cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Pelestarian Bangunan Gedung Pelayanan Perizinan Terpadu JATIM (EKS SOERABAIASCH HANDELSBLAD) Lina Mardiani; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bangunan peninggalan masa kolonial Belanda di Surabaya adalah Gedung Pelayanan Perizinan Terpadu Jatim (P2T). Pada beberapa bagian bangunan terdapat beberapa perubahan akibat dari pergantian fungsi yang dilakukan pada bangunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakter spasial, visual, dan struktural bangunan dan menentukan strategi pelestarian yang tepat. Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis, evaluatif, dan developmen. Hasil studi menunjukkan bahwa bangunan memiliki pola yang simetris yang terdiri dari ruang-ruang yang tersusun dengan pola grid dan linier. Pada segi visual, fasade bangunan memiiki pengaruh dari aliran arsitektur Art Nouveau dan Art and Craft. Hal tersebut salah satunya ditunjukkan pada banyaknya elemen-elemen yang menggunakan ornamen stained glass seperti pada pintu, jendela, dan gevel. Percampuran dengan budaya lokal juga ditunjukkan pada bentuk pintu dan atap yang menyesuaikan iklim tropis serta adanya tambahan ornamen pada lisplang atap yang dipengaruhi budaya Melayu. Struktur bangunan yang masih dipertahankan adalah struktur dinding penopang dan struktur kolom. Terdapat 22 elemen dengan kategori potensial tinggi, 7 elemen potensial sedang, dan 5 elemen potensial rendah.Kata kunci: Pelestarian, bangunan kolonial, karakter spasial, karakter visual, karakter struktural
Aktivitas Ritual Pembentuk Teritori Ruang pada Pura Lingsar Lombok Mustivia Mustivia; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pura Lingsar merupakan pura tertua dan terbesar yang ada di Pulau Lombok. Puraini merupakan bangunan peribadatan yang dikeramatkan atau digunakan oleh duasuku adat terbesar di Lombok, yaitu masyarakat Hindu (mayoritas beragama Hindu)dan Suku Sasak (Sasak Islam Watu Telu). Pengguna bangunan yang beragammenyebabkan jenis aktivitas ritual pada bangunan ini lebih banyak dibandingkanbangunan pura lain pada umumnya.Keharmonisan pengguna dalam penggunaanruang pada bangunan untuk melaksanakan aktivitas ritual masing-masingmenyebabkan teritori ruang yang terbentuk juga beragam. Tujuan dari studi iniadalah untuk mengetahui teritori ruang yang terbentuk oleh aktivitas ritual yang adapada Pura Lingsar Lombok. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalahmetode desktiptif kualitatif. Hasil studi ini menunjukkan teritori yang terbentuk padabangunan ini ditentukan oleh kelompok masyarakat yang terlibat di dalam sebuahritual. Teritori ruang yang terbentuk pada Pura Lingsar Ulon adalah teritori primerdan tersier,sedangkan teritori ruang yang terbentuk pada Pura Lingsar Gaduh adalahteritori primer, sekunder, dan tersier.Kata kunci: aktivitas ritual, teritori ruang, Pura Lingsar Lombok
Simetrisitas Ruang pada Rumah Tinggal Kuno Desa Sempalwadak Kabupaten Malang Rizky Tirta Putri Supriyadi; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Simetrisitas ruang merupakan salah satu konsep hunian yang diterapkan oleh masyarakat Jawa. simetrisitas menjadi salah satu prinsip dalam penataan suatu ruang. Desa Sempalwadak menjadi desa yang menjadi desa yang berkembang atas dua budaya yang berbeda yakni budaya Jawa dan budaya Eropa yang mana dibawa oleh bangsa Belanda yang kala iu membangun pabrik gula di kawasan Desa Sempalwadak. Karakter bangunan kuno yang bercirikan bentuk atap perisai dengan sudut 45o dan atap pacul gowang yang merupakan salah satu karakter atap rumah tradisioanl Jawa yang memiliki fasade bangunan yang simetri ini masih banyak terlihat.Pembahasan ini dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana masyarakat menerapkan simetrisitas dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil studi dan pembahasan menunjukkan bahwa terjadi ketidak sesuaian antara fasade bangunan yang memiliki bentuk simetri namun berbeda dengan susunan ruang dalamnya yang dibangun pada era tahun 1950-an.Kata Kunci : simetrisitas, ruang dalam, rumah kuno
Evaluasi Kenyamanan Spasial dan Visual Ruang Pejalan Kaki Koridor Jalan Soekarno-Hatta Sinaga, Andriano; Santosa, Herry
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Berdasarkan Rencana Tata Ruang Kota Malang Tahun 2010-2030, Kota Malang akan mengadakan perbaikan mengenai fasilitas dan prasarana jalur pejalan kaki untuk dapat meningkatkan pelayanan terhadap pengguna jalur pejalan kaki. Jalan Soekarno-Hatta merupakan salah satu dari koridor jalan provinsi yang terletak pada kawasan perdagangan dan jasa, hal ini membuat koridor ini memiliki mobilitas yang tinggi baik kendaraan bermotor maupun pejalan kaki. Kenyamanan mobilitas pada suatu kawasan tidak lepas dari pengaruh elemen-elemen fisik yang tersedia. Maka dari itu, diperlukan kajian untuk mengevaluasi elemen-elemen ruang pejalan kaki guna untuk menyetahui tingkat kenyamanan pejalan kaki saat melakukan mobilitas serta mengetahui elemen-elemen apasaja yang perlu perbaikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif guna untuk menganalisis karakter fisik elemen ruang pejalan kaki dan metode kuantitatif untuk mengetahui preferensi masyarakat tentang ruang pejalan kaki pada koridor Jalan Soekarno-Hatta. Penilaian elemen-elemen spasial maupun visual yang dikaji berdasarkan teori dan regulasi yang dipadukan dengan preferensi masyarakat untuk menentukan elemen-elemen mana yang sudah baik ataupun yang masih perlu diperbaiki. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa elemen spasial ruang pejalan kaki cenderung kurang nyaman sedangkan elemen spasial sudah cukup nyaman.   Kata kunci:  Kenyamanan spasial, kenyamanan visual, koridor jalan   ABSTRACT   Based on the Spatial Plan of Malang City Year 2010-2030, Malang City will make improvements on the facilities and infrastructure of pedestrian paths to be able to improve services for users of pedestrian paths. Soekarno-Hatta Road is one of the provincial road corridors located in the trade and services area, making this corridor has high mobility both motor vehicles and pedestrians. Convenience of mobility in a region cannot be separated from the influence of physical elements available. Therefore, a study is needed to evaluate the elements of the pedestrian space in order to know the pedestrian comfort when performing mobility and to know the elements that need to be ignored. This research uses qualitative method in order to analyze the physical character of pedestrian space element and quantitative method to know public preference about pedestrian way on Soekarno-Hatta Road corridor. Assessment of spatial and visual elements studied by theory and regulation combined with community preferences to determine which elements are good or that need improvement. From the results of this study concluded that the spatial elements of pedestrian space tend to be less comfortable while the spatial element is quite comfortable. Keywords: Spatial comfort, visual comfort, road corridor
Sistem Pencahayaan Melalui Side-lighting pada Kantor Bapenda Kabupaten Malang Fernanda Ayuning Putri; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPencahayaan alami merupakan konsep yang potensial untuk dikembangkan di negara beriklim tropis dimana matahari bersinar sepanjang tahun. Sistem pencahayaan melalui side-lighting merupakan konsep yang banyak digunakan bangunan kantor pemerintahan Kabupaten Malang. Dibangunnya kantor terpadu sebagai akibat dari pemindahan ibukota Kabupaten Malang ke Kecamatan Kepanjen menjadi isu yang diangkat dalam penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja pencahayaan alami dan untuk memberikan rekomendasi mengenai rekayasa side-lighting pada Kantor Bapenda Kabupaten Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif eksperimental dengan software DiaLux 4.13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi pencahayaan eksisting dalam bangunan sangat jauh dari standar pencahayaan dalam ruang sehingga digunakan pencahayaan buatan pada 90% dari keseluruahan area sepanjang hari dari pukul 08.00 hingga 16.00. Setelah memberikan alternatif sesuai variabel bebas yang terpilih, rerata tingkat pencahayaan dan faktor cahaya naik sekitar 20% dari kondisi eksisting. Sedangkan zona nyaman naik sekitar 300% dari kondisi eksisting. Variabel yang mempengaruhi hasil dalam penelitian ini adalah warna interior, partisi ruang, material bukaan, dimensi bukaan, jenis dan dimensi pembayang, dan layout perabot.Kata kunci: side-lighting, pencahayaan alami, Dialux, kantorABSTRACTDaylighting has potential to be developed in tropical climates where the sun shines throughout the year constantly. Daylighting system through the side-lighting commonly uses in Malang Regency’s Government Building. This research based on issues the relocation of the District Capital of Malang to Kepanjen Subdistrict, whether the new building has been considered of daylighting system that can make users building more healthy and comfortable. The purpose of this research is to know the performance of daylighting and to give recommendation about the side-lighting system at Bapenda Office of Malang Regency. The research’s method is quantitative experimental by using DiaLux 4.13. the result of this research indicates that the existing illuminance condition within the building are to low compare with standard lighting therefore the artificial lighting is used in 90% of area and used all the daytime from 08.00 to 16.00. After providing alternatives according to the independent variables the average of illuminance and daylight factor is rises about 20% while the comfort zone rises about 300%. The variables that caused the result in this research are interior color, space partition, window material, window dimension, type and dimension of shading devices, and furniture layout.Keywords: side-lighting, daylighting, DiaLux, Office
Pola Perilaku Anak Terhadap Aspek Interior Pos PAUD Vinolia Malang Adrian - Widisono; Rinawati Pudji Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku anak menjadi suatu tolak ukur atau parameter perkembangan anak. Anak usia dini merupakan periode emas perkembangan anak atau biasa disebut dengan golden age karena pada usia tersebut anak mencapai perkembangan intelektual 50%. Perilaku anak dipengaruhi oleh lingkungan terutama saat anak melakukan kegiatan belajar dan bermain. Dalam suatu kegiatan belajar dan bermain Pos PAUD menurut pemerintah di perbolehkan menggunakan setting fisik yang berbeda salah satunya dalam objek penelitian menggunakan bangunan Balai RW. Penggunaan bangunan yang tidak sesuai dengan fungsinya ini berpengaruh terhadap pola perilaku anak yang terbentuk dari aspek interior di dalamnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pola perilaku anak yang dipengaruhi oleh aspek interior ruang dalam bangunan Balai RW. Dalam penelitian ini aspek interior yang sering berinteraksi dengan anak akan dikaji terkait dengan perilaku anak. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dan untuk mengamati perilaku anak menggunakan metode person centered mapping dan place centered mapping. Pengamatan dimulai pengumpulan data fisik terkait aspek interior yang nantinya akan dianalisis dengan perilaku anak. Berdasarkan hasil penelitian memberikan suatu kecenderungan pola perilaku yang berbeda dari penggunan tempat belajar mengajar secara umum, sehingga suatu prasarana pendidikan yang berbeda dapat memberikan pola perilaku yang berbeda juga bagi pengguna. Hasil dari penelitian ini memberikan kecenderungan perilaku terhadap aspek interior dan memberikan rekomendasi desain dari perubahan pola perilaku tersebut.  Kata kunci: Pola perilaku, Balai RW, aspek interior.
Rekayasa Pencahayaan Alami pada Ruangan sebagai Upaya Pemerataan Cahaya Ruang Tunggu Bandara Internasional Lombok Nata Tresna Hadi; Ary Dedy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pencahayaan yang digunakan pada ruang tunggu penumpang Bandara Internasional Lombok memiliki beberapa poin negatif yang harus diperhatikan. Hal tersebut dikarenakan oleh adanya penggunaan cahaya alami sebagai pencahayaan utama di siang hari. Poin negatif tersebut meliputi antara lain nilai pencahayaan yang terlalu tinggi, dan paparan sinar matahari langsung di dalam ruangan. Untuk menjaga kenyamanan visual yang ada di dalam ruang tunggu, maka perlu adanya pemerataan nilai pencahayaan dalam ruangan dengan mengaplikasikan rekayasa pencahayaan alami. Penelitian ini menggunakan metode simulasi digital sebanyak 3 (tiga) kali sebagai penentu dalam menilai keberhasilan dari lima metode rekayasa pencahayaan alami yang dipilih. Penelitian ini membuktikan bahwa dari kelima metode rekayasa pencahayaan alami, metode sirip verticallah sebagai metode terbaik yang dapat dikembangkan dan diaplikasikan di Bandara Internasional Lombok.
Evaluasi Green Building Pada Perumahan Kelas Menengah Atas Tirtasani Royal Resort Malang octavenna maudy wijaya; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena sick building syndrome yang merupakan salah satu dampak dari adanya pemanasan global mengakibatkan munculnya berbagai tanggapan masyarakat. Salah satunya adalah menghadirkan konsep green building yang merupakan upaya mendirikan suatu bangunan yang ramah lingkungan baik pada pra pelaksanaan bangunan, pelaksanaan dan pasca pelaksanaan bangunan itu sendiri. Konsep green building tidak terbatas pada bangunan-bangunan besar melainkan juga bangunan skala mikro seperti rumah tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi konsep green building pada perumahan tipe kelas menengah atas dan menggunakan sistem rating GBCI untuk mempermudah evaluasi. Hasil dari evaluasi menunjukkan bahwa ketiga sampel yang didapat dengan metode purposive sampling telah memenuhi aspek green building pada rating GBCI sebanyak 42 (SILVER) poin dari total 77 poin maksimal.
Pengaruh Store Atmosphere Terhadap Perilaku Pengunjung Pada Kafe La Aquanos Malang muhamad zainul fanani; Tito Haripradianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang adalah kota terbesar nomor dua di Jawa Timur disebut juga sebagai kota pelajar. Kondisi ini menuntut adanya penyediaan fasilitas untuk berkumpul. Hal ini sejalan dengan adanya tren kafe di masyarakat, khususnya para remaja. Menanggapi fenomena ini para pelaku bisnis kuliner tidak lagi hanya memikirkan tentang produk yang mereka jual, namun juga tentang store atmosphere yang ada di dalam kafe mereka, agar pengunjung merasa betah dan menikmati suasana kafe yang ada. Tujuan dari dilakukanya penelitian ini guna melihatap apakah terdapat pengaruh yang ditimbulkan store atmosphere terhadap perilaku pengunjung di dalam kafe la aquanos Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dengan behavioral mapping dan pembagian kuisioner terhadap 70 responden yang semuanya adalah pengunjung kafe la aquanos pada waktu pengamatan. Hasil kuisioner akan dianalisis menggunakan statistika. Dari hasil pengolahan data didapatkan nilai sig. = 0,000 < 0,05, sehingga Ho ditolak dan store atmosphere memberikan pengaruh yang signifikan (64.5 %) terhadap interaksi dan durasi pengunjung di dalam kafe la aquanos Malang dan variabel yang paling berpengaruh adalah tata letak serta suhu udara.Kata kunci: store atmosphere, kafe la aquanos, perilaku, statistika
Hubungan Jalur Pejalan Kaki dan Activity Support Pada Koridor Jalan Sumbersari-Gajayana Kota Malang Anggi Arlyan Mentari; M. Satya Adhitama
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas penduduk dan activity support dalam koridor Jalan Sumbersari-Gajayana memberikan dampak terhadap pengguna aktivitas terutama bagi pejalan kaki. Tingginya aktivitas pejalan kaki yang sebagian besar disebabkan oleh besarnya jumlah mahasiswa yang mendiami koridor ini mengakibatkan terbatasnya ruang gerak aktivitas pejalan kaki di jalur pejalan kaki yang tidak dapat terhindarkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adanya hubungan jalur pejalan kaki dan activity support di kawasan koridor jalan Sumbersari-Gajayana. Penelitian dilakukan pada Koridor Jalan Sumbersari-Gajayana Kota Malang menggunakan metode penelitian deskriptif-kualitatif dengan pendekatan korelasi untuk melihat adanya hubungan jalur dan sirkulasi pejalan kaki dengan activity support yang berada baik secara langsung ataupun tidak langsung. Objek studi yang diamati berupa elemen arsitektural pada fasilitas pendukung jalan yang berhubungan dengan jalur pejalan kaki, serta aktivitas pengguna jalan yang berhubungan dengan terbentuknya activity support. Pengambilan sampel dilakukan pada lokasi aktivitas para pejalan kaki menggunakan teknik random sampling. Dari hasil pembahasan disimpulkan jalur pejalan kaki yang berada dekat dengan area komersial dan fasilitas umum memiliki jenis kegiatan pejalan kaki dan bentuk activity support yang bervariasi serta menyesuaikan dengan fungsi kawasan tersebut. Sebagian besar activity support yang terbentuk baik dipengaruhi adanya keberadaan kegiatan perguruan tinggi dan kegiatan komersial.

Page 61 of 150 | Total Record : 1492