cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 25982397     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil yang diterbitkan 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini pertama kali terbit pada bulan Agustus 2012. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil penelitian bersama dengan dosen pembimbingnya dalam bidang keilmuan dan penerapan di bidang teknik sipil.
Arjuna Subject : -
Articles 899 Documents
PENGARUH PENGGANTIAN SEBAGIAN FLY ASH DENGAN BERBAGAI KALSIUM HIDROKSIDA TERHADAP KARAKTERISTIK MORTAR 100% FLY ASH Kent Setiono; Nico Christiono; Antoni Antoni; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.062 KB)

Abstract

Fly ash telah banyak digunakan sebagai additive maupun pengganti semen yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan semen. Permasalahan yang sering terjadi dalam penggunaan fly ash adalah kadar kalsium yang dimiliki fly ash lebih rendah dibandingkan kadar kalsium pada semen yang menyebabkan rendahnya kuat tekan campuran mortar ataupun beton. Oleh karena itu diperlukan penambahan senyawa kalsium hidroksida pada campuran mortar yang berfungsi untuk meningkatkan kuat tekan mortar 100% fly ash. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan ini, dapat disimpulkan bahwa penggantian fly ash dengan berbagai jenis sumber kalsium hidroksida pada campuran mortar 100% fly ash dapat meningkatkan kuat tekan mortar itu sendiri. Kalsium hidroksida yang paling berpengaruh terhadap peningkatan kuat tekan mortar adalah kalsium hidroksida yang bersumber dari limbah karbit dan gamping. Kadar optimum penggantian fly ash dengan kalsium hidroksida untuk campuran yang menggunakan fly ash tipe C dan tipe F adalah 40% dan 50% penggantian, dimana kuat tekan yang dicapai adalah 41.03 MPa dan 36.8 MPa untuk fly ash tipe C dan F pada umur 28 hari. Penggantian fly ash dengan kalsium hidroksida juga berbanding lurus dengan kebutuhan Superplasticizer (SP) tiap campuran, dimana semakin tinggi penggantian fly ash dengan kalsium hidroksida, semakin banyak pula kadar SP yang dibutuhkan.
ANALISIS KINERJA WAKTU PROYEK SEKOLAH “X” DENGAN METODE PERFORMANCE INTENSITY Andrew Santoso; Andi Prasetyo; Andi .
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.434 KB)

Abstract

Kendala waktu sering menjadi masalah dalam proyek konstruksi. Penjadwalan proyek dan evaluasi yang konsisten diperlukan agar proyek selesai tepat waktu. Evaluasi diterapkan menggunakan metode performance intensity dan metode earned value analysis. Evaluasi untuk mengetahui kinerja waktu diterapkan pada proyek sekolah 3 lantai di Surabaya. Proyek direncanakan selesai pada 12 April 2013 dengan durasi 180 hari. Pada awal April kontraktor melakukan update sehingga proyek direncanakan selesai 31 Mei 2013 dengan durasi 228 hari. Evaluasi dilakukan selama 14 periode. Setelah evaluasi dilakukan, kemudian dilakukan analisa faktor yang menyebabkan proyek terlambat. Hasil analisa metode performance intensity menunjukkan sampai pada periode 14, waktu pelaksanaan lebih lambat dari jadwal rencana, yang ditunjukkan dengan nilai Actual Performance Intensity kumulatif (2.116) lebih kecil dari nilai cruise control period (2.576) dengan prediksi tanggal selesai 15 Juli 2013. Hasil analisa metode earned value analysis menunjukkan sampai pada periode 14, waktu pelaksanaan lebih lambat dari jadwal rencana, yang ditunjukkan dengan nilai SPI=0.8594 (SPI<1) dengan prediksi tanggal selesai 7 Juli 2013. Keterlambatan disebabkan oleh berbagai faktor, tetapi yang sering membuat proyek terlambat adalah faktor predecessor, tenaga kerja, dan material.
PEMBUATAN PEDOMAN PENGECORAN PLAT LANTAI FLOOR FLATNESS DAN FLOOR LEVELNESS SESUAI ASTM E1155 Peter Christian Budiono; Handoko Sugiharto
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.491 KB)

Abstract

Pengecoran plat lantai Floor Flatness dan Floor Levelness umumnya digunakan untuk pabrik atau gudang industri, khususnya yang memiliki susunan rak tempat penyimpanan barang yang tinggi dan menggunakan forklift truck. Flatness berhubungan dengan kondisi lantai yang bebas gelombang dan levelness berhubungan dengan tingkat kemiringan permukaan lantai. Pelaksanaan pekerjaan pengecoran Floor Flatness dan Floor Levelness meliputi pekerjaan pembesian, pengecoran, dan pengujian. Pekerjaan pembesian tidak jauh berbeda dengan konstruksi gudang seperti pada umumnya, menggunakan tulangan plat ataupun dowel. Pekerjaan pengecoran menggunakan alat-alat khusus yang memiliki fungsi dan ketentuan masing-masing, meliputi Channel Float, Check Rod, Walk Behind, Ride on Pan Floats, Bump Cutter, dan lain-lain. Pengujian plat lantai menggunakan alat Dipstick Floor Profiler (with 300mm point spacing) untuk menguji permukaan plat lantai telah memenuhi kriteria flatness dan levelness. Melalui proses pengujian ini akan diperoleh nilai F-Number (Floor Flatness FF dan Floor Levelness FL) yang harus lebih besar dari nilai Specified Overall (SOFF dan SOFL) dan Minimum Local (MLFF dan MLFL). Pedoman ini memuat berbagai landasan teori, cara-cara pelaksanaan, serta prosedur pekerjaan secara keseluruhan berdasarkan ASTM E1155 yang telah ditinjau dengan kondisi di proyek lapangan untuk jenis plat Slab on Ground dan jenis pengecoran Long Strip Construction
SIMULASI MANAJEMEN LALULINTAS PADA KAWASAN JALAN RAYA NGINDEN DAN JALAN NGAGEL JAYA SELATAN Ria Novitasari; Widya Stevanie Susanto; Rudy Setiawan
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.598 KB)

Abstract

Seiring dengan berkembangnya kota Surabaya tidak terlepas dari permasalahan transportasi darat yang terjadi. Akibatnya terjadi kemacetan pada jaringan jalan khususnya pada jam puncak. Hal ini juga terjadi salah satunya pada kawasan jalan Raya Nginden dan jalan Ngagel Jaya Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja jaringan jalan saat ini kemudian mengusulkan beberapa alternatif penerapan manajemen lalulintas untuk mengurangi kemacetan pada awasan tersebut. Berdasarkan hasil analisis, terdapat alternatif yang memberikan penurunan nilai indikator derajat kejenuhan hingga 37% serta kenaikan indikator kecepatan tempuh hingga 65% dari kondisi saat ini. Terdapat dua alternatif yang dipilih sebagai alternatif yang dapat memberikan kinerja terbaik dengan perubahan kondisi jaringan jalan paling minimum. Alternatif ini meliputi penambahan lajur pada jalan Barata Jaya XVII serta pengaturan arah arus kendaraan pada ruas jalan Barata Jaya XIX, jalan Bratang Binangun dan jalan Ngagel Jaya Selatan, serta penambahan putar balik pada ruas jalan Raya Manyar.
PENGEMBANGAN MORTAR GEOPOLIMER BERBAHAN DASAR CIRCULATING FLUIDIZED BED COMBUSTION FLY ASH Stacia Dwi Shenjaya; Maria Lupita; Djwantoro Hardjito; David Wiyono; Antoni Antoni
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1119.674 KB)

Abstract

Berdasarkan sistem pembakarannya, terdapat 2 jenis fly ash, yaitu Pulverized Coal Combustion (PCC) dan Fluidized Bed Combustion (FBC). Berdasarkan tingkat fluidisasinya, terdapat 2 jenis FBC fly ash yaitu bubbling bed unit dan circulating unit (CFBC). PCC fly ash lebih sering digunakan sebagai bahan dasar geopolimer dibandingkan CFBC fly ash karena bentuknya yang tidak beraturan dan luas permukaannya lebih besar sehingga membutuhkan lebih banyak air. Penelitian ini berfokus untuk membandingkan variasi konsentrasi larutan NaOH dan variasi perbandingan alkali activator terhadap setting time dan kuat tekan mortar geopolimer, serta menganalisa tampilan fisik mortar geopolimer berbahan dasar CFBC fly ash tipe F. Konsentrasi larutan NaOH yang digunakan sebesar 6M, 8M, 10M, dan 12M, sedangkan perbandingan alkali activator yang digunakan sebesar 3.0, 2.5, 2.0, 1.0, dan 0.5. CFBC fly ash tipe F yang digunakan diambil 2 kali dengan waktu yang berbeda pada sumber yang sama. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa CFBC fly ash memiliki potensi sebagai bahan dasar dalam pembuatan mortar geopolimer. Hal ini didukung dengan hasil kuat tekan mortar geopolimer tertinggi yang dihasilkan, yaitu sebesar 33.4 MPa pada usia 90 hari meskipun tidak konsisten jika menggunakan fly ash yang berbeda waktu pengambilannya.. Selain itu, konsentrasi larutan NaOH sebesar 12M dan perbandingan alkali activator sebesar 0.5 merupakan komposisi yang tidak tepat.
ANALISA PENYEBAB DAN METODE PERBAIKAN YANG TEPAT PADA BETON YANG DISEBABKAN OLEH FAKTOR NON-STRUKTURAL Daniel Alfredo; Kevinardy Hutomo; Prasetio Sudjarwo; Januar Buntoro
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.342 KB)

Abstract

Saat ini, banyak ditemukan kerusakan pada struktur beton di bangunan-bangunan yang telah berdiri. Kerusakan pada beton yang merupakan salah satu bahan utama dan material penunjang bangunan, tidak hanya disebabkan karena salah perhitungan atau salah dalam perencanaan awal. Hal ini juga disebabkan karena kesalahan dalam pengerjaan atau pelaksanaan pengecoran beton dan maintenance yang kurang diperhatikan. Berdasarkan dari masalah-masalah tersebut, maka studi ini akan meninjau kerusakan pada struktur beton yang terjadi di proyek-proyek yang ada di Indonesia, khususnya Jawa Timur. Selanjutnya, akan dilakukan analisa penyebab kerusakan dan menentukan metode perbaikan yang tepat pada proyek. Berdasarkan penyebab yang ada, penulis menganalisa beberapa metode perbaikan yang tepat untuk mengatasi masalah kerusakan yang terjadi pada struktur beton di Indonesia. Metode yang di gunakan antara lain seperti Injeksi (injection) dan grouting dengan menggunakan material semen grout, epoxy resin, dan polyurethane. Dengan menggunakan metodemetode ini, maka diharapkan kerusakan yang terjadi pada struktur beton dapat teratasi secara tepat dan dapat menjawab masalah kerusakan beton yang terjadi di dalam pembangunan konstruksi ini.
PENGGUNAAN SPREADSHEET DALAM MENENTUKAN KAPASITAS PROFIL BAJA CANAI DINGIN BERDASARKAN SNI 7971:2013 Elvira Setiawan; Yui Nishimura; Hasan Santoso; Ima Muljati
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.128 KB)

Abstract

Baja canai dingin (cold-formed steel) sudah mulai banyak digunakan sebagai struktur bangunan sekarang ini, seperti gording, panel, dan dak. Jika dibandingkan dengan hot-rolled, baja canai dingin relatif lebih ringan serta cepat dan mudah pengkonstruksiannya. Namun dalam hal desain perencanaan di Indonesia, belum banyak panduan yang tersedia. Dengan terbitnya SNI 7971:2013 tentang struktur baja canai dingin, maka tujuan dari tugas akhir ini adalah membuat spreadsheet untuk beberapa profil baja canai dingin untuk menentukan kapasitas profil tarik, lentur, tekan konsentris, geser, tumpu, kombinasi lentur dan geser, kombinasi lentur dan tumpu, kombinasi aksial tekan dan lentur, serta kombinasi aksial tarik dan lentur yang sesuai dengan beban-beban yang terjadi. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan untuk memilih profil yang tepat kapasitasnya sesuai dengan beban-beban rencana dengan lebih mudah dan cepat.
ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN PREFERENSI TERHADAP PROGRAM BERKENDARA BERSAMA KE KAMPUS David Kevin Nafarin; Silvester - Alfredo; Rudy - Setiawan; Doddy - Prayogo
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.289 KB)

Abstract

Salah satu masalah transportasi di daerah kampus adalah meningkatnya penggunaan mobil sehingga membuat daerah tersebut padat terutama civitas academica yang berkendara sendirian menggunakan mobil. Tujuan dari penilitan ini adalah mendapatkan preferensi yang dianggap prioritas oleh civitas academica untuk berkendara bersama. Beberapa faktor umum yang membuat seorang mahasiswa memilih berkendara sendirian adalah privasi dan waktu perjalanan, namun ada faktor lain yang memengaruhi perilaku mahasiswa untuk berkendara bersama seperti keamanan, kemudahan, intangible, dan lebih hemat biaya. Responden penelitian ini sebanyak 320 civitas academica yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan Universitas Kristen Petra Surabaya. Dalam penilitian ini digunakan metode clustering dan analytical hierarchy process untuk menentukan karakteristik civitas academica seperti apa yang berminat untuk beralih menuju berkendara bersama serta faktor apa saja yang mendukung terealisasikannya program tersebut. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa salah satu faktor yang paling mempengaruhi perilaku mahasiswa dan tenaga kependidikan dalam berkendara bersama mengendarai mobil ke kampus adalah keamanan.
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK AGREGAT KASAR PULAU JAWA DENGAN AGREGAT LUAR PULAU JAWA DITINJAU DARI KEKUATAN CAMPURAN PERKERASAN LENTUR Michael Kevindie Setyawan; Paravita Sri Wulandari; Harry Patmadjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.987 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi agregat kasar Luar Pulau Jawa untuk dijadikan material pembangunan infrastruktur di daerahnya. Agregat kasar Pulau Jawa dijadikan pembanding karena sudah diakui mutunya untuk pembangunan infrastruktur Pulau Jawa. Setiap daerah memiliki sumber daya yang sangat kaya untuk pembangunan infrastruktur, namun setiap daerah memiliki karakteristik material yang berbeda-beda. Agregat kasar yang digunakan sebagai pembanding dari Pulau Jawa adalah dari Pandaan dan Pacitan. Sedangkan untuk agregat kasar dari Luar Pulau Jawa memakai agregat dari Bali dan Kalimantan. Penelitian ini menggunakan spesifikasi Laston WC dan agregat kasar berdasarkan SNI 8198:2015. Hasil penelitian adalah agregat kasar dari Bali tidak memenuhi spesifikasi berat jenis dan penyerapan. Agregat kasar dari Kalimantan tidak memenuhi spesifikasi kepipihan dari BS 812 part 105:1990. Agregat kasar Pandaan dijadikan sebagai acuan sedangkan agregat kasar Pacitan tidak dikarenakan kekekalan agregat tidak memenuhi spesifikasi. Kadar aspal dari agregat kasar Pandaan yang memenuhi persyaratan Laston WC adalah 5%. Agregat kasar Bali dan Kalimantan dengan hot mix design Laston WC 5% didapati tidak memenuhi dalam spesifikasi MQ, pelelehan, VIM dan VFA. Kesimpulan dari penelitian ini, agregat kasar Bali dan Kalimantan tidak bisa langsung dipakai untuk Laston WC. Namun pencampuran agregat kasar Bali dan Kalimantan bisa dijadikan anternatif solusi.
PEMBUATAN DAN IMPLEMENTASI KRITERIA DESAIN KONSTRUKSI BAJA DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA Giovanno Tandri Halim; Hendri Gunawan; Surya Hermawan; Gunawan Budi Wijaya
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.697 KB)

Abstract

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan salah satu tujuan yang harus terpenuhi dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Untuk mencapai tujuan ini, perencanaan yang aman sejak tahap desain atau yang biasa disebut pencegahan melalui desain, menjadi hal yang perlu dipertimbangkan. Dalam pelaksanaannya, masih banyak desain proyek konstruksi baja yang tidak mempertimbangkan penerapan K3. Penelitian ini memiliki beberapa objektif, yaitu membuat kriteria desain, penilaian desain dan pembuatan rekomendasi desain. Dalam metodologi penelitian ini, penerapan K3 sejak tahap perencanaan dibuat sebagai suatu kriteria desain yang disusun dari hasil studi literatur dan observasi lapangan. Kriteria yang telah dibuat lalu diuji melalui studi kasus proyek ‘X’, dengan membandingkan dan menilai kriteria telah dibuat dengan desain yang digunakan sehingga dihasilkan sebuah penilaian. Beberapa kriteria yang dibuat seperti ketersediaan lubang guardrail dan harness. Berdasarkan hasil penilaian, nilai pemenuhan kriteria yang didapatkan sebesar 28,48%, yang terdapat dalam kategori “kurang”. Dari hasil tersebut dibuat beberapa rekomendasi desain, untuk meningkatkan nilai pemenuhan kriteria menjadi 83,34%. Tetapi, hasil rekomendasi yang dapat direalisasikan adalah penambahan plat siku pada kolom, yang berguna sebagai pengait pada saat ereksi kolom dan sebagai dudukan saat ereksi rafter, sehingga nilai akhir yang didapatkan menjadi 31,04%.