cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 1,592 Documents
PAPE DAN PENDIDIKAN SWASTA Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1992: HARIAN SURABAYA POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.042 KB)

Abstract

       Kalau tidak ada aral melintang maka tepat tanggal 18 s/d 21 September 1992 ini akan dilangsungkan konggres PAPE, Pan Pacific Association of Private School Educa-tion. Untuk kali ini merupakan konggres yang ke-XIV dan diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia. Dari Indonesia kebetulan saya mendapatkan undangan untuk hadir dan sekaligus memberikan kontribusi pemikiran saya di dalam forum akademik di tingkat internasional itu.          PAPE merupakan organisasi internasional yang berupaya menghimpun "kekuatan" pendidikan bangsa-bangsa di lingkungan Pasifik. Tempat lahir PAPE adalah di Jepang; dan secara historis lahirnya PAPE memang tidak dapat di-pisahkan dari keberhasilan Jepang dalam mengadaptasi dan menginovasi sistem pendidikan Barat.Setelah perang dunia ke-2 selesai maka secara bersungguh-sungguh Jepang sege-ra membenahi sistem pendidikannya,  dari sistem yang tra disional dan konvensional menuju sistem yang modern yang kiblatnya ada di Barat, terutama Amerika Serikat (AS).          Awalnya banyak pengamat pendidikan yang memperki-rakan bahwa cepat ataupun lambat Jepang akan kehilangan akar budayanya karena secara terang-terangan mengacu sis tem pendidikan Barat yang menurut ukuran saat itu tergo-long sangat modern;  hal ini terjadi pada Dinasti Meiji. Kenyataannya perkiraan tersebut meleset; dan sampai saat ini Jepang tidak pernah kehilangan akar budayanya, meski sistem pendidikan "Barat"-nya juga berhasil mengangkat bangsa Jepang dari keterbelakangan.
PENJELASAN ATAS BERBAGAI TANGGAPAN MASALAH PENDIDIKAN Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.82 KB)

Abstract

       Tulisan Dr. Sukardi, M.Ed, M.Sc. yang mengambil titel "Haruskah Sekolah Kejuruan Diserahkan ke Depnaker" (KR, 28/11/88) yang merupakan responsi dari penurunan hasil wawancara KR terhadap saya  tentang  pengelolaan sekolah kejuruan kiranya memang perlu dibaca; terutama bagi para para pengelola sekolah kejuruan kami sarankan untuk "menekuni" tulisan tersebut.       Pada beberapa bagian dari tulisan tersebut memang kurang bersifat argumentatif, bahkan sangat tidak "pas", seperti pada ilustrasi tentang penyelenggaraan sekolah kejuruan di Amerika Serikat,  tetapi secara keseluruhan tulisan tersebut akan membantu kita memperluas cakrawala; di samping tulisan itu juga mencerminkan adanya "sense of responsibility"  dari sebagian para pengelola sekolah kejuruan di lingkungan Depdikbud.       Dari berbagai kesamaan kepentingan antara seorang pengamat dengan seorang jurnalis memang sering muncul perbedaannya. Hal-hal esensial yang menarik bagi seorang pengamat belum tentu akan menarik buat seorang jurnalis; sebaliknya hal-hal yang kurang menarik bagi seorang pengamat  akan tetapi karena sifatnya yang publikatif maka akan menjadi sangat menarik bagi seorang jurnalis.       Tentu hal tersebut dapat kita terima. Setiap kata dan kalimat yang disajikan oleh seorang jurnalis memang dituntut mampu menjadi "attention catcher" bagi para pembacanya; demikian menurut teori komunikasi massa.
HUMANISME KURIKULUM 1994 Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1994: HARIAN SURABAYA POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.541 KB)

Abstract

       Seperti yang sudah menjadi keputusan politik kita tahun ajaran baru ini sekolah-sekolah mulai mengaplikasi kurikulum baru yang lazim disebut dengan Kurikulum 1994. Kurikulum ini diaplikasi dari satuan pendidikan SD, SLTP sampai dengan sekolah menengah, baik Sekolah Menengah U-mum (SMU) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dengan demikian saat ini para pimpinan sekolah, guru, dan siswa sedang beradaptasi terhadap kurikulum yang baru.          Keinginan untuk bisa memiliki kurikulum baru yang antisipatif terhadap perkembangan ilmu, pengetahuan, dan teknologi memang sudah lama terpendam; meskipun demikian untuk merealisasi keinginan itu ternyata diperlukan wak-tu yang tidak singkat.          Usaha untuk menyusun Kurikulum 1994 sesungguhnya sudah mulai dilaksanakan sejak beberapa tahun yang lalu; meskipun demikian format atau struktur kurikulumnya baru bisa diselesaikan pada awal tahun 1993 yang lalu. Secara resmi untuk pendidikan dasar selesai tanggal 25 Februari 1993 dengan dikeluarkannya SK Mendikbud No.060/U/1993, untuk SMU juga  selesai tanggal 25 Februari 1993 dengan dikeluarkannya SK Mendikbud No.061/U/1993, sementara itu untuk SMK baru selesai pada tanggal 27 Februari 1993 de-ngan dikeluarkannya SK Mendikbud No.080/U/1993.
MELAKUKAN PENUMPUKAN DAN PENIMBUNAN HARTA (2) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.96 KB)

Abstract

Allah dan Rasul-Nya tidak menghendaki untuk menumpuk dan menimbun harta, dan menganjurkan membelanjakannya serta mengancam bagi yang tidak mau membelanjakannya. Dalam Al-Baqarah ayat 254 :?Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (dijalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafaat.?adalah membelanjakannya. Demikian pula dalam surat Al-Munaafiquun ayat 10, ?Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang diantara kamu; lalu ia berkata, ?Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh??. Rasulullah bersabda,? orang-orang yang memiliki emas dan perak, sementara mereka tidak memberikan hak-haknya, maka baginya di hari kiamat nanti akan dibentangkan batu dari api neraka yang dipanaskan di dalam api neraka Jahannam, dan akan diseterika dengan batu itu dibagian sampingnya, dahi dan punggungnya. Setiap terasa dingin , maka akan diulangi lagi untuk dipanaskan. Yaitu dihari di mana hitungan waktunya lima puluh ribu tahun sampai dua diadili di antara hamba-hamba Allah. Maka, setelah itu baru dia mengetahui jalan yang akan ditujunya, entah itu ke surga atau ke neraka.? (Muslim). Setiap bentuk harta yang dimiliki oleh manusia, akan menjadi azab baginya di hari kiamat-kalau tidak dikeluarkan zakatnya, walaupun dia mengeluarkan zakat untuk jenis barang yang lain. Hadits ini mengandung ancaman yang keras bagi yang tidak menunaikan haknya berupa siksa neraka dengan hitungan waktu yang sangat panjang. Pada suatu saat ada seseorang yang datang kepada Nabi s.a.w. dan berkata             ?Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling besar pahalanya?? Rasulullah bersabda,?Kamu sedekah di kala kamu dalam keadaan sehat; dan kamu dalam keadaan kikir karena kamu merasa takut miskin dan selalu berkeinginan untuk kaya. Janganlah kamu menunda-nunda sampai jika maut sudah datang di kerongkongan baru kamu berkata, ? Untuk si Fulan sekian, dan untuk si Fulan sekian, dan untuk si Fulan sudah.? (Bukhari). Dari hadits tersebut, Rasulullah s.a.w. menganjurkan bersedekah dalam keadaan sehat dan dalam keadaan kikir. Hal itu karena banyak dari orang-orang kaya yang kikir untuk mengeluarkan dari apa yang dimilikinya selama mereka dalam keadaan sehat; dan selalu saja berkeinginan untuk kekal selamanya dan mereka merasa takut akan menjadi miskin. Karena itu, barang siapa yang mampu melawan setannya dan mengalahkan jiwanya untuk mendapatkan pahala di akhirat, maka sesungguhnya dia adalah orang yang menang. Rasulullah s.a.w. juga menganjurkan untuk menginfakkan harta semasih hidup, daripada dilakukan ketika datang saat datang kematian. Sebaliknya orang yang memberikan hartanya di jalan Allah akan diberikan balasan berupa surga. Firman Allah :?Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa serta membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. Dan, hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.? (al-Lail : 10).
CINA BELAJAR DARI INDONESIA Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.064 KB)

Abstract

Seperti biasa jam 03.00 pagi saya bangun, sholat malam, buka e-mail, dan menjelajah dunia ?mengendarai? internet. Pagi itu ada e-mail masuk dari Huazhong Normal University (HNU); seorang civitas pascasarjana minta ijin untuk menjadikan makalah-makalah saya yang sudah ada di HNU sebagai bahan diskusi di Program Pasca Sarjana mengenai kehidupan yang konon dianggap sudah keterlanjuran materialismenya.          Meski banyak perguruan tinggi di Cina dan Hong Kong pernah saya kunjungi, bahkan kantor Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi Cina pun pernah saya kunjungi, akan tetapi HNU belum. Tetapi saya ingat betul, dari seorang pejabat Ditjen Pendidikan Tinggi Cina saya mendapat informasi bahwa HNU termasuk universitas yang bonafide.          Berdasarkan pada ?Top 40 General and Science Universities in China? yang cukup populer itu; HNU berada pada ranking ke 16 dari 40 universitas di Cina. Ranking pertama adalah Tsinghua University, kedua Peking Uni-versity, ketiga Nanjing University, dan ditutup ranking paling bontot adalah Central China Agricultural University. Jadi HNU yang berada di Daerah Wuhan sama sekali bukan universitas jelek; dan realitas ini lebih membuat bangga atas pemikiran-pemikiran saya yang dijadikan dasar berdiskusi ten-tang kehidupan ini oleh para mahasiswa pascasarjana universitas tersebut.
JASA RADIO BAGI DUNIA PENDIDIKAN KITA Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1991: HARIAN YOGYA POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.325 KB)

Abstract

Di hadapan para peserta "Lokakarya Siaran Radio Pendidikan" yang diselenggarakan sekitar sembilan belas tahun yang silam, atau tepatnya tanggal 3 Januari 1972, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menganjurkan untuk mempertimbangkan rekomendasi pakar media Wilbur Schramm di dalam salah satu karyanya yang bertitel "The New Media : Memo to Educational Planners", (1970). Di dalam karyanya tersebut Schramm, yang selama ini dikenal sebagai "bapak media" karena kepakarannya pada bidang permediaan, menge mukakan tentang kemungkinan dilaksanakannya inovasi pen-didikan dengan memanfaatkan jasa media, termasuk pula di antaranya media radio. Untuk mendukung anjurannya tersebut menteri kita menegaskan bahwa dengan munculnya berbagai problematika pendidikan di Indonesia yang makin lama semakin kompleks maka inovasi pendidikan tidak mungkin lagi hanya dilak- sanakan secara tradisional dan konvensional; oleh karena itu usaha-usaha nonkonvensional perlu ditangani secara lebih serius. Akhirnya pada kesempatan tersebut di atas menteri mengharapkan agar segera dirumuskan masalah-masalah yang berhubungan dengan program penerapan broadcasting dalam pendidikan, untuk selanjutnya disusun suatu pola rencana umum untuk mengintegrasikan broadcasting (yang dimaksud adalah siaran radio) dalam pendidikan secara pragmatis dan realistis.
PERDAGANGAN ARAB KUNO : KAUM ‘AAD (1) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaum ?Aad atau ?Ad merupakan suku Arab kuno yang dipimpin oleh ?Ad ibn Kin?ad. Menurut Muhammad bin Ishaq, kaum ?Aad tinggal di daerah Al Ahqaf, daerah sebelah barat Oman dan sebelah timur Yaman, membentang dari Laut Arab sampai Pegunungan Dhofar dan pinggiran Rub` al-Khali. Kaum ?Aad, baik sebagai suku atau kelompok, dengan pemimpin Ad bin Kin?ad hidup dari 2400 SM sampai 1000 SM, Aldan Khuljan yang dikenal dengan kaum Persia dan Hadramaut hidup dari 400 SM sampai 300 SM dan Shaddad yang dikenal dengan kaum Himyar sebagai pemimpin terakhir kaum ?Aad hidup dari abad pertama Masehi sampai abad keenam Masehi. Menurut Ptolomeus, bangsa ?Aad beribukota di Iram, Ubar, Wabar atau Kota Seribu Pilar. Iram merupakan pusat kota perdagangan padang pasir Rub` al-Khali di bagian selatan Semenanjung Arabia. Pusat perdagangan di kota ini berlangsung dari abad ke-3 SM sampai abad pertama Masehi.  Perdagangan yang dilakukan oleh kaum ?Aad bertumpu pada perdagangan kemenyan (frankincense) yang pada waktu merupakan produk yang harganya mahal. Menurut catatan sejarah, hal tersebut menjadi orang-orang ?Aad memperoleh kekayaan yang luar biasa dari perdagangan dengan daerah pesisir dan merupakan pusat penduduk di Timur Tengah yang sejajar dengan Eropa. ?Dan yang telah Kami mewahkan mereka dalam kehidupan dunia? (Al Mukminun : 33). Hasil perdagangan tersebut mampu membuat membuat bangunan-bangunan tinggi yang menjulang yang belum pernah dibangun oleh kaum lain. Hal ini disebutkan dalam Al Qur?an surat Al Fajr ayat 6-8 : Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhan berbuat terhadap kaum ?Aad?. (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi yang belum pernah dibangun(suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain. Kaum ?Aad hidup pada masa Nabi Hud dan kaum ?Aad sebagai penyembah berhala dan kaum yang mempunyai kekuatan yang luar biasa. Kemudian Allah SWT mengutus Nabi Hud untuk menyembah Allah kepada mereka. Dalam Al Qur?an surat Al A?raaf ayat 65 : Dan (Kami telah mengutus), kepada kaum ?Aad saudara mereka, Hud. Ia berkata ?Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selainNya. Maka mengapa kamu tidak bertaqwa kepada-Nya. Dalam surat Huud ayat 50-52 :  Dan kepada kaum ?Aad (Kami telah mengutus) saudara mereka, Hud. Ia berkata ?Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Kamu hanyalah mengada-adakan saja. Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Maka tidaklah kamu memikirkan(nya). Dan (dia berkata): ?Hai kaumku mohonlah ampunan pada Tuhanmu, kemudian bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.? Kaum ?Aad yang disebutkan dalam Al-Qur?an ini, adalah kaum yang menolak ajakan Nabi Hud untuk menyembah Allah dan tidak mempercayai perkataan Nabi Hud. Bahkan pemimpinnya yang kafir menganggap Nabi Hud adalah kurang akal dan berdusta.  Al-Qur?an surat Al A?raaf ayat 66 : Pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya berkata: ?Sesungguhnya kami benar-benar memandang kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguhnya kami menganggap kamu termasuk orang-orang yang berdusta?. 
KELUARGA SEBAGAI PUSAT PENDIDIKAN Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1990: HARIAN SURYA POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.323 KB)

Abstract

       Pemerintah dan masyarakat boleh saja membangun gedung-gedung sekolah yang megah, boleh saja mengisinya dengan peralatan yang serba 'sophisticated', boleh saja     membuat sistem pendidikan yang serba canggih; akan tetapi tidak boleh melupakan bahwa pusat pendidikan yang paling utama bagi sang anak adalah keluarga. Oleh karena demikian pentingnya pendidikan keluarga bagi sang anak maka seharusnya pendidikan keluarga dapat dilaksanakan seefektif mungkin.       Konsep keluarga sebagai pusat pendidikan yang pernah "disodorkan" oleh tokoh pendidikan nasional kita, Ki Hadjar Dewantara,  terlahir 101 tahun yang silam, telah diakui oleh para pakar pendidikan kita; bahkan oleh para pakar pendidikan dari berbagai manca negara.       Interaksi antar personal di dalam sebuah keluarga memang bersifat spesifik:  bersifat emosional (dalam konotasi positif),  akrab, tidak formal, tidak birokratis, namun penuh harapan. Situasi yang demikian telah memikat sekaligus mengikat sang anak untuk mengembangkan potensi dan kepribadiannya.
INDONESIA MENGEJAR NOBEL FISIKA SUPRIYOKO, KI
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN SUARA KARYA
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.842 KB)

Abstract

Setelah melalui tahapan seleksi yang superketat akhirnya tiga ilmuwan Amerika Serikat (AS) ditetapkan sebagai pemenang hadiah nobel (nobel prize) fisika tahun 2009 ini. Mereka adalah Charles K. Kao, Williard S. Boyle dan George E. Smith. Apabila Charles dihargai atas terobosannya menemukan teknologi transmisi cahaya melalui serat optik maka Williard dan George dihargai atas temuannya tentang charged-couple device yang merupakan bagian penting kamera digital yang sangat diperlukan saat ini.          Masyarakat AS memang boleh bangga karena hampir seluruh nobel tahun 2009 ini jatuh ke tangan AS; baik untuk kategori fisika, kimia, ekonomi, kesehatan maupun perdamaian. Nobel perdamaian bahkan diraih oleh presidennya sendiri, yaitu Barack Obama, yang belum genap satu tahun memimpin AS.          Khusus nobel fisika; tahun 2008 lalu diterima oleh tiga ilmuwan Jepang yaitu Makoto Kobayashi, Toshihide Maskawa dan Yoichiro Nambu. Itu memang di luar AS; akan tetapi semenjak tahun 2000 s/d tahun 2006 nobel fisika senantiasa diterima oleh ilmuwan AS secara berturutan. Kalau nobel fisika tahun 2000 diterima oleh Jack St. Clair Kilby maka tahun 2006 diterima oleh John C. Mather dan George F. Smoot.
SKRIPSI DIPERBINCANGKAN LAGI Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1992: HARIAN BALI POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.55 KB)

Abstract

       Perbincangan mengenai penulisan skripsi bagi para mahasiswa di perguruan tinggi akhir-akhir ini menghangat kembali; hal ini merupakan "kelanjutan" dari munculnya berbagai kasus tentang deviasi dalam pembuatan karya tulis ilmiah tersebut, misalnya kasus penjiplakan skripsi, pembuatan skripsi mahasiswa dengan jalan "membayar" pada orang lain, dan sebagainya.          Di Jawa Tengah baru saja ada penelitian mengenai penulisan skripsi pada mahasiswa PTN dan PTS. Penelitian yang telah melibatkan mahasiswa dari sekitar sepuluh perguruan tinggi tersebut memberikan kesimpulan bahwa penu-lisan skripsi tetap dianggap penting oleh sebagian besar responden; meskipun demikian sebanyak 75% dari responden tersebut menyatakan tidak akan menulis skripsi kalau hal itu bukan merupakan kewajiban. Seperti kita ketahui saat ini  banyak perguruan tinggi yang tidak mewajibkan penu-lisan skripsi bagi mahasiswa atau kandidat lulusannya.          Di kalangan kampus diskusi mengenai perlu dan ti-daknya, atau wajib dan tidaknya,  penulisan skripsi bagi mahasiswa yang akan menyelesaikan studi banyak diperbin-cangkan kembali.  Sebagian orang berpendapat bahwa penu-lisan skripsi hendaknya diwajibkan bagi semua mahasiswa yang akan segera mengakhiri studinya di perguruan tinggi, namun demikian sebagian dari mereka menolak gagasan ini dan mempertahankan konsep lama tentang penulisan skripsi bagi mahasiswa yang memiliki Indeks Prestasi (IP) tinggi saja. Sebagian bahkan menyarankan agar penulisan skripsi dihapus dari kurikulum karena banyak mahasiswa yang terhambat penyelesaian studinya karena skripsi.

Filter by Year

1982 2010


Filter By Issues
All Issue 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010 2010: HARIAN JAWA POS 2010: HARIAN MEDIA PIKIRAN RAKYAT 2010: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2009: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2009: HARIAN JAWA POS 2009: HARIAN SINAR HARAPAN 2009: HARIAN SINAR HARAPAN 2009: HARIAN SUARA KARYA 2009: HARIAN KOMPAS 2009: HARIAN KOMPAS 2009: HARIAN MEDIA INDONESIA 2009: HARIAN JAWA POS 2009: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2008: HARIAN KOMPAS 2008: HARIAN KOMPAS 2008: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2008: HARIAN SINAR HARAPAN 2008: HARIAN JAWA POS 2008: HARIAN SINAR HARAPAN 2008: HARIAN JAWA POS 2008: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN SUARA MERDEKA 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2007: MAJALAH FASILITATOR 2007: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2007: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2007: MAJALAH FASILITATOR 2007: MOZAIK OBITUARI 2007: HARIAN MEDIA INDONESIA 2007: HARIAN MEDIA INDONESIA 2007: HARIAN KOMPAS 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN KOMPAS 2006: HARIAN KOMPAS 2006: MAJALAH FASILITATOR 2006: HARIAN MEDIA INDONESIA 2006: MAJALAH METODIKA 2006: MAJALAH FASILITATOR 2006: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2006: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2006: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2006: HARIAN JAWA POS 2006: HARIAN SUARA MERDEKA 2006: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2006: HARIAN SUARA MERDEKA 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN MEDIA INDONESIA 2005: HARIAN JAWA POS 2005: HARIAN MEDIA INDONESIA 2005: HARIAN JAWA POS 2005: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2005: MAJALAH FASILITATOR 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: MAJALAH FASILITATOR 2004: HARIAN JAWA POS 2004: HARIAN MEDIA INDONESIA 2004: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2004: HARIAN MEDIA INDONESIA 2004: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2004: MAJALAH FASILITATOR 2004: HARIAN KOMPAS 2004: HARIAN JAWA POS 2004: HARIAN KOMPAS 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI JULI-SEPTEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI JULI-SEPTEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI OKTOBER-DESEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI OKTOBER-DESEMBER 2003 2003: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2003 2003: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2003: HARIAN KOMPAS 2003: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2002: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2002: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2002: Tabloid Pelajar PELAJAR INDONESIA 2002: HARIAN KOMPAS 2002: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN SUARA KARYA 2002: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2002: HARIAN KOMPAS 2001: HARIAN SUARA MERDEKA 2001: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2001: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2001: MAJALAH PUSARA 2001: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2001: HARIAN SUARA KARYA 2001: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2001: HARIAN KOMPAS 2000: HARIAN KOMPAS 2000: MAJALAH PUSARA 2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2000: HARIAN MEDIA INDONESIA 2000: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN KOMPAS 2000: MAJALAH PUSARA 2000: HARIAN SUARA KARYA 2000: MAJALAH TRANSFORMASI 2000: HARIAN SUARA KARYA 2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2000: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2000: HARIAN SUARA MERDEKA 1999: HARIAN KOMPAS 1999: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1999: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1999: MAJALAH PUSARA 1999: HARIAN SUARA MERDEKA 1999: MAJALAH PUSARA 1999: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1999: HARIAN SUARA KARYA 1999: HARIAN SUARA KARYA 1999: HARIAN REPUBLIKA 1999: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1999: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1998: HARIAN SUARA KARYA 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1998: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1998: HARIAN BALI POS 1998: MAJALAH PUSARA 1998: MAJALAH PUSARA 1998: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1998: HARIAN SUARA MERDEKA 1998: HARIAN SRIWIJAYA POS 1998: HARIAN SUARA KARYA 1998: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1997: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1997: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1997: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN SRIWIJAYA POS 1997: HARIAN SURYA POS 1997: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN BERITA NASIONAL 1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1997: HARIAN SUARA MERDEKA 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1997: HARIAN BALI POS 1997: HARIAN KOMPAS 1997: HARIAN BERITA NASIONAL 1997: HARIAN SRIWIJAYA POS 1997: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN BALI POS 1997: HARIAN SUARA MERDEKA 1997: HARIAN KOMPAS 1997: HARIAN YOGYA POS 1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1996: HARIAN SUARA KARYA 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1996: HARIAN BALI POS 1996: HARIAN BISNIS INDONESIA 1996: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1996: HARIAN YOGYA POS 1996: HARIAN SURYA POS 1996: HARIAN KOMPAS 1996: HARIAN SUARA KARYA 1996: HARIAN BERITA NASIONAL 1996: MAJALAH PUSARA 1996: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: HARIAN SURYA POS 1996: HARIAN BALI POS 1996: MAJALAH PUSARA 1996: HARIAN SUARA MERDEKA 1996: MAJALAH SUARA MUHAMMADIYAH 1996: HARIAN YOGYA POS 1996: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1995: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1995: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1995: HARIAN SUARA KARYA 1995: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1995: HARIAN SURABAYA POS 1995: HARIAN JAWA POS 1995: HARIAN SUARA MERDEKA 1995: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1995: HARIAN SUARA KARYA 1995: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1995: HARIAN SURABAYA POS 1995: HARIAN BERNAS 1995: HARIAN BERNAS 1995: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1995: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN SUARA MERDEKA 1995: HARIAN BALI POS 1994: HARIAN SURABAYA POS 1994: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1994: HARIAN SUARA MERDEKA 1994: HARIAN SUARA KARYA 1994: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1994: HARIAN BALI POS 1994: HARIAN SURABAYA POS 1994: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1994: HARIAN BERNAS 1994: HARIAN SUARA KARYA 1994: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1994: HARIAN BALI POS 1993: HARIAN BALI POS 1993: HARIAN BERNAS 1993: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1993: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN JAWA POS 1993: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1993: HARIAN BERNAS 1993: HARIAN KOMPAS 1993: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1993: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN SUARA KARYA 1993: HARIAN BALI POS 1993: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN BERNAS 1992: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1992: HARIAN WAWASAN 1992: HARIAN SUARA MERDEKA 1992: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN BALI POS 1992: HARIAN SURABAYA POS 1992: HARIAN SURABAYA POS 1992: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1992: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1992: HARIAN SUARA MERDEKA 1992: HARIAN WAWASAN 1992: HARIAN BALI POS 1992: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1991: HARIAN SURABAYA POS 1991: HARIAN BALI POS 1991: HARIAN SUARA KARYA 1991: HARIAN SUARA KARYA 1991: HARIAN SURABAYA POS 1991: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN MEDIA INDONESIA 1991: HARIAN BALI POS 1991: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1991: HARIAN BERNAS 1991: HARIAN SUARA MERDEKA 1991: HARIAN SUARA MERDEKA 1991: HARIAN YOGYA POS 1991: HARIAN YOGYA POS 1991: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN WAWASAN 1990: HARIAN SUARA KARYA 1990: MAJALAH PUSARA 1990: HARIAN SUARA KARYA 1990: MAJALAH PUSARA 1990: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN YOGYA POS 1990: MAJALAH POPULASI 1990: HARIAN MEDIA INDONESIA 1990: HARIAN WAWASAN 1990: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1990: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1990: HARIAN BALI POS 1990: HARIAN KOMPAS 1990: HARIAN WAWASAN 1990: HARIAN KOMPAS 1990: HARIAN MEDIA INDONESIA 1990: HARIAN JAWA POS 1990: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1990: HARIAN SURYA POS 1990: HARIAN BALI POS 1990: HARIAN YOGYA POS 1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1989: HARIAN SUARA MERDEKA 1989: HARIAN SUARA KARYA 1989: MAJALAH PENDOPO 1989: HARIAN WAWASAN 1989: HARIAN JAWA POS 1989: MAJALAH PUSARA 1989: HARIAN JAWA POS 1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1989: HARIAN WAWASAN 1989: HARIAN SUARA KARYA 1989: HARIAN YOGYA POS 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1988: HARIAN SURYA POS 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1988: HARIAN SUARA KARYA 1988: HARIAN SUARA MERDEKA 1988: HARIAN SUARA MERDEKA 1988: HARIAN WAWASAN 1988: HARIAN SUARA KARYA 1988: HARIAN SURYA POS 1988: HARIAN KOMPAS 1988: MAJALAH PENDOPO 1988: HARIAN WAWASAN 1987: HARIAN PRIORITAS 1987: HARIAN WAWASAN 1987: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN SUARA KARYA 1987: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN KOMPAS 1987: HARIAN PRIORITAS 1987: HARIAN SURYA POS 1987: HARIAN KOMPAS 1987: HARIAN JAWA POS 1987: HARIAN SUARA KARYA 1987: HARIAN JAWA POS 1987: HARIAN SURYA POS 1987: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1987: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1986: HARIAN PRIORITAS 1986: HARIAN JAWA POS 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1986: HARIAN SUARA MERDEKA 1986: HARIAN PRIORITAS 1986: HARIAN SUARA KARYA 1986: HARIAN SUARA MERDEKA 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1986: MAJALAH ARENA 1985: HARIAN BERITA NASIONAL 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1985: MAJALAH PUSARA 1985: MAJALAH PUSARA 1985: HARIAN SUARA MERDEKA 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1985: HARIAN SUARA MERDEKA 1985: MINGGUAN MINGGU PAGI 1984: MINGGUAN MINGGU PAGI 1984: HARIAN MASA KINI 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN BERITA NASIONAL 1984: HARIAN BERITA NASIONAL 1983: HARIAN BERITA NASIONAL 1983: MAJALAH PUSARA 1983: MAJALAH MAHASISWA 1983: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1983: HARIAN MASA KINI 1983: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1982: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1982: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT More Issue