digunakan metode transformasi pada ornamen Rumah Betawi. Transformasi yang digunakan menghasilkan alternatif pola ornamen baru yang memiliki pola majemuk dalam unsur ruang garis dan bidang. Hasil transformasi tersebut dikelompokkan berdasarkan kemiripan karakter ornamen Rumah Betawi asli yang dapat dijadikan acuan pola ornamen baru dan dapat diterapkan pada bangunan baru yang beridentitas Betawi.Kata kunci:transformasi, ornamen, ornamen Betawi
Penataan Pola Tata Ruang dalam Pasar Legi Tradisional Kota Blitar Adhiatma Pradhipta; Haru Razziati; Rinawati P Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Legi Kota Blitar merupakan salah satu fasilitas publik yang ada di Kota Blitar di bidang perdagangan, setelah Pasar Pahing, Pasar Kliwon, Pasar Pon, dan Pasar Templek. Kurang maksimalnya fungsi yang terdapat pada Pasar Legi, mengakibatkan adanya permasalahan di dalam zonasi dan sirkulasi pasar. Keadaan zonasi di dalam Pasar Legi menunjukkan adanya peletakan zonasi area jual yang tidak sejenis. Untuk aspek sirkulasi, jalur sirkulasi yang ada dimanfaatkan sebagai area berjualan oleh pedagang sehingga alur gerak pengunjung menjadi terganggu. Zonasi pada Pasar Legi perlu ditata dan dibenahi kembali menyesuaikan kebutuhan yang ada pada pasar saat ini guna memberikan penataan zoning secara merata pada seluruh bagian pasar. Berdasarkan karakteristik bentuk Pasar Legi yang memanjang, sirkulasi yang terjadi cenderung juga memanjang, hal ini antara lain yang menyebabkan terjadinya jalur-jalur yang panjang, sehingga cenderung menyulitkan pengunjung untuk menjangkau kios/los yang ada. Untuk memudahkan menjangkau dari sirkulasi primer ke sirkulasi sekunder, arah sirkulasi dirubah dari arah yang memanjang (horizontal terhadap denah) menjadi arah vertikal terhadap denah.Kata kunci: pasar, zoning, sirkulasi