cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
POTENSI WISATA KAMPUNG EKS-LOKALISASI DOLLY SURABAYA UNTUK MEMPERKUAT CITRA KAMPUNG WISATA Muhammad Rizal Fahim; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Surabaya memiliki permasalahan terkait kawasan yang melanggar regulasiKota Surabaya, kawasan tersebut dikenal sebagai kawasan lokalisasi Dolly.Pemerintah Kota Surabaya akhirnya menutup lokalisasi Dolly, yang telah berdirisejak 1966, karena melanggar regulasi tata ruang pada tahun 2014. Untukmempertahankan kemampuan ekonomi masyarakat akibat penutupan kegiatantersebut, PEMKOT Surabaya merencanakan kawasan tersebut menjadi kawasan wisata.Setelah kegiatan lokalisasi pada kawasan tersebut ditutuptimbul pertanyaan bagaimanapotensi wisata kampung eks-lokalisasi dolly di kota surabaya dalam memperkuat citrakampung wisata. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatf dan kuantitatifmenggunakan penalaran deduktif melalui observasi, wawancara, pemberian kuisioner,dan fotografi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, potensi yang paling kuatuntuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata yaitu perkembangan UMKM masyarakatpenghuni kawasan tersebut dan citra yang dapat ditangkap oleh pengamat yang palingkuat terdapat pada elemen district.
Optimalisasi Facade Untuk Mengurangi Penerimaan Panas Pada Ruang Tunggu Terminal Bandara Ilham Fakhrurrozy; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar udara merupakan pemegang peranan penting dalam suatu simpul antar moda transportasi, sebagai gerbang masuk suatu daerah bandara selalu memiliki ciri khas yang menggabarkan budaya setempat dimana bangunan tersebut berdiri. Bandara juga memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi wilayahnya. Bandara Internasional Kualanamu merupakan Pintu gerbang masuk menuju Provinsi Sumatera Utara, Bandara ini juga menjadi salah satu Bandara terbesar dan tercanggih di Indonesia . Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif  eksperimen dengan taktik simulasi , yaitu memperoleh data eksisting di lapangan dan dilakukan perhitungan nilai OTTV (Overall Thermal Transfer Value)dengan menggunakan rumus OTTV yang akan menghasilkan indeks perpindahan panas matahari sesuai SNI (Standar Nasional Indonesia), dan melakukan simulasi penerimaan radiasi matahari pada aplikasi Autodesk ecotect. Penelitian ini merupakan studi kasus tentang upaya optimalisasi melalui rekayasa facade pada selubung bangunan guna mencari solusi dan pemecahan masalah menyangkut kenyamanan termal yang disebabkan oleh Radiasi matahari.
Pola Pemanfaatan Ruang Terbuka Publik di Koridor Jalan K.H. Agus Salim Kota Malang Yolanda Kusumawati; Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan K.H. Agus Salim merupakan salah satu kawasan SUB BWP Prioritas yang telah ditetapkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Malang Tahun 2010-2030. Kawasan ini dikembangkan lebih lanjut dalam Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan Sub BWP Prioritas yang menjelaskan bahwa nantinya di sepanjang koridor tersebut akan dibangun City Walk. Dalam konsep tersebut, kedepannya pada koridor jalan akan dilakukan pengembangan lebih lanjut terkait sistem parkir dan street furniture. Seiring berjalannya waktu, terjadi kompleksitas di sepanjang koridor dalam pemanfaatan ruangnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pemanfaatan ruang terbuka di koridor Jalan K.H. Agus Salim. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode observasi place centered mapping. Waktu pengamatan dilakukan pada hari kerja, akhir pekan dan waktu khusus yang terbagi menjadi beberapa satuan waktu. Hasil dari penelitian ini ditemukan pola pemanfaatan ruang yang terbentuk adalah linear, radial, chain dan cluster. Setting fisik dan fungsi bangunan memiliki pengaruh yang besar dalam pemanfaatan ruangnya. Dengan semakin tingginya intesitas pemanfaatan ruangnya pada beberapa area, maka perlu diseimbangkan dengan optimal keberadaan setting fisiknya.
Pengaruh Courtyard terhadap Kenyamanan Termal pada Rumah Gerbong di Tangerang Selatan Bunga Shafira; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK SOHO atau Small Office Home Office adalah penggabungan fungsi rumah tinggal dan kantor pada satu bangunan. Permasalahan yang kerap terjadi pada SOHO kurang memperhatikan kenyamanan termal bagi pengguna ruang. Kualitas udara pada ruang kerja dapat mempengaruhi produktivitas kerja. Oleh karena itu, dibutuhkan penghawaan alami atau pendinginan pasif yang baik. Strategi pendinginan pasif yang diterapkan pada rumah gerbong adalah courtyard. Ketiga courtyard memberikan pengaruh yang berbeda- beda dalam menciptakan kenyamanan termal. Ruang-ruang yang tidak berdekatan dengan courtyard belum memenuhi standar kenyamanan termal khususnya ruang kerja. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang didukung kuesioner. Analisis berupa analisis keadaan termal, hubungan kondisi termal eksisting terhadap persepsi pengguna, dan pengaruh pelingkup terhadap kinerja termal courtyard. Setelah itu, diberikan rekomendasi desain pada courtyard yang belum bekerja optimal dan membandingkan pembayangan dengan software sketch up 2017. Hasil dari penelitian ini yaitu rekomendasi desain berupa penambahan shading device atau planter box pada bukaan di sekitar courtyard sebagai elemen pelindung. Dengan begitu, akan memaksimalkan kinerja courtyard dalam menciptakan kenyamanan termal yang lebih baik sesuai standar pada bangunan seperti SOHO. Kata kunci: home office, penghawaan alami, pendinginan pasif, courtyard ABSTRACT SOHO or Small Office Home Office is a combination of residential and office functions in one building. The problem that often occurs in SOHO is not paying attention to thermal comfort for space users. Air quality in the workspace can affect work productivity. Therefore, a good natural ventilation with passive cooling strategy is needed. The passive cooling strategy applied in house is courtyard. Each of the three courtyards has a different effect in creating thermal comfort. Some spaces that are not near to the courtyard have not reached the standard of thermal comfort, especially the workspace. This research uses descriptive analysis method with a quantitative approach supported by a questionnaire. The analyses are analysis of the thermal state, the relationship of the existing thermal conditions to user perceptions, and the scoping effect on the thermal performance of the courtyard. Design recommendation is given for courtyard that has not worked optimally and compares the shading with the Sketch Up 2017 software. The results of recommendation are adding a shading device or planter box to the openings around the courtyard as a protective element. Then, it will maximize the performance of the courtyard in creating better thermal comfort according to the standards in buildings such as SOHO. Keywords: home office, natural ventilation, passive cooling, courtyard
Integrasi dan Hirarki Ruang Dalam Pada Klenteng Boen Bio Surabaya A. Rendra Atasa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Klenteng Surabaya memiliki sejarah yang menarik dari sekian banyak kota di Indonesia. Salah satunya klentengyang memiliki tempat ibadah khusus agama khonghucu yaitu Klenteng Boen Bio, karena didalamnya hanya terdapat Sinci saja yang tidak ada patung dewanya. Padaintegrasi ruang yang ada didalamnya mempunyai tujuan dan arti yang menarik untuk di ketahui. Disisi lain hirarki ruang yang menjadi suatu faktor yang penting untuk diperhatikan dalam setiap pembangunan suatu klenteng.Menarik dari Klenteng Boen Bio salah satunya adalah klenteng ini memiliki jalan Dewa. Pada saat memasuki pintu gerbang Klenteng Boen Bio terdapat sebuah tanjakan licin di antara dua buah tangga yang mempunyai ukuran 3,36. Tanjakan licin itu diumpamakan “jalan suci”. Untuk sampai di pintu tengah Boen Bio dengan menggunakan tanjakan tersebut tidak mudah, hal ini berarti bahwa manusia yang ingin menjalani kehidupan yang suci tidaklah mudah. Sehingga dilambangkan dengan cingcoo yaitu meditasi yang maknanya manusia dalam beribadah harus bersungguh-sungguh seperti melakukan meditasi.
Kriteria Desain Bangunan Rumah Tinggal sebagai Fungsi Taman Penitipan Anak (TPA) di Jakarta Selatan Hana Lestari Diwanti; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecukupan luasan ruang yang memiliki intensitas aktivitas anak tinggi pada Taman Penitipan Anak (TPA) yang menggunakan bangunan rumah tinggal dengan mengacu pada standar dari berbagai literatur yang menjadi rujukan pada penelitian ini. penelitian ini juga mengkaji tingkat toleransi para pengguna terhadap luas ruang-ruang yang ditemukan tidak memenuhi standar. Pendekatan kualitatif dipilih sebagai metode yang sesuai untuk tipe penelitian ini. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah rasio luas per anak untuk digunakan sebagai rujukan perancangan TPA di Indonesia yang menggunakan modifikasi rumah tinggal sebagai fasilitas tempat penitipan anak.
Kinerja Roster Sebagai Ventilasi Alami pada Masjid Al - Ikhlas di Sidoarjo Arvin Putra Pratama; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan negara yang memiliki iklim tropis lembab. Karakteristik dari iklim ini dapat mempengaruhi kenyamanan termal dari manusia, khususnya saat beraktivitas di dalam ruangan. Untuk meningkatkan kenyamanan termal pada ruang, desain bangunan dapat menerapkan pendinginan pasif. Konsep ini diterapkan oleh Arsitek Andy Rahman dalam merancang Masjid Al - Ikhlas di Sidoarjo, yang memiliki dinding terbuat dari susunan roster. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental untuk mengetahui desain roster yang tepat sebagai ventilasi alami. Analisis dibagi menjadi dua, yaitu analisis hasil pengukuran kondisi eksisting dan analisis hasil simulasi digital. Dalam merumuskan rekayasa desain roster, program CFD yang digunakan adalah ANSYSFluent. Hasil analisis kondisi eksisting Masjid Al - Ikhlas menunjukkan kinerja roster sebagai ventilasi alami masih belum optimal, yang membuat kenyamanan termal di masjid belum tercapai. Berdasarkan hasil rekayasa desain roster, diketahui bahwa arah dominan angin terdapat bangunan berpengaruh terhadap desain bukaan. Roster yang memiliki sudut bukaan dapat memaksimalkan kecepatan aliran angin yang masuk ke dalam ruang dengan persebaran udara yang lebih merata. Hasil simulasi alternatif desain menunjukkan kriteria yang diterapkan dapat meningkatkan kecepatan angin yang masuk hingga 2x lebih optimal dari penggunaan roster eksisting. Kondisi ini diketahui berdasarkan simulasi, kecepatan maksimal yang dihasilkan roster eksisting adalah 0,2 m/s, sedangkan alternatif desain dapat menghasilkan kecepatan angin 0,4 m/s. Kata kunci : pendinginan pasif, kinerja roster, rekayasa desain, CFD. ABSTRACT Indonesia is a country that has a humid tropical climate. The characteristics of this climate can affect the thermal comfort of humans, especially when doing some activities indoors. To improve thermal comfort in the room, building designs can apply passive cooling. This concept was applied by Architect Andy Rahman in designing the Al - Ikhlas Mosque in Sidoarjo, which has walls made of roster arrangements. The method used in this study is an experimental method to find out the design appropriate roster as natural ventilation. The analysis is divided into two, the analysis of existing conditions measurement and analysis of digital simulation. In formulating the rosteralternative design, CFD software that used is ANSYS Fluent. The results of the analysisof the existing conditions of the Al-Ikhlas Mosque show that the performance of theroster as natural ventilation is still not optimal, which makes thermal comfort in themosque not achieved.Based on the result of rooster design engineering, it is known that the dominant wind direction of the building has an effect on the opening design. Roster which has an opening angle can maximize the speed of wind flow into space with a more even distribution of air. The simulation results of alternative designs show that the applied criteria can increase the incoming wind speed up to 2x  more optimally than using the existing roster. This condition is known based on the maximum simulation, speed produced by the existing roster is 0.2 m/s, while the alternative design can produce a wind speed of 0.4 m/s. Keywords : passive cooling, roster performance, design engineering, CFD.
Transformasi Spasial Rumah Hunian-Usaha Kawasan Kampung Kota (Studi Kasus : Kampung Panjunan Sidoarjo) Rijal Fakhruddin; Sri Utami
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan ekonomi masyarakat terus meningkat diringi dengan perubahan suatu daerah, transformasi spasial baik fisik maupun non fisik dapat mempengaruhi perilaku dalam pen yesuaian yang menyebabkan terjadinya transformasi penggunaan ruang maupun perubahan fungsi ruang pada hunian menjadi hunian-usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi hunian-usaha dengan studi kasus di Kampung Panjunan Sidoarjo berdasarkan aspek spasial. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang mendasari pengaruh, penyesuaian perilaku dan bentuk penyesuaian perilaku penghuni untuk melakukan bentuk perubahan. Kata kunci : Transformasi spasial, rumah hunian-usaha, kampung kota
Kualitas Elemen Wayfinding pada Malam Hari di Universitas Brawijaya Malang Magvira Ardhia Pratiwi; Muhammad Satya Adhitama
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampus utama Universitas Brawijaya memiliki luas sekitar 60 hektar dengan fasilitas yang tersedia beroperasional hingga pukul 22.00 WIB. Pada malam hari, mahasiswa memiliki aktivitas seperti kegiatan belajar mengajar, kerja kelompok, berorganisasi, berforum, dan sebagainya. Berbagai macam aktivitas tersebut membuat mahasiswa diharuskan bersirkulasi atau berpindah tempat dari satu lokasi menuju lokasi berikutnya untuk mencapai tujuan tertentu atau disebut ber-wayfinding. Jika kualitas elemen wayfinding pada malam hari tidak optimal dapat mengakibatkan mahasiswa tersesat dan menghabiskan banyak waktu di jalan saat mencapai lokasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas elemen wayfinding pada malam hari dan mengetahui cara untuk meningkatkan kualitasnya, khususnya pada elemen landmark dan signage. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan bantuan kuisioner untuk mengetahui persepsi mahasiswa UB. Metode analisis yang digunakan adalah Mean Score dan Korelasi Kendall’s Tau B. Hasil penelitian yang ditemukan adalah pada koridor studi memiliki kualitas yang cukup baik dan sudah optimal dengan aspek wayfinding paling baik pada landmark yaitu aspek imageability dan pada signage yaitu aspek legibility. Analisis Korelasi Kendall’s Tau B menghasilkan bahwa pada elemen landmark secara kuat dan pasti aspek pencahayaan dapat meningkatkan kualitas aspek lainnya, sedangkan pada elemen signage terdapat tiga interpretasi hubungan antara aspek pencahayaan dan aspek lainnya, yaitu berhubungan kuat, cukup, dan sangat lemah.
Optimasi Redesain Selubung Bangunan pada Bangunan Perkantoran Berlantai Banyak di Jakarta Selatan dengan Perhitungan OTTV Ghefira Rahma Tsurayya; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BTPN Office Tower merupakan bangunan perkantoran bertingkat tinggi di Jakarta Selatan yang telah menerapkan prinsip green building. Meskipun memiliki peringkat gold pada sertifikasi Greenship, namun usaha penghematan energi pada bangunan ini belum maksimal karena nilai OTTV bangunan eksisting belum memenuhi standar yang ditetapkan oleh SNI yaitu 39,30 W/m2. Jika ditinjau dari kondisi eksisting, bangunan masih dapat dioptimalkan terutama pada desain selubung. Dengan mengoptimalkan desain selubung bangunan tentunya akan berpengaruh terhadap penerimaan radiasi matahari dan penurunan nilai OTTV pada bangunan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif, komparatif, dan evaluatif yang didukung dengan simulasi software ecotect analysis 2011 dan sketchup 2018. Simulasi pada objek penelitian dilakukan dengan memberikan perlakuan terhadap desain selubung, kemudian pengaruh yang muncul dari hasil simulasi akan diamati dan dianalisis. Analisis dilakukan untuk mengetahui rekomendasi desain yang paling tepat untuk selubung bangunan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan secondary skin yang dikombinasikan dengan pemilihan material kaca dengan nilai SCk yang lebih rendah dapat menekan penerimaan radiasi matahari harian pada bangunan hingga 36.3% dan nilai OTTV total berhasil diturunkan menjadi 26.99 W/m2.

Page 79 of 150 | Total Record : 1492