cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
KUALITAS KEBUN BIBIT MOJOLANGU SEBAGAI RUANG PUBLIK BERDASARKAN PERSEPSI PENGUNJUNG ichsan, muhammad fatih
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 4 (2024): jurnal mahasiswa vol 11 no 4
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

City parks are green open spaces that have ecological, socio-economic and architectural roles and functions. City parks are also public spaces that have the role of providing comfortable, safe and pleasurable social spaces for all groups. Kebun Bibit Mojolangu is the second largest city park in Malang City with an area of 18,050 square meters with a service capacity of up to 66 thousand visitors. Even though it has a large capacity, it is known that visits to Kebun Bibit Mojolangu are relatively low compared to other parks. The low number of visits and the deficient layout of the park raise question about the quality of Kebun Bibit Mojolangu as a public space based on visitors' perceptions. The purpose is to evaluate the quality of Kebun Bibit Mojolangu as a public space based on visitor perceptions. The methods used in this research are mean score, factor analysis and regression. From the results of the analysis it is known that there are indicator of Community, Pedestrian Connections, Facility Conditions, Visibility, Security Systems, Climate Comfort, Availability of Seating and Layout which take effect the Quality of Kebun Bibit Mojolangu by 0.499 per unit of park quality.
Aksesibilitas Jalur Pedestrian Pada Kawasan Jalan Tunjungan Surabaya Raka Agus Rizkyananda; Dr. Ir. Damayanti Asikin, MT., CIQaR., CIQnR.
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 4 (2024): jurnal mahasiswa vol 11 no 4
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Surabaya dinyatakan dengan tingkat kemacetan lalu lintas dengan mobilitas tertinggi di Indonesia sepanjang tiga tahun terakhir, sehingga prediksi pemerintah akan terjadi stagnasi. Pencanangan tahap pra-feasibility studi ke tengah kawasan segi-empat Tunjungan merupakan upaya pemerintah untuk mengatasi kondisi tersebut. Pengembangan jaringan angkutan kota massal membawa pengaruh terhadap penentuan pergerakan kota berbasis transit sehingga tidak boleh tumpang tindih dengan laju pertumbuhan penduduk yang bebarengan dengan karakter komersial kawasan. Jalur pedestrian menjadi wadah utama yang difokuskan bagi pejalan kaki dalam mensirkulasikan aktivitas di kawasan yang hidup. Penilaian aksesibilitas dapat digunakan sebagai pedoman pengembangan kualitas jalur pedestrian yang aksesibel bagi pejalan kaki dan kaum marjinal dengan pertimbangan kelayakan prasarana-sarana terbentuk dengan mengevaluasi kondisi faktual jalur pedestrian dan pengaruh titik transit yang tergabung dalam satu ruang jalur. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif untuk memahami fenomena perilaku dan persepsi yang dialami oleh subjek penelitian dengan tolok ukur menggunakan evaluasi dari prinsip desain universal untuk dapat dirasakan terkait kemudahan aksesibilitasnya. Hasil akhir dari observasi yang bersifat exploratif diperkuat dengan penjabaran persepsi dari reponden untuk dirumuskan dengan mensintesis data melalui pendekatan analisis domain antara dominan masing-masing persepsi tiap aspek variabelnya diketahui gambaran umum secara utuh menyeluruh terbilang cukup sesuai fungsional dalam intensitas rendah-sedang namun perlu peningkatan dari penegasan elemen yang terbentuk dan pemetaan ulang terkait kualitas jalur pedestrian yang aksesibel untuk dilalui dan digunakan sesuai pencanangan pemerintah dalam kawasan yang dapat berorientasi, terutama bagi kaum pejalan kaki marjinal. Kata kunci: Aksesibilitas, Jalur Pedestrian, Kawasan Tunjungan Surabaya
Reading Room Lighting of Library of Bank Indonesia Surabaya Masyhur, Madhika Kurniadi
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 4 (2024): jurnal mahasiswa vol 11 no 4
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lighting is one of the main factors in influencing visual comfort, especially in reading activities in facilities such as libraries. However, in practice, not all reading facilities provide good lighting, either due to lack of attention, inadvertence, aesthetic factors or because of factors that make it difficult to fulfill. One such facility is the Library of Bank Indonesia Surabaya. With the status of the library as a Cultural Heritage Building, the study of its lighting aspects will focus on spaces that require special lighting such as reading areas. The study will be conducted on the aspects of openings, furniture arrangement, and artificial lighting. In this study the method used is Descriptive-Quantitative and Experimental from the results of direct observation, Documentation, Measurement using Luxmeter and Simulation using DIALux EVO 11.1 application. With direct measurement time carried out on the same day with 3 different times, in the Morning at 09.00 - finished, Afternoon at 12.00 - finished, and Afternoon at 15.00 - finished. Then simulations are carried out to get alternatives from the variables tested to get lighting that can meet the visual comfort of users. From the results of simulations and studies carried out, it is found that changing variables such as openings, furniture arrangements and artificial lighting can provide lighting that is comfortable for the people.
PENGARUH DESAIN PASIF BANGUNAN TERHADAP LINGKUNGAN TERMAL SMAK KOLESE SANTO YUSUP MALANG Kurnianto, Immanuel Yoshua; Iyati, Wasiska
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 4 (2024): jurnal mahasiswa vol 11 no 4
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenyamanan merupakan aspek yang diperhatikan dalam membangun bangunan. Salah satu jenis kenyamanan bangunan adalah kenyamanan termal. Kenyamanan termal sendiri secara umum dipahami sebagai kenyamanan pada situasi di mana lingkungan tubuh sedang panas. Kondisi kenyamanan termal selalu berhubungan dengan suhu udara. Peraturan Menteri PU Nomor 29 Tahun 2006 menjelaskan beberapa standar kenyamanan bangunan gedung, antara lain kenyamanan termal, kenyamanan akustik, kenyamanan visual, dan kenyamanan ruang gerak. Bangunan Kelas Baru SMAK Kolese Santo Yusup Malang berorientasi dengan sisi terpanjang menghadap timur-barat. Kenyamanan termal di Bangunan Kelas Baru SMAK Kolese Santo Yusup Malang perlu dikaji mengingat temperatur ruangan pada bangunan tersebut yang panas, terutama di siang hari. Pengamatan visual di lapangan dan pengukuran kondisi lingkungan termal di lapangan dilakukan untuk meneliti lingkungan termal pada bangunan sekolah. Mengumpulkan data eksisting dengan cara secara langsung melakukan pengukuran dan observasi penghawaan pada ruang kelas menggunakan alat Thermo Hygrometer. Penilitian ini berfokus pada desain pasif bangunan ruang kelas baru SMAK Kolese Santo Yusup Malang dengan lingkungan termal eksisting, dengan hasil penelitian suhu rata rata sebesar 29.11 dan suhu ruang tertinggi sebesar 32.10. Desain pasif bangunan ruang kelas baru SMAK Kolese Santo Yusup Malang berpengaruh terhadap lingkungan termal eksisting. Berdasarkan analisis desain pasif berdasarkan variabel desain yang mempengaruhi kinerja termal pada bangunan. Aspek bentuk bangunan, bukaan bangunan, dan selubung bangunan ruang kelas baru SMAK Kolese Santo Yusup Malang belum memenuhi standar dan masih dapat ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas lingkungan termal eksisting.
Komposisi dan Proporsi Antropometri Fasad Arsitektur Tradisional Banua Oge Nurhalisa, Siti
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 1 (2024): jurnal mahasiswa vol 12 no 1
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Architecture should have positive value, and create meaning as objects, culture, concepts, patterns and forms of interpretation and symbols of expression contained in human thought in response to architecture. A building, especially a building with a traditional concept, must reflect its identity as a product of vernacular architecture. With this, traditional architecture is a human effort to create an environment in the form of shelter to fulfill needs by considering traditional aspects and rituals passed down by previous generations. Proportions in the traditional architectural works of the archipelago are the basis of design, which is fundamental in building traditional architectural works. raditional architecture basically does not have a standard measuring tool (meters / feet) as a reference, at that time people used intuition based on culture and beliefs in building. For example, the application of human body anthropometry as a measuring tool. The size of the human body as a measuring tool is related to cosmological values, where traditional architecture believes that humans are a microcosm and a reflection of the macrocosm of the universe. The universe is believed to be divided into three parts, namely the upper realm, middle realm and lower realm. This is represented in the human body which is divided into the head (top), body (middle) and legs (bottom). These cosmological values are closely related to the application of traditional architecture, as the house is a reflection of humans and the universe. So that the proportions in traditional archipelago architecture are closely related to anthropometric theory as a measuring tool.
Typological Analysis of Façade Elements in Madrasah Terpadu Kota Malang Building Complex Ahmad Daffa Barentra
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 4 (2024): jurnal mahasiswa vol 11 no 4
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Facade in the architectural design of a building serves as its identity. Madrasah Terpadu Kota Malang serves as a model in Indonesia, yet it lacks architectural design guidelines for building facades that could be used as a reference. The complex shares a common education concept, all situated within one site.Typological studies combine the specific characteristics of a group of architectural works that differ in detail from one another (Karen, 2005). A qualitative descriptive method was used, employing observations to identify facade elements within Madrasah Terpadu Kota Malang. The research categories encompass functional, harmony, and narrative elements within the facade.Within the functional category, there is an Islamic architectural character expressed through the use of natural colors. Window openings are grouped within a single plane. Within the harmony category, proportions are evident through the central part which appears prominent compared to its surroundings, while maintaining consistency in the use of materials. The facade exhibits a closed envelope with decorative elements following the Eyvan concept. Narrative elements display a dynamic rhythm in window elements. Vertical articulation employs The Hypostyle Mosque concept, while horizontal articulation utilizes element accents. The secondary skin served as a foreground effect, with the surroundings as the background.
Lingkungan Termal Dan Persepsi Kenyamanan Termal Pengunjung Perpustakaan Universitas Brawijaya Aldo Valen Laurel; Ar. Wasiska Iyati, ST., MT., IAI
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 1 (2024): jurnal mahasiswa vol 12 no 1
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang baca Perpustakaan Pusat Universitas Brawijaya merupakan bangunan yang cukup penting bagi mahasiswa Universitas Brawijaya. Mahasiswa biasanya mengunjungi ruang baca untuk mencari studi literatur dan juga untuk mengerjakan tugas. Saat melakukan aktivitas pada ruang baca terdapat mahasiswa yang merasa kurang nyaman terhadap temperatur yang ada pada ruang baca perpustakaan pusat universitas brawijaya. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui lingkungan nyaman temperatur yang ada pada ruang baca apakah sudah sesuai standart yang ada atau belum. Untuk hal yang akan diteliti yaitu berupa bukaan, temperatur, kelembapan dan juga persepsi dari pengunjung ruang baca perpustakaan. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif dan kuesioner untuk mengetahui temperatur yang dirasakan oleh pengunjung. Berdasarkan penelitian, didapatkan hasil 7 dari 19 pengunjung tetap merasa nyaman terhadap temperatur ruang baca meskipun sudah melewati standart temperatur nyaman di kota Malang. Berdasarkan hasil pengukuran lapangan didapatkan rata-rata temperatur terendah pada titik 1 yaitu sebesar 28.9 derajat Celsius dan temperatur tertinggi sebesar 30.7 derajat Celsius. Pada titik 2 menunjukkan rata-rata temperatur terendah sebesar 28.9 derajat Celsius dan temperatur tertinggi sebesar 30.5 derajat Celsius. Untuk titik 3 didapatkan hasil rata-rata temperatur terendah sebesar 28.7 derajat Celsius dan temperatur tertinggi sebesar 30.4 derajat Celsius. Untuk temperatur nyaman kota Malang sendiri berada pada rentang 22.85 -27.85 derajat Celsius. Berdasarkan pengukuran eksisting yang didapatkan temperatur yang ada pada ruang baca Perpustakaan Pusat Universitas Brawijaya masih belum memenuhi standart temperatur nyaman Kota Malang. Kata kunci: ruang baca, temperatur , persepsi pengunjung
Pendekatan Pragmatisme dalam Perancangan Kinik Kesehatan Psikologis dengan Konsep Tranquility Wicaksono, Satrio Indrasto; Martiningrum, Indyah
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 1 (2024): jurnal mahasiswa vol 12 no 1
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya kesehatan psikologis di Indonesia masih kurang disadari pemerintah dan masyarakat umum. Terlebih masyarakat pada kawasan urban memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena gangguan psikologis akibat tekanan kawasan urban. hal tersebut tercermin oleh angka penderita gangguan psikologis yang tinggi. Konsep tranquility berfokus pada ketenangan, sehingga dapat membantu dalam mengatasi permasalahan kesehatan psikologis. kondisi tranquility dapat dipicu oleh tranquil environment, yang berkaitan langsung dengan perancangan ruang, sehingga dapat digunakan dalam perancangan arsitektur. Pada perancangan ini dilakukan percobaan desain klinik kesehatan psikologis menggunakan konsep tranquility. perancangan dilakukan menggunakan pendekatan metode paradigma pragmatisme yang mengutamakan pemecahan permasalahan desain menggunakan proses predictive modelling. proses tersebut dilakukan dengan melakukan serangkaian eksplorasi alternatif dan evaluasi melalui simulasi pada model tiga dimensi. hasil dari metode pragmatisme tersebut menghasilkan kriteria desain yang digunakan sebagai landasan dalam menghasilkan desain nantinya. Kata kunci: desain, arsitektur, perancangan, tranquility, pragmatisme, kesehatan psikologis, klinik, kawasan urban.
Redesain Masjid Sabilillah Kota Malang dengan Pendekatan Memori Kolektif: Redesign of Sabilillah Mosque in Malang City with a Collective Memory Approach Al Faroby, Fikri; Ridjal, Abraham Mohammad
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 1 (2024): jurnal mahasiswa vol 12 no 1
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid Sabilillah Kota Malang sebagai salah satu masjid kota di Kota Malang berkembang seiring zaman. Perkembangan dari masjid yang sudah berdiri selama 42 tahun ini memerlukan peningkatan kapasitas terutama dalam ruang sholatnya dan disertai pengefisienan lansekap untuk lahan parkir. Dalam perencanaan desain Masjid Sabilillah yang baru diperlukan penguatan identitas masjid agar masjid yang selama ini berdiri masih memiliki ingatan yang tidak jauh berbeda di masyarakat. Objek perencanaan merupakan sebuah kawasan masjid seluas 8.100 m² yang terdiri dari bangunan induk masjid, bangunan menara dan bangunan pelengkap. Bangunan induk masjid berisikan ruang sholat, auditorium, TK Sabilillah, dan beberapa ruang unit usaha yayasan. Sementara bangunan pelengkap di antaranya perpustakaan, ruang genset, atm, dan pujasera. Untuk mencari identitas serta menguatkannya diperlukan tahap pendekatan untuk menggali setiap hal yang dapat mengingatkan pada identitas Masjid Sabilillah. Dalam hal mencari dan menguatkan identitas sebuah bangunan pendekatan memori kolektif dapat mencari grafik masa lalu yang dijalin ke masa kini dan masa depan.
PENATAAN KAMPUNG CEMPLUK SEBAGAI KAMPUNG WISATA BUDAYA DI KABUPATEN MALANG Wahyudi, Syamsu Imam; Adhitama, Muhammad Satya
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 1 (2024): jurnal mahasiswa vol 12 no 1
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Cempluk terkenal akan festival budaya yang rutin dilakukan setiap bulan September. Festival dilaksanakan selama 7 hari dengan menampilkan pertunjukkan seni dan makanan tradisional. Para pengurus desa telah banyak merencanakan pengembangan desa agar kedepannya dapat menjadi desa wisata, namun pada kondisi sekarang masih tidak terdapat fasilitas yang dapat menunjang kegiatan wisata dan juga tidak terdapat identitas dari kampung. Perancangan kali ini bertujuan untuk menata Kampung Cempluk agar menjadi desa wisata budaya dengan menambahkan fasilitas dan identitas kawasan. Perancangan berfokus pada koridor jalan Dieng Atas yang merupakan jalan utama Kampung Cempluk. Perancangan menggunakan teori pembentuk kawasan urban dengan metode desain rasional dengan tahapan analisis, sintesis, dan desain. Dalam menciptakan identitas menggunakan metode mimesis. Hasil perancangan berupa zonasi tata guna lahan, ruang parkir, ruang terbuka, penanda, sirkulasi, dan fasilitas umum. Tujuan dari perancangan ini adalah agar Kampung Cempluk dapat menjadi Kampung Wisata Budaya di Kabupaten Malang sehingga dapat terus melestarikan seni budaya di Kabupaten Malang. Kampung Cempluk is known for its cultural festival held regularly every September. The festival lasts for 7 days and features art performances and traditional food. The village officials have been planning for the development of the village to turn it into a tourist destination in the future, but currently, there are no facilities to support tourism activities and there is also no identity for the village. This design aims to organize Kampung Cempluk to become a cultural tourist village by adding facilities and area identity. The design focuses on the Dieng Atas road corridor, which is the main road of Kampung Cempluk. The design uses urban area formation theory with rational design method consisting of analysis, synthesis, and design stages. Identity creation is achieved through the mimesis method. The design results in zoning of land use, parking spaces, open spaces, markers, circulation, and public facilities. The goal of this design is to make Kampung Cempluk a Cultural Tourist Village in Malang Regency so that it can continue to preserve the cultural arts in Malang Regency.