cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 25982397     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil yang diterbitkan 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini pertama kali terbit pada bulan Agustus 2012. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil penelitian bersama dengan dosen pembimbingnya dalam bidang keilmuan dan penerapan di bidang teknik sipil.
Arjuna Subject : -
Articles 899 Documents
PERKUATAN UNTUK STRUKTUR YANG DIRENCANAKAN BERDASARKAN PERATURAN GEMPA TAHUN 1983 DENGAN MENGGUNAKAN VSL GENSUI DAMPER: STUDI KASUS STRUKTUR GEDUNG T UNIVERSITAS KRISTEN PETRA Ferlinda Hermawan Tjhai; Teddy Tirta Gunawan; Benjamin Lumantarna; Pamuda Pudjisuryadi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.267 KB)

Abstract

Pembaruan Standar Nasional Indonesia (SNI), khususnya SNI gempa menuntut bangunan yang telah didesain menggunakan SNI yang sebelumnya untuk diperkuat supaya bisa menahan beban yang disyaratkan dalam SNI yang terbaru. Ada banyak metode perkuatan yang bisa dipakai, tetapi dalam penelitian ini dipilih VSL Gensui Damper karena lebih aman dan lebih aplikatif. Tujuan penelitian ini adalah memeriksa kemampuan Gedung T Universitas Kristen Petra yang didesain menggunakan PPTGIUG 1983 dalam menahan beban gempa berdasarkan SNI 1726:2012. Selanjutnya, pengaruh penggunaan VSL Gensui Damper terhadap kinerja struktur yang meliputi displacement serta story drift dari Gedung T Universitas Kristen Petra dievaluasi. Untuk memperoleh hasil tersebut, analisis riwayat waktu nonlinier dilakukan dengan menggunakan program SAP 2000 V.18 dengan beban percepatan gempa yang telah disesuaikan dengan respon spektrum kota Surabaya dengan periode ulang 2500 tahun dan ⅔ 2500 tahun (gempa desain). Hasil ini menunjukkan bahwa Gedung T Universitas Kristen Petra masih mampu menahan beban gempa desain, tetapi tidak mampu menahan beban gempa 2500 tahun. Setelah model diberi VSL Gensui Damper, performa gedung membaik. Story drift dan displacement untuk gempa desain secara berturut-turut berkurang sebesar 4% dan 9%. Sedangkan, story drift dan displacement untuk gempa 2500 tahun secara berturut-turut berkurang sebesar 9% dan 14%.
PENINJAUAN SNI 1726:2012 PASAL 7.2.5.1 MENGENAI DISTRIBUSI GAYA LATERAL PADA PENGGUNAAN SISTEM GANDA DENGAN RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS DAN RANGKA BAJA DENGAN BRESING KONSENTRIS KHUSUS Abijoga Pangestu; Astrid V. Pical; Hasan Santoso; Ima Muljati
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.65 KB)

Abstract

Gempa merupakan bencana alam yang tidak dapat dihindari dan dapat menyebabkan kerusakan pada struktur bangunan. Oleh karena itu, struktur bangunan harus didesain agar mampu menahan gaya gempa yang terjadi. Salah satu sistem yang dapat digunakan adalah sistem ganda. Untuk sistem ganda, SNI 1726:2012 pasal 7.2.5.1 mengharuskan SRPM menerima minimal 25% gaya lateral yang proporsional kekakuannya terhadap Sistem Rangka Bresing atau Shear Wall. Penelitian ini akan meninjau performa bangunan dengan SRPM yang memikul 25% base shear dan bangunan dengan SRPM yang memikul <25% base shear yang diperbesar dengan suatu faktor. Bangunan yang digunakan merupakan sistem ganda yaitu Sistem Rangka Penahan Momen Khusus (SRPMK) dan Sistem Rangka Bresing Konsentrik Khusus (SRBKK) pada empat bangunan yang direncanakan dengan beban respon spektrum kota Surabaya dan Jayapura menurut SNI 1726:2012. Kinerja struktur akan diuji menggunakan nonlinear time history analysis. Hasil penelitian menunjukkan sistem ganda yang memenuhi syarat 25% memiliki performa yang baik.
APLIKASI PERHITUNGAN ALINYEMEN HORISONTAL DAN VERTIKAL DENGAN MICROSOFT EXCEL Christian Ferdinan Sanjaya; Andreas Pramono Setiawan; Rudy Setiawan; Tirsa Endeli Tumbelaka
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.899 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat aplikasi perhitungan alinyemen horisontal dan vertikal untuk mempermudah desain geometrik jalan berdasarkan spesifikasi desain yang ditentukan oleh pengguna aplikasi. Aplikasi ini terdiri dari dua folder, masing – masing untuk alinyemen horisontal dan vertikal. Setiap folder terdiri dari empat file, yaitu Input, Perhitungan, Output, dan Tabel. File pertama yaitu file Input, yang akan diisi oleh pengguna aplikasi. File kedua berupa file perhitungan dimana setiap sheet pada file ini akan dikunci (Protect) untuk mencegah pengguna mengganti rumus – rumus perhitungan yang digunakan dalam proses perhitungan. File ketiga berupa hasil perhitungan (Output) yang telah diproses pada file kedua dan sifat dari file ketiga ini terkunci (Protect). Pengguna akan memasukkan data-data awal pada File Input yang kemudian akan diproses pada File Perhitungan dengan File Tabel sebagai acuannya, setelah itu pengguna akan disajikan hasil pada File Output. File keempat akan berisikan standar – standar yang menjadi acuan dalam perhitungan alinyemen horisontal dan vertikal, sifat dari file ini juga terkunci (Protect). Aplikasi ini memiliki kelebihan dibandingkan dengan perhitungan manual, karena tidak memerlukan waktu yang lama dalam merencanakan alinyemen horisontal dan vertikal jalan, serta adanya visualisasi dari alinyemen yang telah direncanakan sehingga pengguna dapat memiliki gambaran mengenai perencanaannya.
MACAM-MACAM FLOOR HARDENER DENGAN KINERJANYA Leonardo Krisnanto Wijono; Gerry Febrian Ongko; Prasetio Sudjarwo; Januar Buntoro
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.398 KB)

Abstract

Perkembangan bangunan industri membutuhkan permukaan lantai yang kuat dan tahan terhadap gesekan, kotoran, dan debu. Dengan kemajuan teknologi, Floor Hardener diciptakan untuk memperbaiki masalah-masalah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui macam-macam Floor Hardener, termasuk komposisi-komposisi yang terkandung di dalamnya dan kinerja dari masing-masing Floor Hardener pada proyek-proyek konstruksi.Penelitian ini dilakukan dengan cara studi literatur mengenai macam-macam Floor Hardener yang terbagi menjadi natural / non metallic dan metallic, kemudian mengamati secara langsung kinerja-kinerja Floor Hardener pada proyek-proyek konstruksi dilihat dari berbagai sudut pandang. Dari penelitian yang telah dilakukan, berikutnya dibuat kesimpulan mengenai hal-hal yang berpengaruh dalam kinerja Floor Hardener. Kesimpulan yang didapat adalah bahwa mutu beton, tebal pelat lantai beton, jenis Floor Hardener yang dipakai, pelaksanaan pada saat pengerjaan, dan perawatan yang dilakukan untuk pencegahan sangat berpengaruh sekali terhadap kinerja Floor Hardener.
KORELASI GAYA PENETRASI YANG DIBUTUHKAN UNTUK CPT DAN UNTUK INSTALASI PONDASI TIANG JACK-IN Alvin Gilbert Tandiputra; Haven Kusuma Markho; Gogot Setyo Budi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.142 KB)

Abstract

Hydraulic jack-in merupakan suatu metode pemancangan pondasi tiang yang memiliki mekanisme kerja yang relatif sama dengan metode pengujian Cone Penetration Test (CPT). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan korelasi antara penetrasi pondasi tiang dengan metode Jack-in pada kondisi mobilize dengan penetrasi untuk menekan bikonus pada pengujian CPT. Penelitian ini juga dilakukan untuk mendapatkan perbandingan antara daya dukung tiang pada saat pemancangan (mobilize) dengan daya dukung tiang melalui pengujian CPT. Dari analisa yang dilakukan diketahui korelasi gaya penetrasi yang paling baik dapat ditemukan pada lapisan tanah lempung yang lunak. Pada lapisan tanah yang lebih kaku, gaya penetrasi yang dibutuhkan untuk memasukkan tiang ke dalam tanah lebih rendah daripada yang didapat melalui pengujian CPT. Secara umum, gaya penetrasi untuk memasukkan tiang ke dalam tanah lebih rendah daripada daya dukung tiang yang diprediksi menggunakan data CPT
ANALISA SISTEM PERLINDUNGAN JATUH PADA PROYEK KONSTRUKSI DI SURABAYA Lucki Krisdianto; Tjia Xian Wen; Andi ,
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.342 KB)

Abstract

Pembangunan konstruksi high rise building bukan hanya memberikan manfaat bagi masyarakat tetapi juga meningkatkan resiko kecelakaan yang dapat berdampak kematian bagi pekerja. Jatuh dari ketinggian merupakan salah satu tipe kecelakaan yang memiliki potensi kematian yang sangat besar. Maka dari itu, diperlukan suatu perlindungan pasif dan aktif yang dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan dampak yang ditimbulkan apabila kecelakaan jatuh itu terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa sistem perlindungan jatuh pada proyek konstruksi di Surabaya. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode observasi yang kemudian akan dianalisa mengenai sistem perlindungan jatuh pada proyek konstruksi di Surabaya. Persentase adanya perlindungan untuk potensi bahaya jatuh sisi yang terbuka 65.5%, lubang yang terbuka 57.1%, dan pekerja di ketinggian 45.3%. Ketentuan standar pada guardrail, safety net, cover, warning line yang merupakan sistem perlindungan jatuh pasif sebagian besar sudah terpenuhi. Sedangkan untuk ketentuan standar sistem perlindungan jatuh aktif yang tidak terpenuhi adalah body harness dan anchorage.
PENGARUH TREATMENT PADA BOTTOM ASH TERHADAP KUAT TEKAN BETON HIGH VOLUME FLY ASH Kevin Desailly; Singgih Suryajaya; Antoni Antoni; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2017): AGUSTUS 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.093 KB)

Abstract

Pembangunan dalam bidang konstruksi di Indonesia sedang berkembang, agar tidak merusak keseimbangan ekosistem akibat proses konstruksi maka pembangunan berkelanjutan sangat diperlukan. Penggunaan material-material yang bersifat tidak merusak alam dan pemanfaatan limbah sebagai material konstruksi harus dilakukan. Bottom ash dan fly ash merupakan limbah hasil pembakaran PLTU yang masih dapat digunakan sebagai material pembuatan beton. Dalam dunia konstruksi pemanfaatan fly ash sudah dilakukan, sedangkan untuk bottom ash masih sangat jarang padahal bottom ash mempunyai potensi untuk menggantikan pasir sebagai agregat halus dalam beton. Dalam penelitian ini, bottom ash akan diberi treatment berupa pencucian dan pencampuran antara bottom ash kasar dan halus hingga mencapai kepadatan maksimum sebelum akhirnya digunakan untuk membuat beton High Volume Fly Ash (HVFA). Pengujian slump dan kuat tekan akan dilakukan pada beton HVFA. Dari penelitian ini, dihasilkan bahwa treatment pencucian bottom ash dan pencampuran 75% bottom ash kasar dan 25% bottom ash halus akan menghasilkan kuat tekan yang lebih tinggi dibandingkan dengan beton yang menggunakan bottom ash tanpa treatment ataupun bottom ash dengan treatment pencucian.
ANALISA KENDALA PELAKSANAAN E-PROCUREMENT DI KOTA SURABAYA Liziad Aditya Soetanto; Kenny Jonathan Setiobudi; Paulus Nugraha
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015): AGUSTUS 2015
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.45 KB)

Abstract

E-Procurement atau Pengadaan secara elektronik adalah Pengadaan Barang/Jasa yang dilaksanakan dengan menggunakan teknologi informasi dan transaksi elektronik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah melaksanakan E-Procurement sejak tahun 2002 hingga saat ini.. Banyaknya pihak yang terlibat dan jumlah serta nilai pekerjaan dalam pelaksanaan E-Procurement di Kementerian PU memberikan kendala dan tantangan tersendiri dari segi sumber daya manusia, infrastruktur dan teknologi yang digunakan, hingga proses pengawasan dalam pelaksanaannya secara langsung. Pada penelitian ini telah didapatkan aspek kendala secara umum selama pelaksanaan E-procurement hingga saat ini, aspek kendala utama yang memiliki peran besar dalam penentuan kesulitan pelaksanaan E-procurement selama ini dan aspek kendala yang bukan merupakan sebuah kesulitan selama pelaksanaan E-procurement hingga saat ini. Pada tulisan ini, penulis berharap untuk dapat berbagi pengalaman, solusi dan tantangan pengembangan E-Procurement kepada seluruh pengguna E-Procurement.
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK DENSE GRADED EMULSION MIXTURE (DGEM) TIPE V DAN VI TERHADAP SPESIFIKASI TIPE CAMPURAN ASPAL PANAS Charly Robin Arifin; Jaya Soesanto; Paravita Sri Wulandari; Harry Patmadjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.326 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena semakin pesatnya pembangunan infrastruktur di Indonesia sehingga dibutuhkan campuran aspal yang ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan Dense Graded Emulsion Mixture (DGEM), campuran bergradasi rapat tipe IV dan tipe VI. Penelitian ini menggunakan agregat halus dan kasar yang berasal dari Banyuwangi, aspal emulsi tipe CSS-1h. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik DGEM dengan memakai campuran tipe V dan tipe VI dan untuk mengetahui perbandingan karakteristik DGEM yang menggunakan campuran tipe V dan tipe VI dengan spesifikasi tipe campuran aspal panas. Hasil dari penelitian ini adalah campuran tipe V dan tipe VI dengan menggunakan agregat yang berasal dari Banyuwangi dan aspal emulsi tipe CSS-1h memenuhi syarat spesifikasi aspal panas tipe SS, STS, STK.
KRITISI DESAIN PSEUDO ELASTIS PADA BANGUNAN BERATURAN 6- DAN 10-LANTAI DENGAN DENAH PERSEGI PANJANG DI WILAYAH 2 PETA GEMPA INDONESIA Fransisca Wijaya; Liske Widjojo; Ima Muljati; Benjamin Lumantarna
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.059 KB)

Abstract

Pseudo elastis merupakan alternatif dalam perencanaan bangunan dengan mekanisme keruntuhan partial side sway. Mekanisme ini menggunakan konsep bahwa distribusi gaya geser tersebar merata pada seluruh kolom sampai kolom plastis mengalami pelelehan, lalu kelebihan gaya geser dialihkan pada kolom elastis. Oleh karena itu, beberapa kolom didesain tetap elastis selama terkena gempa dengan cara memperbesar gaya rencana akibat gempa menggunakan suatu Faktor Pengali, sedangkan balok dan beberapa kolom lainnya diperbolehkan mengalami sendi plastis. Metode ini berbeda dengan metode desain kapasitas dimana seluruh kolom didesain terhadap balok-balok yang merangkanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji asumsi distribusi gaya geser dalam konsep desainPseudo elastis, serta memeriksa apakah partial side sway mechanism dapat terjadi dengan desain Pseudo elastis pada bangunan beraturan 6- dan 10-lantai dengan denah persegi panjang di wilayah 2 Peta Gempa Indonesia. Kriteria desain yang digunakan adalah konfigurasi kolom perimeterdidesain sebagai kolom elastis, dimensi kolom eksterior dan interior sama, serta tidak menggunakan rasio tulangan minimum pada seluruh kolom. Pengujian asumsi distribusi gaya geser dasar dan mekanisme keruntuhan bangunan ditinjau dengan analisis dinamis time history nonlinear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asumsi distribusi gaya geser dalam desain Pseudo elastis tidak benar, sertapartial side sway mechanism tidak terjadi karena kolom interior mengalami fraktur.