cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Tata Cahaya Alami Gedung Layanan Bersama Universitas Brawijaya Malang sani syauqi azmi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang merupakan kota yang terkenal dengan sebagai kota pendidikan karena terdapat banyak perguruan tinggi. Salah satu yang terbaik adalah Universitas Brawijaya, peringkat 6 seluruh Indonesia versi 4ICU tahun 2017. Universitas Brawijaya mengusung kampus entrepeneurship dengan didukung oleh program dan fasilitas kewirausahaan. Gedung Layanan Bersama sebagai pusat kegiatan unit usaha kampus dan kantor urusan internasional. Selain itu, Universitas Brawijaya juga mengusung konsep Eco Campus dengan 5 aspek, salah satunya smart energy. Gedung Layanan Bersama seharusnya mendukung konsep eco campus, namun pada kondisi di objek studi, masih banyak pencahayaan buatan menyala pada jam kerja pagi hingga sore hari. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kinerja dari bukaan pencahayaan objek studi dan berlanjut mencari desain bukaan yang tepat agar sesuai dengan standar kebutuhan pencahayaan dalam ruang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif eksperimental dengan mensimulasikan kondisi eksisting dan rekomendasi desain menggunakan software Dialux Evoo 7.1. Hasil penelitian menunjukan kinerja bukaan pencahayaan alami belum optimal, berlanjut dengan rekomendasi desain bukaan cahaya dengan mengubah dimensi, letak serta jumlah bukaan. Hasil rekomendasi pada sampel 4 ruang dengan minimal kebutuhan 350 lux dan 250 lux mengalami peningkatan intensitas pencahayaan dan terpenuhi pada area kerja. Hasil dari penelitian ini berupa data angka dan gambar rekomendasi bukaan pencahayaan alami.   Kata kunci: tata cahaya alami, bukaan pencahayaan, gedung kantor.
BANGUNAN PUSAT KONVENSI DI KOTA MALANG (DESAIN PENCAHAYAAN CONFERENCE HALL) dhia rossanti; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan Pusat Konvensi merupakan bangunan yang mewadahi kegiatan pertemuan dan dirancang pada area strategis di tenggara Kota Malang. Fokus rancangan pada pencahayaan conference hall sebagai ruang fungsi utama bangunan. Kriteria desain ruang konferensi yang fleksibel berpengaruh pada desain pencahayaan ruang. Desain pencahayaan menggunakan sumber cahaya alami dan buatan. Aspek pencahayaan alami mempengaruhi desain bentuk dan tampilan ruang. Penggunaan cahaya buatan diimplementasikan dalam layout luminaire dan skema mode suasana (scene). Skema pencahayaan terintegrasi dirancang untukmenghubungkan kedua sistem pencahayaan agar dapat berjalan dengan baik.
Identitas Alun-Alun Merdeka Sebagai Ruang Publik di Kota Malang Mutiah Abdat; jenny ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Central Bureau of Statistics (BPS) Malang City 2017 mentions that there are 856,410 inhabitants of the city of Malang, within an area of ​​110.06 km2. In addition, there are 100 units of lodging such as hotels and guest houses, 141 units of factories, and 706 units of restaurants and cafes. For a balance development, the city government of Malang began to revitalize urban parks and urban forests into open green public space. This is one of the government's efforts in providing decent public space for the community, mainly supporting the city of Malang as the City of Children's Worth. For example, the Merdeka Square itself has been revitalized in 2015, with considerable physical changes. From its establishment in 1882, the Merdeka Square experienced many physical changes and functions that repeatedly changed its identity. Now with its image as a modern city park, researcher want to know how the identity of the Town Square after the revitalization as a public space according to the user. The method used is mixed method, i.e. observation, place-centered mapping, questionnaire, and cognitive maps. The results shown the identity of Merdeka Square is amphitheater, Jami 'Mosque, and signage "Alun-Alun Malang", circulation paths (Northern path, Western path, and Southern path), and also crowded activities in the amphitheater and playground area. Keywords: public space, place identity, cognitive maps
Evaluasi Sistem Sirkulasi Sebagai Sarana Evakuasi Kebakaran Pada Pusat Perbelanjaan Malang Town Square Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran pada bangunan dapat menimbulkan kerugian materi dan moril, bahkan juga dapat berakibat fatal akan hilangnya nyawa manusia. Kerugian ini dikarenakan sarana evakuasi yang kurang memadai dan diadakan hanya sebagai formalitas saja. Sistem sirkulasi pada bangunan dapat mempengaruhi kelancaran dan kecepatan proses evakuasi apabila terjadi bahaya kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu yang dibutuhkan oleh pengguna bangunan pusat perbelanjaan Malang Town Square  keluar dari bangunan saat terjadi bahaya kebakaran. Jenis penilitian yang digunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, untuk analisis prediksi waktu evakuasi menggunakan metode “Egress Calculation’’. Prediksi waktu evakuasi pusat perbelanjaan Malang Town Square dibagi menjadi dua tahap, yaitu prediksi waktu keluar dari lantai dan prediksi waktu keluar dari bangunan melalui tangga darurat. Hasil penelitian menunjukkan masih terdapat beberapa sistem sirkulasi (lebar pintu dan lebar koridor) yang melebihi batas waktu evakuasi yang disyaratkan. Solusi yang bisa diterapkan adalah penambahan lebar koridor untuk mengatasi selisish waktu yang tidak terlalu banyak, pengalihan akses keluar (relayout) untuk mengatasi selisih waktu yang cukup banyak dan jarak penghuni menuju pintu keluar yang terlalu jauh, penambahan pintu dan lebar pintu keluar untuk mengatasi selisih waktu yang banyak terutamapada lantai 4. Kata kunci : sirkulasi, waktu evakuasi, kecepatan
Geometri Arsitektur Pada Gereja Katolik Santa Maria Puhsarang, Kediri, Jawa Timur Puput tri Eliza; Chairil Budiarto Amiuza
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia dibangun oleh masyarakat yang plural. Baik dari segi agama, suku, ras hingga antar golongan. Salah satu wujud agama yang terdapat pada Indonesia adalah agama Katolik secara resmi diperkirakan muncul di Indonesia pada abad ke-16 yang dibawa oleh bangsa Portugis dengan gereja sebagai sarana peribadatannya. Gereja Katolik Santa Maria Puhsarang dibangun pada tahun 1936. Gereja ini memiliki lokasi tapak yang berada pada kawasan wisata religi Gua Maria Lourdes yang disana tedapat beberapa bangunan penunjang kegiatan peribadatan.  Gereja memiliki  ide pembangunan tidak hanya sebagai tempat peribadatan, melainkan digunakan untuk kepentingan menimba ilmu anak-anak pribumi. Pemrakarsanya adalah Pastor Jan Wolters C.M yang menunjuk Henri Maclaine Pont sebagai arsitek pelaksana atas pembangunan gereja. Hal ini dikarenakan  Henri Maclaine Pont dianggap memiliki minat dan keingintahuan yang sama terhadap budaya Jawa. Sehingga langgam gereja tidak hanya menampilkan langgam bangunan arsitektur gereja Gotik melainkan ada pertimbangan arsitektur Jawa-nya. Penelitian akan meneliti geometri arsitektur yang ada pada bangunan gereja terkait delapan pendekatan geometri menurut teori Simon Unwin. Metode yang digunakan adalah metode analisis kualitatif dengan alat ukur geometri arsitektur. Penelitian ini melakukan penglompokkan data-data serta penarikan kesimpulan, seperti yang terdapat pada penelitian yang bersifat kualitatif pada umumnya.
OPTIMALITION OF NATURAL LIGHTING IN LECTURE BUILDING FACULTY OF ADMINISTRATION SCIENCE, BRAWIJAYA UNIVERSITY, MALANG merdi - zuhendra; Andika - Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze the impact of natural lighting in the Faculty of Administrative Science, Brawijaya University classrooms in the City of Malang. A school is a place for learning used by teachers and students. The existence of comfortable lighting is important for maintaining concentration during the learning process. By using natural lighting, it is expected that the need for lighting in classrooms. However, there are differences in room’s function, area, height and orientation. The campus building has a typical shape of windows and shading device for each room. The shape of the building’s opening is quite different usual in that the difference is on the placement of the windows that are inwards, resembling the letter “U”, which indirectly forms a combination of vertical and horizontal shading device. The method used in this research is quantitative and experimental with dimension variable, shape of windows, shading device, floor color, wall color, ceiling color, furniture placement, degree of natural lighting and natural light distribution. The recommendations included in the research are related to the research variables.Keywords: Natural Lighting, Classrooms, Openings, Simulation
Tata Cahaya Hemat Energi pada Gedung Utama dan Tata Bangunan Dinas PU Cipta Karya Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Surabaya Rahmat Ardiansyah; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi energi listrik di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Sektor kontruksi menjadi sektor terbesar pemakai energi listrik. Penghematan energi pada sektor konstruksi dapat dilakukan pada tiga aspek, yaitu aspek rancangan bangunan, aspek utilitas bangunan dan aspek perilaku pengguna. Desain pencahayaan termasuk ke dalam aspek rancangan bangunan dan menjadi faktor terpenting dalam kenyamanan visual. Gedung Dinas PU Cipta Karya Provinsi Jawa Timur di Surabaya merupakan gedung yang berfungsi sebagai kantor bagi Dinas PU Cipta Karya Provinsi Jawa Timur dan termasuk ke dalam kategori direkomendasikan untuk diterapkan prinsip bangunan hemat energi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dan simulasi. Simulasi dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari suatu rekomendasi desain terhadap intensitas cahaya ruang dengan menggunakan software Dialux 4.12. Intensitas konsumsi energi eksisting gedung utama dan tata bangunan Dinas PU Cipta Karya Provinsi Jawa Timur adalah sebesar 9,81 KWh/m²/bulan yang tergolong efisien menurut Peraturan menteri ESDM No. 13 tahun 2012. Rekomendasi pencahayaan pasif dan aktif dapat mengurangi konsumsi energi untuk sistem pencahayaan sebesar 62%.
Tata Cahaya Gedung Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta, Cikini, Menteng Dwiky Dwiky Alvano
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The library is one of the a important place to support the education that play as a role and serves to provide services to the society/users to obtain knowledge and information which is related to giving services to the society, so that it is needed to fulfill the convenience place for the users in the building of library, one of the aspect convenience that is needed is a convenience visual that is related to the system of the lighting that is work in it. The building of provincial library of DKI Jakarta used artifical lighting that is quite dominat in the evening activity, so that is why the energy that is needed it is quite large to run the activity. But in the exsiting utilization condition artifical lighting or in natural, this building can’t do good optimalize, that is caused by several thing, one of the is the space dimension that is large so the distribution of lighting is uneven, procedures for laying down artificial lighting that are not effective, and structuring furniture that blocks the entry of light Evaluation of the performance of artificial and natural lighting by changing the dimensions of openings, lighting layout, and furniture arrangement and optimizing the system of integration of natural and artificial lighting can support the visual comfort of space users in their activities.   Key words: library, lighting, convenience visual, activity.
Wayfinding bagi Tunanetra pada Sekolah Luar Biasa Tipe A (Studi Kasus: SMP/SMALB A YPAB Surabaya) Rizka Nur Afifah; Muhammad Satya Adhitama
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tunanetra memiliki keterbatasan pada penglihatannya dimana tidak dapat menangkap informasi secara visual sehingga memiliki keunikan tersendiri dalam melakukan wayfinding. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana wayfinding pada tunanetra khususnya di SMP/SMALB A YPAB Surabaya. Berdasar observasi awal diketahui bahwa lokasi penelitian belum didesain sesuai standar aksesibilitas, maka ingin diketahui elemen wayfinding apa saja yang membantu tunanetra dengan kondisi lingkungan yang ada.Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif, dimana data yang dimiliki berupa data pemetaan pergerakan tunanetra dan data lingkungan eksisting. Data pergerakan tunanetra didapatkan dengan metode person centered mapping dengan sampel siswa tunanetra grup, total dan lowvision yang bergerak tanpa bantuan orang lain. Dari kedua data tersebut dilakukan analisis keterkaitan antara pola pergerakan dengan data lingkungan eksisting. Dari hasil analisis kemudian dilakukan sintesis terkait wayfinding bagi tunanetra, yaitu elemen landmark dan clue.Hasil penelitian wayfinding pada tunanetra menunjukan adanya perbedaan pada elemen landmark dan clue bagi tunanetra total, lowvision maupun grup. Tunanetra total dan grup banyak menggunakan indra perabaan tangan kemudian indra perabaan kaki. Berbeda dengan pada tunanetra lowvision, dimana indra penglihatan masih berfungsi sehingga tidak banyak menggunakan indra perabaan melainkan mengutamakan indra penglihatan.Kata kunci: wayfinding, tunanetra, perabaan
Fasad Penurun Suhu Ruang Dalam dan Beban Pendinginan Pada Pusat Perbelanjaan Poncol di Kota Pasuruan Satrio Adi Wiryono Putra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Dikutip BMKG Kota Pasuruan, hasil rekam cuaca sepanjang tahun 2019 menunjukkan bahwa suhu rata – rata Kota Pasuruan adalah 26º - 31º C setiap harinya, kondisi tersebut menyebabkan suhu ruangan panas dengan adanya radiasi pada dinding atau langit–langit. Pada umumnya, bangunan pusat perbelanjaan menggunakan sistem penghawaan buatan, namun pada pusat perbelanjaan Poncol Pasuruan ini memiliki sistem penghawaan buatan yang kurang optimal, salah satu cara untuk mendinginkan adalah dengan desain fasad bangunan yang baik. Tujuan akhir dari penelitian ini adalah untuk menurunkan suhu dan beban pendinginan pada Pusat Perbelanjaan Poncol di Kota Pasuruan melalui fasad bangunan.  Metode yang digunakan adalah eksperimental, yang berarti melakukan beberapa percobaan pada obyek yang diteliti dengan menggunakan beberapa variabel yang telah ditentukan.  Selain itu juga menggunakan bantuan software Ecotect untuk melakukan proses simulasi penghawaan dan beban pendinginan bangunan. Dengan melakukan beberapa percobaan pada bentuk secondary skin, dan jarak rongga antara secondary skin dan juga dinding eksisting, Dengan menggunakan jenis secondary skin multistory, material panel cladding dan memiliki jarak rongga mencapai 1.2m, menunjukkan bahwa desain yang ada dapat menurunkan suhu ruang dalam sebesar 5O hingga 6O C dan memiliki beban pendinginan sebesar 277 kWh/m2 pertahunnya, yakni dapat menurunkan beban pendinginan sebesar 21.5% dari beban pendinginan eksisting.   Kata kunci: fasad, penuruh suhu, beban pendinginan

Page 62 of 150 | Total Record : 1492