cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Streetscape Quality in Jalan Jenderal Basuki Rahmat Corridor Malang based on Public Perception Aigan Fanda; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The streetscape refers to the visual aspects of buildings, road surfaces, and natural elements, such as vegetation and buildings. The Kajoetangan Heritage Area in Malang, which has been an office and trade area since the 1800s, has been redesigned to restore its historical value and boost the city's attractiveness. Persepsi publik tentang kualitas visual dan fisik jalan raya adalah tujuan dari penelitian ini. Untuk mendapatkan data, quantitative descriptive approach was used, including field observations, surveys, and questionnaires. Multiple linear regression analysis was used to analyze the data. The results showed that the building facades were the most important streetscape elements for improving the image of the Kajoetangan Heritage Area.
SKYWALK CIHAMPELAS BANDUNG: RANCANGAN ULANG KAWASAN SEBAGAI UPAYA REVITALISASI DENGAN PENDEKATAN WALKABILITY Raisya Maharani Tumei Abram
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skywalk Cihampelas Bandung yang berfungsi sebagai relokasi PKL mulai ditinggalkan PKL akibat sepi pengunjung. Hal tersebut ditambah degradasi lingkungan fisik pada Skywalk yang menjadi salah satu penyebab pengunjung enggan mendatangi Skywalk. Sebagai salah satu ruang publik, Skywalk Cihampelas seharusnya berorientasi pada kenyamanan pelaku aktivitas yaitu pedestrian. Walkability merupakan salah satu pendekatan yang bertujuan menjadikan sebuah kawasan yang ramah dengan pejalan kaki. Indikator walkability seperti aksesibilitas, estetika, peneduh telah menjadi isu yang terdapat pada Skywalk Cihampelas. Dari turunnya produktivitas kawasan dan degradasi kualitas fisik fasilitas maka perlu adanya revitalisasi pada Skywalk Cihampelas sehingga nantinya menghasilkan desain kawasan pada Skywalk Cihampelas sebagai ruang publik serta wadah bagi PKL yang juga mempertimbangkan kriteria walkability. Dalam upaya merevitalisasi kawasan Skywalk Cihampelas yang mempertimbangkan kriteria walkability, digunakan metode synoptic design yang diawali tahap pengumpulan data lalu menganalisis data yang terdiri dari aspek tata guna lahan, bentuk dan massa bangunan, ruang terbuka, tempat parkir, sirkulasi, penanda, dan aktivitas pendukung. Lalu aspek desain dikaitkan dengan pendekatan walkability dari kriteria Institute for Transportation and Development Policy yaitu passable, accessible, safe, convenient, comfortable, dan enjoyable. Hasil analisis tersebut menghasilkan sintesis konsep desain yang telah mempertimbangkan kriteria walkability yang ditentukan. Sintesis konsep desain lalu diterjemahkan dalam proses perancangannya hingga menghasilkan wujud desain Skywalk Cihampelas Bandung yang dapat memenuhi kriteria walkability.
PERANCANGAN RUMAH SAKIT UMUM KELAS B PENDIDIKAN UNIDA MANTINGAN DENGAN PENERAPAN KONSEP GREEN HOSPITAL Maulana Wahyu Rizki Syahputra; Tito Haripradianto
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Saat ini Universitas Darussalam Gontor berencana untuk membangun Fakultas Kedokteran di UNIDA Mantingan, Ngawi. Salah satu fasilitas yang dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran dan penelitian dari fakultas kedokteran adalah rumah sakit pendidikan. Rumah sakit merupakan salah satu bangunan dengan kebutuhan energi yang besar untuk kegiatan operasional setiap hari. Jika tidak digunakan secara efektif, maka bangunan dapat menghasilkan emisi karbon yang tinggi. Dimana hal ini merupakan salah satu faktor yang dapat mempercepat pemanasan global. Maka dari itu konsep green hospital dapat menjadi solusi untuk perancangan rumah sakit di masa depan. Metode pragmatis digunakan dalam merancang rumah sakit ini, karena desain berfokus pada fungsi. Dilakukan juga observasi, dokumentasi, studi literatur, dan studi komparasi objek sejenis untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam proses perancangan. Sehingga didapatkan hasil berupa rancangan skematik Rumah Sakit Pendidikan UNIDA yang berlandaskan pada konsep green hospital. Kata kunci: Rumah Sakit Pendidikan, Rumah Sakit Ramah Lingkungan ABSTRACT Darussalam Gontor University is currently planning to build a Faculty of Medicine at UNIDA Mantingan, Ngawi. One of the facilities needed in the learning and research activities of the medical faculty is a teaching hospital. The hospital is one of the buildings with large energy consumptions for daily operational activities. If not used effectively, the building can produce high carbon emissions. Where this is one of the factors that can accelerate global warming. Therefore, the concept of green hospital can be a solution for hospital design in the future. The pragmatic method is used in designing this hospital, because the design focuses on function. Observations, documentation, literature studies, and interviews were also conducted to obtain the data needed in the design process. So that the results are obtained in the form of a schematic design of the UNIDA Teaching Hospital which is based on the concept of green hospital.and results. Keywords: Teaching Hospital, Green Hospital
SEREN TAUN SEBAGAI PENDEKATAN DESAIN DALAM PERANCANGAN PUSAT KONSERVASI PRIMATA JAWA DI CIWIDEY, KABUPATEN BANDUNG Farhan Arif Muhammad; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan ini bertujuan untuk merancang Pusat Konservasi Primata Jawa di Ciwidey, Kabupaten Bandung dengan menerapkan Seren Taun sebagai pendekatan pada fasad bangunan. Tapak perancangan terletak di lahan seluas 77000 meter persegi yang dimiliki oleh sebuah lembaga konservasi yang saat ini berfungsi sebagai pusat rehabilitasi primata Jawa. Fokus perancangan ini adalah untuk mengembangkan fasilitas konservasi yang efektif, menarik simpati masyarakat sekitar, dan menyampaikan edukasi yang menarik dan mudah dipahami. Perancangan melibatkan dua bagian utama: pusat konservasi dan area edukasi dalam bentuk museum. Konsep Seren Taun diadopsi untuk menciptakan fasad bangunan yang dinamis dan sesuai dengan identitas lokal. Melalui analisis dan perancangan, fasad bangunan menggambarkan elemen dan nilai-nilai Seren Taun, yang memberikan daya tarik dan meningkatkan ikatan emosional dengan masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan ini, diharapkan Pusat Konservasi Primata Jawa dapat menarik simpati masyarakat dan menginspirasi partisipasi mereka dalam upaya konservasi. Integrasi antara fasilitas konservasi dan edukasi memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat secara aktif dalam pelestarian primata Jawa. Desain fasad yang terinspirasi dari Seren Taun akan menciptakan pengalaman visual yang unik, memperkuat kesadaran akan pentingnya pelestarian primata Jawa dan keberlanjutan lingkungan. Kata Kunci: Pusat Konservasi Primata Jawa, Seren Taun, Arsitektur sebagai pendongeng.
Perancangan Kembali Perpustakaan Umum Kota Malang dengan Konsep Living Space Moch. Iqbal Febyanto
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan menjadi salah satu fasilitas yang disediakan oleh pemerintah dalam menyelesaikan tingkat literasi yang rendah di Indonesia. Salah satu perpsutakaan umum tingkat kota yang ada adalah Perpustakaan Umum Kota Malang yang kini kondisinya kurang layak pakai, hal tersebut dilansir dari halaman berita perpusnas.go.id, "Sarana dan Prasarana perpustakaan Kota Malang terbatas, infrastrukturnya juga seperti museum karena sudah tidak lagi mampu menunjang aktifitas pengunjung". Perancangan kembali ini bertujuan untuk menghasilkan usulan desain Perpsustakaan Umum Kota Malang dengan konsep living space sehingga mampu menunjang aktivitas pengguna dengan memaksimalkan kenyamanan ruang agar pengguna merasa nyaman dan betah, serta menjadi ikon perpustakaan umum kota di Kota Malang. Metode yang digunakan dengan paradigma rasionalisme menggunakan preseden yang di’bongkar’ dan dianalisis secara menyeluruh lalu dirangkai kembali disesuaikan dengan objek perancangan. Konsep living space yang digunakan pada bangunan publik, dalam menciptakan ruangan yang hidup diterapkan dengan memberikan kenyaman kepada pengguna melalui 4 aspek yaitu kenyamanan spasial, kenyamanan visual, kenyamanan termal, dan kenyamanan akustik. Sehingga dihasilkan perpustkaan sebagai living space yang menunjukkan koondisi perpustakaan nyaman dan nyata dalam mencari langsung informasi melalui buku atau teknologi digital informatif, sehingga pengunjung merasa betah dan nyaman dalam beraktivitas di dalamnya.
Transformasi Ruang dan Fungsi pada Bangunan Hotel The Hermitage di Kota Jakarta ibrahim insan rabbani
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kota Jakarta merupakan salah satu destinasi wisata di negara Indonesia dikarenakan sejarah nya yang pernah menjadi wilayah kolonial Belanda sehingga menyebabkan banyaknya jumlah hotel untuk mengakomodasi wisatawan yayng datang. Hotel yang terdapat di Jakarta merupakan hasil pembangunan dari nol, Adapun yang merupakan hasil dari adaptive reuse bangunan lama. Salah satunya merupakan hotel The Hermitage yang merupakan bangunan yang sudah berdiri sejak zaman kolonial Belanda. Analisis terkait adaptive reuse bangunan ini diambil berdasarkan transformasi fungsi dan ruang yang dialami oleh bangunan, dengan menggunakan metode komparasi antara bangunan baru dan bangunan lama. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat sejumlah transformasi yang terjadi pada bangunan hotel The Hermitage ini sehingga dapat digunakan sesuai dengan fungsi baru nya tersebut. Kata kunci: hotel, transformasi, komparasi ABSTRACT The city of Jakarta is one of the tourist destinations in Indonesia because of its history that was once a Dutch colonial territory and causes a large number of hotels to accommodate the visiting tourists. The hotels in Jakarta are the result of development from scratch, and some are the result of the adaptive reuse of old buildings. One of them is The Hermitage hotel which is a building that has been around since the Dutch colonial era. This analysis related to adaptive reuse of this building is taken based on the transformation of function and space experienced by the building, using the comparison method between new building and old building. The results of this study can be concluded that there are a number of transformations that have occurred in The Hermitage hotel building so that it can be used according to its new function. Keywords: hotel, transformation, comparation
Signifikansi Elemen Visual Fasad Gedung Landmark Bersejarah di Jakarta Pusat Berdasarkan Persepsi Masyarakat Karysa Ranaziza; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persepsi masyarakat terhadap landmark di Jakarta Pusat diperkirakan mulai berpindah dari bangunan bersejarah ke gedung tinggi bergaya modern. Maraknya gedung pencakar langit di Jakata Pusat yang dianggap landmark dikhawatirkan dapat mengurangi peran gedung-gedung bersejarah yang sudah lebih dahulu dianggap sebagai landmark sekaligus pusaka kota. Menurunnya peran bangunan bersejarah dapat disebabkan oleh perubahan karakter bangunan. Perubahan tersebut dapat terjadi karena kurangnya penilaian signifikansi pada bangunan bersejarah. Berada di satu kawasan dengan gedung-gedung tinggi bergaya modern, signifikansi visual fasad gedung landmark yang sudah berdiri lebih dari 50 tahun perlu dijaga, agar gedung-gedung bersejarah tersebut dapat tetap dikenal dan berperan sebagai landmark. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai signifikansi visual fasad gedung landmark bersejarah di Jakarta Pusat berdasarkan persepsi masyarakat. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan penyebaran kuisioner untuk mendapatkan data berdasarkan persepsi masyarakat. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa signifikansi tiap elemen visual fasad gedung landmark bernilai cukup penting hingga sangat penting dan terdapat 5 elemen yang berpengaruh signifikan terhadap fungsi bangunan sebagai landmark. Dari keenam objek penelitian, Gereja Katedral merupakan gedung landmark dengan nilai signifikansi tertinggi.
Psychological Care Center for Depression and Anxiety Sufferers in Jakarta with Biophilic Approach Najwa Chika Salsabila Najwa Chika Salsabila
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mental health problems continue to increase in Indonesia, with depression and anxiety being the number with the most sufferers. However, mental health service facilities in DKI Jakarta are still minimal, even though this province has a high prevalence rate of mental disorders, reaching 10.1%. In addition, the existing mental health services often ignore environmental factors, so the therapy process is not optimal. In fact, according to Kaplan (2010), 40% of patient healing factors are environmental factors. Biophilic architecture is a design approach that connects humans with nature that is able to improve the well-being of human life both physically and mentally. This design is intended to create a mental health service center that can assist patients in an optimal healing process with a biophilic approach. With a biophilic pattern, namely, visual connection with nature, non-visual connection with nature, thermal and airflow variability, presence of water, material connection with nature, and prospects which are translated into design criteria, then applied to the design elements of the Psychological Care Center which includes landscape layout, building forms, building systems, and also interiors.
PENGARUH SELUBUNG BANGUNAN TERHADAP KUALITAS SUARA AUDITORIUM MUSIK MELALUI PENDEKATAN SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Muhammad Fauzan Ilhami; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik setiap tahunnya terdapat pencipta-pencipta yang bermunculan. Memberikan kepuasan pendengaran dan penglihatan kepada penikmat musik dengan melihat langsung pencipta karya bertujuan untuk saling mengakrabkan sehingga dibutuhkan wadah yang mampu mewadahi berbagai kegiatan berupa auditorium musik yang memberikan kenyamanan secara visual maupun akustika. Sedangkan bangunan auditorium musik yang sudah berdiri belum memenuhi kriteria akustik yang baik (Siska et al., 2018), penataan interior kurang maksimal (Rizaldy et al., 2012), material pelingkup tidak sesuai (Wafa et al., 2020), banyak auditorium diisi tidak sesuai kapasitas, serta masalah tingkat kebisingan latar belakang melebihi kriteria kebisingan yang disyaratkan (Indrani et al., 2007). Untuk itu diperlukannya mengetahui kebutuhan penataan material dan interior bangunan serta pemenuhan kualitas akustik ruang auditorium musik dengan demikian diharapkan kualitas akustik menjadi lebih baik dan pengunjung dapat menikmati musik yang disajikan dengan lebih jelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan kriteria, parameter suara pada auditorium musik berdasarkan hasil systematic literature review dan mengetahui penerapan kriteria tersebut pada studi kasus Ciputra Artpreneur. Metode yang digunakan adalah systematic literature review, berupa uraian yang didapat dari data sekunder bersumber dari literatur studi kepustakaan. Hasil dari analisis 13 kriteria tentang selubung bangunan, teater Ciputra Artpreneur memenuhi 11 kriteria dan 2 kriteria yang tidak terpenuhi.
Perancangan Integrasi Jambi Paragon Center Sebagai Sentra UMKM dan Ruang Terbuka Publik di Kota Jambi Afifah Hasya Nabila Hasya Nabila
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor UMKM berperan penting dalam pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Provinsi jambi menjadi salah satu wilayah dengan potensi sektor UMKM yang cukup strategis. Meskipun banyak UMKM yang berkembang di masyarakat, banyak diantaranya menghadapi kendala yang menghambat perkembangan usaha tersebut. Dengan banyaknya hambatan yang dihadapi UMKM di Kota Jambi, dibutuhkan adanya upaya pendampingan dan pengembangan UMKM sebagaimana Undang – Undang no. 20 Tahun 2008 tentang usaha mikro, kecil, dan menengah mengamanatkan bahwa pemberdayaan UMKM harus dilakukan secara menyeluruh, optimal, dan berkesinambungan. Pengembangan UMKM ini dapat diwujudkan melalui pengadaan sentra UMKM dan harus mampu mempertahankan keberlangsungan usaha yang ada di dalamnya, yaitu dengan meningkatkan daya tarik masyarakat untuk datang dan beraktivitas di dalam sentra UMKM. Hal ini dapat diwujudkan dengan mengintegrasikan ruang terbuka publik yang sudah menjadi kebutuhan masyarakat kota Jambi dalam melakukan kegiatan aktif di luar ruangan. Perancangan Integrasi Jambi Paragon Centre sebagai sentra UMKM dan Ruang Terbuka Publik di Kota jambi akan mampu mewadahi kegiatan pengembangan UMKM, aktivitas jual beli pada objek rancangan yang nyaman dan menarik, serta aktivitas rekreasi dan sosialisasi bagi masyarakat kota. Metode desain yang digunakan adalah metode pragmatis, dimana pada proses perancangan dilakukan beberapa eksplorasi modeling dengan mempertimbangkan isu desain. Integrasi sentra UMKM dengan ruang terbuka publik menciptakan konsep bangunan yang menarik, fungsional, serta tercipta keselarasan antara bangunan dan lingkungan.