cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Perancangan Pusat Informasi Adat dan Budaya Sabu-Raijua : Transformasi Kampung Adat Lommi Dida Kini; Chairil Budiarto Amiuza; Galih Widjil Pangersa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap daerah dan suku yang berdia, di Indonesia memiliki kearifam local yang berbeda-beda. Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu kepulauan yang kayak suku dan budaya. Salah satu Suku besar di Pulau ini adalah Suku Sabu. Suku Sabu memiliki keunikan dari segi kultur dan budaya. Hal ini tidak hanya tercermin dalam seni namun telah menjadi cara hidup. Masyarakat Sabu memiliki pola permukiman dan cara hidup yang khas. Mereka adalah para pelaut ulung sehingga diimplementasikan dalam caranya bermukim dan membangun permukiman atau kampung Adat. Pulau Sabu –Raijua juga telah menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan mancanegara.Selain itu banyak masyarakat Sabu yang telah keluar dan merantau di tanah lain sehingga seringkali mereka tidak mendapatkan informasi tentang adat dan budaya Sabu. Dengan banyaknya wisatawan baik dari dalam dan luar negeri yang datang dan menurunnya kesadaran memiliki dan bangga akan budaya sendiri maka diperlukanlah perencanaan Pusat Informasi Adat dan Budaya masyarakat Sabu-Raijua.Perencaan Pusat Informasi Adat dan Budaya beridentitas kearifan local sehingga digunakan metode transformasi. Perancangan ini mentrasformasi penataan, bentukan fisik dan tampilang dari Kampung Adat yang biasa disebut “Rae Kowa” atau Kampung Perahu.Keywords: pusat informasi adat, transformasi, arsitektur sabu
Konsep Desain Bangunan Koreksional dan Pembinaan bagi Wanita (Studi Kasus : Lembaga Pemasyarakatan Wanita Kelas 2A) Noverna Christy Lovita; Triandriani Mustikawati; Ali Soekirno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bergesernya waktu kepada era modern menggeser pengertian penjara pada masa lalumenjadi pengertian yang baru. Tempat penghukuman itu saat ini lebih dikenal dengansebutan lembaga pemasyarakatan. Berbeda dengan pengertian penjara dimasa lalu,pemasyarakatan mengandung arti menghukum dan membina warga binaan menjadilebih baik. Saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa jumlah wanita sebagai pelaku tindakkejahatan yang pada akhirnya harus menghabiskan sebagian besar waktunya di balikjeruji meningkat. Wanita dalam lembaga pemasyarakatan terdiri dari berbagai macamusia dan statusnya. Terkait dengan hal tersebut banyak ditemukan kasus wanita yangterpaksa menjalani masa kehamilan, melahirkan bahkan membesarkan anaknya dalamlapas. Bahkan ada yang harus menghabiskan masa tuanya di dalam lapas. Hal tersebutmerupakan dasar untuk mewujudkan sarana koreksional dan pembinaan yang dapatmewadahi aktivitas pembinaan sesuai dengan karakteristik wanita sebagaipenggunanya. Karakteristik dan tahap pemasyarakatan menjadi dasar analisis dalamperumusan kriteria perancangan untuk mewujudkan konsep desain bangunankoreksional dan pembinaan yang sesuai bagi aktivitas pembinaan wanita.Kata kunci: lapas, bangunan koreksional, lapas wanita
Pengembangan Bangunan Industri Makanan Olahan Buah Belimbing di Desa Karangsari Blitar Thahta Firmanila; Subhan Ramdlani; Bambang Yatnawijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Blitar khususnya Desa Karangsari merupakan salah satu daerah penghasil buah belimbing terbesar di Indonesa, setiap panen raya menghasilkan ± 300 ton (BPTP 2013). Buah belimbing merupakan salah satu bahan baku buah yang banyak diolah menjadi produk makanan olahan di Indonesia, karena sifatnya mudah rusak dan umur simpannya tergolong pendek yaitu 3 sampai 4 hari. Perkembangan Desa Karangsari menjadi desa agroindustri didukung oleh pemerintah dengan meresmikan bangunan industri saribuah belimbing pada tahun 2012. Upaya peningkatan produksi makanan olahan buah belimbing terkendala oleh lokasi bangunan industri yang sulit dijangkau. Mengembangkan bangunan industri tersebut dengan menambahkan kapasitas produksi dan jenis produk pada lokasi yang berdekatan menjadi pilihan utama yang dapat dilakukan. Bangunan industri yang dikembangkan harus memiliki faktor higienis ruang produksi yang memenuhi persyaratan kesehatan dan sanitasi yang ditunjang dengan penggunaan material yang sesuai dengan persyaratan ruang setiap proses produksi, standar higienis pengolahan pangan, serta sistem pengolahan limbah. Faktor higienis ruang produksi juga ditunjang dengan ruang sterilisasi pekerja, ruang quality control, ruang loker pekerja serta sistem penghawaan menggunakan exhaust fan yang dilengkapi dengan HEPA filter dan turbine cyclone ventilator. Lokasi tapak perancangan berada pada area perkebunan belimbing untuk meminimalkan waktu tempuh pengangkutan.Kata kunci: bangunan industri, belimbing, higienis
Pola Aktivitas Pemanfaatan Ruang Luar Kawasan Wisata Songgoriti Batu Shabrina Ghaisani; Subhan Ramdlani; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan wisata Songgoriti merupakan objek wisata peninggalan abad ke-10 dengan luas lahan sebesar ±4.5 hektar yang mengalami perkembangan sejak tahun 1984. Dengan berjalannya waktu, kawasan wisata Songgoriti mengalami pertumbuhan dari segi pengunjung, sarana, dan prasarana sehingga terjadi perluasan ruang yang dimanfaatkan untuk beraktivitas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola aktivitas pemanfaatan ruang luar pada kawasan wisata Songgoriti dengan keterkaitan pelaku aktivitas, waktu aktivitas, dan ruang aktivitas dengan harapan bahwa hasil penelitian dapat menjadi acuan dalam pengembangan kawasan kedepannya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan pengamatan di ruang-ruang yang ada di kawasan pada hari kerja dan hari libur. Diperoleh kesimpulan berbentuk pola aktivitas pemanfaatan ruang luar kawasan Songgoriti yang menjadi kajian untuk menjelaskan keterkaitan antara pelaku aktivitas, waktu aktivitas, dan ruang aktivitas di kawasan wisata Songgoriti Batu, seperti aktivitas jual-beli yang pemanfaatan ruangnya membentuk pola radial-linier dengan pasar wisata sebagai pusat.Kata kunci: aktivitas, pola, kawasan wisata
POLA AKTIVITAS PADA RUANG PUBLIK TAMAN BUNGKUL SURABAYA Retty Puspasari; Jenny Ernawati; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang publik menjadi salah satu fenomena unik dalam sebuah kawasan kota. Sebagai salah satu ruang publik Kota Surabaya, Taman Bungkul dituntut mampu mewadahi berbagai macam aktivitas sosial-rekreatif. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola aktivitas dalam satu kawasan ruang publik Taman Bungkul serta pemanfaatan ruangnya. Pola aktivitas tersebut dipengaruhi oleh sistem seting yang ada. Metode observasi dengan teknik placed-centered mapping digunakan sebagai alat untuk mengetahui pola aktivitas, tingkat kepadatan serta kecenderungan pemanfaatan ruang dan atribut ruang bagi berbagai macam aktivitas yang ada. Pengamatan dilakukan pada siang dan malam hari pada hari kerja dan hari libur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tata lingkungan fisik pada Taman Bungkul sebagai suatu sistem seting ruang publik harus sesuai untuk mengakomodasi aktivitas orang-orang.Kata Kunci: pola aktivitas, pemanfaatan ruang, ruang publik, sistem seting
Analisis Desain Ventilasi Alami dengan Metode Computational Fluid Dynamic Software Ansys Workbench pada Gedung Olahrga Faizah Tri Rakhmawati; Beta Suryokusumo; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ventilasi alami pada sebuah gedung olah raga dengan kegiatan berat dan bentang yang lebar penting untuk penghawaan secara alami bagi penonton dan pemain. Faktor yang mempengaruhi penghawaan alami yaitu (a)bentuk massa (b)orientasi bukaan terhadap arah angin (c)overhang horizontal (d)rasio jendela (e)jenis jendela (f)perbedaan jarak tinggi bukaan dan (g)perletakan serta penataan vegetasi terhadap inlet. Simulasi menggunakan program Computational Fluid Dynamic software Ansys Workbench untuk menguji faktor-faktor di atas. Hasil akhir dari desain Gedung Olahraga Kota Batu adalah bentuk massa persegi panjang dengan sisi miring di bagian depan, orientasi inlet tegak lurus dengan arah angin, overhang memiliki jarak dengan inlet, rasio jendela antar inlet lebih besar dari outlet, penataan vegetasi bersilangan dan. Aliran angin merata pada seluruh ruang dan laju udara sudah diatas batas minimal yaitu 1.1 m/s. Aliran angin merata pada setiap sudut ruang.Kata kunci: gedung olahraga, ventilasi alami, angin
Pelestarian Bangunan Masjid Tuo Kayu Jao Di Sumatera Barat Dion Farhan Harun; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkaji karakter bangunan Masjid Tuo Kayu Jao yang meliputi karakter visual, spasial, struktural bangunan, dan menentukan strategi arahan pelestarian bangunan Masjid Tuo Kayu Jao. Metode analisis data yang digunakan pada studi ini, yaitu metode deskriptif analisis, evaluatif, dan development.Karakter visual memperhatikan keseluruhan elemen yang membentuk fasade eksterior maupun interior dari Masjid Tuo Kayu Jao, seperti gaya bangunan, pintu, jendela, dan dinding. Karakter struktural dengan menganalisa susunan struktur yang ada pada Masjid Tuo Kayu Jao, mulai dari struktur bawah hingga struktur bagian atas bangunan. Dari hasil analisa ketiga karakter tersebut, nantinya dapat ditentukan hasil berupa arahan pelestarian yang sesuai dengan setiap elemen-elemen bangunan yang ada di Masjid Tuo Kayu Jao.Kata kunci: Masjid Kuno, karakter bangunan, strategi pelestarian
Revitalisasi Bangunan Pusat Perbelanjaan Sebagai Pusat Produk UMKM di Pusat Kota Kabupaten Sidoarjo Christian Egeune Hargianto; Subhan Ramdlani; Bambang Yatnawijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya perkembangan UMKM di Kabupaten Sidoarjo sangat berpotensi besar bagipeningkatan perekonomian Kabupaten Sidoarjo. Dengan potensi perkembangan yang besarproduk yang dihasilkan beberapa produk kurang dikenal oleh masyarakat. Oleh karena ituUMKM di Kabupaten Sidoarjo membutuhkan wadah untuk mempromosikan produk mereka.Pusat kota menjadi potensial bagi UMKM untuk mempromosikan produk-produknya. JalanGajah Mada merupakan salah satu pusat keramaian kota di Kabupaten Sidoarjo dan terdapatbangunan pusat perbelanjaan yang dapat digunakan oleh UMKM. Bangunan pusat pusatperbelanjaan ini tidak terawat dan mengalami kerusakan, selain itu beberapa fasilitas umumtidak tersedia. Kekurangan ini yang menyebabkan citra bangunan menurun dan pengunjungtidak tertarik untuk berkunjung lagi, agar minat pengunjung kembali berkunjungmerevitalisasi pusat perbelanjaan merupakan salah satu cara memperbaiki kekurangantersebut. Dalam merevitalisasi perbaikan fisik merupakan salah satu cara memperbaiki citrabangunan, dengan demikian aktivitas sosial akan hidup kembali pada kawasan tersebut danmeningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Sidoarjo khususnya penggiat UMKM.Kata kunci: revitaslisasi, pusat produk umkm, Sidoarjo
Karakter Spasial Bangunan Gereja Blenduk (GPIB IMMANUEL) Semarang Cyndhy Aisya Tanjungansari; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gereja GPIB Immanuel atau yang lebih dikenal dengan nama Gereja Blenduk dibangun pada masa pemerintahan Kolonial Belanda. Letak bangunan Gereja Blenduk berada pada poros kawasan Kota Lama Semarang dan merupakan tetenger kawasan. Terdapat empat pintu untuk masuk kedalam bangunan yang berada pada sisi Utara, Timur, Selatan dan Barat. Karakter spasial pada bangunan gereja simetris karena memiliki bentuk mirip salib. Organisasi ruang pada bangunan merupakan organisasi ruang yang terpusat pada ruang ibadah. Metode yang digunakan dalam studi adalah metode analisis kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Metode analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan kemudian menganalisis spasial pada bangunan, sehingga ditemukan karakteristik spasial pada bangunan Gereja Blenduk. Studi bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakter spasial bangunan Gereja Blenduk.Kata kunci: karakter spasial, GPIB Immanuel Semarang
Elemen Arsitektural pada Fasad Rumah Dinas Pabrik Gula Kremboong Sidoarjo Miryanti Putri Budiandari; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pabrik Gula Kremboong merupakan salah satu cagar budaya peninggalan kolonial Belanda yang berada di Kabupaten Sidoarjo. Di dalam Pabrik Gula Kremboong terdapat rumah dinas yang juga merupakan bangunan kolonial Belanda. Keberagaman gaya bangunan pada rumah dinas dipengaruhi oleh tahun pembangunan, hal tersebut terlihat dari elemen arsitektural pada fasad bangunan. Elemen arsitektural fasad merupakan elemen visual utama bangunan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis elemen arsitektural pada fasad rumah dinas Pabrik Gula Kremboong Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan tipologi. Hasil yang didapatkan berupa pengelompokkan elemen arsitektural fasad berdasarkan letak, bentuk dan gaya yang mempengaruhi pada perkiraan tahun 1900-an hingga tahun 1930-an.Kata kunci: elemen arsitektural, fasad, rumah dinas

Page 57 of 150 | Total Record : 1492