cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Dengan Pendekatan Sustainable Material Architecture Di Kabupaten Malang Sayf Askaril Akbar; Tito Haripradianto; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah penduduk beragama Islam di Kabupaten Malang semakin bertambah setiaptahunnya, kesadaran masyarakat terhadap pendidikan agama Islam dan Alqurandan sunnah semakin meningkat. Kebutuhan Pondok Pesantren Tahfidzul Quransebagai wadah untuk mempelajari Alquran dan ilmu agama Islam menjadi solusibagi penduduk Kabupaten Malang. Lingkungan belajar yang baik dapatmeningkatkan konsentrasi belajar santri dalam Pondok Pesantren Tahfidzul Quran.Dengan menerapkan sustainable material architecture dapat menciptakanlingkungan belajar yang baik dan dapat mencegah masalah global warming. Materialyang memiliki kriteria berkelanjutan dapat diterapkan pada bangunan yangberfungsi sebagai wadah kegiatan santri dalam Pondok Pesantren Tahfidzul Quran.Kata kunci: pondok pesantren, sustainable material architecture
Pengaruh Penggunaan Warna Interior Masjid Tionghoa sebagai Ruang Beribadah (Studi Kasus Masjid Muhammad Cheng Hoo Pasuruan, Jawa Timur) Oktavia Eka Megayanti; Rinawati P Handajani; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid Mohammad Cheng Hoo merupakan masjid yang memiliki karakter kuat padapenggunaan warna dan nilai arsitektural bangunannya yang mencirikan kenangansejarah bangsa Cina. Warna-warna yang dihadirkan pada interior ruang masjid inisangat menarik dan berani yaitu dominasi warna merah dan perpaduan warnakuning dan hijau di segala sisi. Tentunya pewarnaan tersebut sangatlahberpengaruh bagi manusia di dalamnya ketika beribadah dan hal tersebut dapatdikaitkan kebenarannya melalui teori penggunaan warna yang baik pada ruangsesuai fungsi ruangan tersebut. Metode yang digunakan adalah metode kualitatifyaitu mengangkat suatu permasalahan yang berkaitan dengan hal-hal yangmenyangkut kesan penggunaan warna. Tahap selanjutnya berupa deskriptif analitis,yaitu data dianalisis dan disandingkan dengan beberapa teori warna yang ada untukditemukan sintesisnya dan diklasifikasikan berdasarkan karakter warna padamasjid dengan kenyamanan yang baik. Serta analisis kualitatif berdasarkanobservasi. Hasil yang didapatkan melalui perbandingan tersebut menyatakan bahwapersentase antara penggunaan, penempatan dan teori warna seimbang yaitu adanyahasil negatif pada kurang tepatnya penggunaan jenis warna dan hasil positif padatepatnya peletakan dan pembagian warna di dalam masjid Cheng Hoo.Kata kunci: warna interior masjid, teori warna, aktivitas ibadah
Karakter Visual Fasade Bangunan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Kota Malang Efrina Amalia Ridwan; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa bangunan kolonial Belanda masih bertahan di tengah-tengah kemunculan fungsi-fungsi baru pada kawasan alun-alun Kota Malang, salah satu diantaranya adalah bangunan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Kota Malang. Namun sayang pada beberapa bagian fasade bangunan telah mengalami perubahan yang diakibatkan oleh perubahan ruang. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui karakter visual dari fasade bangunan kolonial Belanda Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Kota Malang. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan langkah mendekripsikan elemen-elemen visual bangunan dan menganalisisnya sehingga dapat disimpulkan karakter visual bangunan. Karakter visual yang ditunjukkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Kota Malang adalah langgam Nieuwe Bouwen. Penggunaan jendela dan pintu dengan ukuran gigantis pada fasade bangunan menggambarkan bangunan milik penguasa yang ingin membuat bangunannya lebih atraktif dari yang lain.Kata kunci: elemen visual, karakter visual, bangunan kolonial Belanda
Pengaruh Shading Devices terhadap Penerimaan Radiasi Matahari Langsung pada Fasad Gedung Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Putri Nabila Zatibayani; Agung Murti Nugroho; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanasan global yang terjadi pada permukaan bumi berdampak pada perubahan parameter iklim, salah satunya adalah radiasi matahari. Pada bangunan, khususnya bangunan bertingkat sedang sampai tinggi, elemen bangunan yang terdampak radiasi matahari adalah fasad. Semakin luas permukaan fasad dengan orientasi hadap bangunan yang kurang tepat, akan memperbesar potensi penerimaan radiasi matahari langsung. Bangunan sebagai objek penelitian adalah Gedung Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Pada gedung tersebut sisi fasad yang terluas menghadap ke arah Timur dan Barat memiliki perlindungan shading device yang kurang maksimal. Simulasi incident solar radiation dilakukan dengan menggunakan software Autodesk Ecotect Analysis 2011. Analisis dilakukan untuk mengetahui rekomendasi desain shading device pada tiap sisi fasad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis shading device yang efektif menaungi jendela adalah awning dan horizontal louvres screen.Kata kunci: radiasi matahari langsung, shading device, awning, horizontal louvres screen
Keberadaan Fungsi Bangunan Sekitar dalam Membentuk Pemanfaatan Ruang Koridor Jalan di Pusat Kota Pasuruan Elita Merry Pratiwi; Jenny Ernawati; Triandriani Mustikawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Pasuruan memiliki suatu daya tarik yang sangat menonjol, didukung dengan adanya kegiatan keagamaan khususnya agama Islam yang telah menjadi budaya masyarakat Kota Pasuruan. Kegiatan keagamaan ini berpusat pada Masjid Jami’ Al Anwar yang berada di Jalan Wachid Hasyim Kota Pasuruan, tepat di belakang Masjid Jami’ terdapat Makam KH. Abdul Hamid, keduanya termasuk dalam Wisata Religi Kota Pasuruan, sehingga menjadi tempat yang selalu dikunjungi oleh masyarakat setempat maupun luar kota. Jalan Wachid Hasyim ini berada di pusat kota yang juga merupakan Kawasan Perdagangan, sehingga menimbulkan penumpukan aktivitas pemanfaatan di ruang koridor jalan tersebut. Beragamnya aktivitas muncul karena dipengaruhi dengan fungsi bangunan yang ada di sekitar hal ini dibutuhkan pula pemenuhan terhadap elemen-elemen perancangan kota yang dapat menunjang aktivitas pemanfaatan tersebut. Pengamatan lapangan yang dilakukan untuk mengetahui pemanfaatan ruang koridor jalan melalui pendekatan environmental behavior dengan menggunakan behavioral mapping yaitu place centered mapping. Kondisi eksisting akan diidentifikasi yang selanjutnya akan dianalisis pemanfaatan ruang koridor jalannya. Pendekatan behavioral mapping yang diaplikasikan dalam pemanfaatan ruang koridor jalan, disesuaikan dengan teori-teori dari Hamid Shirvani tentang elemen-elemen perancangan kota khususnya sirkulasi (jalur pejalan kaki dan sirkulasi kendaraan), fasilitas parkir, dan pedagang kaki lima.Kata kunci: ruang koridor jalan, fungsi bangunan, pemanfaatan ruang
Balai Materia Medica di Batu (Perancangan Ulang dengan Penerapan Prinsip Konservasi Air) Isnaeni Nur Tafliha; Agung Murti Nugroho; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balai Materia Medica merupakan salah satu pusat penelitian tanaman obat yang ada di Jawa Timur. Seiring dengan adanya Program Nasional Pengembangan Obat Alam yang diselenggarakan oleh pemerintah, terdapat rencana perancangan ulang Balai Materia Medica. Proses perancangan tersebut dilakukan dengan menimbang aspek fungsional bangunan serta permasalahan lingkungan. Salah satu permasalahan lingkungan yang ada di kota Batu adalah adanya alih fungsi area hijau sehingga menyebabkan jumlah sumber air bersih menurun. Air bersih merupakan kebutuhan utama dalam kegiatan fungsional Balai Materia Medica yang meliputi kegiatan penelitian, pengembangan, perawatan, dan pengolahan tanaman obat. Berdasarkan keterkaitan kedua aspek tersebut, maka perancangan ulang Balai Materia Medica dilakukan dengan menerapkan prinsip konservasi air. Artikel ilmiah ini membahas perbandingan kondisi eksisting dengan hasil rancangan ulang Balai Materia Medica. Metode yang digunakan adalah evaluasi terhadap hasil rancangan baru sesuai prinsip konservasi air sehingga diperoleh kesimpulan sejauh mana perancangan bangunan dengan penerapan konservasi air dapat menjawab kebutuhan fungsional bangunan dan permasalahan lingkungan pada tapak.Kata kunci: Balai Materia Medica, pusat penelitian, prinsip konservasi air
Efisiensi dan Efektivitas Tata Ruang Area Pahat pada Perancangan Pusat Pelatihan Seni Ukir di Jepara Raissa Vedayanti; Noviani Suryasari; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Pelatihan Seni Ukir di Mulyoharjo Jepara merupakan salah satu cara pemerintahJepara untuk menyiasati minimnya tingkat regenerasi pengrajin ukir yang ada di Jepara.Perancangan Pusat Pelatihan Seni Ukir direncanakan berada pada sentra-sentra ukiragar kegiatan ini dapat diawasi oleh seluruh masyarakat ukir disana. Salah satu sentraukir berpotensi adalah Desa Mulyoharjo yang terkenal dengan sentra ukir relief danpatung. Salah satu kebutuhan ruang pada pusat pelatihan ini adalah area pahat patungyang memerlukan area terbuka dan luas. Kegiatan memahat patung memerlukanmaterial yang besar dan alat mesin sehingga dapat memproduksi limbah yang tidaksedikit. Padahal kenyataannya belum adanya ruang kegiatan dan standar pelaksanaanmembuat kegiatan ini terlihat berantakan dan terkesan mengabaikan keselamatan.Perancangan tata ruang yang efisien dan efektif dapat menjadi solusi agar kegiatanpelatihan pahat dapat berjalan kondusif dengan aman dan ruang yang digunakanmenjadi lebih efisien.Kata kunci: tata ruang, pusat pelatihan seni ukir, efisiensi dan efektivitas
Karakteristik Fasade Bangunan untuk Pelestarian Koridor Jalan Panggung Surabaya Nada Cholid Zubaidi; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejarah panjang kota Surabaya yang dimulai sejak zaman Kerajaan Hindu – Mataram sampai kolonial Belanda (Handinoto, 1996) membentuk budaya yang beragam bagi kota Surabaya. Di koridor Jalan Panggung yang termasuk dalam kawasan Pecinan Surabaya, masih terdapat beberapa bangunan dengan karakteristik khas yang menjadi saksi sejarah perjalanan kota Surabaya dan perlu dilestarikan. Namun, disayangkan saat ini banyak perubahan yang terjadi pada fasade bangunan, sehingga berdampak besar pada perubahan karakter koridor Jalan Panggung Surabaya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fasade untuk pelestarian koridor Jalan Panggung Surabaya. Unsur fasade tersebut meliputi atap, jendela, pintu dan ornamen. Hasil penelitian ini menemukan adanya dua jenis atap, yaitu atap perisai dan atap pelana, bermaterial genteng tanah liat. Banyak bangunan yang menggunakan jendela jenis ganda dengan perletakan di sisi kanan dan kiri pintu. Pada lantai bawah, menggunakan pintu lipat kayu dan pintu jenis ganda. Pada ornamen, beberapa bangunan menggunakan listplank pada ornamen atap, ornamen konsol, jenis kolom serta balustrade bermotif kolonial dan pecinan, lubang ventilasi maupun motif bouvenlict yang beragam masih dapat ditemukan pada koridor ini. Karakteristik ini akan menjadi acuan dalam pelestarian pembangunan koridor di masa datang.Kata kunci: karakteristik, fasade bangunan, pelestarian
Pola Community Behavioral Settings untuk Penataan Ruang Terbuka Publik Kawasan Taman Fatahillah Kota Tua Jakarta Dela Puspa Winata; Chairil Budiarto Amiuza; Nurachmad Sujudwijono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Taman Fatahillah Kota Tua Jakarta adalah lokasi pusat kegiatan komunitas-komunitas aktif yang memiliki banyak ragam perilaku dan kegiatan yang berlatar belakang seni, sosial, mata pencahariaan dan budaya. Didalamnya, terdapat masalah kompleksitas penggunaan ruang dan minimnya kualitas ruang publik eksisting sehingga membutuhkan studi pola behavioural settings yang diperlukan untuk penataan ruang terbuka publik kawasan ini. Metode penelitiannya adalah behaviour place-centered mapping. Variabel penelitiannya adalah person/komunitas beserta perilaku dan aktivitasnya, tatanan lingkungan fisik (milieu), waktu, dan synomorphy yang merupakan hubungan antara perilaku dan milieu-nya. Hasil penelitiannya adalah terdapat kesamaan perilaku yang memanfaatkan ruang teduh kosong, berkumpul dengan komunitas lainnya, berjalan/duduk sambil menikmati pemandangan sekitar, dan berinteraksi sekaligus melakukan kegiatan utamanya. Perilaku-perilaku ini membutuhkan ruang istirahat, ruang interaksi dan ruang kegiatan utamanya. Ruang-ruang aktivitas tersebut dapat membentuk setting dan tatanan lingkungan yang dapat ditunjang dengan rekomendasi penataan elemen ruang publik seperti shelter, vegetasi peneduh, lampu, kios, signage, dan utilitas kawasan sebagai perangkat fisik pendukung didalamnya.Kata kunci: Kawasan Taman Fatahillah Kota Tua Jakarta, behavioural settings, ruang terbuka publik
Bangunan Industri Pengalengan Asparagus dengan Konsep Industri Berwawasan Lingkungan Di Kota Batu Alam Labda Pratangga; Subhan Ramdlani; Damayanti Asikin
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan industri pengalengan asparagus di Kota Batu adalah bangunan industri yang masih belum sesuai dengan undang-undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang perindustrian, maka dari itu perlu perancangan kembali agar bangunan tersebut dapat sesuai dengan peraturan pemerintah. Tujuan dari perancangan kembali bangunan industri pengalengan asparagus dengan konsep industri berwawasan lingkungan ini untuk menghasilkan rancangan bangunan industri yang dapat mengurangi dampak lingkungan bangunan industri. Perancangan kembali menggunakan metode deskriptif evaluatif dan metode programatik. Bangunan industri berwawasan lingkungan adalah bangunan industri yang dapat memenuhi 5 aspek. Pada konsep industri berwawasan lingkungan terdapat 3 aspek yang dapat diselesaikan secara arsitektural, yaitu aspek pencemaran industri, tata guna lahan dan lingkungan. Aspek pencemaran industri membahas tentang sistem pengolahan limbah pada bangunan industri. Aspek tata guna lahan membahas kesesuaian lokasi bangunan industri tersebut didirikan dengan peraturan pemerintah. Dan yang terakhir aspek lingkungan adalah kemampuan bangunan industri untuk merespon lingkungan di sekitarnya.Kata kunci: bangunan industri, berwawasan lingkungan

Page 51 of 150 | Total Record : 1492