cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Sekolah Dasar Sekaligus Tempat Evakuasi Sementara di Lumajang Berdasarkan Prinsip Arsitektur Tangguh Bencana Nadia Adna Octavia
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Lumajang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana erupsi Gunung Semeru, namun belum tersedia fasilitas evakuasi yang memadai. Perancangan Sekolah Dasar Swasta yang juga berfungsi sebagai Tempat Evakuasi Sementara (TES) bertujuan mengintegrasikan fungsi pendidikan dan tanggap darurat dalam satu bangunan. Permasalahan utama adalah integrasi fungsi ganda dan tuntutan struktur bangunan yang tangguh terhadap gempa dan erupsi. Metode yang digunakan adalah Evidence-Based Design dan pendekatan Arsitektur Tangguh Bencana, dengan studi literatur sebagai dasar pengambilan keputusan desain. Hasil perancangan meliputi struktur tahan gempa, material tahan panas dan abrasi, zonasi ruang adaptif, serta tapak aman di luar zona rawan. Bangunan ini menjadi solusi inovatif yang memperkuat ketahanan komunitas sekaligus mendukung pendidikan anak-anak di wilayah rawan bencana. Kata kunci:  Sekolah Dasar, Tempat Evakuasi Sementara, Arsitektur Tangguh Bencana
KUALITAS VISUAL LANSKAP PANTAI ISTANA AMAL, KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA BERDASARKAN PREFERENSI PENGUNJUNG Azzahra, Rizka Fitria
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pantai Istana Amal merupakan salah satu Kawasan wisata yang ada di Kabupaten Penajam Paser Utara, dan merupakan Kawasan yang dinilai cukup strategis. Pantai Istana Amal masih mengalami Pembangunan dan pengembangan sehingga penyusunan elemen-elemen lanskap dinilai belum maksimal. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi kualitas visual dari lanskap di Kawasan wisata Pantai Istana Amal dan menyediakan rekomendasi terhadap elemen-elemen lanskap. Pendekatan yang diterapkan dalam studi ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menilai hasil evaluasi pengunjung melalui metode SBE (Scenic Beauty Estimation). Hasil dari penelitian ini menunjukkan nilai kualitas visual lanskap di Kawasan wisata Pantai Istana Amal berada pada kelas Sedang dengan nilai SBE 37 yang mana diperoleh dari median. Dapat disimpulkan, penerapan elemen-elemen lanskap pada kawasan wisata Pantai Istana Amal cukup baik tetapi belum optimal. Kata kunci: kualitas visual, elemen lanskap, scenic beauty estimation ABSTRACT Istana Amal Beach is one of the tourist attraction in Penajam Paser Utara regency, and located on the strategic place. Istana Amal beach is still undergoing development that the landscape elements is considered not optimal. Therefore, The goal of this research is to evaluate how appealing the scenery is at Istana Amal Beach tourist area and provide recommendations on landscape elements. This study employs a descriptive quantitative approach, scrutinizing the outcomes of visitor evaluations derived from the Scenic Beauty Estimation (SBE) technique. The results of this study indicate the value of visual landscape quality in the Istana Amal Beach is in the moderate class with an SBE value of 37 which is obtained from the median. So that the state of the basic elements of forming the landscape in the Istana Amal Beach area has been able to be applied quite well but still not maximized. Keywords: visual quality, landscape element, scenic beauty estimation          
Pantun Ngaruat Lembur sebagai Teks Arsitektural: Kajian Representasi Spasial dalam Masyarakat Adat Kasepuhan Gelaralam Nindhita, Brillianti Irza; Kusdiwanggo, Susilo
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran pantun ngaruat lembur dalam pembentukan dan representasi ruang adat masyarakat Kasepuhan Gelaralam. Melalui pendekatan etnografi interpretatif dan analisis naratif terhadap pantun yang dilantunkan dalam ritus perpindahan kampung, ditemukan bahwa pantun berfungsi sebagai sistem pengetahuan spasial yang hidup. Pantun tidak hanya menyampaikan nilai kosmologis dan struktur sosial, tetapi juga menyusun orientasi ruang, fungsi permukiman, serta hubungan manusia dengan leluhur dan alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pantun merupakan teks arsitektural yang aktif memproduksi ruang melalui simbol, narasi, dan ritus kolektif. Studi ini menegaskan pentingnya tradisi lisan sebagai sumber sahih dalam kajian arsitektur vernakular dan pelestarian budaya lokal. Kata kunci: pantun ngaruat lembur, ruang adat, arsitektur vernakular, tradisi lisan, Kasepuhan Gelaralam
Pengaruh Elemen Spasial Wayfinding Terhadap User Experience Wisatawan Kampung Heritage Kayutangan Amaylya, Madeina Annadwa
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Heritage Kayutangan is a rapidly growing thematic tourism village in Malang City. However, the spatial character of the village with its dense residential pattern and organically developed layout without formal planning may cause difficulties for tourists in understanding spatial orientation. This condition can impact the comfort and overall experience of visitors during exploration. It presents a challenge for tourism managers to ensure a comfortable environment that supports smooth tourist activities. The local tourism group known as POKDARWIS has taken steps to improve navigational ease by providing maps and directional signage throughout the kampung. However, these aids are not fully effective as some tourists still report feeling confused or even entering private residential areas. This indicates that current navigation tools do not entirely meet tourist’s needs for orientation. In practice, wayfinding involves a person’s interaction with spatial elements to build a mental map that guides their navigation. This study examines how spatial elements affect wayfinding behaviour and user experience. A quantitative method was applied using questionnaires distributed to 100 respondents and analyzed with SPSS. The results show that spatial elements significantly influence user experience, apart from that, wayfinding behavior also has an influence on user experience.
Perancangan Intergrated Transport Hub di Kawasan Jl. Ahmad Yani Kota Surabaya Prasetya, Stefanus Dharma Wiba; Martiningrum, Indyah
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 3 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Surabaya merupakan salah satu kota dengan angka kendaraan bermotor tertinggi di Indonesia. Grafik menunjukkan bahwa angka ini akan terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk di kota Surabaya. Peningkatan ini akan berdampak pada kemacetan lalu lintas, peningkatan angka kecelakaan lalu lintas, penurunan produktivitas akibat waktu tempuh kendaraan, hingga permasalahan lingkungan akibat penggunaan bahan bakar kendaraan. Untuk merespons permasalahan-permasalahan tersebut diperlukan fasilitas yang mampu menampung moda transportasi publik yang tersedia di kota Surabaya agar masyarakat beralih menggunakan moda transportasi publik dibandingkan moda transportasi pribadi. Dalam perancangan fasilitas tersebut perlu mempertimbangkan sisi integrasi, kepraktisan, efisiensi, dan ketersediaan moda transportasi publik di tapak yang dipilih. Transport hub sebagai fasilitas penunjang moda transportasi publik yang didalamnya dapat mewadahi tiga moda transportasi yang ada di kota Surabaya yaitu Suroboyo Bus, Wira-Wiri Suroboyo, dan commuter line. Keberadaan transport hub diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat menuju moda transportasi publik karena praktis, efisien, dan terjangkau sehingga laju grafik peningkatan kendaraaan bermotor dapat berkurang dan dampaknya dapat diminimalkan. Perancangan transport hub menggunakan paradigma empirisisme melalui tahap studi literatur dan observasi objek penyusun transport hub. Tahapan tersebut menghasilkan desain transport hub yang memiliki sirkulasi penumpang dan sirkulasi kendaraan yang terintegrasi, efektif, mudah dijangkau, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna dari berbagai kalangan masyarakat. Fasilitas ini menjadi fasilitas penunjang tiga moda transportasi publik yang mendukung mobilisasi penumpang dari satu tempat ke tempat lainnya di kota Surabaya.
PERANCANGAN SEKOLAH TINGKAT SMA DENGAN PENDEKATAN HEALING ENVIRONMENT DI KOTA MALANG Abdillah, Athaya Muhammad
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 3 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Isu kesehatan mental remaja di Indonesia, khususnya Kota Malang, menunjukkan peningkatan signifikan kasus stres, depresi, dan percobaan bunuh diri. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan solusi preventif jangka panjang berupa desain sekolah yang mendukung kesejahteraan psikologis siswa melalui pendekatan healing environment. Penelitian ini bertujuan merancang sekolah SMA yang memberikan efek psikologis positif melalui setiap elemen desain, menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, tenang, dan damai. Pendekatan healing environment difokuskan pada eliminasi pemicu stres, menghubungkan ruang dengan alam, memberikan kontrol atas ruang pribadi, dan mengoptimalkan pencahayaan alami serta buatan. Metode rasionalisme diterapkan melalui studi preseden dari NUS Singapore, Binus Edupark Semarang, dan Huabao International Holding Library untuk menghasilkan kriteria desain yang mencakup pola sirkulasi, tata ruang, dan aspek utama healing environment. Hasil perancangan berhasil mengintegrasikan elemen alam dari tapak hingga ruang interior, menciptakan ruang terbuka hijau dengan fungsi fleksibel, pemilihan vegetasi dan material alami yang tepat, optimalisasi pencahayaan dan penghawaan alami, serta penerapan teori proxemics untuk mengatur ruang personal siswa. Pola sirkulasi dan tata ruang dirancang untuk memaksimalkan penerapan aspek healing environment. Kesimpulannya, perancangan berhasil mengintegrasikan aspek healing environment yang mendukung kesejahteraan mental siswa dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Pengembangan lanjutan diperlukan untuk optimalisasi ruang luar dan riset preferensi pengguna. Kata kunci : Healing environment, studi preseden, kesejahteraan psikologis.   ABSTRACT  Mental health issues among Indonesian adolescents, particularly in Malang City, show a significant increase in cases of stress, depression, and suicide attempts. To address this problem, long-term preventive solutions are needed through school design that supports students' psychological well-being using a healing environment approach.  This research aims to design a high school that provides positive psychological effects through every design element, creating a comfortable, calm, and peaceful learning environment. The healing environment approach focuses on eliminating stress triggers, connecting spaces with nature, providing control over personal space, and optimizing natural and artificial lighting.  Rationalism methodology is applied through precedent studies from NUS Singapore, Binus Edupark Semarang, and Huabao International Holding Library to generate design criteria covering circulation patterns, spatial arrangements, and key aspects of healing environment.  The design results successfully integrate natural elements from site to interior spaces, creating flexible green open spaces, appropriate vegetation and natural material selection, optimization of natural lighting and ventilation, and implementation of proxemics theory to regulate students' personal space. Circulation patterns and spatial arrangements are designed to maximize the application of healing environment aspects.  In conclusion, the design successfully integrates healing environment aspects that support students' mental well-being in creating a conducive learning environment. Further development is needed for optimizing outdoor space utilization and conducting in-depth research on user preferences.  Keywords: Healing environment, precedent study, psychological well-being.
Konsep Arsitektur Ramah Anak Pada Desain Daycare & Preschool Di Kota Malang Hasanuddin, Muhammad Ichsan Maulana
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 3 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan era globalisasi mendorong masyarakat untuk hidup serba cepat, memunculkan tren wanita bekerja dan meningkatnya emansipasi yang menyebabkan kedua orang tua memiliki aktivitas di luar rumah. Hal ini berdampak pada anak usia dini, seperti berkurangnya interaksi dengan orang tua dan meningkatnya kasus speech delay. Kota Malang sebagai kota ramah anak menyediakan berbagai fasilitas anak, seperti taman bermain dan preschool, namun belum semuanya menerapkan prinsip arsitektur ramah anak secara optimal. Penelitian ini bertujuan merancang daycare & preschool yang sesuai dengan kebutuhan serta persepsi anak usia dini dengan pendekatan arsitektur ramah anak. Metode yang digunakan adalah metode empiris melalui observasi langsung terhadap perilaku dan karakteristik anak. Hasil perancangan menerapkan enam aspek ramah anak: kemudahan, keselamatan, kesehatan, kreativitas, kenyamanan, dan keamanan. Perancangan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan fisik yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga mendukung tumbuh kembang anak secara motorik, kognitif, sensorik, sosial, dan psikologis dari sudut pandang anak sebagai pelaku utama. Kata kunci : arsitektur ramah anak, PAUD, daycare, perilaku, preschool, anak usia dini Abstract The development of globalization pushes society to live at a fast pace, resulting in a growing trend of working women and increasing emancipation, which causes both parents to have activities outside the home. This condition impacts early childhood, such as reduced parent-child interaction and the increasing cases of speech delay. Malang City, known as a child-friendly city, provides various children’s facilities such as playgrounds and preschools; however, not all have optimally applied child-friendly architectural principles. This study aims to design a daycare and preschool that aligns with the needs and perspectives of early childhood using a child-friendly architectural approach. The method used is empirical, through direct observation of children’s behavior and characteristics. The design results apply six child-friendly aspects: accessibility, safety, health, creativity, comfort, and security. This design is expected to create a physical environment that is not only safe and comfortable but also supports the holistic development of children in terms of motor, cognitive, sensory, social, and psychological aspects, from the perspective of the children themselves as the main users. Keywords: child-friendly architecture, early childhood education, daycare, behavior, preschool, early childhood
Perancangan Eco-Forest Shopping Center Di Kota Kuningan Rahmanto, Akmal; Iyati, Wasiska
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 3 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Kuningan, daerah yang saat ini berfokus pada pembangunan di sektor agraris, pariwisata, dan industri. Pariwisata adalah salah satu sektor yang sangat strategis di Kabupaten Kuningan. Salah satu upaya pengembangan potensi tersebut adalah melalui sebuah kawasan wisata terpadu di kawasan perkotaan Kabupaten Kuningan. Melalui pembangunan sebuah pusat perbelanjaan di dalam kawasan wisata tersebut, diharapkan menjadi titik aktivitas ekonomi yang dapat mengembangkan potensi pariwisata di Kabupaten Kuningan. Namun prinsip pembangunan daerah yang berkomitmen melestarikan lingkungan, serta vegetasi yang masih alami pada perancangan kawasan, konsep eco-forest dengan penekanan arsitektur biofilik dipilih sebagai konsep pembangunan pusat perbelanjaan tersebut. Melalui metode desain rasionalisme, yaitu dengan melakukan studi preseden dengan tema serupa yang bertujuan menemukan alur proses desain yang tepat untuk perancangan pusat perbelanjaan ini. Dengan penerapan arsitektur biofilik, menghasilkan sebuah pusat perbelanjaan dengan massa majemuk yang terkoneksi secara visual dengan alam, yaitu melalui ruang hijau berupa courtyard di tengah kawasan perancangan. Penerapan selanjutnya melalui bukaan bangunan yang besar sebagai akses pencahayaan alami, dan juga fasad bangunan, yang menggunakan beragam pola serta bentuk yang menyerupai alam. Diharapkan melalui berbagai penerapan strategi desain tersebut, tak hanya menghasilkan pusat perbelanjaan berfungsi ekonomi, juga tetap berkomitmen selaras dengan alam
Kesenian Bantengan sebagai Pendekatan Perancangan Performing Arts Center dan Creative Hub di Kota Batu Qona'atis Sa'adah, Nailia
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 3 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap tahun, pemerintah kota Batu selalu menyebarkan jadwal acara dan penampilan kesenian melalui sosial media sebagai salah satu cara untuk memasarkan kesenian daerah. Terdapat 3 fasilitas kesenian di kota Batu, yaitu Galeri Raos, Gedung Kesenian Kota Batu, dan Sendratari Arjunawiwaha. Namun, Gedung Kesenian Kota Batu saat ini membutuhkan revitalisasi karena kondisi bangunan yang kurang terawat dan kurang menarik. Oleh karena itu, muncul gagasan untuk merancang sebuah bangunan Performing Arts Center dan Creative Hub dengan menggunakan salah satu kesenian yang dilestarikan di Kota Batu, yaitu kesenian Bantengan. Permasalahan dalam perancangan ini adalah memunculkan eksistensi bangunan dengan menganalisis kesenian Bantengan dan mengimplementasikannya pada rancangan, serta dilakukan studi preseden bangunan yang terinspirasi dari kesenian. Selain itu, pendekatan metafora tangible juga digunakan untuk mendukung rancangan bangunan tersebut dengan tapak berupa lahan berkontur seluas 19.000 m2. Hasil rancangan menampilkan massa bangunan yang dapat menarik perhatian pengunjung, sistem struktur yang sesuai dengan kondisi lahan, pemanfaatan material lokal, dan potensi pemandangan pada. Kesimpulan dari perancangan ini adalah eksistensi bangunan dapat dimunculkan dengan desain yang berbeda dari lingkungan sekitarnya, namun tetap dapat memenuhi fungsinya sebagai bangunan kesenian. Kata kunci: Performing Arts Center, Creative Hub, Bantengan
Implementasi Konsep Feminisme pada Wellness Tourism di Kawasan Florawisata San Terra de Laponte Scully, Anne Merrie; Ridjal, Abraham Mohammad
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 3 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengangkat fenomena peningkatan tren wellness tourism pascapandemi serta urgensi menciptakan ruang wisata yang inklusif dan berorientasi pada arsitektur feminis. Florawisata San Terra de Laponte yang terletak di Kabupaten Malang dipilih sebagai lokasi penelitian karena menghadirkan lanskap bunga tematik yang diyakini mampu menunjang kesehatan fisik, mental, serta emosional pengunjung terutama perempuan yang menjadi segmen dominan dalam wellness tourism. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif-kualitatif melalui metode survei kuesioner serta data yang didapatkan dari observasi lapangan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Florawisata san Terra de Laponte telah memenuhi sebagian besar indikator wellness tourism dengan dukungan variabel penentu, namun penerapan prinsip feminisme terutama terkait personal space perlu ditingkatkan.     Kata kunci: wellness tourism, arsitektur feminis, personal space, Florawisata     ABSTRACT This study highlights the rise of wellness tourism in the post-pandemic era and the urgency of creating inclusive tourism spaces oriented towards feminist architecture. Florawisata San Terra de Laponte in Malang Regency was chosen as the research site because its thematic flower landscape is believed to support visitors’ physical, mental, and emotional well-being; particularly towards women that represents the dominant segment in wellness tourism. The research uses a mixed method approach by combining quantitative and qualitative methods  from quiz surveys and field observations. The findings reveal that Florawisata San Terra de Laponte has fulfilled most wellness tourism indicators with the support of key variables. However, the application of feminist principles regarding personal space still needs some improvements.   Keywords: wellness tourism, feminist architecture, personal space, floral tourism