cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 1,592 Documents
CUSTOMER EXPERIENCE MANAGEMENT (1) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengalaman pelanggan (customer experience) merupakan tanggapan pelanggan secara internal dan subjektif terhadap setiap berhubungan dengan perusahaan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Hubungan langsung pada umumnya terjadi pada bagian pembelian, penggunaan dan pelayanan yang biasanya dimulai oleh pelanggan. Hubungan tidak langsung kebanyakan sering melibatkan perjumpaan yang tidak direncanakan dengan penampilan produk, pelayanan dan merek perusahaan dan mengambil bentuk dari rekomendasi atau kritisi kata dari mulut, periklanan, laporan pemberitaan, kajian dan sebagainya. Manajemen pengalaman pelanggan (Customer Experience Management /CEM) berbeda dengan manajemen hubungan pelanggan (Customer Relationship Management /CRM) pada masalah subjek, waktu, monitor, audien dan tujuannya. Jika manajemen pengalaman pelanggan menangkap dan mendistribusikan apa yang dipikirkan pelanggan tentang sebuah perusahaan, maka manajemen hubungan pelanggan menangkap dan mendistribusikan apa yang perusahaan ketahui tentang pelanggan. Jika manajemen pengalaman pelanggan berfokus pada titik interaksi dengan pelanggan atau ?titik sentuh? dengan pelanggan, maka manajemen hubungan pelanggan berfokus pada setelah bersentuhan dengan pelanggan yang merupakan catatan dari interaksi dengan pelanggan. Jika manajemen pengalaman pelanggan melakukan survei, studi yang dibidik dan diobservasi adalah ?suara pelanggan?, maka manajemen hubungan pelanggan melakukan hal tersebut dari data penjualan, riset pasar, click-through situs web dan pelacakan data pelanggan secara otomatis. Dalam manajemen pengalaman pelanggan yang menggunakan informasi tentang pelanggan adalah pemimpin bisnis atau fungsional agar dapat menciptakan ekpektasi pelanggan yang dapat dipenuhi dan pengalaman pelanggan yang lebih baik terhadap produk dan pelayanan, sedangkan dalam manajemen hubungan pelanggan informasi tentang pelanggan hanya digunakan oleh orang yang bersentuhan langsung dengan pelanggan, misalnya bagian pemasaran, pelayanan lapangan dan pelanggan agar dapat melaksanakan pelayanan pelanggan secara efisien dan efektif. Manajemen pengalaman pelanggan berusaha untuk memperkecil gap antara ekpektasi dan pengalaman pelanggan, manajemen hubungan pelanggan hanya berusaha mengendalikan penjualan dengan mengandalkan paket produk yang bukan diminta pelanggan.
DARI "SOUTH COMMISSION" KE "PAN PASIFIC" Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1990: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.734 KB)

Abstract

       Beberapa bulan yang lalu Indonesia, yang di dalam hal ini Presiden RI Soeharto, mendapatkan kunjungan para tamu terhormat Julius K. Nyerere dan kawan-kawannya. Ke-hadiran Nyerere waktu itu bukan bertindak sebagai mantan Presiden Tanzania, akan tetapi membawakan diri dalam ka-pasitasnya sebagai pucuk pimpinan 'South Commission'.       Seperti kita ketahui South Commission merupakan organisasi pendidikan bertaraf internasional yang anggo-tanya terdiri dari negara-negara "Selatan" yang hampir seluruhnya masuk pada kelompok negara sedang berkembang. Adapun salah satu tujuan dibentuknya organisasi pendidik an ini adalah menghimpun kekuatan negara-negara anggota untuk  menentukan nasib bangsanya sendiri melalui penga-plikasian kebijakan-kebijakan pendidikan yang relevan dengan karakteristik dan akar budaya masyarakatnya.       Kedatangan Nyerere pada waktu itu adalah untuk  mengkomunikasikan strategi South Commission dalam rangka menghadapi era globalisasi dunia dalam sebuah formulasi yang disebut dengan "Challenge to The South". Formulasi ini merupakan hasil jerih payah 26 pakar pendidikan yang berasal dari negara-negara yang bergabung di dalam South Commission.  Dalam menghadapi globalisasi dunia saat ini maka kerja sama "Selatan-Selatan" makin diperlukan saja. Berkaitan dengan itu maka Nyerere menghimpun kawan-kawan dari negara-negara senasib guna bertukar pengetahuan dan pengalaman; yang akhirnya berhasil menyusun formulasi untuk membangun negara-negara "Selatan".
TENTANG "ANAK MANIS" PGRI Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1994: HARIAN BALI POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.933 KB)

Abstract

       Awal bulan ini, tepatnya 4-9 Juli 1994, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) berhasil menorehkan pres-tasi yang perlu disaluti;  yaitu dalam menyelenggarakan kongresnya di Jakarta berhasil menghadirkan peserta yang jumlahnya mencapai 11.000 orang. Ini memang prestasi ka-rena seingat saya belum pernah ada organisasi profesi di negeri ini yang mampu mengumpulkan massa sebanyak itu.          Sebagai komparasi misalnya kongres atau pertemuan serupa oleh organisasi profesi lainnya seperti Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Jakarta, Ikatan Sarjana Psi-kologi Indonesia (ISPsI) di Semarang, Ikatan Peminat dan Ahli Demografi Indonesia (IPADI) di Denpasar, Ikatan Dok ter Indonesia (IDI) di Yogyakarta,Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI),dsb, belum pernah berhasil menyamai dan apalagi melebihi prestasi PGRI.Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) yang juga baru saja berkongres di Jakar ta jumlah pesertanya tak lebih dari 1.000 orang.          Tanpa mengurangi nilai prestasi maka keberhasilan PGRI mengumpulkan massa sebanyak itu ada yang mengatakan wajar karena organisasi ini memang "raksasa". Organisasi ini menghimpun guru, dan Indonesia tergolong kaya dengan guru. Apabila di negara kita jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) hampir mencapai 4 juta orang maka sekitar 1,8 juta di antaranya berprofesi guru. Itulah sebabnya maka orga-nisasi guru dapat meraksasa.
KAWAN ANDA SEBAGAI JAMINAN Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Ketika saya memberi seminar Kewirausahaan di Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta, kawan saya Pak Maryono bercerita tetang bagaimana ia mengawali bisnis. Pak Maryono mengawali bisnis sebagai penjual buku-buku asing dalam bidang kedokteran. Modalnya adalah kawannya di Fakultas Kedokteran sebagai jaminan, agar ia dapat mengambil buku. Dengan jaminan kawannya tersebut, ia dapat menjual buku ke beberapa instansi maupun perguruan tinggi yang berkait dengan bidang ilmu kesehatan atau bidang ilmu lainnya. Hasilnya cukup lumayan, dapat digunakan untuk membiayai kuliahnya. Ketika saya bertemu salah seorang kawan dekat, langsung dia menawarkan kepada saya untuk menjadi dealer komputer Epson. Kawan saya tersebut saat itu sebagai sales representative Metrodata. ?Kamu mau Med menjual komputer Epson ?? tanya kawan saya. Med adalah nama panggilan saya ketika di SMA I Madiun. ?Saya tidak punya modal? jawab saya. ?Ini tidak perlu modal. Cukup kamu pajang komputer Epson itu. Kemudian setelah komputernya laku baru kamu bayar. Saya beri tenggang waktu dua bulan? kata kawan saya. ?Baiklah. Saya akan mencoba untuk jualan komputer Epson? saya mengiyakan. Metrodata percaya kepada saya, karena jaminannya kawan saya tersebut dan kawan saya bersedia menjadi jaminan. Mengapa kawan saya tersebut percaya dengan saya?. Karena kawan saya tersebut ketika di SMA I Madiun sebangku, berangkat sekolah bersama. Jika berangkatnya saya membonceng dia, maka pulangnya gantian dia membonceng saya. Saya membeli bakso dan es bersama, jika saya yang mempunyai uang, maka saya yang membayar, sebaliknya ketika dia punya uang, dia yang membayar. Ketika saya sakit, saya tiduran di rumahnya, sedangkan dia berangkat sekolah sendiri. Saya sering makan di rumahnya dan belajar bersama. Saya sering menghibur adiknya dengan permainan sulap. Saya sering berbincang-bincang dengan kedua orang tuanya. Saya pernah meminjam uang dengan dia untuk membayar SPP dan saya  mengembalikan pinjaman sesuai dengan janji saya.  Saya sangat beruntung diberi kepercayaan kawan dekat saya. Kawan saya tersebut bernama Agus Honggo Widodo, saat ini dia sebagai Direktur PT. Metrodata. Anda dapat mencoba memulai usaha dengan modal kawan terdekat Anda sebagai jaminan.
BELAJAR MENAJAMKAN DAYA SAING DARI MALAYSIA Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1996: MAJALAH PUSARA
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.976 KB)

Abstract

       Pada medio tahun 1996 ini baru saja kita menerima dua publikasi ilmiah dari dua lembaga internasional yang masing-masing memiliki "home base" di negara yang sama,  yaitu Swiss.  Kedua lembaga yang memfokuskan aktivitasnya kepada pengkajian perkembangan ekonomi internasional ini adalah World Economic Forum (WEF) dan Institute for Management Development (IMD).  Kedua lembaga yang telah banyak melakukan kerja sama dibidang pengkajian ekonomi di berbagai ini ternyata sedang berkompetisi untuk menjangkau kredibilitasnya di mata dunia,  khususnya bagi negara-negara yang termasuk dalam jangkauan studi dan pelayanan konsultatifnya.       Kedua lembaga yang sama-sama melakukan studi mengenai  daya saing pada sejumlah negara tersebut baru saja mempublikasi laporan menurut versinya masing-masing;  apabila WEF menerbitkan "Global Competitiveness Report 1996" maka IMD tidak mau kalah dan me-nyodorkan laporan yang bertitel "World Competitiveness Report".       Apa yang menarik dari kedua publikasi ilmiah tersebut? Bagi kita bangsa Indonesia memang ada hal yang cukup menarik karena dalam hal perkembangan daya saing maka kedua lembaga tersebut mendudukkan kita dalam posisi dan konklusi yang berbeda. Kalau hasil studi WEF menyatakan peringkat daya saing internasional Indonesia telah mengalami peningkatan,  dari peringkat 33 di tahun 1995 ke peringkat 30 di tahun 1996,  maka hasil studi IMD menyatakan yang sebaliknya, yaitu justru terjadi penurunan dari peringkat 34 di tahun 1995 menjadi  peringkat 41 di tahun 1996 ini.       Secara metodologis perbedaan hasil studi seperti itu memang bisa saja terjadi dan itu sah-sah saja kalau indikator yang digunakan untuk mengukur variabel penelitian berbeda.  Dalam hal ini perbedaan hasil studi dapat terjadi karena indikator untuk mengukur daya saing yang digunakan saling berbeda antara WEF dengan IMD.
ANGGARAN PENELITIAN DALAM SEKTOR PENDIDIKAN Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.103 KB)

Abstract

       Seperti yang sebelumnya sudah diprediksi oleh banyak pengamat, maka Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 1997/1998 mengalami kenaikan yang berarti bila dibandingkan dengan tahun yang sebelumnya. Dengan angka prediksi yang berbeda-beda pada umumnya para pengamat ekonomi dan pembangunan kita bersikap optimistik akan kemungkinan naiknya nilai RAPBN 1997/ 1998 terhadap APBN 1996/1997 yang tengah berjalan sekarang ini.       Perkiraan tersebut di atas ternyata terbukti. Di dalam menghantar keterangan pemerintah di depan Sidang Paripurna DPR pada tanggal 6 Januari 1997 yang lalu Presiden Soeharto  telah menjelaskan bahwa RAPBN 1997/1998 sekarang ini bernilai 101,1 trilyun rupiah (atau tepatnya 101.086,7 milyar rupiah); yang berarti naik di atas 11 persen bila dibanding dengan APBN 1996/1997  yang nilainya berkisar pada angka 90,6 trilyun rupiah (tepatnya 90.616,4 milyar rupiah). Untuk pertama yang kalinya dalam sejarah,  sebagaimana dikatakan Presiden Soeharto, RAPBN kita mencapai angka di atas 100 trilyun rupiah.       Kenaikan anggaran yang demikian itu telah menjadi  suatu tradisi positif dalam sistem perencanaan pembangunan kita. RAPBN 1996/ 1997 yang lalu juga mengalami kenaikan yang nilainya mencapai di atas 16 persen dibanding APBN tahun yang sebelumnya;sementara itu RAPBN 1995/1996 juga mengalami kenaikan nilai di atas 11 persen dibandingkan APBN tahun yang sebelumnya.  Kalau kita cermati lagi RAPBN 1991/1992 nilai kenaikannya bahkan hampir mencapai 18 persen dibandingkan APBN pada tahun sebelumnya, 1990/1991.       Meski nilai kenaikan anggaran tahun ini (11 persen) tidak sebesar tahun lalu (16 persen),  maupun enam tahun lalu (18 persen), kiranya tetap merupakan prestasi tersendiri. Dalam situasi ekonomi yang tidak mudah diantisipasi dengan munculnya berbagai isu kompetisi ternyata kita tetap mampu menaikkan anggaran pembangunan.
HONG KONG DARI DIMENSI POLITIS Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.25 KB)

Abstract

       Semenjak kapankah  Cina menginginkan kembalinya  Hong Kong ke pangkuannya?  Jawabnya adalah sejak detik pertama diserahkannya pulau tersebut kepada pemerintah kolonial Inggris.  Kenapa demikian? Karena sejak awalnya penyerahan Hong Kong kepada Inggris tersebut merupakan alternatif terbaik dari pilihan-pilihan jelek yang ada pada waktu itu.  Tegasnya: Hong Kong diserahkan pada pemerintah Inggris dalam keadaan yang sangat terpaksa. Jadi wajarlah kalau semenjak itu pula pemerintah Cina sudah menginginkan kembali.       Pembicaraan serius tentang pengembalian Hong Kong pun  sudah dilakukan sejak lama akan tetapi pembicaraan yang efektif barangkali baru dilaksanakan pada akhir tahun 70-an.  Pembicaraan antar pejabat Cina dan Inggris mulai dilaksanakan,  sampai dengan pembicaraan di tingkat menteri.        Hasil dari pembicaraan antar pejabat dan antar menteri tersebut di atas adalah ditandatanganinya Komunike Bersama oleh Pemimpin Cina Deng Xiaoping dan Perdana Menteri Inggris Margareth Thatcher pada waktu itu. Peristiwa itu terjadi pada tahun 1982.  Salah satu butir yang tercantum dalam komunike tersebut menyangkut rencana (pasti) atas pengembalian Hong Kong dari Inggris ke Cina.      Sejak komunike ditandatangani maka masyarakat dunia pun mulai dapat melihat "sinar baru" di Hong Kong yang mencerminkan berbagai perasaan masyarakatnya;  sedih, gembira, acuh, peduli, berharap, cemas, sendu, bebas, terikat, dan sebagainya. Pertemuan-pertemuan teknis mengenai rencana pengembalian yang masih akan dilaksanakan lima belas tahun mendatang pun (waktu itu) sudah mulai digelar; baik yang dilaksanakan di Inggris, di Cina maupun di Hong Kong sendiri. Persiapan-persiapan pun terus dilakukan sampai hari ini,  sampai hari-hari terakhir berlangsungnya politik kolonial di Hong Kong.
TIGA SASARAN PENDIDIKAN TAHUN 1986 Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.731 KB)

Abstract

       Pinggang yang sudah agak terbiasa diikat kencang ini akhirnya masih harus dikencangkan lagi. Tentu tidak dengan maksud agar kita menjadi sesak nafas yang menyebabkan diri kita menjadi "sakit', akan tetapi supaya perut kita tidak akan menjadi "buncit".       Seperti kita ketahui RAPBN 1986-1987 berkurang tujuh persen (7%), peristiwa pertama kali sejak tahun 1969-1970 atau awal REPELITA I RAPBN mengalami penurunan. Hal ini mengakibatkan semua sektor pembangunan harus lebih berani untuk "mengencangkan ikat pinggang", tidak terkecuali sektor pendidikan.       Apabila dibandingkan dengan jumlah anggaran pada tahun 1985-1986 yang lalu maka jumlah anggaran pada tahun 1986-1987 telah mengalami penurunan yang cukup tajam, mencapai angka 24,15 persen (KOMPAS, 8 Jan 1986). Hal ini berarti bahwa Depdikbud harus lebih pandai mengatur dana, yang menyangkut seleksi, distribusi dan penggunaannya.       Menyadari keadaan ini maka Mendikbud menjelaskan bahwa pembangunan dibidang pendidikan untuk tahun anggaran 1986-1987 akan lebih diprioritaskan pada pendidikan kejuruan,  peningkatan mutu lulusan perguruan tinggi dan penuntasan pelaksanaan wajib belajar.
MEMBENAHI KEKURANGAN EBTANAS Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1999: HARIAN SUARA PEMBARUAN
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.14 KB)

Abstract

Di tengah-tengah terpaan kritik yang tajam, pemerintah kita tetap memutuskan untuk melaksanakan  Evaluasi Belajar Tahap Akhir tingkat Nasional (Ebtanas);  setidak-tidaknya untuk tahun pelajaran yang sedang berjalan sekarang ini.  Bahkan,  tinggal beberapa hari saja ber-bagai satuan pendidikan kita dari SD, SLTP sampai SMU dan SMK segera menggelar "pesta akademik" yang telah dijalankan secara rutin selama belasan tahun terakhir ini.       Secara nasional Ebtanas SMU dan SMK akan dilaksanakan mulai tanggal 3 s/d 6 Mei 1999, sementara itu di SD dan SLTP dilaksanakan tanggal 10 s/d 12 Mei 1999.  Di luar itu pada tanggal  26 April 1999 sudah dimulai kegiatan Ebta Utama untuk berbagai bidang studi yang tidak diEbtanaskan.  Ebtanas untuk tahun ini diikuti oleh jutaan siswa sekolah. Secara nasional untuk satuan SD diikuti sekitar 4,2 juta sis-wa, SLTP 2,7 juta siswa, dan SMU/SMK sekitar 1,4 juta siswa.        Meskipun akhirnya pemerintah memutuskan  untuk masih melak-sanakan Ebtanas di sekolah  kiranya pemerintah pun mengakui adanya berbagai kekurangan  dalam pelaksanaan Ebtanas itu sendiri. Adapun salah satu kekurangan yang fundamental  adalah tingginya angka kelu-lusan  dikarenakan  belum digunakannya secara optimal  Nilai Ebtanas Murni (NEM) sebagai determinan kelulusan siswa.  Akibatnya banyak siswa yang pencapaian NEM-nya rendah tetapi lulus juga; dan banyak siswa yang NEM-nya tidak layak tetapi tidak perlu mengulang.       Di lapangan  banyak sekolah meluluskan siswanya  dengan angka 100 persen meskipun nilai Ebtanas para siswanya secara umum belum memadai. Mengapa demikian? Di samping pimpinan sekolah setempat sudah dibelenggu oleh sistem yang ada maka tinggi rendahnya angka kelulusan siswa akan berpengaruh kepada prestasi pimpinan sekolah, khususnya kepala sekolah.  Kepala sekolah dianggap tidak berprestasi kalau angka kelulusan yang dicapai rendah.
SEBAGIAN BESAR REMAJA NAKAL DARI KELUARGA KURANG HARMONIS Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1994: HARIAN SUARA PEMBARUAN
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.389 KB)

Abstract

       Belum lagi luruh dari ingatan betapa pendidik dan aparat keamanan dibikin sibuk  oleh berbagai kasus  yang melanda kenakalan atau delinkuensi remaja  (juvenile de-linquency)  kini kita kembali disibukkan oleh terjadinya berbagai kasus yang menyangkut kejahatan atau kriminali-sasi orang tua (parental criminal).          Tentu kita masih ingat para pendidik hampir tiap hari menghadapi pelajar  yang melakukan aneka kenakalan baik di sekolah maupun di luar sekolah;  menghisap rokok secara demonstratif di depan guru,  menggoda teman-teman di kelas, pura-pura teler di kelas dan sebagainya. Lebih daripada itu ada pula kenakalan yang sudah keterlaluan; bikin keributan di jalanan,  bikin ulah di tengah-tengah massa, mengejek polisi, berkelahi, merusak bus kota, dan sebagainya. Kasus-kasus yang belum tuntas ini lalu disu-sul berbagai kasus yang tidak kalah bikin pusing; yaitu menyangkut kasus kriminalisasi para orang tua.          Baru-baru ini di Jakarta terungkap kasus bisnis seks kelas tinggi,  hal ini juga terjadi di Semarang dan di Surabaya. Di Bandar Lampung terungkap kasus jual beli gadis belasan tahun, bahkan termasuk gadis yang di bawah umur. Konon omzetnya tidak sedikit, dan diperkirakan su-dah melanda di kota-kota besar lainnya.Di Surabaya malah terbongkar oknum yang secara terang-terangan membuka sex shop, bisnis obat kuat dan peraga persetubuhan.

Filter by Year

1982 2010


Filter By Issues
All Issue 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010 2010: HARIAN JAWA POS 2010: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2010: HARIAN MEDIA PIKIRAN RAKYAT 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN KOMPAS 2009: HARIAN KOMPAS 2009: HARIAN MEDIA INDONESIA 2009: HARIAN JAWA POS 2009: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2009: HARIAN SINAR HARAPAN 2009: HARIAN SINAR HARAPAN 2009: HARIAN SUARA KARYA 2009: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2009: HARIAN JAWA POS 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2008: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN SINAR HARAPAN 2008: HARIAN JAWA POS 2008: HARIAN JAWA POS 2008: HARIAN SINAR HARAPAN 2008: HARIAN SUARA MERDEKA 2008: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2008: HARIAN KOMPAS 2008: HARIAN KOMPAS 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2007 2007: MOZAIK OBITUARI 2007: HARIAN MEDIA INDONESIA 2007: HARIAN MEDIA INDONESIA 2007: HARIAN KOMPAS 2007: MAJALAH FASILITATOR 2007: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2007: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2007: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2007: MAJALAH FASILITATOR 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: MAJALAH FASILITATOR 2006: MAJALAH METODIKA 2006: MAJALAH FASILITATOR 2006: HARIAN MEDIA INDONESIA 2006: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2006: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2006: HARIAN SUARA MERDEKA 2006: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2006: HARIAN SUARA MERDEKA 2006: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2006: HARIAN JAWA POS 2006: HARIAN KOMPAS 2006: HARIAN KOMPAS 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN MEDIA INDONESIA 2005: HARIAN JAWA POS 2005: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2005: MAJALAH FASILITATOR 2005: HARIAN MEDIA INDONESIA 2005: HARIAN JAWA POS 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN MEDIA INDONESIA 2004: HARIAN MEDIA INDONESIA 2004: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2004: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2004: MAJALAH FASILITATOR 2004: HARIAN KOMPAS 2004: HARIAN KOMPAS 2004: HARIAN JAWA POS 2004: MAJALAH FASILITATOR 2004: HARIAN JAWA POS 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI OKTOBER-DESEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI JULI-SEPTEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI JULI-SEPTEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI OKTOBER-DESEMBER 2003 2003: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2003: HARIAN KOMPAS 2003: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2003 2003: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2002: Tabloid Pelajar PELAJAR INDONESIA 2002: HARIAN KOMPAS 2002: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN SUARA KARYA 2002: HARIAN KOMPAS 2002: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2002: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2002: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2002: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: MAJALAH PUSARA 2001: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2001: HARIAN SUARA KARYA 2001: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2001: HARIAN KOMPAS 2001: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: HARIAN SUARA MERDEKA 2001: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2001: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN SUARA KARYA 2000: MAJALAH TRANSFORMASI 2000: MAJALAH PUSARA 2000: HARIAN SUARA KARYA 2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2000: HARIAN SUARA MERDEKA 2000: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2000: MAJALAH PUSARA 2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2000: HARIAN KOMPAS 2000: HARIAN MEDIA INDONESIA 2000: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN KOMPAS 1999: MAJALAH PUSARA 1999: HARIAN SUARA MERDEKA 1999: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1999: HARIAN SUARA KARYA 1999: HARIAN REPUBLIKA 1999: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1999: HARIAN SUARA KARYA 1999: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1999: HARIAN KOMPAS 1999: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1999: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1999: MAJALAH PUSARA 1998: MAJALAH PUSARA 1998: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1998: HARIAN SRIWIJAYA POS 1998: HARIAN SUARA KARYA 1998: HARIAN SUARA MERDEKA 1998: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1998: HARIAN SUARA KARYA 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1998: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1998: HARIAN BALI POS 1998: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1997: HARIAN KOMPAS 1997: HARIAN BERITA NASIONAL 1997: HARIAN BALI POS 1997: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN SRIWIJAYA POS 1997: HARIAN SUARA MERDEKA 1997: HARIAN KOMPAS 1997: HARIAN BALI POS 1997: HARIAN YOGYA POS 1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1997: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1997: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN SRIWIJAYA POS 1997: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1997: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN BERITA NASIONAL 1997: HARIAN SURYA POS 1997: HARIAN SUARA MERDEKA 1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1996: HARIAN BERITA NASIONAL 1996: MAJALAH PUSARA 1996: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: HARIAN YOGYA POS 1996: HARIAN SURYA POS 1996: HARIAN KOMPAS 1996: HARIAN SUARA KARYA 1996: HARIAN SURYA POS 1996: HARIAN SUARA MERDEKA 1996: MAJALAH SUARA MUHAMMADIYAH 1996: HARIAN BALI POS 1996: MAJALAH PUSARA 1996: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: HARIAN YOGYA POS 1996: HARIAN SUARA KARYA 1996: HARIAN BISNIS INDONESIA 1996: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1996: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN SURABAYA POS 1995: HARIAN BERNAS 1995: HARIAN SUARA KARYA 1995: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1995: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1995: HARIAN BERNAS 1995: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN SUARA MERDEKA 1995: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN SUARA KARYA 1995: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1995: HARIAN SURABAYA POS 1995: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1995: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1995: HARIAN JAWA POS 1995: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1995: HARIAN SUARA MERDEKA 1994: HARIAN BALI POS 1994: HARIAN SURABAYA POS 1994: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1994: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1994: HARIAN BERNAS 1994: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1994: HARIAN SUARA KARYA 1994: HARIAN BALI POS 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1994: HARIAN SURABAYA POS 1994: HARIAN SUARA MERDEKA 1994: HARIAN SUARA KARYA 1994: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1993: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1993: HARIAN JAWA POS 1993: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1993: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN BERNAS 1993: HARIAN KOMPAS 1993: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN SUARA KARYA 1993: HARIAN BALI POS 1993: HARIAN SUARA KARYA 1993: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1993: HARIAN BALI POS 1993: HARIAN BERNAS 1992: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN BALI POS 1992: HARIAN WAWASAN 1992: HARIAN SUARA MERDEKA 1992: HARIAN SURABAYA POS 1992: HARIAN SURABAYA POS 1992: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1992: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1992: HARIAN SUARA MERDEKA 1992: HARIAN WAWASAN 1992: HARIAN BALI POS 1992: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1992: HARIAN BERNAS 1992: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1991: HARIAN BERNAS 1991: HARIAN SUARA MERDEKA 1991: HARIAN SUARA MERDEKA 1991: HARIAN YOGYA POS 1991: HARIAN YOGYA POS 1991: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN WAWASAN 1991: HARIAN BALI POS 1991: HARIAN SUARA KARYA 1991: HARIAN SURABAYA POS 1991: HARIAN SURABAYA POS 1991: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN MEDIA INDONESIA 1991: HARIAN BALI POS 1991: HARIAN SUARA KARYA 1990: MAJALAH POPULASI 1990: HARIAN MEDIA INDONESIA 1990: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN YOGYA POS 1990: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1990: HARIAN WAWASAN 1990: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1990: HARIAN KOMPAS 1990: HARIAN BALI POS 1990: HARIAN JAWA POS 1990: HARIAN WAWASAN 1990: HARIAN KOMPAS 1990: HARIAN MEDIA INDONESIA 1990: HARIAN BALI POS 1990: HARIAN YOGYA POS 1990: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1990: HARIAN SURYA POS 1990: MAJALAH PUSARA 1990: HARIAN SUARA KARYA 1990: HARIAN SUARA KARYA 1990: MAJALAH PUSARA 1989: HARIAN JAWA POS 1989: MAJALAH PUSARA 1989: HARIAN JAWA POS 1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1989: HARIAN WAWASAN 1989: HARIAN SUARA KARYA 1989: HARIAN YOGYA POS 1989: HARIAN SUARA MERDEKA 1989: HARIAN SUARA KARYA 1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1989: HARIAN WAWASAN 1989: MAJALAH PENDOPO 1988: HARIAN SURYA POS 1988: HARIAN SUARA KARYA 1988: HARIAN KOMPAS 1988: MAJALAH PENDOPO 1988: HARIAN WAWASAN 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1988: HARIAN SURYA POS 1988: HARIAN SUARA MERDEKA 1988: HARIAN SUARA MERDEKA 1988: HARIAN WAWASAN 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1988: HARIAN SUARA KARYA 1987: HARIAN JAWA POS 1987: HARIAN KOMPAS 1987: HARIAN SUARA KARYA 1987: HARIAN JAWA POS 1987: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1987: HARIAN SURYA POS 1987: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1987: HARIAN WAWASAN 1987: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN SUARA KARYA 1987: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN KOMPAS 1987: HARIAN PRIORITAS 1987: HARIAN PRIORITAS 1987: HARIAN SURYA POS 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1986: HARIAN SUARA MERDEKA 1986: HARIAN PRIORITAS 1986: HARIAN SUARA KARYA 1986: HARIAN SUARA MERDEKA 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1986: MAJALAH ARENA 1986: HARIAN JAWA POS 1986: HARIAN PRIORITAS 1985: MAJALAH PUSARA 1985: MAJALAH PUSARA 1985: HARIAN SUARA MERDEKA 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1985: HARIAN SUARA MERDEKA 1985: MINGGUAN MINGGU PAGI 1985: HARIAN BERITA NASIONAL 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN BERITA NASIONAL 1984: HARIAN MASA KINI 1984: HARIAN BERITA NASIONAL 1984: MINGGUAN MINGGU PAGI 1983: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1983: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1983: HARIAN MASA KINI 1983: HARIAN BERITA NASIONAL 1983: MAJALAH PUSARA 1983: MAJALAH MAHASISWA 1982: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1982: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT More Issue