Articles
899 Documents
STUDI TENTANG ANALISA BIAYA KONSTRUKSI SNI 2008 (BSN) DAN ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN (AHSP) BIDANG PEKERJAAN UMUM 2013 (KPU)
Hans Christian Antonio;
Edward Edward;
Budiman Proboyo;
Indriani Santoso
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (471.181 KB)
Pada proyek konstruksi diperlukan adanya manajemen yang baik, antara lain perlu adanya penyiapan anggaran biaya untuk menghasilkan estimasi biaya yang baik dan dapat digunakan sebagai dasar untuk pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada proses tender. Estimasi biaya dimulai dari analisa biaya untuk memperoleh Harga Satuan Pekerjaan (HSP) untuk setiap jenis pekerjaan yangada dalam RAB. HSP dapat diperoleh dari pedoman-pedoman yang sudah ada. Penelitian ini adalah penelitian studi literatur, dimana pada penelitian ini membandingkan dua pedoman, yaitu Analisa Biaya Konstruksi tahun 2008 (SNI 2008) dan Analisa Harga Satuan Pekerjaan tahun 2013 (AHSP 2013). Pada kedua pedoman dilakukan kajian terhadap jenis-jenis pekerjaan, jenis-jenis bahan yang digunakan dan indeksnya, serta jenis-jenis tenaga kerja dan indeksnya untuk mengetahui perkembangan, perbedaan dan kesalahan/kekurangan yang ada pada AHSP 2013 yang seyogyanya menjadi pedoman terkini untuk penentu Harga Satuan Pekerjaan. Hasil penelitian terhadap 129 jenis pekerjaan dalam 6 kelompok pekerjaan (persiapan, tanah, pondasi, beton, pasangan dinding, dan plesteran) menunjukan adanya perbedaan antara SNI 2008 dengan AHSP 2013 yang telah diperbaiki/dilengkapi agar dapat dipergunakan dengan lebih tepat/baik.
VARIASI KUAT KOKOH TANAH LEMPUNG EKSPANSIF AKIBAT PERUBAHAN MUSIM
Vedi Wihono Susilo;
David Christian;
Daniel Tjandra;
Paravita Sri Wulandari
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (725.05 KB)
Tanah lempung ekspansif yang tidak diperhitungkan dengan baik dapat mengakibatkan kerusakan pada struktur bangunan. Wetting dan drying, merupakan sebuah metode yang digunakan untuk mengetahui kondisi tanah pada saat musim hujan dan kemarau. Proses wetting dilakukan dengan cara tanah dibasahi untuk mencari beratnya sedangkan drying dilakukan dengan cara tanah dikeringkan pada ruangan tertutup untuk mencari beratnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh indeks plastisitas dan persentase fine aggregate terhadap perubahan kuat kokoh akibat wetting dan drying. Karakteristik tanah pada kondisi mula-mula dari lima lokasi di Surabaya Barat didapatkan dari pengujian di laboratorium UK Petra. Pada saat proses wetting, tanah dibasahi sampai berat tanah yang diinginkan, sedangkan pada proses drying tanah dibiarkan di ruangan sampai mencapai berat tanah yang diinginkan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai indeks plastisitas yang semakin tinggi mengakibatkan range kuat kokoh yang kecil, dan persentase fine aggregate yang semakin tinggi mengakibatkan range kuat kokoh yang besar.
PERBANDINGAN PRODUKTIVITAS ALAT HYDRAULIC HAMMER DAN JACK IN PILE DI SURABAYA
Risanto Tedjokusumo;
Verryanto Goenawan;
Paravita S. Wulandari;
Jonathan Hendra Kusuma
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (416.973 KB)
Pelaksanaan pemancangan untuk pondasi suatu bangunan merupakan elemen penting yang dilakukan pada awal pembangunan. Produktivitas dari pelaksanaan pemancangan di setiap wilayah berbeda – beda tergantung pada wilayah dan alat pancangnya yaitu hydraulic hammer dan jack in pile. Faktor - faktor yang mempengaruhi produktivitas dari setiap alat berbeda antara alat kedua alat tersebut. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data pemancangan dengan alat hydraulic hammer dan jack in pile dari proyek – proyek yang berada di wilayah Surabaya yaitu bagian Utara, Barat, Timur, dan Selatan. Semua data yang ada diuji kenormalan datanya dan dicari nilai produktivitas pemancangan tiap alat dari tiap wilayah. Nilai produktivitas itu kemudian dianalisa dari faktor – faktor yang mempengaruhi pemancangan kemudian dilakukan perbandingan dari kedua alat tersebut. Dari hasil perhitungan produktivitas yang didapat, di wilayah Surabaya produktivitas hydraulic hammer lebih besar daripada produktivitas jack in pile. Penyebab dari tingginya produktivitas hydraulic hammer adalah karena mobilitas dan proses pengerjaan pemancangan hydraulic hammer lebih cepat jika dibandingkan dengan alat jack in pile. Walaupun alat hydraulic hammer lebih tinggi produktivitasnya tetapi alat jack in pile masih menjadi pilihan utama dalam pemancangan di Surabaya karena tidak menimbulkan kebisingan dan dalam penggunaan alat harus mempertimbangkan faktor - faktor yang mempengaruhinya.
PENGARUH VARIASI WATER/FLY ASH RATIO DAN METODE PENCAMPURAN KALSIUM PADA PASTA 100% FLY ASH TIPE C
Stella Patricia Angdiarto;
Chrisco Nathaniel Thomas;
Antoni Antoni;
Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (772.485 KB)
Beberapa penelitian tentang beton 100% fly ash telah dilakukan, sehingga fly ash dapat digunakan dalam jumlah yang banyak untuk menggantikan semen. Fly ash yang digunakan merupakan fly ash tipe C yang mengandung kalsium oksida (CaO) yang sangat tinggi, karena dengan kadar kalsium yang tinggi maka kekuatan beton akan semakin bertambah. Meninjau dari hasil penelitian Sirapanji & Hadinata, di mana CaO dan Ca(OH)2 (kalsium hidroksida) yang ditambahkan menyebabkan kerusakan pada campuran pasta, penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh penambahan kadar kalsium yang beragam, metode pemberian kalsium yang paling sesuai, serta menentukan w/FA terendah yang dapat dilakukan pada campuran pasta 100% fly ash. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa pasta 100% fly ash yang ditambahkan Ca(OH)2 (metode A) dengan kadar 10% terbukti meningkatkan kuat tekan dan kepadatan lebih baik daripada penambahan Ca(OH)2 (Metode A) dengan kadar 5%. Sampel mengalami peningkatan kekuatan dan kepadatan seiring penurunan w/FA. Tetapi w/FA yang terlalu rendah (dibawah 0,20) dapat merusak sampel yang ditambahkan Ca(OH)2 dengan kadar 10%. Penambahan CaO (metode B) terbukti membuat sampel mengalami kerusakan. Kerusakan semua sampel diakibatkan oleh adanya pengembangan volume kapur bebas dan perubahan suhu yang besar dalam waktu yang cepat.
MODEL FAKTOR PENYEBAB RISIKO TERHADAP KEBERHASILAN PROYEK KONSTRUKSI
Priscillia Syaranamual;
Patrick Tandean;
Herry P. Chandra
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (192.308 KB)
Setiap proyek konstruksi selalu dihadapkan pada kemungkinan terjadinya berbagai macam risiko. Semakin tinggi tingkat kompleksitas suatu proyek maka semakin besar tingkat risiko yang ditanggung oleh proyek konstruksi tersebut. Risiko-risiko itu mempunyai pengaruh yang besar terhadap keberhasilan suatu proyek konstruksi. Akan tetapi tidak ada studi yang spesifik untuk menjelaskan bagaimana pengaruh faktor penyebab risiko terhadap suksesnya suatu proyek konstruksi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko apa saja yang berpengaruh secara signifikan terhadap keberhasilan proyek dengan melakukan permodelan risiko dan mengimplementasikan hasil model penyebab risiko terhadap keberhasilan proyek. Penelitian tentang faktor penyebab risiko terhadap keberhasilan proyek konstruksi ini dilakukan di wilayah Surabaya dengan cara penyebaran kuisioner yang ditujukan kepada kontraktor yang terlibat secara langsung dalam suatu proyek konstruksi. selanjutnya semua kuesoiner yang berhasil terkumpul dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis Structural Equation Model (SEM) dan AMOS.Dari hasil analisis didapatkan bahwa faktor penyebab risiko yang menentukan keberhasilan suatu proyek konstruksi adalah : risiko finansial, risiko bencana alam, risiko hukum, dan risiko sumber daya dimana risiko konstruksi berpengaruh dengan nilai yang sama terhadap keberhasilan proyek konstruksi. Akan tetapi faktor penyebab risiko yang paling berpengaruh terhadap keberhasilan sebuah proyek konstruksi adalah risiko finansial.
STUDI PENGEMBANGAN BETON 100% FLY ASH TIPE C: PENGARUH W/FA, SUPERPLASTICIZER, DAN KALSIUM TERHADAP KUAT TEKAN PASTA
Owen Malvin Sirapanji;
Chrystian Hadinata;
Antoni Antoni;
Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2017): AGUSTUS 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (480.011 KB)
Penggunaan fly ash yang merupakan material sisa semakin banyak karena propertinya yang bisa digunakan sebagai pengganti semen. Penggunaannya berkembang dari hanya menjadi filler kemudian menjadi High Volume Fly Ash (HVFA) dan belakangan ini mulai berkembang menggunakan fly ash untuk menggantikan semen sepenuhnya. Beton 100% fly ash mulai dikembangkan untuk menggantikan semen, tetapi karena inovasi ini tergolong baru sehingga banyak variabel yang perlu ditinjau sehingga penelitian ini dimulai dengan pembuatan pasta 100% fly ash. Adapun variabel yang ditinjau adalah pengaruh metode curing, w/FA, superplasticizer, maupun percobaan substitusi kalsium untuk mendapatkan kuat tekan beton yang lebih tinggi.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa pasta 100% fly ash lebih efektif bila di-curing dengan air jenuh kalsium. Sampel pasta 100% fly ash juga dapat menggunakan w/FA yang lebih rendah dibandingkan dengan semen dan menunjukan peningkatan kekuatan dan kepadatan seiring penurunan w/FA. Penggunaan superplasticizer juga terbukti membantu workability sampel dengan w/FA rendah meski penggunaan yan berlebih dapat menyebabFkan penurunan kekuatan dan bleeding pada sampel. Substitusi kalsium baik CaO dan Ca(OH)2 menunjukkan pengaruh buruk pada sampel dan perlu ditinjau lebih lanjut. Umur dari fly ash juga ternyata dapat mempengaruhi hasil pasta 100% fly ash
KORELASI NILAI MACKINTOSH PROBE DENGAN N-SPT DAN CPT PADA TANAH LEMPUNG
Matheus Dani Tanjung;
Hadi Soetjianto;
Johanes I. Suwono
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015): AGUSTUS 2015
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (483.432 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan korelasi antara hasil Mackintosh probing, MPT, dengan hasil N-SPT serta qc-sondir dari CPT. Penelitian langsung di lapangan dilakukan pada empat lokasi dengan kondisi dan jenis tanah yang berbeda, yaitu di lokasi Mojosari, Pondok Chandra, Gresik, dan Pakuwon. Dari penelitian ini dihasilkan korelasi N-SPT = 0.0532 MPT dan qc=0.0622 MPT yang berlaku untuk tanah-tanah kelempungan. Untuk tanah urugan yang heterogen tidak didapat korelasi yang baik.
STUDI METODE ELEMEN HINGGA DENGAN INTERPOLASI GANDA
Handy Prayogo;
Andreas Setiawan;
Wong Foek Tjong
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (748.794 KB)
Metode elemen hingga telah mengalami banyak perkembangan dan para peneliti berusaha untuk mengeliminasi kelemahan-kelemahan yang dimiliki. Salah satu pengembangan dari metode elemen hingga adalah dengan melakukan 2 kali interpolasi yaitu interpolasi dengan shape function dari metode elemen hingga standar (FEM standar) dan interpolasi dengan average nodal gradient dan nodal displacement dari metode elemen hingga dengan interpolasi ganda (TFEM) sebagai interpolation conditions untuk menghasilkan shape function yang kontinu. Pada penelitian ini disajikan aplikasi TFEM dalam penyelesaian masalah plane-strain dan axisymmetric pada benchmark problem. Kekonvergenan TFEM akan dibandingkan dengan FEM standar yang dinilai dari energy norm error serta dilakukan pula pengujian terhadap volumetric locking. Penerapan TFEM dilakukan dengan bantuan pemrograman MATLAB. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa dengan diperhalusnya mesh, TFEM dapat memberikan hasil yang makin mendekati eksak, menunjukkan sifat konvergen lebih daripada FEM standar. Volumetric locking diamati masih terjadi pada semua masalah yang diujikan. TFEM dapat disimpulkan memberikan performa lebih baik dibanding FEM standar.
KEMAMPUAN PEREDAMAN SUARA DALAM RUANG GENSET DINDING BATA DILAPISI DENGAN VARIASI PEREDAM YUMEN
Raissa Caecilia;
Monica Papricilia;
Prasetio Sudjarwo;
Januar Buntoro
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (917.131 KB)
Penelitian ini dilakukan di dalam Universitas Kristen Petra, Laboratorium Akustik, Gedung J.101, dengan memberikan sumber bunyi dari luar pada model benda uji yang kemudian diukur perbedaan suaranya yang terjadi di dalam dan di luar model benda uji tersebut dalam satuan desibel (dB) menggunakan sebuah alat yang bernama sound meter. Material yang ditinjau adalah yumen board dengan berbagai macam kombinasi dan ketebalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dan kemampuan dari setiap kombinasi dan ketebalan yumen board dengan dinding ½ bata dalam meredam kebisingan yang dihasilkan oleh mesin diesel generator dan juga untuk mengetahui harga yang dikeluarkan dari setiap kombinasi dan ketebalan tersebut, yang nantinya akan dibandingkan dengan hasil peredaman yang didapat. Untuk aplikasinya nanti akan digunakan 3 macam kondisi ruangan, yaitu berjarak 0 m, 3m, dan 5 m dari dinding ruangan diesel generator. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini bahwa dalam aplikasinya, untuk menghasilkan peredaman yang baik tidak harus menggunakan kombinasi material yang paling mahal, jarak juga sangat berpengaruh dalam besarnya peredaman.
PERHITUNGAN LIFE CYCLE COST SISTEM PENDINGIN RUANGAN PADA GEDUNG HOTEL GOLDVITEL SURABAYA
Kefin Janitra;
Khrisna Widyanugrah;
Ratna Setiawardani Alifen
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (522.916 KB)
Biaya merupakan salah satu aspek penting yang tidak terpisahkan dalam pembangunan suatu bangunan konstruksi. Selama siklus bangunan yakni mulai dari tahap perencanaan hingga operasional bangunan semua berkaitan erat dengan komponen biaya. Salah satu komponen yang penting dalam biaya siklus suatu bangunan adalah biaya energi. Bila tidak direncanakan dengan baik maka dapat menghasilkan biaya energi yang tinggi dan boros pada operasional gedung. Objek penelitian ini adalah Hotel GoldVitel Surabaya. Luas bangunan sebesar 600 m2 (per lantai) yang mempunyai 20 lantai dengan total kamar sebanyak 136 kamar serta luas total dengan sistem pendingin sebesar 3463,58 m2. Pada desain awal, hotel ini mempunyai gabungan sistem pendingin yakni Non-VRV dan VRV. Alternatif 1 memfokuskan pada ruangan dengan sistem pendingin Non-VRV sedangkan alternatif 2 menggunakan ruangan yang sama pada alternatif 1 namun dengan sistem pendingin VRV. Oleh sebab itu, diperlukan analisis Life Cycle Cost (LCC) untuk mendapatkan biaya yang paling efektif dari alternatif yang tersedia. Hasil penelitian yang telah diperoleh yaitu jumlah annual value LCC alternatif 1 dan 2 masing-masing sebesar Rp 7.220.488/tahun/m2 dan Rp 5.444.100/tahun/m2