cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Penggunaan Material Serat Alam pada Interior Ruang Pamer Galeri Seni Kerajinan di Salamrejo-Yogyakarta Ayu Pandansari; Rinawati P Handajani; Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri kreatif kerajinan serat alam di Desa Salamrejo-Yogyakarta mengalami penurunan omset penjualan. Untuk mempromosikan produk kerajinan agar kembali diminati maka diperlukan tempat untuk memamerkan hasil kerajinan yaitu galeri. Saat ini Desa Salamrejo belum memiliki wadah yang representatif untuk memamerkan hasil kerajinan. Perancangan ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan interior galeri di sentra kerajinan Desa Salamrejo-Yogyakarta yang menggunakan material serat alam, sehingga potensi serat alam sebagai elemen interior dapat digali. Metode yang digunakan dalam perancangan adalah metode pragmatik, yaitu dengan mengeksplorasi setiap kemungkinan pengembangan dari konsep perancangan untuk memenuhi tujuan yang ingin dicapai. Dari hasil perancangan dapat disimpulkan bahwa sebagai elemen interior, serat alam dapat diaplikasikan pada lantai, dinding, dan plafon. Penggunaan serat alam pada lantai lebih terbatas dibandingkan dengan penggunaan di dinding dan plafon, karena serat alam memiliki keterbatasan dari segi kekuatan.Kata kunci: kerajinan, penggunaan material, serat alam, elemen interior
Transformasi Tata Ruang dan Elemen Linear Vertikal Masjid Jawa pada Perancangan Museum Islam Nusantara Bayu Arga Dewantara; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Museum Islam Nusantara dilatar belakangi oleh tidak adanya sarana untuk melestarikan dan mempelajari sejarah dan budaya Islam Nusantara di Indonesia. Diperlukan sebuah sarana edukasi-pariwisata yang dapat memberitahu masyarakat tentang bagaimana Islam masuk dan berkembang hingga sekarang menjadi agama terbesar di Indonesia. Dalam perancangan sebuah bangunan simbolik tentu diperlukan suatu ciri khas yang dapat menginterpretasikan tentang tema arsitektural tersebut dimana Masjid Jawa merupakan salah satu peninggalan masa kejayaan Islam di Nusantara pada segi arsitektur. Tata spasial Masjid Jawa memiliki susunan yang khas hal tersebut ditunjang pula dengan keberadaan sokoguru sebagai salah satu karakteristik utama Masjid Jawa. Dengan demikian perlu adanya sebuah proses transformasi dari tata ruang dan elemen linear vertikal untuk diterapkan pada Museum Islam Nusantara. Metode transformasi yang digunakan adalah transformasi borrowing yang dapat meminjam dari bentuk atau aspek spasial objek tertentu untuk diterapkan pada objek baru. Hasil yang diperoleh dari perancangan ini adalah tata spasial yang dipengaruhi oleh dua sumbu (kiblat dan makam KH Abdurrahman Wahid) menyebabkan tata spasial yang menyudut dan berbelok pada titik perpotongan sumbu tersebut. Elemen linear vertikal yang ditransformasikan pada Hall Kerajaan Islam Nusantara menghasilkan tatanan bentuk segi delapan akibat dari perpotongan kedua sumbu tersebut.Kata Kunci: masjid Jawa, museum, transformasi, tata ruang, elemen linear vertikal
Malang Convention Center dengan Menggunakan Atap Space Frame Ghozali Ghozali; Beta Suryokusumo; Bambang Yatnawijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rencana pemerintah Kota Malang untuk membangun gedung Convention Center diikuti dengan banyaknya event kegiatan yang membutuhkan bangunan Convention center di Kota Malang, sehingga dapat mewadahi kegiatan-kegiatan yang akan diselenggarakan di Kota Malang. Gedung Convention center membutuhkan ruang yang luas dan bebas kolom, sehingga memerlukan struktur atap yang bisa mewadahi yaitu menggunakan struktur atap space frame. Tujuan kajian perancangan ini adalah menghasilkan rancangan gedung Convention Center dengan menerapkan struktur atap space fame untuk mewadahi fungsi ruang yang membutuhkan ruang yang luas dan bebas kolom. Metode yang digunakan dalam perancangan bangunan ini adalah deskriptif analitik, yaitu metode penulisan dengan memberikan gambaran berbagai hal, termasuk isu-isu dan permasalahan dalam perancangan struktur atap pada Convention Center. Dari hasil perancangan dapat disimpulkan bahwa convention center membutuhkan ruang luas yang bebas kolom, sehingga menggunakan struktur space frame sebagai atap bangunan. Selain itu juga sebagai wujud perencanaan Kota Malang untuk membangun Gedung Convention Center.Kata kunci: convention center, struktur atap, space frame
Museum Seni dan Budaya Kota Batu (Dengan Pendekatan Transformasi Konsep Arsitektural Candi Songgoriti) Dyah Ayu Novianti; Noviani Suryasari; Chairil Budiarto Amiuza
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Candi Songgoriti merupakan salah satu bangunan peninggalan sejarah berupa hasil kesenian dan kebudayaan lokal tertua yang ada di Kota Batu. Untuk mendukung perkembangan Kota Batu sebagai Kota Pariwisata diperlukan fasilitas yang dapat mengemas hasil karya kesenian dan kebudayaan lokal yang ada. Dengan pemilihan Candi Songgoriti sebagai dasar konsep perancangan Museum Seni dan Budaya Kota Batu diharapkan dapat memperkuat kesan objek wisata dengan tema bangunan peninggalan sejarah yang harus dilestarikan dengan konten kesenian dan kebudayaan lokal yang ada di Kota Batu. Perancangan ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan bangunan museum seni dan budaya dengan menggunakan pendekatan transformasi dari konsep arsitekural Candi Songgoriti. Metode yang digunakan adalah dengan pemilihan variabel konsep arsitektural dari Candi Songgoriti yang diterapkan pada aspek bangunan museum berupa konsep ruang, bentuk, tampilan, dan hirarki. Dari hasil perancangan dapat disimpulkan bahwa transformasi yang dilakukan pada konsep arsitektural dan sejarah candi menjadi rancangan aspek bangunan museum dapat memperkuat kesan bangunan museum dengan tampilan dan penataan organisasi ruang Museum Seni dan Budaya.Kata kunci: Candi Songgoriti, transformasi, konsep arsitektural, aspek bangunan
Transformasi Ornamen Rumah Betawi dalam Unsur-Unsur Ruang Nurisma Kurniati; Chairil Budiarto Amiuza; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arus globalisasi telah memberikan dampak yang signifikan terhadap punahnya arsitektur lokal Rumah Betawi sebagai identitas Kota Jakarta. Seiring dengan hal tersebut adanya isu arsitektur post-modern mengedepankan pentingnya identitas dalam sebuah karya arsitektural. Identitas Rumah Betawi lebih ditunjukkan oleh ornamen pada bangunan. Penerapan kembali identitas arsitektur lokal dapat dicapai denganmengembalikan ornamen dariarsitektur lokal ke dalam bangunan baru. Dalam proses desain digunakan metode transformasi pada ornamen Rumah Betawi. Transformasi yang digunakan menghasilkan alternatif pola ornamen baru yang memiliki pola majemuk dalam unsur ruang garis dan bidang. Hasil transformasi tersebut dikelompokkan berdasarkan kemiripan karakter ornamen Rumah Betawi asli yang dapat dijadikan acuan pola ornamen baru dan dapat diterapkan pada bangunan baru yang beridentitas Betawi.Kata kunci:transformasi, ornamen, ornamen Betawi
Penataan Pola Tata Ruang dalam Pasar Legi Tradisional Kota Blitar Adhiatma Pradhipta; Haru Razziati; Rinawati P Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Legi Kota Blitar merupakan salah satu fasilitas publik yang ada di Kota Blitar di bidang perdagangan, setelah Pasar Pahing, Pasar Kliwon, Pasar Pon, dan Pasar Templek. Kurang maksimalnya fungsi yang terdapat pada Pasar Legi, mengakibatkan adanya permasalahan di dalam zonasi dan sirkulasi pasar. Keadaan zonasi di dalam Pasar Legi menunjukkan adanya peletakan zonasi area jual yang tidak sejenis. Untuk aspek sirkulasi, jalur sirkulasi yang ada dimanfaatkan sebagai area berjualan oleh pedagang sehingga alur gerak pengunjung menjadi terganggu. Zonasi pada Pasar Legi perlu ditata dan dibenahi kembali menyesuaikan kebutuhan yang ada pada pasar saat ini guna memberikan penataan zoning secara merata pada seluruh bagian pasar. Berdasarkan karakteristik bentuk Pasar Legi yang memanjang, sirkulasi yang terjadi cenderung juga memanjang, hal ini antara lain yang menyebabkan terjadinya jalur-jalur yang panjang, sehingga cenderung menyulitkan pengunjung untuk menjangkau kios/los yang ada. Untuk memudahkan menjangkau dari sirkulasi primer ke sirkulasi sekunder, arah sirkulasi dirubah dari arah yang memanjang (horizontal terhadap denah) menjadi arah vertikal terhadap denah.Kata kunci: pasar, zoning, sirkulasi
Perancangan Rumah Sakit Rehabilitasi Medik dengan Fasilitas Geriatri Mohammad Zulfahmi; Tito Haripradianto; Bambang Yatnawijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini banyak terjadi pembangunan di Indonesia baik itu di kota maupun di desa. Di dalam menanggapi pembangunan yang terjadi pada suatu daerah, kesehatan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pembangunan dan merupakan salah satu indikator dalam menentukan keberhasilan suatu daerah dalam melakukan pembangunan. Kabupaten Malang merupakan sebuah daerah yang juga sedang melaksanakan pembangunan. Permasalahan kesehatan-pun terjadi di dalamnya. Perancangan pembangunan Rumah Sakit Rehabilitasi Medik dengan Fasilitas Geriatri ini diharapkan dapat membantu memecahkan permasalahan kesehatan yang ada di Kabupaten Malang. Pemilihan jenis dan tipe rumah sakit didasari oleh kebutuhan dan isu yang berkembang. Dari data yang ada, kebutuhan dan isu yang berkembang pada Kabupaten Malang mengerucut kepada rumah sakit rehabilitasi medik dan juga kebutuhan fasilitas geriatri. Pemilihan lokasi perancangan itu sendiri mengikuti peraturan yang ada. Dengan begitu diharapkan perancangan ini dapat mengatasi permasalahan kesehatan yang ada di Kabupaten Malang. Perancangan ini juga tidak terlepas dari standar kesehatan dan keamanan. Hal ini bertujuan untuk menjamin kelayakan bangunan tersebut dalam pengoperasiannya. Bangunan rumah sakit merupakan salah satu bangunan yang mengedepankan fungsi. Oleh karena itu utilitas rumah sakit (infrastruktur) yang baik akan memaksimalkan pelayanan yang diberikan, karena pelayanan kesehatan yang baik dapat mempengaruhi proses penyembuhan.Kata kunci: rumah sakit rehabilitasi medik, fasilitas geriatri, bangunan utilitas
Perancangan Pasar Induk Gadang Muhammad Ridwan Anas; Beta Suryokusumo; Tito Haripradianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Induk Gadang merupakan salah satu pasar yang memiliki peran penting bagi perkembangan perekonomian Kota Malang dan sekitarnya. Kondisi Kota Malang yang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur menjadi daya tarik bagi penduduk luar kota untuk datang mencari penghasilan di Kota Malang, terutama di sektor non formal. Bertambahnya jumlah pedagang Pasar Induk Gadang dari tahun ke tahun tidak berbanding lurus dengan peningkatan kondisi pasar, baik secara kualitas maupun kuantitas. Mengacu pada Perda Kota Malang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Malang Tahun 2010-2030 Pasal 50 ayat 1 yang berbunyi “kegiatan perdagangan skala besar untuk jenis sayuran, ikan dan sejenisnya (pasar basah) tetap menggunakan Pasar Induk Gadang dan dikembangkan ke arah areal eks Terminal Gadang”, maka Pasar Induk Gadang harus dirancang ulang. Perancangan Pasar Induk Gadang yang baru, didalamnya juga harus terdapat proses pengembangan sehingga dapat menampung jumlah pedagang lama maupun pedagang yang baru. Nilai-nilai arsitektur harus terdapat pada perancangan pasar, untuk meminimalisasi kesan-kesan negatif yang selama ini terdapat pada pasar. Perancangan Pasar Induk Gadang juga tidak akan lepas dari standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah terkait, serta standar-standar perancangan yang berkaitan dengan arsitektur sehingga diperoleh sebuah bangunan dengan fungsi pasar yang dapat menjamin keamanan dan kenyamanan pelaku aktivitas pasar.Kata kunci: perancangan, pasar, Pasar Induk Gadang
Pemanfaatan Limbah Botol Plastik pada Desain Jember Eco-Fashion Gallery Ferry Chusni Arfiyanto; Rinawati P Handajani; Tito Haripradianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jember Fashion Carnaval adalah salah satu City Branding Kota Jember yang saat ini berpotensi menduduki posisi terdepan sebagai pariwisata karnaval berkelas dunia yang mampu menjadi catalyst bagi potensi wisata lain yang terus dikembangkan sebagai sebuah pagelaran seni fashion busana fantasi yang bertemakan lingkungan, atau disebut dengan Eco-Fashion. Setelah satu dekade Jember Fashion Carnaval berjalan antusiasme tidak hanya ditunjukkan oleh para pecinta fashion, masyarakat Jember juga tidak kalah antusias dalam mengapresiasi parade busana unik dengan catwalk sepanjang 3,6 kilometer (km) ini, perancangan sebuah galeri sebagai sarana display karya peserta Jember Fashion Carnaval menjadi kebutuhan masyarakat saat ini dan yang akan datang mengingat volume galeri yang saat ini tersedia belum bisa mewadahi busana karya peserta Jember Fashion Carnaval dan juga berbagai macam aktivitas lain terkait dengan Jember Fashion Carnaval. Dalam rancangan desain galeri Jember Fashion Carnaval ini mengadaptasi konsep pemanfaatan limbah botol plastik PET (Polyethylene Terephthalate) untuk material bangunan sesuai dengan salah satu karakter utama dari Jember Fashion Carnaval, dimana dalam rancangan busananya memanfaatkan material limbah sebagai bahan busana.Kata kunci: Jember Fashion Carnaval, perancangan galeri, pemanfaatan limbah botol PET
Motif Ornamen Minangkabau sebagai Desain Shading Devices pada Kantor Pemerintah (Studi Kasus pada Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Barat) Vida Yulia Dhira; Jusuf Thojib; Beta Suryokusumo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pencahayaan alami yang sedikit disebabkan karena kendala silau. Silau disebabkan oleh sinar matahari langsung yang menerpa bangunan dengan intensitas yang tinggi. Silau pada bangunan dapat mengganggu aktifitas di dalamnya. Mengatasi masalah silau adalah dengan menggunakan shading devices, sehingga sinar langsung matahari tidak masuk ke dalam ruang dalam bangunan. Bangunan Kantor Gubernur Sumatera barat merupakan objek penelitian ini. Bangunan ini memiliki orientasi bukaan pada arah timur dan barat sehingga sangat rentan dengan silau. Kajian ini bertujuan agar shading pada bangunan dapat memaksimalkan fungsi pembayangan. Motif ornamen lokal digunakan sebagai dasar desain shading devices untuk menampilkan bangunan yang memiliki ciri lokal. Alat bantu kajian ini adalah dengan menggunakan software ecotect analysis 2011. Motif lumuik hanyuik, bada mudiak, cacak kuku, dan daun puluik-puluik merupakan ornamen lokal yang dapat memaksimalkan pembayangan pada objek penelitian.Kata kunci : sinar matahari langsung, shading devices, pembayangan, ornamen lokal

Page 53 of 150 | Total Record : 1492