cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Pengaruh Arsitektur Tropis Terhadap Lingkungan Termal Bale Bontar di Desa Sade, Lombok Tengah Nimas Raisyah Maulani
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Indonesia adalah negara dengan iklim tropis karena letaknya yang berada di garis khatulistiwa yang mengakibatkanaIndonesia mengalami panas sepanjang tahun dengan suhu yang relatif tinggi. Arsitektur tropis adalah jawaban dari bentukaadaptasiabangunanaterhadap kondisi iklim pada daerah-daerah tropis. Sejak dahulu bangunan masa lampau menempatkan iklim sebagai pertimbangan paling utama. Dengan perubahan iklim saat ini pendinginan pada bangunan masa lampau tidak lagi efektif. Namun, masih banyak bangunan masa lampau yang masi berdiri kokoh dan ditiggali dengan nyaman oleh penghuninya, salah satunya Bale Bontar. Sehingga penelitian ini ingin mengetahui pengaruh arsitektur tropis terhadap lingkungan termal Bale Bontar sehingga penghuni dapat nyaman tinggal di dalam Bale Bontar di tengah suhu yang tinggi. Untuk itu penelitian ini nantinya akan menggunakan metode kualitatif (teknik visual) dan kuantitatif (pengukuran suhu, kelembapan). Kata kunci: Arsitektur Tropis, Lingkungan Termal, Bale Bontar ABSTRACT Indonesia is a country with a tropical climate due to its location on the equator which results in Indonesia experiencing heat throughout the year with relatively high temperatures. Tropical architecture is the answer to building adaptation to climatic conditions in the tropics. Since ancient times, the buildings of the past have put climate as the most important consideration. With the current climate change, cooling in ancient buildings is no longer effective. However, there are still many ancient buildings that still stand firmly and are lived comfortably by their inhabitants, one of which is Bale Bontar. So this research wants to know the effect of tropical architecture on the thermal environment of Bale Bontar so that residents can comfortably live in Bale Bontar in the midst of high temperatures. For this reason, this research will use qualitative (visual techniques) and quantitative (temperature measurement, humidity) methods. Keywords: Architecture Tropic, Thermal Environment, Bale Bontar
Bintaro Design District Center Di Tangerang Selatan Dengan Konsep Fleksibilitas Ruang Adam Pangestu Kusmana; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada akhir 2018 para pelaku desain di kawasan bintaro, tangerang selatan mencoba sesuatu yang baru dimana membuat sebuah acara bernama Bintaro Design District. Perlunya sebuah tempat yang akan menjadi sebuah pusat dan dapat mewadahi kegiatan yang ada pada event Bintaro Design District itu sendiri untuk kedepannya, yang disebut sebagai Bintaro Design District Center / BDD Center. Fenomena maraknya perancangan pusat desain (Design Center) dipicu oleh anggapan bahwa pusat desain dapat mewadahi berbagai macam aktivitas dan kegiatan dalam satu bangunan, sehingga menimbulkan tuntutan ruang tersendiri untuk menyelenggarakan berbagai aktivitas dan kegiatan. Penerapan konsep fleksibilitas ruang menjadi jawaban karena dapat memfasilitasi kebutuhan akan aktivitas dan kegiatan yang beragam sehingga pengembangan fleksibilitas ruang dapat meningkatkan fungsionalitas dari bangunan itu sendiri. Untuk perancangan Bintaro Design District Center ini menggunakan metode pragmatisme agar mendapatkan hasil yang terbaik dengan predictive modelling. Hasil desain berupa ruangan yang memiliki berbagai alternatif terkait fleksibilitas ruang. Penerpan fleksibilitas ruang sendiri diterapkan pada ruang serbaguna dan ruang pertemuan, yaitu Ruang Kerja Studio, Ruang Kuliah Umum, Ruang Pameran, dan Ruang Teater. Penerapan pada ekspansibilitas melalui penggunaan moveable partition dan loose furniture, sementara konvertabilitas melalui penggunaan loose furniture dan multifunction furniture, sementara versatilitas melalui penggunaan loose furnitre dan moveable ceiling. Kata kunci: Bintaro Design District Center, Fleksibilitas Ruang, Pragmatisme
Studi Desain Prototype Compact house untuk Lahan Terbatas di Wilayah Perkotaan Nurul Ni'matusaumi Nurul Ni'matusaumi
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang tinggi di Indonesia merupakan masalah yang menyebabkan kebutuhan akan lahan hunian terus meningkat namun tidak diimbangi dengan ketersediaan lahan terutama pada wilayah perkotaan. Maka dari itu dipilihlah solusi compact house yang dalam perancangannya mempertimbangkan bagaimana sebuah bangunan dapat mewadahi berbagai aktivitas yang ada serta mempertimbangkan aspek kenyamanan penghuni. Perancangan ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana merancang compact house yang dapat mewadahi kegiatan sehari-hari khususnya masyarakat kota. Metode desain digunakan adalah metode pendekatan desain strukturalisme yang bertujuan untuk mengidentifikasi pola dan mengembangkan taksonomi dari beberapa karya desain. Berdasarkan studi desain compact house yang telah dilakukan, maka didapatkan hasil berupa beberapa konsep desain compact house yang berangkat pada beberapa hal, yaitu pemanfaatan area ground pada compact house terdiri dari area RTH dan area bangunan, sirkulasi pada bangunan menggunakan sirkulasi linear, zonasi ruang berurut dari public ke privat, hubungan ruang terdiri dari visual, spasial, dan visual spasial, area sirkulasi vertikal dan servis yaitu toilet disusun sejajar secara vertikal, bentuk atap datar, material bukaan eksterior mengunakan baja ringan pada bingkai dan kaca pada bagian utama, material lantai menggunakan vinyl, serta Jenis furnitur yang digunakan adalah standing furnitur dan bulit in furniture. Kata kunci: Lahan Terbatas, Compact house, Strukturalisme
Penilaian Kualitas Visual pada Perubahan Fasad Bangunan Bersejarah di Jalan Tunjungan Kota Surabaya Berdasarkan Preferensi Masyarakat Viska Salsabilla
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Tunjungan Kota Surabaya memiliki nilai historis yang tinggi. Perubahan fasad pada bangunan bersejarah dengan tujuan untuk menarik kembali minat kunjung masyarakat pada Jalan Tunjungan dikhawatirkan akan memicu perubahan yang cukup signifikan dan menyebabkan permasalahan visual pada sepanjang koridor jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas visul bangunan bersejarah yang mengalami perubahan fasad di Jalan Tunjungan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan preferensi masyarakat melalui kuesioner. Metode pengukuran yang digunakan untuk menilai kualitas visual adalah dengan skala semantic differential. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangunan bersejarah yang mengalami perubahan secara signifikan adalah bangunan dengan fungsi kafe yang termasuk dalam Bangunan Cagar Budaya (BCB) golongan B. Bangunan yang mendapatkan nilai kualitas visual fasad tertinggi adalah Phermitage kafe. Terdapat empat elemen fasad yang memiliki pengaruh terhadap kualitas visual fasad secara keseluruhan yaitu jendela, warna, tekstur, dan signage. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya ketidaksesuaian perubahan empat elemen fasad yang terjadi berupa bentuk jendela, penggunaan warna dan material yang menyimpang dari peraturan restorasi Bangunan Cagar Budaya golongan B.Kata kunci: Kualitas visual, Bangunan bersejarah, Fasad, Preferensi publik, Tunjungan Surabaya
PENGARUH DESAIN FASAD DAN LOKASI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA PERUMAHAN SUMMARECON SERPONG, TANGERANG Avicasya, Thufail Afif
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 4 (2024): jurnal mahasiswa vol 11 no 4
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya jumlah kependudukan di Kabupaten Tangerang memicu adanya peningkatan kebutuhan akan hunian tempat tinggal. Hal tersebut mendorong para perusahaan pengembang properti untuk berlomba-lomba mengakomodasi kebutuhan masyarakat dengan membangun perumahan. Perumahan yang bersifat subsidi masih banyak di Kabupaten Tangerang yang membuat masyarakat kurang melihat aspek lain selain harga. Oleh sebab itu, konsumen yang memutuskan untuk lebih memilih perumahan non-subsidi pasti akan menjadi lebih selektif dan mempertimbangkan banyak hal, termasuk desain dan lokasi dari perumahan tersebut. Desain fasad dan lokasi dari sebuah hunian dapat dikatakan memiliki andil dalam mempengaruhi konsumen terhadap keputusan pembelian sebuah rumah. Lingkup penelitian ini terfokus pada desain fasad dan lokasi Perumahan Summarecon Serpong, Tangerang. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif deskriptif yang hasilnya merupakan angka yang diolah kemudian dikembangkan menggunakan deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh desain fasad dan lokasi terhadap keputusan pembelian pada beberapa cluster di Summarecon Serpong, Tangerang
Tipologi Elemen Visual Fasad Masjid Besar di Kota Samarinda Hasanah, Lizza Uswatun; Martiningrum, Indyah
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 4 (2024): jurnal mahasiswa vol 11 no 4
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid adalah bangunan suci untuk peribadatan, dengan desain khusus dan pemisahan dari area non-suci. Arsitektur masjid, didasarkan pada tipologi fasad Timur Tengah, menciptakan standar penampilan yang disepakati. Kontroversi muncul mengenai universalitas desain masjid di seluruh dunia. Di Kota Samarinda, masjid besar mencerminkan unsur universalitas ini. Masjid Besar, ditetapkan oleh pemerintah kecamatan, menjadi pusat kegiatan sosial keagamaan di kecamatan. Lima masjid besar di Kota Samarinda diyakini memiliki ciri arsitektur serupa berdasarkan tipologi masjid. Penelitian ini, dengan paradigma strukturalisme menggunakan metode kualitatif-deskriptif dan analisis pola. Temuan menunjukkan kesamaan pada elemen kubah terletak di tengah, portal kolom putih, dan minaret di setiap sudut bangunan. Elemen kubah dan minaret cenderung mengadopsi gaya kubah Utsmani dan portal kolom bergaya Andalusia. Prinsip komposisi yang baik, seperti keseimbangan simetris, hirarki, irama statis, fokus perhatian, terlihat dalam taksonomi masjid, membentuk kesatuan yang utuh dan serasi. Kata kunci: Tipologi, Elemen Visual, Fasad, Masjid Besar
Pengaruh Bukaan Pada Kubah Terhadap Pencahayaan Alami : (Studi Kasus: Masjid Al Huda, Embong Arab Malang) Archsiddiqie Aliya, Lissania; Jono Wardoyo, ST., MT
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 4 (2024): jurnal mahasiswa vol 11 no 4
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The natural lighting produced in buildings in densely populated settlements make it very difficult to get natural lighting from the side, so the dome becomes one of the important central points for the entry of light in the building. The case study was found at the Al Huda Mosque, Embong Arab Malang which has openings in the dome with a type of colored glass material, totaling 24 openings. The existence of this study is to determine the effet of openings in the mosque dome on the intensity of natural lighting in the interior space. The method applied is quantitative with details, field measurements using lux meters and experimental simulations using DIALux Evo 11.1 software. The results of this study state that the presence of openings greatly affects the light in the building. If do not apply openings to the dome, it will cause less that optimal light performance and if apply openings with a transparent type of glass material, it will produce a high value of natural lighting intensity but it is possible to produce glare.
Implementasi Material Glass Block Pada Co Living Di Kota Bekasi Dawam, Muhammad Irvine Rizqullah; Iyati, Wasiska
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 4 (2024): jurnal mahasiswa vol 11 no 4
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut data SBH dan BPS, total rata-rata pengeluaran per kapita sebesar Rp. 4.119.168 di tahun 2018 dan jumlah penduduk mencapai lebih dari 2,5 juta jiwa (2.543.676 jiwa) di tahun 2018-2020 menimbulkan kebutuhan kaum milenial dalam menyewa hunian dibandingkan dengan membelinya. Solusi dalam menyelesaikan permasalahan kebutuhan hunian sewa adalah dengan rumah sewa co living sebagai sarana kehidupan yang terjangkau bagi pekerja, traveler, nomaden digital, atau mahasiswa serta co living yang dapat dikatakan lebih mudah diakses di kota-kota besar serta keterjangkauan fasilitas yang disertakan. Dalam mewadahi aktivitas beragam dalam co living dibutuhkan pencahayaan cukup dalam menunjang produktivitas kerja manusia dalam sebuah ruangan salah satunya pencahayaan alami. Solusi terhadap kebutuhan kuat pencahayaan alami adalah menggunakan material glass block yang memiliki potensi tinggi sebagai material yang dapat menyalurkan dan mengurangi cahaya. Untuk perancangan hunian sewa co living menggunakan metode pragmatisme agar memperoleh perancangan terbaik melalui predictive modelling. Hasil desain berupa hunian sewa co living dengan implementasi material glass block berdasarkan strategi pencahayaan alami, preferensi tipe serta peletakan glass block dan kaca standar. Glass block yang terpilih yaitu glass block grid, wave, dan clear memiliki beberapa fungsi dengan hasil penentuan penempatannya sebagai partisi , selubung, dan fasad bangunan.
Perancangan Kembali Interior Perpustakaan Pusat Universitas Brawijaya dengan Konsep Smart Library Pangaribuan, Hosanna Putri Berta; Rinawati P. Handajani
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 4 (2024): jurnal mahasiswa vol 11 no 4
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peranan perpustakaan sangat penting dalam meningkatkan ilmu pengetahuan dan pendidikan pada masyarakat. Salah satu jenis perpustakaan yang identik dengan lingkungan dengan kebutuhan yang tinggi akan informasi dan pengetahuan yaitu Perpustakaan Perguruan Tinggi. Salah satu cara yang menjadi terobosan baru pada zaman yang terus menerus berkembang yaitu menggunakan konsep smart library. Konsep smart library khususnya aspek smart place dapat meningkatkan kualitas interior perpustakaan yang berhubungan langsung dengan kenyamanan pengguna. Perpustakaan Pusat Universitas Brawijaya merupakan salah satu perpustakaan yang berupaya dalam mewujudkan konsep smart library. Paradigma perancangan yang digunakan yaitu empirisme dengan melakukan pengamatan langsung pada objek rancangan sejenis kemudian di komparasi dengan kajian teori untuk memperoleh kriteria desain konsep smart library. Kriteria tersebut menjadi dasaran dalam menganalisis kondisi eksisting perpustakaan serta menjadi dasaran dalam pembentukan konsep perancangan. Hasil perancangan merupakan interior perpustakaan yang menerapkan konsep smart library khususnya aspek smart place yang mampu meningkatkan minat, kenyamanan dan produktivitas pengunjung serta mewujudkan upaya Perpustakaan Universitas Brawijaya untuk memaksimalkan konsep smart library yang diterapkan.
Museum Masa Depan Indonesia dengan Pendekatan Arsitektur Futuristik Nasution, Azizi Aqilalhaq; Santosa, Herry
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 4 (2024): jurnal mahasiswa vol 11 no 4
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2020 menyampaikan "Hanya 39 museum atau 8% yang memenuhi standar sebagai museum tipe A (Amat Baik), 59 museum atau 13% tipe B (Baik), 133 museum atau 30%-nya tipe C (Cukup)”. Ketua Asosiasi Museum Indonesia DKI Jakarta menyatakan bahwa tantangan utama dalam transformasi museum di era digital adalah membuat koleksi-koleksi museum menarik bagi masyarakat dengan inovasi dalam penyesuaian pola interaksi dalam museum. Dalam Visi Indonesia Tahun 2045, Indonesia akan mengambil peran sebagai salah satu pusat pengembangan Iptek dan pariwisata di kawasan Asia dan dunia, dengan museum futuristik sebagai salah satu perwujudannya. Arsitektur futuristik adalah suatu pendekatan dalam desain bangunan yang mengeksplorasi dan menerapkan elemen-elemen yang mencerminkan visi masa depan dan inovasi. Dalam konteks museum futuristik, penerapan arsitektur futuristik bertujuan untuk menciptakan ruang yang tidak hanya memamerkan koleksi seni atau artefak, tetapi juga merancang lingkungan yang menggabungkan elemen-elemen futuristik. Perancangan ini ditujukan untuk menghadirkan museum sebagai sarana edukasi yang menyenangkan, interaktif, nyaman, dan inovatif dengan desain bangunan yang indah secara visual, juga pengalaman menjelajahi museum yang imersif. Perancangan dilakukan dengan mengobservasi objek museum futuristik yang sudah ada dengan studi preseden, menentukan kriteria desain, kemudian Menyusun program, konsep dan hasil rancangan berdasarkan kriteria tapak, massa, perwajahan, struktur, ruang dan pameran yang telah ditentukan.