cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 1,592 Documents
DICARI PAHLAWAN SEKOLAH KEJURUAN Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.101 KB)

Abstract

       Dalam beberapa tahun terakhir ini sekolah kejuruan tengah mengalami "trauma akademis" yang cukup serius. Nasibnya seperti sulit dipegang ujung pangkalnya, dan secara perlahan tetapi pasti  pamor akademisnya  merosot dan semakin merosot.        Fenomena tentang keadaan ini sebenarnya telah di mulai sejak semakin sulitnya mencari pekerjaan bagi lulusan sekolah kejuruan tersebut. Seperti kita ketahui orientasi sekolah kejuruan adalah mempersiapkan para lulusannya untuk memasuki dunia kerja. Namun begitu adanya "pembatasan" Depdikbud bagi lulusan sekolah kejuruan dalam hal kelanjutan studi yang dieksplisitkan dalam peraturan kiranya ikut memberikan andil yang cukup besar.        Ketika para lulusan sekolah menengah atas, baik umum maupun  kejuruan, saling berlomba untuk mencari tempat guna melanjutkan studinya ke perguruan tinggi maka keluarlah peraturan dari Dirjen Dikti Nomer: 212/D/Q/ 1983 tentang persyaratan meneruskan kuliah bagi para lulusan sekolah menengah tingkat atas.        Khusus bagi lulusan SMTA Kejuruan, mereka diperkenankan mendaftar di perguruan tinggi apabila telah memenuhi persyaratan batas nilai rata-rata minimal dalam  Surat Tanda Tamat Belajar  (yang relatif tinggi), atau telah bekerja dalam bidangnya minimal dua tahun terhitung sejak tamat, dan harus disertai dengan tanda bukti.
PENDIDIKAN PEREMPUAN INDONESIA Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.981 KB)

Abstract

Apakah kesamaan dan perbedaan antara Mother’s Day yang diperingati di negara-negara Barat, utamanya Eropa dan Amerika Serikat (AS), dengan Hari Ibu yang diperingati di Indonesia? Demikian pertanyaan yang muncul dari salah satu mahasiswa pascasarjana di sebuah PTN.          Kesamaannya adalah, baik Mother’s Day maupun Hari Ibu berangkat dari keinginan untuk mengangkat derajat kaum perempuan dan memberikan penghargaan kepada ibu atas jasa yang diberikan pada keluarganya. Kaum ibu yang banyak mencurahkan perhatiannya kepada keluarga sering dilihat sebelah mata. Pada sisi lain, kalau Mother’s Day di AS pernah ditetapkan sebagai hari libur nasional (national holiday), maka Hari Ibu di Indonesia pun demikian pula adanya.          Perbedaannya, kelahiran Mother’s Day tak bisa dipisahkan dari seorang wanita bernama Anna Jarvis yang pada tahun 1907 mulai berkampanye memasyarakatkan Mother’s Day sebagai peringatan atas kerja keras ibunya; sementara itu lahirnya Hari Ibu memiliki latar belakang yang berbeda, yaitu berkumpulnya utusan organisasi perempuan Indonesia yang mengadakan kongres pertama tanggal 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta.
MENGHITUNG KONTRIBUSI NILAI EBTANAS Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1987: HARIAN SUARA MERDEKA
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.527 KB)

Abstract

           Topik pembicaraan yang kiranya paling hangat dan aktual saat ini, khususnya di kalangan para guru, siswa serta orangtua siswa adalah disekitar Ebtanas, Evaluasi Belajar Tahap Akhir tingkat Nasional.           Betapa tidak, peristiwa rutin setiap akhir tahun akademik ini di samping secara langsung akan  menentukan nasib anak didik selaku peserta Ebtanas, maka secara tak langsung juga akan menyangkut nama baik sekolah  dengan seluruh civitasnya.           Keberhasilan penyelenggaraan Ebtanas, khususnya dari segi jumlah peserta yang lulus berkaitan langsung dengan masalah "pride" (baca: kebanggaan, bukan kesombongan) sekolah; artinya semakin tinggi tingkat kelulusan siswa yang mengikuti Ebtanas maka hal itu akan makin membanggakan sekolah. Tingginya tingkat kelulusan siswa akan mengangkat nama sekolah yang bersangkutan.           Namun barangkali nilai kebanggaan ini akan  dapat terkurangi apabila kontribusi Nilai Ebtanas Murni (NEM) dalam penentuan nilai yang tercantum pada Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) ikut dipermasalahkan.
PERJUANGAN POLITIK DAN PENDIDIKAN KI HADJAR DEWANTARA Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.261 KB)

Abstract

       Hari ini tiga puluh lima tahun silam, tepatnya 26 April 1959,  bangsa Indonesia kehilangan seseorang yang sangat dihormati dan dicintai, seorang pejuang nasional, tokoh nasional, tokoh kemerdekaan,  tokoh pendidikan na-sional, pahlawan nasional,  dan seorang Bapak Pendidikan Nasional; Ki Hadjar Dewantara.          Apabila Presiden Soekarno pernah menyatakan bahwa sesungguhnya dirinya sangat berbahagia bisa berguru pada Ki Hadjar dan menyebut "gurunya" itu merupakan Tokoh Na-sional, Tokoh Kemerdekaan dan sekaligus Tokoh Pendidikan Nasional;  maka Presiden Soeharto menyebut Ki Hadjar di samping sebagai Tokoh Pendidikan Nasional juga sebagai Pahlawan Nasional yang telah mempelopori sistem pendidik an berdasarkan kepribadian dan kebudayaan nasional.          Memang begitulah keadaannya. Berbagai sebutan itu sebenarnya sekedar "alat" bagi kita agar selalu teringat pada orang-orang yang telah mendharma-bhaktikan hidupnya bagi kemajuan bangsa, yang dalam hal ini Ki Hadjar.
RIBA DALAM BERBAGAI AGAMA (7) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.969 KB)

Abstract

 Dari Abu Sa’id Al Khudri, dari Abu Hurairah r.a. katanya : ”Rasulullah saw. memperkerjakan seorang laki-laki di Khaibar. Kemudian orang itu datang kepada beliau membawa kurma yang bagus, Rasulullah saw, bertanya kepadanya, ”Apakah semua kurma Khaibar sebagus ini ?” Jawabnya, ”Tidak ! Demi Allah, ya Rasulallah ! Sesungguhnya kami menukar satu gantang kurma ini dengan dua gantang (kurma lain), atau dua gantang (kurma ini) dengan tiga gantang (kurma lain).” Sabda Rasulullah saw., ”Jangan kamu lakukan lagi seperti itu. Juallah (kurma) campuran dengan (uang) dirham, kemudian belilah (kurma) yang lebih baik dengan dirham (Bukhari). Demikian pula dari Barra’ bin ’Azib dan Zaid bin Arqam r.a., keduanya ditanya orang tentang pertukaran. Masing-masing mengatakan. ”Orang ini lebih (tahu) dengan baik daripada saya.” Keduanya berkata, ”Rasulullah s.a.w. melarang menjual emas dengan perak secara berutang.” (Bukhari). Dari Abu Sa’id Al Khudri r.a., katanya : “Bilal datang kepada Nabi saw, membawa akurma Barni. Nabi saw, bertanya : “Dari mana ini ?” Jawab Bilal, “Aku mempunyai kurma yang kurang bagus. Lalu kujual dua gantang denga segantang untuk dimakan Rasulullah saw.” Sabda Nabi saw, “Wah, Wah ! Itulah riba ! Itulah riba! Janganlah engkau lakukan lagi. Tetapi apabila engkau hendak membeli kurma yang bagus, juallah kurma yang kurang bagus secara jual beli, kemudian belilah kurma Barni.” (Bukhari).          Hukum Islam berkembang dimulai dari kaum muslim awal, ketika mereka menghadapi langsung berbagai problem sosial dan politik, untuk menyusun suatu sistem hukum sesuai dengan aturan perilaku yang diserukan oleh Al-Qur’an Suci dan Hadis (‘tradisi’ atau ‘ucapan’ yang berhubungan dengan kehidupan Nabi Muhammad saw). Para ulama mengembangkan sistem ini dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber prinsip umum yang mengatur semua persoalan, dan apabila makna Al-Qur’an tidak jelas maka mereka mencari penjelasannya dari hadis. Jadi dasar syariah merupakan perintah dan larangan yang jelas dan tidak bermakna ganda yang terdapat dalam sumber ini. Seiring berjalannya waktu, para ulama pun sampailah pada kesepakatan untuk ditegakkannya hukum dasar tersebut dan prinsip ijma (konsensus kaum beriman). Pada satu sisi, Islam melarang riba dan pada sisi lain memberikan konsep baru yang telah merubah seluruh cara pandang kaum Muslimin. Mereka diminta untuk meneluarkan sebagian pendapatannya untuk sebab-sebab yang sangat mulia sesuai dengan penjelasan dalam Quran yaitu “sebab Allah semata”. Sebab-sebab mulia yang dimaksud telah dijelaskan. Sebab-sebab itu mencakup tolong menolong pemberian makan, memberi pinjaman pada sanak saudara yang miskin dan pada kerabat yang miskin, yatim piatu, para janda, orang yang sangat membutuhkan, para tawanan, para pengembara, muhajirin yang miskin, para pengutang, para budak dan bahkan para tetangga serta lembaga. Jumlah yang dikeluarkan untuk pinjaman seperti itu dalam beberapa ayat disebut sebagai pinjaman yang sangat berarti yang ditujukan kepada Allah dan niscaya Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya (dengan jumlah) yang banyak sekali, jika dikeluarkan dengan niat karena Allah semata tanpa ada maksud untuk keuntungan pribadi ataupun duniawi, disebutkan dalam Al-Qur’an (2:245; 2:261; 5:12; 57:11; 57:18).  
KAPAN INDONESIA MERAIH NOBEL? SUPRIYOKO, KI
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN SUARA PEMBARUAN
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.086 KB)

Abstract

Kamis 10 Desember 2009 ini Presiden Amerika Serikat (AS) Barack H. Obama diagendakan hadir di City Hall, Oslo, Norwegia, untuk menerima hadiah nobel. Seperti kita ketahui pada bulan Oktober lalu Barack Obama telah ditetapkan sebagai pemenang hadiah nobel untuk bidang perdamaian.          Peraih nobel tahun ini hampir semua dari AS. Nobel perdamaian untuk Barack Obama; nobel fisika untuk Charles K. Kao, Williard S. Boyle dan George E.Smith; nobel kimia Venkatraman Ramakrishnan, Thomas Steitz dan Ada Yonath; nobel kesehatan untuk Elizabeth H. Blackburn, Carol W. Greider dan Jack W. Szostak; nobel ekonomi Elinor Ostrom dan Oliver Williamson; dan nobel sastra untuk Herta Mueller. Dari 13 nama tersebut, 11 diantaranya adalah orang AS.          Pada hari yang sama, 10 Desember 2009, mereka menerima hadiah nobel yang diimpikannya; sebagian menerimanya di Oslo Norwegia antara lain untuk pemenang Nobel Perdamaian dan sebagiannya lagi di Stockholm Swedia antara lain untuk pemenang Nobel Fisika.
SELAMAT ULANG TAHUN TVRI Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1994: HARIAN BALI POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.949 KB)

Abstract

           Hari ini tiga puluh dua tahun yang lalu, tepatnya 24 Agustus 1962 lahirlah bayi mungil yang menjadi dambaan seluruh bangsa Indonesia; bayi yang diharapkan dapat ikut mengharumkan nama bangsa dan negara. Bayi yang kelahirannya didambakan banyak orang itu kemudian diberi nama TVRI, Televisi Republik Indonesia.          Bayi tersebut telah berkembang menjadi anak-anak, meningkat menjadi remaja,  dan sekarang ini bahkan sudah menjadi dewasa. Memang, kalau dilihat usianya yang sudah 32 tahun  maka TVRI bukan menjadi bayi lagi,  bukan pula anak-anak dan remaja,  tetapi TVRI sudah mengalami masa pasca remaja untuk menjadi dewasa. Kalau seorang manusia berusia 32 tahun perlu menanyakan pada dirinya sendiri apa yang sudah diperbuat untuk diri dan keluarganya maka TVRI pun  kiranya perlu menanyakan pada dirinya apa yang sudah diperbuat untuk diri dan bangsanya selama ini.          Pertanyaan tersebut menjadi lebih relevan, bahkan jawabannya menjadi semacam tuntutan,  berhubungan dengan histori kelahiran TVRI itu sendiri yang pernah mengalami romantika perjuangan. Dengan sarana, prasarana dan fasi-litas yang serba terbatas, dengan teknolog-teknolog kita yang masih belum banyak pengalaman,  dan dengan program-program siaran yang masih kurang "matang",  akhirnya toh keinginan memiliki TVRI dapat diwujudkan.
MENGAPA SPP SLTP DIHAPUS? Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1994: HARIAN BERNAS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.044 KB)

Abstract

       Pernyataan penting Mendikbud Wardiman Djojonegoro bahwa sekarang ini pemerintah sedang bermain angka untuk menghapus Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP)  di Seko-lah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) yang diselenggarakan oleh  pemerintah (baca: SLTP Negeri)  mulai tahun depan, 1993/1994, bersamaan dengan dimulainya pelaksanaan wajib belajar pendidikan dasar  mendapat tanggapan serius dari berbagai pihak yang berkepentingan.          Para orang tua siswa dan wali murid yang putranya sedang dan akan belajar di SLTP Negeri  pada umumnya me-nyambut gembira pernyataan Pak Menteri tersebut di atas. Betapapun kecilnya nilai ekonomik SPP itu sendiri kalau dibandingkan dengan sumbangan yang lainnya,misalnya saja sumbangan yang ditarik oleh Badan Pembantu Penyelenggara Pendidikan (BP3) sekolah atau sumbangan pendidikan dan sosial lainnya, maka penghapusan SPP sedikit-banyak akan meringankan beban orang tua.           Khususnya bagi masyarakat pedesaan dan masyarakat yang hidup  di bawah garis kemiskinan  maka penghapusan SPP yang jumlahnya "tidak seberapa" mempunyai nilai yang tinggi dibandingkan dengan kemampuan ekonominya.
CORE STRATEGY DI ERA SULIT Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Gary Hamel, untuk menjadi revolusioner industri atau dapat membuat aturan permainan baru di era sulit atau era revolusi harus menciptakan konsep bisnis beserta komponen-komponennya. Suatu konsep bisnis di era sulit terdiri dari empat komponen utama, yaitu strategi inti (Core Strategy), sumber daya strategis (Strategic Resources), perantara pelanggan (Customer Inteface) dan jaringan nilai (Value Network). Komponen pertama dari konsep bisnis ini adalah strategi inti (Core Strategy), yang merupakan inti dari bagaimana suatu perusahaan memilih cara untuk berkompetisi. Unsur-unsur dari strategi inti tersebut meliputi visi dan misi bisnis, cakupan produk/pasar dan basis diferensiasi. Visi bisnis merupakan apa yang diinginkan perusahaan yang bersifat ideal dan misi bisnis merupakan operasionalisasi dari visi bisnis. Visi dan misi bisnis ini akan mengarah pada pernyataan nilai, kehendak strategi, tujuan dan sasaran yang besar, banyak dan berani serta semua sasaran kinerja. Visi dan misi bisnis ini untuk memberi arah dan seperangkat kriteria untuk mengukur kemajuan yang dicapai. Menurut Gary Hamel, untuk menjadi revolusioner industri atau dapat membuat aturan permainan baru di era sulit atau era revolusi harus menciptakan konsep bisnis beserta komponen-komponennya. Suatu konsep bisnis di era sulit terdiri dari empat komponen utama, yaitu strategi inti (Core Strategy), sumber daya strategis (Strategic Resources), perantara pelanggan (Customer Inteface) dan jaringan nilai (Value Network). Komponen pertama dari konsep bisnis ini adalah strategi inti (Core Strategy), yang merupakan inti dari bagaimana suatu perusahaan memilih cara untuk berkompetisi. Unsur-unsur dari strategi inti tersebut meliputi visi dan misi bisnis, cakupan produk/pasar dan basis diferensiasi. Visi bisnis merupakan apa yang diinginkan perusahaan yang bersifat ideal dan misi bisnis merupakan operasionalisasi dari visi bisnis. Visi dan misi bisnis ini akan mengarah pada pernyataan nilai, kehendak strategi, tujuan dan sasaran yang besar, banyak dan berani serta semua sasaran kinerja. Visi dan misi bisnis ini untuk memberi arah dan seperangkat kriteria untuk mengukur kemajuan yang dicapai. Core Strategy di Era Sulit (1) Menurut Gary Hamel, untuk menjadi revolusioner industri atau dapat membuat aturan permainan baru di era sulit atau era revolusi harus menciptakan konsep bisnis beserta komponen-komponennya. Suatu konsep bisnis di era sulit terdiri dari empat komponen utama, yaitu strategi inti (Core Strategy), sumber daya strategis (Strategic Resources), perantara pelanggan (Customer Inteface) dan jaringan nilai (Value Network). Komponen pertama dari konsep bisnis ini adalah strategi inti (Core Strategy), yang merupakan inti dari bagaimana suatu perusahaan memilih cara untuk berkompetisi. Unsur-unsur dari strategi inti tersebut meliputi visi dan misi bisnis, cakupan produk/pasar dan basis diferensiasi. Visi bisnis merupakan apa yang diinginkan perusahaan yang bersifat ideal dan misi bisnis merupakan operasionalisasi dari visi bisnis. Visi dan misi bisnis ini akan mengarah pada pernyataan nilai, kehendak strategi, tujuan dan sasaran yang besar, banyak dan berani serta semua sasaran kinerja. Visi dan misi bisnis ini untuk memberi arah dan seperangkat kriteria untuk mengukur kemajuan yang dicapai. Intel mempunyai visi mendorong secara terus-menerus batas-batas inovasi agar dapat membuat hidup orang lebih bergairah, lebih terpenuhi dan lebih mudah untuk mengelolanya. Komitmen Intel yang kokoh untuk menggerakkan teknologi menuju ke depan telah membuat transformasi dunia dengan lompatan dan lambungan. Intel merupakan perusahaan yang selalu dalam keadaan bergerak, membara, membuat sebuah industri yang tidak pernah istirahat. Bill Gates pada awal berdirinya Microsoft, mempunyai visi ‘Sebuah komputer di atas setiap meja kerja di setiap rumah, menjalankan perangkat Microsoft’. Maka setelah Bill Gates menciptakan MS-DOS, ia membuat sistem operasi Windows seperti halnya rumah menggunakan jendela (window) yang menyebabkan Bill Gates menjadi entrepreneur terkaya di dunia. Tidaklah benar bahwa hanya Bill Gates semata yang berperan dalam menempatkan PC di kantor-kantor dan di rumah-rumah di seluruh dunia, tetapi Bill Gates mempunyai visi untuk melihat apa yang mungkin dan keinginan untuk mengubah visi tersebut menjadi kenyataan. Sedangkan misi dari Microsoft adalah membantu orang untuk meraih potensi mereka. Misi dari FedEx adalah menghasilkan pendapatan finansial yang tinggi untuk pemegang saham dengan menyediakan rantai suplai, transportasi, bisnis dan jasa informasi yang berhubungan dengan nilai tambah yang tinggi melalui perusahaan yang beroperasi secara terfokus. Kebutuhan pelanggan dipertemukan dalam kesesuaian dengan gaya kualitas tertinggi untuk masing-masing segmen pasar yang dilayani. FedEx akan berusaha keras mengembangkan hubungan penghargaan secara bermutu dengan karyawannya, partnernya dan suplaiernya. Keselamatan akan dinomorsatukan dalam operasinya. Aktivitas perusahaan akan menghantarkan ke etika tertinggi dan standar profesional. Pertanyaan kuncinya adalah apakah visi dan misi bisnis kita berbeda dengan perusahaan lain ?
TENTANG KI HADJAR DEWANTARA DAN PENDIDIKAN NASIONAL Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.758 KB)

Abstract

"Sungguh, seandainya aku seorang Nederlander,  tidaklah aku akan merayakan peringatan kemerdekaan di negeri yang masih terjajah. Lebih dahulu berilah kemerdekaan kepada rakyat atau bangsa yang masih kita kuasai itu,  barulah boleh orang memperingati kemerdekaannya sendiri".                                                 ( Ki Hadjar Dewantara, 1913 )       Itulah sepotong kalimat protes  yang ditulis pada tahun 1913 oleh Ki Hadjar Dewantara,  yang ketika itu masih bernama R.M. Soewardi Soerjaningrat,  dalam karyanya yang sangat terkenal Als Ik Eens Ne-derlander Was.  Kalimat itu pulalah yang menyebabkan pemerintah kolonial Belanda menjadi marah;  ada pemuda Indonesia yang secara terang-terangan berani menentang kebijakan pemerintah kolonial.       Peristiwa yang sangat bersejarah  tersebut  bermula  dari rencana pemerintah kolonial Belanda yang akan merayakan genap 100 tahun kemerdekaannya dari tangan Perancis.  Perayaan ini akan dilakukan di Belanda dan negara-negara jajahannya, termasuk Indonesia. Adapun rencananya,  perayaan kemerdekaan Belanda di Indonesia  akan dilaksanakan secara besar-besaran dan hura-hura pada 15 November 1913. Dari segi apapun rencana ini tentu tidak pas. Bagaimana tidak,mereka merayakan kemerdekaan di tanah jajahan;  mereka merayakan kemerdekaan sambil menjajah bangsa lain.        Rencana itu langsung diprotes oleh Ki Hadjar melalui dua tulisan: Als Ik Eens Nederlander Was (Seandainya Aku Seorang Belanda) dan Een voor Allen maar Ook Allen voor Een (Satu untuk Semua tetapi Semua untuk Satu Juga). Di dalam tulisannya ini Ki Hadjar juga menyatakan bahwa rencana Belanda yang demikian itu benar-benar telah menyinggung perasaan dan hati nurani bangsa Indonesia; meski rakyat Indonesia (waktu itu) masih dalam keadaan terjajah.

Page 20 of 160 | Total Record : 1592


Filter by Year

1982 2010


Filter By Issues
All Issue 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010 2010: HARIAN JAWA POS 2010: HARIAN MEDIA PIKIRAN RAKYAT 2010: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2009: HARIAN SUARA KARYA 2009: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2009: HARIAN JAWA POS 2009: HARIAN SINAR HARAPAN 2009: HARIAN SINAR HARAPAN 2009: HARIAN KOMPAS 2009: HARIAN KOMPAS 2009: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2009: HARIAN MEDIA INDONESIA 2009: HARIAN JAWA POS 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN SUARA MERDEKA 2008: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2008: HARIAN KOMPAS 2008: HARIAN KOMPAS 2008: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2008: HARIAN SINAR HARAPAN 2008: HARIAN JAWA POS 2008: HARIAN SINAR HARAPAN 2008: HARIAN JAWA POS 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KOMPAS 2007: MAJALAH FASILITATOR 2007: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2007: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2007: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2007: MAJALAH FASILITATOR 2007: HARIAN MEDIA INDONESIA 2007: MOZAIK OBITUARI 2007: HARIAN MEDIA INDONESIA 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2006: HARIAN SUARA MERDEKA 2006: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2006: HARIAN JAWA POS 2006: HARIAN SUARA MERDEKA 2006: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2006: HARIAN KOMPAS 2006: HARIAN KOMPAS 2006: MAJALAH FASILITATOR 2006: MAJALAH FASILITATOR 2006: HARIAN MEDIA INDONESIA 2006: MAJALAH METODIKA 2006: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005 2005: MAJALAH FASILITATOR 2005: HARIAN MEDIA INDONESIA 2005: HARIAN JAWA POS 2005: HARIAN MEDIA INDONESIA 2005: HARIAN JAWA POS 2005: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004 2004: HARIAN KOMPAS 2004: HARIAN JAWA POS 2004: HARIAN KOMPAS 2004: MAJALAH FASILITATOR 2004: HARIAN JAWA POS 2004: HARIAN MEDIA INDONESIA 2004: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2004: HARIAN MEDIA INDONESIA 2004: MAJALAH FASILITATOR 2004: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI OKTOBER-DESEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI JULI-SEPTEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI JULI-SEPTEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI OKTOBER-DESEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003 2003: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2003: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2003 2003: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2003: HARIAN KOMPAS 2002: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2002: HARIAN KOMPAS 2002: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2002: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2002: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2002: Tabloid Pelajar PELAJAR INDONESIA 2002: HARIAN KOMPAS 2002: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN SUARA KARYA 2001: HARIAN SUARA KARYA 2001: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2001: HARIAN KOMPAS 2001: HARIAN SUARA MERDEKA 2001: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2001: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2001: MAJALAH PUSARA 2001: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2000: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2000: HARIAN SUARA MERDEKA 2000: HARIAN KOMPAS 2000: MAJALAH PUSARA 2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2000: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2000: HARIAN MEDIA INDONESIA 2000: HARIAN KOMPAS 2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: MAJALAH TRANSFORMASI 2000: MAJALAH PUSARA 2000: HARIAN SUARA KARYA 2000: HARIAN SUARA KARYA 2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1999: HARIAN SUARA KARYA 1999: HARIAN REPUBLIKA 1999: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1999: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1999: HARIAN KOMPAS 1999: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1999: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1999: MAJALAH PUSARA 1999: HARIAN SUARA MERDEKA 1999: MAJALAH PUSARA 1999: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1999: HARIAN SUARA KARYA 1998: HARIAN SUARA KARYA 1998: HARIAN SUARA MERDEKA 1998: HARIAN SRIWIJAYA POS 1998: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1998: HARIAN SUARA KARYA 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1998: MAJALAH PUSARA 1998: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1998: HARIAN BALI POS 1998: MAJALAH PUSARA 1998: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1997: HARIAN BALI POS 1997: HARIAN SUARA MERDEKA 1997: HARIAN KOMPAS 1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1997: HARIAN YOGYA POS 1997: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1997: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1997: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN SRIWIJAYA POS 1997: HARIAN SURYA POS 1997: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN BERITA NASIONAL 1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1997: HARIAN SUARA MERDEKA 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1997: HARIAN BALI POS 1997: HARIAN KOMPAS 1997: HARIAN BERITA NASIONAL 1997: HARIAN SRIWIJAYA POS 1997: HARIAN SUARA KARYA 1996: MAJALAH SUARA MUHAMMADIYAH 1996: HARIAN BALI POS 1996: MAJALAH PUSARA 1996: HARIAN SUARA MERDEKA 1996: HARIAN YOGYA POS 1996: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: HARIAN SUARA KARYA 1996: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1996: HARIAN BALI POS 1996: HARIAN BISNIS INDONESIA 1996: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: HARIAN YOGYA POS 1996: HARIAN SURYA POS 1996: HARIAN KOMPAS 1996: HARIAN SUARA KARYA 1996: HARIAN BERITA NASIONAL 1996: MAJALAH PUSARA 1996: HARIAN SURYA POS 1995: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN SUARA MERDEKA 1995: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN SURABAYA POS 1995: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1995: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1995: HARIAN SUARA KARYA 1995: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1995: HARIAN JAWA POS 1995: HARIAN SUARA MERDEKA 1995: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1995: HARIAN BERNAS 1995: HARIAN SUARA KARYA 1995: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1995: HARIAN SURABAYA POS 1995: HARIAN BERNAS 1995: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1994: HARIAN BALI POS 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1994: HARIAN SURABAYA POS 1994: HARIAN SUARA KARYA 1994: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1994: HARIAN SUARA MERDEKA 1994: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1994: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1994: HARIAN BALI POS 1994: HARIAN SURABAYA POS 1994: HARIAN BERNAS 1994: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1994: HARIAN SUARA KARYA 1993: HARIAN KOMPAS 1993: HARIAN SUARA KARYA 1993: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1993: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN SUARA KARYA 1993: HARIAN BALI POS 1993: HARIAN BERNAS 1993: HARIAN BALI POS 1993: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1993: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN JAWA POS 1993: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1993: HARIAN BERNAS 1992: HARIAN BALI POS 1992: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1992: HARIAN BERNAS 1992: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1992: HARIAN WAWASAN 1992: HARIAN SUARA MERDEKA 1992: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN BALI POS 1992: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1992: HARIAN SURABAYA POS 1992: HARIAN SURABAYA POS 1992: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1992: HARIAN SUARA MERDEKA 1992: HARIAN WAWASAN 1991: HARIAN YOGYA POS 1991: HARIAN YOGYA POS 1991: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN WAWASAN 1991: HARIAN SUARA KARYA 1991: HARIAN SURABAYA POS 1991: HARIAN BALI POS 1991: HARIAN SUARA KARYA 1991: HARIAN SURABAYA POS 1991: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN MEDIA INDONESIA 1991: HARIAN BALI POS 1991: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1991: HARIAN BERNAS 1991: HARIAN SUARA MERDEKA 1991: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN JAWA POS 1990: HARIAN WAWASAN 1990: HARIAN KOMPAS 1990: HARIAN MEDIA INDONESIA 1990: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1990: HARIAN SURYA POS 1990: HARIAN BALI POS 1990: HARIAN YOGYA POS 1990: HARIAN SUARA KARYA 1990: MAJALAH PUSARA 1990: HARIAN SUARA KARYA 1990: MAJALAH PUSARA 1990: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN YOGYA POS 1990: MAJALAH POPULASI 1990: HARIAN MEDIA INDONESIA 1990: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1990: HARIAN WAWASAN 1990: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1990: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN KOMPAS 1990: HARIAN BALI POS 1989: HARIAN SUARA KARYA 1989: HARIAN YOGYA POS 1989: HARIAN SUARA KARYA 1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1989: HARIAN SUARA MERDEKA 1989: MAJALAH PENDOPO 1989: HARIAN WAWASAN 1989: HARIAN JAWA POS 1989: MAJALAH PUSARA 1989: HARIAN JAWA POS 1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1989: HARIAN WAWASAN 1988: HARIAN WAWASAN 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1988: HARIAN SURYA POS 1988: HARIAN WAWASAN 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1988: HARIAN SUARA KARYA 1988: HARIAN SUARA MERDEKA 1988: HARIAN SUARA MERDEKA 1988: HARIAN SURYA POS 1988: HARIAN SUARA KARYA 1988: MAJALAH PENDOPO 1988: HARIAN KOMPAS 1987: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1987: HARIAN PRIORITAS 1987: HARIAN WAWASAN 1987: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN SUARA KARYA 1987: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN KOMPAS 1987: HARIAN PRIORITAS 1987: HARIAN SURYA POS 1987: HARIAN KOMPAS 1987: HARIAN JAWA POS 1987: HARIAN SUARA KARYA 1987: HARIAN JAWA POS 1987: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1987: HARIAN SURYA POS 1986: HARIAN SUARA MERDEKA 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1986: MAJALAH ARENA 1986: HARIAN PRIORITAS 1986: HARIAN JAWA POS 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1986: HARIAN SUARA MERDEKA 1986: HARIAN PRIORITAS 1986: HARIAN SUARA KARYA 1985: HARIAN SUARA MERDEKA 1985: MINGGUAN MINGGU PAGI 1985: HARIAN BERITA NASIONAL 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1985: MAJALAH PUSARA 1985: MAJALAH PUSARA 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1985: HARIAN SUARA MERDEKA 1984: HARIAN MASA KINI 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN BERITA NASIONAL 1984: HARIAN BERITA NASIONAL 1984: MINGGUAN MINGGU PAGI 1983: HARIAN MASA KINI 1983: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1983: HARIAN BERITA NASIONAL 1983: MAJALAH MAHASISWA 1983: MAJALAH PUSARA 1983: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1982: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1982: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT More Issue