cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 1,592 Documents
TIGA TIPE KEMISKINAN DAN PERAN GURU Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1993: HARIAN SUARA KARYA
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.661 KB)

Abstract

       Dalam sebuah seminar kependidikan yang baru-baru ini diselenggarakan oleh sebuah perguruan tinggi kependi dikan dan diikuti oleh para mahasiswa calon guru muncul sebuah pertanyaan yang sangat menarik serta menggelitik; yaitu apakah guru yang notabene berfungsi sebagai tenaga pendidik  mempunyai hubungan langsung  (direct relation) dengan masalah kemiskinan yang sedang banyak dibicarakan akhir-akhir ini.  Tegasnya: sejauh mana peran guru dalam upaya mengentas kemiskinan.          Pertanyaan tersebut memang sungguh menarik bukan saja karena masalah kemiskinan sedang aktual akan tetapi pada kenyataannya sampai kini banyak guru yang secara e-konomis hidup di bawah garis kemiskinan. Sampai sekarang banyak guru yang kaya pengalaman tentang hidup miskin.          Banyak hikayat dan anekdot untuk melukiskan kemis kinan guru karena penghasilan yang sangat terbatas kalau dibandingkan dengan nilai pengabdiannya.
SENJATA BISNIS Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senyum merupakan tawa tanpa suara yang hanya tampak pada sikap bibir, mata dan wajah. Senyum hiasan wajah yang indah dari manusia. Senyum merupakan bumbu sedap dalam meramu bisnis yang dapat menghasilkan keuntungan yang berlipat ganda. Pengalaman pribadi mengajarkan demikian. Ketika saya bersama keluarga datang ke salah satu toko elektronik A, setelah melihat barang-barang elektronik yang akan saya beli dan sudah cocok akhirnya saya bertemu customer service-nya, seorang wanita. ?Mbak saya bisa nggak bertemu dengan Bosmu??. Saya dijawab dengan nada yang tidak enak di dengar di telinga tanpa senyum ?Tidak bisa! Dia pergi ke luar kota?. Begitu saya sampai di toko F, saya langsung disambut oleh karyawannya dengan senyum ramah. ?Bagaimana kabarnya Pak Yanto? Lama tidak ke sini?? tanya mereka. Kemudian saya jawab ?Baik?. Kemudian istri saya menanyakan beberapa barang elektronik yang ingin dibelinya. Kemudian saya bertanya ?Bosmu ada??. ?Ada Pak Yanto, tapi masih ada tamu? jawab mereka sambil menyediakan minuman aqua untuk saya dan keluarga. Saya minta secarik kertas, kemudian saya menulis nama saya dan sedikit saya minta dilayani. ?Bolehkan saya minta tolong kertas ini Anda sampaikan kepada Bosmu??. Secarik kertas tersebut dibawa masuk ke ruang Bosnya dan disampaikan kepada Bosnya. Tidak begitu lama Bosnya, keluar menemui saya dan istri saya, sambil menyapa saya ?Bagaimana kabarnya Pak Yanto? Kemudian dilanjutkan kepada istri saya ?Lama nggak ke sini ya Bu??. Percakapan berlangsung dengan senyum penuh keakraban. Istri saya menanyakan barang-barang kepada Bos toko F tersebut dan istri saya diberi harga istimewa. Saya melihat bahwa harga untuk Televisi di toko F lebih mahal Rp. 25.000 dibandingkan toko A demikian juga harga mesin cuci dan harga lemari es, tetapi kami berdua memutuskan untuk membeli di toko F tersebut. ?Bu apa ada lagi yang dapat saya bantu?? tanya Bos toko F kepada istri saya. ?Sudah cukup? jawab istri saya. ?Saya ke dalam dulu ya Bu? Bos toko F minta izin kepada istri saya. ?Silakan Bu? jawab istri saya. Kemudian istri saya dilayani oleh karyawannya. ?Saya belum bawa uang untuk membeli barang-barang ini? kata istri saya. ?Tidak apa-apa Bu. Barangnya di antar sekarang atau besok Bu?? kata karyawan tersebut. ?Bayarnya bagaimana?? tanya istri saya. ?Gampang Bu. Pakai Credit Card atau Debit Card Bu atau ditransfer lewat ATM. Nanti setelah Ibu transfer dititipkan saja kertas cetakannya pada yang mengantar barang? jawab karyawan tersebut. Akhirnya saya dan istri saya memutuskan untuk membeli di toko F tersebut. Hal ini juga didukung oleh survei dari US News and World Report, bahwa pelanggan pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain, 69% disebabkan oleh karena tidak dilayani oleh karyawannya dengan baik. Produk yang tidak sesuai hanya menempati urutan kedua, yaitu 12% dan harga hanya 10% serta lokasi hanya 9%. Ternyata senyum merupakan awal dari pelayanan yang baik yang nilainya puluhan juta, bahkan miliaran rupiah. Senyum dapat meredakan konflik sebesar 94%. Senyum adalah sodaqoh.
MENELADANI AKHLAK RASULULLAH S.A.W. Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.348 KB)

Abstract

Allah SWT memberikan pujian tentang budi pekerti kepada Rasulullah s.a.w.. Dalam surat Al Qalam ayat 4 : Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. Nabi Muhammad s.a.w. merupakan orang yang berperilaku lemah lembut, pemaaf, memohonkan ampun untuk orang lain, bermusyawarah dan bertawakal kepada Allah, seperti yang disebutkan dalam surat Ali Imran ayat 159 :  Maka disebabkan dari rahmat Allah-lah kamu (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. Sifat-sifat Nabi Muhammad s.a.w. dan sahabat-sahabatnya dalam Taurat dan Injil dimuat dalam surat Al Fath ayat 29 : Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka ruku? dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya, maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya, tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. Budi pekerti yang luhur merupakan salah satu senjata tidak hanya dalam bisnis, tetapi dalam segala kehidupan. Rasulullah s.a.w. bersabda : Aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan budi pekerti (Ahmad, Hakim dan Baihaqi). Demikian pula dari ?Atha? bin Yasar r.a, katanya dia bertemu dengan Abdullah bin ?Amr bin ?Ash, lalu katanya : ?Ceritakanlah kepadaku tentang sifat Rasulullah saw. Seperti yang tersebut dalam Kitab Taurat?.Jawab Abdullah, ?Baiklah ! Demi Allah sesungguhnya Rasulullah saw. Telah disebut di dalam Kitab Taurat dengan sebagian sifat beliau yang tersebut didalam Al Qur?an : ?Wahai, Nabi ! Sesungguhnya  Aku mengutus engkau untuk menjadi saksi, memberi kabar gembira, memberi peringatan dan memelihara orang ummi. Engkau adalah hamba-Ku dan pesuruh-Ku. Aku namakan engkau orang yang tawakkal (berserah diri), tidak jahat budi, tidak kesat hati, tidak pula orang yang suka berteriak di pasar-pasar, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi pemaaf dan memberi ampun. Dan Allah belum akan mencabut nyawanya sehingga dia menegakkan agama selurus-lurusnya, yaitu supaya mereka mengucapkan : ?Laa illaaha illallaah? sehingga dengan ucapan itu Allah membukakan mata yang buta dan telinga yang tuli serta hati yang tertutup.? (Bukhari). Demikian pula Rasulullah s.aw. bersabda : ?Kamu semua tidak mungkin dapat mempergauli orang lain dengan hartamu saja, tetapi hendaklah seseorang dari kamu semua mempergauli mereka dengan muka berseri-seri dan budi pekerti yang baik.?(Thabrani dan Baihaqi).  
DOSEN-DOSEN KITA YANG TIDAK PRODUKTIF Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1990: HARIAN YOGYA POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.649 KB)

Abstract

       Seandainya perguruan tinggi itu dapat diibaratkan sebagai sebuah kereta maka para dosen adalah sebagai me-sin penggeraknya. Betapapun panjangnya kereta itu maka jalannya  tetap saja tergantung pada mesin penggeraknya. Hal ini melukiskan bahwa betapapun besarnya sebuah per-guruan tinggi maka tetap saja para dosen memegang peran yang dominan; dengan kata lain tanpa adanya aktivitas akademik dari para dosen maka akan "mandeg"-lah perguruan tinggi yang bersangkutan.       Pengibaratan tersebut di atas melukiskan betapa dominannya peran dosen dalam kehidupan kampus; meski bu-kan berarti dengan mengecilkan peran civitas kampus yang lainnya. Memang berat tugas seorang dosen; karena di sam ping mereka diharapkan dapat menjadi motor penggerak di kampusnya masing-masing maka masyarakat sekitar pun juga mengharapkan "kelebihan" yang dimilikinya.       Di negara manapun di dunia ini maka seorang dosen hampir senantiasa dianggap sebagai sosok manusia yang memiliki potensi intelektual berlebih,  tentu saja kalau  dibandingkan  dengan rata-rata potensi intelektual manu-sia di sekelilingnya. Di Indonesia pun begitu pula.
DUA KUNCI PENDIDIKAN TAIWAN Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.451 KB)

Abstract

Baru saja saya menerima surat dari Dr. Anthony Si-An Chen; ia adalah Ketua Asosiasi Pendidikan Swasta Taiwan, Republic of China Private Educational Association (ROC-PEA). Dalam surat resminya ini, ia menga-barkan akan diselenggarakannya konferensi internasional pendidikan swasta yang diikuti oleh negara-negara di pinggiran Samudra Pasifik, termasuk Jepang dan Amerika Serikat (AS).        Di dalam surat yang sama, Mr. Chen, meminta saya untuk menjadi nara sumber sekaligus memberikan presentasi tentang reformasi pendidikan sekolah swasta, private schools education reforms, dalam suatu konferensi internasional. Konferensinya itu sendiri masih lama dilakukan, yaitu tanggal 27 s/d 29 Oktober 2007 di Howard International House Taipei.        Kalau semua berjalan sesuai rencana, bagi saya memberikan presentasi dalam pertemuan ilmiah berskala internasional di Taiwan bukanlah yang pertama kalinya. Beberapa tahun lalu saya pernah diminta Mr. Chen untuk tampil dalam seminar internasional tentang pendidikan swasta pula. Bahkan lebih daripada itu saya pernah membawa pimpinan PAPE, Pan-Pacific Association of Private Education, berkunjung ke istana presiden sekaligus berdialog dengan Presiden Taiwan waktu itu, yaitu Mr. Lee-teng Hui.
BISNIS ORANG SABA’ (2) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Pada periode kedua (610 ? 115 SM), penguasa mulai menghilangkan karakteristik kependetaannya. Ibukota Saba?, Sharwah dipindahkan ke Ma?rib. Kotan Ma?rib yang berjaraki sekitar 100 km di sebelah timur San?a. Kota Ma?rib merupakan kota titik temu berbagai rute perjalanan dagang yang menghubungkan negeri-negeri penghasil wewangian dengan pelabuhan-pelabuhan di Mediterania terutama Gazza. Kota ini terkenal karena bendungan Saad Ma?rib, disamping tiga benteng yang dibangun pada periode ini. Sarana publik yang dibangun orang Saba? ini menunjukkan bahwa orang Saba? merupakan masyarakat yang cinta damai yang sangat maju, baik dalam bidang perdagangan maupun di bidang teknik. Ada beberapa bagian yang dibangun pada periode pertama. Sumhu?alay Yanuf dan putranya Yatsa?amar Bayyin disebutkan sebagai pembangun utama bendungan Ma?rib.  Al-Mas?udi, al-Ishfahani dan Yaqu menyatakan bahwa yang membangun adalah Luqman ibn ?Ad. Bendungan ini  dipugar pada masa Abrahah dari Abissinia (543 M) dan Sharahbi Il Ya?fur (449-450 M). Sejak 115 SM wilayah tersebut jatuh di tangan suku Himyar, yang berasal dari dataran tinggi sebelah barat daya dan Himyar memindahkan ibukota Ma?rib menjadi Zhafar, sekitar 160 km timur laut Mukha di atas jalan menuju San?a. Meskipun peradabannya adalah Himyar, tetapi sebutan rajanya adalah raja Saba dan Dzu Raydan yang kemudian dikenal dengan sebutan Qataban. Orang Himyar menjadi pewaris budaya dan perdagangan Saba-Minea. Pada masa tersebut tampak tanda-tanda keruntuhan. Perdagangan mereka mengalami kegagalan besar karena pengaruh dari perdagangan Nabasia (Anbat) di sebelah utara Hijaz. Sedangkan perdagangan laut dikuasai Romawi setelah membentangkan kekuasaannya ke Mesir, Suriah dan sebelah utara Hijaz. Persaingan antar kabilah juga memperburuk suasana perdagangan. Pada masa tersebut sering dilanda kerusuhan, perang saudara, kudeta, sehingga mereka menjadi sasaran bagi negara lain untuk merampas kemerdekaan mereka. Selain agama Kristen, muncul pula agama Yahudi. Persaingan kedua agama tersebut juga memicu munculnya kekerasan. Raja Himyar terakhir, Dzu Nuwas yang memeluk agama Yahudi memaksa orang Kristen Najran untuk berpindah agama. Karena mereka menolak, akhirnya merekadimasukkan dalam parit dan dibakar, seperti yang disebutkan dalam Al-Qur?an, Surat Al-Buruuj, ayat 4-7. : Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit. Yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar. Ketika mereka duduk disekitarnya. Sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang beriman.   Akhirnya diduki oleh Abrahah dari Abessinia dan puncaknya diberikan cobaan banjir, karena mereka sudah sangat kafir. Firman Allah dalam Al-Qur?an, Surat Saba? ayat 16-17 : Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr. Demikian Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.
PLUS MINUS UN PENGGANTI SUPRIYOKO, KI
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.021 KB)

Abstract

Setelah melalui perundingan alot, untuk tidak mengatakan perdebatan sengit, yang melibatkan menteri pendidikan dengan jajaran, ketua Badan Standar Nasional Penidikan (BSNP), dan para anggota DPR RI akhirnya diputuskan melaksanakan Ujian Nasional (UN) Pengganti bagi sekolah yang pelaksanaan UN-nya bermasalah.          Suka atau tidak suka, faktanya memang banyak sekolah yang pelaksa-naan UN-nya bermasalah; hal ini dikarenakan terjadinya pelanggaran atau kesalahan, baik yang bersifat sistematis maupun teknis. Atas pelanggaran dan kesalahan ini banyak sekolah yang berpotensi tidak lulus 100 persen kalau menggunakan kriteria yang berlaku. Itulah sebabnya sebanyak 33 SMA dan MA dilakukan UN Pengganti.          Bagaimana kalau tidak dilakukan UN Pengganti? Puluhan ribu siswa terancam tidak lulus. Seandainya benar-benar tidak lulus dan tidak diadakan UN Pengganti, bukankan mereka bisa mengikuti Ujian Paket C? Tentu saja bisa; namun keputusan dilakukannya UN Pengganti sudah diambil sehingga apa pun risikonya harus tetap dijalankan.
LAGI, LINK AND MATCH DI PERGURUAN TINGGI: HARI INI SEMINAR SEHARI "LINK AND MATCH" DI UGM Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.952 KB)

Abstract

       Benar bahwa dalam mengantisipasi era industrialisasi sekarang ini dengan hanya mengandalkan keunggulan komparatif semata tidak akan mencapai hasil yang optimal; untuk dapat mencapai hasil optimal maka keunggulan komparatif ini harus dibersamai dengan keunggulan kompetitif yang memadai.  Adapun cara yang paling tepat dan efektif untuk mencapai keunggulan kompetitif adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.         Bagi negara-negara berkembang yang sudah memiliki keunggulan komparatif secara maksimal akan tetapi belum memiliki keunggulan kompetitif secara memadai, seperti Indonesia, hal tersebut sangatlah penting. Itulah sebabnya peningkatan kualitas sumber daya manusia mendapatkan tempat yang strategis dalam era Pembangunan Jangka Panjang Tahap Kedua (PJPT-2) sekarang ini.  Dalam posisi seperti ini maka pendidikan memikul tugas yang benar-benar tidak ringan, bah-kan sangat berat, karena berhasil dan tidaknya pelaksanaan pendidikan sangat menentukan berhasil dan tidaknya pembangunan nasional. Bila pendidikan gagal dapat dipastikan akan gagal pembangunan nasional, sebaliknya bila pendidikan berhasil maka akan berhasil pembangunan nasional kita.          Tugas pendidikan yang sangat berat itu akan makin berarti pada negara-negara yang memiliki kadar heterogenitas tinggi dalam berbagai aspek kehidupannya, katakan saja seperti India, Korea, Malaysia; dan tak terkecuali Indonesia. Tingginya kadar heterogenitas di dalam berbagai aspek kehidupan ini, antara lain aspek sosial budaya, politik, ekonomi dan kemasyarakatan, menyebabkan timbulnya berbagai pro-blematika pendidikan;  dan problematika pendidikan inilah yang dapat menghambat lajunya perahu pendidikan itu sendiri.
EBTANAS SLTP "SULIT" Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1994: HARIAN BALI POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.418 KB)

Abstract

       Sebagaimana telah dijadualkan semula maka setelah Ebtanas di sekolah menengah, baik di SMA sebagai sekolah umum maupun SMK sebagai sekolah kejuruan, selesai pelaksanaannya, kegiatan Ebtanas pun dilanjutkan pada Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP)  dan Sekolah Dasar (SD). Ebtanas SLTP  telah dilaksanakan serentak dari tanggal 9 s/d 11 Mei, sedangkan Ebtanas SD telah dilaksanakan pada tanggal 16 s/d 18 Mei 1994 yang lalu.          Seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya maka pelaksanaan Ebtanas SLTP berada di tengah-tengah di antara Ebtanas SMA/SMK dengan Ebtanas SD. Ternyata tahun ini pun kebiasaan itu tidak berubah;  urutan pelaksanaan dari sekolah menengah (SMA/SMK), SLTP dan SD sampai kinimasih tetap dipertahankan.          Apabila kita cermati jadual lengkap pelaksanaan Ebtanas tahun ini adalah sbb:  Ebtanas SMA (dan SMK) di-langsungkan pada tanggal 3 s/d 6 Mei  yang hasilnya akan diumumkan 26 Mei, Ebtanas SLTP dilaksanakan 9 s/d 11 Mei yang hasilnya  akan diumumkan 30 Mei,  sedangkan Ebtanas SD dilaksanakan 16 s/d 18 Mei yang hasilnya akan diumum-kan 10 Juni 1994.  Melihat agenda akademik yang relatif padat ini kiranya wajar kalau kemudian ada yang menyebut bulan Mei sebagai 'Bulan Ebtanas'.
MASALAH GURU DI ACEH Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2005: HARIAN SUARA PEMBARUAN
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.036 KB)

Abstract

Setelah gempa tektonik dan badai Tsunami di Aceh berlalu, kini masalah yang dihadapi oleh masyarakat setempat dan pemerintah sungguh kompleks. Salah satu masalah yang kompleks tersebut adalah masalah pendidikan, utamanya menyangkut guru.          Meskipun tidak dapat dikatakan tertinggal, pendidikan di Aceh selama ini memang tidak dapat dikatakan (terlalu) maju. Kepadatan penduduk di Aceh yang relatif rendah (jarang) dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Indonesia pada umumnya merupakan salah satu kendala bagi penyelenggaraan pendidikan bermutu di daerah yang terletak di bagian paling barat Indonesia ini.          Menurut data BPS di dalam ?Statistics of Welfare 2001?, luas wilayah Aceh adalah 55.390 Km2, terdiri dari 147 kecamatan dan berpenduduk sebanyak 4.146.866 orang. Kepadatan penduduk di Aceh adalah 74,87 orang per Km2; angka ini di bawah rata-rata nasional sebesar 107,07 orang per Km2. Sebagai informasi angka kepadatan penduduk yang tertinggi adalah DKI Jakarta sebesar 12.645,33 orang per Km2; dan terendah di Papua sebesar 5,11 orang per Km2. Angka kepadatan penduduk yang relatif rendah merupakan salah satu kendala penyelenggaraan pendidikan bermutu di Aceh.

Filter by Year

1982 2010


Filter By Issues
All Issue 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010 2010: HARIAN JAWA POS 2010: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2010: HARIAN MEDIA PIKIRAN RAKYAT 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN JAWA POS 2009: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2009: HARIAN MEDIA INDONESIA 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2009: HARIAN SINAR HARAPAN 2009: HARIAN SINAR HARAPAN 2009: HARIAN SUARA KARYA 2009: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2009: HARIAN JAWA POS 2009: HARIAN KOMPAS 2009: HARIAN KOMPAS 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN SINAR HARAPAN 2008: HARIAN JAWA POS 2008: HARIAN JAWA POS 2008: HARIAN SINAR HARAPAN 2008: HARIAN SUARA MERDEKA 2008: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2008: HARIAN KOMPAS 2008: HARIAN KOMPAS 2008: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2008: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN MEDIA INDONESIA 2007: HARIAN KOMPAS 2007: MAJALAH FASILITATOR 2007: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2007: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2007: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2007: MAJALAH FASILITATOR 2007: MOZAIK OBITUARI 2007: HARIAN MEDIA INDONESIA 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006 2006: MAJALAH METODIKA 2006: MAJALAH FASILITATOR 2006: HARIAN MEDIA INDONESIA 2006: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2006: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2006: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2006: HARIAN SUARA MERDEKA 2006: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2006: HARIAN JAWA POS 2006: HARIAN SUARA MERDEKA 2006: HARIAN KOMPAS 2006: HARIAN KOMPAS 2006: MAJALAH FASILITATOR 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2005: MAJALAH FASILITATOR 2005: HARIAN MEDIA INDONESIA 2005: HARIAN JAWA POS 2005: HARIAN MEDIA INDONESIA 2005: HARIAN JAWA POS 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN MEDIA INDONESIA 2004: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2004: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2004: MAJALAH FASILITATOR 2004: HARIAN KOMPAS 2004: HARIAN KOMPAS 2004: HARIAN JAWA POS 2004: MAJALAH FASILITATOR 2004: HARIAN JAWA POS 2004: HARIAN MEDIA INDONESIA 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI OKTOBER-DESEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI JULI-SEPTEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI JULI-SEPTEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI OKTOBER-DESEMBER 2003 2003: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2003: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2003 2003: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2003: HARIAN KOMPAS 2002: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN SUARA KARYA 2002: HARIAN KOMPAS 2002: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2002: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2002: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2002: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2002: Tabloid Pelajar PELAJAR INDONESIA 2002: HARIAN KOMPAS 2001: MAJALAH PUSARA 2001: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2001: HARIAN SUARA KARYA 2001: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2001: HARIAN KOMPAS 2001: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: HARIAN SUARA MERDEKA 2001: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2001: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN SUARA KARYA 2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2000: HARIAN SUARA MERDEKA 2000: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2000: MAJALAH PUSARA 2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2000: HARIAN KOMPAS 2000: HARIAN MEDIA INDONESIA 2000: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN KOMPAS 2000: HARIAN SUARA KARYA 2000: MAJALAH TRANSFORMASI 2000: MAJALAH PUSARA 1999: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1999: HARIAN SUARA KARYA 1999: HARIAN REPUBLIKA 1999: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1999: HARIAN SUARA KARYA 1999: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1999: HARIAN KOMPAS 1999: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1999: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1999: MAJALAH PUSARA 1999: HARIAN SUARA MERDEKA 1999: MAJALAH PUSARA 1998: MAJALAH PUSARA 1998: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1998: HARIAN SRIWIJAYA POS 1998: HARIAN SUARA KARYA 1998: HARIAN SUARA MERDEKA 1998: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1998: HARIAN SUARA KARYA 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1998: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1998: HARIAN BALI POS 1998: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN KOMPAS 1997: HARIAN BERITA NASIONAL 1997: HARIAN BALI POS 1997: HARIAN SRIWIJAYA POS 1997: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN SUARA MERDEKA 1997: HARIAN KOMPAS 1997: HARIAN BALI POS 1997: HARIAN YOGYA POS 1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1997: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN SRIWIJAYA POS 1997: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1997: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1997: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN BERITA NASIONAL 1997: HARIAN SURYA POS 1997: HARIAN SUARA MERDEKA 1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: MAJALAH PUSARA 1996: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: HARIAN YOGYA POS 1996: HARIAN SURYA POS 1996: HARIAN KOMPAS 1996: HARIAN SUARA KARYA 1996: HARIAN BERITA NASIONAL 1996: HARIAN SURYA POS 1996: HARIAN SUARA MERDEKA 1996: MAJALAH SUARA MUHAMMADIYAH 1996: HARIAN BALI POS 1996: MAJALAH PUSARA 1996: HARIAN YOGYA POS 1996: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: HARIAN SUARA KARYA 1996: HARIAN BISNIS INDONESIA 1996: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1996: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1995: HARIAN BERNAS 1995: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN SUARA MERDEKA 1995: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN SUARA KARYA 1995: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1995: HARIAN SURABAYA POS 1995: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1995: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1995: HARIAN JAWA POS 1995: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1995: HARIAN SUARA MERDEKA 1995: HARIAN SURABAYA POS 1995: HARIAN BERNAS 1995: HARIAN SUARA KARYA 1995: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1994: HARIAN BERNAS 1994: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1994: HARIAN SUARA KARYA 1994: HARIAN BALI POS 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1994: HARIAN SURABAYA POS 1994: HARIAN SUARA MERDEKA 1994: HARIAN SUARA KARYA 1994: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1994: HARIAN BALI POS 1994: HARIAN SURABAYA POS 1994: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1994: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1993: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1993: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN JAWA POS 1993: HARIAN BERNAS 1993: HARIAN KOMPAS 1993: HARIAN SUARA KARYA 1993: HARIAN BALI POS 1993: HARIAN SUARA KARYA 1993: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1993: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN BERNAS 1993: HARIAN BALI POS 1993: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1992: HARIAN SURABAYA POS 1992: HARIAN SURABAYA POS 1992: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1992: HARIAN SUARA MERDEKA 1992: HARIAN WAWASAN 1992: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1992: HARIAN BALI POS 1992: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1992: HARIAN BERNAS 1992: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1992: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN BALI POS 1992: HARIAN WAWASAN 1992: HARIAN SUARA MERDEKA 1991: HARIAN SUARA MERDEKA 1991: HARIAN YOGYA POS 1991: HARIAN YOGYA POS 1991: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN WAWASAN 1991: HARIAN SUARA KARYA 1991: HARIAN SURABAYA POS 1991: HARIAN BALI POS 1991: HARIAN SURABAYA POS 1991: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN MEDIA INDONESIA 1991: HARIAN BALI POS 1991: HARIAN SUARA KARYA 1991: HARIAN BERNAS 1991: HARIAN SUARA MERDEKA 1991: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1990: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1990: HARIAN WAWASAN 1990: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1990: HARIAN KOMPAS 1990: HARIAN BALI POS 1990: HARIAN JAWA POS 1990: HARIAN WAWASAN 1990: HARIAN KOMPAS 1990: HARIAN MEDIA INDONESIA 1990: HARIAN BALI POS 1990: HARIAN YOGYA POS 1990: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1990: HARIAN SURYA POS 1990: MAJALAH PUSARA 1990: HARIAN SUARA KARYA 1990: HARIAN SUARA KARYA 1990: MAJALAH PUSARA 1990: MAJALAH POPULASI 1990: HARIAN MEDIA INDONESIA 1990: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN YOGYA POS 1989: MAJALAH PUSARA 1989: HARIAN JAWA POS 1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1989: HARIAN WAWASAN 1989: HARIAN SUARA KARYA 1989: HARIAN YOGYA POS 1989: HARIAN SUARA KARYA 1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1989: HARIAN SUARA MERDEKA 1989: HARIAN WAWASAN 1989: MAJALAH PENDOPO 1989: HARIAN JAWA POS 1988: HARIAN SURYA POS 1988: HARIAN SUARA KARYA 1988: HARIAN KOMPAS 1988: MAJALAH PENDOPO 1988: HARIAN WAWASAN 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1988: HARIAN SURYA POS 1988: HARIAN SUARA MERDEKA 1988: HARIAN WAWASAN 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1988: HARIAN SUARA KARYA 1988: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN SUARA KARYA 1987: HARIAN JAWA POS 1987: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1987: HARIAN SURYA POS 1987: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1987: HARIAN WAWASAN 1987: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN SUARA KARYA 1987: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN KOMPAS 1987: HARIAN PRIORITAS 1987: HARIAN PRIORITAS 1987: HARIAN SURYA POS 1987: HARIAN JAWA POS 1987: HARIAN KOMPAS 1986: HARIAN SUARA MERDEKA 1986: HARIAN PRIORITAS 1986: HARIAN SUARA KARYA 1986: HARIAN SUARA MERDEKA 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1986: MAJALAH ARENA 1986: HARIAN JAWA POS 1986: HARIAN PRIORITAS 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1985: HARIAN SUARA MERDEKA 1985: HARIAN SUARA MERDEKA 1985: MINGGUAN MINGGU PAGI 1985: HARIAN BERITA NASIONAL 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1985: MAJALAH PUSARA 1985: MAJALAH PUSARA 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN BERITA NASIONAL 1984: HARIAN MASA KINI 1984: HARIAN BERITA NASIONAL 1984: MINGGUAN MINGGU PAGI 1983: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1983: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1983: HARIAN MASA KINI 1983: HARIAN BERITA NASIONAL 1983: MAJALAH PUSARA 1983: MAJALAH MAHASISWA 1982: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1982: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT More Issue