cover
Contact Name
Dinia R Dwijayanti,
Contact Email
biotropika@gmail.com
Phone
+62341-575841
Journal Mail Official
biotropika@gmail.com
Editorial Address
Departemen Biologi FMIPA UB, Jalan Veteran, 65145, Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Biotropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23027282     EISSN : 25498703     DOI : 10.21776/ub.biotropika.
Biotropika: Journal of Tropical Biology invites research articles, short communication, and reviews describing new findings/phenomena of biological sciences in tropical regions, specifically in the following subjects, but not limited to biotechnology, biodiversity, microbiology, botany, zoology, biosystematics, ecology, and environmental sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2021)" : 9 Documents clear
Penentuan Jenis dan Status Konservasi Pari Layang-Layang yang Didaratkan Di TPI Gunung Lingkas Kota Tarakan Dengan Pendekatan Molekuler Syamsidar Gaffar; Sumarlin Sumarlin; M. Gandri Haryono; Harisna Pidar
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2021.009.01.09

Abstract

Pari yang diperdagangkan di Tempat Penampungan Ikan (TPI) Tarakan perlu diketahui jenisnya. Hal ini merupakan langkah awal agar jenis pari yang tergolong dilindungi atau populasinya telah berkurang di alam dapat dihindari untuk diperdagangkan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengungkap spesies pari layang-layang yang diperdagangkan dari TPI Gunung Lingkas, Tarakan, Kalimantan Utara, dengan menggunakan metode pengidentifikasian secara molekuler (DNA barcoding) dan menentukan status konservasinya. Berdasarkan hasil BLAST, sampel teridentifikasi memiliki kemiripan 99,80% dengan spesies Aetoplatea zonura isolate GZON2. Hasil BOLD-IDS juga memberikan persentase kemiripan sebesar 99,8% dengan spesies Gymnura zonura (sinonim A. zonura). Nilai kemiripan >98% menjelaskan bahwa homologi sekuen berada pada tingkat spesies sehingga sampel yang diidentifikasi merupakan G. zonura. Hasil analisis filogenetik dengan menggunakan tiga metode analisis yaitu NJ, ML, dan ME menempatkan sampel ray-T2, G. zonura, dan G. cf zonura konsisten berada pada kelompok yang sama (monofiletik). Artinya, sampel ray-T2 berkerabat dekat dengan G. zonura. Status konservasi G. zonura terkategori vulnerable (vu) di laman IUCN yang berarti spesies ini sedang menghadapi risiko kepunahan di alam sedangkan status pada CITES masih dalam posisi belum terevaluasi.
Pertumbuhan Larva Lalat Tentara Hitam (Hermetia illucens) dengan Pemberian Pakan Susu Kedaluwarsa dan Alpukat Intan Josefin Purba; Ida Kinasih; Ramadhani Eka Putra
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2021.009.01.10

Abstract

Larva lalat tentara hitam (LLTH) (Hermetia illucens) dapat mengonsumsi berbagai limbah organik untuk menghasilkan biomassa yang kaya akan kandungan protein dan lemak. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji dari aplikasi LLTH pada produk pangan olahan yang sudah kedaluwarsa, hal yang relatif belum banyak diteliti di Indonesia terutama terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan dari LLTH. Produk yang diujikan adalah susu bubuk instan dengan pakan ayam komersial sebagai kontrol dan alpukat sebagai pembanding produk yang umum digunakan sebagai pakan LLTH. Pada penelitian ini, 200 ekor larva berusia 7 hari menjadi sampel uji pada tiga kelompok tersebut. Pakan diberikan setiap 3 hari (200 mg/larva/hari) hingga 50% dari larva telah bermetamorfosis menjadi prepupa. Pengambilan data terkait berat tubuh dan tingkat kematian dilakukan bersamaan dengan waktu penggantian pakan. Saat prepupa bermetamorfosis menjadi pupa, setiap individu ditempatkan pada botol vial terpisah untuk proses identifikasi jenis kelamin dan masa hidup. Data pada kelompok susu kedaluwarsa dan kontrol menunjukkan rata-rata berat akhir larva lebih tinggi (0,11 gram berbanding 0,12 gram), proporsi lalat dewasa yang lebih banyak betina (♂:♀, 90:94 dan 90:98), waktu pertumbuhan larva hingga pupa lebih singkat (keduanya memiliki waktu yang sama yaitu 34 hari), dan total masa hidup lalat lebih pendek (57,3 hari berbanding 54,8 hari) lebih baik dibandingkan kelompok alpukat. Sementara itu, kelulushidupan larva tertinggi tercatat pada kelompok kontrol diikuti dengan kelompok yang mendapatkan pakan alpukat (98,5%) dan susu kedaluwarsa (96,5%). Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa susu kedaluwarsa dapat digunakan sebagai pengganti pakan ayam dalam pengembangan sistem produksi larva BSF yang lebih berkesinambungan
Pengetahuan Lokal Penduduk Sumenep Tentang Cemara Udang (Casuarina equisetifolia L.) Wisanti Wisanti; Novita Kartika Indah; Eva Kristinawati Putri
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2021.009.01.01

Abstract

Kabupaten Sumenep merupakan salah satu wilayah distribusi cemara udang,terutama di pesisir pantai utara Pulau Madura. Penduduk Pantai LombangSumenep dikenal sebagai pembudidaya cemara udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengetahuan lokal penduduk Sumenep tentang tanaman cemara udang. Penelitian menggunakan metode survei eksploratif dengan pendekatan partisipatif responden. Responden sebanyak 100 orang dipilih melalui purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner semi terstruktur terdiri dari 20 pertanyaan yang terkait demografi dasar, pengetahuan lokal, dan pengetahuan kegunaan tanaman. Area penelitian mencakup empat lokasi yaitu Pantai Lombang, Pantai Cemara Indah, Pantai Slopeng dan Kota Sumenep. Data yang diperoleh berupa nilai persepsi, apresiasi, dan kegunaan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai persepsi penduduk Sumenep baik dipantai maupun di kota termasuk kategori baik (77,6%) sampai dengan sangat baik (100%) yaitu pada pengenalan, manfaat, dan cara budidaya cemara udang. Penduduk pantai memberikan apresiasi lebih baik dibandingkan penduduk kota ditinjau dari aspek pemanfaatan, budidaya, dan pemeliharaan cemara udang. Cemara udang dinilai kegunaannya oleh penduduk Sumenep sebagai penyejuk lingkungan dan tanaman perindang. Pengetahuan lokal yang menarik dari cemara udang adalah klasifikasi berdasarkan karakteristik morfologi yang bersifat diskontinyu, sehingga menghasilkan empat kelompok yaitu dhungsèng, kerbuy, palè’ mèrah, dan palè’ potè’.
Jenis dan Kekerabatan Kupu-Kupu (Lepidoptera) di Taman Hutan Raya Sulawesi Tengah Moh Sabran; Rocky RT Lembah; Wahyudi Wahyudi; Hamzah Baharuddin; Manap Trianto; Samsurizal M Suleman
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2021.009.01.06

Abstract

Jenis dan hubungan kekerabatan kupu-kupu erat kaitannya dengan pelestarian dan pemanfaatan sumber daya hayati di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis dan kekerabatan kupu-kupu (Lepidoptera) di Taman Hutan Raya Sulawesi Tengah. Pengambilan sampel kupu-kupu menggunakan sweeping net dengan metode purposive sampling pada tiga lokasi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berbeda yaitu Vatutela, Kawatuna, dan Poboya. Sampel kupu-kupu yang diperoleh di lokasi penelitian selanjutnya diidentifikasi di Laboratorium Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 97 spesies dari lima famili kupu-kupu, yaitu Papilionidae (14 spesies), Pieridae (16 spesies), Nymphalidae (46 spesies), Lycanidae (15 spesies), dan Hesperiidae (6 spesies). Sampel penelitian yang digunakan untuk analisis hubungan kekerabatan adalah 23 spesies dari lima famili kupu-kupu yang mendominasi pada lokasi penelitian. Karakter yang diamati meliputi 32 karakter. Analisis hubungan kekerabatan dihitung menggunakan indeks kesamaan Sorensen, selanjutnya diolah menggunakan perangkat lunak Multivariate Statistical Package (MVSP). Hubungan kekerabatan terdekat yaitu antara spesies Appias ithome dan A. zarinda yang didukung dengan indeks similaritas di atas 0,90 dan hubungan kekerabatan terjauh terjadi antara spesies Bibasis sp. dengan spesies lainnya yang berasal dari famili Hesperiidae yang didukung dengan indeks similaritas di bawah 0,7.
Composition & Ecological Role of Soil Macrofauna in Selorejo and Punten Citrus Farming, Malang - East Java Fitria Karinasari; Zulfaidah Penata Gama; Amin Setyo Leksono
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2021.009.01.02

Abstract

Conventional citrus crop farming is a citrus farming system that uses citruscultivation techniques with maximum use of chemicals material to support asustainable agricultural system. Indicators of environmental quality can be known from the composition and ecological role of fauna, one of which is soil macrofauna. This research aims to investigate the diversity and community structure of the soil macrofauna and to identify its role in citrus farming at Selorejo, Dau and Punten Villages, Bumiaji, Malang Regency. This study is a descriptive exploratory study in order to study soil macrofauna capturing at each location for three times. The observation method of soil macrofauna used pitfall traps and hand shorting methods. All data were tabulated used Microsoft Excel. Abiotic factor measurements for two locations have a no different value in each sampling plot. The composition of soil macrofauna is obtained from the important value index (IVI) and the Shannon-Wiener diversity index (H'). Soil macrofauna was obtained from two locations as many as 21 families with the highest importance value index (IVI), namely Formicidae. The results showed that Selorejo citrus farming consists of predator 46%, herbivorous 25%, decomposer 11%, scavenger 7%, and others 11%, while in Punten citrus farming consists of 55% predator, 10%herbivorous,15% decomposer,5% scavenger, and others 15% 
Kriopreservasi Mata Tunas Ubi Kayu Lokal Indonesia : Faktor Penentu Keberhasilan Enny Sudarmonowati; Nurhamidar Rahman; N. Sri Hartati
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2021.009.01.07

Abstract

Kriopreservasi (penyimpanan dalam suhu -198ºC) merupakan pilihan untuk menyimpan dalam jangka panjang bahan tanaman ubi kayu yang selama ini menggunakan “shoot tips” atau “axilary buds” dari planlet in vitro. Ada beragam faktor yang memengaruhi keberhasilan kriopreservasi. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan regenerasi empat genotip ubi kayu lokal Indonesia (Manggu, Mentega 2, Kristal Merah, dan Nangka) menggunakan mesi ceptode kriopreservasi. Keempat genotip ubi kayu itu diberi perlakuan variasi persentase larutan krioprotektan berbeda (87% gliserol, 5% DMSO atau 10% DMSO sendiri atau dikombinasikan), metode pencairan (thawing), lama penyimpanan dalam nitrogen cair (45 menit atau 3 minggu). Stek mini ubi kayu yang sudah diberi perlakuan tersebut selanjutnya ditumbuhkan pada media regenerasi secara in vitro dengan media MS, di tisu yang dibasahi air atau larutan hara makro MS. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa, daya hidup tertinggi (40%) adalah mata tunas merekah tanpa bagian batang genotip Manggu dan Nangka yang direndam dalam larutan kombinasi 87% gliserol dan 5% DMSO yang dicairkan cepat dalam water bath, dibiakkan pada tisu lembab setelah disimpan dalam nitrogen cair 3 minggu. Penggunaan mata tunas dari batang ubi kayu merupakan yang pertama dan berhasil diregenerasikan menjadi tanaman setelah penyimpanan di tangki nitrogen. Hasil penelitian ini mempermudah dan mempersingkat prosedur kriopreservasi bagian tanaman ubi kayu sehingga dapat mendukung pelestarian plasma nutfah dalam jangka panjang.
The Abundance and Diversity of Grasshopper (Orthoptera) in Batu City, East Java Mufti Abrori; Amin Setyo Leksono; zulfaidah Penata Gama
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2021.009.01.03

Abstract

Grasshoppers included in the order Orthoptera in the class of insects. Orthoptera orders are divided into two parts, which a large suborder Ensifera and Caelifera. Most grasshopper species have a role as herbivores and a good protein source for other animals. Grasshopper abundance and diversity of ecosystems are more stable in a low disorder and the other way around. The factors that affect grasshoppers which environmental factors such as the structure of the vegetation, atmospheric temperature, and relative humidity. The purpose of this study to analyze the abundance and diversity of grasshoppers in Batu City, East Java. The research location is in Tahura R. Soerjo Cangar, an agricultural area in Sumbergondo Village, Coban Talun, and Junrejo District. Measurement of biotic and abiotic factors was carried out at the grasshoppers living locations, and then the data were analyzed using the Shannon Wiener Diversity index (H'), Importance Value Index (INP), and Biplot analysis. The results were obtained as 754 individual grasshoppers from the Caelifera suborder. While 201 individuals were found in the Ensifera suborder. The results showed that the highest grasshopper abundance was at the Sumbergondo location, which for the Caelifera. While Ensifera on Tahura R. Soerjo Cangar location had the highest grasshopper abundance. The vegetation area influences abundance and diversity of grasshoppers both in the two suborders. The reduction of the grasshopper's natural habitat harms the survival of the grasshopper. Environmental factors and their characteristics can influence the abundance and diversity of insects, including grasshoppers in a habitat
Karakter Komunitas Pohon Area Sekitar Sumber Mata Air Di Malang Raya, Jawa Timur Akhmad Fathoni; Fatchur Rohman; Sulisetijono Sulisetijono
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2021.009.01.08

Abstract

Area sekitar sumber mata air merupakan kawasan konservasi yang berfungsi sebagai habitat komunitas pohon tumbuh dan keberadaan pohon berdampak positif bagi keseimbangan ekosistem. Kondisi area sekitar sumber mata air di Malang saat ini sudah banyak beralih fungsi menjadi pemukiman dan pengembangan pariwisata. Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu mengetahui kondisi komunitas pohon saat ini dengan melakukan analisis vegetasi yang bertujuan untuk melihat karakter komunitas pohon dan indek keanekaragaman pada kawasan sekitar mata air di Malang Raya Jawa Timur. Metode plot digunakan untuk mengambil data, dengan membagi area menjadi empat stasiun di lima sumber mata air berbeda, yaitu Petirtaan Yai Beji Sari Lowokwaru, Kota Malang; Sumber Sira Gondanglegi, Sumber Wendit Pakis, Sumber Waras Lawang, Kabupaten Malang; dan Sumber Cangar di Kota Batu. Setiap stasiun penelitian dibagi menjadi tiga titik plot hingga total 12 plot dalam satu lokasi penelitian. Pengambilan data dilakukan secara jelajah bebas dimulai dari tepi mata air hingga jarak maksimum ±50m mengelilingi titik mata air. Hasil dari penelitian ini diketahui komunitas pohon yang menjadi penciri sumber mata air dengan nilai INP yang bervariasi di setiap lokasi pengamatan. Berdasarkan INP tertinggi disimpulkan bahwa karakter komunitas pohon yang ditemukan antara lain (Myrta-Moraceae) di Petirtaan Yai Beji Sari; (Meliaceae) di Sumber Sira; (Areca-Meliaceae) di Sumber Wendit; (Melia-Poaceae) di Sumber Waras; dan (Araucariaceae) di Sumber Cangar. Berdasarkan indeks keanekaragaman H' nilai kategori tinggi terdapat di mata air Sumber Waras, sedangkan sumber mata air diamati lainnya memiliki nilai kategori sedang
Buffer Zone Management Impact on Birds Assemblage in the High Nature Value Farmland (HNVf) : a study case on Meru Betiri National Park Nilasari Dewi; Agung Sih Kurnianto
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2021.009.01.04

Abstract

This study aims to analyze the distribution of bird communities and the impact of vegetation on bird habitat preferences in the buffer zone. Research is carried out in agricultural areas in the Buffer zone, Rehabilitation Zone, and on the edge of the plantation. The research location was determined at 37 points: Rajekwesi (4), Sukamade (12), Bandealit (8), Wonoasri (5), Andongrejo (3), Sanenrejo (5). We applied the point count method (r = 17.5 m) in this study, where each point is at least 100-150 meters apart. In the study, 74.6% of records were birds with agricultural specialities and 71.30% of individuals on tree habitats. Birds with specialization in agriculture were found in large numbers related to the protection provided by the TNMB conservation area to bird habitat. Sukamade is the area with the highest number of records. As many as 40.10% were found in tree habitats followed by seedling (16.28%), poles (15.93%), flying over (15.76%), and sapling (11.90%)

Page 1 of 1 | Total Record : 9