cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Pengaruh Elemen Selubung Tembus Cahaya Terhadap Lingkungan Termal pada CG Artspace di Jakarta Selatan Nadya Iftinan; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iklim tropis lembab identik dengan keadaan suhu panas yang dipengaruhi oleh radiasi matahari. Untuk mengantisipasi kendala lingkungan termal bangunan di iklim tropis lembab harus tanggap dalam mengurangi perolehan radiasi panas matahari. Bagian pada bangunan yang tekena dampak langsung pepindahan panas adalah material terutama kaca memiliki nilai transmisi panas tinggi. Penggunaan kaca untuk mendapatkan view dan lingkungan termal yang nyaman rasio 20% - 30%. Jenis kaca insulated glass unit dengan coating Low E dan argon gas dapat membantu nilai transmisi panas dan letak yang harus dihindari adalah bagian barat dan yang baik bagian selatan dan tenggara. Terdapat bangunan dengan konsep keterbukaan dengan menggunakan kaca pada ketiga sisinya pada tiap lantainya dengan rasio besar ±100%, penggunaan rasio yang luas dan pada ketiga sisi ruang dapat meningkatkan transmisi panas ke dalam ruang. Sehingga perlu diteliti lingkungan termal terutama temperatur udara pada kondisi tersebut, dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif dan simulasi. Untuk memaksimalkan penggunaan kaca rasio besar di ketiga sisinya yakni penggantian insulated glass unit dengan jenis double insulated glass low E with argon gas (4 mm – 20 mm – 4 mm) dapat membantu menurunkan dan didukung dengan keadaan kondisi bukaan dan pembayangan yang baik dalam memberikan penghawaan alami untuk mencapai standar kenyamanan.Kata kunci: Fasad kaca, lingkungan termal, temperature udara
Pengaruh Material Insulasi Dinding Terhadap Kinerja Termal Arsitektur Peti Kemas, Studi Kasus: Sekolah Master Depok Rizka Putri; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur peti kemas atau yang juga dikenal dengan cargotecture adalah jenis arsitektur yang menggunakan kembali peti kemas baja sebagai elemen struktural dan selubung bangunan sebagai solusi kebutuhan hunian ruang yang praktis, juga unggul dalam segi biaya dan lingkungan. Penerapannya dalam arsitektur di wilayah tropis lembab memerlukan penanganan tambahan untuk menurunkan temperatur ruang dalam, salah satunya adalah dengan menambahkan material insulasi dinding, seperti yang terjadi pada bangunan Sekolah Master Depok. Penelitian ini mengkaji seberapa besar pengaruh material insulasi dinding pada arsitektur peti kemas melalui studi kasus Sekolah Master Depok dengan menggunakan metode deskriptif evaluatif dengan pendekatan kuantitatif dan simulasi eksperimental. Adapun hasil dari penelitian menunjukkan bahwa jenis material heavy weight berupa dinding bata pada bangunan sekolah berpengaruh dalam menurunkan temperatur ruang yang dapat mencapai nilai 1.6 ℃. Dalam penelitian juga melakukan simulasi rekomendasi material alternatif yaitu menggunakan sabut kelapa, polystyrene, dan ilalang dengan U-Value masing-masing sebesar 0.048 W/m k, 0.035 W/m k, dan 0.36 W/m k dengan hasil bahwa polystyrene memiliki kinerja penurunan temperatur udara yang paling baik dengan nilai mencapai 13.8 %.
Rekayasa Fasad Penurun Temperatur Ruang Gedung Kalimantan DJBC Jakarta sebagai Penerapan Arsitektur Hemat Energi Fariza Nur Amalina; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi energi listrik pada bangunan dapat dipengaruhi oleh rancangan bangunan itu sendiri. Perancangan bangunan yang tepat terutama pada elemen fasad dapat membantu mereduksi konsumsi energi listrik untuk menerapkan arsitektur hemat energi. Bangunan tinggi yang memiliki volume bangunan besar tentunya memprioritaskan sistem penghawaan buatan (Air Conditioner) sebagai sistem penghawaan utama seperti pada Gedung Kalimantan DJBC Jakarta untuk menciptakan kenyamanan termal didalam bangunan. Sebagai langkah awal dalam penerapan arsitektur yang hemat energi maka penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kinerja fasad eksisting dan memberikan rekomendasi desain pada elemen fasad untuk membantu menurunkan energi listrik AC. Selisih temperatur ruang luar dengan ruang dalam menjadi dasar perhitungan kalor atau energi yang dihasilkan oleh fasad sekaligus sebagai acuan untuk membuat rekomendasi desain. Pengaplikasian elemen shading device horizontal mampu menurunkan konsumsi energi listrik Air Conditioner sebesar 52% (1.061,91 Wh) pada ruang barat laut, 67% (284,95 Wh) pada ruang selatan, dan 42% (1.467,64 Wh) pada ruang tenggara dalam rentang waktu yang diukur dengan mempertimbangkan selisih temperatur ruang, energi yang dihasilkan, biaya listik AC, kualitas visual, estetika, serta biaya pemasangan dan perawatan.   Kata kunci: fasad, hemat energi, temperatur ruang
Pengaruh Shading Device dan Tata Interior Terhadap Kenyamanan Visual Melalui Pencahayaan Alami di Perpustakaan (Studi Kasus: Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang) GRACE ANGELA WARDOYO; ANDIKA CITRANINGRUM
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bangunan yang membutuhkan tingkat kenyamanan pencahayaan alami yang memadai adalah perpustakaan. Perpustakaan merupakan area yang membutuhkan intensitas pencahayaan yang besar terutama pencahayaan alami. Pencahayaan alami dibutuhkan secara merata demi memberikan kenyamanan visual bagi pengguna perpustakaan. Pada Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang masih menggunakan pencahayaan buatan sepanjang hari dan tidak mengoptimalkan pencahayaan alami sehingga dapat mengakibatkan pemborosan energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimasi pencahayaan alami melalui modifikasi pada elemen shading device dan tata interior di ruang baca dan koleksi perpustakaan untuk mencapai kenyamanan visual pengguna. Variabel terikat penelitian ini yaitu intensitas dan distribusi pencahayaan alami dalam ruang, sedangkan variabel bebas meliputi bukaan pencahayaan, shading device, dan elemen interior. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif-eksperimental, dengan simulasi menggunakan software Dialux 4.13. Metode kuesioner juga digunakan pada penelitian ini guna mengetahui respon subyektif pengguna terhadap kondisi pencahayaan alami di ruang perpustakaan. Berdasarkan hasil analisis dan simulasi didapatkan rekayasa tata cahaya dengan melakukan perubahan variabel bebas yang mampu meningkatkan zona nyaman 12-50% dari kondisi eksisting.
Model Furnitur Pintar Terhadap Kesesuaian Aktivitas Pengguna Pada Hunian Tipe Studio Apartemen The Suites Metro Bandung nabila desti khuzaifah; ary dedy putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apartemen merupakan salah satu solusi terhadap permasalahan kebutuhan hunian di kota – kota besar, salah satunya adalah Kota Bandung. Apartemen sendiri memiliki jenis ruangan yang beragam salah satunya adalah tipe studio yang paling digandrungi oleh masyarakat karena harganya yang relatif murah. Namun karena hal tersebut ruangan yang tercipta pun menjadi terbatas sehingga terjadi penggabungan fungsi ruang yang berbeda ke dalam satu ruanganan akibat penggabungan ruangan tersebut area menjadi lebih sempit dan fungsi furnitur yang ada tidak sesuai dengan aktivitas yang dilakukan. Maka dari itu dibutuhkan sebuah furnitur yang mampu menerapkan konsep furnitur pintar (smart furniture) agar furnitur yang ada dapat menampung berbagai macam aktivitas penggunanya sehingga ruangan yang terciptanya menjadi lebih luas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dengan teknik analisa visual dan permodelan untuk mendapatkan hasil berupa beberapa alternatif rekomendasi desain. Alternatif rekomendasi desain tersebut kemudian dinilai oleh para penghuni dengan penyebaran kuisioner. Tujuan dari penyebaran kuisioner ini yaitu untuk mengetahui alternatif rekomendasi desain yang paling sesuai untuk diterapkan di dalam unit studio. alternatif rekomendasi desain terpilih menerapkan prinsip desain fleksibel dan mampu membuat ruangan menjadi lebih luas.   Kata kunci: apartemen tipe studio, smart furniture, desain fleksibel, aktivitas penghuni
Fasad Bangunan Sebagai Pendinginan Alami pada Rumah Tradisional Suku Bugis di Desa Mattiro Ade Nur Rahmah; Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah tradisional suku Bugis merupakan salah satu rumah tradisional di Indonesia yang mampu memberikan kenyamanan termal bagi penghuninya dengan sistem pendinginan alami melalui pendekatan desain fasad yang selaras dengan kondisi iklim setempat. Desain fasad bangunan merupakan elemen yang sangat penting dalam kinerja pendinginan alami pada bangunan yang berada di iklim tropis lembab. Penelitian ini mengkaji pengaruh desain fasad bangunan terhadap kinerja pendinginan alami pada rumah tradisional suku bugis di Desa Mattiro Ade Kab. Pinrang Sulawesi selatan. Penilaian kinerja pendinginan alami pada rumah tradisional tersebut dilakukan dengan cara melakukan pengukuran lapangan berupa pengukuran suhu dan kelembaban pada dua rumah yang memiliki desain fasad yang berbeda untuk menilai kinerja kedua fasad rumah tersebut. Selain itu, juga dilakukan analisis visual menggunakan kriteria arsitektur tropis nusantara pada kedua rumah untuk menilai visual bangunan terhadap iklim tropis lembab Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan rumah tradisional dengan desain fasad yang sesuai dengan kriteria arsitektur tropis nusantara mampu mendinginkan udara pada atap, badan rumah dan kolong masing-masing 0,5°C, 0,8°C dan 1,4°C. Kata kunci: desain fasad, rumah tradisional suku bugis, arsitektur tropis nusantara, pendinginan alami Rumah tradisional suku Bugis merupakan salah satu rumah tradisional di Indonesia yang mampu memberikan kenyamanan termal bagi penghuninya dengan sistem pendinginan alami melalui pendekatan desain fasad yang selaras dengan kondisi iklim setempat. Desain fasad bangunan merupakan elemen yang sangat penting dalam kinerja pendinginan alami pada bangunan yang berada di iklim tropis lembab. Penelitian ini mengkaji pengaruh desain fasad bangunan terhadap kinerja pendinginan alami pada rumah tradisional suku bugis di Desa Mattiro Ade Kab. Pinrang Sulawesi selatan. Penilaian kinerja pendinginan alami pada rumah tradisional tersebut dilakukan dengan cara melakukan pengukuran lapangan berupa pengukuran suhu dan kelembaban pada dua rumah yang memiliki desain fasad yang berbeda untuk menilai kinerja kedua fasad rumah tersebut. Selain itu, juga dilakukan analisis visual menggunakan kriteria arsitektur tropis nusantara pada kedua rumah untuk menilai visual bangunan terhadap iklim tropis lembab Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan rumah tradisional dengan desain fasad yang sesuai dengan kriteria arsitektur tropis nusantara mampu mendinginkan udara pada atap, badan rumah dan kolong masing-masing 0,5°C, 0,8°C dan 1,4°C. Kata kunci: desain fasad, rumah tradisional suku bugis, arsitektur tropis nusantara, pendinginan alami
Evaluasi Penerapan Prinsip Arsitektur Tropis Nusantara Terhadap Kinerja Termal Lingkungan Pada Bangunan Rumah Tinggal Karya Eko Prawoto Hannaswati Grahitasari Putri; Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eko Prawoto merupakan salah satu arsitek Indonesia selalu memperhatikan prinsip iklim tropis pada karyanya. Akan tetapi, terdapat karya bangunan rumah tinggal Eko Prawoto belum memaksimalkan penerapan prinsip iklim tropis. Sehingga diperlukan evaluasi karya arsitek penerapan prinsip Arsitektur Tropis Nusantara untuk menciptakan kenyamanan termal yang baik. Penelitian menggunakan metode evaluatif dengan Pendekatan metode kualitatif menggunakan analisis visual objek penelitian bangunan rumah tinggal karya Eko Prawoto dariteori prinsip Arsitektur Tropis Nusantara untuk mengetahui seberapa besar prinsip tersebut diterapkan. metode kuantitataif menggunakan analisis numberik untuk mengetahui kinerja termal lingkungan dan penurunan kinerja suhu pada bangunan rumah tinggal karya Eko Prawoto. Hasil yang didapatkan kinerja termal lingkungan pada bangunan rumah tinggal karya Eko Prawoto pada zona nyaman yaitu dengan rentang suhu 23,30C – 28,30C. Sebesar 90,9% dari prinsip Arsitektur Tropis Nusantara telah diterapkan pada objek penelitian bangunan rumah tinggal Eko Prawoto. Sebesar 9,1% dari prinsip yang belum diterapkan dijadikan sebagai rekomendasi desain yaitu rancangan atap berupa lubang ventilasi pada ruang atap dan rancangan bukaan berupa kisi-kisi pada elemen arsitektural.
Pengaruh Aksesibilitas Terhadap Harga Jual Apartemen di Kota Bogor Raufina Ayu Arjani; Iwan Wibisono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apartemen merupakan bangunan terbangun dengan fasilitas lingkungan untuk tempat tinggal yang dibangun secara vertikal yang bisa menjadi jawaban atas kebutuhan tempat tinggal dengan ketersediaan lahan yang terbatas di Kota Bogor yang sedang gencar dalam pembangunan infrastruktur. Aksesibilitas menuju lokasi beraktivitas sehari-hari penghuni unit memiliki peran penting dalam keberhasilan sebuah lokasi. Keberhasilan aksesibilitas ditinjau dari tingkat kualitasnya yang diukur dengan tingkat kenyamanan dan keamanan dalam melintas yang dipengaruhi oleh kelengkapan perabot jalan. Sehingga, perlu dikaji seberapa jauh aksesibilitas berpengaruh dalam harga jual apartemen yang terbangun pada lokasi dengan aksesibilitas yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas aksesibilitas menuju tiap apartemen yang dipilih dan besar pengaruh yang diberikan oleh tingkat aksesibilitas terhadap harga jual. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data yang dibutuhkan berupa daftar harga dan juga observasi langsung. Dari penelitian tersebut diperoleh bahwa tingkat aksesibilitas paling tinggi ada di Apartemen Bogor Icon dengan harga jual paling tinggi. Tingkat aksesibilitas apartemen yang lain dapat ditingkatkan setelah perbaikan dan penambahan aksesibilitas. Kenaikan yang didapat bisa mencapai 20% dalam kurun waktu satu bulan.  Kata kunci: aksesibilitas, harga jual, perabot jalan, kualitas aksesibilitas
Kinerja Akustik Ruang pada Gedung Kesenian Gajayana Vandi Setiawan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Faktor utama yang perlu dicermati dalam perancangan akustik ruang adalah kualitas dan kinerja tata letak dan elemen ruang dalam, karena kedua hal itu memiliki pengaruh besar dalam menentukan keberhasilan sebuah aktifitas yang diwadahi. Gedung Kesenian Gajayana Malang merupakan salah satu auditorium multifungsi berlabel Cagar Budaya yang belum memenuhi kinerja akustik ruang yang baik, terbukti dari hasil observasi awal yang menghasilkan nilai rataan kebisingan 48,6 dBA. Tujuan dari studi ini adalah  untuk menghasilkan rekomendasi desain sebagai langkah peningkatan kinerja akustik ruang Auditorium Gajayana. Kinerja akustik ruang dapat dinilai berdasarkan parameter objektif yang meliputi latarbelakang kebisingan, distribusi tingkat tekanan bunyi dan respon impuls ruang terutama waktu dengung. Metode kuantitatif eksperimen dilakukan dengan perhitungan empiris dan simulasi digital Autodesk Ecotect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi modifikasi dengan melapisi material lantai eksisting dengan material vinyl 0,3 cm, melapisi dinding bergerigi eksisting dengan plywood rangka celah udara 50 mm dan mengganti ceiling gypsum dengan plasterboard dan plafon akustik  gantung mampu meningkatkan kinerja akustik ruang sehingga kenyamanan akustik secara objektif dapat terpenuhi.   Kata kunci: auditorium multifungsi, kinerja akustik ruang, latarbelakang kebisingan, tingkat tekanan bunyi, waktu dengung   ABSTRACT   The main factor that needs to be concerned in designing of acoustic room is the quality and performance of layout and element interior in that room, because it has a big impact in determining the acoustic comfort of an activites. Gedung Kesenian Gajayana Malang is one of the multifunctional auditorium labeled as Cultural Heritage building that hasn't met good acoustic performance, proven by the results of preliminary observations that produce a noise rating of 48.6 dBA. The purpose of this study is to determine design  recommen-dation as a step to improve the acoustic performance of the Gajayana Auditorium. The performance of the acoustic system can be measured based on an objective parameter that includes background noise level, sound pressure level and reveberation time. Quantitative experimental methods were carried out with empirical calculations and digital simulation using Autodesk Ecotect. The results showed that the combination of modification by coating the existing floor material with 0.3 cm vinyl material, coating the serrated wall with a plywood frame for a 50 mm air gap, and replacing the gypsum ceiling with a plasterboard and hanging acoustic ceiling capable of improving the room acoustic performance so the room acoustic comfort can be reached. Keywords: multifunctional auditorium, acoustical space performance, background noise level, sound pressure level, reverberation time 
Keefektifan Ruang Sirkulasi Pada Pusat Perbelanjaan di Surabaya (Objek Studi : Tunjungan Plaza) Oktavira Berlina Rosa; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tunjungan Plaza merupakan pusat perbelanjaan terbesar kedua di Kota Surabaya yangmemiliki permasalahan ruang sirkulasi yang menyebabkan beberapa area bangunanmemiliki persebaran pengunjung yang tidak merata. Persebaran pengunjung pada bangunan dipengaruhi oleh kepahaman pengguna ruang suatu bangunan yang menentukan keefektifan suatu ruang sirkulasi, untuk mengetahui nilai keefektifan ruang sirkulasi digunakan metode space syntax. Hasil studi dari keefektifan ruang sirkulasi menggunakan metode space syntax dan didukung oleh hasil observasi menunjukkan bahwa keefektifan ruang sirkulasi pada Tunjungan Plaza 1 sampai Tunjungan Plaza 6 terbilang rendah yang menyebabkan kepahaman pengguna ruang suatu bangunan. Keefektifan ruang tersebut akan menentukan kepahaman pengguna ruang suatu bangunan. Kepahaman pengguna ruang suatu bangunan menentukan persebaran pengunjung yang menunjukkan bahwa Tunjungan Plaza memiliki persebaran pengunjung yang tidak merata.Kata kunci: Sirkulasi, Pusat Perbelanjaan, Space Syntax

Page 65 of 150 | Total Record : 1492