cover
Contact Name
Dinia R Dwijayanti,
Contact Email
biotropika@gmail.com
Phone
+62341-575841
Journal Mail Official
biotropika@gmail.com
Editorial Address
Departemen Biologi FMIPA UB, Jalan Veteran, 65145, Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Biotropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23027282     EISSN : 25498703     DOI : 10.21776/ub.biotropika.
Biotropika: Journal of Tropical Biology invites research articles, short communication, and reviews describing new findings/phenomena of biological sciences in tropical regions, specifically in the following subjects, but not limited to biotechnology, biodiversity, microbiology, botany, zoology, biosystematics, ecology, and environmental sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 544 Documents
Isolasi dan Uji Antagonis Kapang Tanah terhadap Fusarium Patogen pada Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) di Lahan Pertanian Bocek, Jawa Timur Mawardika, Herlinda; Suharjono, Suharjono
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.224 KB)

Abstract

ABSTRAK Salah satu kegagalan dalam budidaya tanaman tomat disebabkan oleh penyakit layu Fusarium. Penyakit ini dapat diatasi dengan penggunaan kapang antagonis yang mampu menghambat pertumbuhan kapang patogen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi Fusarium patogen dan kapang antagonis, serta mengetahui potensi kapang antagonis untuk menghambat pertumbuhan Fusarium patogen. Tahapan penelitian meliputi isolasi Fusarium patogen dan kapang antagonis, skrining kandidat kapang antagonis, dan uji antagonis dengan metode dual-culture. Data dianalisis ragam satu arah dengan α = 0,05. Dua isolat Fusarium patogen diperoleh dari batang tanaman tomat dan 19 kandidat kapang antagonis berasal dari sampel tanah. Kapang tanah yang berpotensi untuk menghambat pertumbuhan Fusarium yaitu  KT.7, KT.10. dan KT.16. Isolat KT.16 menunjukkan penghambatan tertinggi terhadap isolat FB.1, sedangkan isolat KT.7 menunjukkan penghambatan tertinggi terhadap isolat FB.2, yaitu berturut-turut 59,84 % dan 54,67 %. Kata kunci: antagonis, Fusarium, kapang tanah, tomat ABSTRACT One of the failure in tomato plants cultivation caused by Fusarium wilt disease. This disease can be overcome using antagonist mold which able to inhibit pathogenic Fusarium.  The purpose of this research were to isolation pathogenic Fusarium and antagonist mold and determine potency of antagonist mold to inhibit growth of pathogenic Fusarium. The research consist of isolation of pathogenic Fusarium and antagonist mold, screening of antagonis molds candidate, and antagonist test using dual-culture method. Data was analyzed One-way ANOVA at a significant level of α = 0.05. Two pathogenic  Fusarium were obtained from tomato plant stems and 19 candidate of antagonis molds were obtained from soil sample. Potential soil molds to inhibit growth of pathogenic Fusarium were isolates KT.7. KT.10, and KT.16. Isolate KT.16 showed the highest inhibition against isolate FB.1, whereas isolate KT.7 against isolate FB.2, 59.84 % and 54.67 % respectively. Key words: antagonist, Fusarium, soil molds, tomato
STUDI PENGARUH HIPERTIROIDISME TERHADAP SIKLUS ESTRUS DAN GAMBARAN HISTOLOGI OVARIUM PADA TIKUS BETINA (Rattus norvegicus) Riestanti, Shinta Dwi; W.M, Agung Pramana; Soewondo, Aris
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.376 KB)

Abstract

Hipertiroidisme merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh jumlah hormon tiroid yang disekresikan oleh kelenjar tiroid terlalu tinggi. Hipertiroidisme banyak terjadi pada wanita sebab selama proses kehamilan, janin yang sedang berkembang membutuhkan asupan yodium (iodin) yang lebih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh induksi Natrium iodin sebagai penyebab Hipertiroidisme pada siklus estrus tikus betina (Rattus norvegicus) beserta gambaran histologi ovarium tikus betina (Rattus norvegicus). Metode yang dilakukan yaitu dengan melakukan induksi secara berlebih Natrium Iodin (NaI) yang menyebabkan Hipertirodisme kemudian dilakukan pengamatan siklus estrus dan pengamatan secara histologis melalui gambaran histologi ovarium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh Hipertiroidisme pada tikus betina menyebabkan siklus estrus tikus betina menjadi tidak normal dan berpengaruh terhadap fase estrus sedangkan gambaran histologis ovarium pewarnaan Hematoxylin-eosin menunjukkan tidak ada perbedaan antara tikus kontrol dengan tikus hipertiroid.   Kata kunci :  Hipertiroidisme, siklus estrus, ovarium.
Pengaruh Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan Porang (Amorphophallus muelleri Blume.) Pada Fase Pertumbuhan Kedua anturida, zulfa; Azriyaningsih, Rodliyati
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.127 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam terhadap viabilitas umbi dan pertumbuhan tanaman porang pada fase pertumbuhan kedua. Sampel penelitian adalah biji porang yang berumur 85 hst yang ditanam di lahan porang Desa Rejosari, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang dengan ketinggian 400 mdpl dengan suhu 27-32oC. Sampel biji tersebut ditanam dengan perlakuan jarak tanam 40x40 cm², 60x60 cm², dan 80x80 cm. Kemudian pada fase pertumbuhan kedua, pertumbuhan tanaman yang diamati adalah tinggi petiolus, lebar tajuk, diameter umbi, berat umbi, dan tebal umbi. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan RAL. Pengukuran dilakukan setiap minggu untuk viabilitas umbi, setiap dua minggu untuk tinggi petiolus dan lebar tajuk, sedangkan berat, diameter dan tebal umbi dilakukan setelah tanaman rebah. Analisis data menggunakan uji ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Tukey dan uji T (α= 0,05). Hasil analisis menunjukkan bahwa tinggi tanaman, lebar tajuk, berat umbi, diameter umbi, dan tebal umbi pada ketiga perlakuan jarak tanam  berbeda nyata pada semua  perlakuan, tetapi pada perlakuan jarak tanam 60x60 cm² memiliki hasil yang paling tinggi dibandingkan dengan perlakuan jarak tanam yang lain. Kata kunci: Amorphophallus, iles-iles, jarak tanam, pertumbuhan, viabilitas
Uji Kualitatif dan Kuantitatif Isolat Bakteri Lipolitik dari Limbah Cair Pabrik Pengolahan Ikan Kecamatan Muncar, Banyuwangi Bestari, Niken Candra; Suharjono, Suharjono
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.886 KB)

Abstract

Banyaknya industri pengolahan ikan di Muncar, Banyuwangi, menghasilkan limbah cair yang mengandung minyak ikan. Bakteri lipolitik yang hidup dalam limbah cair tersebut dapat menghidrolisis lipid menjadi asam lemak dan gliserol dengan memproduksi lipase. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan isolat bakteri lipolitik yang unggul dari limbah cair pabrik ikan. Isolasi bakteri menggunakan media mineral sederhana, uji kualitatif enzim berdasarkan diameter zona bening menggunakan substrat minyak zaitun 5 % ditambah metil merah 0,01 %. Data diameter zona bening pada hari ke-7 inkubasi dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dengan taraf signifikansi 95%. Aktivitas lipase dari 4 isolat dengan diameter zona bening tertinggi diuji secara kuantitatif dengan metode titrimetri menggunakan NaOH 0,03 N. Diameter zona bening isolat 1me, 3ma, 3mb, dan 3mc secara berurutan adalah 4,08±0,21 mm; 3,94±0,03 mm; 3,99±3,15 mm; dan 4,02±0,15 mm. Aktivitas lipase optimum isolat 1me,  3ma, 3mb, dan 3mc secara berurutan sebesar 3,52 U/ml (jam ke-24); 3,98 U/ml (jam ke-30);  3,74 U/ml (jam ke-34), dan 4,05 U/ml (jam ke-34).
Regenerasi In Vitro Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Kurniawan, Alfian Dwi; Widoretno, Wahyu
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.06 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh zat pengatur tumbuh yang ditambahkan pada media terhadap induksi kalus dan regenerasi tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) secara in vitro. Kalus diinduksi dari eksplan cakram /basal stem menggunakan media Murashige dan Skoog (MS) dengan penambahan 2,4-D konsentrasi 1, 2, 3 dan 4 mg/L. Kalus dikultur pada media MS dengan penambahan NAA 0,1 mg/L dan beberapa konsentrasi  kinetin (2, 3 dan 5 mg/L) untuk induksi tunas. Tunas disubkultur pada media MS + IBA 2 mg/L untuk membentuk plantlet. Penambahan 2,4-D pada media kultur mampu menginduksi pembentukan kalus pada eksplan, tetapi konsentrasi 2,4-D yang tinggi pada media menghambat pembentukan dan pertumbuhan kalus serta menyebabkan terjadi pencoklatan pada eksplan. Penambahan kinetin yang dikombinasikan dengan NAA pada medium mampu menginduksi tunas bawang merah dari eksplan kalus. Peningkatan konsentrasi kinetin berpengaruh terhadap jumlah tunas yang terbentuk pada kalus. Konsentrasi kinetin 2 mg/L mampu menghasilkan tunas lebih banyak dibandingkan dengan kinetin pada konsentrasi yang lebih tinggi (3 dan 5 mg/L). Plantlet bawang merah diperoleh setelah tunas disubkultur pada media yang mengandung IBA 2mg/L, akar mulai muncul setelah 6-8 minggu kultur.
Analisis Vegetasi Riparian di Tepi Sungai Porong, Kabupaten Sidoarjo Oktaviani, Rulik; Yanuwiadi, Bagyo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.401 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keanekaragaman spesies, spesies dominan, dan spesies yang berpotensi sebagai fitoremidiator di tepi Sungai Porong, Kabupaten Sidoarjo. Analisis vegetasi riparian dilakukan di empat stasiun, yaitu area dekat tambak (1), pabrik (2), TPL Lapindo (3), dan pemukiman (4) menggunakan metode kuadran. Tiap pengamatan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan vegetasi riparian di area dekat tambak mempunyai keanekaragaman spesies paling tinggi bila dibandingkan dengan area lainnya, ditunjukkan oleh indeks keanekaragaman spesies (1,03) dengan kategori sedang (1≤H’≤3). Area dekat pabrik (0,95), TPL Lapindo (0,88), dan pemukiman (0,95) mempunyai keanekaragaman spesies kategori rendah (H’ < 1). Turi, tebu, dan rumput Bermuda mendominasi area dekat tambak. Pepaya, pisang, dan rumput gegenjuran mendominasi area dekat pabrik. Buah anjang dan rumput Bermuda mendominasi area dekat TPL Lapindo. Sementara, di area dekat pemukiman, tumbuhan yang mendominasi adalah pohon jati, buah anjang, dan rumput Bermuda.
Diversitas, Pemetaan, dan Persepsi Masyarakat terhadap Herpetofauna Diurnal di Wana Wisata Rowo Bayu, Kabupaten Banyuwangi Firdaus, Anggun Sausan; Rahmawati, Alifah Nur; Wardani, Erintha Eka; Putri, Mulyadiane Meishinta; Yanuwiyadi, Bagyo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.532 KB)

Abstract

Wana Wisata Rowo Bayu berada di kawasan hutan Petak 8, Forest Resort Songgon, Hutan Rogojampi, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi. Rowo Bayu berada pada ketinggian 630 meter diatas permukaan laut dan memiliki 3 sumber air dan rowo, sehingga menjadikan wilayah tersebut memiliki kelembaban udara yang tinggi.Kondisi tersebut memungkinkan untuk beberapa jenis hewan dapat hidup, terutama kelompok herpetofauna. Sampai saat ini, belum banyak penelitian tentang herpetofauna di kawasan tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi masyarakat terhadap konservasi herpetofauna, mendeskripsikan diversitas, memetakan persebaran dan deskripsi habitat, serta menentukan karakteristik herpetofauna diurnal di Wana Wisata Rowo Bayu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi wawancara semi terstruktur, morfometri,Visual Encounter Survey (VES), dan fences trap.Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 4 titik lokasi penting ditemukannya berudu yaitu Rowo Bayu, Sumber Kamulyan, Sumber Dewi Gangga, dan Sumber Kaputren,  serta 1 titik yang merupakan mikrohabitat Microhyla. Spesies yang didapatkan dari fences trap adalah Huia masonii(Boulenger, 1884). Famili yang didapatkan darimetode VES yaitu 3 famili dari kelas anura yaitu Microhylidae, Ranidae, dan Dicroglossidaedan 4 famili dari kelas reptil yaituScincidae, Agamidae, Colubridae, dan Natricidae. Kawasan Wana Wisata Rowo Bayu didominasi oleh berudu dari genus Microhyla. Hasil analisis Principal Component Analysis (PCA) menunjukkan ciri karakteristik Eutropismultifasciata adalah Snout Vent Length (SVL), ciri karakteristik Hylarana rufipes adalah Hind Limb Length (HLL), tetapi ciri karakteristik Microhyla achatina tidak diketahui karena ukuran tubuh sangat kecil. Berdasarkan hasil wawancara, seluruh responden mendukung upaya konservasi dengan cara tidak merusak atau mengganggu habitat herpetofauna.
Potensi Beberapa Hidromakrofita Lokal untuk Meningkatkan Kualitas Air Lindi Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang Khinanty, Retno Dewi; Retnaningdyah, Catur
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.122 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2016.005.01.1

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menentukan potensi hidromakrofita lokal sebagai agen fitoremediasi air lindi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Talangagung Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan lima perlakuan hidromakrofita lokal, yaitu kontrol (tanpa hidromakrofita), Ludwigia adscendens, Alternanthera sessilis, Typha angustifolia, dan polikultur ketiganya pada 25% air lindi dengan lima kaliulangan. Setiap perlakuan diinkubasi selama 30 hari di rumah kaca. Kualitas air lindi yang diamati adalah DO, turbiditas, nitrat, ortofosfat, dan BOD yang dipantau setiap enam hari sekali. Data tiap parameter dianalisis dengan uji beda antar waktu pantau pada masing-masing perlakuan. Semua hidromakrofita perlakuan mampu meningkatkan kualitas air lindi, yang ditandai dengan peningkatan nilai DO serta penurunan turbiditas, nitrat, ortofosfat, dan BOD. Hidromakrofita L. adscendens, T.angustifolia, dan polikultur (polikultur ketiga jenis tanaman) mampu menurunkan konsentrasi nitrat, ortofosfat, dan BOD sejak hari ke-12, sedangkan hidromakrofita A. sessilis sejak hari ke-18.Hidromakrofita A. sessilis mampu menurunkan 73,8% konsentrasi nitrat pada hari ke-30 dan 68,4% konsentrasi ortofosfat pada hari ke-24. Penurunan BOD (61,4%) terbesar ditemukan pada perlakuanhidromakrofita L. adscendens dan T. angustifolia hari ke-30
Komposisi Takson Tingkat Suku Serangga yang Terperangkap dalam Kantong Nepenthes spp. di Taman Nasional Sebangau Kalimantan Tengah Panda, Adventus; Gunawan, Yohanes Edi
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.775 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2017.005.02.1

Abstract

Serangga merupakan ordo penting dalam kelas Arthropoda, karena serangga merupakan salah satuindikator keseimbangan dan kesehatan suatu ekosistem. Peran ekologis anggota ordo ini sangat penting, terutama dalam hal interaksi hewan-tumbuhan, termasuk hubungannya dengan manusia.Salah satu bentuk interaksi tersebut adalah tingkat tropik. Dalam konteks komunitas, tingkatan tropik juga terjadi dalam skala mikro, seperti pada Kantong Nepenthes spp.Nepenthes spp. Modifikasi daun serupa kantong pada Nepenthes spp. hanya dapat dijumpai tumbuh liar pada tanah yang miskin unsur hara, seperti pada tanah gambut di Kalimantan Tengah. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari komposisi takson tingkat suku serangga yang terperangkap dalam kantung Nepenthes spp. Penelitian menggunakan teknik survey, dengan sistem jalur dikombinasikan dengan plot berpetak (transects with nested plot). Pengambilan data dilakukan di dua lokasi berbeda di Taman Nasional Sebangau, yakni kawasan Habaring Hurung (SPTN Wilayah I Kota Palangkaraya) pada Juli 2016, dan kawasan Eks. Kanal PT. Sanitra Sebangau Indah (SSI), yang merupakan wilayah SPTN Wilayah II Pulang Pisau, pada September 2016. Pemilihan lokasi didasarkan pada kelimpahan Nepenthes spp., perbedaan tipe habitat dan kemudahan aksesibillitasHasil pengambilan data berupa spesimen, dibawa ke laboratorium dan dilanjutkan dengan identifikasi sampai pada tingkat suku. Hasil penelitian menunjukkan takson tingkat suku serangga yang terperangkap dalam Kantong Nepenthes yang ditemukan selama penelitian di Resort Habaring Hurung, adalah sebanyak sembilan takson suku serangga. Sementara itu di area Kanal Eks PT. SSI Taman Nasional Sebangau menunjukkan delapan takson suku serangga. Takson suku yang secara konsisten dijumpai hampir di seluruh specimen kantung pada dua lokasi kajian adalah dari kelompok takson suku Formicidae (Semut), Culicidae (Nyamuk) dan Thormisidae (Laba-laba kepiting)
Analisis Pertumbuhan Dua Varietas Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Pada Berbagai Perlakuan Pemupukan Widyaswari, Erningtyas; Santosa, Mudji; Maghfoer, Moch. Dawam
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.973 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2017.005.03.2

Abstract

Peningkatan pertumbuhan tanaman padi dapat dilakukan melalui pemberian stimulan organik dan pupuk anorganik dan juga penggunaan varietas yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian pupuk dan penggunaan varietas dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman padi. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2016 sampai dengan Juli 2016, di Dusun Sekarputih, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu dengan ketinggian 700 m di atas permukaan laut. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor yaitu varietas padi (V) dan dosis pemupukan (P) yang diulang 3 kali. Pengamatan yang diamati ialah indeks luas daun, laju asimilasi bersih dan laju pertumbuhan tanaman pada 49, 63, 77 dan 91 hst. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman padi dengan menggunakan varietas hibrida Mapan-P.05 didapatkan hasil indeks luas daun lebih tinggi dibandingkan varietas Ciherang. Perlakuan pemberian pupuk dengan dosis 100 kg phonska+100 kg urea+biourin sapi (P4) dan dosis 100 kg phonska+100 kg urea+biourin sapi+EM-4 (P6) menghasilkan indeks luas daun yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan EM-4 (P3) pada umur 63 hst.