cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Konsep Mandiri Energi dengan Air-Curing di dalam Gudang Atag sebagai Bangunan Vernakular Pengering Tembakau di Jember Daning Herawati; Andika Citraningrum, ST., M.Sc
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gudang Atag merupakan salah satu bangunan yang telah ada di Indonesia sejak lama.Bangunan ini merupakan ciri khas dari daerah perkebunan yang menanam tembakaujenis Na-Oogst, yang merupakan bahan baku rokok cerutu. Gudang Atag ini bekerjadengan konsep mandiri energi yang sepenuhnya menggunakan pendinginan pasif untukmengeringkan tembakau di dalamnya yang disebut dengan air-curing. Hal lain yangmempengaruhi proses air-curing yaitu konsep ventilasi silang, pemilihan materialselubung gudang dan juga manual control yang dilakukan oleh penjaga gudang. Gudangini bisa bekerja dengan baik meskipun tanpa bantuan energi buatan seperti energi listrik.Keseluruhan kinerja bangunan didukung oleh material, ukuran, energi angin dan tenagamanusia, oleh sebab itu bangunan ini tergolong bangunan yang mandiri energi. Dan daripenelitian yang dilakukan, beberapa konsep dari kinerja Gudang Atag tersebut mungkinbisa diadaptasi ke bangunan kontemporer.
Rekayasa Bukaan Penghawaan Alami pada Rumah Susun Puspa Agro Sidoarjo Rahadito Baskara Lazuardi; Andika Citraningrum, ST., M.Sc
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan suhu rata-rata tahunan 27oC, karakter suhu pada wilayah kabupaten Sidoarjo berada di ambang batas atas dalam kategori kenyamanan termal. Berdasarkan data pengukuran suhu oleh BMKG pada tahun 2014, suhu rata-rata tersebut dapat mencapai hingga 34,6oC pada bulan desember. Hal ini merupakan sebuah permasalahan yang dihadapi bagi 2 juta populasi penduduk yang tinggal di dalamnya. Permasalahan mengenai kenyamanan termal tersebut berkaitan secara langsung terhadap kegiatan atau aktifitas penduduk, yang kemudian berkaitan dengan tempat tinggal dimana aktifitas berlangsung untuk jangka waktu terlama. Dengan sebagian penduduk di Sidoarjo memiliki tempat tinggal yang berada di rumah susun, dibutuhkan peninjauan mengenai kinerja termal di dalamnya yang hal itu telah diatur juga dalam SNI 03-6572-2001 sebagai standar. Salah satu aspek utama yang diteliti adalah bukaan yang berfungsi sebagai penghawaan alami dalam menghasilkan kenyamanan termal. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan eksperimental untuk mengetahui kinerja bukaan pada unit rumah susun yang berada di Puspa Agro Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bukaan masih harus dimaksimalkan untuk mendapatkan kecepatan dan persebaran angin yang cukup dalam menghasilkan kenyamanan termal di dalam ruangan unit rumah susun.
Ekistics dalam Permukiman Masyarakat Manggarai (Studi Kasus : Kampung Megalitik Todo, Nusa Tenggara Timur) Dezzalina Dyana Paramita; Antariksa Sudikno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flores merupakan sebuah pulau yang berada di wilayah Nusa Tenggara Timur. Di dalamnya terdiri dari delapan suku dengan Manggarai sebagai suku terbesarnya. Sebagai suku terbesar, tentunya Manggarai memiliki kebudayaan lokal yang beragam termasuk kebudayaan yang diwariskan pada masa pra sejarah yang berbentuk tradisi megalitik. Didukung dengan beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, ditemukan tiga permukiman megalitik di Manggarai yaitu Kampung Ruteng Pu’u, Wae Rebo dan Kampung Todo. Namun dalam silsilahnya, Todo memiliki peran besar dalam pembentukan Manggarai karena dalam sistem pemerintahannya, Todo merupakan cikal bakal terbentuknya Manggarai pada masa lampau berbentuk kedaluan. Dengan tingkatan tersebut, Todo menjadi menarik untuk dibahas karena menyisakan banyak sejarah dan artefak megalitik sebagai bukti keberadaan masyarakat masa lampau. Namun, seiring berkembangnya jaman muncul kemungkinan adanya perkembangan permukiman yang dapat menyebabkan biasnya tatanan permukiman. Untuk itu, penelitian ini akan mengkaji mengenai keberlanjutan perkembangan permukiman Kampung Todo dengan mengetahui kondisi permukiman Todo berdasarkan teori Ekistics yaitu nature, network, man, society, dan shells. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif dengan pendekatan etic dan emic. Data yang diperoleh merupakan hasil observasi dan wawancara. Dari penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa elemen yang memiliki kontribusi paling besar dalam perkembangan permukiman Kampung Todo adalah elemen shellsnya.   Kata kunci: Kampung Todo, megalitik, ekistik
KAJIAN RUANG KOMUNAL PADA IMAH GEDE DALAM KOMUNITAS BUDAYA PADI DI KAMPUNG GEDE CIPTAGELAR Dinny Rahmaningrum; Susilo Kusdiwanggo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunitas Ciptagelar merupakan komunitas adat berbasis budaya padi yang mempercayai entitas padi memiliki jiwa layaknya manusia. Komunitas adat identik dengan kegiatan bersama secara berulang dari generasi ke generasi sehingga kebutuhan ruang komunal menjadi wajib dalam setiap ritual baik di luar maupun di dalam bangunan. Imah Gede merupakan fasilitas terjadinya ruang komunal di dalam bangunan. Imah Gede terdiri dari beberapa fungsi dan ruang, antara lain goah, pangcalikan dan Tihang Awi yang merupakan kesatuan bangunan adat. Penelitian ini berfokus pada goah Imah Gede yang cenderung membentuk ruang komunal dalam satuan waktu yang berbeda-beda. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi peran goah Imah Gede dan mendeskripsikan interaksi yang terjadi dari setiap elemen pembentuk ruang. Data dihimpun berdasarkan maksimalisasi informasi dari responden dan keyperson dengan metode etnografi dan paradigma partisipatoris. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, ruang komunal dalam Imah Gede terbentuk berdasarkan beberapa faktor, yaitu (a) dasar kepercayaan; (b) tipologi ruang; (c) personal space; (d) latar belakang interaksi; (e) kedudukan gender; (f) rutin dan ritual; (g) kinship. Kedua, interaksi yang mendasari terbentuknya ruang komunal berdasarkan titipan adat yang diamanahkan, sehingga terbentuk ruang komunal petugas dapur dan tamu. Interaksi ini unik karena selain interaksi secara fisik, terdapat pula interaksi-senyap pada peristiwa nyangu-nganyaran. Kata kunci: Budaya padi, Ciptagelar, goah, Imah Gede, ruang komunal. ABSTRACT Ciptagelar community is indigenous community based on paddy culture that believes paddy entity has soul like human. Indigenous communities are identical with repeated activities from generation to generation becomes mandatory both outside and inside building. Imah Gede is a facility for communal space inside building. Imah Gede consist of several function and spaces, such as goah, pangcalikan, and Tihang Awi which are the unity of traditional building. This research focuses on goah Imah Gede cave which tends to form communal spaces in different periods. The aim of the research is to identify the role of Goah Imah gede and describe interactions from element forming space. Data collected based on maximizing information from respondents and keyperson with ethnographic methods and participatory paradigms. The result indicate that; first communal space in goah Imah gede made based on saveral factors, (a) fundamental belief; (b) space typology; (c) personal space; (d) background interaction; (e) gender position; (f) routine and ritual; (g) kinship. Second, interaction that influence the making of communal space based on mandated costumary land, thus forming a communal space for kitchen staff and guests. This interaction is unique because in addition to interaction physically, there is also a quiet interaction in nyangunganyaran. Keywords: : Imah Gede, communal space, rice culture, Ciptagelar.
Rekayasa Fasad Untuk Penurunan Suhu Pada Gedung A Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Hasan Basri; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fakultas Hukum Universitas Brawijaya terletak si kota Malang yang memiliki karakter iklim tropis. Gedung Fakultas Hukum memiliki orientasi yang memanjang dari utara ke selatan sehingga pada sisi barat dan timur fasad utama bangunan terkena sinar matahari selama 1 hari penuh yang menyebabkan suhu dalam ruangan tinggi karena paparan sinar matahari tersebut. Berdasarkan pengukuran sun shading ternyata sun shading pada Gedung tersebut kurang efektif dalam mereduksi sinar matahari yang masuk kedalam bangunan. Dengan munggunakan Ecotect Analysis 2011 dilakukan simulasi rekomendasi dengan Shading Device jenis Egg Crate menggunakan 2 ukuran berbeda. tujuan untuk mengetahui suhu ruangan dalam Gedung untuk nantinya di bandingkan dengan suhu setelah dilakukan rekomendasi yang telah menggunakan Shading Device jenis egg crate dengan 2 ukuran berbeda yaitu 1 meter dan 70 cm. hasil simulasi menunjukan bahwa Shading device jenis egg crate dengan berukuran 70 cm lebih efektif menurunkan suhu dengan penuruanan suhu rata rata mencapai 0,710C.
ADAPTASI KAWASAN DAN BANGUNAN TERHADAP ANCAMAN BANJIR DI DUSUN KEBONDALEM DESA KADEMANGAN KABUPATEN JOMBANG ilham Subakti; Sri Utami
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Jombang merupakan salah satu kabupaten yang hampir setiap tahun mengalami ancaman banjir. Ancaman banjir tersebut terjadi di Dusun Kebondalem Desa Kademangan. Dusun Kebondalem dibatasi oleh dua sungai yaitu Sungai Catak Banteng dan Sungai Pancir Gunting. Topografi yang rendah dan meluapnya air Sungai Catak Banteng dan Sungai Pancir Gunting adalah faktor penyebab terjadinya banjir yang melanda di permukiman Dusun Kebondalem. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menganalisis aspek sosial dan fisik yang mempengaruhi adaptasi kawasan dan bentuk adaptasi bangunan. Aspek sosial yang dianalisis adalah tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan yang bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial dan tingkat ekonomi masyarakat dalam menanggapi ancaman banjir. Sedangkan, aspek fisik yang dianalisis adalah adaptasi fisik kawasan dan bangunan yang sesuai dengan standar kriteria desain. Hasil penelitian yang didapatkan berupa bentuk adaptasi kawasan dan bentuk adaptasi bangunan berdasarkan kriteria desain tanggap bencana banjir.
Kajian Behavior Setting pada Interior Kafe di Kota Malang Adinda Fara Aulia; Rinawati P. Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring berkembanganya jaman, kafe tidak hanya digunakan sebagai tempat bersantai, namun kini kafe digunakan sebagai tempat mengerjakan tugas, rapat maupun sebagai objek fotografi. Hal tersebut cenderung dilakukan oleh mahasiswa di era ini. Dengan adanya perubahan fungsi tersebut, perlu diketahui tata lingkungan khususnya interior kafe yang dapat memenuhi keberagaman kebutuhan aktivitas penggunanya. Hal tersebut dapat dikaji lebih dalam dengan teori behavior setting sebagai tolok ukurnya. Untuk memperoleh data, dilakukan observasi pada kafe yang memiliki lokasi di dekat dengan kampus dan memiliki mayoritas pengunjung mahasiswa dan observasi dilakukan pada waktu yang telah ditentukan yang kemudian data dianalisis dengan menggunakan behavioral mapping. Berdasarkan pengamatan dan hasil analisis pada Bureau Coffee, Roketto Coffee dan Kafe Hamur, diketahui bahwa terdapat komponen behavior setting pada permasalahan yang diteliti, dimana terdapat pola perilaku berulang yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik dari faktor personal maupun faktor lingkungan. Selain itu, terlihat pula adanya milieu (batas fisik dan temporal) yang berhubungan erat dengan perilaku yang terjadi. Dari kajian behavior setting pada tiga kafe tersebut, dapat dilihat bahwa interior pada kafe tersebut telah dapat memenuhi pergeseran kebutuhan penggunanya, khususnya untuk aktivitas mengerjakan tugas oleh mahasiswa.Kata kunci: behavior setting, kafe, perilaku, lingkungan
Pengaruh Kualitas Taman Lapangan Banteng Jakarta Terhadap Kesehatan Fisik Berdasarkan Persepsi Masyarakat Dhea Adi Noor; Novi Sunu Sri Giriwati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini DKI Jakarta baru hanya memiliki ruang terbuka hijau sebesar 9,98% dari target 30% dari total wilayah kota. Sasaran pengelolaan ruang terbuka hijau di Jakarta ialah ruang terbuka hijau yang mampu mengatasi permasalahan lingkungan kota serta berdampak positif terhadap kesejahteraan sosial masyarakatnya. Taman Lapangan Banteng sebagai ruang publik yang digunakan untuk menghabiskan akhir pekan akan tetapi memiliki fasilitas yang kurang sehingga dilakukan revitalisasi untuk memperkuat fungsinya. Ruang terbuka publik diharapkan mampu menumbuhkan kreatifitas dan produktivitas warga kota serta dapat berekreasi secara aktif maupun pasif. Dalam penelitian ini menggunakan metode gabungan kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif untuk menganalisis kualitas Taman Lapangan Banteng terhadap kesehatan fisik dan metode kuantitatif untuk mengetahui persepsi pengunjung taman terhadap kualitas Taman Lapangan Banteng serta pengaruhnya terhadap kesehatan fisik yang menggunakan analisis mean score, analisa faktor, dan regresi. Adapun aspek kualitas taman yang dinilai yaitu aksesibilitas, fasilitas, pengelolaan, elemen natural, dan aktivitas. Analisis gabungan dalam penelitian ini dilakukan dengan mengkombinasikan antara pendekatan kualitatif dan kuantitatif sehingga memberikan pemahaman lebih lengkap dibandingkan dengan hanya menggunakan satu pendekatan saja. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa Taman Lapangan Banteng sudah memiliki kualitas yang baik secara kualitas berdasarkan standard dan teori serta penilaian masyarakat yang mengunjungi taman melalui analisis kuantitatif yang telah dilakukan. Nilai rerata dari setiap indikator yang dinilai yaitu memperoleh nilai baik dengan nilai tertinggi yaitu 4,09 untuk indikator aksesibilitas dan nilai terendah yaitu 3,60 untuk indikator fasilitas. Hal tersebut menunjukkan bahwa Taman Lapangan Banteng mampu menjadi ruang terbuka publik yang berkualitas dan memiliki karakteristik yang baik untuk melihat pemandangan alam, sebagai pemulih, dan sebagai tempat rekreasi.
Kondisi Fisik Jalur Pejalan Kaki pada Koridor Jalan Veteran Malang dalam Konteks Kenyamanan Spasial Nailla Agitayanto Kirana Sakti; Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar Jalan Veteran memiliki fungsi pendidikan serta perdagangan dan jasa. Fungsi lingkungan yang beragam ini membuat aktivitas yang terjadi juga beragam, aktivitas yang beragam ini tentunya dapat menimbulkan permasalahan secara spasial. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi fisik jalur pejalan kaki pada koridor Jalan Veteran Malang dalam konteks kenyamanan spasial. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksploratoris sekuensial, yang dilakukan dalam dua tahap: tahap pertama merupakan observasi lapangan dan tahap kedua adalah penilaian berdasarkan pengguna jalur pejalan kaki dengan menggunakan kuisioner, yang melibatkan sebanyak 150 responden pada jalur pejalan kaki di tepi maupun median jalan pada koridor Jalan Veteran. Elemen penelitian (sirkulasi, perabot jalan, dan aksesibilitas) pada kawasan studi tersebut dianalisis secara evaluatif. Untuk memperoleh rekomendasi kondisi yang ideal dan rasional menggunakan kesimpulan analisis data yang sebelumnya dibuat dalam sintesis data. Hasil penelitian menyebutkan bahwa kondisi fisik jalur pejalan kaki pada koridor Jalan Veteran Malang belum diterapkan sebagaimana mestinya sehingga mempengaruhi kenyamanan spasial pengguna. Sehingga perlu dilakukan peningkatan mengenai elemen-elemen fisik pada jalur pejalan kaki tersebut agar koridor JalanoVeteran Malangodapat menjadi kawasan yang nyaman secara spasial khususnya bagi para pejalan kaki.
Evaluasi Penerapan Prinsip Pendinginan Pasif Terhadap Penurunan Suhu Pada Bangunan Kantor Karya Delution Architect Nabila Ulfah; Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendinginan pasif merupakan salah satu aspek desain pasif yang umumnya diterapkan pada bangunan di negara iklim tropis, salah satunya Indonesia. Semakin banyaknya penerapan pendinginan pasif dalam upaya efisiensi energi diusung oleh arsitek-arsitek di Indonesia, salah satunya Delution Architect. Bangunan karya Delution Architect secara visual, menerapkan beberapa prinsip pendinginan pasif. Namun, dalam penerapan prinsip tersebut perlu memperhatikan lingkungan sekitar. Objek penelitian yang dipilih yaitu kantor DPD Golkar Cikini dan kantor Himaya Studio. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif dan kualitatif. Metode kualitatif menilai analisis visual dengan parameter dari kajian pustaka, sedangkan metode kuantitatif dengan pengukuran suhu di ruang luar, koridor, dan ruang kerja untuk melihat kinerja termal di kedua objek. Penggabungan analisis visual dan hasil pengukuran menunjukkan bahwa kinerja termal di kantor DPD Golkar tergolong baik karena sebagian besar berada pada suhu netral, dan mengalami penurunan. Rekomendasi pada objek tersebut belum diperlukan. Meskipun demikian, penerapan prinsip pendinginan pasif kantor Himaya Studio belum maksimal pada ruang kerja karena selalu berada di atas suhu netral dan sebagian besar mengalami kenaikan suhu. Namun, koridor kantor Himaya Studio memiliki kinerja termal yang baik karena selalu mengalami penurunan suhu. Berdasarkan analisis visual, yang paling menonjol pada bangunan karya Delution Architect adalah penerapan sistem cross ventilation.

Page 69 of 150 | Total Record : 1492