cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Perancangan Stadion Utama Di Kota Kediri Melalui Pendekatan Estetika Struktur M. Syarif Hidayatullah; Beta Suryokusumo; Bambang Yatnawijaya Soebandono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan sebuah wadah kegiatan olahraga di Kota Kediri menjadi penting ketika Pemerintah Kota belum memiliki fasilitas tersebut. Dalam RPJPD Kota Kediri 2010-2030 pengembangan pusat area olahraga ditempatkan di Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto. Bangunan stadion yang menjadi objek utama, saat ini tidak hanya dibangun berdasar fungsional saja, namun juga sebagai landmark dan ikon yang mengangkat identitas daerah tersebut. Konsep kebudayaan lokal berupa kejayaan Kediri di masa kerajaan dimunculkan kembali ke dalam proses desain bentukan stadion. Selain bentuk desain, pemenuhan standar internasional ke dalam bangunan stadion menjadi hal penting dimana beberapa masalah yang ada di stadion yang sudah ada di Indonesia diakibatkan dari belum seluruhnya menggunakan acuan standar yang ditentukan dalam bangunannya. Stadion yang menjadi objek rancangan adalah stadion utama, dimana mampu memenuhi kebutuhan olahraga yang lebih banyak. Rancangan stadion menerapkan sistem struktur membran yang dipadukan dengan sistem struktur truss. Berdasarakan analisis yang telah dilakukan, penggunaan membran menjadi alternatif mengingat sistem struktur ini menunjang desain yang fluid dan lebih bebas. Rancangan ini difokuskan pada desain yang dihasilkan melalui estetika struktur dari sistem struktur membran tersebut.Kata kunci: stadion utama, sistem struktur membran, estetika struktur
Perancangan Pusat Informasi dan Edukasi Mangrove Surabaya Subagus Gondho Cahyono; Tito Haripradianto; Nurachmad Sujudwijono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Degradasi kawasan pesisir Indonesia semakin bertambah tiap tahun, termasuk kerusakan hutan mangrove. Kerusakan diakibatkan alih fungsi lahan untuk perumahan, tambak dan ekploitasi berlebihan. Menurut Departemen Kehutanan, pada tahun 2003 kerusakan mencapai 200.000 hektar setiap tahun. Kota Surabaya dengan potensi mangrove yang cukup baik, merencanakan pengembangan kawasan pusat konservasi mangrove. Dalam pengembangannya, kondisi ekosistem mangrove yang khas memerlukan penanganan arsitektural khusus sesuai kondisi alam sekitarnya untuk mengurangi dampak lingkungan akibat proses pembangunan. Konsep arsitektur berkelanjutan diperlukan untuk menjaga keseimbangan lingkungan pesisir dan keberlangsungan generasi masa depan, misalnya dengan pemakaian material alam yang bisa dibudidayakan kembali. Untuk melestarikan dan memaksimalkan ekosistem hutan mangrove di Pantai Timur Surabaya, maka diperlukan fasilitas pusat informasi dan edukasi ekosistem mangrove dengan material alami ramah lingkungan yang sesuai dengan kondisi lingkungan disekitarnya. Metode programatik dan pragmatis digunakan pada pada prose analisis sampai proses perancangan. Perancangan bangunan berkelanjutan harus menekan kerusakan akibat pembangunan dan sesuai kondisi alamnya, optimalisasi penerapan material alami seperti bambu dapat dikembangkan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan.Kata kunci: mangrove, arsitektur berkelanjutan, material alami, bambu
Konsep Hunian Vertikal sebagai Alternatif untuk Mengatasi Masalah Permukiman Kumuh, Kasus Studi Kampung Pulo Felicia Putri Surya Atmadja; Sri Utami; Triandriani Mustikawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut UN-HABITAT, permukiman kumuh merupakan area dalam kota yang ditandai dengan permukiman yang tidak memenuhi syarat, kemiskinan dan kekurangan rasa aman terhadap hak milik tanah ataupun bangunan. Untuk mengatasi permasalahan permukiman kumuh dapat dilakukan perbaikan lingkungan permukiman untuk menyediakan lingkungan hidup dan hunian yang layak. Salah satu caranya dengan memindahkan warga permukiman kumuh ke dalam hunian vertikal. Kampung Pulo merupakan salah satu permukiman kumuh yang berada di Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta. Kampung Pulo memiliki kepadatan penduduk 1130 jiwa/ha pada tahun 2015 dan mengalami bencana banjir tahunan. Kajian ini menggunakan metode observasi lapangan dan identifikasi kawasan permukiman kumuh. Kajian ini bertujuan untuk menghasilkan konsep hunian vertikal sebagai alternatif untuk mengatasi permukiman kumuh di Kampung Pulo.Kata kunci: permukiman kumuh, Kampung Pulo, konsep hunian vertikal
Komposisi Fasad Bangunan Kompleks Pusat Penelitian Perkebunan Pabrik Gula Indonesia (P3GI) di Pasuruan Dian Novia Putri Wijayanti; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Penelitian Perkebunan Pabrik Gula Indonesia (P3GI) yang berada di Kota Pasuruan merupakan salah satu badan penelitian gula yang merupakan peninggalan pemerintahan Belanda. Lokasi P3GI berada di salah satu kawasan bersejarah Kota Pasuruan. Permasalahan yang terjadi dikarenakan kepemilikan yang berpindah alih dari milih pemerintah, membuat susahnya pengaplikasian Raperda Intensif Tentang Pelestarian Cagar Budaya. Ditunjukkan dengan beberapa rumah dinas P3GI yang sudah diratakan dengan tanah, sehingga perlu adanya peninjauan pada komposisi fasad bangunan agar karakter bangunan tidak hilang. Penelitian ini fokus pada fasad bangunan P3GI yang berumur lebih dari 50 tahun dan kondisi fasad yang masih baik. Rumah dinas yang terpilih berada di sepanjang Jalan Pahlawan, Kota Pasuruan, dan beberapa bangunan yang ada pada Kantor P3GI. Variabel untuk elemen-elemen pembentuk fasad, dibatasi hanya elemen-elemen yang ditemukan pada keseluruhan fasad P3GI. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan survei langsung. Hasil studi menunjukkan karakter dari fasad bangunan masih terlihat, dengan adanya kesinambungan visual fasad antara kantor P3GI dan rumah dinas P3GI. Hasil dari analisis komposisi pada fasad lembaga P3GI yaitu semua elemen penyusun fasad tersusun menjadi kesatuan yang utuh tetapi untuk komposisi fasad pada kantor P3GI dengan rumah dinas P3GI berbeda.Kata kunci: fasad, komposisi
Model Dapur Masakan Tradisional Khas Kota Malang dengan Konsep Open Kitchen Mirzaldi Febrianto Putra; Rinawati P Handajani; Damayanti Asikin
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang memiliki kekayaan kuliner yang hebat dan patut dikembangkan sebagai sentra wisata kuliner di Jawa Timur. Sektor kuliner yang semakin lama semakin berkembang menjadi salah satu wisata tersendiri ketika mengunjungi sebuah daerah. Fungsinya pun cukup penting dalam dunia pariwisata sebagai wajahkota/daerah itu sendiri. Konsep open kitchen mampu memberikan kesan ruangan yang lebih luas dan menyatu antara area makan (tunggu) dan dapur dengan tidak memberikan sekat ataupun menggunakan pembatas kaca, sehingga dapat membuat suasana ruang tunggu menjadi tidak membosankan. Selain bertujuan untuk menunjukkan kualitas dan kuantitas restoran secara tidak langsung juga untuk membangun kepercayaan bagi para pembeli karena adanya transparansi proses masakan yang akan diberikan kepada mereka. Masih sedikit aplikasi konsep tersebut pada dapur masakan tradisional, karena untuk sebagian masyarakat masih menganggap bahwa mempertontonkan dapur ialah hal yang tabu. Fokus permasalahan perancangan adalah bagaimana menerapkan konsep open kitchen pada dapur masakan tradisional khas Malang sebagai inovasi dalam menyajikan proses memasak supaya lebih menarik. Kata kunci: model dapur,masakan tradisional Malang,open kitchen
Kriteria Desain Kemudahan dan Kenyamanan Pergerakan Pelaku pada Perancangan Terminal Penumpang Mohammad Firdaus; Chairil Budiarto Amiuza; Triandriani Mustikawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan aksesibilitas menjadi poin penting bagi kelayakan sebuah terminal.Kajian ini bertujuan untuk menghasilkan kriteria desain bagi rancangan terminal penumpang yang memberikan kemudahan dan kenyamanan pergerakan penumpang dan kendaraan umum terhadap area terminal. Kriteria desain didapat dari studi literatur yang dilakukan. Literatur terbagi menjadi dua jenis, yaitu literatur yang memuat regulasi umum dan literatur yang memuat hal teknis dan khusus mengenai perancangan dan komponen terminal penumpang.Salah satu hal kriteria kenyamanan dan kemudahan bagi kendaraan dan penumpang adalah tidak terjadinya sirkulasi silang antar kedua pelaku.Kata kunci: terminal penumpang, pergerakan, kenyamanan, kemudahan
Teritori Ruang Ritual pada Pura Luhur Dwijawarsa Malang Komang Ayu Laksmi Harshinta Sari; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pura Luhur Dwijawarsa merupakan pura Khayangan Jagad yang tertua dan terbesar di Malang. Letaknya di gunung yang dipercayai sebagai tempat tersakral menjadikan pura ini memiliki kedudukan yang cukup tinggi. Terdapat jenis aktivitas ritual jenis kebudayaan dan keagamaan yang dilaksanakan di Pura Luhur Dwijawarsa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis pola aktivitas ritual serta teritori ruang ritual yang terbentuk pada Pura Luhur Dwijawarsa. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif guna mendeskripsikan proses terjadinya aktivitas ritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada setiap ritual terdiri dari runtutan aktivitas yang cenderung bergerak dari ruang satu menuju ruang lainnya, sehingga hirarki aktivitas pada setiap prosesi ritual tidak selamanya berbanding lurus dengan konsep hirarki pada Pura Luhur Dwijawarsa. Teritori yang terbentuk yaitu jenis teritori primer, sekunder dan tersier. Perubahan terhadap teritori ruang dapat terlihat dari pergeseran sifat suatu ruang, hal tersebut dikarenakan faktor jenis pelaku yang terlibat serta sifat ritual tersebut.Kata kunci: aktivitas ritual, ruang ritual, teritori
Pengaruh Bukaan Jendela Terhadap Kinerja Termal Rumah Tinggal Tipe 40 di Kota Malang, Studi Kasus Rumah Tinggal Tipe 40 di Perumahan Griya Saxophone Sofyan Surya Atmaja; Agung Murti Nugroho; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenyamanan termal dalam rumah tinggal perlu diperhatikan, kepekaan terhadaplingkungan dan ketanggapan terhadap iklim merupakan upaya untukmengoptimalkan suhu yang ada di alam dan menangapi alam tersebut sehinggaterbentuk sebuah kenyamanan yang optimal karena memanfaatkan penghawaanalami. Bukaan pada bangunan terutama rumah tinggal di perumahan biasanyamemiliki bentuk yang sama pada unit-unit rumahnya, padahal peletakan rumahterhadap posisi matahari dan keadaan tiap bukaan berbeda, sehingga dibutuhkankekhususan dalam menetapkan besaran jendela, letak jendela dan besaran sudutjendela. Besaran sudut jendela merupakan faktor terpenting dalam mempengaruhisuhu ruang dalam terhadap perubahan suhu pada ruang luar. Untuk mengetahuipergerakan angin dan perubahan suhu pada rumah tinggal maka perlu dilakukanpenelitian, objek yang diteliti pada penelitian ini adalah salah satu sampel rumahtinggal di perumahan di Kota malang yang memiliki suhu dan iklim mewakili rumahrumahtinggal di Kota Malang. Hasil penelitian ini berupa rekomendasi bukaanjendela dengan sudut dan rekomendasi-modifikasi elemen rumah tinggal.Kata kunci: sudut bukaan, suhu, jendela, rumah tinggal
Evaluasi Fungsional pada Stasiun Kereta Api Kotalama Malang Redisya Gilang Permana; Chairil Budiarto Amiuza; Tito Haripradianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stasiun Kereta Api Kotalama Malang adalah stasiun tertua di Kota Malang yang pada awalnya dibangun untuk mengangkut hasil bumi dan perdagangan dari Kota Malang ke Surabaya dan sekitarnya.Stasiun ini mengalami perkembangan yang dahulu diperuntukkan bagi pengiriman barang kini menjadi stasiun yang diperuntukkan juga bagi penumpang manusia. Evaluasi yang dititikberatkan pada aspek fungsional menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan wawancara dan pengamatan sebagai alat riset. Dalam penjelasannya akan digunakan variabel kefungsian berupa akses, sirkulasi, parkir, ruang terbuka tata hijau serta urutan ruang. Variabel-variabel tersebut memiliki sejumlah kriteria performa yang telah ditetapkan dalam standar desain, yang jumlahnya tergantung persyaratan optimal yang harus dipenuhi untuk mengetahui sejauh mana kondisi variabel kefungsian tersebut sempurna, baik, cukup, kurang dan tidak memenuhi persyaratan. Studi ini menghasilkan pemaparan kondisi fungsional tapak dan bangunan yang terpaparkan dalam beberapa elemen kefungsian yang terdeskripsikan secara kualitatif dan kuantitatif. Dari segi akses, sirkulasi, parkir dan ruang terbuka tata hijau pada skala tapak ditemukan beberapa hal yang tidak sesuai dengan standar yang ada. Begitu pula dalam skala bangunan baik dari aspek akses, sirkulasi dan urutan ruang terdapat ketidaksesuaian. Dari hasil evaluasi tersebut dapat dijadikan pedoman untuk menindaklanjuti permasalahan-permasalahan yang ada berupa rekomendasi desain.Kata kunci: stasiun, fungsional, evaluas
Kawasan Wisata Waduk Selorejo (Penataan Berdasarkan Evaluasi Masyarakat) Aisyah Ridha Rahmawati; Jenny Ernawati; Haru Agus Razziati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan wisata Waduk Selorejo merupakan kawasan wisata yang memiliki daya tarik panorama alam yang unik, karena terdiri dari alam darat dan perairan. Tetapi, saat ini grafik jumlah pengunjung yang datang ke kawasan wisata Waduk Selorejo semakin menurun. Selain itu. terdapat banyak permasalahan pada penataan lingkungan fisik di kawasan wisata Waduk Selorejo. Penurunan jumlah pengunjung dapat disebabkan oleh penataan kawasan wisata Waduk Selorejo yang tidak tertata dengan baik dan menarik. Persepsi masyarakat terhadap lingkungannya memiliki peranan penting dalam pengembangan kawasan wisata. Sehingga diperlukan kajian evaluasi masyarakat terhadap penataan kawasan wisata Waduk Selorejo. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana evaluasi masyarakat terhadap penataan kawasan wisata Waduk Selorejo saat ini dan bagaimana rekomendasi penataan untuk meningkatkan kualitas kawasan wisata Waduk Selorejo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran dengan pendekatan deskriptif. Metode kulitatif dengan menggambarkan kondisi eksisting kawasan, sedangkan kuantitatif dengan teknik kuesioner yang dianalisis menggunakan mean score. Pemilihan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan perhitungan rumus Slovin. Hasil studi yang diperoleh menunjukkan bahwa secara garis besar evaluasi masyarakat terhadap penataan kawasan wisata Waduk Selorejo bernilai negatif sehingga diberikan rekomendasi penataan untuk meningkatkan kualitas kawasan.Kata kunci: penataan, kawasan wisata, evaluasi

Page 52 of 150 | Total Record : 1492