cover
Contact Name
Dinia R Dwijayanti,
Contact Email
biotropika@gmail.com
Phone
+62341-575841
Journal Mail Official
biotropika@gmail.com
Editorial Address
Departemen Biologi FMIPA UB, Jalan Veteran, 65145, Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Biotropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23027282     EISSN : 25498703     DOI : 10.21776/ub.biotropika.
Biotropika: Journal of Tropical Biology invites research articles, short communication, and reviews describing new findings/phenomena of biological sciences in tropical regions, specifically in the following subjects, but not limited to biotechnology, biodiversity, microbiology, botany, zoology, biosystematics, ecology, and environmental sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 544 Documents
Review: Potency of Secondary Metabolite Componds from Soursop (Annona murricata) and Sugar Apple (Annona squamosa) as Plant-Based Pesticides for Controling Pests and Diseases of Plants Tando, Edi
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.868 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2018.006.01.5

Abstract

Indonesia is one country that is rich will flora and fauna which are biological resources. Plant secondary metabolites is a resource that is used for drugs. Besides can be extracted directly from the plant, also can be synthesized to obtain chemical compounds or their derivatives, through the development of cell culture. The impact of the use of synthetic pesticides / chemicals have an impact that is not good for health and cause disruption of the ecological balance. This paper aims to determine the potential utilization of secondary metabolites in plant soursop (Annona murricata) and sugar apple (Annona squamosa) as botanical pesticides to control pests and plant diseases. Plants soursop (Annona muricata) and sugar apple (Annona squamosa) has potential as a pesticide plant in controlling pests and diseases in plants. Results of phytochemical screening on extracts of leaves of the soursop (Annona muricata) found secondary metabolites: alkaloids, flavonoids, terpenoids, coumarin and lactones, anthraquinone, tannins, glycosides, phenols, phytosterols, and saponins, while the detection of the presence of a group of chemical compounds in seed extracts Soursop ( Annona muricata) and sugar apple (Annona squamosa), found secondary metabolites: alkaloids, flavonoids, polyphenols, terpenoids, coumarin, steroids, lactones, anthraquinone, tannins, glycosides, and saponins cyanadin. Natural pesticides are reducing pests, but is not directly Plant Pest Organisms (PPO) pests quickly. Natural pesticide application with the correct dose, can reduce pests, reduce costs and be environmentally friendly.
EKSPLORASI OBYEK DAN ATRAKSI WISATA PENDUKUNG USAHA KONSERVASI DI BANYUBIRU KABUPATEN PASURUAN Handayani, Anisa Kusumaningtyas; Yanuwiadi, Bagyo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.751 KB)

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang banyak menawarkan obyek-obyek wisata baik di darat maupun perairan. Obyek-obyek wisata ini banyak memiliki potensi yang sangat tinggi untuk dikembangkan menjadi ekowisata. Salah satu kawasan wisata alam berupa pemandian Banyubiru terdapat di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Pasuruan. Wisata alam Banyubiru menyuguhkan pemandian yang berasal dari sumber mata air alami dan beberapa kolam buatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui obyek dan atraksi wisata di Banyubiru serta persepsi masyarakat terhadap ekowisata. Observasi tentang obyek dan atraksi wisata dilakukan dengan cara eksplorasi langsung pada kawasan wisata Banyubiru. Persepsi masyarakat didapatkan dengan cara wawancara semi-terstruktur kepada narasumber. Ekowisata potensial yang bisa dikembangkan yakni Pemandian Banyubiru, Kupang Kraton, perkebunan di sepanjang jalan menuju wisata serta budidaya jamur tiram dan bunga krisan.
Kualitas Diversitas, Struktur Vegetasi di Area Hutan Sekunder dan Beberapa Agroforestri di Kawasan Wana Wisata Rawa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi Gunanjar, Aris Candra; Faruq, Muhammad Khalid; Putra, Yandha Carbela; Yusuf, Muhammad; Arisoesilaningsih, Endang
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.404 KB)

Abstract

Wana Wisata Rawa Bayu Banyuwangi merupakan bagian dari Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Rogojampi petak 8 Hutan Songgon, KPH Banyuwangi Barat. Masyarakat terlibat dalam pengelolaan hutan di sekitar wana wisata menggunakan sistem Hutan Kemasyarakatan (HKM) yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa melupakan upaya konservasi lahan. Di kawasan wana wisata ini terdapat dua jenis HKM yaitu agroforestri sederhana (AFS) dan kompleks (AFK). Namun, hingga saat ini belum pernah ada publikasi tentang perbedaan kualitas diversitas dan struktur vegetasi di dua agroforestri asal hutan. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis vegetasi untuk membandingkan kualitas diversitas dan struktur vegetasi antara dua agroforestri tersebut dengan hutan sekunder (HS), karakter tiap lokasi dan morfologi spesies dominan, serta survey sosial untuk memperoleh informasi tentang pengetahuan masyarakat terhadap berbagai jenis dan manfaat tumbuhan. Hasil menunjukkan bahwa terdapat variasi spasial pada struktur dan kualitas diversitas di masing-masing lokasi. Taxa richness dan H’ pancang, tiang, dan pohon pada HS lebih tinggi dibandingkan AFK maupun AFS, kecuali pada semai. Masing-masing lokasi memiliki keunikan dan karakter morfologi yang berbeda-beda. Masyarakat  mengenal  jenis-jenis tumbuhan di agroforestri dan hutan sekunder, serta ada beberapa masyarakat yang mengetahui jenis-jenis tumbuhan lokal, serta mengetahui manfaatnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Analisis Potensi Agrowisata Buah di Wana Wisata Rawa Bayu, Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi Tanjungsari, Ardina; Cholis, Azzah Fauziyah; Riung, Christien Yacobina; Rokani, Lutvita Erya; Hakim, Luchman
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.346 KB)

Abstract

Kawasan pedesaan di sekitar objek wisata Rawa Bayu Banyuwangi memiliki aneka ragam tanaman buah potensial untuk diintegrasikan dalam program wisata Rawa Bayu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tanaman buah, memetakan lokasi tumbuh tanaman buah, dan menggali persepsi masyarakat tentang  jenis tanaman buah yang dapat dijadikan potensi atraksi agrowisata. Metode penelitian terdiri dari eksplorasi tanaman buah di sekitar Wana Wisata Rawa Bayu, penentuan koordinat lokasi tumbuh tanaman, dan wawancara semi-terstruktur. Metode eksplorasi dilakukan dengan penjelajahan di kawasan Rawa Bayu dan kebun di pemukiman penduduk. Tanaman buah yang didapatkan diamati secara morfologik dan dilakukan pengukuran morfometrik. Pengambilan peta persebaran tanaman buah dilakukan dengan marking lokasi dengan menggunakan GPS (Global Positioning System). Wawancara semi-terstruktur dilakukan dengan melibatkan  20 responden yang terdiri dari masyarakat desa, pengunjung dan pengelola tempat wisata. Data dianalisis dengan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penjelajahan didapatkan 13 spesies tanaman buah yang ditemukan di sekitar Wana Wisata Rawa Bayu dan 24 spesies tanaman buah di pekarangan dan kebun sekitar Rawa Bayu yang berpotensi diintegrasikan dalam program agrowisata. Buah yang paling banyak ditemukan di Rawa Bayu dan sekitarnya adalah durian (Durio zibethinus), salak (Salacca zalacca), pisang (Musa sp.), jambu (Syzygium aqueum), nangka (Artocarpus heterophyllus), jengkol (Archidendron pauciflorum), langsep (Lansium domesticum), cengkeh (Syzigium aromaticum), manggis (Garcinia mangostana), dan alpukat (Persea americana). Warga di sekitar Wana Wisata Rawa Bayu berkeinginan agar wilayah tersebut dijadikan agrowisata buah sehingga dapat meningkatkan perekonomian warga.
Keragaman Struktur Butir Amilum, Kadar Tepung, dan Clustering Delapan Taksa Tanaman Berumbi di Desa Simo Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi Sari, Aprila Kumala; Indriyani, Serafinah; Ekowati, Gustini; Batoro, Jati
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.442 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2017.005.01.3

Abstract

Desa Simo Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi memiliki banyak area kebun, ladang, dan sawah. Kondisi ini mendukung tumbuhnya berbagai umbi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui keragaman struktur butir amilum, kerapatan sel idioblas, kadar tepung, dan clustering (pengelompokan) delapan taksa tanaman berumbi di Desa Simo Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi. Sampel umbi yang digunakan 8 taksa umbi yaitu garut (Marantha arundinacea L.), suweg (Amorphophallus campanulatus Bl.), ubi jalar (Ipomea batatas L.), ubi kayu (Manihot esculenta Cranzt), talas (Colocasia esculenta (L.) Schott.), gadung (Dioscorea hispida Dennst.), ganyong (Canna edulis Ker.), dan uwi (Dioscorea alata L.). Umbi yang sudah dikoleksi diamati karakter morfologi umbi, struktur butir amilum, kerapatan sel idioblas, kadar tepung, dan clustering (pengelompokan). Data kerapatan sel yang mengandung butir amilum dianalisis dengan SPSS16 for Windows. Analisis clustering (pengelompokan) menggunakan software PAST. Bentuk butir amilum delapan taksa umbi antara lain: bulat, oval, segitiga, setengah lingkaran, bersudut, dan tidak beraturan. Kerapatan sel yang mengandung butir amilum tertinggi umbi talas (66,33 ± 14,74) sel/mm2. Kadar tepung tertinggi umbi gadung (9,53 ± 2,08%). Berdasarkan analisis clustering terdapat enam kelompok yaitu kelompok pertama uwi, kedua suweg dan gadung, ketiga ubi jalar, keempat ubi kayu dan talas, kelima ganyong, dan keenam garut.
Efek Refugia Tanaman Jagung (Zea mays) dan Tanaman Kacang Panjang (Vigna cylindrica) pada Pola Kunjungan Serangga di Sawah Padi (Oryza sativa) Dusun Balong, Karanglo, Malang Setyadin, Yuris; Abida, Sakinah Hilya; Azzamuddin, Haidar; Rahmah, S. Fatiyatur; Leksono, Amin Setyo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.428 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2017.005.02.3

Abstract

Hama padi merupakan masalah yang menuntut untuk ditangani secara efektif, mudah, dan murah. Penggunaan pestisida sebagai solusi terbukti membawa dampak negatif sehingga perlu dikembangkan inovasi pengendalian hama, salah satunya adalah refugia. Refugia jagung dan kacang panjang menjadi salah satu solusi terbaik dalam berbagai aspek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan, struktur komunitas, dan diversitas serangga di lahan persawahan padi di Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Metode yang digunakan adalah visual kontrol terhadap serangga pengunjung blog refugia. Pengambilan data dilakukan sebanyak tiga kali sehari pada fase vegetatif dan generatif tanaman refugia selama 15 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman refugia di sawah padi dapat menyeimbangkan populasi serangga herbivora, predator, dan polinator. Dibuktikan dengan persentase kelimpahan relatif herbivora yang lebih rendah. Struktur komunitas di sawah dengan refugia lebih seimbang, INP menunjukkan bahwa family Acrididae (56,66%) memiliki peran yang penting dalam ekosistem sawah, dan Indeks Diversitas Shanon-Winner menunjukkan diversitas yang lebih beragam dibanding sawah tanpa refugia.
Pengaruh Kombinasi Starter Bakteri Asam Laktat (BAL) pada Pembuatan Keju Kedelai (Soy Cheese) Anggraini, Ayu Arsyi; Ardyati, Tri
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.713 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2017.005.03.4

Abstract

Bahan dasar keju yaitu susu sapi yang menganduk lemak yang tinggi, sehingga tidak dapat dikonsumsi seseorang yang sedang diet. Susu kedelai sebagai bahan dasar alternatif dalam pembuatan keju belum banyak dilakukan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisitik sel BAL dan organoleptik keju kedelai. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor kombinasi BAL yaitu L. bulgaricus : S. thermophillus (1:1). Tahapan yang dilakukan meliputi karaketrisasi sel BAL, pembuatan soy cheese dan uji organoleptik. Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus memiliki hasil pewarnaan Gram positif. Berdasarkan hasil uji organoleptic, soy cheese dengan dua kombinasi BAL dapat diterima oleh responden (63,75 %).
Application of Morphological Index in the Assesment of Type and Function of Fat Tail Sheep in Sapudi Island Abdurrahman, A. M; Setiasih, Setiasih
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5539.312 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2017.005.03.9

Abstract

Morphological index could be used to evaluate type and function of livestock. The aim of this study was applying morphological index to assess the type and function of Sapudi fat tail sheep. About 65 headewes comprising 32 ewes from Gayam village of Gayam district and 33 ewes from Talaga village of Nonggunung district were analysed. Morphology observed were body weight, body length, height at wither, heart girth, chest width, chest depth, hip width, rump height, rump length, tail length, and tail width. Index used were weight, height slope index, length index, width slope index, depth index, foreleg length index, balance, and cumulative index. Data of morphology obtained were analysed by descriptive and pearson correlation. The results show that the average of body measurements of Gayam fat tail sheep was higher than that of Talaga fat tail sheep. Talaga fat tail sheep had balance better than that of Gayam fat tail sheep. Sapudi fat tail sheep were high type and potential to be developed as meat animal.
Karakteristik Pemanfaatan Pohon oleh Jalak Bali (Leucopsar Rothschildi) di Taman Nasional Bali Barat Wilayah SPTN III, Buleleng, Bali Aryanti, Nirmala Ayu; Wicaksono, Reyza Hermawan
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.471 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2018.006.01.1

Abstract

Leucopsar rothschildi (Jalak Bali) is an endemic bird species that only be found in the forests of the western of Bali Island. Wild catching and declining forest are the main factors of the declining population. The National Park of West Bali is the last bastion. The habit of living for activity and nesting in the trees make the importance of tree stand to be preserved. Therefore, this study was conducted to analyze the utilizations characteristics of trees by the birds in their original habitat in SPTN III West Bali National Park. The method used was concentration count to observe the characteristics utilization of trees and canopy. Behavior in their natural habitat was observed using Ad Libitum method. Data analysis was conducted by calculating percentage in each part of the usage of canopy and behavior type. The use of the canopy of trees in SPTN III of Labuhan Lalang TNBB by the birds for Tanjung Gelap was more frequent in the upper canopy (TA) section, in Labuhan Lalang more often in the middle canopy (TT) and the middle side canopy (TTt). Frequently activity in the canopy of SPTN III Labuhan Lalang by the birds was social activity.
Efektivitas Pupuk Organik Cair dari Eceng Gondok (Eichornia crassipes (Mart), Solm) untuk Pertumbuhan dan Kecerahan Warna Merah Daun Aglaonema ‘Lipstik’ Yuliatin, Ervinda; Sari, Yanti Puspita; Hendra, Medi
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.738 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2018.006.01.6

Abstract

Aglaonema “Lipstik” merupakan Aglaonema hibrida yang memiliki corak warna merah atau merah muda pada tepi daun sehingga diberi nama lipstik. Keunikan dan variasi warna daunnya, Aglaonema “Lipstik” dimanfaatkan sebagai penghias ruangan seperti ruang tamu, kantor dan hotel. Selain karena indah, tanaman ini mampu menyerap polusi udara di dalam ruangan. Sehingga banyak pecinta tanaman hias membudidayakannya. Dalam prosesnya, diperlukan perawatan agar memperoleh daun yang indah dengan menggunakan pupuk. Eceng gondong (Eichornia crassieps) dapat diolah menjadi pupuk organik cair (POC) karena memiliki kandungan unsur organik yang dapat digunakan untuk pertumbuhan tanaman. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan Aglaonema “Lipstik” yang diberi pupuk organik cair eceng gondok. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari empat konsentrasi perlakuan POC (0 ppm, 1,5 ppm, 3 ppm dan 4,5 ppm) dalam enam kali pengulangan. Parameter pengamatan meliputi pertambahan jumlah daun, pertambahan tinggi tanaman, luas daun dan warna daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa POC eceng gondok tidak berpengaruh terhadap beberapa parameter yaitu pertambahan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun dan warna hijau daun. Sedangkan pada parameter penambahan kecerahan warna merah daun berpengaruh signifikan pada konsentrasi 4,5 ppm sebesar 3,5%.