cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 86 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 3 (2018)" : 86 Documents clear
Pengaruh Elemen Tembus Cahaya terhadap Nilai Perpindahan Termal pada Fasad Bangunan Maharani P. B. Limijana; Beta Suryokusumo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1251.648 KB)

Abstract

Kenyamanan termal pada bangunan tinggi bergantung penuh pada penggunaan Air Conditioner (AC). Dengan diketahuinya hal ini, dari keseluruhan konsumsi energi listrik pada bangunan pendidikan, diketahui bahwa 57% didominasi oleh pemakaian AC. Padahal saat ini persediaan tenaga listrik dari bahan fosil telah mengalami krisis darurat. Oleh karena itu, perlu dilakukan studi bukaan pada fasad untuk mengetahui potensi konservasi energi, sebab perancangan fasad bangunan yang tepat merupakan salah satu tindakan konservasi energi paling efektif untuk menekan konsumsi listrik. Dengan menggunakan metode eksperimental, dilakukan sintesis elemen tembus cahaya untuk menemukan solusi desain yang efektif untuk menekan nilai perpindahan termal pada fasad.
Evaluasi Konsep Bangunan Hijau pada Bangunan Rusunawa Pesakih di Jakarta Barat Maudy Latuconsina; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.604 KB)

Abstract

Global warming is getting worse also accompanied by climate change makes human habit have to change too. Eco-friendly lifestyles are being implemented in many countries, including Indonesia. This is evidenced by the emergence of eco-friendly buildings (green buildings). In DKI Jakarta still not optimal in implementation of the Governor Regulation number 38. To solve the problem, the government undertakes a commitment to make DKI Jakarta as the Center of Excellence in Indonesia in 2030. The study assesses vertical dwelling in the super blocks of Pesakih, Rusunawa Pesakih to know the concept green buildings that implemented according to GBCI standard. The standard used is Greenship Existing Building version 1.1 with six categories and each criterion in it. The method used descriptive qualitative. As the result of the existing evaluation, the Rusunawa Pesakih earned 47 points which categorized SILVER rating. Then from the results of existing evaluation made recommendations. Recommendations are divided into two: architectural and non-architectural recommendations. The total points after the recommendation are 80 points and get the PLATINUM rating.
Sisitem Proteksi Kebakaran Pada Gedung Perkantoran Krakatau Steel Jakarta ramzi ramzi ramzi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.01 KB)

Abstract

Gedung Perkantoran Krakatau Steel Jakarta merupakan gedung yang didalamnya terdapat banyak aktifitas bisnis PT Krakatau Steel dan perusahan lain. Gedung ini mengalami renovasi dan penambahan lantai untuk menunjang aktifitas didalamnya. Mengingat gedung ini merupakan tempat aktifitas bisnis maka perlu sistem proteksi kebakaran yang layak pada gedung untuk meminimalisir dari bahayanya bencana kebakaran. Penelitian dilakukan dengan mengevaluasi sistem proteksi kebakaran yang diterapkan pada Gedung. Dalam mengevaluasi system proteksi kebakaran gedung menggunakan acuan Pemeriksaan Keselamatan Kebakaran Bangunan Gedung (Pd-T-112005-C) yang mendasarkan pada yaitu sumber air, sarana penyelamatan, sistem proteksi kebakaran pasif dan sistem proteksi kebakaran aktif. Observasi pada objek dilakukan untuk mengetahui kondisi eksisting sistem proteksi. Data dikaji dengan refrensi dan berbagai standart yang berlaku (SNI). Nilai keandalan sistem proteksi kebakaran Gedung adalah 70.20 dari 100, sebagian sistem proteksi kebakaran sudah layak, namun didapat beberapa komponen harus ditingkatkan meliputi jalan lingkungan, hidran halaman, petunjuk darurat, assembly point, siames connection, alat pembuangan asap, dan lift kebakaran.Kata Kunci: gedung Krakatau Steel, keselamatan kebakaran, sistem proteksi aktif
Adaptasi Bangunan di Permukiman Betek dari Ancaman Bencana Banjir Lidya Octavia Asti; Sri Utami
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1832.306 KB)

Abstract

Kota Malang yang merupakan kota terbesar ke dua di Jawa Timur merupakan kota yang rawan banjir, setidaknya terdapat 58 kawasan di wilayah Kota Malang, rawan terjadi bencana saat musim hujan, baik tanah longsor, banjir maupun puting beliung. Kawasan tersebut berada di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Brantas, DAS Metro, DAS Amprong, DAS Bangau, dan DAS Sukun. Kawasan Permukiman di Jalan Kintamani RW 08, Kelurahan Penanggungan Kecamatan Klojen, Kota Malang atau yang lebih dikenal dengan Permukiman Betek merupakan salah satu kawasan yang rawan banjir di Kota Malang yang lokasinya tepat di bantaran sungai DAS Brantas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi bentuk adaptasi bangunan rumah tinggal di Permukiman Betek terhadap banjir. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif kuantitatif dengan menganalisis tingkat kekumuhan sebagai pertimbangan tingkat kerentanan daerah terhadap bencana dan menganalisis faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi bentuk adaptasi bentuk bangunan rumah tinggal. Hasil Penelitian berupa rekomendasi bangunan rumah tinggal berdasarkan zona tingkat kerentanan bencana.
Preferensi Masyarakat dalam Faktor Pengembangan Sumber Air Ngembul Tajinan Sebagai Destinasi Wisata Ariza Rufaidah; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.583 KB)

Abstract

ABSTRAKMasyarakat dan pemerintah Desa Randugading, Tajinan, yang berada di Kabupaten Malang, ingin mengembangkan sumber air yang terdapat di sana untuk dijadikan destinasi wisata. Sumber Air Ngembul merupakan salah satu suplai air bersih utama untuk Kabupaten Malang dan Kota Malang yang didistribusikan oleh PDAM. Masyarakat yang kerap memanfaatkan Sumber Air Ngembul sebagai tempat wisata memiliki peran penting dalam pengembangan wisata. Preferensi masyarakat yang juga berlaku sebagai pengguna utama dibutuhkan untuk mengetahui aspek-aspek yang menjadi prioritas dalam pengembangan wisata. Data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi lapangan, dan juga kuesioner. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif yaitu eksplanatori untuk menjelaskan kondisi aktual lapangan untuk membantu analisis kuantitatif dengan analisis faktor. Dari analisis faktor terbentuklah tujuh faktor baru yang dapat menentukan elemen yang menjadi prioritas dalam pengembangan wisata Sumber Air Ngembul dilihat dari bobot kontribusinya. Faktor I Amenitas Utama Wisata, Faktor II Wisata Budaya, Faktor III Aksesibilitas di Dalam Tapak, Faktor IV Rekreasi Air, Faktor V Kelengkapan Elemen Lanskap, Faktor VI Wisata Ekologi/Alam, dan Faktor VII Amenitas Penunjang Wisata.Kata kunci: preferensi, wisata, analisis faktorABSTRACTThe community and government of Randugading Village, Tajinan, which is located in Malang Regency, wanted to develop the water springs there to be a tourism destination. Ngembul Water Source is one of the main clean water supply for Malang Regency and Malang City distributed by PDAM. People who often use the water source Ngembul as a tourism destination has an important role in tourism development. Preferences of the community, that also apply as a primary user are needed to know the priority aspects of tourism development. Data collected through interviews, field observations, and also questionnaires. The collected data was analyzed by qualitative method that is explanatory to explain the actual condition of the field to assist the quantitative analysis with factor analysis. From the factor analysis, seven new factors was formed that the factors can determine the elements that become a priority in the tourism development of Ngembul Water Resources seen from the weight of its contribution. Factor I is Primary Tourism Amenities, Factor II is Cultural Tourism, Factor III in Site Accessibility, Factor IV is Water Recreation, Factor V Completeness of Landscape Element, Factor VI Ecological / Nature Tourism, and Factor VII Supporting Tourism Amenities.Keywords: preference, tourism, factor analysis
Rekayasa Bukaan dan Pembayang sebagai Strategi Penghematan Energi pada Gedung Layanan Bersama Universitas Brawijaya Janitra Erlangga; Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.718 KB)

Abstract

Dengan bertambahnya laju pertumbuhan penduduk dan lahan bangunan yang semakin berkurang, bangunan berlantai banyak dijadikan salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan – permasalahan tersebut. Namun, penggunaan gedung berlantai banyak juga menimbulkan masalah – masalah baru didalam bangunan itu sendiri, seperti tereksposnya selubung bangunan terhadap radiasi dan cahaya matahari, yang secara langsung dapat memengaruhi tingkat konsumsi energi bangunan. Gedung Layanan Bersama Universitas Brawijaya, sebagai salah satu bangunan berlantai banyak baru yang ada di kawasan Universitas Brawijaya, tidak lepas dari permasalahan tersebut. Bangunan ini memiliki bukaan – bukaan yang cenderung kecil, sehingga cahaya yang masuk kedalam bangunan cenderung tidak merata, terutama di ruangan – ruangan yang tidak berhubungan langsung dengan bukaan. Terlebih, bukaan tersebut tidak didukung dengan pembayang yang memadahi, sehingga panas dan sinar matahari langsung dapat menembus bangunan, yang dapat menambah solar heat gain yang masuk kedalam bangunan. Oleh karena itu, dengan menggunakan program Autodesk Insight sebagai alat simulasinya, penelitian ini berusaha untuk mengubah bukaan dan pembayang eksisting bangunan dengan tujuan utama untuk dapat menghemat energi. baik dari lebih meratakan cahaya yang masuk kedalam bangunan, maupun dari mengurangi beban pendinginan yang masuk melalui bukaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan desain bukaan dan pembayang yang memperhatikan konsumsi energi bangunan, biaya energi bangunan dapat ditekan secara signifikan.
Aspek Persepsi dalam Membangun Kebutuhan Privasi Rumah Indekos di Sekitar Universitas Brawijaya Theodora Isabel; Rinawati Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1276.536 KB)

Abstract

Keberadaan Universitas Brawijaya di Kelurahan Ketawanggede Kota Malang mengakibatkan terjadinya urban spasial di kawasan tersebut. Adanya kebutuhan-kebutuhan baru oleh mahasiswa pendatang, berdampak cukup besar terhadap perkembangan rumah tinggal disekitarnya. Salah satunya terjadi perubahan spasial pada beberapa rumah tinggal dengan penambahan fungsi hunian sewa berupa indekos. Perubahan spasial ini mengakibatkan privasi pemilik rumah menjadi berkurang denganberkurangnya zona tempat tinggal pribadi. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya juga ditemukan bahwa rumah indekos yang menjadi satu dengan rumah pemilik kurang banyak diminati oleh kalangan mahasiswa. Temuan dari penelitian tersebut menjelaskan bahwa jenis hunian ini cenderung memiliki tingkat privasi yang rendah.Oleh sebab itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan: (1) mengidentifikasi kondisi spasial dalam rumah indekos di sekitar Universitas Brawijaya dan menggali persepsipenghuni dalam membangun kebutuhan privasinya; (2) memunculkan lingkungan yang terpersepsikan, pada kasus bangunan rumah indekos, yang dinilai sudah memenuhi persepsi penghuni dalam membangun kebutuhan privasinya. Luaran dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu acuan dalam perancangan dan pembangunan rumah indekos selanjutnya. Untuk mencapai kedua tujuan penelitian tersebut, peneliti menggunakan integrasi metode kualitatif dan kuantitatif.
Kenyamanan Termal dan Kinerja Ventilasi Alami pada Ruang Kuliah Jurusan Teknik Pengairan Universitas Brawijaya Pandu Praja Mukti Wardhana; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.377 KB)

Abstract

Kenyamanan termal ruang dibutuhkan manusia untuk dapat menunjang aktivitas pada ruang. Faktor yang mempengaruhi kenyamanan termal ruang kurang diperhatikan dan cenderung diselesaikan dengan penghawaan buatan. Ruang kuliah jurusan pengairan Universitas Brawijaya menggunakan penghawaan buatan sebagai penyelesaiannya, meskipun belum diketahui tingkat kenyamanan termal ruang dan tingkat kepuasan pengguna ruang. Identifikasi permasalahan menunjukkan jenis bukaan pada ruang tidak mampu memasukkan angin ke dalam ruang sehingga temperatur udara kering yang tinggi tidak dapat dikondisikan, sedangkan aspek ventilasi alami memiliki dampak yang besar bagi tingkat kenyamanan termal ruang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kuantitatif dengan penggunaan kuesioner untuk mengetahui aspek pengguna ruang dan didukung dengan simulasi digital untuk mengetahui peningkatan kinerja ventilasi alami. Hasil dari penelitian menunjukkan tingkat kenyamanan termal ruang dan tinggakt kepuasan pengguna ruang masih dapat diakomodasi dengan kinerja ventilasi alami yang baik, yaitu dengan cara merekayasa bukaan ventilasi alami.Kata kunci: kenyamanan termal, kepuasan pengguna, ventilasi alami, simulasi
Efektivitas Bukaan dan Pembayang Matahari terhadap Kinerja Pencahayaan Alami Ruang Kelas SMP Islam Sabilillah Malang Rury Rosmawati; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1388.241 KB)

Abstract

ABSTRAKPencahayaan alami merupakan salah satu jenis pencahayaan yang dapat digunakan terutama pada kota dengan iklim tropis seperti di Kota Malang dimana mempunyai sinar matahari yang melimpah. Bukaan dan pembayang matahari merupakan elemen bangunan yang mempengaruhi tingkat pencahayaan dalam ruang. Pada ruang kelas dibutuhkan tingkat pencahayaan sebesar 250 lux dan distribusi cahaya yang merata untuk mencapai suatu pencahayaan yang ideal. Hasil observasi lapangan menunjukkan bahwa ruang kelas SMP Islam Sabilillah mempunyai distribusi cahaya tidak merata, silau yang masuk ke dalam ruangan , serta masih terdapat area yang tidak memenuhi standar pencahayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari desain bukaan dan pembayang matahari yang paling efektif dalam meningkatkan kinerja pencahayaan alami. Studi kuantitatif eksperimen dilakukan dengan menggunakan alat ukur lapangan dan simulasi komputer menganai pencahayaan. Studi ini menunjukkan bahwa kombinasi modifikasi dengan peningkatkan rasio luas bukaan sebesar 5-10%, penambahan pembayang matahari horizontal 2-3 sirip selebar 40-85 cm dan pembayang matahari vertikal 40 cm, pemberian lightshelves 1-2 sirip, serta penurunan plafon sebesar 30 cm dapat meningkatkan kinerja pencahayaan alami sebesar 60-71% dengan cahaya yang terdistribsi lebih merata.Kata Kunci : Bukaan, Pembayang Matahari, Kinerja Pencahayaan Alami, Ruang KelasABSTRACTNatural lighting is one type of lighting that can be used especially in cities with tropical climates such as in Malang where it has abundant sunshine. Openings and sun shading are building elements that affect the level of illumination in space. In the classroom it takes a lighting level of 250 lux and a uniform distribution of light to achieve an ideal lighting. The result of observation shows that the classroom of Islam Sabilillah Islamic Junior High School has uneven distribution of light, glare that enter into the room, and there are still areas that do not meet the lighting standard. This study aims to find the most effective openings and sun shading design in improving the performance of natural lighting. Quantitative experimental studies were conducted using measurements and computer simulations of lighting. This study shows that the combination of modifications by increasing the ratio of the openings area by 5-10%, the addition of horizontal sun shading 2-3 fins width of 40-85 cm and vertical 40 cm , 1-2 fins of lightshelves, and decrease 30 cm of ceiling can increase the natural lighting performance by 60-71% with light distributed more evenly.Keywords : Openings, Sun Shading, Natural Lighting Performance, Classroom
Konstruksi Sambungan Kayu pada Rumah Tradisional di Desa Sawoo Kabupaten Ponorogo Hevi Palupi; Antariksa sudikno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (981.872 KB)

Abstract

ABSTRAKRumah sinom dan rumah bucu merupakan dua tipe rumah tradisional yang ada di Desa Sawoo Kabupaten Ponorogo. Keunikan rumah tradisional ini yaitu memiliki rumusan model proporsi yang mampu menjadi satu karakteristik rumah tradisional Ponorogo. Rumah tradisional ini merupakan bangunan yang masih berfungsi sebagai rumah tinggal dan mampu bertahan hingga puluhan tahun. Sampai saat ini rumah tradisional tersebut masih bertahan dan belum banyak mengalami perubahan pada material dan juga konstruksinya. Berdasarkan data yang ada pada lokasi, terdapat lima klasifikasi yang berasal dari tipe rumah. Kelima klasifikasi tersebut memiliki bermacam-macam sambungan yang dapat diidentifikasi pada tiap rumah dan juga perbedaannya pada setiap klasifikasi rumah tradisional. Selain ragam sambungan yang digunakan, juga terdapat nilai arsitektural yang ada pada konstruksi rumah tradisional tersebut. Nilai arsitektural yang ada pada setiap klasifikasi rumah menandakan hirarki dari rumah tradisional itu sendiri. Material dan juga dimensi ukuran yang digunakan pada setiap rumah tidak memiliki perbedaan yang signifikan pada setiap klasifikasinya.Kata kunci: rumah bucu sinom, konstruksi kayu, sambungan kayu, rumah tradisionalABSTRACTSinom and Bucu House are two types of traditional house preserved in the Village of Sawoo, Region of Ponorogo. The uniqueness of these traditional houses lies in their formula of proportion model which gives them a certain characteristic that only the traditional house of Ponorogo has. These houses are still as functional as any present dwelling and are able to survive decades. They stand still until today and there are no significant changes applied both on their material and construction. Based on the data collected on site, there are five classifications derived from the type of the house. These classifications contain various joints and differences that can be identified on every house. Next to the used joints, there are also architectural values that can be found in the construction of the house based on its classification. These values show hierarchy of the house. Meanwhile, materials and dimensions used on every house do not have significant differences based on its classification.Keywords: Sinom Bucu House, wood construction, Wood Construction Connector, traditional house