cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 25982397     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil yang diterbitkan 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini pertama kali terbit pada bulan Agustus 2012. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil penelitian bersama dengan dosen pembimbingnya dalam bidang keilmuan dan penerapan di bidang teknik sipil.
Arjuna Subject : -
Articles 899 Documents
ANALISA KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN DAN PERBANDINGAN STABILITAS ASPAL EMULSI DINGIN DENGAN LASTON Adrian Hartanto; Irawan Sugiharto; Paravita Sri Wulandari; Harry Patmadjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.903 KB)

Abstract

Jalan pada umumnya menggunakan perkerasan lentur yaitu aspal. Aspal digunakan sebagai perekat antar agregatnya. Kebutuhan aspal di kota-kota besar di Indonesia semakin lama semakin meningkat, untuk pembuatan jalan baru maupun perbaikan jalan. Konstruksi menggunakan aspal panas menyebabkan polusi udara sehingga dilakukan penelitian pengganti aspal panas tersebut agar mengurangi polusi dengan aspal dingin yaitu aspal emulsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nilai sifat-sifatmarshall dari aspal emulsi tipe CSS-1h, CMS-1, dan CRS-1 serta membandingkan stabilitasnya dengan laston. Penelitian ini menggunakan kadar aspal emulsi 7%, 7,5%, 8%, 8,5%, 9% dan aspal laston dengan kadar 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, 7% sesuai dengan ketentuan Binamarga. Hasil penelitian menunjukan bahwa aspal emulsi CSS-1h dapat dipakai sebagai perkerasan jalan. KARO aspal emulsi CSS-1h adalah 7% dengan nilai stabilitas 1259 kg lebih tinggi dibanding laston dengan KAO 6% dengan stabilitas 1033,35kg. Penggunaan aspal emulsi bisa diterapkan untuk perkerasan dengan tujuan Go Green.
TINGKAT KEPENTINGAN DAN KEPUASAN INSENTIF FINANSIAL DAN INSENTIF NON-FINANSIAL BAGI STAF KANTOR PERUSAHAAN KONSULTAN Kevin Wisely Samjaya; Vincentius Stanley; Andi Andi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.858 KB)

Abstract

Pemberian insentif seringkali digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan produktivitas para staf karyawan. Terdapat dua jenis insentif yang dapat diberikan yaitu insentif finansial dan insentif non-finansial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tingkat kepentingan dan kepuasan antara insentif finansial dan insentif non-finansial bagi staf karyawan kantor perusahaan konsultan. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yang ditujukan kepada 60 staf karyawan yang bekerja pada lima perusahaan konsultan yang ada di Surabaya.Dari jawaban kuesioner para responden didapatkan bahwa staf karyawan kantor perusahaan konsultan lebih mementingkan insentif finansial daripada insentif non-finansial. Tunjangan hari raya merupakan insentif finansial yang dianggap paling penting oleh mereka. Sedangkan jam kerja yang fleksibel merupakan insentif non-finansial yang dianggap paling penting. Untuk tingkat kepuasan, staf karyawan kantor perusahaan konsultan mayoritas sudah merasa cukup puas dengan insentif yang telah mereka terima dari perusahaan tempat mereka bekerja.
DINDING PEREDAM SUARA BERBAHAN DAMEN DAN SERABUT KELAPA Kristofel Ade Wiyono Pangalila; Prasetio Sudjarwo; Januar Buntoro
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.36 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kombinasi campuran material dari damen dan serabut kelapa yang diaplikasikan pada berbagai ketebalan dinding. Benda uji yang dibuat tersebut diharapkan dapat menurunkan intensitas bunyi. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Akustik Universitas Kristen Petra, Gedung J.101. Model benda uji diberi sumber bunyi kemudian diukur perbedaan suara di dalam dan di luar model benda uji. Intensitas bunyi diukur dalam satuan desibel (dB) menggunakan alat sound meter
PENGARUH PENAMBAHAN SERBUK BAN BEKAS PADA CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN UNTUK PERKERASAN JALAN RAYA Levina Horas; Glenys Devina; Paravita Sri Wulandari; Harry Patmadjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.813 KB)

Abstract

Penelitian ini menggunakan Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED), agregat bergradasi rapat dan serbuk ban bekas sebagai aditif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serbuk ban bekas terhadap karakteristik campuran aspal emulsi dingin. Penelitian ini menggunakan kadar aspal 8% dari berat agregat dengan variasi serbuk ban bekas 2%, 4%, dan 6% dari berat total campuran. Dari hasil pengujian ini didapatkan nilai VIM yang semakin meningkat seiring dengan penambahan serbuk ban bekas namun masih pada batas standar spesifikasi
STUDI HARGA SATUAN UPAH UNTUK PROYEK BANGUNAN TINGGI Michael Purnomo; Elvin Laynardo; Indriani Santoso; Budiman Proboyo
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.209 KB)

Abstract

Pekerja adalah salah satu faktor penting dalam suatu proyek konstruksi khususnya pada bangunan tinggi, sehingga kesejahteraan pekerja konstruksi menjadi suatu hal yang perlu diperhatikan untuk keberhasilan proyek tersebut. Upah dalam bangunan tinggi dapat dibedakan menjadi 2, yaitu upah yang diberikan kontraktor kepada pekerja, dan upah dalam Rencana Anggaran Biaya yang ditawarkan kontraktor kepada pemilik bangunan tinggi. Upah pekerja yang terdapat pada Rencana Anggaran Biaya berasal dari pembentukan analisa harga satuan upah terlebih dahulu. Sedangkan perhitungan upah yang diberikan kontraktor kepada pekerja dapat dibedakan lagi menjadi 2, yaitu upah borongan kepada mandor dan upah harian kepada para tukang. Dengan data upah borongan, upah harian, Rencana Anggaran Biaya dan analisa harga satuan maka dapat menganalisa korelasi dari ketiga sistem perhitungan upah dalam suatu proyek bangunan tinggi. Fokus penelitian ini adalah perkerjaan struktur atas beton bertulang dan pekerjaan dinding. Berdasarkan perbandingan data harga satuan upah yang diperoleh dari proyek Tower Venetian didapatkan harga satuan upah seluruh pekerjaan pada Rencana Anggaran Biaya lebih besar dibandingkan harga satuan upah pada borongan mandor. Seluruh pekerjaan meliputi pekerjaan pengecoran, pembesian, pasangan bata ringan, plesteran dan acian. Sedangkan untuk proyek Gedung baru P1 dan P2 Universitas Kristen Petra, hampir seluruh harga satuan upah pekerjaan pada borongan mandor memiliki nominal yang lebih tinggi dibandingkan harga satuan upahpekerjaan pada Rencana Anggaran Biaya. Pekerjaan ini meliputi pekerjaan pengecoran, pembesian, wire mesh dan pasangan bata ringan. Untuk harga satuan upah pada Standar Nasional Indonesia 2008 memiliki nominal yang jauh lebih tinggi daripada harga satuan upah pada Rencana Anggaran Biaya dan borongan mandor pada kedua proyek.
KORELASI ANTARA UJI TARIK PONDASI TIANG DENGAN UJI PDA Kevin Mario Wibisono; Renardo David Budiman; Gogot Setyo Budi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.037 KB)

Abstract

Penelitian ini berisi tentang studi daya dukung tarik pondasi tiang berdasarkan prediksi hasil uji PDA dan prediksi analitik menggunakan metode Decourt (1982), kemudian hasilnya dibandingkan dengan hasil uji Static Load Test (SLT). Pada penelitian ini pengumpulan data tanah yang berupa nilai SPT, data SLT, dan data uji PDA dilakukan pada 4 proyek yang berbeda. Metode yang digunakan untuk menginterpretasikan hasil uji SLT meliputi metode Chin (1970), metode Van der Veen (1953), metode Mazurkiewickz (1972), metode Tangent Intersection (O'Rourke dan Kulhawy, 1985), dan metode dari Sharma et al. (1984). Hasil penelitian menunjukan bahwa daya dukung tarik tiang pancang yang diinterpretasikan menggunakan metode Van der Veen terlihat paling mendekati dengan prediksi analitik menggunakan metode Decourt dan hasil uji PDA. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa prediksi daya dukung tarik tiang pancang menggunakan metode Decourt lebih besar daripada hasil uji PDA. Di samping itu, metode Tangent Intersection dan metode yang diusulkan oleh Sharma et al. lebih sesuai digunakan untuk menentukan daya dukung tarik tiang pancang yang diuji sampai menunjukan adanya penurunan tiang yang besar.
PEMBUATAN BATAKO DENGAN MEMANFAATKAN CAMPURAN FLY ASH DAN LUMPUR SIDOARJO DENGAN KADAR YANG TINGGI Arnold Phengkarsa; Hendra S. Wibawa; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.335 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan alternatif dalam pengolahan limbah lumpur Sidoarjo dan limbah abu batu bara yang ramah lingkungan dan menambah nilai guna dari limbah lumpur Sidoarjo dan limbah batu bara. Penggunaan limbah lumpur Sidoarjo dan limbah batu bara mengurangi penggunaan semen portland yang menyebabkan global warming karena melepaskan gas CO2. Kandungan yang dimiliki oleh lumpur Sidoarjo telah terbukti memiliki sifat yang sama seperti semen dan dapat menggantikan semen. Akan tetapi dalam pemanfaatan lumpur Sidoarjo membutuhkan banyak energi dalam proses pengolahannya. Oleh karena itu, penelitian ini memanfaatkan lumpur Sidoarjo dan fly ash sebagai material dalam pembuatan batako. Selain itu penelitian ini juga menvariasikan perbandingan volume lumpur Sidoarjo dan fly ash, serta lama proses penggilingan lumpur Sidoarjo. Pada penelitian ini dilakukan pengujian kuat tekan pada umur 7 hari, 14 hari dan 28 hari. Hal ini bertujuan agar dapat mengetahui komposisi campuran mortar yang terbaik pada batako, sehingga mendapatkan mutu yang tinggi dan dapat digunakan di lapangan. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan memanfaatkan lumpur Sidoarjo dan fly ash sebagai material pembuatan batako berhasil mencapai kuat tekan sebesar 14 MPa yang memenuhi syarat mutu bata beton tingkat 1.
PANDANGAN KONTRAKTOR TERHADAP KLAUSUL-KLAUSUL KONTRAK PADA PROYEK KONSTRUKSI Theodorus Bryan; Yosua S. Sidarta; Andi Andi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.171 KB)

Abstract

Pada proyek konstruksi yang berfokus pada bangunan high-rise, atau dengan skala besar, kontrak konstruksi sudah menjadi kewajiban. Salah satu komponen penting dalam proyek konstruksi adalah kontrak, dalam kontrak diatur semua hal yang akan mempengaruhi berjalannya suatu proyek, kontrak sangat penting karena bersifat mengikat baik itu antara pengguna jasa, kontraktor, subkontarktor, pekerja, dan komponen komponen lain dalam proyek konstruksi. Tujuan dari penelitian kami adalah mengetahui seberapa penting klausul-klausul kontrak yang terdapat dalam suatu kontrak proyek konstruksi di Indonesia dan menghetahui seberapa detail klausul-klausul kontrak yang diatur dalam kontrak proyek konstruksi di indonesia. Kami berfokus kepada bentuk kontrak konvensional, maka dari itu kami menggunakan FIDIC sebagai acuan untuk perbandingan kami terhadap para responden, Penulis menggunakan kuisioner dengan sistem skala likert untuk mengetahui indicator tingkat kepentingan dan tingkat kedetailan. Dari hasil analisis data dengan menggunakan perhitungan mean akan didapatkan rata-rata skala kepentingan dan kedetailan tiap klausul di kuisioner yang kami berikan. Dari hasil pengumpulan data dan pengolahan data didapati bahwa semua klausul kontrak konstruksi dalam proyek di surabaya sudah cukup penting dan detail. Tidak ada klausul yang terbengkalai. Semua sudah ditulis di dalam kontrak dengan jelas dan detail.
ANALISA DURASI RENCANA AKTIVITAS DAN EVALUASI PELAKSANAAN JADWAL PADA SUATU PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG BERTINGKAT (STUDI KASUS PADA PROYEK “X”) Hartmann Hardyanto Ngono; Budiman Proboyo; Indriani Santoso
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.686 KB)

Abstract

Penentuan durasi rencana dalam perencanaan jadwal proyek merupakan suatu bagian penting dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Besarnya durasi rencana suatu pekerjaan sangat dipengaruhi oleh besarnya kuantitas pekerjaan tersebut. Semakin besar kuantitas suatu pekerjaan, semakin besar durasi pekerjaan tersebut diselesaikan. Untuk dapat menentukan durasi pekerjaan dari kuantitas pekerjaan, perlu diketahui produktivitas dari pekerja di proyek untuk pekerjaan tersebut. Analisa durasi rencana dan evaluasi pelaksanaan jadwal studi kasus dilakukan selama pelaksanaan pekerjaan struktur pada proyek hotel 10 lantai dengan fokus pada aktivitas pembesian, bekisting, dan pengecoran dari struktur beton pada proyek tersebut.Dari evaluasi pelaksanaan jadwal, didapat produktivitas nyata untuk pekerjaan pembesian sebesar 529,81 kg/hari untuk shear wall, 945,51 kg/hari untuk kolom, dan 1338,59 kg/hari untuk balok & slab. Untuk aktivitas bekisting, didapat produktivitas nyata sebesar 27,03 m2/hari untuk shear wall, 13,68 m2/hari untuk kolom, dan 70,82 m2/hari untuk balok & slab. Sedangkan untuk aktivitas pengecoran, didapat produktivitas nyata sebesar 27,00 m3/hari untuk shear wall, 15,00 m3/hari untuk kolom, dan 51,85 m3/hari untuk balok & slab.Produktivitas nyata dari aktivitas pekerjaan struktur di proyek ini cenderung lebih rendah dari produktivitas yang direncanakan sehingga menimbulkan keterlambatan akibat durasi aktivitas yang tidak sesuai dengan besarnya kuantitas pekerjaan.
KETAATAN PELAKU KONSTRUKSI DALAM PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA SEBUAH PROYEK HOTEL DI SELATAN SURABAYA Nicholas Alfianto; Abraham Wiraguna; Paul Nugraha; Tirsa Endeli
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.106 KB)

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan hal yang menjadi sorotan akhir-akhir ini karena pemerintah Indonesia yang sedang mempercepat pembangunan infrastuktur. Program zero accident menjadi salah satu andalan pemerintah untuk meminimalisir kecelakaan kerja khusunya di bidang konstruksi yang memiliki resiko yang tinggi. Pengetahuan dan sikap taat terhadap peraturan yang ada menjadi hal penting untuk mengurangi kecelakaan kerja. Penelitian diawali dengan melakukan studi literatur untuk menyusun kuesioner. Kuesioner terdiri dari beberapa item dengan variable kepentingan da pelaksanaan untuk responden pekerja dan ketaatan untuk responden staff kontraktor. Data yang ada diolah dengan analisa deskriptif untuk melihat rata-rata tiap item kuesioner. Hasil analisa deskriptif tiap variabel dibandingkan untuk mendapatkan evaluasi pelaksanaan peraturan K3 di lapangan dan penggolongan sikap kontraktor terhadap peraturan K3. Dari hasil penelitian ini didapat bahwa 16 dari 27 item variabel pelaksanaan (59,26%) memiliki hasil yang baik sedangkan 11 dari 27 item lainnya (40,74%) menunjukan hasil yang kurang baik. Bila meninjau sikap ketaatan staff kontraktor berdasarkan kelompok pekerjaan maka ada 2 kelompok pekerjaan yang sudah ditaati (33,34%) dan 4 kelompok lainnya (66,66%) yang belum ditaati. Hal ini menunjukan bahwa belum sepenuhnya peraturan K3 dilaksanakan dan belum sepenuhnya peraturan K3 ditaati oleh pihak kontraktor.