cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Jendela Penurun Suhu pada Gedung Baru Teknik Pengairan Universitas Brawijaya Malang Zai Dzar Al Farisa; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Baru Teknik Pengairan adalah salah satu gedung perkuliahan di Universitas Brawijaya yang memiliki potensi dapat memaksimalkan pendinginan pasif, namun kondisi fisik bangunan ini tidak mendukung potensi tersebut, sehingga sistem pendinginan buatan lebih sering digunakan. Maka dilakukan sebuah penelitian untuk mengevaluasi gedung serta memberikan sebuah rekomendasi desain. Observasi lapangan dilakukan dengan pengamatan visual, mengukur suhu udara, kelembaban udara, dan kecepatan angin. Data hasil observasi lapangan kemudian disimulasikan menggunakan Ecotect Analysis dan dianalisis sehingga memunculkan suatu rekomendasi desain berupa jendela yang dapat menurunkan suhu udara. Hasil dari simulasi rekomendasi desain menunjukkan bahwa 10 mode jendela dapat menurunkan suhu udara di dalam ruang. Adanya kombinasi pengoperasian mode jendela menyebabkan suhu udara pada Ruang Kelas 2.1 dapat turu
Masjid Raya Suramadu Dengan Konsep Arsitektur Madura Kontemporer Achmad Sufyan; Iwan Wibisono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Madura merupakan pulau yang berada di provinsi Jawa Timur, yang di hubungkan oleh Jembatan Nasional Suramadu dengan pulau Jawa, yang dimana akibat adanya jembatan tersebut berdampak signifikan terhadap perkembangan di pulau Madura baik pengaruh positif maupun negative, yaitu berupa percepatan perkembangan industri maupun dampak modernisasi dari masuknya budaya luar ke pulau Madura, yang mengakibatkan kurangnya minat generasi penerus untuk lebih mempelajari kebudayaan asli Madura, sehingga pemerintah berupaya dengan membentuk Badan Pengawasan Wilayah Suramadu (BPWS) sebagai pengkontrol dari dampak yang di timbulkan, yaitu dengan membangun beberapa fasilitas salah satunya fasilitas Masjid Raya Suramadu. Studi ini bertujuan untuk mengangkat kembali kebudayaan khas Madura dan menerapkannya pada perancangan masjid, dengan menggunakan metode transfomasi yang berfokus pada bentuk bangunan dan ornamen khas Madura yang kemudian diolah hingga menghasilkan bentukan baru lalu diterapkan kedalam perancangan. Dengan hal ini diharapkan dapat menimbulkan dan memberikan informasi tentang arsitektur khas Madura yang telah disesuaikan dengan kondisi masa kini.   Kata Kunci : Masjid, Kontemporer, Arsitektur Madura
Kualitas Scenic Beauty Kawasan Wisata Monkey Forest Ubud, Bali Wayan Gita Tresna Anggari; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Monkey Forest Ubud, Bali adalah salah satu kawasan wisata alam yang memiliki daya tarik utama berupa hutan tropis alami. Pariwisata mendorong pembangunan elemen buatan yang beragam di dalam kawasan sehingga berpotensi mengurangi kualitas scenic beauty alami. Evaluasi terhadap kualitas scenic beauty yang dilakukan dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui elemen yang bersifat positif dan negatif bagi kualitas scenic beauty kawasan untuk menghindari penataan yang kurang sesuai di masa depan. Elemen yang dievaluasi meliputi hutan, sungai, bangunan pura, bangunan modern, dan lansekap buatan lainnya. Fotografi dipilih sebagai stimuli untuk mengevaluasi scenic beauty kawasan berdasarkan persepsi wisatwan nusantara dan mancanegara. Evaluasi panel yang melibatkan 20 orang dilakukan untuk memilih foto yang merepresentasikan kawasan. Foto-foto yang melewati tahap evaluasi panel kemudian digunakan dalam kuisioner yang melibatkan 201 responden wisatawan. Dari hasil analisis mean score, persepsi wisatawan terhadap elemen hutan dan sungai cenderung positif. Hasil ini menunjukkan bahwa kualitas elemen alami di kawasan ini cenderung baik. Bangunan Pura merupakan elemen buatan yang lebih berpengaruh positif bagi scenic beauty dibandingkan dengan bangunan modern. Penataan utilitas yang kurang rapi juga memberikan dampak negatif bagi scenic beauty. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa atribut estetis bentuk, warna, dan komposisi mempengaruhi persepsi pengunjung terhadap scenic beauty.
Pencarian Lanskap Budaya dalam Pamageran dan Ngarawunan pada Masyarakat Budaya Padi di Kasepuhan Ciptagelar Annisa Putri Budiharta; Susilo Kusdiwanggo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Kasepuhan Ciptagelar merupakan masyarakat yang memegang teguh budaya padi hingga sekarang. Masyarakat Ciptagelar menghormati padi dan menganggap bahwa padi memiliki jiwa layaknya manusia. Kepercayaan tersebut diwujudkan dalam setiap aktivitas rutin dan ritual yang berkaitan akan padi. Beberapa aktivitas diantaranya, yaitu ngarawunan dan pamageran menjadi latar belakang terbentuknya lanskap budaya di Kasepuhan Ciptagelar. Pamageran dan ngarawunan menandakan proteksi yang dilakukan di wilayah agrikultur Kasepuhan Ciptagelar. Bagaimana peran kegiatan pamageran dan ngarawunan dalam melindungi kawasan agrikultur di Kasepuhan Ciptagelar? Bagaimana lanskap budaya yang terbentuk dari aktivitas pamageran dan ngarawunan di Kasepuhan Ciptagelar? Penelitian ini bertujuan, (1) mengkaji lingkup proteksi dan pembentukkan teritori di lingkungan agrikultur; dan (2) mengkaji proses dari pembentukkan lanskap budaya dalam wilayah agrikultur di Kasepuhan Ciptagelar berdasarkan kegiatan pamageran dan ngarawunan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-induktif dengan paradigma etnografi-partisipatoris. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, perlakuan dalam memproteksi dapat membentuk batas teritori. Sedangkan, pergerakan yang terjadi dalam pamageran dan ngarawunan dapat menjadi ciri khas lanskap budaya dalam wilayah agrikultur Kasepuhan Ciptagelar. Peristiwa pamageran memiliki keterkaitan dengan wilayah permukiman-huma-hutan. Sedangkan, peristiwa ngarawunan memiliki relasi antara wilayah permukiman-huma-sawah. Kedua hubungan tersebut berdampak pada sistem proteksi dan kelestarian ekosistem Kasepuhan Ciptagelar.   Kata kunci: Budaya padi, lanskap budaya, ngarawuan, pamageran, teritori.   ABSTRACT   Kasepuhan Ciptagelar are society who holds paddy culture up until now. Ciptagelar society respects on paddy and assumes that padih has spirit and soul just like human being. That belief realized in every routine and ritual activities that related to padih. Some activities such ngarawunan and pamageran become the fundamental reason of cultural landscape making at Kasepuhan Ciptagelar. Pamageran and Ngarawunan shows protection that occured at agricultural region of Kasepuhan Ciptagelar. How does the role of Pamgeran and Ngarawunan can defense the agricultural region at Kasepuhan Ciptagelar? How does traditional landscape that happened from pamageran and ngarawunan activities at Kasepuhan Ciptagelar? The aim in this research is; (1) reviewing the scope of protection and formation of territory in agricultural environtment; and (2) reviewing the process of establishing cultural landscapes in agricultural areas in Kasepuhan Ciptagelar based on pamageran and ngarawunan activities. The research use inductive-qualitative as its method and participatory-ethnographic paradigm. The result shows that treatment in protection form the territorial boundaries. Meanwhile, movements that occur in pamageran and ngarawunan can be the characteristics to show cultural landscape in agricultural region fron Kasepuhan Ciptagelar. Pamageran activity has its link to settlement-huma-forest domain. Whereas, ngarawunan has its relation between settlement-huma-rice field. These relation impact to protection system and ecosystem sustainability of Kasepuhan Ciptagelar. Keywords: ngarawuan, pamageran , paddy culture, territory,  traditional landscape.  
Prinsip Struktur Atap Tribune JIEP Pulomas Sebagai Dasar Perancangan Atap Tahan Gempa Arif Nur Yanto; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan populasi, berkembanglah berbagai bangunan dengan skala besar, salah satunya adalah bangunan bentang lebar. Indonesia merupakan negara dengan daerah rawan gempa bumi. Perencanaan desain bangunan atap bangunan tribun Jakarta International Equestrian Park (JIEP) menggunakan sistem struktur rangka batang dengan skala yang besar. Prinsip-prinsip bangunan tahan gempa pada atap tribun JIEP harus terpenuhi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan eksperimental. Metode deskriptif dilakukan untuk mengkaji prinsip-prinsip bangunan tahan gempa pada JIEP Pulomas sesuai dengan literatur. Metode eksperimental dilakukan untuk mengetahui kesesuaian atap bangunan tribun dengan SNI 1726:2002 menggunakan simulasi SAP2000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur atap tribun JIEP memiliki faktor-faktor yang sesuai dengan prinsip-prinsip bangunan tahan gempa. Prinsip bangunan tahan gempa tersebut antara lain, denah dengan bentuk yang sederhana dan simetris, desain elemen pondasi pilecap dengan tiang pancang, kesederhanaan struktur dengan sistem konstruksi yang menerus ke pondasi, resistensi dan kekakuan ke segala arah, dan beban gempa nominal static ekuivalen.
Evaluasi Purna Huni Aksesibilitas Penyandang Disabilitas pada Bangunan Gedung Kuliah di Universitas Brawijaya Sisca Ainun Nissa; Rinawati P. Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas Brawijaya (UB) merupakan salah satu pelopor Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia yang menerapkan kebijakan kampus inklusif pada tahun 2012. Keberadaan kebijakan ini otomatis menuntut pihak Universitas Brawijaya untuk menyediakan aksesibilitas yang ramah terhadap penyandang disabilitas. Secara teknis, standar terkait aksesibilitas ini tertuang pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia nomor 14/PRT/M/2017 tentang Persyaratan Kemudahan Bangunan Gedung. Penelitian ini menggunakan bangunan gedung kuliah sebagai objek penelitian. Elemen yang diteliti dalam bangunan gedung kuliah dibagi menjadi tiga bagian, yaitu hubungan horizontal, hubungan vertikal, serta prasarana dan sarana. Penelitian ini menggunakan paradigma post-positivisme dengan pendekatan deduktif. Strategi penelitian yang digunakan adalah survei ke lapangan melalui evaluasi aspek teknis dan evaluasi aspek fungsi. Hasil data dianalisis menggunakan metode statistik dan diinterpretasikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan prosentase kesesuaian aksesibilitas penyandang disabilitas pada bangunan gedung kuliah di Universitas Brawijaya sebesar 41% untuk bangunan gedung FIA, 38% untuk bangunan gedung FILKOM, dan 43% untuk bangunan gedung FP. Prosentase tersebut menunjukan lemahnya implementasi peraturan pemerintah sebagai acuan dalam membangun sebuah fasilitas publik. Dari sudut pandang penyandang disabilitas, ketidaksesuaian juga akan berdampak pada segi biaya, waktu, serta usaha jika tidak diperbaiki dalam jangka waktu yang lama.
Evaluasi Purna Huni Aksesibilitas Penyandang Disabilitas pada Bangunan Gedung Kuliah di Universitas Brawijaya Adinda Fara Aulia; Rinawati P. Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas Brawijaya (UB) merupakan salah satu pelopor Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia yang menerapkan kebijakan kampus inklusif pada tahun 2012. Keberadaan kebijakan ini otomatis menuntut pihak Universitas Brawijaya untuk menyediakan aksesibilitas yang ramah terhadap penyandang disabilitas. Secara teknis, standar terkait aksesibilitas ini tertuang pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia nomor 14/PRT/M/2017 tentang Persyaratan Kemudahan Bangunan Gedung. Penelitian ini menggunakan bangunan gedung kuliah sebagai objek penelitian. Elemen yang diteliti dalam bangunan gedung kuliah dibagi menjadi tiga bagian, yaitu hubungan horizontal, hubungan vertikal, serta prasarana dan sarana. Penelitian ini menggunakan paradigma post-positivisme dengan pendekatan deduktif. Strategi penelitian yang digunakan adalah survei ke lapangan melalui evaluasi aspek teknis dan evaluasi aspek fungsi. Hasil data dianalisis menggunakan metode statistik dan diinterpretasikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan prosentase kesesuaian aksesibilitas penyandang disabilitas pada bangunan gedung kuliah di Universitas Brawijaya sebesar 41% untuk bangunan gedung FIA, 38% untuk bangunan gedung FILKOM, dan 43% untuk bangunan gedung FP. Prosentase tersebut menunjukan lemahnya implementasi peraturan pemerintah sebagai acuan dalam membangun sebuah fasilitas publik. Dari sudut pandang penyandang disabilitas, ketidaksesuaian juga akan berdampak pada segi biaya, waktu, serta usaha jika tidak diperbaiki dalam jangka waktu yang lama.
Aksesibilitas Penyandang Disabilitas Tunadaksa di Lingkungan Kampus Universitas Brawiaya Malang alan Galante; Rinawati P. Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aksesibilitas merupakan kemudahan yang disediakan bagi semua orang termasukpenyandang disabilitas. Universitas Brawijaya sejak tahun 2012 menerima mahasiswapenyandang disabilitas dan sudah mulai memperbaiki lingkungan kampus agar ramahterhadap penyandang disabilitas, salah satunya dengan memperbaiki jalur pedestrian.Akan tetapi dalam kenyataannya, pengguna kursi roda jarang sekali melewati jalurpedestrian yang disediakan. Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan aksesibilitaspengguna kursi roda pada pedestrian di lingkungan kampus Universitas Brawijaya.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftif kualitatif denganobservasi dan wawancara. Observasi dimulai dengan identifikasi kondisi eksisting jalurpedestrian berdasarkan standar pada PERMEN PUPR No.14/PRT/M/2017, kemudiandihubungkan dengan hasil wawancara terhadap pengguna kursi roda. Hasil penelitianini menunjukkan bahwa jalur pedestrian di lingkungan kampus Universitas Brawijayabelum bisa menunjang kemandirian pengguna kursi roda yang disebabkan oleh enampoin, yaitu penyebaran ramp tidak lengkap, ramp curam, pedestrian sempit, pedestrianrusak, pedestrian terputus, dan kanstin pedestrian yang rendah.
PENGARUH BUKAAN FASAD TERHADAP KENYAMANAN VISUAL DI DALAM RUANG KULIAH GEDUNG FH UB Muhammad Rizandre Dyatmika; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung kuliah Fakultas Hukum Universitas Brawijaya ini merupakan salah satu gedung kulaih di Malang. Gedung ini memiliki fungsi gedung pendidikan yang dimana dibutuhkan pencahayaan yang baik di dalam ruangannya. Di indonesia sendiri memiliki potensi pencahayaan alami. Tetapi penggunaan pencahayaan alami dalam gedung ini masih kurang optimal, masih terdapat ruangan masih gelap saat tidak menggunakan pencahayaan alami. penelitian ini difokuskan untuk menganalisis kualitas kenyamanan visual dalam ruangan yang berpedoman pada standar kenyamanan ruang pendidikan dalam beberapa pedoman, dengan penggunaan aplikasi simulasi digital untuk mendapatkan hasil desain bukaan fasad yang optimal untuk ruang kuliah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengungkap fakta dan memberikan alternatif bukaan fasad yang optimal untuk ruang kuliah. Strategi yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengubah Tingkat fenestrasi cahaya di bukaan dan mengubah ukuran bukaan pada bangunan. Rekomendasi desain yang dilihat adalah yamng memiliki peningkatan tingkat presentase pencahayaan yang tertinggi dan merata.
Rekayasa Side Lighting Guna Meningkatkan Kualitas Pencahayaan Alami Pada Gedung Utama FEB Universitas Brawijaya tio Satria Anggara; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara tropis yang memilki 2 musim yaitu musim kemarau dan penghujan menuntut berbagai kegiatan dilakukan serba di dalam ruang semakin menguras kebutuhan energi pada sebuah bangunan. Langkah pemanfaatan potensi tersebut telah ditanggapi dengan adanya konsep yang dicanangkan oleh Universitas Brawijaya yaitu eco-green campus, terdapatnya Gedung Utama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya Malang, alangkah baiknya sebagai bangunan pendidikan dan ikon kawasan bangunan ini dapat menjadi role model sebagai bangunan dengan pendekatan hemat energi, salah satunya dari segi pemanfaatan pencahayaan alami di siang hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif-eksperimental mengunakan software Dialux 8.1 dengan tujuan mempelajari, mengevaluasi, dan memberikan rekomendasi desain bukaan samping dan shading device terkait pencahayaan alami pada Gedung Utama FEB Universitas Brawijaya. Bangunan tersebut masih memiliki masalah pada rata-rata nilai iluminasi jika dibandingkan dengan standar nilai iluminasi pencahayaan standar pada ruang kantor dan perkuliahan sebesar 250 lux-350 lux. Dengan merekayasa sistem side lighting berhasil meningkatkan rata-rata nilai iluminasi, dan meredam efek kontras menggunakan shading device. dengan meningkatkan nilai iluminasi pada ruang serta mengurangi efek silau tentunya dapat menekan konsumsi energi dan tidak mengesampingkan kenyamanan pengguna bangunan.

Page 68 of 150 | Total Record : 1492