cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2016)" : 22 Documents clear
Identifikasi Pengaruh Material Bangunan Terhadap Kenyamanan Termal (Studi kasus bangunan dengan material bambu dan bata merah di Mojokerto) Damalia Enesty Purnama; Agung Murti Nugroho; Bambang Yatnawijaya Soebandono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim berdampak terhadap lingkungan sekitar, salah satunya tejadinya global warming yang berakibat pada meningkatnya suhu udara. Kenyaman termal merupakan kondisi yang dirasakan manusia yang dipengaruhi oleh suhu, kecepatan angin, radiasi , kelembaban, dan aktivitas manusia. Material kulit bangunan berperan penting dalam mendapatkan kenyamanan termal ruang dalam. Penggunaan material bambu dan bata merah merupakan material yang mampu menyerap radiasi dan dapat menurunkan suhu udara. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui penurunan suhu tertinggi yang terjadi pada bangunan dengan konstruksi dinding bambu dan konstruksi dinding bata. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif dan kualitatif. Pengukuran lapangan dilakukan pada rentang waktu aktivitas pada penghuni (08.00-16.00 WIB). Hasil perbandingan menyimpulkan penurunan suhu terbaik pada material kayu dengan ketebalan 5cm.Kata kunci: kenyamanan termal, kulit bangunan, penurunan suhu
Gedung Pertemuan di Kabupaten Nganjuk (Studi Pendekatan Sistem Penghawaan Alami) Auni Intan Pertiwi; Jusuf Thojib; Nurachmad Sujudwijono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung pertemuan dengan kapasitas pengunjung yang besar membutuhkan penghawaan yang baik untuk menjaga kenyamanan lingkungan bangunan. Kabupaten Nganjuk berada di iklim tropis dengan potensi angin yang sangat besar dan penghawaan alami masih sangat mungkin diterapkan pada bangunan. Strategi yang digunakan adalah penghawaan silang dan stack effect. Faktor yang mempengaruhi penghawaan alami antara lain bentuk massa, orientasi inlet-outlet terhadap arah angin, bentang-tinggi bangunan, rasio jendela dan jenis jendela. Menggunakan metode pragmatis sebagai metode perancagan dengan cara simulasi desain untuk mengetahui kecepatan, kemerataan udara dalam ruang. Simulasi menggunakan Computational Fluid Dynamic software Ansys Workbench. Hasilnya bentuk massa persegi, orientasi inlet tegak lurus dengan arah angin, bentang bangunan 30 m, tinggi bangunan≥10 m, rasio jendela antar inlet-outlet sama, luas jendela>10% dari luas lantai mengha i an ecepatan angin 0, - ,3 m dengan efe pen ega an be upa penu unan uhu anta a , - , i an angin merata pada seluruh.Kata Kunci : gedung pertemuan, sistem penghawaan alami, angin
Ruang Terapi Okupasi Activities of Daily Living (ADL) Anak Tunadaksa dengan Pendekatan Klasifikasi Gangguan Annisa Vrisna Azzahra; Rinawati P Handajani; Damayanti Asikin
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak tunadaksa adalah anak yang memiliki kelainan pada anggota tubuhnya disebabkan oleh penyakit atau bawaan sejak lahir. Anak tunadaksa yang mengalami gangguan pada tangan dan/atau kaki menjalani program terapi okupasi Activites of Daily Living (ADL) yang lebih rumit dibanding pada anggota gerak lainnya, karena kedua anggota gerak tersebut yang paling sering digunakan pada aktivitas sehari-hari. Seiring dengan bertambahnya usia, anak diupayakan harus mampu beraktivitas sehari-hari dengan mandiri. Oleh karena itu, ruang terapi perlu disesuaikan dengan urgensi kebutuhan anak. Ruang terapi okupasi perlu dirancang dengan seksama supaya anak dapat melakukan aktivitas terapi sendiri dengan nyaman dan aman. Perancangan ruang terapi okupasi ADL menggunakan suatu kriteria desain yang dibuat berdasarkan kebutuhan anak tunadaksa yaitu, jenis klasifikasi gangguan dan antropometri anak sesuai dengan usia. Hasil akhir rancangan ruang terapi okupasi Activites of Daily Living (ADL) untuk anak tunadaksa adalah dengan melakukan pengembangan luasan bangunan untuk memenuhi ruang gerak anak tunadaksa saat beraktivitas.Kata kunci: anak tunadaksa celebral palsy, klasifikasi gangguan, terapi okupasi Activities of Daily Living (ADL)
Kantor Sewa dengan Fasad Ekspos Struktur di Kota Malang Brilian Hardiyanto; Damayanti Asikin; Bambang Yatnawijaya Soebandono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang telah tumbuh menjadi salah satu kota yang paling menjanjikan di Jawa Timur dengan peningkatan yang cukup pesat terjadi pada sektor ekonomi dan bangunan usaha (ruko dan rukan) yang dilakukan secara horizontal, sehingga menyebabkan kemacetan dan makin menipisnya lahan. Sebuah kantor sewa vertikal merupakan suatu fungsi ideal sebagai upaya pemaksimalan ruang dalam keterbatasan lahan. Kajian utama difokuskan pada pengolahan fasad bangunan kantor sewa mid-rise dengan konsep ekspos struktur tube untuk mewujudkan sebuah citra bangunan baru yang berkarakter. Metode yang digunakan yaitu deskriptif analitik dengan mengkompilasikan teori mengenai kantor sewa, fasad, ekspos struktur, dan struktur tube. Perancangan menghasilkan penerapan konsep ekspos struktur tube jenis tabung truss pada bagian eksterior dan kombinasi dengan sistem tabung dalam tabung pada bagian interior. Jenis stuktur ini dianggap cocok dengan konsep ekspos struktur dan fungsi kantor yang diwadahi, pemusatan kolom penyangga pada bagian terluar membuat ruang dalam sangat efektif dan memaksimalkan ruang sewa yang ada.Kata kunci: kantor sewa, ekspos struktur, struktur tube.
Sekolah Alam di Daerah Pesisir Pantai Dusun Bajulmati dengan Penerapan Material Alami Triyani Indrahapsari; Agung Murti Nugroho; Beta Suryokusumo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bajulmati merupakan dusun yang berada di wilayah Kabupaten Malang. Dusun Bajulmati merupakan salah satu dusun yang masih tertinggal terlebih lagi bagian pendidikan. Warga dusun Bajulmati memiliki inisiatif yang tinggi untuk membuat sistem belajar mengajar berbasis sekolah alam yang menerapkan sistem pendekatan terhadap alam. Konsep pendidikan menggunakan filosofi dasar bahwa manusia merupakan pengelola dan menjaga alam agar seimbang dan menggunakan alam sebagai media utama pembelajaran. Namun pembelajaran dilakukan dirumah warga dikarenakan tidak adanya sarana ruang belajar. Perancangan sekolah alam di Dusun Bajulmati menggunakan material alami yang memiliki potensi besar di daerah sekitar Bajulmati. Pemilihan material sekitar dapat menghemat biaya produksi dan mudah didapatkan. Selain itu bangunan dengan material alami dapat mengenalkan anak dengan alam lebih dekat. Metode perancangan yang dilakukan menggunakan pendekatan programatik dengan mengkompilasikan penelitian-penelitian tentang material alami dengan memahami potensi material dan kekurangannya. Material alami diterapkan pada perancangan bangunan sekolah alam sesuai dengan kebutuhan kualitas ruang pada tiap fasilitasnya. Perancangan menghasilkan penerapan dan saran penggunaan material alami dengan perbandingan sekitar 70 : 30 pada bangunan yang dapat memenuhi kebutuhan fungsional dan estetika pada tiap fasilitas-fasilitas bangunan sekolah alam.Kata Kunci: Dusun Bajulmati, Sekolah Alam, Material Alami
Penerapan Prinsip Ekowisata pada Perancangan Fasilitas Pengelolaan Ekosistem Terumbu Karang di Gili Trawangan Reza Prasetyo Tinumbia; Agung Murti Nugroho; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gili Trawangan merupakan sebuah pulau terpencil di bagian barat daya pulaulombok. Pulau ini lebih dikenal sebagai hidden paradise dikalangan wisatawan. Diperairan sekitar Gili Trawangan terdapat Ekosistem Terumbu Karang yang memilikipemandangan bawah laut yang indah. Perairan dangkal disekitar Gili Trawanganjuga dijadikan daerah tangkapan ikan oleh masyarakat sekitar. Namun karenaeksploitasi yang berlebihan, maka kerusakan terumbu karang di perairan ini sangatmemprihatinkan. Jika dikaitkan dengan fungsi ekologinya, terumbu karangmerupakan sumber kehidupan beraneka ragam biota laut serta sebagai penjagakeseimbangan dan stabilitas lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu dibutuhkanbentuk pengelolaan yang tepat terhadap kawasan wisata perairan di GiliTrawangan. Metode yang digunakan adalah mengaitkan bentuk-bentuk pengelolaanekosistem terumbu karang dengan prinsip-prinsip ekowisata sehingga akandihasilkan kebutuhan dan pola ruang yang selanjutnya dapat digunakan dalamperancangan fasilitas pengelolaan ekosistem terumbu karang di Gili Trawangan.Dengan adanya fasilitas terpadu dalam pengelolaan ekosistem terumbu karang diGili Trawangan diharapkan dapat meningkatkan minat serta kepedulian masyarakatdalam menjaga kelestarian alam melalui program-program aktivitas yangdiselenggarakan.Kata kunci: ekosistem, terumbu karang, konservasi, Ekowisata
Gedung Kuliah Fakultas Teknik Kampus II UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Berkonsep Hemat Energi Nurul Hidayati; Heru Sufianto; Ali Soekirno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang dalam rencana strategisnya tahun 2030 akan melakukan pengembangan bidang studi dan infrastruktur dengan membuka kampus II yang berlokasi di kecamatan Junrejo, Kota Batu. Salah satunya adalah pembangunan Fakultas Teknik (FT) dengan fokus rancangan pada Jurusan Arsitektur. Kampus II UIN Maliki mengusung konsep “ Green, Health, and Smart Campus”. Konsep green building di Indonesia, telah dikembangkan oleh lembaga Green Building Council Indonesia (GBCI) dalam program sertifikasi green builing. Oleh karena itu perancangan gedung kuliah Fakultas Teknik kampus II UIN Maliki didasarkan pada kriteria green building dari GBCI sebagai upaya hemat energi dan perwujudan konsep kampus. Perancangan gedung kuliah kampus II UIN Maliki disesuaikan dengan rancangan masterplan yang sudah tersusun sebelumnya. Rancangan masterplan terutama untuk area FT dikembangkan dengan pengolahan tapak dan ruang dalam bangunan dengan pertimbangan utama pada aspek hemat energi. Penerapan kriteria green building dari GBCI meliputi aspek tata guna lahan, efisiensi dan konservasi energi, konservasi air, sumber siklus material, kesehatan dan kenyamanan ruang dalam, dan manajemen lingkungan bangunan. Hasil rancangan gedung kuliah Fakultas Teknik dengan konsep hemat energi telah memenuhi kriteria GBCI setidaknya 24 poin untuk capaian peringkat terendah.Kata kunci: Fakultas Teknik jurusan Arsitektur, hemat energi, green building
Penataan Ruang Dagang pada Rancangan Kembali Pasar Sukun Kota Malang Dwi Murtining Etty; Subhan Ramdlani; Ali Soekirno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Sukun merupakan salah satu pasar penyumbang restribusi Pendapatan AsliDaerah (PAD) Kota Malang yang tinggi, namun hal tersebut tidak diimbangi denganaspek kenyamanan arsitektural yang mencangkup penataan ruang dagang. PadaPasar Sukun penataan ruang dagang pada penjual kebutuhan sehari-hari masihbercampur aduk, bahkan antara pasar kambing dan pasar kebutuhan sehari-hari.Penataan ruang dagang ini mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan RepublikIndonesia nomor 519 tahun 2008 tentang pedoman pasar sehat, mengingat rencanapemerintah Kota Malang untuk pemberdayaan kualitas bangunan perdagangandengan penerapan pasar sehat yang tercantum dalam Rencana Pemerintah JangkaMenengah Daerah (RPJMD) tahun 2013-2018. Permasalahan penataan ruangdagang tersebut menjadi permasalahan utama pada kajian ini karena pengaruhnyayang besar dalam terwujudnya pasar sehat.Kata kunci: pasar tradisional, penataan ruang dagang, pasar sehat
Pola Pemanfaatan Ruang Pada Kawasan Wisata Religi KH. Abdurrahman Wahid Sudiaryandari Sudiaryandari; Jenny Ernawati; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi ziarah merupakan tradisi yang telah ada di Indonesia sejak jaman Hindu-Budha. Tradisi ziarah sekarang bukan hanya bernilai sakral namun juga bernilaiekonomi. Perkembangan pariwisata syariah dunia menuntut pengembanganpariwisata ziarah oleh pemerintah. Pengembangan wisata ziarah harus melaluiperencanaan yang matang karena wisata ziarah memiliki nilai sejarah dan sakral.Ziarah makam KH. Abdurahman Wahid merupakan salah satu wisata religi yangdikembangkan oleh pemerintah. Wisata religi ini terbentuk secara tiba-tibasehingga mengakibatkan perubahan beberapa fungsi ruang dalam kawasan. Untukitu perlu peninjauan pemanfaatan ruang untuk mengetahui kebutuhan peziarahsehingga dapat mewadahi berbagai perilaku dan aktivitas di kawasan wisata ziarah.Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menjelaskan objekwisata religi KH. Abdurahman Wahid, dan pendekatan environment behavior studydengan metode place centered mapping untuk mengetahui pemanfatan ruang olehkelompok atau individu. Hasil studi menunjukkan aktivtas yang ada dalam suaturuang tidak sesuai dengan fungsi ruangnya terutama ruang koridor jalan. Kapasitasruang dengan jumlah pelaku aktivitas tidak sesuai sehingga mengakibatkankepadatan. Kepadatan tidak berlaku di ruang ziarah karena ruang ziarah akan lebihnyaman jika peziarah berdoa dalam posisi yang rapat dan dekat satu sama lain.Kata kunci: ziarah, perilaku, pemanfaatan
Pendekatan Arsitektur Ekologi pada Perancangan Kawasan Wisata Danau Lebo Kabupaten Sumbawa Barat Syarapuddin Syarapuddin; Herry Santosa; Tito Haripradianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan pembangunan Taman Wisata Danau Lebo sebagai wisata alam unggulan diharapkan dapat menarik kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sumbawa Barat, sehingga perlu melakukan penataan yang baik dan memperhatikan potensi-potensi yang ada disekitar kawasan tersebut agar dapat dikembangkan secara optimal. Perencanaan pembangunan dengan konsep eco-culture melalui pendekatan arsitektur ekologi merupakan suatu upaya dalam perancangan kawasan wisata Danau Lebo yang berkelanjutan. Perancangan yang dilakukan menggunakan pendekatan metodologi problem solving berdasarkan aspek ekologi kawasan, aspek sosial ekonomi, dan aspek sosial kultural. Konsep eco-culture dikembangkan menjadi konsep dasar pendekatan perancangan waterfront resort Danau Lebo dengan harapan mampu menarik kunjungan wisatawan dengan memuat prinsip wisata yang dapat mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat melalui pendekatan perencanaan pembangunan yang berkelanjutan.Kata Kunci: Wisata berkelanjutan, Arsitektur ekologi, waterfront resort

Page 1 of 3 | Total Record : 22