cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Fasilitas Rehabilitasi Sosial Anak Jalanan dengan Pendekatan Arsitektur Biofilik di Kota Malang Hanifah, Iffa Ainul; Martiningrum, Indyah
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak jalanan merupakan bagian dari Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang rentan mengalami disfungsi sosial akibat minimnya akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan perlindungan. Di Kota Malang, persoalan ini belum tertangani secara optimal karena keterbatasan fasilitas rehabilitasi sosial yang responsif terhadap kebutuhan mereka. Penelitian ini bertujuan merancang fasilitas rehabilitasi sosial anak jalanan dengan pendekatan arsitektur biofilik guna menciptakan lingkungan yang mendukung pemulihan psikologis, emosional, dan fisik secara holistik melalui integrasi elemen alam ke dalam bangunan. Metode perancangan menggunakan pendekatan pragmatis berbasis predictive modelling, dengan fokus pada eksplorasi model sebagai solusi terhadap kebutuhan pengguna, kondisi tapak, dan fungsi ruang, yang kemudian dirumuskan menjadi kriteria desain. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan tiga kategori utama pola biofilik, yaitu Nature in the Space, Natural Analogues, dan Nature of the Space, dapat menciptakan suasana menenangkan dan mempercepat proses pemulihan. Kesimpulan dari perancangan ini menegaskan bahwa kategori Nature in the Space merupakan pola paling dominan diterapkan pada hampir seluruh zona, karena memberikan efek langsung terhadap kenyamanan dan keterhubungan dengan alam. Perancangan ini diharapkan menjadi alternatif fasilitas rehabilitasi sosial yang tidak hanya fungsional, tetapi juga mendukung pemulihan menyeluruh bagi anak jalanan. Kata kunci: anak jalanan, fasilitas rehabilitasi sosial, arsitektur biofilik, Kota Malang.
Sistem Struktur dan Konstruksi Omah Gejug di Kampung Baran Buring Kota Malang Akbar Al Ghifari; Ema Yunita Titisari
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan sistem struktur dan konstruksi rumah tradisional Omah Gejug sebagai representasi arsitektur vernakular Madura Pendalungan di Kampung Baran, Kelurahan Buring, Kota Malang. Rumah ini memiliki keunikan dari segi bentuk, material lokal, serta sistem sambungan non-paku yang bersifat fleksibel dan adaptif terhadap iklim tropis. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif naturalistik melalui observasi, wawancara mendalam,dan pengukuran arsitektural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur Omah Gejug terdiri atas tiga bagian utama: kaki (pondasi umpak), badan (tiang gejug, blandar, dan dinding gedheg), dan kepala (rangka atap limasan). Rumah ini juga terintegrasi dengan struktur sosial keluarga besar (tanean lanjheng). Dokumentasi ini penting sebagai dasar pelestarian arsitektur lokal dan pengembangan kawasan berbasis budaya di wilayah peri-urban. Kata kunci: Peri-urban, Dokumentasi, Struktur dan Konstruksi, Omah Gejug
Representasi Historis dan Kultural melalui Latar Tempat pada Serial Gadis Kretek (2023) Jasmine, Akemi; Suryasari, Noviani
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji potensi film sebagai medium vital untuk mengatasi keterbatasan pemahaman publik terhadap evolusi budaya Indonesia. Berfokus pada serial drama "Gadis Kretek" (2023), studi ini menganalisis kesesuaian representasi historis dan kultural melalui latar tempat. Serial ini berlatar 1964-1976, merefleksikan gejolak politik G30S serta dinamika sosial-ekonomi industri kretek Jawa Tengah, termasuk representasi patriarki dan perlawanan gender oleh karakter Dasiyah. Metodologi melibatkan identifikasi dan observasi objek bangunan serta analisis mise en scène untuk mengevaluasi bagaimana arsitektur, pengaturan latar, dan narasi film merepresentasikan kondisi sosial budaya pasca-kemerdekaan. Analisis penataan busana turut memperkuat interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa "Gadis Kretek" berhasil menghidupkan kembali periode waktu dan budaya Jawa Tengah melalui perubahan detail ruang, membuktikan latar tempat film sebagai medium kuat transmisi pengetahuan sejarah dan pelestarian warisan budaya.   Kata kunci: Latar Tempat, Representasi Kultural, Representasi Historis, Pengaturan Latar.
Youth Center dengan Konsep Bioklimatik di Kota Surabaya Aisyah, Rachelia Putri
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Surabaya sebagai kota metropolitan dengan populasi pemuda yang tinggi memerlukan ruang komunal yang adaptif, multifungsi, dan berkelanjutan. Namun, sebagian besar fasilitas publik yang tersedia masih bersifat monofungsi dan belum memenuhi kriteria kenyamanan, fleksibilitas, serta efisiensi energi, terutama dalam konteks pascapandemi. Penelitian ini menggunakan pendekatan strukturalisme dalam studi tipologi untuk menganalisis kebutuhan dan karakter ruang, serta mengidentifikasi prinsip arsitektur bioklimatik yang relevan. Hasil studi menunjukkan bahwa desain Youth Center perlu mengintegrasikan berbagai fungsi, yaitu edukatif, rekreatif, kesenian, dan olahraga dalam satu kawasan yang responsif terhadap iklim tropis. Prinsip bioklimatik diterapkan melalui strategi seperti ventilasi silang, pencahayaan alami, penggunaan material massa termal, serta integrasi vegetasi dan badan air dalam tapak. Perancangan ini diharapkan mampu menciptakan ruang yang nyaman, hemat energi, serta mendukung aktivitas sosial dan kreativitas generasi muda di Surabaya. Kata kunci: arsitektur bioklimatik, youth center, ruang publik, generasi muda   ABSTRACT As a metropolitan city with a high youth population, Surabaya requires communal spaces that are adaptive, multifunctional, and sustainable. However, most existing public facilities remain single-use and lack comfort, flexibility, and energy efficiency, especially in the post-pandemic context. This study applies a structuralist typology approach to analyze spatial needs and identify applicable bioclimatic architectural principles. The findings highlight the need for a Youth Center that integrates educational, recreational, artistic, and sports functions within a climate-responsive environment. Bioclimatic strategies are applied through cross ventilation, natural lighting, thermal mass materials, and the incorporation of vegetation and water bodies in site design. This design aims to create a comfortable, energy-efficient environment that supports youth social interaction and creative activities in Surabaya. Keywords: bioclimatic architecture, youth center, public space, youth
Perancangan Sekolah Musik bagi Tunanetra dengan Pendekatan Acoustic Wayfinding di Kota Jakarta Selatan Wahyudi, Nabilla
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan tunanetra memperoleh informasi visual untuk beraktivitas menghadapkan mereka pada berbagai hambatan dalam lingkungan sosial. Kondisi ini pun mendorong eksklusi sosial, menempatkan tunanetra sebagai partisipan pasif yang menghambat pengembangan kompetensi mereka. Dalam upaya menekan fenomena eksklusi sosial terhadap tunanetra, dibutuhkan sebuah pendekatan komprehensif yang dapat mengembangkan potensi tunanetra, khususnya di bidang seni musik. Empirisme digunakan sebagai metode perancangan agar konsep desain yang dikembangkan relevan dengan kebutuhan. Desain ini fokus dalam pembentukan spasial yang mendukung kegiatan belajar dan mengajar tunanetra di sekolah musik dengan standar pengendalian akustik yang baik. Auditori sebagai reseptor jarak jauh selanjutnya dikembangkan dalam pendekatan acoustic wayfinding agar tunanetra dapat lebih percaya diri dalam bernavigasi secara mandiri menggunakan elemen suara sebagai penanda orientasi dan arah. Elemen akustik dalam sistem wayfinding bagi tunanetra berfungsi sebagai locational cues, directional cues, zone contrast, dan feedback cues. Sekolah musik ini ditujukan sebagai pendidikan non formal bagi tunanetra usia 0-19 tahun dan pelatihan pengajar bagi usia 19-25 tahun. Program ruang terbagi dalam zona pendidikan musik privat, pendidikan musik ansambel, dan zona pertunjukan. Perancangan sekolah musik bagi tunanetra diharapkan mampu memberdayakan mereka, tidak hanya sebagai partisipan pasif, namun sebagai kreator aktif, merespon minat, kebutuhan, dan tujuan bersama serta dapat menginspirasi individu baik di dalam maupun luar komunitas tunanetra.Kata Kunci: Tunanetra, Sekolah Musik, Acoustic Wayfinding
Perancangan Pusat Kebudayaan di Kepanjen dengan Pendekatan Flexible Acoustic Putri, Nahda Nabilla
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Malang memiliki potensi seni dan budaya yang tinggi dengan setidaknya 92 jenis kesenian tradisional, seperti ludruk, tari beskalan, dan wayang. Namun, keterbatasan fasilitas serta kurang optimalnya pembinaan seniman menjadi kendala utama dalam pengembangan sektor budaya, khususnya di Kepanjen yang merupakan ibu kota Kabupaten Malang. Guna menjawab tantangan tersebut, direncanakan pembangunan pusat kebudayaan yang dapat menjadi ruang ekspresi, edukasi, dan interaksi seni. Dalam perancangannya, isu akustik menjadi perhatian penting mengingat bangunan akan digunakan untuk berbagai jenis pertunjukan seperti tari, musik, dan teater. Oleh karena itu, pendekatan fleksibel akustik diterapkan untuk menciptakan ruang yang mampu menyesuaikan karakter suara secara dinamis. Pendekatan ini diharapkan menghasilkan lingkungan akustik yang optimal, mendukung fungsi bangunan secara menyeluruh, serta memperkuat peran Kepanjen sebagai ikon pengembangan seni dan budaya di Kabupaten Malang.   Kata kunci: pusat kebudayaan, akustik fleksibel, Kepanjen, seni tradisional.
Pengaruh Tata Letak Ruang dan Sirkulasi terhadap Efektivitas Evakuasi Kebakaran pada Pasar Terpadu Dinoyo Kota Malang Izzati Yuna Ramadhani
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tata letak ruang dan sirkulasi mempengaruhi efektivitas evakuasi kebakaran pada bangunan publik. Penelitian ini mengkaji pengaruh konfigurasi ruang dan jalur sirkulasi terhadap evakuasi di Pasar Terpadu Dinoyo Kota Malang. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan mixed methods, mencakup analisis kondisi eksisting dan simulasi menggunakan perangkat lunak Pathfinder dan PyroSim. Lima skenario diuji berdasarkan perubahan zonasi, pelebaran koridor, dan pemblokiran akses tangga. Hasil menunjukkan bahwa evakuasi lebih efektif pada skenario dengan jalur lebar, terarah, dan bebas hambatan. Perubahan tata letak signifikan mempercepat waktu evakuasi dan meningkatkan jumlah penghuni yang selamat. Temuan ini menegaskan pentingnya perencanaan ruang dan sirkulasi sebagai bagian dari mitigasi risiko kebakaran.
Perancangan Pusat Studi Kebencanaan Berbasis Edutourism Yantes, Farrah Emelia Yantes
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan frekuensi kejadian bencana alam di dunia, termasuk di Indonesia menjadikan kebutuhan akan ruang edukasi kebencanaan yang edukatif dan rekreatif. Astaraloka dirancang untuk dapat memenuhi tiga fungsi utama untuk mendukung tujuannya, taitu fungsi edukasi, penelitian, dan kolaborasi. Hal ini dikarenakan penanganan bencana harusnya tidak terbatas menjadi tugas pemerintah saja, tetapi juga tugas semua pihak, termasuk masyarakat dan profesional. Ketiga fungsi ini dipertemukan dalam suatu wadah Pusat Studi Kebencanaan yang dirancang dengan pendekatan edutourism agar bisa menyesuaikan belajar dan kebutuhan masyarakat modern. Astaraloka hadir dengan konsep naratif “ruang bercerita” sebagai representasi dari kriteria edutourism. Dengan konsep ini, Astaraloka dirancang untuk mampu menyampaikan edukasi  kebencanaan melalui narasi cerita sekaligus memenuhi kebutuhan akan isu tangguh bencana dan keberlanjutan tanpa meninggalkan nilai-nilai kelokalan.   Kata kunci: Pusat Studi, Ruang Bercerita, Kebencanaan
Evacuation Center Dengan Konsep Arsitektur Tanggap Bencana di Kecamatan Candipuro Sampe, Bernadine Angie K
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia rawan terhadap bencana hidrometeorologi karena letak geografisnya yang berada di pertemuan dua samudera dan dua benua. Kecamatan Candipuro di Kabupaten Lumajang termasuk wilayah rawan bencana hidrometeorologi banjir, banjir bandang, dan cuaca ekstrim. Akan tetapi, ketersediaan tempat evakuasi yang layak di Kecamatan Candipuro masih terbatas dibandingkan jumlah pengungsinya yang tinggi. Oleh karena itu, dibutuhkan rancangan tempat khusus evakuasi masyarakat. Perancangan objek desain menggunakan pendekatan arsitektur tanggap bencana dan metode rasionalisme untuk memecahkan permasalahan desain yang ada. Perancangan menghasilkan sebuah evacuation center yang menerapkan prinsip-prinsip arsitektur tanggap bencana pada desain tapak, bangunan, ruang, dan area utilitasnya. Evacuation center diharapkan mampu mengatasi kurangnya tempat khusus evakuasi masyarakat, memenuhi kebutuhan pengungsi selama masa tanggap darurat, dan memberikan perlindungan dari bencana hidrometeorologi banjir, banjir bandang, dan cuaca ekstrim (angin puting beliung).   Kata kunci: bencana hidrometeorologi, tempat evakuasi, tanggap bencana,  Kecamatan Candipuro
Perencanaan Co-Living dengan Pendekatan Permeability Architecture di Kota Malang Salma Taurita Meilanny Putri
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang mengalami peningkatan signifikan jumlah mahasiswa setiap tahun, yang berdampak pada tingginya kebutuhan hunian sementara. Namun, hunian konvensional seperti kos-kosan mulai kehilangan peminat karena tidak lagi sesuai dengan preferensi Generasi Z yang mengutamakan kenyamanan, privasi, dan interaksi sosial. Penelitian ini merancang hunian Co-Living dengan pendekatan Permeability Architecture sebagai solusi terhadap perubahan gaya hidup tersebut. Metode yang digunakan adalah strukturalisme dengan strategi pattern analysis, yang melibatkan analisis spasial dan climate modifier dari lima studi preseden. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan prinsip permeability seperti konektivitas ruang, integrasi lingkungan, fleksibilitas, dan kualitas visual berhasil menciptakan hunian yang adaptif, efisien, dan mendukung interaksi sosial. Desain akhir berupa bangunan dengan fungsi co-living yang memiliki fasilitas penunjang berupa ruang komunal untuk menciptakan ruang sosial yang mendukung interaksi serta produktivitas.   Kata kunci: Co-Living, Permeability Architecture, Generasi Z