cover
Contact Name
Dinia R Dwijayanti,
Contact Email
biotropika@gmail.com
Phone
+62341-575841
Journal Mail Official
biotropika@gmail.com
Editorial Address
Departemen Biologi FMIPA UB, Jalan Veteran, 65145, Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Biotropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23027282     EISSN : 25498703     DOI : 10.21776/ub.biotropika.
Biotropika: Journal of Tropical Biology invites research articles, short communication, and reviews describing new findings/phenomena of biological sciences in tropical regions, specifically in the following subjects, but not limited to biotechnology, biodiversity, microbiology, botany, zoology, biosystematics, ecology, and environmental sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 544 Documents
Uji Antibakteri Isolat Bakteri Asam Laktat yang Diisolasi dari Limbah Cair Sagu Terhadap Bakteri Patogen Kasi, Pauline Destinugrainy; Ariandi, Ariandi; Mutmainnah, Heni
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.85 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2017.005.03.7

Abstract

Bakteri asam laktat (BAL) telah diisolasi dari limbah cair sagu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri isolat BAL yang diisolasi dari limbah cair sagu terhadap bakteri patogen Escherichia coli (bakteri gram negatif) dan Staphylococcus aureus (bakteri gram positif). Isolat BAL yang akan diuji terdiri atas isolat F1 dan F3 (yang diisolasi dari limbah cair sagu yang disimpan selama 1 hari dan 3 hari). Hasil uji antibakteri menunjukkan adanya zona penghambatan berupa zona bening yang terbentuk di sekitar kertas cakram yang mengandung isolat BAL isolat F1 menunjukkan daya hambat hampir sama terhadap bakteri E. coli maupun S. aureus (berturut-turut 22 dan 23 mm). Sedangkan pada isolat F3 daya hambat terhadap bakteri E.coli (25 mm) lebih besar dibandingkan terhadap S. aureus (16 mm). Kedua isolat BAL tersebut berpotensi sebagai starter probiotik untuk menghambat pertumbuhan bakteri patogen.
Pengaruh Salinitas dan Aplikasi Bakteri Rhizosfer Toleran Salin Terhadap Komponen Hasil Tanaman Mentimun cahyaty, Rikza Alfya; Aini, Nurul; Sumarni, Titin
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2094.791 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2017.005.03.12

Abstract

Di Indonesia lahan salin yang potensial untuk dijadikan lahan pertanian sekikat 9.5 juta hektar. Namun kendala yang dihadapi pada lahan salin membutuhkan teknologi khusus untuk dapat mengurangi efek salinitas pada tanaman. salah satunya yaitu penggunaan bakteri rhizosfer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi optimum aplikasi bakteri rhizosfer untum meningkatkan ketahanan tanaman terhadap salinitas. Isolat bakteri yang digunakan dalam percobaan ini merupakan isolat hasil eksplorasi yang telah diidentifikasi yaitu Bacillus megaterium yang telah terbukti dari hasil percobaan pendahuluan yaitu mampu menambat nitrogen dan penghasil hormon IAA. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok kombinasi yaitu tanah non salin dan tanah salin dengan konsentrasi bakteri tanpa aplikasi bakteri, 7.5 ml L-1 bakteri rhizosfer, 15 ml L-1 bakteri rhizosfer, 22.5 ml L-1 bakteri rhizosfer,, dan 30 ml L-1 bakteri rhizosfer,. Parameter pengamatan yang dilakukan adalah jumlah bunga jantan, betina, fruit set, bobot buah per buah, diameter dan panjangg buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas menyebabkan tanaman mentimun tidak dapat menghasilkan bunga betina. Aplikasi bakteri rhizosfer dengan konsentrasi 22.5 ml L-1 mampu meningkatkan bobot buah per buah sebesar 20.8 % dibandingkan dengan aplikasi bakteri dengan konsentrasi 7.5 ml L-1.
Diversity of Bird Species in Some Land Use Around the Area of Mount Argopuro, Probolinggo Aryanti, Nirmala Ayu; Prabowo, Ari; Ma’arif, Samsul
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.613 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2018.006.01.3

Abstract

The land use in Argopuro Mountain is very diverse but not much information on the existence of wildlife, especially bird species that important role in helping the regeneration of natural forests and has not been documented its existence. The purpose of this study to determine the diversity of bird species in some land use around the area of Mount Argopuro. Data collection of species and number of birds using stratified systematic sampling with point counts method on each land use planted forest, protected forest, mountain rainforest, savanna and pine forest in the area of Argopura Mountain. Data analysis was done to calculating the diversity index of Shannon bird species. Medium index diversity of bird species was found in planted forest (2.6) and protected forest (2.48); the lowest in the pine forest (1.64), the mountains rainforest (1.96) and savanna (0.68).
Diversitas Arthropoda Tanah sebagai Bioindikator Lahan Perkebunan dan Hutan Sekunder di Wana Wisata Rawa Bayu, Desa Bayu, Banyuwangi Fikri, Galih El; Yanuwiadi, Bagyo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.388 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keanekaragaman jenis Arthropoda tanah dan karakteristik Arthopoda tanah, memetakan diversitas hewan tanah di lahan perkebunan dan hutan sekunder   dan mengetahui  presepsi  masyarakat  sekitar  Wana  Wisata  Rawa  Bayu  tentang arthropoda tanah. Hal ini perlu dilakukan karena belum ada penelitian tentang Arthropoda tanah di Rawa Bayu. Penelitian ini dilakukan pada 15-17 Oktober   2015, di Wana wisata Rawa Bayu, Kecamatan Sanggon,  Kabupaten Banyuwangi. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga tempat yang berbeda yaitu agroforestri sederhana (kebun ketela pohon), agroforestri kompleks (hutan pinus), hutan sekunder dengan metode pitfall trap dan handsorting. Setiap metode dilakukan   di tiga lokasi dan untuk  masing-masing  lokasi  dilakukan  tiga  ulangan.    Analisis data  keanekaragaman  Arthropoda dengan mencari data kelimpahan, frekuensi, indeks nilai penting (INP) dan Indeks Shannon-Wiener (H) yang dilakukan di Laboratoriun Ekologi dan Diversitas Hewan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Brawijaya, Malang. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa terdapat 22 taxa yang ditemukan dalam penelitian kali ini dengan karakteristik taxa dominan, selanjutnya persebaran 22 taxa tersebut tidak merata yang ditunjukkan dengan hasil pemetaan. Family paling dominan adalah Formicidae. Hasil analisis cluster menunjukan pada indeks kesamaan tidak ada yang lebih dari 0,8.  terdapat  dominasi  dan  kodominasi  untuk  masing-masing  tempat  dan  masing-masing metode.
Kualitas Vegetasi dan Potensi Pekarangan sebagai Atraksi Ekowisata di Sepanjang Koridor Menuju Wana Wisata Rawa Bayu Anggraeni, Wahyu Ririn; Sari, Widya Artika; Natalia, Yessica Kristi; Septiani, Yuni; Azrianingsih, Rodiyati
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.792 KB)

Abstract

Pekarangan merupakan suatu tipe hutan desa yang bersih dan terpelihara dengan baik dan terdapat di sekitar rumahdan ditanami berbagai jenis tanaman mulai dari buah-buahan hingga sayur-sayuran. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untukmengetahui struktur komunitas tanaman,menentukan kualitas vegetasi berdasarkan diversitas tanaman, menggambarkan peta persebaran pekarangandi sepanjang koridor menuju Rawa Bayu, dan mendeskripsikan persepsi warga Rawa Bayu terhadap pekarangan.Metode yang dilakukan yaitu analisis struktur komunitas tanaman pekarangan, menentukan kualitas vegetasi berdasarkan diversitas tanaman pekarangan, pemetaan persebaranpekarangan menggunakan data koordinatyangdiproses menjadi data digital dan diolah menggunakansoftware QGIS. Pemilihan 20 respondenwawancara menggunakan teknik purposive sampling,wawancara ini dilakukan pada warga Rawa Bayu dan wisatawan untuk mengetahui persepsi mereka terkait pekarangan. Berdasarkan hasil analisisdiketahui bahwastruktur komunitastanaman pekarangandi sepanjang koridor menuju Rawa Bayu terdiri dari 130 spesies tanaman yang terdiri dari pohon, perdu, semak, dan herba dengan lima spesies dominan. Kualitas vegetasi pekarangandi sepanjang koridor menuju Rawa Bayu tergolong rendah karena jumlah karakter kurang rindang (KR) mendominasi. Berdasarkan hasil peta persebaran spasial diketahui bahwa empat karakter pekarangan di sepanjang koridor menuju Rawa Bayu tersebar merata, sehingga diketahui pengelolaan pekarangan di Desa Bayu masih kurang. Nilai daya tarik wisata yang tinggi terhadap pekarangan rumah menunjukkan bahwa aspekpekarangan memiliki potensi wisata di Rawa Bayu yang perlu dikembangkan dan pengetahuan warga yang tinggi terhadap fungsi tanaman menunjukkan bahwa hubungan manusia dan lingkungan di daerah tersebut baik.
Etnoekologi Tanaman Budidaya di bawah Naungan Pinus (Pinus merkusii Jungh. & De Vriese) di Desa Duwet Kedampul, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang Oktaviani, Retno; Batoro, Jati
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.384 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2017.005.01.2

Abstract

Pengetahuan lokal secara substansial merupakan norma yang berlaku dalam suatu masyarakat yang diyakini kebenarannya dan menjadi acuan dalam bertindak dan berperilaku sehari-hari. Desa Duwet Kedampul dihuni oleh masyarakat Magersari yang bermata pencaharian dari sektor pertanian dengan melakukan teknik pengelolaan lahan tertentu pada lahan di bawah naungan pinus. Teknik pengelolaan tersebut merupakan pengetahuan lokal yang perlu dikaji dengan studi etnoekologi. Penelitian ini bertujuan mengetahui kegiatan pengelolaan lahan, keanekaragaman jenis tumbuhan, dan bentuk pemanfaatan tumbuhan yang dilakukan oleh masyarakat Magersari di Desa Duwet Kedampul. Pada penelitian ini dilakukan wawancara bebas dan semi-terstruktur terhadap narasumber, inventarisasi jenis tumbuhan dan pengukuran parameter lingkungan pada lahan di bawah naungan pinus. Hasil wawancara dianalisis secara deskriptif dan penghitungan nilai kegunaan (UVs). Hasil inventarisasi dianalisis dengan penghitungan nilai INP (Indeks Nilai Penting). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Magersari di Desa Duwet Kedampul menerapkan sistem penanaman tumpang sari, penanaman berdasarkan musim, pembuatan terasiring, pembuatan teras bangku, dan pemangkasan tajuk atau perempesan pinus. Hasil perhitungan INP menunjukkan bahwa Ageratum conyzoides memiliki nilai INP tertinggi. Pada perhitungan pendugaan UVs diketahui bahwa pisang (Musa paradisiaca) merupakan jenis tanaman yang memiliki UVs tertinggi.
Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman Cabai Katokkon (Capsicum chinense Jacq.) di Ketinggian 600 Meter dan 1.200 Meter di atas Permukaan Laut Flowrenzhy, Dian; Harijati, Nunung
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.51 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2017.005.02.2

Abstract

Cabai katokkon (Capsicum chinense Jacq.) adalah flora spesifik lokasi di Indonesia yang banyak ditemukan di dataran tinggi Toraja-Sulawesi Selatan pada ketingian 800-1.800 meter di atas pemukaan laut (m dpl). Tanaman ini berpotensi ekstensifikasi di luar habitat aslinya, di dataran yang tersedia luas di Indonesia. Penelitian ini bersifat eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produktivitas cabai katokkon pada ketinggian tempat yang berbeda (600 m dpl dan 1200 m dpl). Jumlah tanaman tiap perlakuan sebanyak 30 tanaman. Khusus untuk pengukuran data fase vegetatif, diambil 10 sampel secara acak. Data kuantitatif yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Independent T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketingggian tempat tidak berpengaruh pada tinggi tanaman dan diameter batang utama cabai katokkon. Ketinggian tempat berpengaruh terhadap waktu berbunga dan berbuah serta produktivitas cabai. Cabai katokkon berbunga dan berbuah lebih cepat di ketinggian 1.200 m dpl dibandingkan pada ketinggian 600 m dpl. Produktivitas cabai katokkon di ketinggian 1.200 m dpl sebesar 916,3-1.089,3 g/tanaman, sedangkan pada ketinggian 600 m dpl sebesar 661,9-989,8 g/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas cabai katokkon di ketinggian tempat 1.200 m dpl lebih tinggi dibandingkan pada ketinggian 600 m dpl. Ekstensifikasi cabai katokkon dapat dilakukan di kedua ketinggian tempat, namun dataran tinggi adalah tempat yang paling sesuai untuk pembudidayaan cabai katokkon.
The utilization of Noni Fruit (Morinda citrifolia L) As the Ice Cream ingredient Juhari, Anita; Azrianingsih, Rodliyati; Leksono, Amin Setyo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.832 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2017.005.03.3

Abstract

Abstract The objectives of this research were to determine of the society perception on the use of noni fruit and ice cream, technique to produce ice cream on processed products of noni, to know the content of the nutritional value of noni ice cream, as well as society prospects and perception toward noni ice cream products. The method of this research used a questionnaire survey involving semi structure direct interviews, marketing and beneficial calculation of noni ice cream products. The data were presented in graphical form followed by feasibility analysis. After the survey, 81% of respondents liked and interested in consuming ice cream noni products. Noni fruit mixture was added into the ice cream processed analyses showed that noni ice cream product healthier and have a high nutrient. Fat content of noni ice cream at 6.54 % and lower than the SII standard of 8 %, which indicated that the noni ice cream was low fat. Noni ice cream contain 36,89 mg/100g of vitamin C. most respondents favored  texture of noni ice cream at 69.9 %  and taste of noni ice cream at 54.50 % while products the ice cream by mixing 15% respectively noni fruit texture. Noni ice cream selling during one month resulted profits at 42.200 IDR. Analysis of feasibility noni ice cream was at 1.27 (> 1) which indicated that the business of ice cream noni products was feasible to be continued and carried out the development of the product. Keywords: business, ice cream, marketing, noni, processing  
Understanding Snake Bite Cases Pattern Related to Volcano-Seismic Activity: An Evidence in Bondowoso, Indonesia Kurniawan, Nia; Kadafi, Ahmad Muammar; Kurnianto, Agung Sih; Ardiansyah, Franky; Maharani, Tri
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.864 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2017.005.03.8

Abstract

Bondowoso located in a valley of Raung mountain roots in East Java, Indonesia. The eruption of Mt. Raung in 2015 not only cause loss of life, but also underlining the fact of unusual Snake Bite Cases (SBC), as recorded in the dr. Koesnadi Hospital. We conducted a thorough analysis of the SBC in 2015 along with the survey on all the incident location in January to March 2016. This study represented an improvement on the population of venomous snake in the agriculture area, and reached the highest peak before the eruption. The presence of continuous vegetation at the edge of watersheds become green corridor that functioned as the movement track for snakes in order to avoid the volcano effect.
Pengaruh Aplikasi Cendawan Mikoriza dan Perlakuan Pemberian Air terhadap Peningkatan Kadar Asiatikosida Tanaman Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) Ramadhan, Roni; Nihayati, Ellis; Sitawati, Sitawati
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.734 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2017.005.03.13

Abstract

Tanaman pegagan memiliki salah satu kandungan bahan aktif penting yaitu asiatikosida. Salahsatu cara untuk meningkatkan kadar asiatikosida tanaman pegagan adalah dengan aplikasi cekaman air dan cendawan mikoriza. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh cendawan mikoriza dan cekaman air terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pegagan untuk meningkatkan kadar asiatikosida. Penelitian secara faktorial dengan rancangan acak kelompok yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah 3 taraf dosis cendawan mikoriza yaitu tanpa cendawan mikoriza, 15 g polibag-1 cendawan mikoriza dan 30 g polibag-1 cendawan mikoriza. Faktor kedua adalah 4 taraf perlakuan cekaman air yaitu 100%, 75%, 50% dan 25% kapasitas lapang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara cendawan mikoriza dengan perlakuan cekaman air terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pegagan dalam meningkatkan kadar asiatikosida. Pada tingkat cekaman air 25% kapasitas lapang, perlakuan cendawan mikoriza 15 g polibag-1 dan cendawan mikoriza 30 g polibag-1 menghasilkan jumlah daun per rumpun, luas daun per rumpun, panjang tangkai daun per rumpun, panjang akar per rumpun, rasio tajuk akar dan kadar asiatikosida yang nyata lebih tinggi dibandingkan tanpa pemberian cendawan mikoriza. Pada perlakuan cendawan mikoriza 30 g polibag-1 dengan tingkat cekaman air 50% kapasitas lapang menunjukkan nilai kadar asiatikosida yang nyata lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa perlakuan cendawan mikoriza, namun tidak berbeda dengan perlakuan cendawan mikoriza 15 g polibag-1.